Artikelilmiahs
Menampilkan 5.661-5.680 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5661 | 15487 | F1A010093 | STUDI TENTANG MAKNA TATO BAGI PENGGUNANYA DAN RESPON MASYARAKAT YANG DITERIMA OLEH PENGGUNA TATO DIPURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Tato Sebagai Seni Lukis Tubuh (Studi tentang Pemaknaan Tato antara Pengguna dan Masyarakat di Wilayah Purwokerto)”. Masalah yang diangkat dari penelitian ini yaitu tato masih dipandang sebelah mata oleh masyarakat tanpa mengetahui makna dan mencoba mencari tahu makna dari pengguna tato di Purwokerto. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengguna tato dalam memaknai gambar tato dan pandangan masyarakat kepada pengguna tato. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan data kualitatif. Data diperoleh dari wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Dari hasil penelitian bahwa interaksi simbolik pengguna tato ditunjukkan dengan pemilihan gambar dan letak tato yang dipilih. Pengguna tato memandang tato sebagai alat atau media untuk mengekspresikan diri. Interaksi sosial antara pengguna tato dengan tato ini terbangun dari sentuhan awal yang akhirnya diapresiasikan menjadi bentuk nyata. Dari sekedar tahu dari teman, para pengguna tato kemudian merasa bahwa tato merupakan media yang cocok baginya untuk mengapresiasikan diri. Respon masyarakat yang diterima pengguna tato dibagi menjadi empat bagian, yaitu segi seni masyarakat mulai menerima tato sebagai life style dan tidak selalu negatif. Dari segi budaya, banyak masyarakat menganggap bahwa makna tato terdiri dari empat tema besar yaitu sebagai penanda hasil pada masa perburuan, simbol religiusitas, perlambang masa-masa kehidupan dan sebagai jimat. Dari segi sosial, masyarakat menganggap orang yang memiliki tato mempunyai maksud tertentu, terutama bagi pengguna tato yang bukan berasal dari budaya bawaan dari lingkungan mereka. pengguna tato di selain dari orang yang memiliki budaya tato asli sudah pasti memiliki suatu maksud. sebab tidak mungkin tato hanya berfungsi sebagai gambar pada dirinya sendiri. Dari segi ekonomi, masyarakat memandang pengguna tato sebagi kriminal yang lahir akibat kondisi ekonomi. Media yang menyajikan berita yang berkaitan dengan dunia kriminal, dan sengaja atau tidak ada beberapa kejadian kriminal yang pelakunya bertato. Masyarakat melihat makin tinggi tingkat kesenjangan sosial-ekonomi, maka makin tinggi pula tingkat kejahatan. | This research is entitled “Tattoos as An Art (Study of The Meaning of Tatoo Between Users and Community in Puwokerto). The problem of the research was about bad perception of society about tatoo without knowing the meaning of it and did not try to find out of the real meaning of the person who hava tatoo. The purpose of the research was to know the meaning of tatoo from the person who have tatoo and to know what factors that made the person used tattoo. The method used in this research was qualitative research. Data collection techniques are in-depth interviews as the main technique, documentation and observation to increase the wealth of research data. The result of the research was the meaning of of the person who hava tatoo that was a considerate action of concious from their tatto values. It’s meant that the attractive of filling happiness, proud, tatto art as hobby, and to express individual experiment as a human being and they expressed it as picture on their body. Tatoo users could be categorized based on motive, design, tatoo placing and studio preference. And the tattoo has become very popular as the effect or the infuence of the media, which also greatly contributed to this phenomenon. The cognition of society then flled with premises, values, and norms that suit the needs of the media. It is not fair to give social sanctions just because women with tattoo are not public fgures. It must be recognized to change a paradigm is very diffcult, therefore the enlightenment to people, about this matter is inevitable. Keywords: Tatoo, Community, Art | |
| 5662 | 15484 | D1E012041 | DENSITAS, AKTIVITAS AIR (AW) DAN KEAMBAAN (Bulkiness) DEDAK PADI DARI BERBAGAI MACAM VARIETAS PADI | Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik dedak padi dari berbagai macam varietas padi ditinjau dari densitas, aktivitas air (AW), dan keambaan (bulkiness). Materi penelitian adalah dedak padi dari berbagai varietas, yaitu dedak IR 64, dedak pandan wangi, dedak beras merah, dedak ketan hitam, dedak ketan putih, dan dedak umbul. Masing-masing sampel menggunakan dedak 1000 gram setiap varietasnya. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan pengolahan data General Linear Model (GLM). Efek utama terdiri dari D1: dedak padi varietas IR 64, D2: dedak padi varietas pandan wangi, D3: dedak padi varietas beras merah, D4: dedak padi varietas ketan hitam, D5: dedak padi varietas ketan putih, dan D6: dedak padi varietas umbul. Peubah yang diukur adalah densitas, aktivitas air (AW), dan keambaan (bulkiness). Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas padi berpengaruh sangat nyata terhadap densitas, aktivitas air (AW), dan keambaan (bulkiness) (P< 0,01). Hasil rataan densitas dari rentang tertinggi sampai dengan terendah yaitu dedak ketan hitam 0,3943 g/ml; dedak IR 64 0,3838 g/ml; dedak umbul 0,3570 g/ml; dedak pandan wangi 0,3440 g/ml; dedak beras merah 0,3328 g/ml dan dedak ketan putih 0,3173 g/ml. Hasil rataan nilai aktivitas air dari rentang terendah sampai dengan tertinggi. Dedak ketan putih 0,3353; dedak IR 64 0,4260; dedak pandan wangi 0,4285; dedak umbul 0,5898; dedak ketan hitam 0,6882 dan dedak beras merah 0,6885. Hasil rataan keambaan dari rentang terendah sampai dengan tertinggi yaitu dedak ketan hitam 2,5370 ml/g; dedak IR 64 2,6288 ml/g; dedak umbul 2,8068 ml/g; dedak pandan wangi 2,9075 ml/g; dedak beras merah 3,0058 ml/g dan dedak ketan putih 3,1573 ml/g. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dedak padi varietas ketan hitam memiliki densitas tertinggi dan keambaan terendah, dedak padi varietas ketan putih memiliki nilai aktivitas air terendah dibandingkan dedak padi varietas lain. | The research aimed to evaluate the physical characteristics of various kinds of rice bran reviewed from their density, water activity and bulkiness. The research materials were brand of diverse varieties of rice (i.e. IR 64, Pandan Wangi, Beras Merah, Ketan Hitam, Ketan Putih, and Umbul) each of which was taken 1000 gram for the sample. The research used experimental method with General Linear Model. The main effects were D1 : IR 64 rice bran, D2 : Pandan Wangi rice bran, D3 : Beras Merah rice bran, D4 : Ketan Hitam rice bran, D5 : Ketan Putih rice bran and D6 : Umbul rice bran. The measured variables were their density, water activity, and bulkiness. The collected data were analyzed by using an analysis of variance and followed with honestly significant different (HSD) test. The results showed that the varieties had highly significant effects (P<0.01) on the density, water activity, and bulkiness of the bran. The averages of density from the highest to the lowest one, respectively, were Ketan Hitam rice bran (0.3943 g/ml); IR 64 rice bran (0.3838 g/ml); Umbul rice bran (0.3570 g/ml); Pandan Wangi rice bran (0.3440 g/ml); Beras Merah rice bran (0.3328 g/ml), and Ketan Putih rice bran (0.3173 g/ml). The averages of water activity from the highest to the lowest one, respectively, were Ketan Putih rice bran (0.3353); IR 64 rice bran (0.4260); Pandan Wangi rice bran (0.4285); Umbul rice bran (0.5898) ; Ketan Hitam rice bran (0.6882) and Beras Merah rice bran (0.6885). The averages of bulkiness from the lowest to the highest one, respectively, were Ketan Hitam rice bran (2.5370 ml/g); IR 64 rice bran (2.6288 ml/g); umbul rice bran (2.8068 ml/g); pandan wangi rice bran (2.9075 ml/g); Beras Merah rice bran (3.0058 ml/g) and Ketan Putih rice bran (3.1573 ml/g). It can be concluded that bran with the highest density and the lowest bulkiness is that is made from Ketan Hitam rice, while the lowest water activity belongs to that is made from Ketan Putih variety. | |
