Artikelilmiahs
Menampilkan 5.721-5.740 dari 48.842 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5721 | 15552 | F1I012002 | Peran European Union Monitoring Mission (EUMM) dalam Upaya Penyelesaian Konflik di Georgia Tahun 2008 - 2014 | Penelitian yang berjudul ‘Peran European Union Monitoring Mission (EUMM) dalam Upaya Penyelesaian Konflik di Georgia Tahun 2008 – 2014’ akan menjelaskan tentang bagaimana peran EUMM sebagai sebuah organisasi internasional bertindak dalam upaya menyelesaikan konflik yang ada di Georgia pada tahun 2008 – 2014. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran EUMM dalam upaya menyelesaikan konflik di Georgia. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder atau studi pustaka (library research) serta teknik analisis data menggunakan teori dan konsep yang diaplikasikan dalam pembahasan permasalahan yang diangkat oleh penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah EUMM sepanjang tahun 2008 – 2014 memiliki peran yang penting di Georgia terutama dalam konflik antara Georgia, Ossetia Selatan dan Abkhazia. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana EUMM menggunakan instrumen-instrumennya seperti Hotline, Incident Prevention and Response Mechanism (IPRM) dan Geneva International Discussions (GID) untuk mencapai kesepakatan antara pihak-pihak berkonflik. Kesepakatan yang dicapai meliputi pelepasan tahanan sipil, pembebasan lahan, dan kerjasama lainnya. EUMM dibentuk oleh Uni Eropa sebagai sebuah organisasi internasional yang bertugas untuk mengamati pelaksanaan perjanjian Six-Point Agreement yang disetujui oleh Uni Eropa, Georgia beserta Rusia selaku perwakilan Ossetia Selatan dan Abkhazia. Pendirian EUMM juga merupakan bukti komitmen Uni Eropa terkait keamanan internasional serta tanggungjawab untuk melindungi (responsibility to protect) selaku komunitas internasional. Permasalahan inilah yang akan diteliti lebih jauh terutama cara dan upaya EUMM untuk menyelesaikan konflik. Kata Kunci: Peran EUMM, Konflik Georgia, Six-Point Agreement, Organisasi Internasional, Responsibility to Protect. | This research titled ‘The Role of European Union Monitoring Mission (EUMM) in Resolving Georgian Conflict 2008 – 2014’ will explain on the role of EUMM as an international organization act to resolve Georgian conflict from 2008 – 2014. This research aimed to explain the role of EUMM itself in the conflict between Georgia, South Ossetia and Abkhazia. This research was conducted in qualitative method with the use of secondary data collection or library research and data analysis by applying suitable concept and theory to explain the problem that is brought. The result of this research lies in the fact that EUMM has an important role in the conflict between Georgia, South Ossetia and Abkhazia through 2008 – 2014. This can be seen in how EUMM uses their instruments such as Hotline, Incident Prevention and Response Mechanism (IPRM) and Geneva International Discussions (GID) to reach settlement between conflicted parties. Those settlements include the release of civilian custodies, land liberation, and other cooperation. EUMM is formed by European Union initially as an international organization to observe and analyze the implementation of Six-Point Agreement signed by the European Union, Georgia together with Russia as a representative for South Ossetia and Abkhazia. The establishment of EUMM is also a proof of European Union commitment regarding international security and a responsibility to protect as an international community. This problem will be researched and explained further especially on how EUMM resolve the Georgian conflict. Keyword: The Role of EUMM, Georgian Conflict, Six-Point Agreement, International Organization, Responsibility to Protect. | |
| 5722 | 15553 | C1G014006 | Pengaruh Pengendalian Internal, Teknologi Informasi, dan Sumber Daya Manusia terhadap Implementasi Standar Akuntansi Pemerintah Daerah Berbasis Akrual | Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengendalian internal, teknologi informasi, dan sumber daya manusia terhadap implementasi standar akuntansi pemerintah daerah berbasis akrual.. Penelitian ini Menggunankan analisis regresi linear. Sampel penlitian ini adalah pegawai bagian keuangan SKPD Kota Magelang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel pengendalian internal, teknologi informasi, dan sumber daya manusia secara simultan berpengaruh signifikan terhadap implementasi standar akuntansi pemerintah daerah berbasis akrual, variabel pengendalian internal dan sumber daya manusia secara parsial berpengaruh signifikan terhadap implementasi standar akuntans, serta variabel sumber daya manusia paling berpengaruh terhadap Implementasi standar akuntansi pemerintah daerah berbasis akrual. | The purpose of this study was to determine the effect of internal control, information technology, and human resources to the implementation of accrual based accounting standards in regional government This study Menggunankan linear regression analysis. Penlitian samples are employees of the financial section of Magelang city SKPD. The results of this study showed that the variables of internal control, information technology, and human resources are simultaneously significant effect on the implementation of of accrual based accounting standards in regional government variable internal controls and human resources partially significant effect on the implementation of standards as well as a variable resource the most influential man on the of accrual based accounting standards in regional government Keywords: L | |
| 5723 | 15556 | A1C012049 | Analisis Kinerja Mitra Tani Benih Padi Bersertifikat (Studi Kasus PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Sumpiuh Kabupaten Banyumas) | Suatu perusahaan tidak dapat menghasilkan produk yang memuaskan tanpa didukung oleh supplier yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara kriteria output (harga, mutu dan waktu pengiriman) dengan kriteria input (kecepatan tanggap, pelayanan dan fleksibilitas) pada penilaian kinerja supplier, 2) Efisiensi kinerja supplier bahan baku PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas, dan 3) Prioritas kriteria PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas dalam memilih dan menilai supplier.Penelitian ini dilakukan di PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas pada tanggal 25 April sampai dengan 23 Mei 2016. Penelitian dilakukan di PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode evaluasi. Metode penentuan sampel supplier yang digunakan yaitu Purposive Sampling dengan data sampel supplier tahun 2013 sampai dengan 2015 yang terdiri dari 27 supplier. Metode penentuan sampel pengelola perusahaan yang digunakan yaitu Purposive Sampling, yaitu Manajer Cabang, Asisten Manajer bagian Produksi, Penyelia I Pengembang Benih Padi dan Supervisor Pengolahan Benih PT Sang Hyang Seri (Persero) Cabang Banyumas. Metode analisis yang digunakan adalah analisis korelasi Spearman, Data Envelopment Analysis (DEA), dan Analysis Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1) Terdapat hubungan antara kriteria output dengan input, antara lain: kriteria mutu dengan kecepatan tanggap yaitu kuat, hubungan antara mutu dengan pelayanan yaitu cukup, hubungan antara mutu dengan fleksibilitas yaitu kuat, kemudian hubungan waktu pengiriman dengan kecepatan tanggap yaitu cukup, hubungan waktu pengiriman dengan pelayanan yaitu cukup, hubungan waktu pengiriman dengan fleksibilitas yaitu cukup, sedangkan kriteria harga memiliki hubungan tidak signifikan dengan kriteria input pada penilaian kinerja supplier perusahaan. 2) Hasil perhitungan efisiensi kinerja supplier, pada tahun 2013 terdapat 3 supplier yang efisien (TE=1) yaitu Jatimulya Jatilawang, Krida Tani II Klampok dan Mekar Tani Purbalingga, kemudian pada tahun 2014 terdapat 6 supplier yang efisien (TE=1) yaitu Sido Dadi Makmur Kebasen, Lestari Gombong, Penatus 1 Petanahan, Sejahtera Kebumen, Sri Sedana Kebumen dan Sumber Makmur Kebumen. Pada tahun 2015 terdapat 7 supplier yang efisien (TE=1) yaitu Sri Rejeki Binangun, Adi Utama Jatilawang, Karyanto Weleri, H.M. Zaeri Kendal, Ibuku Petanahan, Karya Bhakti Kebumen dan Lestari Gombong. 