Artikelilmiahs
Menampilkan 5.681-5.700 dari 48.839 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 5681 | 15503 | C1A012061 | ANALISIS PENDAPATAN DAN KONSUMSI PEDAGANG KAKI LIMA DI JALAN KAMPUS KELURAHAN GRENDENG KECAMATAN PURWOKERTO UTARA | Penelitian ini berjudul “Analisis Pendapatan dan Konsumsi Pedagang Kaki Lima di Jalan Kampus Kelurahan Grendeng Kecamatan Purwokerto Utara”. Tujuan penelitian ini (1) untuk menganalisis hubungan variabel usia, jumlah tanggungan, tingkat pendidikan, modal, lama kerja, dan jam kerja terhadap pendapatan bersih pedagang kaki lima (PKL) (2) menganalisis pendapatan bersih PKL dalam memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, dan (3) menganalisis pendapatan perkapita keluarga PKL dalam memenuhi standar KHL yang ditetapkan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Banyumas bulan Januari 2015. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei atas data primer dengan 44 responden. Data primer diperoleh dengan wawancara langsung dan pengisian kuisioner. Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan pertama digunakan analisis tabulasi silang, tujuan kedua digunakan alat ukur Average Consumption to Consume (APC) dan tujuan ketiga digunakan analisis standar kebutuhan hidup layak (KHL) Kabupaten Banyumas bulan Januari 2015. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel usia dan jumlah tanggungan memiliki hubungan negatif terhadap pendapatan PKL, modal awal dan jam kerja memiliki hubungan positif terhadap pendapatan bersih PKL, sedangkan variabel tingkat pendidikan hubungannya membentuk kurva U terbalik dan lama kerja hubungannya membentuk kurva U terhadap pendapatan bersih yang diperoleh PKL. Dalam memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga, sebesar 93,2 persen nilai APC kurang dari satu artinya telah cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi keluarga. Dalam memenuhi standar KHL sebesar 72,7 persen memiliki pendapatan perkapita diatas standar KHL Kabupaten Banyumas bulan Januari. Dengan adanya hubungan antara usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan, modal, lama kerja dan jam kerja terhadap pendapatan, hendaknya PKL dapat menambah jam kerja yang dicurahkan dalam sehari lebih lama dari biasanya sehingga dapat meningkatkan jumlah pendapatan yang diperoleh PKL terutama bagi PKL yang memiliki umur produktif dan tambahan modal yang dikeluarkan dapat menambah variasi dagangan untuk lebih menarik konsumen. Bagi PKL yang memiliki nilai APC lebih dari satu, hendaknya meningkatkan lagi kinerja usahanya dan lebih memperhatikan lagi pengeluaran pola konsumsinya,. Bagi PKL yang pendapatan perkapitanya belum memenuhi standar KHL sebaiknya meningkatkan produktifitas usahanya atau lebih dikembangkan lagi kemampuan usahanya, agar dapat menambah pendapatan yang akan diperoleh, sehingga diharapkan dapat mecukupi pendapatan perkapitanya. | This reasearch took the title "Analysis of the Income and Consumption of Street Vendors in the Streets Campus of Grendeng Village SubDistrict of North Purwokerto". The purpose of this research is (1) to analyze the correlation of the variables age, education, number of family dependants, initial capital, years of work experience, and work hours toward street vendors net income (PKL) (2) to analyze street vendors income to fullfil the needs of family consumption (3) and to analyze street vendors personal income to conform standards of Living Needs (KHL) that set in January 2015 by Agency of Social, Manpower and Transmigration Banyumas Regency. This research used survey method from primary datawith a sample of 44 respondents. Primary data was obtained by direct interview and filling the questionnaire. The analytical tools used in this research are Cross tabulation, APC analysis (Average Propensity to Consume) and last used standards of Living Needs (KHL) that set in January 2015 Banyumas Regency. The results of this research indicate the variables age and number of family dependants shown a negative correlation to the net income of street vendors, variables initial capital and work hours shown a positive correlation to the net income of street vendors, whereas education variable shown inverted U curve correlation to the net income of street vendors and years of work experience variable shown U curve correlation to the net income of street vendors. To fullfil the needs of family consumption about 93,2 percent APC value is less than one, it means has enough to fullfil the needs of family consumption. To conform standards of Living Needs (KHL) about 72,7 percent has personal income above the standards of Living Needs (KHL) that set in January 2015 Banyumas Regency. By existence of variables age, education, number of family dependants, initial capital, years of work experience, and work hours toward street vendors net income, street vendors shall to adds work hours in a day, so it will increase the net income especially to street vendors that has productive age and additional capital can add some variation products to make consumen more excited. For street vendors that has APC value more than one, shall to increase work performance and be more concern about daily expenses. For street vendors that has personal income under standards of Living Needs (KHL) could increasing productivity of work or developing entepreneurship to increase the income. So, it it can conforming the personal income. | |
| 5682 | 15512 | G1D012053 | HUBUNGAN ANTARA PEMBERIAN KOMIK MENSTRUASI DENGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PRAKTIK SETELAH SISWI MENGALAMI MENARCHE DI SEKOLAH KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA | Latar Belakang: Menarche merupakan tanda bahwa siklus masa subur telah dimulai. Namun, sebagian besar anak belum mengetahuinya, sehingga anak sulit menerima menarche. Salah satu media yang dapat digunakan untuk pendidikan kesehatan mengenai menarche adalah komik menstruasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian komik menstruasi dengan pengetahuan, sikap, dan praktik setelah siswi mengalami menarche. Metode: Desain penelitian menggunakan cross sectional dengan dua kelompok yaitu kelompok kasus dan kontrol. Jumlah responden 62 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner pengetahuan tentang menarche, sikap terhadap menarche, dan praktik higiene menstruasi. Analisis data yang digunakan Uji Chi Square dan Kolmogorov Smirnov. Hasil: Mayoritas pada kelompok kasus berpengetahuan tinggi (83,9%), sedangkan pada kelompok kontrol berpengetahuan sedang (71,0%). Mayoritas pada kelompok kasus bersikap baik (90,3%), sedangkan pada kelompok kontrol kurang baik (58,1%). Mayoritas pada kelompok kasus menunjukkan praktik baik (93,5%), sedangkan pada kelompok kontrol kurang baik (64,5%). Hasil uji Kolmogorov Smirnov pada pengetahuan didapatkan nilai p=0,00. Hasil uji Chi Square pada sikap dan praktik didapatkan nilai p=0,00. Kesimpulan: Ada hubungan antara pemberian komik menstruasi dengan pengetahuan, sikap, dan praktik setelah siswi mengalami menarche di Sekolah Kecamatan Mrebet Kabupaten Purbalingga. | Background: Menarche is the first menstruation among a girl that shows the fertile cycle has been started. But most of the girl have less knowledge regarding menstruation, so it is difficult for them to accept it. Health education can use many media to explain about menarche. One of which is menstruation comics. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between the menstrual comic with the knowledge, attitude, and practice after menarche among female student in Mrebet District. Methods: The study uses cross sectional design and recruited two groups of sample. The sampling size was 62 respondents who met the inclusion criteria. The instrument used is questionaire. The instruments used in this study were menarche knowledge questionnaire, attitude toward menarche questionnaire, and practices hygiene menstruation questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test and Kolmogorov Smirnov test. Results: Most respondents in the case group have high knowledge (83,9%). The respondents in the control group have medium knowledge (71,0%). Most respondents in the case group have good attitude (90,3%). The respondents in the control group have bad attitude (58,1%). Most respondents in the case group have good practice (93,5%). The respondents in the control group have bad practice (64,5%). The result of Kolmogorov Smirnov test in the knowledge is p value 0,00. The result of Chi Square test in the attitude and the practice is p value 0,00. Conclusion: There was a relationship between the menstrual comic helath education with the knowledge, attitude, and practices after the female student had menarche in Mrebet District, Purbalingga.Background: Menarche is the first menstruation among a girl that shows the fertile cycle has been started. But most of the girl have less knowledge regarding menstruation, so it is difficult for them to accept it. Health education can use many media to explain about menarche. One of which is menstruation comics. Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between the menstrual comic with the knowledge, attitude, and practice after menarche among female student in Mrebet District. Methods: The study uses cross sectional design and recruited two groups of sample. The sampling size was 62 respondents who met the inclusion criteria. The instrument used is questionaire. The instruments used in this study were menarche knowledge questionnaire, attitude toward menarche questionnaire, and practices hygiene menstruation questionnaire. Data were analyzed using Chi Square test and Kolmogorov Smirnov test. Results: Most respondents in the case group have high knowledge (83,9%). The respondents in the control group have medium knowledge (71,0%). Most respondents in the case group have good attitude (90,3%). The respondents in the control group have bad attitude (58,1%). Most respondents in the case group have good practice (93,5%). The respondents in the control group have bad practice (64,5%). The result of Kolmogorov Smirnov test in the knowledge is p value 0,00. The result of Chi Square test in the attitude and the practice is p value 0,00. Conclusion: There was a relationship between the menstrual comic helath education with the knowledge, attitude, and practices after the female student had menarche in Mrebet District, Purbalingga. | |
| 5683 | 15517 | C1G014042 | Evaluasi Proses Pelaporan Keuangan Unit Badan Layanan Umum (Studi Pada Unit BLU Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto) | Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus pada Unit Badan Layanan Umum Universitas Jenderal Soedirman . Penelitian ini mengambil judul: “Evaluasi Proses Pelaporan Keuangan Unit Badan Layanan Umum (Studi pada Unit Badan Layanan Umum Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pemahaman penyelenggara akuntansi, kesesuaian pelaporan keuangan unit dengan Sistem Akuntansi Unsoed, masalah terkait pelaporan keuangan unit, serta solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Biro Akademik dan Kemahasiswaan (Bagian Kemahasiswaan) Universitas Jenderal Soedirman. Informan pada penelitian ini antara lain Penguji Tagihan Unit, Bendahara Unit BLU, Penyusun Laporan Keuangan pada Objek penelitian, serta anggota Tim Akuntansi dan Pelaporan Keuangan serta Satuan Pengawas Internal Unsoed. Penelitian dimulai dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Dari penelitian ini diketahui bahwa penyelenggara akuntansi belum memahami sistem akuntansi Unsoed, beberapa hal terkait pelaporan keuangan masih belum sesuai dengan sistem akuntansi Unsoed, kurangnya pelatihan dan adanya transaksi yang tidak ada dalam Sistem Akuntansi Unsoed, pembimbingan dan pendampingan merupakan solusi yang diharapkan. Implikasi dari penelitian ini agar pelaporan keuangan sesuai dengan Sistem Akuntansi Unsoed maka perlu dibuat aplikasi yang terintegerasi yang bisa memproses laporan keuangan, pembentukan Tim Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Unit, perbaikan pada sistem akuntansi terutama pada kebijakan akuntansi untuk unit yang tidak mengelola Barang Milik Negara, mengadakan pembimbingan pelaporan keuangan yang mengenalkan dasar akuntansi serta penempatan sumber Daya Manusia yang berlatar belakang pendidikan akuntansi pada TAPKU. Peneltian ini dilakukan pada objek penelitian yang baru pertama kali menyusun Laporan Keuangan, dengan Penyusun Laporan Keuangan yang tidak berlatar belakang pendidikan akuntansi, dan tidak membuat Laporan Barang Milik Negara. | This research is a case study at Badan Layanan Umum Universitas Jenderal Soedirman. This Research is about “The Evaluating of Unit Financial Reporting at Badan Layanan Umum (A study on Unit Badan Layanan Umum Universitas Jenderal Soedirman di Purwokerto)”. The aims of research are to find the understanding of Accounting Organizer in BLU’s Unit, the suitability of the unit's financial statements with Unsoed’s Accounting System, issues related to Unit’s financial reporting, and solutions to overcome these problems. The Object of this research is Biro Akademik dan Kemahasiswaan (Bagian Kemahasiswaan) Universitas Jenderal Soedirman. Informant of this research are Penguji Tagihan Unit, Bendahara Unit BLU, Financial Report Compiller on these object, anggota Tim Akuntansi dan Pelaporan Keuangan and Satuan Pengawas Internal Unsoed. The study began with data collection, data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. This research shown that the organizers of unit’s accounting don’t understand the accounting system of Unsoed. Several issues related to financial reporting are unit’s financial reporting still not in accordance with the accounting system of Unsoed, lack of training and some transaction not regulated in Unsoed’s Accounting System. Mentoring and coaching is expected solution. The implication of this research is that financial reporting in accordance with Unsoed’s Accounting System, for that integerated application that can process financial statements has to be developed, the establishment of the Unit’s Accounting and Financial Reporting Team, improvements to the accounting system, especially in the accounting policy for units that do not manage the State Property, held coaching financial statements that introduces basic accounting as well as the placement of Human resources with educational background in accounting at every BLU’. This study carried out on the object of research for the first time preparing financial statements, compilers of financial statements do not have a background in accounting education, and this did not make the State Property Report. | |
| 5684 | 15528 | B1J011016 | KARAKTER TRUSS MORPHOMETRICS PADA IKAN KEMPRIT (Ilisha megaloptera) FAMILIA PRISTIGASTERIDAE | TPI Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap merupakan salah satu tempat pendaratan dan pelelangan hasil tangkapan terutama dari ikan pelagis besar, tangkapan sampingan, krustacea, dan termasuk ikan kemprit (Ilisha megaloptera). Ikan kemprit merupakan salah satu anggota dari familia Pristigasteridae yang memiliki tubuh memanjang-gepeng. Ikan kemprit tergolong ikan pelagis kecil. Ikan kemprit termasuk ikan yang dimorfisme seksualnya belum diketahui. Informasi tentang ikan kemprit masih sangat terbatas. Metode yang digunakan adalah survei dan pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Sampel diambil sebanyak 2 kali dan setiap ulangan diambil 30 ekor, jumlah keseluruhan sampel yang diambil sebanyak 60 ekor. Variabel dalam penelitian ini adalah karakter truss morphometrics pada ikan kemprit sedangkan parameter yang diukur adalah jarak truss pada ikan kemprit. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan membedakan ikan kemprit jantan dan betina menggunakan teknik truss morphometrics dan mengetahui jarak truss morphometrics yang dapat dijadikan sebagai ciri pembeda ikan kemprit jantan dan betina. Data hasil pengukuran truss yang telah dibandingkan dengan panjang standar dianalisis menggunakan uji “t” dengan software SPSS. Hasil penelitian berdasarkan data perbandingan dengan pengukuran antara jarak truss dan panjang standar dari 21 karakter menujukkan bahwa terdapat jarak truss yang membedakan antara jantan dan betina yaitu jarak B3 dan C3. Jarak B3 merupakan jarak antara pangkal depan sirip dorsal dengan pangkal depan sirip ventral dan C3 adalah jarak antara pangkal belakang sirip dorsal dengan pangkal depan sirip anal. | TPI fishing ports ocean cilacap is one of the landing site and auction of catch especially the large pelagic fish, by catch, crustacea, and kemprit fish (Ilisha megaloptera) was include. Kemprit fish is one of member family Pristigasteridae which has an elongated body-flattened. Kemprit were unknown sexual dimorphism. Information about kemprit fish is very finite. The method uses survey and purposive sampling. Samples are taken 2 times and 30 tail for repetition, overall numbers sample to be taken 60 tail. The variable in this research is character of truss morphometrics on kemprit fish whereas the measured parameter is distance truss on kemprit. This research was conducted with aim to distinguish male and female kemprit using truss morphometrics techniques and knowing the distance truss morphometrics that can be used as distinguishing feature of kemprit male and female. This research uses data truss of measurement results that have been compared with a standard lengths are analyzed using 't' test with SPSS software. Research result based on comparisons the data among of measurement results within the truss and standard lengths of a 21 characters showed that there is a distance of truss distinguishing among males and females namely the distance B3 and C3. The distance of B3 between front of dorsal fin to front of the ventral fins and C3 is the distance between the base of the dorsal fin behind the front of the anal fin. | |