| 5663 | 15485 | F1A011078 | ORGANIZED CRIME DALAM BALAP LIAR DRAG RACE (STUDI TENTANG PRAKTEK PERJUDIAN DALAM KEGIATAN BALAP LIAR DRAG RACE DI KABUPATEN PURBALINGGA) | Pada jaman yang semakin berkembang seperti sekarang ini, yang menjadi perhatian bukan hanya dari kemajuan berbagai aspek kehidupan saja, namun juga dari berbagai permasalahan penyimpangan dan tindakan pelanggaran norma hukum dan norma sosial yang dilakukan. Di Purbalingga sendiri pelanggaran yang sedang marak dilakukan contohnya seperti pelanggaran lalu – lintas yang di dalamnya terdapat unsur perjudian. Rumusan masalah dari penelitian ini yang pertama yaitu “Mengapa praktek perjudian dapat terjadi dalam balap liar drag race ini”, yang kedua adalah “Bagaimana tindak perjudian dalam balap liar drag race ini diorganisir”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dan diambil tujuh orang informan dengan menggunakan teknik snowball sampling. Mereka terdiri dari informan utama yaitu para penjudi pemodal, penjudi joki dan penjudi penonton, dan informan pendukung dari salah satu anggota dari SATLANTAS Purbalingga. Para pelaku mengorganisir kegiatan ini dengan cara yang biasa mereka sebut rempugan dengan berbagai cara, misalnya dengan cara berkumpul secara langsung antar tim balap untuk membahas kesepakan dalam sebuah pertaruhan dan pertandingan, atau hanya sebatas menggunakan aplikasi media sosial yang mereka miliki diperangkat selular mereka masing – masing. Maka dari itu hal ini sangat sulit di ungkap oleh pihak kepolisian khususnya di kabupaten Purbalingga karena kegiatan pelanggaran ini sangat terorganisir dan sangat banyak terjadi setiap harinya. Saran dari penelitian ini anatara lain : ( 1 ) Pihak kepolisian harus terus mengawasi dan mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku balap liar drag race tersebut, karena selain merugikan diri mereka masing – masing, hal ini juga jelas sangat merugikan orang lain sesama pengguna jalan. ( 2 ) Memberikan sarana dan prasarana bagi mereka yang hobi akan hal ini, karena banyak diantara mereka khususnya para pembalap drag race dari Purbalingga yang berbakat dibidangnya tersebut. Apabila di arahkan dengan benar, maka bukan tidak mungkin beberapa dari mereka dapat mengharumkan nama dari kabupaten Purbalingga. | Nowadays which everything grows faster, what makes a concern for people is not only it is about the progress of various aspects of life but also it is about the irregularities and violations of legal norms and social norms which are done. In Purbalingga, traffic violations in which there were elements of gambling happened. The first formulation of the problem was "Why the practice of gambling might occur in the illegal drag race?". Then, the second one was "How to organizer the gambling in the illegal drag race?". The research used qualitative descriptive method in which there were seven informants chosen by snowball technique sampling. They contained of the gambling’s financier, the gambling jockey and the audience to as the main informant, also one of Purbalingga Traffic Police Unit (SATLANTAS) member as the support informant. Most of the perpetrators of these violations started just by watching it. The perpetrators organized this illegal activity using a way that was called as "Rempugan". For the example, they held a racing team gathering to discuss about agreement in a betting and match or merely used social media applications they have in their own mobile device to discuss it. Therefore, it was very difficult to be revealed by the police, especially in Purbalingga district because these violations had been organized well and most happened in every day. The suggestions of the study are as follows : ( 1 ). The Police should continue to monitor and take the stern actions against the perpetrators of the illegal drag race because not only it harmed themselves but also it harmed the other road users. ( 2 ). Providing facilities and infrastructures for then whom like to do drag race because there are many of them gifted in this field, especially in Purbalingga district. If they direct to the right way to show their abilities in racing, it is not impossible that some of them may be able to make Purbalingga proud. | |
| 5664 | 15486 | F1A011030 | INTERAKSI ANTAR PENGGEMAR BURUNG PLECI DI PURWOKERTO | Penelitian ini dilakukan di Purwokerto, lebih tepatnya di lokasi lomba burung pleci yang ada di Purwokerto. Kemudian, di Basechamps atau tempat berkumpulnya para penggemar burung pleci yang terbagi dalam 5 komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah informan 5 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Penelitian ini mencari data dari penggemar burung pleci yang tergabung dalam komunitas penggemar burung pleci maupun yang tidak tergabung dalam komunitas penggemar burung pleci, melalui wawancara secara mendalam sehingga akan didapatkan data lisan atau tulisan yang kemudian akan dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pola interaksi yang terjadi pada 5 penggemar burung pleci di Purwokerto adalah: Sharing setingan burung pleci di lokasi gantangan, kopdar (kopi darat) di basechamps komunitas penggemar burung pleci, transaksi burung pleci di lokasi gantangan, jual beli vitamin khusus burung pleci, dan sharing jadwal lomba burung pleci di media sosial facebook. Dengan kata lain, interaksi yang terjadi melalui dua cara yaitu interaksi primer (bertatap muka) dan interaksi sekunder (dengan perantara). Contoh interaksi primer misalnya: Sharing setingan burung pleci di lokasi gantangan, kopdar (kopi darat) di basechamps komunitas penggemar burung pleci, transaksi burung pleci di lokasi gantangan, jual beli vitamin khusus burung pleci. Sedangkan interaksi sekundernya misalnya: sharing jadwal lomba burung pleci di media sosial facebook. Saran dari penelitian ini: 1. Bagi para penggemar burung pleci dapat mensosialisasikan tenatang penangkaran burung pleci agar burung pleci tidak mengalami kepunahan. 2. Dengan adanya komunitas penggemar burung pleci diharapkan dapat menjadi wadah untuk para penggemar burung pleci dalam menyalurkan hobinya. 3. Rasa persaudaraan yang erat pada komunitas penggemar burung pleci diharapkan dapat menjadi contoh bagi komunitas penggemar burung lain. | This research took place in Purwokerto, appropriately at the location of pleci bird competitions and basecamps or gathering place of pleci community which are separated into 5. The method used is qualitative descriptive with the number of informants 5 people taken by purposive sampling technique. This research gained data from the plecianthusiasts which are whether affiliatedor unaffiliated inpleci bird communities using deep interview until spoken or written data gained which is further be analyzed. The result of this study shows the patterns of interaction that occurs in 5 pleci fan communities are: sharing in gantanganor area competition about maintaining pleci, gathering at the headquarters community of plecianthusiasts, transaction of pleci bird in gantangan, trading pleci special vitamins, and sharing pleci bird competition schedule in Faacebook social media. In other words, the interaction happenedwithin two ways: primary interaction (face-to-face) and secondary interaction (with mediator). Examples of primary interaction are: sharing in gantanganor area competition about maintaining pleci, gathering at the headquarters community of plecianthusiasts, transaction of pleci bird in gantangan, trading pleci special vitamins. While the examples of secondary interaction are: sharingpleci bird competition schedule in Faacebook social media. Suggestions of this study: 1.The pleci enthusiasts which are affiliated in a community ought to socialize the pleci breeding in order to avoid pleci bird extinction. 2. By the existence of pleci fan community in Purwokerto, they are expected to be the medium of the plecianthusiasts in expressing their hobies. 3. The sense of brotherhood in pleci fan community is expected to be the role model for the fan community of other birds. | |