3) Prioritas kriteria output adalah kriteria mutu dengan bobot (nilai eigen vector) 0,3929. Sedangkan prioritas kriteria input adalah kriteria fleksibilitas dengan bobot (nilai eigen vector) 0,4076. | A company cannot produce a satisfactory product without the support of a good supplier. This study aims to determine: 1) The correlation between the output criteria (quality, price and delivery time) and input criteria (speed responsiveness, service and flexibility) on the assessment of supplier performance, 2) The efficiency of the performance of suppliers of raw materials PT Sang Hyang Seri (Persero) Banyumas branch, and 3) Priority criteria PT Sang Hyang Seri (Persero) branch Banyumas in selecting and assessing suppliers. This research was conducted at PT Sang Hyang Seri (Persero) Branch Banyumas on April 25 until May 23, 2016. The study was conducted in PT Sang Hyang Seri (Persero) Branch of Banyumas. The method used in this study is the method of evaluation. The sampling method used is supplier purposive sampling with sample data of supplier in 2013 to 2015 which consist of 27 suppliers. Sampling determination of company administrators has been done purposively which consist of, the Branch Manager, Assistant Manager Production section, Supervisor I Developer of Rice Seeds and Seed Processing Supervisor of PT Sang Hyang Seri (Persero) Branch of Banyumas. The analytical method used is the Spearman correlation analysis, Data Envelopment Analysis (DEA), and Analysis Hierarchy Process (AHP). Result of the study has shown that: 1) There are correlation between output criteria towards input criteria i.e. quality criteria with the speed of response (strong), correlation between the quality of the service (enough), correlation between the quality of the flexibility (strong), correlation between time delivery with the speed of response (sufficient), correlation between service with delivery time (sufficient), and correlation between delivery time with the flexibility (sufficient), while pricing criteria has no significant correlation with the input criteria in supplier performance assessment company. 2) The result of calculation on the supplier performance efficiency has shown that in 2013 there were 3 efficient supplier (TE = 1) which are Jatimulya Jatilawang, Krida Tani II Klampok and Mekar Tani Purbalingga, then in 2014 there were 6 efficient supplier (TE = 1) are Sido Dadi Makmur Kebasen, Lestari Gombong, Penatus 1 Petanahan, Sejahtera Kebumen, Sri Sedana Kebumen and Sumber Makmur Kebumen. In 2015, there were 7 efficient supplier (TE = 1), which were Sri Rejeki Binangun, Adi Utama Jatilawang, Karyanto Weleri, H.M. Zaeri Kendal, Ibuku Petanahan, Karya Bhakti Kebumen dan Lestari Gombong. 3) The priority output criteria is the quality criteria with the integrity of (eigen values vector) 0.3929. While the priority input criteria is the criteria of flexibility with the integrity of (eigen values vector) 0.4076. | |
| 5724 | 15554 | D1E012251 | PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) DALAM RANSUM SAPI BALI DENGAN IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT BERBEDA PENGARUHNYA TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN ENERGI | Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah Sapi Bali jantan yang berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 18 ekor umur ± 2 tahun dengan bobot badan rata-rata 287,56 kg ± 35,82 kg. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 3x2. Faktor pertama yaitu imbangan jerami padi dan konsentrat (I1) 40:60 dan (I2) 35: 65 dan faktor kedua yaitu suplementasi tepung daun waru dengan level 0% (W1), 0,24% (W2), dan 0,48% (W3) dari bahan kering (BK) konsentrat. Terdapat 6 perlakuan dan 3 blok yang menghasilkan kombinasi I1W1, I1W2,I1W3, I2W1, I2W2, I2W3sebagai perlakuan. Sebagai kelompok perlakuan untuk kelompok I, II, dan III adalah bobot badan awal masing-masing yaitu 247,33 ± 21,66 kg; 293,5 ± 15,64 kg; dan 321,83 ± 15,99 kg.Konsumsi bahan kering yang diberikan adalah 3% dari bobot hidup. Variabel yang diukur adalah konsumsi energi dan kecernaan energi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji orthogonal polinomial. | The materials that used for this research, were 18 two-year old male Bali cattles from East Nusa Tenggara whose body weight averaged 287.56 kg ± 35.82 kg. The design that was used was a Randomized Block Design (RBD), 3x2 factorial. The first factor was the ratios of rice straw to concentrate, which were (I1) 40:60 and (I2) 35:65, while the second factor was the levels of hibiscus supplementation, which were 0% (W1), 0.24% (W2), and 0.48% (W3) of concentrate dry matter (DM). There were 6 treatments and 3 blocks that resulted in I1W1, I1W2, I1W3, I2W1, I2W2, I2W3 as combined treatments. The blocks were the body weight of 247,33 ± 21,66 kg; 293,5 ± 15,64 kg; and 321,83 ± 15,99 kg. The dry matter to be consumed was 3% of the body weight. The measured variables were the energy consumption and digestibility. The data were analyzed by an analysis of variance and continued with an orthogonal polynomial analysis. | |
| 5725 | 15555 | E1A112034 | TINDAK PIDANA PERZINAHAN YANG DILAKUKAN PRAJURIT TNI (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor 107/K/PM II-08/AL/IV/2012) | ABSTRAK Perzinahan (overspel) merupakan tindak pidana kesopanan dalam hal persetubuhan dan masuk dalam jenis kejahatan kesusilaan. Perzinahan dirumuskan dalam Pasal 284 ayat (1) KUHP. Salah satu kasus Perzinahan yang melibatkan Prajurit TNI AL terdapat dalam Putusan Nomor 107/K/PM II-08/AL/IV/2012. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui unsur-unsur apa yang terbukti dalam Tindak Pidana Perzinahan yang dilakukan Prajurit TNI. Selain itu juga untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum dari hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap Prajurit TNI dalam Putusan Pengadilan Militer II- 08 Jakarta Nomor: 107/K/PM II- 08/AL/2012). Guna mencapai tujuan tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif. Data sekunder yang terkumpul kemudian diolah, disajikan, dan dianalisa secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif. Hasil penelitian menyatakan bahwa, terdakwa memiliki status sebagai militer, berdinas aktif sebagai prajurit TNI AL di Kodam I Iskandar Muda dengan pangkat Sertu Mar sehingga berdasarkan status terdakwa sebagai anggota militer, maka terdakwa diadili di Peradilan Militer. Selain itu, unsur- unsur dalam Pasal 284 ayat (1) ke-2a KUHP dapat dibuktikan dari persesuaian alat bukti berupa beberapa keterangan saksi diantaranya saksi Si, HDI, MRI, SO, alat bukti surat surat dan hakim memperoleh petunjuk sehingga hakim memperoleh keyakinan akan kesalahan terdakwa sesuai dengan Pasal 171 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer. | ABSTRACT Adultery (overspel) is a criminal offense in terms of copulation courtesy and decency included in this type of crime. Adultery is defined in Article 284 paragraph (1) Criminal Code. One Adultery cases involving Army personnel AL contained in Decision No. 107 / K / PM II-08 / AL / IV / 2012. This research was conducted in order to determine what elements are evident in Crime committed adultery Army personnel. It is also to know the basic legal consideration of judges in imposing criminal against Army personnel in the Military Court Decision II-08 Jakarta No. 107 / K / PM II- 08 / AL / 2012). To achieve these objectives, this study was conducted using a normative juridical approach. Secondary data were collected and processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data. The study states that the defendant had status as a military, active service as a Navy force in the first Iskandar Muda Military Command with the rank of Sergeant in March so that the status of the accused as members of the military, the defendant tried in military courts. Additionally, elements in Article 284 paragraph (1) to-2a Criminal Code can not be proved from the conformity of evidence in the form of some witness testimony of witnesses including Si, HDI, MRI, SO, evidence of mailing letters and judges receive the indication that the judge will gain confidence guilt of the accused in accordance with Article 171 of Law No. 31 of 1997 on Military Justice. | |
