Artikel Ilmiah : A1F022107 a.n. ANYA DIVA FARADILLA

Kembali Update Delete

NIMA1F022107
NamamhsANYA DIVA FARADILLA
Judul ArtikelAnalisis Kadar Serat Kasar, Vitamin C, dan Antosianin Kefir Sinbiotik Susu Kambing dengan Penambahan Ekstrak Beras Hitam, Bit, dan Buah Naga.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kefir sinbiotik merupakan minuman fermentasi yang mengombinasikan
komponen probiotik dan prebiotik sehingga berpotensi dikembangkan sebagai
pangan fungsional. Susu kambing dipilih karena memiliki karakteristik yang relatif
mudah dicerna dan mengandung protein serta mineral yang mendukung nilai gizi
produk. Kandungan gizi tersebut menyediakan substrat yang mendukung aktivitas
mikroorganisme selama fermentasi kefir. Penambahan ekstrak beras hitam, umbi
bit, dan buah naga merah digunakan sebagai perlakuan yang berbeda karena
masing-masing memiliki karakteristik kandungan bioaktif yang berbeda. Perbedaan
karakteristik tersebut diharapkan memberikan pengaruh yang berbeda terhadap
kadar serat kasar, vitamin C, dan antosianin pada kefir sinbiotik susu kambing.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jenis, konsentrasi ekstrak, kombinasi
keduanya terhadap karakteristik kimia kefir sinbiotik susu kambing yang meliputi
kadar serat kasar, vitamin C, dan antosianin, serta menentukan perlakuan terbaik
dari ketiga parameter tersebut.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua
faktor dengan tiga kali ulangan. Faktor pertama terdiri atas ekstrak beras hitam,
umbi bit, dan buah naga. Faktor kedua terdiri atas empat taraf konsentrasi ekstrak,
yaitu 0,5%, 1,0%, 1,5%, dan 2,0%, sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan.
Produk ini ditambahkan tepung kulit pisang sebagai sumber prebiotik dengan
jumlah yang sama pada semua perlakuan dan difermentasi menggunakan kefir
grains selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (Two-Way
ANOVA) pada taraf nyata 5%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple
Range Test (DMRT) apabila terdapat perbedaan nyata, serta penentuan perlakuan
terbaik menggunakan metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal
Solution (TOPSIS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekstrak berpengaruh nyata
terhadap kadar serat kasar, vitamin C, dan antosianin kefir sinbiotik susu kambing.
Konsentrasi ekstrak hanya berpengaruh nyata terhadap kadar vitamin C dan
antosianin, sedangkan kombinasi antara jenis dan konsentrasi ekstrak hanya
berpengaruh terhadap kadar antosianin. Berdasarkan hasil analisis TOPSIS
terhadap ketiga parameter, perlakuan terbaik adalah kefir sinbiotik susu kambing
dengan penambahan ekstrak buah naga merah 2%. Perlakuan terbaik tersebut
memiliki kadar serat kasar sebesar 4,728%, vitamin C sebesar 45,467 mg/100 g,
dan antosianin sebesar 31,978 mg/100 g.
Abtrak (Bhs. Inggris)Synbiotic kefir is a fermented beverage that combines probiotic and prebiotic
components, making it a promising candidate for development as a functional food.
Goat milk was selected as the milk base due to its relatively high digestibility and
its protein and mineral contents, which contribute to the nutritional value of the
product. These nutrients also provide substrates that support microbial activity
during kefir fermentation. Extracts of black rice, beetroot, and red dragon fruit were
incorporated as different treatments because each possesses distinct bioactive
characteristics. These differences were expected to produce varying effects on the
crude fiber, vitamin C, and anthocyanin contents of goat milk synbiotic kefir. This
study aimed to determine the effects of extract type, extract concentration, and their
interaction on the chemical characteristics of goat milk synbiotic kefir, including
crude fiber, vitamin C, and anthocyanin contents, as well as to determine the best
treatment based on these three parameters.
The study employed a two-factor factorial Completely Randomized Design
(CRD) with three replications. The first factor consisted of black rice, beetroot, and
red dragon fruit extracts, while the second factor consisted of four extract
concentrations, namely 0.5%, 1.0%, 1.5%, and 2.0%, resulting in 12 treatment
combinations. Banana peel flour was added as a prebiotic source at the same
concentration in all treatments, and the products were fermented using kefir grains
for 24 h. The data were analyzed using two-way analysis of variance (ANOVA) at
a 5% significance level, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) when
significant differences were observed. The best treatment was determined using the
Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS).
The results showed that extract type significantly affected the crude fiber,
vitamin C, and anthocyanin contents of goat milk synbiotic kefir. Extract
concentration significantly affected vitamin C and anthocyanin contents, whereas
the interaction between extract type and concentration significantly affected only
anthocyanin content. Based on TOPSIS analysis of the three parameters, the best
treatment was goat milk synbiotic kefir supplemented with 2% red dragon fruit
extract. The selected treatment contained 4.728% crude fiber, 45.467 mg/100 g
vitamin C, and 31.978 mg/100 g anthocyanins.
Kata kunciantosianin; buah naga merah; serat kasar; susu kambing; vitamin C; kefir sinbiotik
Pembimbing 1Prof. Dr. Rifda Naufalin, S.P., M.Si.
Pembimbing 2Indah Nuraeni, S.TP., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman83
Tgl. Entri2026-08-24 14:03:18.242087
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.