| 5665 | 15488 | F1B012047 | Pengaruh Respon Kelompok Sasaran, Kemampuan Organisasi Pelaksana, dan Daya Dukung Lingkungan terhadap Keberhasilan Implementasi Program Adiwiyata di SMAN 2 Purwokerto | Program Adiwiyata adalah salah satu strategi pemberian pendidikan lingkungan yang dilakukan pemerintah dengan maksud agar tercipta sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah pengaruh yang positif dan signifikan antara Respon Kelompok Sasaran, Kemampuan Organisasi Pelaksana, dan Daya Dukung Lingkungan terhadap Keberhasilan Implementasi Program Adiwiyata di SMAN 2 Purwokerto. Hasil penelitian membuktikan bahwa respon kelompok sasaran mempunyai pengaruh yang positif terhadap keberhasilan implementasi dengan koefisien determinasi sebesar 43,8 persen; kemampuan organisasi pelaksana mempunyai pengaruh yang positif terhadap keberhasilan implementasi dengan koefisien determinasi sebesar 49,4 persen; dan daya dukung lingkungan mempunyai pengaruh yang positif terhadap keberhasilan implementasi dengan koefisien determinasi sebesar 52,6 persen; serta pengaruh secara bersama-sama antara respon kelompok sasaran, kemampuan organisasi pelaksana, dan daya dukung lingkungan terhadap keberhasilan implementasi dengan koefisien determinasi sebesar 61,4 persen.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh positif dan signfikan terhadap variabel dependen yaitu keberhasilan implementasi. | Adiwiyata program is one of strategies to provide environmental education by the government with the intention to create a school that cares and cultured environment. This study aims to determine were there any positive influence and the signifity between the targeted group of response, the ability of the implementing organization, and environmental resources towards the successful implementation of adiwiyata program at SMAN 2 Purwokerto. The results of research proved that the targeted group of response has a positive influence towards the successful of the implementation with the coefficient of determination is about 43,8 percent; the ability of implementing organization has a positive influence towards the success implementation with the coefficient of determinant is about 49,4 percent; and environmental resources has a positive influence toward the success of implementation with the coefficient of determinant is about 52,6 percent; and the effect of joinly between the targeted group of response, the ability of the implementing organization, and environmental resources towards the success implementation with the coeficient of determination coefficient of 61,4 percent. Of the results can be concluded that the three independent variables have a positive and significant effect on the dependent variable that is the successful implementation of adiwiyata program. | |
| 5666 | 15489 | C1C012040 | STUDI QUASI-EKSPERIMENTAL PENGAJARAN IFRS BERBASIS KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI | Pendekatan pengajaran IFRS berbasis kerangka konseptual akuntansi merupakan metode pendekatan IFRS yang disusun oleh IFRS Foundation Initiative Education Staff. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah ada perbedaan outcome pembelajaran antara peserta pembelajaran yang belajar menggunakan pendekatan pengajaran IFRS berbasis kerangka konseptual akuntansi dengan peserta pembelajaran yang belajar menggunakan pendekatan pengajaran IFRS berbasis bukan kerangka konseptual akuntansi. Jenis penelitian ini quasi-eksperimental dengan responden mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang menempuh mata kuliah akuntansi keuangan menengah di semester tiga. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan pengetahuan terkait kerangka konseptual, 2) tidak terdapat perbedaan pengetahuan terkait perlakuan akuntansi atas transaksi (aset tetap), dan 3) terdapat perbedaan kemampuan membuat pertimbangan dan estimasi. Implikasi dari penelitian ini adalah meskipun pendekatan pengajaran IFRS berbasis kerangka konseptual menggabungkan tiga pengetahuan yaitu tentang kerangka konseptual, materi bab aset tetap dan pertimbangan serta estimasi, tetapi peserta pembelajaran tidak mengalami perbedaan pengetahuan tentang aset tetap yang menjadi pokok materi. Bahkan peserta pembelajaran justru mampu menambah pengetahuan mereka terkait kerangka konseptual dan pertimbangan serta estimasi secara bersamaan. | Framework-based teaching IFRS is method to teaching IFRS prepared by IFRS Foundation Initiative Education Staff. This study aims to to analyze is there a difference learning outcome between participants learn use framework-based teaching IFRS and participants learn use non framework-based teaching IFRS. This is quasi-experiment research and use the third semester students of Jenderal Soedirman University who follow accounting intermediate lecture. Based on the results of research and data analysis using independent sample t-test that show: 1) there are a difference knowledge related to conseptual framework 2) there was no differences knowledge related to treatment accounting into transactions on (property, plant and equipment) 3) there are a difference capability to make judgment and estimation. The result of this study are participants did not have difference knowledge about the main material that is property, plant and equipment but, participants was able to enhance their knowledge related conceptual framework and judgment and estimation simultaneously. | |
| 5667 | 15490 | F1B012005 | Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Purwokerto Barat | Penelitian ini berjudul “Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Purwokerto Barat”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam pengawasan depot air minum isi ulang di Kecamatan Purwokerto Barat, mengingat pelayanan air minum Indonesia merupakan yang terburuk se-ASEAN. Di Kecamatan Purwokerto Barat terdapat depot air minum isi ulang yang tidak mempunyai ijin resmi dari Dinas Kesehatan dengan jumlah terbanyak se-Kabupaten Banyumas. Semakin banyaknya masyarakat yang mulai beralih mengkonsumsi air produksi depot air minum isi ulang menyebabkan kekhawatiran timbulnya penyakit yang disebabkan oleh adanya penyelenggaraan depot air minum isi ulang dengan produksi air yang kualitasnya tidak memenuhi syarat. Untuk itulah dibutuhkan pengawasan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan dalam penelitian ini adalah dengan purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan model analisis interaktif dari Miles, Hubberman, dan Saldana. Penelitian ini dilakukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dan Depot Air Minum yang berada di Kecamatan Purwokerto Barat yang menjadi fokus penelitian. Sasaran dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas sebagai badan yang bertanggung jawab dalam pengawasan depot air minum isi ulang. Berdasarkan hasil analisis penelitian, Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam Pengawasan Depot Air Minum Isi Ulang di Kecamatan Purwokerto Barat dapat dikatakan belum cukup optimal. Produktivitas yang ditekankan pada dua sub aspek yaitu efektivitas pengawasan serta cakupan dan frekuensi pengawasan belum cukup optimal. Responsibilitas yang ditekankan pada dua sub aspek yaitu pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan pelaporan hasil pengawasan sudah cukup baik meskipun belum cukup optimal. Akuntabilitas yang ditekankan pada dua sub aspek yaitu penurunan tingkat pelanggaran yang dilakukan oleh depot air minum isi ulang di Kecamatan Purwokerto Barat dan sosialisasi hasil pengawasan kepada masyarakat juga belum cukup optimal. | The title of this study is “Work Performance of Public Health Office of Banyumas Regency in Supervision of Refill Drinking Water Depot in Purwokerto Barat”. The aim of this study was to descript work performance of Public Health Office of Banyumas Regency in order of its supervision towards refill drinking water depot in Purwokerto Barat, as drinkable water service in Indonesia is the worst in ASEAN. In Purwokerto Barat there were some refill water depots that don’t have permission from Public Health Office, which was the biggest number in Banyumas Regency. The increasing number of people who consume refill drinking water triggered the anxiety about disease that can be caused by the bad water quality produced by the depots. Therefore, the supervision from Public Health Office of Banyumas Regency is necessary. This study used the descriptive qualitative method. Sampling technique of this study was the purposive sampling. Data collection methods used in this study are the interview, observation, and documentation. Data analysis method for this study was the interactive analysis model of Miles, Hubberman, and Saldana. This study was done in Public Health Office in Banyumas Regency and in refill drinking water depots in Purwokerto Barat as the focus of this study. Targets of this study were the employees of Public Health Office in Banyumas Regency as the responsible institution in supervision of refill drinking water depots. Based on study analysis, the Work Performance of Public Health Office of Banyumas Regency in Supervision of Refill Drinking Water Depot in Purwokerto Barat was not optimal. Productivity, emphasized on two sub-aspects, which were supervision effectiveness and coverage, was not optimal. The Responsibility that was emphasized on two sub- aspects, which were Standards of Operational Procedure (SOP) and reporting of supervision result, was quite good although it was not optimal. Accountability which was emphasized on two sub-aspects, the decreasing number of violations done by refill drinking water depot in Purwokerto Barat and socialization of supervision result to the society was not optimal yet. | |