| 5726 | 15557 | C1G014057 | Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Internal Kas, Piutang Usaha, dan Pendapatan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman | Penelitian ini mengambil judul Evaluasi Penerapan Sistem Pengendalian Internal Kas, Piutang Usaha, dan Pendapatan di Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami penerapan sistem pengendalian internal kas, piutang usaha dan pendapatan dan penjagaan kekayaan organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. Metode pengumpulan data adalah dengan observasi, wawancara, dan analisis dokumen dan catatan. Informan dalam penelitian ini antara lain Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Bendahara Unit BLU, Staf Keuangan, Staf Keuangan Senior Universitas Jenderal Soedirman, dan Staf Satuan Pengawasan Internal. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa sistem pengendalian internal dalam pengelolaan kas, piutang usaha, dan pendapatan tidak memadai, kekayaan organisasi berupa aset dan catatan atau dokumen keuangan telah dijaga dengan baik, dan perancangan dokumen atau catatan keuangan belum memadai. Implikasi dari penelitian ini adalah RSGMP Universitas Jenderal Soedirman sebaiknya segera memperbaiki desain sistem pengendalian internal, optimalisasi kinerja pegawai yang telah ada, pembuatan analisis beban kerja pegawai, kerjasama antar pegawai lebih ditingkatkan, Bendahara Unit BLU sebaiknya melakukan penghitungan fisik kas sesering mungkin, memperbaiki sistem penerimaan dan penyetoran pendapatan jasa layanan pasien, dan sebaiknya RSGMP menjadi entitas bisnis tersendiri. | This research is about to Evaluate The Implementation of Internal Control System of Cash, Account Receivable, and Revenue in Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. The purposes of this research are to understand the implementation of internal control system of cash, account receivable, and revenue and keep the wealth of organizations. This research is a qualitative research with case study approach. The object of this research is Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. Data collection methods used observation, interview, and documents and records analysis. Informants of this research are Wakil Direktur Umum dan Keuangan, Bendahara Unit BLU, Staf Keuangan, Staf Keuangan Senior Universitas Jenderal Soedirman, and Staf Satuan Pengawasan Internal. The study began with data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. This research shown that inadequate internal control system of cash, account receivable, and revenue, the wealth of organizations is kept good, and inadequate the design of documents. The implications of this research are that RSGMP should to repair the internal control system, increase the perfomance of employees, create workload analysis, increase the teamwork, Bendahara Unit BLU should do cash opname, repair the receipt of revenue service from patient, and RSGMP should be independent entity. | |
| 5727 | 15558 | E1A010201 | IMPLEMENTASI IDE DIVERSI DALAM PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA ( Studi Kasus Putusan Nomor : 01/Pid.sus-Anak/2014/PN.Pky ) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ide diversi dalam perlindungan hukum terhadap anak pelaku tindak pidana pada Perkara Nomor : 01/Pid.sus-Anak/2014/PN.Pky dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum hakim tidak melaksanakan diversi terhadap anak yang melakukan pengulangan tindak pidana. Metode pendekatan yang digunakan penulis adalah yuridis normatif, sumber datanya adalah data sekunder dan data primer. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif yaitu dengan menjabarkan dan menafsirkan data yang akan disusun secara logis dan sistematis. Hasil penelitian menyatakan bahwa Implementasi terhadap ide diversi dalam perundang-undangan sebagai perlindungan hukum bagi pelaku anak pada Putusan Pengadilan Negeri Pasangkayu Nomor : 01/Pid.sus-Anak/2014/PN.Pky yaitu ketentuan yang diatur dalam Pasal 5 Ayat (3) dan Pasal 7 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak serta Pasal 2 dan Pasal 3 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Diversi Sistem Peradilan Pidana Anak. Dasar pertimbangan hukum hakim tidak melaksanakan diversi terhadap anak yang melakukan pengulangan tindak pidana sudah tepat karena berdasarkan hasil dilakukannya upaya diversi di tingkat pengadilan pihak orang tua (ibu) dari pelaku menyerahkan kepada negara melalui lembaga / pejabat yang berwenang untuk di didik dengan alasan orang tua (ibu) sudah tidak sanggup lagi mendidik dan ayah pelaku sudah meninggal dunia, sehingga diversi dinyatakan gagal dan perkara dilanjutkan ke proses pengadilan biasa. Hal ini juga diperkuat dengan ketentuan pada Pasal 7 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak bahwa salah satu syarat tidak dapat dilakukan diversi yaitu tindak pidana yang dilakukan bukan merupakan pengulangan tindak pidana (residivis). | This study aims to determine the implementation of the idea of diversion in the legal protection of the child offender in Case Number: 01 / Pid.sus Children / 2014 / PN.Pky and to know the basic legal considerations judge did not carry out the diversion of children who commit criminal acts repetition , The method used by the author is normative, the source data is secondary data and primary data. Data were analyzed qualitatively, namely to describe and interpret the data to be arranged in a logical and systematic. The study states that the implementation of the idea of diversion in the legislation as a legal protection for the child actors on Pasangkayu District Court's Decision No. 01 / Pid.sus Children / 2014 / PN.Pky that the provisions set forth in Article 5 Paragraph (3) and Article 7 Paragraph (1) of Law Number 11 Year 2012 on Child and the Criminal Justice System Article 2 and Article 3 of the Regulation of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 4 Year 2014 on Guidelines for Children Diversi Criminal Justice System. Basic legal considerations judge did not carry out the diversion of the child to repeat the criminal act was appropriate because based on the remedies, versioned in the court of the parents (mother) of offenders handed to the state through agencies / authorities to at students with a reason parents (mother) are no longer able to educate and father perpetrators had died, so the diversion is declared unsuccessful and the case proceeded to the ordinary courts. It is also supported by the provisions of Article 7 Paragraph (2) of Law No. 11 of 2012 on the Criminal Justice System Children that one of the requirements can not be versioned is a criminal offense committed is not a repetition of criminal offenses (recidivism). | |
| 5728 | 15559 | F1B012018 | PENGARUH ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR TERHADAP KINERJA PEGAWAI BADAN LINGKUNGAN HIDUP KABUPATEN BANYUMAS | Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas memiliki tugas pokok pencegahan, pencemaran dan kerusakan lingkungan serta pengawasan lingkungan hidup baik secara langsung maupun tidak langsung. Diperlukan pegawai yang mau bekerja secara maksimal dan melebihi tanggung jawab formalnya agar tujuan organisasi dapat tercapai. Perilaku bekerja diatas tanggung jawab formal dinamakan organizational citizenship behavior (OCB). Menurut Robbins dan Jugde, OCB merupakan perilaku pilihan yang tidak menjadi kewajiban kerja pegawai, namun mendukung lingkungan psikologis dan berfungsinya organisasi secara efektif. Oleh karena itu, organisasi harus mengetahui penyebab timbulnya OCB agar dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pegawai. Sasaran penelitian ini adalah seluruh pegawai. Metode yang digunakan kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survey. Teknik sampel menggunakan sampel jenuh, metode analisis menggunakan korelasi Kendall Tau-b, konkordansi Kendall W, regresi ordinal, dan kendall parsial. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data ditemukan bahwa: OCB berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai; baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama kepribadian, kepuasan kerja, dan motivasi pegawai berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap OCB. Untuk meningkatkan kinerja, harus terlebih dahulu meningkatkan OCB pegawainya. Pelatihan soft skill dan motivasi training dapat digunakan untuk meningkatkan toleransi, partisipasi, dan inisiatif individu. Selain itu perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi OCB antara lain kepribadian, kepuasan kerja, dan motivasi pegawai | Environmental Agency Banyumas has the main tasks prevention of pollution and environmental damage and control of environment either directly or indirectly. Required employees who want to work optimally and beyond its formal responsibilities for the purpose of organization can be achieved. Work beyond its formal responsibilities called organizational citizenship behavior. According Robbins and Judge, OCB is behavior choices employee shall not be compulsory, but support psychological environment and the functioning of the organization effectively. Therefore, organizations must know the cause of OCB that can be used to improve employee performance.Target research is employees. Quantitative associative methods used by approach survey. Sample technique used census, the method of analysis using Kendall Tau-b correlation, concordance Kendall W, ordinal regression, and partial correlation. Based on the result of research and analysis show than: OCB has positive effect on employee performance; Personality, job satisfaction, and motivation partially and simultaneously have positive and significant effect on OCB. The implication of this study: to improve performance, Environment Agency Banyumas must first improve OCB. Soft skill and motivation training can be used to improve tolerance, participation and employee initiative. Also need to pay attention to factors that effect OCB among other personalities, job satisfaction, and motivation. | |
| 5729 | 15562 | A1L012039 | PENGARUH TRICHO-KOMPOS DAN PUPUK HAYATI CAIR PENAMBAT N2 PADA BERBAGAI TARAF PEMUPUKAN N TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI VARIETAS CIHERANG | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji pengaruh tricho-kompos dan pupuk hayati cair penambat N2 terhadap pertumbuhan dan hasil padi Ciherang, (2) mendapatkan dosis optimum pemupukan N yang dapat meningkatkan hasil padi Ciherang dan (3) mendapatkan kombinasi tricho-kompos, pupuk hayati cair penambat N2 dan pemupukan N terbaik terhadap hasil padi Ciherang. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan sawah dan Laboratorium Agrohortikultura Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto pada bulan Januari sampai Mei 2016. Percobaan dirancang menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, 2 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama yaitu taraf pemupukan N (0 kg/ha N, 50 kg/ha N, 100 kg/ha N,150 kg/ha N, dan 200 kg/ha N). Faktor kedua adalah kombinasi pupuk hayati cair penambat N2 dan tricho-kompos dengan komposisi: kontrol, 2 t/ha tricho-kompos, 0,8 l/ha pupuk hayati cair penambat N2 dan kombinasi 2 t/ha tricho-kompos dengan 0,8 l/ha pupuk hayati cair penambat N2. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, luas daun, panjang akar total, bobot kering tanaman, panjang malai, jumlah gabah per malai, bobot gabah per rumpun, bobot 1000 butir dan hasil gabah kering giling. Data dianalisis dengan uji F, dan dilanjut DMRT pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan tricho-kompos dan pupuk hayati cair penambat N2 dapat meningkatkan luas daun dan panjang akar total padi. Dosis optimum pemupukan N yang dapat meningkatkan hasil gabah yaitu sebesar 125,5 kg/ha N. Kombinasi perlakuan pemupukan N dengan dosis 200 kg/ha N dan 0,8 l/ha pupuk hayati cair penambat N2 memberikan hasil padi terbaik. | This research aimed to (1) study the effect of using tricho-compost and biological liquid-N2 fixing fertilizer on growth and yield of Ciherang rice, (2) obtaining optimum dose of nitrogen fertilizer which increasing the yield of Ciherang rice, (3) obtaining the best combination of tricho-compost, biological liquid-N2 fixing fertilizer, and nitrogen fertilizer which give the best yield of Ciherang rice. The research was conducted at the rice field experiment and the labolatory of Agronomy and Horticulture Agriculture of Faculty, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto in January 2016 to May 2016. The experimental design used was a Randomized Block Design (RBD) factorial, 2 factors and 3 repeatations. The first factor was the rate of nitrogen fertilizer (0 kg/ha N, 50 kg/ha N, 100 kg/ha N, 150 kg/ha N,and 200 kg/ha N. The second factor was the combination of tricho-compost and biological liquid-N2 fixing fertilizer consisted of control, 2 t/ha tricho-compost, 0,8 l/ha biological liquid-N2 fixing fertilizer and combination of 2 t/ha tricho-compost and 0,8 l/ha biological liquid-N2 fixing fertilizer. The characters observed in this research were: plant height, number of tiller, leaf area, total root length, dry weight of plant, panicle length, number of grains per panicle, grain weight per panicle, 1000 grain weight and dry milled grain yield. The data was analyzed using F test, followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5% error. The result showed that using tricho-compost and biological liquid-N2 fixing fertilizer increase leaf area and total root length. The optimum dose of nitrogen fertilizer was 125.5 kg/ha N which increase grain yield. The combination of nitrogen fertilizer with a dose of 200 kg/ha N and 0.8 l/ha of biological liquid-N2 fixing fertilizer resulted the highest rice yield. | |
| 5730 | 15563 | D1F014014 | KORELASI BOBOT BADAN SELAMA PERIODE PERTUMBUHAN DENGAN UMUR PERTAMA KALI BERTELUR PADA HASIL PERSILANGAN ITIK JANTAN TEGAL DENGAN BETINA MAGELANG (CORRELATION OF THE BODY WEIGHT DURING GROWTH PERIOD WITH THE AGE IN THE FIRST SPAWNING OF LAYING DUCK CROSS-BRED FROM MALE TEGAL WITH FEMALE MAGELANG DUCK) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot badan umur 8, 12 dan 16 minggu dengan umur pertama kali bertelur pada hasil persilangan itik jantan Tegal dengan betina Magelang selanjutnya disebut itik Gallang. Materi yang digunakan adalah itik betina Gallang sebanyak 48 ekor. Bahan dan alat yang digunakan dalam penelitian adalah pakan itik dengan kandungan ME 3055 kkal, PK 15,4 %, SK 5%, Ca 1%, P 0,9% dan 8 unit kandang serta peralatan kandang. Metode yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan bobot badan dan simpang baku umur 8, 12 dan 16 minggu masing-masing sebesar 1073,70 ± 183,13; 1307,56 ± 157,24 dan 1378,43 ± 129,16 g. Rataan umur pertama kali bertelur 150,33 ± 16,01 hari dengan koefisien korelasinya (r) masing-masing sebesar -0,477; -0,0267 dan -0,0694, sedangkan koefisien determinasi (r2) masing-masing sebesar 0,227; 0,071 dan 0,0048. Hasil regresi linear bobot badan 8, 12 dan 16 minggu dengan umur pertama kali bertelur itik Gallang diperoleh persamaan masing-masing Y= -0,0413X + 194,65; Y= -0,0273X + 185,98 dan Y= -0,0086X + 162,2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bobot badan umur 8 minggu dapat dijadikan nilai penduga umur pertama kali bertelur itik Gallang. | This study aims to determine the relationship between the body weight of duck cross-bred from male Tegal and female Magelang duck,which are commonly called Gallang duck, aged 8, 12 and 16 week old and their first spawning. The research materials were 48 Gallang females, duck feed containing 3055 kkal ME, CP 15.4%, CF 5%, Ca1%, P 0.9%, and 8 units cages and its equipment. The method was the Linear Regression Analysis. The results showed that the average weight and standard deviations of duck aged 8, 12 and 16 weeks, respectively, were 1073.70 ± 183.13, 1307.56 ± 157.24, and 1378.43 ± 129.16 g while the average first spawning age were 150.33 ± 16.01 days with the correlation coefficient (r) respectively -0.477, -0.0267, and -0.0694 and each coefficient of determination (r2) were 0.227; 0.071 and 0.0048. The results of linear regression of body weight 8 , 12 and 16 weeks with the age of first egg-laying Gallang formed following equations Y= -0,0413X + 194.65 ; -0,0273X + Y= 185.98 and Y= -0,0086X + 162.2 This study concludes that the duck’ body weight at 8 week old can be used as the estimating value of the age of their first spawning. | |
