Artikel Ilmiah : C1C022041 a.n. NELY OCTYANA
| NIM | C1C022041 |
|---|---|
| Namamhs | NELY OCTYANA |
| Judul Artikel | Pengaruh e-commerce, modal usaha, lingkungan keluarga, dan kreativitas terhadap minat berwirausaha |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian berjudul “Pengaruh E-commerce, Lingkungan Keluarga, Modal Usaha, dan Kreativitas terhadap Minat Berwirausaha Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman” disusun berdasarkan persoalan proporsi pelaku kewirausahaan nasional yang masih tertinggal apabila disejajarkan dengan sejumlah negara lainnya. Permasalahan tersebut juga disertai banyaknya alumni perguruan tinggi yang belum memperoleh kesempatan memasuki pasar tenaga kerja. Fenomena demikian memperlihatkan perlunya langkah strategis untuk menumbuhkan ketertarikan dalam membangun usaha, terutama pada kelompok mahasiswa yang dinilai mempunyai kapasitas besar untuk menghadirkan kesempatan kerja. Kemajuan teknologi berbasis digital, peran keluarga, kecukupan pembiayaan usaha, serta daya cipta dinilai sebagai unsur yang berpotensi memperkuat ketertarikan mahasiswa terhadap aktivitas kewirausahaan. Kerangka konseptual yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu Theory ofPlanned Behavior (TPB). Ajzen (1991) menjelaskan kehendak individu dalam menjalankan tindakan tertentu terbentuk melalui tiga unsur pokok, yakni attitude toward behavior, subjective norm, serta perceived behavioral control. Attitude toward behavior berkaitan dengan cara individu mengevaluasi suatu perbuatan. Subjective norm merujuk pada tekanan, penerimaan, atau dorongan sosial yang berasal dari pihak-pihak di sekitar individu. Sementara itu, perceived behavioral control menggambarkan kepercayaan individu mengenai kapasitas dan peluang yang tersedia untuk melaksanakan tindakan terkait. Pada penelitian tersebut, kreativitas digunakan sebagai perwujudan attitude toward behavior, lingkungan keluarga ditempatkan sebagai cerminan subjective norm, sedangkan e-commerce beserta modal usaha diposisikan sebagai representasi perceived behavioral control. Keseluruhan unsur tersebut diperkirakan dapat menerangkan proses munculnya ketertarikan mahasiswa untuk menjalankan kegiatan kewirausahaan. Penelitian diarahkan untuk menguji keterkaitan e-commerce, lingkungan keluarga, modal usaha, serta kreativitas dengan ketertarikan berwirausaha pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang diterapkan berupa pendekatan kuantitatif dengan sasaran mahasiswa berstatus aktif pada jenjang Sarjana (S-1) di Universitas Jenderal Soedirman. Informasi penelitian diperoleh melalui penyampaian angket berbasis internet memakai Google Form. Pemilihan responden dilaksanakan dengan metode convenience sampling. Adapun besaran responden ditetapkan dengan merujuk pada metode proportionate stratified random sampling agar keterwakilan setiap fakultas dapat terpenuhi. Perangkat pengukuran dalam penelitian ini menerapkan skala Likert yang terdiri atas lima tingkatan nilai. Sebelum memasuki tahap pengolahan, seluruh informasi terlebih dahulu melewati pemeriksaan validitas dan reliabilitas guna menjamin setiap perangkat ukur memenuhi kriteria penggunaan. Setelah itu, dilaksanakan pemeriksaan asumsi klasik yang mencakup normalitas, multikolinearitas, serta heteroskedastisitas untuk memastikan persamaan regresi sesuai dengan ketentuan statistik yang berlaku. Pengolahan informasi menggunakan regresi linear berganda dengan dukungan perangkat lunak SPSS. Penilaian terhadap masing-masing dugaan penelitian dilakukan melalui pengujian parsial atau uji t. Sementara itu, kesesuaian persamaan dinilai melalui uji F beserta koefisien determinasi (Adjusted R²). Temuan penelitian membuktikan pemanfaatan e-commerce tidak memberikan dampak yang bermakna secara statistik terhadap ketertarikan mahasiswa untuk menekuni dunia usaha. Kondisi tersebut memperlihatkan penggunaan sarana perdagangan berbasis digital belum cukup kuat dalam mendorong mahasiswa mendirikan bisnis. Kalangan mahasiswa umumnya lebih sering menjadikan e-commerce sebagai tempat membeli berbagai kebutuhan daripada menggunakannya untuk mengelola aktivitas komersial. Keterbatasan pengetahuan mengenai pengoperasian layanan tersebut dan kecenderungan memilih bisnis secara offline menyebabkan e-commerce belum berperan sebagai penentu utama munculnya ketertarikan pada kewirausahaan. Sebaliknya, kondisi keluarga terbukti memberikan dampak searah dan bermakna terhadap ketertarikan tersebut. Perhatian dari orang tua, keharmonisan antaranggota keluarga, dan penguatan secara psikologis dapat menumbuhkan kemantapan mahasiswa dalam menjadikan kewirausahaan sebagai jalur profesi. Kecukupan dana awal turut memberikan dampak searah yang bermakna karena dukungan keuangan mampu menumbuhkan keberanian mahasiswa untuk merintis sekaligus memperbesar kegiatan bisnis. Kemampuan kreatif pun terbukti memberikan kontribusi searah dan bermakna. Individu yang cakap mencetuskan gagasan segar, menyesuaikan diri dengan dinamika keadaan, serta merumuskan pemecahan masalah secara inovatif biasanya memperlihatkan ketertarikan lebih besar untuk memasuki dunia kewirausahaan. Penelitian ini semakin menegaskan relevansi Theory of Planned Behavior sebagai landasan untuk menerangkan pembentukan ketertarikan mahasiswa terhadap