| 5685 | 15505 | H1B010003 | PEMODELAN JUMLAH PENDERITA DEMAM BERDARAH DENGUE DI KABUPATEN BANYUMAS MENGGUNAKAN REGRESI SPASIAL | ABSTRAK. Pada makalah ini dibahas mengenai pemodelan menggunakan model regresi spasial untuk jumlah penderita penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Banyumas pada tahun 2015 dan variabel-variabel yang mempengaruhinya. Model regresi spasial yang memenuhi adalah SEM (spatial error model). Dari model SEM tersebut diketahui bahwa variabel yang berpengaruh terhadap jumlah penderita DBD adalah variabel jumlah rumah sehat, jumlah pelaksanaan pemantauan jentik berkala (PJB), dan curah hujan. Namun demikian, jumlah penderita DBD secara dominan dipengaruhi oleh jumlah rumah sehat. Kata kunci : regresi spasial, spatial error model, penderita DBD, rumah sehat. | ABSTRACT. This paper discusses a modelling of the number of dengue fever sufferers in Banyumas Regency in 2015 and some variables affecting this number. The model we used here is a spatial regression model; and the fitted one is SEM (spatial error model). The SEM shows that the variables affecting the number of dengue fever sufferens are the number of healthy houses, the number of periodically monitoring implementation for larvae, and rainfall. However, the number of healthy houses dominantly affcets the number of dengue fever sufferers. Keywords : spatial regression, spatial error model, dengue fever, healthy home. | |
| 5686 | 15506 | C1J010026 | FACTORS AFFECTING STREET VENDORS INCOME IN GOR SATRIA AREA PURWOKERTO | RINGKASAN Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja, dan jarak antar pedagang terhadap pendapatan pedagang kaki lima di komplek GOR Satria Purwokerto, dan untuk mengetahui apakah pendapatan pedagang kaki lima di komplek GOR Satria Purwokerto sudah layak jika dibandingkan dengan angka KHL Kabupaten Banyumas 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang kaki lima yang ada di komplek GOR Satria Purwokerto. Jumlah populasi sebanyak 83 orang, terdiri dari 69 pedagang makanan dan 14 pedagang non makanan. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 83 responden berdasarkan data sensus. Berdasarkan hasil penelitian, variabel lama usaha, modal, jam kerja, dan jarak antar pedagang secara parsial berpengaruh dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di komplek GOR Satria Purwokerto, sedangkan variabel pendidikan tidak berpengaruh terhadap pendapatan. Variabel pendidikan, lama usaha, modal, jam kerja, dan jarak antar pedagang secara bersama-sama berpengaruh dan signifikan terhadap pendapatan pedagang kaki lima di komplek GOR Satria Purwokerto. Terdapat sejumlah 44 rumah tangga pedagang kaki lima (53%) sudah memenuhi standar KHL dan 39 rumah tangga pedagang kaki lima (47%) belum memenuhi standar KHL, oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa rata-rata pendapatan per kapita pedagang kaki lima di komplek GOR Satria Purwokerto sudah layak karena sudah memenuhi standar KHL Kabupaten Banyumas 2016. | SUMMARY This study aims to determine the effect of education, business period, capital, working hours, and space between traders on Income of street vendors in GOR Satria Area Purwokerto, and to determine whether street vendors income in GOR Satria Area Purwokerto is feasible when compared with the standard of KHL Banyumas Regency, 2016. The population in this study is all street vendors in GOR Satria Area Purwokerto. Total population is 83 people, consisting of 69 food vendors and 14 non-food vendors. This study uses total sampling. The numbers of respondents who are taken in this study are 83 respondents based on the sensus data. Based on the results of research the variable of business period, capital, working hours, and space between traders are partially influencing and giving significant impact on Income of street vendors in GOR Satria Area Purwokerto, while education variable has no effect on income. Variable education, business period, capital, working hours, and space between traders are simultaneously giving significant effect on income of street vendors in GOR Satria Area Purwokerto. There are 44 households vendors (53%) that meet the standards of KHL and 39 household vendors (47%) have not met the KHL, therefore, it can be said that the average income per capita of street vendors in GOR Satria Area Purwokerto is feasible because it meets the standard KHL Banyumas, 2016. | |
| 5687 | 15507 | C1G014008 | Pengaruh Kompetensi Auditor dan Tekanan Anggaran Waktu Audit terhadap Kualitas Audit di Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kompetensi yang dimiliki auditor dan tekanan anggaran waktu dalam penugasan audit terhadap kualitas audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh auditor di Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat yang ditempatkan pada setiap bidang teknis. Metode pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dalam penelitian ini diperoleh dari kuesioner yang disebar kepada responden. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 59 orang. Pengujian hipotesis menggunakan analisis persamaan regresi linier berganda. Terdapat 3 (tiga) hipotesis dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama (H1) yaitu kompetensi auditor berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit diterima, hipotesis kedua (H2) yaitu tekanan anggaran waktu audit berpenagruh negatif dan signifikan ditolak dan hipotesis ketiga (H3) yaitu kompetensi auditor berpengaruh lebih dominan daripada tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit diterima. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dengan adanya pengaruh yang signifikan atas kompetensi terhadap kualitas audit, Perwakilan BPKP Provinsi Jawa Barat perlu terus menjaga dan meningkatkan kompetensi para auditornya melalui pemberian pelatihan-pelatihan serta kesempatan untuk mengikuti kursus-kursus atau peningkatan pendidikan profesi. | The purpose of this study was to examine the influence of competence of auditors and time budget pressure to quality audits. This study uses a quantitative approach. The population of this research is all auditor in representative office of BPKP in West Java which is placed on each technical area. The sampling method using a proportionate stratified random sampling. The data in this study were obtained from questionnaires distributed to respondents. The number of respondents were taken in this study is 59 peoples. Hypothesis testing using multiple linear regression analysis. There are 3 (three) hypothesis in this study. The results showed that first hypothesis (H1) the competence of auditors have a positive and significant impact on audit quality accepted, second hypothesis (H2) time budget pressures have a negative and significant impact on audit quality rejected, and third hypothesis (H3) auditor’s competence influence more dominant than time budget pressure on audit quality accepted. The implication of this research is representative office of BPKP in West Java needs to continue to maintain and improve the competence of auditors through the provision of training and the opportunity to follow courses or professional education improvement | |