| 5731 | 15560 | G1F011056 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL RUMPUT MUTIARA (Oldenlandia corymbosa (L.) Lam) TERHADAP Streptococcus mutans | Salah satu khasiat rumput mutiara (Oldenlandia corymbosa L.) adalah sebagai antibakteri. Senyawa aktif yang terkandung dalam rumput mutiara dapat menghambat pertumbuhan bakteri, tetapi belum pernah dilakukan pengujian terhadap bakteri Streptococcus mutans penyebab karies pada gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol rumput mutiara dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans dengan melihat nilai KHM. Penelitian ini merupakan penelitian experimental dengan tahapan ekstraksi, pengujian kandungan kimia, uji pendahuluan dan uji daya hambat dengan menggunakan metode difusi cakram dengan variasi konsentrasi yang ditentukan berdasarkan uji pendahuluan pada konsentrasi 500, 400, 300, 200, 100, dan 50ppm. Kontrol positif menggunakan chlorhexidine glukoronat 10 ppm dan Dimetilsulfoksida (DMSO) 0,25 % sebagai kontrol negatif. Data hasil penelitian berupa nilai KHM dianalis secara deskriptif dengan mengukur zona jernih yang terbentuk disekitar kertas cakram. Hasil uji menunjukan ekstrak etanol rumput mutiara memiliki nilai KHM 10 ppm terhadap bakteri Streptococcus mutans dengan zona hambat sebesar 0,83 mm. | One of the pharmacological effect of pearl grass (Oldenlandia corymbosa Lam.) is as the antibacterial. The active compound which is contained in pearl grass can inhibit bacterial growth, but it has not been tested toward Streptococcus mutans as the main cause of dental caries. The purpose of this research is to discover the activityof ethanol extract of pearl grass antibacteria for inhibiting the growth of Streptococcus mutans bacteria by observing the MIC. This research is an experimental studies by extraction phase, test of chemical content, preliminary test, and inhibition test by using disc diffusion with variation of concentration which was determined by preliminary test 500, 400, 300, 200, 100 and 50 ppm of concentration. The positive control used 10 ppm chlorhexidine gluconate, and as the negative control used 0,25% of Dimethyl Sulfoxide (DMSO). The result data of this research was the MIC which was analyzed descriptively by measuring the clear zone which was formed around paper disc. The test result showed the ethanol extract of pearl grass had the MIC toward Streptococcus mutans in 10 ppm concentration with 1 mm inhibitation zone. Keywords: pearl grass Oldenlandia corymbosa (Lam.), S. mutans, antibacterial activity. | |
| 5732 | 15564 | D1F014007 | KADAR AIR, pH DAN TINGKAT KEKERASAN KEJU DENGAN LAMA PASTEURISASI DAN PENYIMPANAN BERBEDA | Penelitian yang dilaksanakan dari tanggal 21 April 2016 sampai 13 Mei 2016 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara lama pasteurisasi dan lama penyimpanan yang berbeda serta pengaruhnya terhadap kadar air, pH dan tingkat kekerasan keju. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 3x3 dengan 2 faktor utama. Faktor pertamanya adalah lama pasteurisasi sedangkan faktor keduanya yaitu lama penyimpanan. Setiap faktor yang diujikan terdiri dari 3 taraf, yaitu lama pasteurisasi yang terdiri dari H1: 30 menit, H2: 60 menit, dan H3: 90 menit, serta lama pemyimpanan yang terdiri dari W1: 0 hari, W2: 10 hari, dan W3: 20 hari. Variabel yang diamati adalah kadar air, pH dan tingkat kekerasan keju. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan analisis variansi, kemudian Perlakuan yang berpengaruh nyata diuji dengan uji orthogonal polynomial. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara lama pasteurisasi dan lama penyimpanan tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel (P > 0,05). Lama pasteurisasi berpengaruh nyata (P < 0,05) terhadap pH akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air dan tingkat kekerasan keju. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P< 0,01) terhadap semua variabel yang diujikan. Rataan kadar air tertinggi diperoleh pada W1 sebesar 59,91% dan kadar air terendah pada W3 sebesar 19,12%. Berdasarkan uji orthogonal polynomial pengaruh lama penyimpanan terhadap kadar air diperoleh persaaman kuadratik Y= 59,911111 - 5,490833X + 0,17279444X2 dengan koefisien determinasi (r2) sebesar 0,997. Rataan pH tertinggi dihasilkan 4,73 (W1) nilai pH terendah 4,14 (W3). Berdasarkan hasi uji orthogonal polynomial, lama pasteurisasi diperoleh persamaan linier Y= 4,166667 + 0,0046296X dan r2 sebesar 0,1322 sedangkan lama penyimpanan diperoleh persamaan linier Y= 4.7388889 - 0.02944444X dengan r2 sebesar 0,5941. Rataan tingkat kekerasan tertinggi dihasilkan W1 yaitu 0,01039 mm/gr/dtk dan terendah dihasilkan oleh W3 yaitu 0,5363 mm/gr/dtk. Uji orthogonal polynomial lama penyimpanan terhadap tingkat kekerasan keju persamaan kuadratik Y= 0,05363333 -0,00599778X + 0,00019178X2 dengan r2 sebesar 0,9791. Lama pasteurisasi meningkatkan pH keju sedangkan lama penyimpanan menurunkan kadar air, pH dan meningkatkan kekerasan keju. | This research, which had been conducted from April 21 to May 13 2016 at Livestock Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University, aimed to determine the effects of different durations of pasteurization and storage as well as of their interaction on the moisture, pH and firmness levels of cheese. This experiment was designed within a completely randomized design factorial 3x3 with two main factors each of which consisted of three levels. The first factor, which was the pasteurization durations, consisted of H1: 30 minutes, H2: 60 minutes, and H3: 90 minutes, while the second factor, which was the storage durations, consisted of W1: 0 days, W2: 10 days, and W3: 20 days. The variables were the levels of moisture, pH, and firmness of cheese. Data were analyzed by using an analysis of variance, and orthogonal polynomial test was used for significant treatments. The analysis of variance showed that the interaction between pasteurization and storage durations did not significantly effect (P>0,05) on all of the variables. The pasteurization durations had a significant effect (P<0,05) on pH level, but not (P>0,05) on the moisture and firmness level of cheese. The storage duration highly and significantly affect (P<0.01) all of the variables. The highest average of the moisture levels was obtained at W1 and the lowest one was at W3, which were, respectively, 59,91% and 19,12%. Based on orthogonal polynomial test, the storage duration effects on the moisture levels formed a quadratic equation Y= 59,911111 -5,490833X + 0,17279444X2 with coefficient of determination (r2)= 0,997. The highest average of the pH levels was obtained at W1 and the lowest one was at W3, which were, respectively 4,73 and 4,14. The orthogonal polynomial test on the pasteurization durations formed a linear eqution Y= 4,166667 + 0,0046296X with r2= 0,1322 while on the storage durations formed an linier equation linier Y= 4.7388889 - 0.02944444X with r2= 0,5941. The highest average of the firmness levels of cheese was obtained at W1 and the lowest one was at W3, which were, respectively 0,01039 mm/g/sec and 0,5363 mm/g/sec. The orthogonal polynomial test on the storage durations on the firmness level of cheese formed an quadratic Y= 0,05363333 - 0,00599778X + 0,00019178X2 with r2= 0,9791. This research concludes that pasteurization durations can increase the pH levels of cheese, while storage duration can decrease the moisture levels, pH levels, and increase the firmness level. | |