| 5668 | 15491 | A1H012018 | UJI PERFORMANSI KOMPOR TIPE UB-16 BE BERBAHAN BAKAR BIOETANOL DARI BAHAN BAKU MINUMAN SERBUK MERK “XX” AFKIR | Kompor UB-16 BE merupakan jenis kompor berbahan bakar bioetanol. Bioetanol sebagai bahan bakar mempunyai kelebihan ramah lingkungan dan pembuatannya dapat dilakukan di industri rumah tangga. Penelitian yang dilakukan yaitu uji performansi kompor UB-16 BE berbahan bakar bioetanol kadar 63% dan 83% dari minuman serbuk merk “XX” afkir. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui efisiensi sistem, efisiensi kompor, waktu untuk pendidihan air dan konsumsi bahan bakar. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Variabel yang diamati meliputi perubahan suhu sistem, RH dan suhu lingkungan setiap 5 menit sekali, konsumsi bahan bakar, waktu pendidihan air, dan massa air menguap. Uji kompor UB-16 BE menggunakan bioetanol kadar 63% menghasilkan efisiensi sistem sebesar 20,85%; efisiensi kompor 21,94%; waktu yang dibutuhkan untuk mendidihkan 2 kg air adalah 30 menit, dan banyaknya konsumsi bahan bakar rata-rata sampai air mendidih adalah 0,3267 kg. Uji kompor UB-16 BE menggunakan bioetanol kadar 83% menghasilkan efisiensi sistem sebesar 27,30%; efisiensi kompor 27,41%; waktu yang dibutuhkan untuk mendidihkan 2 kg air adalah 28,33 menit, dan banyaknya konsumsi bahan bakar rata-rata sampai air mendidih adalah 0,168 kg. Berdasarkan variabel ukur yang digunakan, pengujian kompor UB-16 BE menggunakan bahan bakar bioetanol kadar 83% lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan bahan bakar bioetanol kadar 63%. | Stove UB-16 BE is a kind of bioethanol-fuel stove. Bioethanol as a fuel has advantage environmental friendly and its manufacture can be done at home industry. This study is to test the performance of UB-16 BE stove bioethanol fuel with 63% and 83% levels from rejected powder drink brand "XX". The purpose of the study were to determine the efficiency of the system, combustion efficiency, efficiency of the stove, the time to boil water and fuel consumption. Research conducted at the Laboratory of Thermal Systems and Renewable Energy Engineering, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The method used is experimental. Variables that was observe are in system temperature changes, RH and ambient temperature every five minutes, fuel consumption, boiling time, and the mass of the water evaporated. UB-16 BE stovetest using 63% levels of bioethanol has: system efficiency of 20.85%; stove efficiency of 21.94%; the time needed to boil 2 kg water is 30 minutes, and the average of fuel consumption during boiling was 0.3267 kg. Testing UB-16 BE stove used 83% of bioethanol levels system efficiency of 27.31%; stove efficiency 27.41%; the time needed to boil 2 kg water was 28.33 minutes, and the average of fuel consumption during boiling was 0.168 kg. Based on the measurement variable used, testing UB-16 BE stove with fuel bioethanol content of 83% more efficient than using bioethanol fuel content of 63%. | |
| 5669 | 15492 | F1B012083 | COLLABORATIVE GOVERNANCE ANTARA KOMISI PENANGGULANGAN AIDS DENGAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT LOKAL DALAM PENANGGULANGAN HIV/AIDS DI KABUPATEN BANYUMAS | Jumlah kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas yang terus meningkat setiap tahunnya menjadikan Kabupaten Banyumas menempati posisi ke dua tertinggi daerah dengan penderita HIV/AIDS di Jawa Tengah. Melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pedoman Umum Pembentukan Komisi Penanggulangan AIDS dan Pemberdayaan Masyarakat dalam rangka Penanggulangan HIV dan AIDS di daerah dengan demikian untuk menanggulangi HIV/AIDS mengharuskan Kabupaten Banyumas menerapkan program-program penanggulangan HIV/AIDS dengan perspektif collaborative governance. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas dengan perspektif Collaborative Governance. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian di Kabupaten Banyumas, yang sasarannya meliputi pihak-pihak yang berkaitan dengan penanggulangan HIV/AIDS seperti Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Banyumas, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, LSM LPPSLH, dan Warga Peduli AIDS (WPA). Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan sumber data menggunakan wawacara, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah interaktif Hubberman dan Saldana dengan validitas data triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum proses Collaborative Governance penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas sudah berjalan cukup baik. Hal ini terlihat dari koordinasi yang dilakukan oleh KPA Kabupaten Banyumas dengan LSM LPPSLH dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas dalam melakukan kegiatan serta program-program penanggulangan HIV/AIDS dilakukan dengan kerjasama yang cukup baik. Meskipun kolaborasi yang terjalin antara KPA Kabupaten Banyumas dengan LSM LPPSLH sudah cukup baik namun tidak sertamerta menurunkan angka penderita HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas secara singkat, hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya alokasi anggaran untuk penanggulangan HIV/AIDS oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas. Kata kunci: Collaborative Governance, HIV/AIDS, Penanggulangan penyakit HIV/AIDS. | The number of cases of HIV / AIDS in Banyumas increasing annually makes Banyumas position into two regions with the highest HIV / AIDS in Central Java . Through the Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 20 Tahun 2007 on the General Guidelines for the Establishment of the National AIDS Commission and Community Empowerment in the context of HIV and AIDS in the region is therefore to combat HIV / AIDS requires Banyumas implement programs to address HIV / AIDS in perspective collaborative governance. This study aimed to describe efforts to combat HIV / AIDS in Banyumas with the perspective of Collaborative Governance. The research method used is descriptive qualitative research . The research location in Banyumas , whose targets include parties related to HIV / AIDS such as the National AIDS Commission ( KPA ) Banyumas , Dinas Kesehatan Banyumas , NGOs LPPSLH , and Citizens AIDS Care ( WPA ) . Selection of informants using purposive sampling technique. Data collection sources using Interview , observation , and documentation . Data analysis method used is interactive and Saldana Hubberman the validity of the data source triangulation . The results showed that in general the process of Collaborative Governance HIV / AIDS in Banyumas is good enough . This is evident from the coordination undertaken by the KPA Banyumas with NGOs LPPSLH and Dinas Kesehatan Banyumas in conducting activities and programs on HIV / AIDS carried out with the cooperation was pretty good . Although the collaboration that exists between KPA Banyumas with NGOs LPPSLH is good enough but not necessarily decrease the number of HIV / AIDS in Banyumas in brief , it is because of the limited budget allocation for HIV / AIDS by the Government of Banyumas. Keywords: Collaborative Governance, HIV / AIDS, Prevention of HIV / AIDS. | |