| 5688 | 15508 | D1E011159 | PENGARUH SUPLEMENTASI TEPUNG DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) DALAM PAKAN TERHADAP BOBOT BADAN DAN PERSENTASE LEMAK ABDOMEN ITIK TEGAL JANTAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung daun Sukun (Artocarpus altilis) dalam pakan terhadap bobot badan dan persentase lemak abdomen itik Tegal jantan. Dengan menggunakan 90 ekor itik Tegal jantan sebagai materi penelitian, eksperimen dirancang dengan mengunakan RAL 6 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut terdiri dari P0 (pakan basal tanpa suplementasi tepung daun sukun), P1 (pakan basal+tepung daun sukun 3%), P2 (pakan basal+tepung daun sukun 6%), P3 (pakan basal+tepung daun sukun 9% /kg pakan), P4 (pakan basal+tepung daun sukun 12%), dan P5 (pakan basal+tepung daun sukun 15%). Pengukuran bobot badan dan persentese lemak abdomen dilakukan pada itik berumur 9 minggu. Peubah yang diamati adalah bobot badan dan persentase lemak abdomen. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi/ ANAVA.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung daun sukun 6% dalam pakan itik Tegal jantan cenderung meningkatkan bobot badan, dan pada penambahan 9% cenderung menurunkan lemak abdomen. | This study aimed to determine the effects of adding Breadfruit (Artocarpus altilis) leaf meal in Tegal duck’s feed on their body weight and abdominal fat percentage. There were 90 male Tegal duck used as the research materials. The experiment was designed in CRD with 6 treatments, which consisted of P0 (feed basal without supplementation of flour breadfruit leaves), P1 (feed basal + flour breadfruit leaves 3%), P2 (feed basal + flour breadfruit leaves 6%), P3 ( feed basal leaves of breadfruit flour + 9% /kg diet), P4 (feed basal leaves of breadfruit flour + 12%) and P5 (feed basal leaves of breadfruit flour + 15%), each of which was replicated 5 times. The measured parameters were the body weight and abdominal fat percentage of 9 week old Tegal duck. Data were analyzed using an analysis of variance/ ANOVA.It can be concluded, therefore, that supplementing Tegal duck’ feed with breadfruit leaf meal by 6% tends to increase their body weight, while at the level 9% tends to reduce their abdominal fat. | |
| 5689 | 15509 | H1C011003 | PERANCANGAN NODE SENSOR NIRKABEL UNTUK MONITORING DAN ANALISIS BATERAI PADA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA ANGIN BERBASIS INTERNET OF THING | Monitoring baterai pada pembangkit listrik tenaga angin meliputi pengukuran arus, tegangan, dan daya. Monitoring bertujuan untuk menghindari adanya kerusakan baterai yang disebabkan over charging maupun karena pasokan energi yang tidak stabil. Penelitian ini dilakukan di laboratorium energi teknik elektro Universitas Jenderal Soedirman. Sistem monitoring membutuhkan 3 sensor arus (ACS-758) yang berfungsi mengukur arus pada sumber energi, arus pada beban, dan arus pada baterai. Sensor arus akan terhubung dengan bus, dan sensor tegangan (voltage divider) akan membaca nilai tegangannya. Setelah sensor membaca semua parameter, Arduino akan mengolah data untuk dikirimkan ke web server (thingspeak.com) menggunakan perangkat WiFi modules (ESP-8266). Data yang terkirim dapat di monitor secara real time pada thingspeak.com. Langkah awal pada penelitian ini yaitu melakukan perancangan hardware dan program Arduino, perancangan hardware meliputi perancangan sensor arus (ACS-758 bidirectional), sensor tegangan (voltage divider), WiFi module. Perancangan program Arduino menggunakan software Arduino IDE untuk memasukan instruksi program monitoring baterai. Setelah melakukan perancangan, kemudian melakukan pengujian terpisah (sensor arus ACS-758, sensor tegangan, WiFi modules) dan pengujian sistem keseluruhan. Pengujian sensor arus ACS-758 berhasil dengan presentase kesalahan maksimal tegangan offset 2,42% , dan sensitifitasnya memiliki nilai 25–28mV/A. Untuk sensor tegangan mempunyai error sebesar 1,66% dan WiFi modules dapat mendeteksi koneksi internet. Dalam proses pengiriman data ke thingspeak.com membutuhkan waktu 8 detik, dan 15 detik sebagai delay data yang akan dikirimkan, maka waktu keseluruhannya yaitu 23 detik untuk mengirim ulang data yang telah terbaca sensor. Pengujian pengiriman dilakukan dalam waktu 3,5 jam. | Battery monitoring on wind power plant includes the measurement of current, voltage, and power. Monitoring aims to avoid damage to the battery due to over charging as well as energy supply is unstable. This research was conducted in the laboratory of energy electrical engineering Jenderal Soedirman University. The monitoring system requires 3 current sensor (ACS-758) which serves to measure the current at the source of energy, the current on the load, and the current of the battery. Current sensor will be connected with the bus, and sensor voltage (voltage divider) will be read the voltage value. After the sensor reads the entire parameters, Arduino will be processing data to sent to the web server (thingspeak.com) via WiFi modules (ESP-8266). Data sent can be monitored in real time on thingspeak.com. The initial step in this research is designing the hardware and Arduino program, hardware design includes the design current sensor (ACS-758 bidirectional), the voltage sensor (voltage divider), WiFi modules. Designing a program using the Arduino Arduino IDE software to import a battery monitoring program instruction. After doing the design, then do separate testing (ACS-758 current sensor, voltage sensor, WiFi modules) and testing of the overall system. Current sensor (ACS-758) testing have successfully, with a percentage of maximum error offset voltage is 2.42%, and the result of sensitivity is 25–28mV/A. For a voltage sensor has an error of 1.66% and WiFi modules can detect an internet connection. In the transmittal proccess to thingspeak.com have 8 second time needed, and 15 second as data delay which will send, so overall time is 23 second to send data repeated which readed by sensor. Transmittal testing are made within 3.5 hours. | |
| 5690 | 15513 | D1E012125 | PENAMBAHAN TEPUNG DAUN WARU (Hibiscus tiliaceus) DALAM RANSUM SAPI SUMBA ONGOLE DENGAN IMBANGAN HIJAUAN DAN KONSENTRAT YANG BERBEDA PENGARUHNYA TERHADAP LAMA DAN FREKUENSI MAKAN | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) dalam ransum sapi Sumba Ongole (SO) dengan imbangan hijauan dan konsentrat yang berbeda terhadap lama dan frekuensi makan. Materi penelitian yang digunakan adalah 18 ekor sapi Sumba Ongole jantan berumur ±2 tahun dengan rataan bobot awal ±218,67 kg yang ditempatkan pada kandang individu. Sapi tersebut diacak secara sempurna untuk menerima 3 perlakuan penambahan tepung daun waru (Hibiscus tiliaceus) pada konsentrasi masing-masing; 0% (W0), 0,24% (W1) dan 0,48% (W2) dari bahan kering (BK) konsentrat. Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial digunakan dalam penelitian ini. Konsumsi BK untuk tiap sapi adalah 3,5% dari bobot hidup dengan imbangan BK Jerami Padi Amoniasi (JPA) dan konsentrat 35%:65% (I1) dan 30%:70% (I2). Amoniasi jerami padi menggunakan urea yang disuplementasi dengan menggunakan onggok dosis masing-masing 4% dan 2,5% dari bobot jerami padi. Pemberian konsentrat dan JPA masing-masing dilakukan 3 kali sehari. Peubah yang diukur adalah lama makan dan frekuensi makan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan Uji Orthogonal Polynomial. | ABSTRACT This research aimed to determine the effect of Hibiscus leaf (Hibiscus tiliaceus) flour addition into the diet of Sumba Ongole (SO) cattle with different ratio of forages and concentrates on their feeding duration and frequency. The materials used were 18 male cattle Sumba Ongole aged ±2 years and weighed ±218.67 kg which were placed in individual pens. Those cattle were randomized perfectly to be given 3 different treatments of hibiscus leaf flour concentrate additions which, respectively, were; 0% (W0), 0.24% (W1) and 0.48% (W2) of dry matter of the concentrate. This research applied completely randomized factorial designs. Dry matter consumption for each cattle was 3.5% of the living weight with the ratio of dry matter of amoniated straw and concentrate 35%:65% (I1) and 30%:70% (I2). The amoniated straw used fertilizerplus 4% and 2.5% of each straw weight. Concentrates and amoniated straws were given 3 times daily. The variables measured were feeding duration and frequency. The data was analysed with ananalysis of variance and continued with Orthogonal Polynomial test. | |