| 5733 | 15566 | H1C012065 | RANCANG BANGUN SISTEM MONITORING DAN KENDALI KETINGGIAN AIR PADA GROUND WATER TANK BERBASIS WEB MENGGUNAKAN ARDUINO UNO DAN SIM900 GSM/GPRS SHIELD | Proses pengisian air pada ground water tank, sering terjadi kondisi melebihi atau kurang dari batas normal. Sehingga tugas akhir ini membahas tentang rancang bangun sebuah kendali dan monitoring ketinggian air pada ground water tank dengan menggunakan Arduino Uno R3 dan SIM900 GSM/GPRS Shield. Sistem ini dirancang memiliki fitur untuk kendali atau otomotisasi pengendalian ketinggian air, tanda peringatan darurat, dan monitoring ketinggian air dan status relay menggunakan LCD dan web. Parameter yang digunakan adalah nilai ketinggian air yang merupakan hasil baca dari sensor ultrasonik, nilai ketinggian air digunakan untuk parameter pengisian air secara otomatis, otomatisasi peringatan keadaan darurat dan monitoring ketinggian air. Hasil dari perancangan sistem, sistem otomatisasi pengisian air akan mengaktifkan solenoid valve hanya ketika ketinggian air berada pada kondisi ≤10 cm, dan akan menghentikan proses pengisian air ketika ketinggian air berada pada kondisi ≥20 cm. Sistem otomatisasi peringatan kondisi darurat akan mengaktifkan warning light with buzzer ketika ketinggian air <9 cm dan >22 cm, dan akan berada pada kondisi tidak aktif ketika ketinggian air berada pada 9cm – 22cm. Sedangkan sistem monitoring menggunakan LCD dan thingspeak.com dengan menampilkan ketinggian air, dan status dari relay 1(solenoid valve) juga relay 2(warning light with buzzer). Sensor ultrasonik yang hasil bacanya dijadikan parameter dalam sistem ini bekerja dengan baik, sehingga untuk proses pengendalian ketinggian air dengan melakukan pengisisan air secara otomatis bekerja dengan baik, untuk proses sistem dengan mengaktifkan tanda peringatan secara otomatis bekerja dengan baik, dan proses monitoring pada LCD dan web berjalan sesuai dengan yang diharapkan. | Process of water replenishment in ground water tank is commonly exceed or less than the normal limit, so this thesis discuss the design of water level control and monitoring in ground water tank by using Arduino Uno R3 and SIM900 GSM / GPRS Shield. This system is designed to have features for automation control the water level, emergency warning signs, and relay status using the LCD and web. The parameters used are water level values that read by ultrasonic sensors, water level value is used for water replenishment parameters automatically, automation emergency warning, and water level monitoring. The results of system design, automation system of water replenishment will enable solenoid valve only when the water level is at ≤10 cm condition, and it will stop the water replenishment when the water level is at ≥20 cm. Automation system of emergency warning will enable the warning light with buzzer when the water level is at <9 cm and> 22 cm, and it will be offline when the water level is at 9cm - 22cm. The monitoring system use the LCD and thingspeak.com with display the water level, status of relay 1 (solenoid valve), and also relay 2 (warning light with buzzer). An ultrasonic sensor in this system is works well, so the process of water level control by filling the water automatically is works well, the automatic warning signals system is works well, and monitoring process on the LCD and web are running as expected. | |
| 5734 | 15567 | F1C012014 | Pola Komunikasi Instruksional Guru Dalam Mengajar Siswa Tunagrahita di SDLB C Yakut Purwokerto | ABSTRAK Tunagrahita merupakan istilah yang digunakan untuk anak yang memiliki perkembangan intelejensi yang terlambat. Namun ketidaksempurnaan itu tidak menghalangi anak penyandang tunagrahita untuk menempuh dan menikmati dunia pendidikan. Pendidikan untuk anak – anak yang berkebutuhan khusus lebih dikenal dengan sekolah luar biasa (SLB). Dalam dunia pendidikan terdapat komunikasi instruksional dan komunikasi instruksional merupakan proses komunikasi yang dilakukan di dalam kelas, guru berperan sebagai komunikator dan siswa berperan sebagai komunikan. Proses komunikasi instruksional dilakukan secara tatap muka antara guru dan siswa di dalam kelas, sehingga siswa menjadi merasa lebih akrab dengan guru dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola komunikasi instruksional guru dalam mengajar siswa tunagrahita di SDLB C Yakut Purwokerto, hambatan yang terjadi selama proses belajar mengajar, serta proses komunikasi siswa tunagrahita dengan guru, orang tua, dan teman-temannya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan teknik purposive sampling dengan 9 informan serta menggunakan metode wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pola komunikasi instruksional yang digunakan guru SDLB C Yakut dalam proses belajar mengajar dengan siswa tunagrahita di kelas 1 yaitu dengan pola komunikasi satu arah (metode ceramah) dan dua arah (metode demonstrasi dan tanya jawab). Dalam proses belajar guru menerapkan komunikasi instruksional secara verbal, non verbal dan komunikasi antar pribadi. Tunagrahita mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi sehingga mudah lupa terhadap materi pembelajaran, mengalami keterlambatan dalam pemahaman dan kemampuan berfikir. Keaktifan setiap siswa yang berbeda-beda juga turut menjadi penghambat bagi guru. Itu menjadi faktor penghambat dalam proses belajar mengajar antara guru dan siswa. Biasanya guru mengatasi hal tersebut dengan cara menegurnya, apabila menegur tidak mendapatkan respon dari siswa maka guru menghampiri siswa tersebut dan menuntunya agar kembali ke tempat duduk. Proses komunikasi antara siswa, guru dan orang tua dominan menggunakan bahasa ibu, bahasa Jawa seperti bahasa Banyumasan dikarenakan mereka dalam kesehariannya menggunakan bahasa Banyumas jika berkomunikasi dengan orang tua di rumah. | ABSTRACT Children with mental retardation are the ones who have difficulty in developing their intelligence aspect. However, they can learn in formal educational institution, which is Sekolah Luar Biasa (SLB). Education is related to instructional communication, which can be defined as a face-to-face communication process that takes place in classrooms between teachers as the communicators and students as the communicants, which makes the relationships between the teachers and students in learning process become closer. This study is purposed to understand the patterns of instructional communication in learning process in SDLB C Yakut Purwokerto, the barriers that occur in learning process and communication processes between the students of SDLB C Yakut Purwokerto with their teachers, parents and friends. This is a qualitative study and it used purposive sampling technique with 9 informants. This study used in-depth interview, observation and documentation in collecting data. The result of this study found the patterns of instructional communication in learning process of 1st grade in SDLB C Yakut are the one-way and two-way communications. In learning process, the teachers apply instructional communication in verbal and non-verbal interpersonal communication. Children with mental retardation get difficulty in understanding the subjects. Besides, they forget the subjects taught by the teachers easily. Some of the students are also too active in class and they usually go around the classroom. These are the barriers factors in learning process between the teachers and the students. The teachers usually warn the students to get back in their seat. However, if the warning is ignored by the students, the teachers will come to them and get them back to the seat. In doing communication processes, the students, teachers and parents use Banyumasan Javanese language because they also use it in their daily life. | |