| 5670 | 15493 | H1L011002 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (STUDI KASUS SMPN 2 PANUMBANGAN) | Perkembangan teknologi yang sangat pesat berdampak bagi seluruh kehidupan khususnya penyediaan informasi bagi suatu organisasi/instansi atau perusahaan yang membutuhkan sistem pengelolaan data secara cepat, tepat dan akurat. Untuk menunjang efektifitas, produktifitas dan efisiensi dalam suatu organisasi/instansi atau perusahaan dalam menyelesaikan masalah manajemen, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya kepada calon peserta didik baru SMPN 2 Panumbangan. Sistem pendaftaran peserta didik baru yang saat ini berjalan di SMPN 2 Panumbangan masih menggunakan formulir pendaftaran peserta didik baru sehingga dalam proses pengerjaannya membutuhkan waktu yang cukup lama, dan penyimpanan data calon peserta didik SMPN 2 Panumbangan masih menggunakan Microsoft Excel sehingga kurang efektif dan efisien untuk pemosesan data selanjutnya. Hal inilah yang menjadi kendala bagi pengelola pendaftaran peserta didik baru dikarenakan data yang akan dijadikan laporan masih harus ditata terlebih dahulu sebelum diajukan sebagai bukti laporan. Oleh karena itu diperlukan sistem yang lebih efektif dan efisien, yaitu pengelolaan dengan berbasis web. Pengelolaan informasi pendaftaran peserta didik baru dengan berbasis web bertujuan untuk menciptakan kinerja yang efektif dan efisien, karena lebih mudah untuk mendapatkan informasi dan biaya yang dikeluarkan juga tidak terlalu banyak. Melalui layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi secara lengkap, up-to-date, interaktif dan dinamis. Diharapkan SMPN 2 Panumbangan dapat memperoleh nilai lebih dari kepuasan masyarakat untuk membimbing anak mereka ke sekolah yang bermutu tinggi. Sistem ini dirancang dengan menggunakan perancangan berbasis objek dan dibuat dengan menggunakan Yii Framework. Sistem yang telah berhasil dikembangkan dapat membantu proses pendaftaran peserta didik baru di SMPN 2 Panumbangan. | Nowdays, the rapid technological developments have an impact for the entire life of the particular provision of information to an organization/agencies or companies that need data management system in a quick, precise and accurate way. To support the effectiveness, productivity and efficiency within an organization/agency or company in solving the problems of management and provide service to the community, especially to new prospective students of Public Junior High School 2 Panumbangan. New students's registration system that is currently running on Public Junior High School 2 Panumbangan still using the registration form for new students so that in the process of work require quite a long time, and data storage of prospective students Public Junior High School 2 Panumbangan still using Microsoft Excel so that it is less effective and efficient for further data processing. This became obstacles for new students’s registration team due to data that will be used as the report has yet to be laid out before you submitted as a report. Therefore we need a system that is more effective and efficient, i.e. with web-based management. Management information of new students's registrations with web-based aims to create an effective and efficient performance, because it is easier to get the information and the cost incurred is not too much. Through this service are expected to facilitate the public to obtain comprehensive information, up-to-date, interactive and dynamic. It is hoped that Public Junior High School 2 Panumbangan can gain more value from the satisfaction of the society to guide their childrens to a high-quality school. The system is designed using object-based design and made using Yii Framework. The system that has been successfully developed could help the process for new students's registration in Public Junior High School 2 Panumbangan. | |
| 5671 | 15494 | A1H012034 | ANALISIS PERBANDINGAN KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN SIFAT ORGANOLEPTIK ANTARA BERAS ORGANIK DAN BERAS NON ORGANIK | Beras merupakan salah satu padi-padian paling penting di dunia yang dikonsumsi manusia. Berdasarkan cara penanaman padi, dikenal beras organik dan beras non organik,kualitas kedua beras tersebut dapat dilihat melalui mutu beras. Mutu beras dikelompokkan menjadi mutu fisik, mutu tanak, dan mutu rasa. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui perbedaan karakteristik sifat fisik pada beras organik dan beras non organik, yang meliputi (panjang, lebar, rasio p/l, warna, densitas kamba, rasio elongasi, daya serap air dan pengujian fisik berdasarkan SNI), 2) Mengetahui perbedaan karakteristik beras organik dan beras non organik terhadap sifat organoleptik, yang meliputi (warna, rasa, aroma dan tekstur). Metode penelitian : Jenis penelitian ini adalah observasional secara deskriptif analitik dengan studi komparatif. Objek penelitian adalah beras organik dan beras non organik varietas ciherang yang berada di wilayah Desa Piasa Kulon Somagede Banyumas. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan uji t-test dengan taraf signifikansi 95%. Hasil : Tidak ada perbedaan yang signifikan pada sifat fisik kecuali pada pengujian warna nilai L dengan nilai beras organik lebih tinggi, dan pada sifat organoleptik untuk warna dan tekstur antara beras organik dan beras non organik tidak terdapat perbedaan yang signifikan akan tetapi untuk rasa dan aroma antara beras organik dan beras non organik terdapat perbedaan yang signifikan dengan beras organik lebih disukai panelis. | Rice is one of the most important grains in the world for human consumption. Based on how the cultivation of rice, rice known organic and non-organic rice, rice quality of both can be seen through the quality of rice. Rice quality are grouped into physical quality, cooking quality, and taste quality. This study aims to: 1) Knowing the different characteristics of the physical properties of the organic rice and rice non-organic, covering (length, width, the ratio of p / l, color, density, the ratio of elongation, water absorption and physical testing by SNI), 2) Knowing the different characteristics of organic rice and rice non organic to the organoleptic properties, which include (color, flavor, aroma and texture). Methods: This research is a descriptive observational analytic with comparative studies. The object of research is non-organic rice and organic rice varieties ciherang residing in the village of Piasa Kulon Somagede Banyumas. Analysis of the data used in this study by using t-test with significance level of 95%. Results: There were no significant differences in the physical properties except for testing the color values of L that indicate the organic rice has a color value L higher and the organoleptic properties of color and texture between organic rice and rice non-organic no significant differences but for the taste and aroma of organic rice and rice non organic contained a significant difference of organic rice that more preferred by the panelists. | |
| 5672 | 15495 | A1L012133 | STUDI INISIASI PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN BEBERAPA VARIETAS TANAMAN JERUK (Citrus sp.) DENGAN BERBAGAI DOSIS PUPUK PK | Penelitian bertujuan untuk mengetahui varietas jeruk yang paling cepat berbunga dan paling banyak menghasilkan bunga, mengetahui perlakuan pupuk PK yang menghasilkan bunga paling banyak pada beberapa varietas jeruk, dan mengetahui respon pembungaan beberapa varietas jeruk terhadap pemberian berbagai dosis pupuk PK yang paling baik dalam kecepatan dan hasil jumlah bunga. Penelitian dilaksanakan di rumah plastik Cilengko Farm, Desa Pandak, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas pada ketinggian ± 180 meter di atas permukaan laut dan Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman pada bulan September 2015 sampai Januari 2016. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah varietas jeruk (varietas jeruk Limau, Miyagi, Chokun, dan Frimong). Faktor kedua adalah pupuk PK (Tanpa perlakuan/ tidak dipupuk, pupuk PK (pupuk Multi KP) dengan dosis 50 g/tanaman, dan pupuk PK (pupuk Multi KP) dengan dosis 100 g/tanaman). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial. Data dianalisis menggunakan Uji F dengan taraf kesalahan 5%, dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Limau merupakan varietas yang paling cepat berbunga dan paling banyak menghasilkan bunga, perlakuan tiga dosis pupuk PK tidak berpengaruh terhadap pembungaan tanaman jeruk, dan respon 4 varietas jeruk terhadap 3 perlakuan dosis pupuk PK tidak berbeda nyata pada variabel pengamatan pembungaan tanaman jeruk sehingga tidak ada interaksi antara varietas jeruk dan dosis pupuk PK yang diberikan. | This research aims to determine which citrus variety is the fastest to starts flowering and produces more flowers, determine which treatment of PK fertilizer is produces more flowers in several varieties of citrus, and know flowering responses from citrus varieties to the PK fertilizer doses are best at speed and the amount of flowers. The research was conducted in screenhouse Cilengko Farm, Pandak Village, Baturraden Subdistrict, Banyumas at an altitude 180 meters above sea level and the laboratory of agronomy and horticultura, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University in September 2015 until January 2016. This research consisted of two factors and three replications. The first factor is the citrus varieties (Limau, Miyagi, Chokun, and Frimong). The second factor is PK fertilizer (Without treatment / not fertilized, PK fertilizer with a dose of 50 g /plant, and PK fertilizer with a dose of 100 g/plant). The experimental design used was a Randomized Block Design Complete (RBDC) Factorial. Data were analyzed using F Test at level 5% error, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at level 5% error. The results showed that Limau is the fastest variety to starts flowering and produces more flowers, application of three PK fertilizer doses does not affect the flowering of citrus, and response of four varieties of citrus to three PK fertilizer doses treatment was not significantly different in the variable observation citrus flowering plant so that there is no interaction between the varieties of citrus and PK fertilizer dosage given. | |
