Home
Login.
Artikelilmiahs
15633
Update
SYUKRON MAKMUR
NIM
Judul Artikel
ANALISIS ZONA LEMAH (AMBLESAN) DI KAWASAN JALAN RAYA GUNUNG TUGEL BERDASARKAN SURVEI GEOLISTRIK KONFIGURASI WENNER
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pengukuran resistivitas batuan di bawah permukaan berdasarkan survei geolistrik konfigurasi Wenner telah dilakukan di Kawasan Jalan Raya Gunung Tugel, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan litologi batuan di bawah permukaan, menganalisis keberadaan zona lemah yang tersebar di bawah permukaan zona terjadinya amblesan pada badan jalan raya, mencari letak keberadaan zona lemah baru yang berada di luar zona terjadinya amblesan, dan menjelaskan faktor penyebab terjadinya peristiwa amblesan di kawasan ini. Pemodelan variasi nilai resistivitas menggunakan Software RES2DINV 3.54 dan Surfer 10. Hasil pengukuran resistivitas pada line GT-L01 dan GT-L02 menunjukan struktur penyusun bawah permukaan kawasan ini berupa lapisan batuan pasir halus dengan nilai resistivitas pada rentang 0,90 – 3,00 Ωm, batuan napal (marl) dengan nilai resistivitas pada rentang 3,00 – 10,00 Ωm, dan batupasir gampingan dengan nilai resistivitas pada rentang 10,00 – 26,00 Ωm, ditemukan zona lemah berada di bawah permukaan zona terjadinya amblesan serta ditemukan zona lemah baru di luar zona terjadinya amblesan. Zona lemah baru tersebut diindikasikan dapat berpotensi menjadi penyebab terjadinya amblesan baru pada badan jalan raya. Zona lemah di kawasan ini diinterpretasikan sebagai lapisan batuan pasir halus yang ditandai nilai resistivitas rendah, berada pada kelompok batuan sedimen yang bersifat lunak dan tidak kompak. Faktor penyebab terjadinya amblesan adalah adanya zona lemah berupa Batuan pasir yang tidak mampu menopang perubahan struktur lapisan di atasnya yang berupa lapisan napal (marl). Perubahan struktur penyusun bawah permukaan tersebut diakibatkan gaya berat dan tekanan yang ditimbulkan oleh kendaraan bermuatan berat yang setiap harinya melintasi pada kawasan ini. Kata kunci : resistivitas, geolistrik, konfigurasi Wenner, zona lemah, amblesan, tekanan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rocks resistivity measurement on subsurface based on geoelectrical survey Wenner configuration is done in Area of Jalan Raya Gunung Tugel, Desa Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas. The intentions of this research are to determine subsurface litology model, analyzing points or weak zone that spread right under subsidence zone which appear on highway, searching for new weak zone site thereout from subsidence zone, and to explain the causations of subsidence phenomena in this area. Modeling for resistivity using RES2DINV 3.54 and Surfer 10 Software. Results from resistivity measurement at GT-L01 and GT-L02 line show that subsurface is composed by fine sandstones layers at resistivity value at 0.90 - 3.00 Ωm, marl stones at resistivity value range of 3.00 – 10.00 Ωm and calcerous limestone at resistivity value range 10.00 – 26.00 Ωm, there are weak zone that found right under subsidence zone, however the new weak zone has found thereout from subsidence zone. This new weak zone is indicated has potential to become new subsidence causation on the highway. The weak zone in this region interpreted as fine sandstones layers, wich is indicated have a low resistivity values and groups of sedimentary rocks that is soft and not compactThe cause of subsidence it self are weak zone that in form of sand layer which cannot supported structure changes the napal stones. Changes of subsurface structure is aftermath from weight force and pressure that resulted by heavy-weighed vehicle which going through this area daily. Keywords : resistivity, geoelectircal, Wenner configuration, weak zone, subsidence, pressure
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save