| 5735 | 15577 | D1E011177 | PENGARUH PENAMBAHAN FITOBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS ITIK DAN ENTOK | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan fitobiotik dalam pakan terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas pada itik dan entok. Materi yang digunakan untuk penelitian yaitu day old duck (DOD) itik lokal sebanyak 100 ekor dan DOD entok sebanyak 100 ekor, pakan komplit kode BR1 japfa comfeed, pakan basal, fitobiotik, dan 40 unit kandang petak. Penelitian menggunakan metode eksperimental, dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial dengan uji analisis variansi dan uji lanjut beda nyata jujur. Faktor pertama adalah spesies (B): b1= itik lokal (Anas plathyrhynchos) dan b2= entok (Cairina moschata). Faktor kedua adalah penambahan fitobiotik (P): p0= pakan basal; p1= pakan basal + penambahan bawang putih 3%; p2= pakan basal + penambahan kunyit 3%; p3= pakan basal + penambahan jahe 3%; p4= pakan basal + penambahan kencur 3%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa interaksi antara spesies dengan jenis fitobiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase sayap dan punggung, jenis unggas air berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot paha, sayap dan punggung serta persentase dada. Jenis fitobiotik berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap persentase paha. Itik dan entok yang diberi pakan dengan penambahan fitobiotik bawang putih atau kencur menghasilkan persentase yang paling tinggi. Terdapat interaksi antara spesies dengan jenis fitobiotik terhadap persentase sayap dan punggung. Persentase sayap tertinggi diperoleh pada entok yang pakannya diberi penambahan bawang putih sebanyak 3% dan pada itik tertinggi pada penambahan kencur sebanyak 3%, sedangkan persentase punggung tertinggi diperoleh pada entok yang pakannya diberi penambahan kencur sebanyak 3% dan pada itik tertinggi pada penambahan jahe sebanyak 3%. | The purpose of this research was to determine the effects of phyobiotic addition in ration on the weight and percentage of carcass parts of duck and muscovy. The research materials were 100 one-day-old-duck (DOD) local duck and 100 DOD muscovy, complete feed with the code of BR1 from Japfa Comfeed, basal feed, phytobiotic, and 40 units of square cage. The research used experimental methods with a completely randomized factorial design (CRD) and was followed by an analysis of variance and honest significant difference test (HSD). The first factor was the species (B): b1= local duck (Anas plathyrhynchos) and b2= Muscovy duck (Cairina moschata). The second factor was the additions of phytobiotic (P): p0= basal feed; p1= basal feed + 3% addition of garlic; p2= basal feed + 3% addition of curcuma; p3= basal feed + 3% addition of ginger; p4= basal feed + 3% addition of turmeric. The results of analysis of variance showed that the interaction between species and the type of phytobiotic significantly affected (P<0.05) the percentage of wings and backs, the species of duck significantly affected (P<0.05) the weight of thigh, wings and backs as well as the of the breast. The type of phytobiotic was significant (P<0.05) on the percentage of duck and Muscovy thigh. The feed with the phytobiotic addition of garlic or turmeric produced the highest percentage. There was an interaction between the species and the type of phytobiotic on the percentage of wings and backs. The highest percentage of wings was obtained by muscovy whose feed was supplemented with garlic as much as 3%, and in the duck was obtained from the turmeric supplementation as much as 3%, meanwhile the highest percentage of back was obtained by muscovy whose feed was supplemented with turmeric as much as 3% and in duck the highest one was that with ginger as much as 3%. | |
| 5736 | 15568 | C1G014021 | PENGARUH PENETAPAN SASARAN DAN SISTEM REMUNERASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI | Penelitian ini berjudul “PENGARUH PENETAPAN SASARAN DAN SISTEM REMUNERASI TERHADAP KINERJA PEGAWAI”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji secara empiris dan menganalisis apakah penetapan sasaran dan sistem remunerasi berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data primer yang diperoleh secara langsung melalui pertanyaan tertulis (kuesioner) kepada para pegawai Kementerian Keuangan yang berada di Purwokerto, yaitu pegawai di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara, Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai, dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penetapan sasaran dan sistem remunerasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Hal ini menunjukkan bahwa penetapan sasaran dan sistem remunerasi yang sudah ada saat ini telah efektif sehingga dapat memacu pegawai untuk meningkatkan kinerjanya. | This research entitled “The Effect of Goal Setting an Remuneration System on Employees Performance”. The research aims to examine and to obtain empirical evidents on the effects of goal setting and remuneration system on employees performance. This research was conducted by quantitative method. Data obtained from original source with a questionnare that was distributed to Ministry of Finance’s employees that works in Purwokerto region. Data were tested using Multiple Linear Regression analysis. The results showed that goal setting and remuneration system affect employees performance significantlly. This shows that goal setting and remuneration system that has been implemented is effective to make a significant contribution improving employees performance. | |
| 5737 | 15565 | H1A009052 | PENGARUH RADIASI SINAR UV TERHADAP PENURUNAN KADAR NITRAT PADA LIMBAH CAIR TAHU | Penelitian mengenai penurunan kadar nitrat (NO3-) dalam limbah cair tahu telah selesai dilakukan. Penelitian dilakukan dengan mengambil sampel setiap 20 menit sekali sampai 5 jam pada masing-masing perlakuan yakni penyinaran dengan sinar UV dan tanpa penyinaran sinar UV (kondisi gelap). Kandungan nitrat pada limbah cair tahu berhasil diturunkan pada perlakuan pemberian sinar UV secara maksimum pada menit ke-80 sebesar 72,53 %, sedangkan pada kondisi gelap pada menit ke-160 sebesar 51,46 %. Berdasarkan hal ini, menunjukkan bahwa perlakuan pemberian sinar UV pada limbah cair tahu lebih efektif menurunkan kadar nitrat dibandingkan dengan perlakuan kondisi gelap. | A research on the decreasing of nitrate concentration (NO3-) in the liquid waste of tofu has been performed. The sample was prepared by taking each of sample in light irradiation and dark condition treatment, respectively on 20 minutes up to 5 hours for UV. The nitrate concentration in the liquid waste of tofu was successfuly decreased optimally under UV light irradiation treatment up to 72.53% at 80 minutes of irradiation, while in the dark condition treatment give result to 51.46 % at 160 minutes. Based on the results, UV light irradiation treatment gives better performance compared to dark condition treatment to decrease the concentration tofu liquid waste. | |
| 5738 | 15569 | A1H012039 | PEMANFAATAN TETES TEBU (MOLASSES) SEBAGAI BAHAN BAKU BIOETANOL MENGGUNAKAN VARIASI DOSIS RAGI (Saccharomyces cerevisiae) DAN LAMA WAKTU FERMENTASI | Limbah pertanian dan industri pertanian di Indonesia kurang mendapat perhatian oleh masyarakat. Sebagai negara agraris, Indonesia setiap tahunnya menghasilkan limbah pertanian dalam jumlah yang besar, salah satunya adalah tetes tebu. Bioetanol adalah etanol yang diproduksi dengan cara fermentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1). Menghasilkan bioetanol dari tetes tebu melalui proses fermentasi, (2). Mencari waktu fermentasi yang optimum pada pembuatan bioetanol, (3) Mencari pengaruh dosis ragi roti (Saccharomyces cerevisiae) pada fermentasi terhadap kadar bioetanol. Tetes tebu di fermentasi dengan menggunakan variasi dosis ragi roti (S. cerevisiae) yang ditambahkan dan waktu fermentasi. Variabel yang digunakan adalah penambahan dosis ragi 5%; 10%; dan 15% dengan waktu fermentasi 2; 3; dan 4 hari. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi kadar glukosa, kadar bioetanol, rendemen bioetanol, dan nilai pH. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, jika berpengaruh maka akan dilanjutkan dengan uji perbandingan ganda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan bioetanol dari tetes tebu sangat dipengaruhi oleh perlakuan dosis ragi serta waktu fermentasi yang diberikan, semakin tinggi dosis ragi roti yang ditambahkan pada fermentasi tetes tebu semakin tinggi etanol yang dihasilkan sampai batas waktu tertentu. Semakin lama pula waktu fermentasi, etanol yang dihasilkan akan semakin tinggi sampai batas waktu terentu. Dari data yang di analisis, didapatkan hasil bahwa kadar bioetanol yang tertinggi adalah sebesar 8,66% (v/v) dan rendemen bioetanol dari tetes tebu sebesar 8,49% pada dosis ragi 15% dan waktu fermentasi 4 hari. | The waste of agriculture and agricultural industry in Indonesia have less attention by the public. As an agricultural country, every year Indonesia produce a large number of waste farm, the one of that is the molasses. Bioethanol is ethanol, that is produced by fermentation. The aims of this research were (1). Generate bioethanol from molasses by the fermentation process, (2). Finding the optimum fermentation time on the creation of bioethanol, (3). Influence dose of bread yeast (Saccharomyces cerevisiae) on bioethanol levels in fermentation process. Molasses in the fermentation used yeast bread (S. cerevisiae) dose variation was added and the time of fermentation. Variable is used the added of yeast dose 5%; 10%; and 15% and the fermentation time 2; 3; and 4 days. The data analysis is used in this study included glucose brix, levels of bioethanol, yield, and pH values. The results obtained were analyzed by ANOVA, if influential it will be followed by Duncan Multiple Range Test (DMRT) with 5% of standard. The results was showed that the producing of bioethanol from molasses is strongly influence by the treatment of yeast dose and the fermentation time is given, the higher the dose of bread yeast that is added to the fermentation of molasses is the higher of ethanol produced until certain time limits. The longer of fermentation time, the result of ethanol will be higher until certain time limits. Also from the analyzed of data, got the result of the highest bioethanol concentration is 8.66% (v/v) and yield of bioethanol concentration from molasses is 8,49% at the yeast dose in 15% and 4 days fermentation time. | |
| 5739 | 15576 | D1F014016 | KORELASI BOBOT HIDUP DENGAN BAGIAN-BAGIAN KARKAS PADA ITIK JANTAN HASIL PERSILANGAN RESIPROK ITIK TEGAL DENGAN ITIK MAGELANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara bobot hidup dan bagian-bagian karkas itik jantan hasil persilangan itik Tegal dengan itik Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan perlakuan perkawinan silang (persilangan resiprok) antara itik jantan Tegal dengan itik betina Magelang (Gallang), serta itik jantan Magelang dan itik betina Tegal (Maggal). Itik yang digunakan yaitu itik Tegal dan Magelang dengan jenis kelamin jantan yang bukan merupakan pemacek sebanyak 40 ekor. Variabel penelitian yaitu bobot hidup, bobot bagian-bagian karkas (punggung, sayap, dada, dan paha). Analisis data menggunakan uji t dan regresi korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bobot hidup itik Gallang lebih besar daripada itik Maggal, akan tetapi persentase karkas dan bagian-bagian karkas lebih besar itik Maggal dibandingkan itik Gallang. Bobot hidup itik Gallang berbeda nyata dengan itik Maggal, dan pada bagian-bagian karkas itik Gallang berbeda tidak nyata dengan itik Maggal. Hubungan antara bobot hidup dengan bagian-bagian karkas (punggung, sayap, dada, dan paha) pada itik Gallang dan itik Maggal semuanya berkorelasi positif dan koefisien korelasi ≥ 0,3. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu persentase karkas dan bagian-bagian karkas itik Maggal lebih besar dibandingkan itik Gallang. Bobot hidup itik Gallang lebih besar daripada itik Maggal, dan koefisien korelasi bobot hidup dengan bagian-bagian karkas itik Gallang dan itik Maggal bernilai positif. | This study aimed to determine the correlation between the body weight and carcass parts of drake crossbred from Tegal duck with Magelang duck. The method was cross-breeding (reciprocal crosses) experiment between Tegal drake with Magelang female (Gallang), as well as Magelang drake with Tegal female (Maggal). Duck which were used were 20 Tegal and 20 Magelang drakes who were not pemacek. The research variables were their live weight, the weight their carcass parts (back, wings, chest, and thighs). The data was analyzed by using the t test and the regression correlation. The results showed that Gallang ducks’ live weight was heavier than Maggal ducks’, but Maggals’ percentage of carcasses and carcass parts are bigger than the Gallangs’. Gallangs’ live weight was significantly different from Maggals’, and Gallangs’ carcass parts were insignificantly different from the Maggals’. The relationship between the body weight and carcass parts (back, wings, chest and thigh) of both drakes are all positively correlated with the correlation coefficient above 0.3. The conclusion of this study is that the percentage of carcasses and parts of carcasses of ducks Maggal are larger than the Gallangs’. Gallangs’ live weight is greater than the Maggals’, and the correlation coefficient of live weight and carcass parts of both drakes is positive. | |
| 5740 | 15570 | C1L011030 | FACTORS AFFECTING THE USAGE OF INTERNET BANKING INTEGRATED TO ACCOUNTING INFORMATION SYSTEM (AIS) OF COMMERCIAL BANK | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana persepsi nasabah tentang minat perilaku penggunaan berulang internet banking untuk mendukung kegiatan sehari-hari mereka, dengan menggunakan kerangka TAM. Berdasarkan kerangka TAM yang diusulkan oleh Davis, diajukan model intervening yaitu sikap penggunaan. Sikap penggunaan dalam hal ini berperan sebagai variabel intervening pada hubungan persepsi manfaat, persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi kredibilitas terhadap minat perilaku penggunaaninternet banking yang terintegrasi pada sistem informasi akuntansi (SIA). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakansurvei terhadap persepsi nasabah internet banking yang menjadi nasabah layanan internet banking di 3 kota besar di Indonesia. Sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling. Kuesioner dari 175 nasabah dari layanan internet banking di Indonesia yang memenuhi syarat sebagai sampel dianalisis dengan menggunakan analisis Structural Equation Modelling (SEM) pada program perangkat lunak AMOS 22,0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) persepsi manfaat memiliki pengaruh positif pada sikap terhadap penggunaan, (2) persepsi kemudahan penggunaan memiliki pengaruh positif pada sikap terhadap penggunaan, (3) persepsi kredibilitas memiliki pengaruh positif pada sikap terhadap penggunaan, (4) sikap terhadap penggunaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat perilaku untuk menggunakan internet banking yang terintegrasi pada sistem informasi akuntansi. Hasil pengujian yang signifikan dan positif memberikan bukti empiris bahwa masyarakat menjadikan internet banking tidak lagi sebuah prestise melainkan kebutuhan utama dalam melaksanakan kegiatan mereka. Serta memberikan bukti empiris bagi para pembuat kebijakan dan regulator untuk dapat memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan nasabah dan mengutamakan kenyamanan nasabah. | The purpose of this research is to analyze how the perception of consumers about behavioral intention to the use of internet banking to support their daily activities, using TAM framework. Based on the framework proposed by Davis TAM, filed an intervening model of the attitude of use. Attitude usage in this case acts as an intervening variable in the relationship of perceived usefulness, perceived ease of use, and perceived credibility of the behavioral intention to use of internet banking integrated to accounting information system (AIS). This research was conducted using a survey of the perceptions of the internet banking customer that became customers of internet banking services in 3 major cities in Indonesia. The samples of this study used purposive sampling method. Questionnaires from 175 customers of internet banking services in Indonesia eligible as samples were analyzed using analysis of Structural Equation Modelling (SEM) in AMOS 22.0 software program. The results showed that: (1) perceived usefulness has a positive influence on the attitude toward using, (2) perceived ease of use has a positive influence on the attitude toward using, (3) perceived credibility has a positive influence on the attitude toward using, (4) attitude toward using has a positive influence and significant on the behavioral intention to use of internet banking integrated to accounting information system. The test results are significant and positive providing empirical evidence that people make internet banking is no longer a necessity but a major prestige in carrying out their activities. As well as providing empirical evidence for policy makers and regulators to be able to provide services according to customer needs and prioritize customer convenience. |