| 5691 | 15515 | H1A012038 | FORMULASI SEDIAAN SALEP EKSTRAK METANOL DAUN MANGGA (Mangifera indica L.) DAN UJI EFEKTIVITASNYA TERHADAP Candida albicans | Salep merupakan sediaan semisolid berbahan dasar lemak ditujukan untuk kulit dan mukosa. Salep berfungsi sebagai bahan pembawa obat – obat topikal, bahan pelumas kulit, dan sebagai pelindung kulit. Dasar salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam 4 kelompok: dasar salep senyawa hidrokarbon, dasar salep serap, dasar salep yang dapat dicuci dengan air, dasar salep larut dalam air. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui sifat fisik salep ekstrak daun mangga dengan dasar salep tercuci air. Pengujian sifat fisik sediaan salep meliputi uji organoleptis. Hasil dari penelitian ini adalah sediaan salep tercuci air memiliki bentuk semisolid yang homogen, dengan warna putih dan putih kekuningan, serta bau khas dari sediaan tersebut. | Ointments are semisolid preparations made from fats intended for skin and mucosa. Ointments act as a topical drugs carrier, skin lubricating materials, and as a skin protector. Basic ointment that used as carrier was divided into 4 groups: hydrocarbon compound ointment base, absorptive ointment base, ointment base which can be washed with water, water-soluble ointment base. The purpose of this study was to determine the physical properties of mango leaf extract in ointment with ointment base. Physical properties tested of ointment preparation includes organoleptic test. The results of this study were leached water ointment preparation has a homogeneous semisolid form, yellowish white, as well as normal odor. | |
| 5692 | 15516 | C1A012054 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KONSUMSI MASYARAKAT DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2005-2014 (Studi Kasus Kota Semarang, Surakarta, Purwokerto dan Tegal) | Penelitian ini mengambil judul: “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi Masyarakat di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2014 (Studi Kasus Kota Semarang, Surakarta, Purwokerto dan Tegal)”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan per kapita, indeks harga konsumen (IHK) dan tingkat suku bunga terhadap konsumsi masyarakat di empat kota di Jawa Tengah. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data diperoleh bahwa pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsumsi masyarakat di empat kota di Jawa Tengah (Kota Semarang, Surakarta, Purwokerto dan Tegal). Indeks Harga Konsumen (IHK) berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konsumsi masyarakat di empat kota di Jawa Tengah. Tingkat suku bunga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap konsumsi masyarakat di empat kota di Jawa Tengah. Implikasi dari kesimpulan tersebut yaitu dengan meningkatnya pendapatan per kapita maka meningkat pula konsumsi, sehingga diharapkan pemerintah daerah dapat meningkatkan batas upah minimum regional (UMR). UMR dapat ditetapkan oleh pemerintah berdasarkan survey kebutuhan hidup layak (KHL). KHL merupakan standar kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja untuk dapat hidup layak baik secara fisik, non fisik dan sosial. Dalam rangka untuk meningkatkan UMR maka pemerintah dapat memperluas lapangan pekerjaan serta meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara menyediakan sarana-sarana yang berguna untuk menunjang pendidikan serta beasiswa bagi siswa yang kurang mampu. Sehingga dengan meningkatnya kualitas pendidikan maka sumber daya manusia akan berkualitas pula. Maka UMR akan meningkat sesuai dengan kualitas sumber daya manusia dan akan meningkatkan pendapatan yang merupakan daya beli yang dimiliki oleh konsumen. | The title of this research is: “Factors that Affect Consumption in Central Java Province in 2005-2014 (Case Study of The City of Semarang, Surakarta, Purwokerto and Tegal)”. The purpose of this research is to know the influence of per capita income, consumer price index (CPI) and interest rate against consumption in four cities in Central Java. This study used pooling regression. Based on the result of research and analysis of data show that per capita income has a positive and significant effect on consumption in four cities in Central Java (Semarang, Surakarta, Purwokerto and Tegal). Consumer price index (CPI) has a negative and not significant effect on consumption in four cities in Central Java. Interest rate has a positive and not significant effect on consumption in four cities in Central Java. The implications of these conclusions is with increasing per capita income then increase consumption, so expect local governments can increase the limit ofthe regional minimum wage (UMR). The UMR can be set by the Government based on decent life needs survey (KHL). KHL is a standard needs to be met by a worker to be worth living well physically, non physical and social. In order to raise the UMR then the Government can expand employment and improve the quality of education by providing a useful means to support education as well as scholarships for students who are less capable. So with the increasing quality of education then it would qualified human resources as well. Then the UMR will increaseaccording to the quality of human resources and it will increase the revenue that is owned by the purchasing power of consumers. | |
| 5693 | 15549 | C1G014065 | PENGARUH KOMPETENSI TERHADAP KINERJA AUDITOR DENGAN KEBIJAKAN REMUNERASI SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI (Studi pada Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai) | Penelitian ini membahas tentang pengaruh kompetensi terhadap kinerja auditor dengan kebijkan remunerasi sebagai variabel pemoderasi di Direktorat Audit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Tujuannnya adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi terhadap kinerja auditor serta bagaimana peran kebijakan remunerasi dalam memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja auditor. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dimana peneliti menggunakan instrumen kuesioner dan wawancara dalam mengetahui hubungan antar variabel kompetensi terhadap kinerja auditor dan kebijakan remunerasi sebagai variabel moderator. Populasi penelitian ini adalah auditor yang terdiri dari anggota dan ketua tim dengan jumlah sampel adalah 142 responden. Pengolahan data dalam penelitian ini dengan menggunakan program SPSS (Statistical Package for the Social Science) versi 21 yang menunjukkan bahwa: (1) kompetensi berpengaruh terhadap kinerja auditor dan (2) kebijakan remunerasi tidak memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kinerja auditor. Dengan demikian penelitian ini menerima hipotesis 1 (H1) namun menolak hipotesis 2 (H2). Adapun implikasi praktis dari penelitian ini adalah (1) agar tetap meningkatkan perhatian terhadap kompetensi auditor baik dengan peningkatan pengetahuan, keahlian dan pengalaman audit, (2) kebijakan remunerasi sebagai potensial moderator sebaiknya perlu ditinjau ulang dan dilakukan perbaikan agar lebih berperan dalam meningkatkan kompetensi dan kinerja auditor. | This research discusses the effect of competence on the performance of auditors with remuneration policy as a moderating variable in the Audit Directorate of Directorate General of Customs and Excise. The purpose of this study is to determine the effect on the performance of the auditor's competence and the role of the remuneration policy to moderate influence on the performance of the auditor's competence. This research is a quantitative study in which researchers used a questionnaire and interviews in knowing the relationship between variables of competence on the auditor’s performance and remuneration policies as moderator variables. The study population was composed of members of the auditors and team leaders with a sample size was 142 respondents. The data in this study was processed by using SPSS (Statistical Package for the Social Science) version 21, which the conclusion is: (1) the competence affect the auditor’s performance and (2) the remuneration policy does not moderate the influence of competence on the auditor's performance. This study therefore accept the hypothesis 1 (H1) but rejects the hypothesis 2 (H2). The practical implications of this research were: (1) to keep attention increasingly about the competence of auditors with the progressively knowledge, expertise and experience of audit (2) the remuneration policy as a potential moderator should be reviewed and need the improvements so that will take role as the instrument to increase the competence on the auditor’s performance. | |