| 5673 | 15511 | C1C012002 | PENGARUH PENGETAHUAN WAJIB PAJAK, KUALITAS PELAYANAN FISKUS, SIKAP RASIONAL, LINGKUNGAN WAJIB PAJAK, DAN SANKSI PERPAJAKAN TERHADAP PENERAPAN SELF ASSESSMENT SYSTEM | Penelitian ini berjudul Pengaruh Pengetahuan Wajib Pajak, Kualitas Pelayanan Fiskus, Sikap Rasional, Lingkungan Wajib Pajak, dan Sanksi Perpajakan terhadap Penerapan Self Assessment System. Berdasarkan data dari Kanwil DJP Jawa Tengah II menyatakan bahwa Purwokerto sebagai salah satu kota yang penunggak pajak terbesar di Jawa Tengah. Hal tersebut mengindikasikan proses pelaksanaan self assessment system tidak berjalan baik. Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh bukti yang empiris mengenai pengaruh pengetahuan wajib pajak, kualitas pelayanan fiskus, sikap rasional, lingkungan wajib pajak, dan hukum, dan sanksi perpajakan terhadap penerapan self assessment system pada wajib pajak orang pribadi yang terdaftar di KPP Pratama Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah wajib pajak orang pribadi yang mempunyai pekerjaan bebas. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah convenience sampling dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan wajib pajak, kualitas pelayanan fiskus, sikap rasional, dan sanksi perpajakan berpengaruh secara signifikan terhadap penerapan self assessment system. Sementara itu variabel lingkungan wajib pajak tidak berpengaruh terhadap penerapan self assessment system. | The title of this research is The Effect of Knowledge of Tax Payers, The Quality of Tax Authorities, Rational Attitude, The Environment of Tax Payers, and The Law of Tax to the Implementation of Self Assessment System. Based on data from Kanwil DJP Central Java II explained Purwokerto as one of city that had the biggest offenders tax in Central Java. It indicated that the implementation process of self assessment system was not good. The purpose of this research to examine the effect of knowledge of tax payers, the quality of tax authorities, rational attitude, environment of tax payers, and the law of tax. The population of this research were individual taxpayers who perform professional service. The sampling technique in this research was convenience sampling with total samples are 100 respondents. The data collected by using questionnaire and data analysis technique used was multiple linear regression. The result showed that knowledge of tax payers, the quality of tax authorities, rational attitude, and the law of tax had significantly effect toward the applied of self assessment system. Meanwhile the environment of tax payers didn’t effect toward the applied of self assessment system. | |
| 5674 | 15496 | A1L011134 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NZEO-SR TERHADAP SERAPAN N DAN HASIL PADI GOGO AROMATIK PADA ULTISOL | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh takaran pupuk NZEO-SR dan jenis padi gogo aromatik terhadap serapan unsur hara N oleh tanaman dan hasil padi gogo aromatik pada Ultisol dan 2) mendapatkan takaran pupuk NZEO-SR yang optimal untuk meningkatan hasil padi gogo aromatik pada Ultisol. Penelitian dilaksanakan di lahan kering dengan jenis Ultisol yang berlokasi di Desa Karangrau, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas pada Bulan Maret sampai Desember 2015. Analisa pupuk dan tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan 3 ulangan. Petak utama adalah 2 jenis tanaman padi gogo yaitu, varietas inpago unsoed 1 (V1) dan galur G9 (V2). Anak petak adalah takaran pupuk NZEO-SR yakni, 0 kg N/ha (N0), 35 kg N/ha (N1), 70 kg N/ha (N2), 105 kg N/ha (N3), 140 kg N/ha (N4), 175 kg N/ha. Hasil penelitian menujukan bahwa: pemberian takaran pupuk NZEO-SR berpengaruh terhadap serapan N, bobot basah akar, bobot basah daun dan batang, bobot basah malai bernas, bobot kering akar, bobot kering batang dan daun, dan bobot 200 biji tanaman. Takaran pupuk NZEO-SR yang optimum untuk serapan N adalah sebesar 146 kg N/ha. | This research aims to: 1) know the effect of fertilizer NZEO-SR and aromatic upland rice kind, N nutrient uptake by plants and aromatic upland rice result in Ultisol and 2) Get the NZEO-SR fertilizer is optimized to increase the productivity of aromatic upland rice in Ultisol. The experiment was conducted on dry land with Ultisol located in the Karangrau village, District of Banyumas, Banyumas from March to December 2015. Analysis of fertilizer and soil carried out in the Laboratory of Soil Science, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. This study used Split Plot Design with three replications. The main plot is the upland rice crop kind with two levels namely, varieties Inpago Unsoed 1 (V1) and galur G9 (V2). The Subplot were doses of NZEO-SR fertilizer which were, 0 kg N / ha (N0), 35 kg N / ha (N1), 70 kg N / ha (N2), 105 kg N / ha (N3), 140 kg N / ha (N4), 175 kg N / ha. The results of the study showed that: the aplication NZEO-SR fertilizers affect the N uptake, root wet weight, the weight of wet leaves and stems, panicles pithy wet weight, dry weight of root, stem and leaf dry weight, the weight of 200 seeds. The NZEO-SR fertilizers optimum for N uptake is 146 kg N / ha. | |
| 5675 | 15497 | C1G014044 | Penerapan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) dan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) pada Sistem Akuntansi BLU Universitas | Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif untuk menganalisis penerapan SAK dan SAP pada Sistem Akuntansi BLU Universitas X menggunakan pendekatan konsep New Public Management (NPM). Penelitian ini selain bertujuan untuk memahami implementasi ke dua standar akuntansi dalam sistem akuntansi, juga memberikan pemahaman menyeluruh tentang kendala yang dihadapi beserta solusi yang disampaikan oleh para pelaku. Data penelitian dihimpun melalui wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Hasil penelitian dan analisi data menunjukkan bahwa Sistem Akuntansi BLU Universitas X secara garis besar berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 76/PMK.05/2008, SAK, dan SAP, walaupun terdapat beberapa rincian yang belum sepenuhnya sesuai dengan ke tiga aturan tersebut. Kendala yang dihadapi adalah : (1) pelaksanaan yang belum sesuai dengan aturan; (2) kurangnya sumber daya dan kelengkapan pendukung; (3) keterbatasan pengendalian proses akuntansi. Solusi untuk menghadapi kendala adalah : (1) pelaksanaan akuntansi yang sesuai dengan aturan, (2) evaluasi sistem akuntansi, (3) penyediaan kelengkapan pendukung dan sumber daya yang memadai, serta (4) adanya peran serta pemerintah. Penelitian ini menyediakan infomasi yang akan digunakan untuk mengevaluasi dan merevisi Sistem Akuntansi Universitas X dan memberikan penjelasan bahwa NPM dapat diimplementasikan di Indonesia dalam rangka kinerja sektor publik yang lebih baik. | This research is a qualitative research to analyze the implementation of SAK and GAS in University X’s accounting system by using the perspective of New Public Management (NPM) concept. The purpose of this research beside to understand the implementation of the two accounting standard in an accounting system, also give an adequate understanding about the obstacles encountered and its solution to be expected by the actors. Research data were gathered through interviews, observations, and literature studies. Research’s result and data analysis indicate that University X’s BLU accounting system in major refer to Ministerial Regulation of Finance Number 76/PMK.05/2008, SAK, and GAS, despite there are some details that do not fully accordance with the three rules. The obstacles are: (1) implementation process is not fully accordance with the regulation, (2) inadequate resources and supporting device, (3) implementation control constrain. Solutions provided to deal with the obstacles are: (1) accounting process according with the regulation; (2) accounting system evaluation, (3) the adequate resources and supporting device availability; (4) as well as the role of the Government. This research provides information to be used in the evaluation and revision of University X’s accounting system and explain that NPM can be implemented in Indonesia for a better public sector performance. | |
