Artikel Ilmiah : G1F012064 a.n. NISADIYAH FARIDATUS SHAHIH

Kembali Update Delete

NIMG1F012064
NamamhsNISADIYAH FARIDATUS SHAHIH
Judul ArtikelEFEKTIVITAS FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP REAKSI ANAFILAKSIS KUTANEUS AKTIF PADA TIKUS YANG DIINDUKSI OVALBUMIN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Jambu biji (Psidium guajava) merupakan salah satu tanaman yang terbukti
sebagai anti alergi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi golongan
senyawa dan mengetahui efektivitas fraksi etil astetat daun jambu biji (FEA DJB)
terhadap reaksi anafilaksis kutaneus aktif (AKA) pada tikus yang diinduksi
ovalbumin.
FEA DJB yang diperoleh dari ekstrak etanolik DJB difraksinasi bertingkat
n-heksane, kloroform, dan etil asetat. Identifikasi senyawa menggunakan metode
KLT. Uji efektivitas antialergi menggunakan 25 ekor tikus jantan yang dibagi
menjadi 5 kelompok. Kontrol negatif (CMC-Na 0,5%), kontrol positif (Nakromolin
2 mg/kgBB), dan kelompok perlakuan FEA 150 mg/kgBB, 450
mg/kgBB, dan 600 mg/kgBB. Tikus disensitisasi pada hari ke-0 dan ke-7 dengan
ovalbumin 0,1%. Pada hari ke-14, tikus disuntikkan dengan Evans blue, 30 menit
kemudian dipejankan sediaan uji dilanjutkan pembangkitan inflamasi
menggunakan ovalbumin 5,25%. Pengukuran luas area pigmentasi dilakukan
setiap jam selama 8 jam kemudian disubstitusikan ke dalam rumus AUC dan
persen penghambatan reaksi AKA. Analisis data AUC dan persen penghambatan
reaksi AKA dilakukan dengan ANOVA dilanjutkan uji Least Significant
Differences (LSD).
Berdasarkan profil KLT, FEA mengandung senyawa flavonoid. Hasil uji
efektivitas antialergi menunjukkan bahwa FEA dosis 150mg/kgBB, 450mg/kgBB,
dan 600 mg/kgBB memiliki efek yang sama sebagai antialergi dengan %
penghambatan reaksi AKA SE masing-masing sebesar 89,45 2,52%,
91,43 1,04%, 89,31 2,87%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Guava (Psidium guajava) is one of all plants which is proven as an antiallergic.
The aim of this study is to define the effectivity of ethyl acetate fraction of
guava leaves (FEA DJB) against active cutaneous anaphylaxis (ACA) reaction in
mice induced by ovalbumin.
FEA DJB which was obtained from ethanolic extract of DJB which was fractionated using n-hexane, chloroform, and ethyl acetate with gradual fractionation method. TLC method was used to identified the compound. To define the anti-allergic effectivity, 25 male mice was used and divided into 5 different groups. Negative control (CMC-sodium 0,5%), positive control (Chromolyn sodium 2 mg/kgBW), and intervention group FEA 150 mg/kgBW, 450 mg/kgBW, dan 600 mg/kgBW. This mice was sensitized on day-0 and day-7 by ovalbumin 0,1%. On day 14, mice was injected by Evans blue, 30 minutes later, dosage study was constracted then continued by inducing inflammation using ovalbumin 5,25%. Pigmentation area measurement was done every 8 hours then substituted to AUC formula and percentage of ACA reaction blockade. AUC and percentage of ACA reaction blockade data was analyzed using ANOVA then Least Significant Differences (LSD) test.
Based on KLT profile, FEA was containing flavonoid compounds, the result of anti-allergic effectivity showed that dosage 150mg/kgBW, 450mg/kgBW, and 600 mg/kgBW of FEA have the same effect as anti-allergy as % ACA ± SE reaction blockade, 89,45 2,52%, 91,43 1,04%, 89,31 2,87% respectively.
Kata kunciPsidium guajava, Fraksi Etil Asetat (FEA), Reaksi Anafilaksis Kutaneus Aktif (AKA), Pigmentasi, Ovalbumin
Pembimbing 1Harwoko, M.Sc., Apt
Pembimbing 2Hanif Nasiatul Baroroh, M.Sc., Apt
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2016-05-24 18:28:27.51458
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.