| 5694 | 15519 | C1K012051 | COMPARATIVE STUDY ABOUT CONSUMERS BEHAVIOR AND BRAND AWARENESS IN INDONESIA AND THAILAND TOWARD THREE BRAND CARBONATED SOFT DRINK (COCA-COLA, PEPSI, AJE BIG COLA) | ABSTRAK Tujuan dari penelitian mencoba untuk menyelidiki kebiasaan konsumen Indonesia dan Thailand dalam memilih minuman ringan berkarbonasi dan penulis mencoba menyelidiki kesadaran merek dari Indonesia konsumen dan Thailand terhadap minuman berkarbonasi. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dalam Manajemen Pemasaran dan menjadi dasar tentang kebiasaan konsumen dan brand awareness di seluruh negeri. Dengan penelitian baru tentang kebiasaan konsumen dan brand awareness di seluruh negeri, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi siapa pun yang akan melakukan penelitian dengan topik yang sama. Temuan dari penelitian dapat disimpulkan, ada beberapa arti yang berbeda seperti saat, substitusi preferensi, pangkat minuman ringan berkarbonasi, frekuensi mengkonsumsi dan loyalitas merek dan beberapa perbandingan yang sama seperti preferensi merek dan mengenali produk antara konsumen di Thailand dan Indonesia terhadap minuman berkarbonasi. | ABSTRACT The aims of research try to investigating the consumer’s habits of Indonesia and Thailand in choosing carbonated soft drink and the writer try to investigating the brand awareness of consumer’s Indonesia and Thailand toward carbonated soft drink. Theoretically, This research hopefully can give the knowledge in Marketing Management and become the foundation about consumer habit and brand awareness across country. With the new research about consumer habit and brand awareness across country, this research can be the reference for whoever who will conduct the research with the same topic. The finding of the research can conclude, There is some significance different such as moment, preference substitution, rank of carbonated soft drink, frequency of consuming and brand loyalty and some similar comparison such as brand preference and recognize the product between consumer in Thailand and Indonesia toward carbonated soft drink. | |
| 5695 | 15520 | D1E012058 | KAJIAN HUBUNGAN ANTARA BOBOT TETAS DENGAN PERTUMBUHAN PERIODE AWAL PADA ITIK HASIL PERSILANGAN PEJANTAN TEGAL DAN INDUK MAGELANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot tetas dengan pertumbuhan periode awal itik hasil persilangan pejantan Tegal dengan induk Magelang. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 80 ekor itik hasil persilangan pejantan Tegal dan induk Magelang, yang selanjutnya disebut itik Gallang. Pakan yang diberikan adalah pakan itik fase starting yang terdiri dari complete feed BR 1 dengan kandungan PK 21% serta ME 3150 Kkal dan ditambahkan dedak, jagung giling dan konsentrat itik pedaging. Metode penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan dan simpang baku bobot tetas, pertumbuhan absolut, dan pertumbuhan relatif periode awal itik Gallang masing-masing sebesar 43,63±4,00 g, 21,06±2,75 g/hari, dan 0,23±0,016. Terdapat hubungan antara bobot tetas dengan pertumbuhan periode awal itik Gallang. Nilai koefisien korelasi (r) antara bobot tetas dengan pertumbuhan absolut sebesar 0,109 dan pertumbuhan relatif sebesar -0,286. Koefisien determinasi (R2) antara bobot tetas dengan pertumbuhan absolut sebesar 1,2% dan pertumbuhan relatif 8,19%, dengan persamaan regresi masing-masing Y= 17,77 + 0,075X dan Y= 0,28 – 0,001X. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif antara bobot tetas dengan pertumbuhan periode awal pada itik Gallang. | The research objectives were to determine the relationship between the hatching weight and the initial period of growth of Gallang duck. It is a cross breed between Tegal male and Magelang female. The material used in the study is 80 Gallang duck. The feed was duck ration in the starting period consisting of complete feed BR 1 which contained CP 21% and ME 3150 Kcal and was added with rice bran, corn flour, and broiler duck’s concentrate. The research method was experimental using correlation regression analysis. The results showed that the mean and standard deviations of hatching weight, absolute growth, and relative growth in the duck’s starting period were, respectively, 43.63 ± 4.00 g, 21.06±2.75 g/day, and 0.23±0.016. There was a relationship between hatching weight and starting period growth of the duck. The coefficient correlation (r) between the hatching weight and absolute growth was 0.109 and the relative growth was -0.286. The coefficient of determination (R2) between the hatching weight and the absolute growth was 1.2% and the relative growth was 8.19%, with each regression equation Y= 17.77 + 0,075X and Y= 0.28 – 0.001X. This study concludes that there is a positive relationship between the hatching weight and the starting period of growth of Gallang duck. | |
| 5696 | 15521 | H1K010007 | STUDI KARAKTERISTIK HABITAT PENELURAN PENYU SISIK (Eretmochelys imbricata) dI PESISIR CILACAP | Penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudera Pasifik, dan Benua Asia. Namun keberadaannya telah lama terancam baik kehidupan di alam maupun dari kegiatan yang dilakukan oleh manusia yang dapat membahayakan populasi penyu secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian berjudul “Studi Karakteristik Habitat Peneluran Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di Pesisir Cilacap” dilaksanakan pada November 2015.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor fisik dan biologi habitat Penyu Sisik di pesisir Cilacap.Alat yang digunakan adalah transek kuadrat 20x20m² untuk menghitung vegetasi pantai dan menggunakan alat seperti thermometer, GPS, water pass untuk mengukur kemiringan pantai, suhu sarang pasir, dan suhu permukaan pasir. Hasil dari pengukuran suhu permukaan pasir, suhu sarang pasir, kemiringan pantai, indeks keseragaman dan indeks kerapatan menunjukan hasil yang berbeda dari kelima pantai.Suhu permukaan berkisar antara 29-33,3°C, suhu sarang berkisar antara 27-30,6°C, kemiringan pantai berkisar antara 3,8-33°, indeks keseragaman berkisar antara 0,06-0,35, indeks kerapatan berkisar antara 0,03-0,18 individu/m2. Hasil dari analisis sedimen dari kelima pantai, sedimen yang dominan di kelima pantai tersebut yaitu pasir kasar dan pasir halus. | Sea turtle is a reptile that lived in the sea and be able to migrate long distances along the Indian Ocean, the Pacific Ocean, and the continent of Asia. But unfortunately its existence has long threatened both their lives in natural and human activities carried out by that can harm the turtle population is directly or indirectly. The study of “Study Characteristic Nesting Habitat of Sea Turtle (Eretmochelys imbricata) in Coastal Cilacap” was done in November 2015. The purpose of this study was to determine the physical and biological factors Sea turtle habitat in the Coastal Cilacap. Sampling of Sea turtle was done using squares transect 20x20m² to measure coastal vegetation and se tools such as thermometers, GPS, to measure the water pass slope beach, nest temperature, and surface temperature. The results of measurements of surface temperature, the temperature of the nest, the slope of the beach, the diversity and density of the beach showed different results from the five beaches. The surface temperature have a ranges 29-33,3°C, temperature of the nest have a ranges 27-30,6°C, the slope of the beach have a ranges 3,8-33°, the diversity have a ranges 0,06-0,35 and density have a ranges 0,03-0,18. The results of the analysis of the five coastal sediments, sediments are dominant in the fifth beach is coarse sand and fine sand. | |