| 5676 | 15499 | G1G012055 | POTENSI METABOLIT SEKUNDER JAMUR Ganoderma sp. ISOLAT BANYUMAS 1 DALAM MENGHAMBAT DAN MENDEGRADASI BIOFILM BAKTERI Aggregatibacter actinomicetemcomitans | Periodontitis merupakan penyebab utama tanggalnya gigi pada orang dewasa Bakteri penyebab utama periodontitis adalah A.actinomycetemcomitans. Bakteri ini dapat membentuk matriks biofilm yang dapat melindungi bakteri dari serangan sistem imun tubuh dan antibiotik. Pengendalian biofilm pada daerah subgingiva dilakukan dengan penggunaan prosedur kimiawi berupa bahan yang dapat menghambat dan mendegradasi biofilm. Jamur Ganoderma sp isolat Banyumas 1 memiliki senyawa bioaktif atau metabolit sekunder berupa flavonoid dan saponin yang dapat berpotensi sebagai agen antibiofilm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi metabolit sekunder jamur Ganoderma sp isolat Banyumas 1 dalam menghambat dan mendegradasi biofilm. Penelitian menggunakan metode ekperimental laboratoris dengan 9 kelompok sampel. Kelompok perlakuan terdiri atas 7 variasi konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, dan 35%. Kelompok kontrol positif berupa Chlorhexidine gluconate 0,12% dan kelompok kontrol negatif berupa aquades. Setiap kelompok dilakukan uji penghambatan biofilm dan uji degradasi biofilm dengan metode mikrodilusi pada microplate 96 well. Penilaian keberadaan biofilm pada uji penghambatan dan uji degradasi pada setiap sumuran selanjutnya diukur menggunakan microplate reader pada panjang gelombang 595 nm. Hasil yang diperoleh ditabulasikan, kemudian diuji dengan uji one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post-Hoc Duncan multiple range test. Hasil penghambatan tertinggi ditunjukkan pada konsentrasi 35% dengan persentase sebesar 81% dan penghambatan terendah pada konsentrasi 5% dengan persentase 16%. Hasil degradasi biofilm tertinggi ditunjukan pada konsentrasi 35% dengan persentase sebesar 77% dan penghambatan terendah pada konsentrasi 5% dengan persentase 13%. Simpulan penelitian ini yaitu ekstrak jamur Ganoderma sp isolat Banyumas 1 berpotensi menghambat dan mendegradasi biofilm bakteri A. actinomycetemcomitans. | Periodontitis is a major cause of tooth loss in adult. Bacteria that cause periodontitis is A.actinomycetemcomitans. These bacteria can form biofilm matrix that protects the bacteria from the body's immune system attacks and antibiotics. Controlling biofilm in the subgingival area is done with the use of chemical procedures such as materials that can inhibit and degrade biofilm. Ganoderma sp isolates Banyumas 1 have bioactive compounds or secondary metabolites such as flavonoids and saponins that can be potentially as antibiofilm agents. This study aims to determine the potential of secondary metabolites Ganoderma sp isolates Banyumas 1 in inhibiting biofilm and degrade. Research using laboratory experimental method with nine groups of samples. The treatment group consisted of 7 variations in the concentration of 5%, 10%, 15%, 20%, 25%, 30% and 35%. Positive control group in the form of 0.12% chlorhexidine gluconate and a negative control group in the form of distilled water. Each group tested the inhibition of biofilm and biofilm degradation test by microdilution method in microplate 96 well. Assessing the presence of biofilm inhibition test and test pitting degradation on any subsequently measured using a microplate reader at a wavelength 595 nm. The results obtained are tabulated, then tested with one-way ANOVA followed by Post-Hoc test of Duncan's multiple range test. The results indicated the highest inhibition at concentrations of 35% with a percentage of 81% and lowest inhibition at concentrations of 5% with a percentage of 16%. The results indicated the highest biofilm degradation at a concentration of 35% with a percentage of 77% and lowest inhibition at concentrations of 5% with a percentage of 13%. The conclusions of this study are extracts of Ganoderma sp isolates Banyumas 1 potentially inhibit and degrade bacterial biofilms A. actinomycetemcomitans. | |
| 5677 | 15498 | D1E012179 | PROFIL KEPEMILIKAN SAPI PASUNDAN BERDASARKAN UMUR FISIOLOGIS DAN JENIS KELAMIN PADA AGROEKOSISTEM YANG BERBEDA DI KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kepemilikan Sapi Pasundan berdasarkan umur fisiologis (anak, muda, dewasa) dan jenis kelamin (betina, jantan), mengetahui perbedaan profil kepemilikan Sapi Pasundan pada agroekosistem tanah basah dan agroekosistem tanah kering. Sasaran penelitian yaitu Sapi Pasundan yang tersebar di tiga kecamatan (11 desa) Kabupaten Ciamis. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode survei. Penentuan lokasi berdasarkan purvosive sampling di tiga kecamatan Kabupaten Ciamis. Kecamatan dan desa tersebut merupakan daerah pengembangan serta merupakan daerah dengan populasi Sapi Pasundan terbanyak di Kabupaten Ciamis. Teknik pengambilan data menggunakan metode sensus dengan responden seluruh peternak Sapi Pasundan. Variabel yang diamati adalah jumlah total kepemilikan Sapi Pasundan, jumlah kepemilikan Sapi Pasundan anak, jumlah kepemilikan Sapi Pasundan muda, dan jumlah kepemilikan Sapi Pasundan dewasa. Jumlah Kepemilikan Sapi Pasundan di Kabupaten Ciamis mayoritas sapi dewasa 75 ekor (51,7%) terdiri atas sapi dewasa betina 65 ekor (44,8%) sapi dewasa jantan 10 ekor (6,9%), sapi muda 49 ekor (33,8%) terdiri atas sapi muda betina 13 ekor (9 %) sapi muda jantan 33 ekor (22,8 %), dan pedet 21 ekor (14,5%) terdiri atas pedet betina 7 ekor (4,8%) pedet jantan 14 ekor (9,7%). Hasil analisis chi-square profil kepemilikan Sapi Pasundan berdasarkan umur fisiologis dan jenis kelamin di wilayah agroekosistem tanah basah dan agroekosistem tanah kering tidak berbeda nyata (P > 0,05). | LUTFI FUTRI DINA LESTARI. The title research is “Profile of Pasundan Cattle Ownership The aim of this study was to know the profile of Pasundan Cattle ownership based on physiological age (calf, heifer, cow) and sex (female, male), to know the differences of profile Pasundan Cattle based on physiological age and sex on wetland and dryland agroecosystem. The target of the research was Pasundan Cattle that is the largest in three Sub-district (11 villages) of Ciamis. The research was conducted by used the method of survey. Locations selection bases on purposive sampling in three sub-districts of Ciamis. Three sub-districts and village are the development region and that the largest Pasundan Cattle population in Ciamis district. Tecnicque of taking data used the method of census with all respondents of the Pasundan Cattle. Variables that were the amount of Pasundan Cattle ownership, the amount of calf Pasundan Cattle ownership, the amount of heifer Pasundan Cattle ownership, and the amount of cow Pasundan Cattle ownership. The ammount of Pasundan Cattle ownership in Ciamis, the mayority was of adult cattle were 75 heads (51.7%), consisted of cows 65 (44.8%) bulls 10 (6.9%), then 49 heifers (33.8%), consisted of 13 heifers (9%) 33 steers (22.8%), and 21 calfs (14.5%) consists of 7 female calfs (4.8%) 14 male calfs (14.7%). Chi-square analysis results of profile Pasundan Cattle ownership based on physiological age and sex on wetland agroecosystem and dryland agroecosystem were not significantly different (P > 0.05). | |
