Home
Login.
Artikelilmiahs
15598
Update
SHINTA WIDYA
NIM
Judul Artikel
Optimasi Pelapisan Karboksimetil Kitosan dan N-Metil Kitosan pada Kain Kaos Serta Uji Aktivitas Antijamur Candida albicans
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Candida albicans merupakan flora normal yang terdapat pada daerah kewanitaan. Pertumbuhan C. albicans yang meningkat pada daerah kewanitaan dapat menimbulkan penyakit kandidosis vagina. Kitosan merupakan agen antijamur C. albicans yang bersifat ramah lingkungan dan biodegradable. Namun, kitosan memiliki kelarutan yang rendah sehingga pada penelitian ini dilakukan modifikasi kimia terhadap kitosan untuk menghasilkan turunan kitosan yang memiliki karakteristik yang lebih baik dibandingkan kitosan, turunan tersebut yaitu N-metil kitosan dan karboksimetil kitosan. Karboksimetil kitosan adalah salah satu jenis turunan kitosan larut air yang dibuat melalui modifikasi kitosan dengan proses karboksimetilasi. N-metil kitosan merupakan salah satu turunan kitosan yang masuk ke dalam golongan N-alkil kitosan yang dibuat melalui proses aminasi reduktif dengan menggunakan reduktor natrium borohidrat (NaBH4). Pelapisan N-metil kitosan dan karboksimetil kitosan pada kain dilakukan dengan menggunakan teknik pad-dry-cured. Kondisi optimum pelapisan karboksimetil kitosan pada kain yaitu pada konsentrasi 1% dan kondisi optimum pelapisan N-metil kitosan yaitu pada konsentrasi 0,8% dengan zona hambat masing-masing sebesar 0,16 cm dan 0,22 cm.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Candida albicans is a normal flora found on femininity. Increasing growth of C. albicans in the area of femininity can cause vaginal candidiasis disease. Chitosan is a C. albicans antifungal agent that is environmentally friendly and biodegradable. However, chitosan has low solubility so that in this study conducted chemical modification of the chitosan to produce chitosan derivatives which have better characteristics than chitosan, the derivatives are N-methyl chitosan and carboxymethyl chitosan. Carboxymethyl chitosan is one kind of water-soluble chitosan derivatives created through modification of chitosan with carboxymethylation process. N-methyl derivative of chitosan is a chitosan into the class of N-alkyl chitosan were created through a process of reductive amination using sodium borohidrat reducing agent (NaBH4). Coating N-methyl chitosan and carboxymethyl chitosan on the fabric was done by using a pad-dry-cured technique. The optimum conditions carboxymethyl chitosan coating on the fabric is at a concentration of 1% and the optimum conditions N-methyl chitosan coating that is at a concentration of 0,8% with each inhibition zone are 0.16 cm and 0.22 cm.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save