| 5697 | 15529 | D1F014020 | PENDUGAAN MUTU GENETIK KARAKTERISTIK PRODUKSI UNTUK MEMILIH INDUK HASIL PERSILANGAN PEJANTAN ITIK TEGAL DENGAN BETINA MAGELANG (GALLANG) | Penelitian ini bertujuan untuk menduga mutu genetik karakteristik umur awal bertelur dan bobot telur pada itik hasil persilangan pejantan itik Tegal dengan betina Magelang yang selanjutnya disebut itik Gallang. Materi penelitian adalah induk itik Gallang (F1) berjumlah 48 ekor. Metode yang digunakan adalah penaksiran heritabilitas (h2) menggunakan Parent Offspring Regression dan pendugaan mutu genetik menggunakan nilai pemuliaan (NP) individu. Variabel yang diukur adalah umur awal bertelur dan bobot telur. Setiap individu dihitung nilai pemuliaanya, kemudian hasil dugaan NP tersebut disusun berdasarkan peringkatnya. Pemilihan induk dilakukan dengan mempertahankan 25, 50 dan 75% dari total populasi. Hasil seleksi diperoleh dengan menduga respon seleksi menggunakan intensitas seleksi yang berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan umur awal bertelur induk itik Magelang (P) dan itik Gallang (F1) masing-masing sebesar 203 ± 3,39 hari dan 154,13 ± 17,30 hari, sedangkan bobot telur masing-masing sebesar 63,98 ± 3,18 g dan 61,51 ± 2,82 g. Heritabilitas (h2) umur awal bertelur dan bobot telur induk itik Gallang (F1) adalah 0,70 ± 10,18 dan 0,26 ± 0,96. Respon seleksi berdasarkan umur awal bertelur dan bobot telur dengan proporsi induk yang dipertahankan sebesar 25, 50 dan 75% diperoleh masing-masing sebesar 7,66; 4,83; 2,53 dan 0,46; 0,29; 0,15. Kecermatan seleksi pada induk itik Gallang (F1) berdasarkan umur awal bertelur dan bobot telur adalah 0,83 dan 0,50. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa 1) semakin sedikit proporsi induk yang dipertahankan maka nilai intensitas seleksi semakin tinggi sehingga respon seleksi yang diperoleh juga semakin tinggi; 2) karakteristik produksi berbeda maka nilai heritabilitas, respon seleksi dan kecermatan seleksi yang diperoleh juga berbeda; dan 3) karakteristik umur awal bertelur dan bobot telur dapat digunakan sebagai kriteria seleksi induk itik Gallang. | The objective of this research is to estimate the genetic quality of the characteristics of initial spawning age and egg weight of crossbred duck parents that are commonly called Gallang ducks, i.e. ducks cross-bred from a male Tegal duck and a female Magelang duck. The research material was 48 crossbred duck parents on the first generation (F1). The experiment used heritability estimation (h2) with Parent Offspring Regression method and the estimation of the genetic quality used an individual’s breeding value. The variables were the ducks’ age at their initial spawning and egg weight. After the breeding value of each individual was calculated, then the results were sorted by the rank. The parents were selected by maintaining 25, 50 and 75 percent of the total population. The results of the selection were obtained by estimating the selection response with different selection intensities. The experiment showed that the average age of the Magelang (P) and Gallang (F1) ducks’ first spawning is, respectively, 203 ± 3.39 and 154.13 ± 17.30 days, where as their egg weight is respectively 63.98 ± 3.18 and 61.51 ± 2.82 g. The heritability (h2) of the Gallang ducks’ (F1) initial spawning age and egg weight is 0.70 ± 10.18 and 0.26 ± 0.96, respectively. The response of the selection by the first spawning age with the proportion that were maintained by 25, 50 and 75 percent are 7.66; 4.83 and 2.53 whereas the egg weight are 0.46; 0.29 and 0.15. The selection accuracy in Gallang duck parents (F1) based on the first spawning age and weight egg are 0.83 and 0.50. It can be concluded, therefore, that 1) the less the proportion of parents that were maintained the higher selection intensity that was obtained, and the selection response will be higher as well; 2) different production characteristics produce different values of heritability, selection response, and selection accuracy; and 3) the characteristics of first spawning age and egg weight can be used as criteria in determining Gallang duck parents. | |
| 5698 | 15530 | B1J011116 | KARAKTER TRUSS MORPHOMETRICS PADA IKAN GULAMAH (Aspericorvina jubata) FAMILIA SCIAENIDAE | Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) merupakan salah satu tempat pendaratan ikan yang terbesar di Cilacap, dan komoditas perikanan yang tertangkap diantaranya adalah ikan gulamah (Aspericorvina jubata). Ikan gulamah termasuk anggota familia Sciaenidae. Ikan gulamah memiliki bentuk tubuh pipih, dan memanjang langsing. Ikan gulamah banyak dimanfaatkan masyarakat untuk dipasarkan dalam bentuk segar, rebus atau kering. Informasi tentang ikan gulamah masih sangat terbatas. Ikan gulamah termasuk ikan yang dimorfisme seksualnya belum diketahui. Dimorfisme seksual yaitu perbedaan bentuk tubuh antara ikan jantan dan betina. Perbedaan bentuk tubuh antara ikan jantan dan betina dapat diduga melalui teknik truss morphometrics. Teknik truss morphometrics dilakukan dengan cara menentukan titik-titik truss (titik patokan) pada bagian tubuh tertentu, lalu menghubungkan titik-titik tersebut secara horizontal, vertikal dan diagonal sehingga tubuh ikan terbagi menjadi beberapa ruang truss. Metode yang digunakan adalah survei dan pengambilan sampel secara Simple Sampling. Sampel diambil sebanyak 2 kali dan setiap ulangan diambil 30 ekor, jumlah keseluruhan sampel yang diambil sebanyak 60 ekor. Penelitian ini dilakukan dengan bertujuan untuk mengetahui perbedaan ikan gulamah jantan dan betina menggunakan teknik truss morphometrics serta mengetahui jarak truss morphometrics yang dapat dijadikan sebagai ciri pembeda ikan gulamah jantan dan betina. Data hasil pengukuran truss yang telah dibandingkan dengan panjang standar dianalisis dengan menggunakan uji “t” dengan software SPSS. Hasil penelitian berdasarkan data perbandingan dengan pengukuran antara jarak truss dan panjang standar dari 26 karakter menujukkan bahwa terdapat jarak truss yang membedakan antara jantan dan betina yaitu jarak C3. Jarak C3 merupakan jarak sirip dorsal berjari-jari lemah dengan jarak pertengahan antara sirip ventral dengan sirip anal. | Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) is one of the largest fish landing ground in Cilacap, and gulamah fish (Aspericorvinajubata) is one of the fisheries products that was caught there. Gulamah fish is belong to Sciaenidae familia. Gulamah fish has flattened and elongated bodies. Fresh, boiled, or dried gulamah fish were usually sold by the people. Information about Gulamah fish is still limited. Sexual dimorphism of Gulamah fish is still unknown. The example of sexual dimorphism is the differences in the shape of the body between male and female fish. The differences in the shape of the body between male and female fish might be estimated through truss morphometrics technique. Truss morphometrics technique can be done by determining the truss point on certain body parts, then connecting that points horizontal, vertical and diagonally so the fish body divided into pieces. This study was done using survey methods and the sample was collected with simple sampling. Samples were taken 2 times and 30 samples were taken for each repetition, with total 60 samples were taken for this study. The purpose of this study is to know the difference between the male and female Gulamah fish using truss morphometrics technique and to know the length of truss morphometrics that can be used to differentiate the characteristic of male and female Gulamah fish. Data of truss measurement that have been compared with the standard length were analyzed using T test and SPSS software. The results based on the data comparison between the measurements among the truss length and the standards length of 26 character suggests that C3 length differentiate male and female gulamah fish. The C3 length is the range between the soft part of dorsal fins and the mid point between anal and ventral fin. | |