| 5678 | 15500 | G1G010007 | PENGARUH ANODIZATION CYCLIC PRE-CALCIFICATION HEAT TREATMENT TERHADAP JUMLAH OSTEOBLAS PADA DENTAL IMPLAN BERBAHAN TITANIUM ALLOY (Studi invivo pada tikus wistar galur Sprague dawley) | Anodization Cyclic Pre-Calcification Heat Treatment (APH) merupakan suatu treatment yang dilakukan untuk membuat implan menjadi lebih biokompatibel. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Anodization Cyclic Pre-Calcification Heat (APH) terhadap jumlah osteoblas dental implan berbahan titanium alloy. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimental laboratoris dengan metode penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua kelompok APH dan non-APH. Pengambilan sampel dilakukan secara simple random sampling dengan kriteria inklusi tikus jantan, umur 3 bulan dan sehat secara fisik. Kriteria ekslusi yaitu, tikus dengan cacat pada bagian kaki dan mengalami sakit. Berdasarkan hasil perhitungan dengan rumus federer didapatkan besar sampel sebanyak 16 sampel perkelompok. Cara kerja pada penelitian ini dimulai dengan melakukan tindakan profilaksis antibiotik dan anastesi menggunakan ketamin pada seluruh hewan coba. Sampel implan dalam bentuk disc dengan ketebalan 1 mm pada sampel hewan coba kelompok APH dilakukan treatment anodisasi, prekalfikasi dan heat treatment sedangkan kelompok non-APH tidak dilakukan. Proses implantasi dilakukan dengan cara mempreparasi tibia tikus dengan diamond bur. Setelah 3 minggu, tikus didekapitasi untuk dilakukan pengambilan jaringan tibia dan dibuatkan preparat histologi dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) untuk selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah osteoblas. Data jumlah osteoblas dianalisis menggunakan Independent T-test sedangkan keberadaan pori hasil anodisasi dilakukan dengan menggunakan uji SEM pada permukaan material implan. Hasil uji SEM pada permukaan material implan terdapat keberadaan pori hasil anodisasi pada kelompok APH. Hasil penghitungan rerata jumlah osteoblas pada kelompok APH didapatkan sebesar 48,50 dan kelompok non-APH sebesar 31,99. Analisis independent t-test menunjukkan bahwa sig <0,05 yang artinya terdapat perbedaan yang bermakna pada jumlah osteoblas pada kelompok APH dan non-APH. | Anodization Cyclic Pre-Calcification Heat Treatment (APH) Is a treatment that goes into making implant become more biocompatible. The purpose of this research to know influence anodization cyclic pre-calcification heat (APH ) on the number of osteoblast dental based on implant titanium alloy. Research conducted is research experimental laboratoris with the draft random research group Which is made up of two groups aph and non-aph .The sample collection done in random sampling simple criteria of inclusion of male rats , the age of 3 months and healthy Physically . Exclusion criteria is a rat with defects in his legs and suffered pain .Calculation based on the results obtained large sample as many as 16sample a group. How to work in research was started take action prophylactic antibiotics and anesthetized using ketamine in all rats. Sample implant in the form of a disc with 1 mm thickness in samples of animal groups aph treatment do the anodization, precalcification and heat treatment while group non-aph not done. The process of implantation done by means of preparation tibia with diamond bur . After 3 weeks , rats decapitalized to To take bone tissue on tibia and propose histologycal examination with staining haematoxylin eosin (HE) and do the calculation of the number of osteoblast. The number of osteoblast analyzed using Independent T-test while the existence of the results pore of anodization conducted using the SEM on the surface of the material implant. The results of the SEM on the surface of the material implant there are the existence of pore anodization results in the APH group. The calculation on the number of osteoblast APH group obtained by 48,50 and the non-APH group by 31,99. Independent T-test analysis shows that the results ( sig. <0,05 ) which means there are significant differences in the number of osteoblast APH and non-APH. | |
| 5679 | 15501 | D1E012187 | HUBUNGAN ANTARA UMUR DENGAN BOBOT BADAN SAPI PASUNDAN DEWASA DI KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT | Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui bobot badan sapi pasundan dewasa jantan dan betina, mengetahui perbedaan bobot badan sapi pasundan dewasa jantan dan betina, serta untuk mengetahui hubungan antara umur dengan bobot badan sapi Pasundan dewasa. Hasil penelitian diperoleh bobot badan rata-rata sapi Pasundan dewasa 227,76 ± 15,23 kg dengan bobot badan terendah dan tertinggi 187 kg dan 254 kg. Sedangkan bobot badan rata-rata sapi Pasundan dewasa jantan dan betina masing-masing 233,60 kg dan 226,86 kg. Hasil analisis uji t diketahui bahwa bobot badan sapi Pasundan jantan dan betina tidak terdapat perbedaan (p > 0,05). Hasil analisis regresi menunjukan bahwa umur berhubungan sangat nyata (p < 0,01) dengan bobot badan mengikuti persamaan berikut Y= 200,09 + 9,387X, dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,474 dan koefisien determinasi (r2) sebesar 22,5 persen, artinya umur memiliki pengaruh sebesar 22,5 persen terhadap bobot badan. Berarti dengan bertambahnya umur maka bobot badan Sapi Pasundan akan bertambah. | The purpose of research was to know the body weight of male and female Pasundan beef cattle, to know the difference between the body weight of male and female Pasundan beef cattle and the correlation between age and body weight of Pasundan beef cattle. The research result was showed the average of Pasundan beef cattle body weight was 227.76 ± 15.23 kg with the lowest and highest body weight of 187 kg and 254 kg. While the averages of male and female Pasundan beef cattle body weight were 233.60 kg and 226.86 kg. The results of t test analysis showed that male and female Pasundan beef cattle body weight had no difference (P > 0.05). The regression analysis showed that age-related highly significant (p <0.01) with body weight followed the equation Y = 200.09 + 9,387X, with a correlation coefficient (r) was 0.474 and a coefficient of determination (r2) was 22.5 percent for the mean of the age 22.5 percent influenced body weight. The means that with increasing age, the body weight of Pasundan beef Cattle will increased. | |
| 5680 | 15502 | D1E012281 | HUBUNGAN ANTARA UMUR DENGAN BOBOT BADAN SAPI PASUNDAN MUDA DI KABUPATEN CIAMIS JAWA BARAT | Tujuan penelitian yaitu mengetahui bobot badan Sapi Pasundan muda jantan dan muda betina, mengetahui perbedaan bobot badan antara Sapi Pasundan jantan muda dan betina muda, mengetahui hubungan antara umur (kronologis) dengan bobot badan Sapi Pasundan jantan muda dan betina muda. Teknik pengambilan data dilakukan dengan metode sensus dengan materi seluruh ternak Sapi Pasundan muda. Penentuan lokasi berdasarkan purposive sampling. Lokasi yang mempunyai populasi Sapi Pasundan terbanyak di Kabupaten Ciamis yaitu Kecamatan Rancah, Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Rajadesa. Hasil analisis menunjukan bahwa rataan bobot badan Sapi Pasundan jantan muda adalah 179,29 ± 31,801 dan bobot badan Sapi Pasundan muda betina adalah 175,77 ± 22,558 kg, rata-rata bobot badan jantan dan betina terdapat perbedaan namun tidak siginifikan karena selisih diantara keduanya tidak begitu besar. Hasil analisis regresi menunjukan bahwa terdapat hubungan sangat signifikan / positif antara umur dan bobot badan, dengan koefisien determinasi Sapi Pasundan muda Jantan menunjukan bahwa nilai r2 sebesar 0,7572, dan hasil analisis regresi untuk Sapi Pasundan muda betina menunjukan bahwa nilai r2 sebesar 0,7201 . | The study aimed to know body weight of Pasundan steer and heifer, and to know the correlation between age (chronology) with body weights of Pasundan steer and heifer. The main target of this research was Pasundan calves in sub-district of Tambaksari, Rejadesa and Rancah. This study used census method to collect data in which the materials were all Pasundan calves. The locations were selected based on purposive sampling. The locations which had the most population calves in Ciamis were chosen as the locations to conduct the study, namely sub-district of Rancah, Tambaksari and Rajadesa. The results of the analysis showed that the averages body weight of Pasundan steer was 179.29 ± 31.801 kg and Pasundan heifer was 175.77 ± 22.558 kg, the average weights of steer and heifer, but no significant differences due to the difference between the two is not very large. The regression analysis showed significance / positive correlation between age and body weight, with determination coefficient Pasundan steer showed that the r2 value was 0.7572 , and the regression analysis to Pasundan heifer showed that the r2 value was 0.7201. |