| 5699 | 15522 | C1A012050 | EFISIENSI USAHA DAN KEUNTUNGAN USAHA TANI JAGUNG DI DESA DANGDEUR KECAMATAN BANYURESMI KABUPATEN GARUT | Penelitian ini berjudul “Efisiensi Usaha dan Keuntungan Usaha Tani Jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut”. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui tingkat efisiensi usaha usaha tani jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut; 2) Mengetahui keuntungan yang diterima dari usaha tani jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut; 3) Menganalisis break even point atau titik impas usaha tani jagung di Desa Dangdeur Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan data primer yang diperoleh melalui wawancara dan kuesioner. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani jagung di Desa Dangdeur. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 80 petani jagung di Desa Dangdeur dengan metode stratified random sampling (acak berstrata). Pada penelitian ini digunakan analisis R/C rasio untuk mengetahui tingkat efisiensi usaha, analisis penerimaan dan biaya untuk mengetahui besarnya keuntungan dan analisis break even point untuk menghitung BEP. Hasil dari penelitian ini menunjukkan rata-rata penerimaan usaha tani jagung per 1 hektar di daerah penelitian adalah Rp17.776.237,00 dengan rata-rata biaya produksi sebesar Rp10.845.225,00 sehingga diperoleh total pendapatan bersih usaha tani jagung di daerah penelitian sebesar Rp6.931.012,00. Nilai R/C yang diperoleh 1,63 > 1. Rata-rata nilai BEP unit sebesar 2.071 kg, BEP penjualan sebesar Rp6.017.150,00, BEP harga produksi Rp1.803,00 dan BEP luas lahan sebesar 0,93 hektar maka usaha tani jagung didaerah penelitian sudah efisien dan menguntungkan serta layak untuk diusahakan. Implikasi dari penelitian ini adalah: 1) Penggunaan input produksi seperti pupuk dan bibit perlu disesuaikan dengan standar operasional prosedur, agar petani dapat menghasilkan jagung berkualitas dengan produksi yang optimal dan biaya yang efisien. Biaya terbesar diperoleh dari biaya tenaga kerja, penggunaan alat-alat pertanian modern dalam dalam proses tanam, pemupukan dan panen akan membantu memudahkan proses pertanian dan mempercepat waktu pengerjaan, dengan demikian petani dapat meminimalkan biaya. 2) Pendapatan yang diperoleh dari usaha tani jagung secara keseluruhan sudah memberikan keuntungan kepada petani di Desa Dangdeur, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Dilihat dari pendapatan yang diperoleh, usaha tani jagung ini dapat tetap dilanjutkan, karena telah memberikan keuntungan kepada petani. 3) Luas lahan yang berada di bawah nilai BEP, perlu dilakukan ekstensifikasi pertanian, hal ini dimaksudkan agar petani dapat mencapai titik impas dalam luas lahan dan tetap bisa menjaga efisiensi produksi. | This reseacrh entitled “Business Efficiency and Profits of Corn Farming in Dangdeur Village of Banyuresmi District Garut Regency”. This research aims 1) determine business efficiency level of corn farming in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency; 2) determine profits that earned by corn farming in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency; 3) analyze the break event point of corn farming in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency. The method of this research used survey and usage primary data by interview questionnaries. Populations of this research are all of corn farmers in Dangdeur Village. The number of samples are 80 respondents in Dangdeur Village and sample method used by stratified random sampling. This research used R/C ratio analysis to determine business efficiency level, income and cost analysis to determine profits and break event point analysis to determine BEP. The result of this research shows that average income of corn farmers per 1 hectare is Rp17.776.237,00 and average cost of production is Rp10.845.225,00 so total revenue of corn farming in this research area is Rp6.931.012.,00. R/C values which gained is 1,63 > 1. Average BEP’s unite value is 2.071 kg, BEP’s sales is Rp6.017.150,00, BEP’s price of production is Rp1.803,00 and BEP’s land area is 0,93 hectare so corn farming in the research area are efficient and profitable. Implications of this research are: 1) The usage of input production such as fertilizer and seeds should be adapted by operational standards procedure so farmers can producing good quality of corn with higher resale values with efficient cost. Most of cost came from labour cost. The usage of modern farmer tools on planting process, fertilizing and harvest will help and simplify the process of agriculture and accelerate the processing time, so farmers can minimize their costs. 2) Revenues which gained from corn farmers overall already profitable for farmers in Dangdeur Village, Banyuresmi District, Garut Regency. Observed from revenue that earned, this corn farmers can be continued, because already profitable. 3) Land area which under the BEP value, should be done agricultural extensification, it is intended so farmers can reach BEP’s land area and can maintain efficiency of production. | |
| 5700 | 15523 | C1L011009 | THE EFFECT OF FIRM SIZE, PROFITABILITY AND PUBLIC OWNERSHIP STRUCTURE ON INCOME SMOOTHING AFTER THE IMPLICATION OF PSAK 50 AND 55 (Empirical Study on Banking Companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2010-2014) | PSAK 50 & 55 (revisi) penting bagi sektor perbankan, karena bertujuan untuk meningkatkan transparansi, memperkecil pengungkapan yang hanya menguntungkan manajerial perbankan dan mempersempit kemungkinan adanya kecurangan. Perataan laba merupakan salah bentuk kecurangan yang sering manajemen lakukan untuk memaksimalkan keuntungan bagi dirinya sendiri sehingga membuat investor salah dalam mengambil keputusan untuk investasinya. Penelitian ini merupakan penelitian verifikatif untuk menguji kebenaran tentang pengetahuan dan penelitian terdahulu pada perusahaan perbankan yang terdaftar di IDX. Penelitian ini mengambil judul : “Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Struktur Kepemilikan Publik Terhadap Praktek Perataan Laba Pasca Penerapan PSAK 50 & 55 ” (Studi Kasus pada Perusahaan Perbankan yang Terdaftar di IDX Periode 2010-2014). Populasi dalam penelitian ini adalah semua perusahaan perbankan yang terdaftar di IDX pada periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan 25 perusahaan perbankan sebagai sampel yang didapat melalui metode Purposive Sampling. Discretionary Accrual dengan Modified Jones digunakan untuk menentukan praktek perataan laba. Metode Multiple Linear Regression digunakan untuk menguji pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini. Hasil penelitian memberikan bukti empiris sebagai berikut, pertama, ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba. Kedua, return on assets tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba. Ketiga, operating profit margin tidak berpengaruh terhadap praktek perataan laba. Keempat, earnings per share berpengaruh negatif terhadap praktek perataan laba. Kelima, struktur kepemilikan publik berpengaruh positif terhadap praktek perataan laba. Temuan hasil penelitian ini memberikan implikasi bagi investor untuk lebih berhati-hati pada earnings per share dan struktur kepemilikan publik dalam mengambil keputusan untuk investasi, karena kedua faktor tersebut mempunyai pengaruh terhadap praktek perataan laba. | PSAK 50 & 55 (revised) is important for the banking sector, as it aims to increase transparency, reducing disclosure that only benefit for banking managerial and narrow down the possibilities of fraud. Income smoothing is one form of fraud that management is often done to maximize the benefits for themselves, so that make any investor incorrect in making decisions for their investment. This study is a verification to test the truth of knowledge and previous research on banking companies listed on the IDX. This study takes the title: "The Effect of Firm Size, Profitability and Public Ownership Structure On Income Smoothing After The Implementation Of PSAK 50 & 55" (Case Study on Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange Period 2010-2014). The population in this study are all banking companies listed on IDX in 2010-2014. This study used 25 banking companies as samples obtained through purposive sampling method. Discretionary Accrual by Modified Jones used to determine income smoothing practice. Multiple Linear Regression method used to test the effect of independent variables and the dependent variable in this study. The results of the study provides empirical evidence as follows, first, firm size has no effect on income smoothing practice. Second, return on assets has no effect on income smoothing practice. Third, operating profit margin has no effect on income smoothing practice. Fourth, earnings per share negatively affect income smoothing practice. Fifth, public ownership structure positively affect income smoothing practice. The findings of this study have implications for investors to be more cautious on earnings per share and public ownership structure in the decision to invest, because both of these factors have an influence on income smoothing practice. |