kewirausahaan, terutama melalui kontribusi kondisi keluarga, kecukupan pendanaan, dan daya cipta. Meskipun demikian, pemakaian e-commerce belum terlihat sebagai unsur yang paling menentukan dalam menerangkan kecenderungan mahasiswa memasuki dunia bisnis. Bukti empiris tersebut memperlihatkan unsur yang berhubungan dengan teknologi digital tidak selalu secara otomatis memperkuat kehendak individu untuk mendirikan usaha. Temuan penelitian ini diharapkan mendorong mahasiswa agar senantiasa mempertajam kemampuan menciptakan gagasan, menangkap kesempatan bisnis, dan menjaga interaksi yang harmonis dengan keluarga sebagai pihak pemberi penguatan. Institusi pendidikan tinggi juga perlu memperbaiki kegiatan pembelajaran kewirausahaan agar kecakapan komersial mahasiswa semakin berkembang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The research entitled “The Influence of E-commerce, Family Environment, Business Capital, and Creativity on Entrepreneurial Interest among Students of Universitas Jenderal Soedirman” was conducted based on the issue of the proportion of entrepreneurs in Indonesia, which remains relatively low compared with several other countries. This issue is also accompanied by the large number of university graduates who have not yet gained opportunities to enter the labor market. This phenomenon indicates the need for strategic efforts to foster interest in establishing businesses, particularly among university students who are considered to have significant potential to create employment opportunities. Advances in digital technology, the role of the family, the adequacy of business funding, and creativity are considered factors that may strengthen students’ interest in entrepreneurial activities. The conceptual framework applied in this research is the Theory of Planned Behavior (TPB). Ajzen (1991) explains that an individual’s intention to perform a particular behavior is formed through three main components, namely attitude toward behavior, subjective norm, and perceived behavioral control. Attitude toward behavior refers to how an individual evaluates a particular action. Subjective norm refers to the social pressure, acceptance, or encouragement originating from people around the individual. Meanwhile, perceived behavioral control describes an individual’s belief regarding their capabilities and the opportunities available to perform the relevant behavior. In this research, creativity is used as a manifestation of attitude toward behavior, family environment is positioned as a reflection of subjective norm, while e-commerce and business capital are positioned as representations of perceived behavioral control. These components are expected to explain the process through which students develop an interest in engaging in entrepreneurial activities. This research aims to examine the relationship between e-commerce, family environment, business capital, and creativity and entrepreneurial interest among students of Universitas Jenderal Soedirman. The research employed a quantitative approach targeting active undergraduate (S-1) students at Universitas Jenderal Soedirman. Data were collected through an online questionnaire distributed using Google Forms. Respondents were selected using the convenience sampling method. The number of respondents was determined by referring to the proportionate stratified random sampling method to ensure the representation of each faculty. The measurement instrument used a five-point Likert scale. Before the data were analyzed, all data underwent validity and reliability tests to ensure that each measurement instrument met the required criteria. Subsequently, classical assumption tests consisting of normality, multicollinearity, and heteroscedasticity tests were conducted to ensure that the regression model met the applicable statistical requirements. The data were analyzed using multiple linear regression with the assistance of SPSS software. Each research hypothesis was evaluated through a partial test or t-test. Meanwhile, the overall suitability of the regression model was assessed using the F-test and the coefficient of determination (Adjusted R²). The findings indicate that the use of e-commerce does not have a statistically significant effect on students’ entrepreneurial interest. This condition indicates that the use of digital commerce platforms is not yet sufficiently strong to encourage students to establish businesses. Students generally tend to use e- commerce as a platform for purchasing various necessities rather than utilizing it to manage commercial activities. Limited knowledge regarding the use of these services and a tendency to prefer offline businesses have resulted in e-commerce not yet becoming a major determinant of entrepreneurial interest. In contrast, the family environment has been proven to have a positive and significant effect on entrepreneurial interest. Parental attention, harmonious relationships among family members, and psychological support can strengthen students’ confidence in considering entrepreneurship as a career path. Adequate initial funding also has a positive and significant effect, as financial support can increase students’ confidence to start and expand business activities. Creativity likewise has a positive and significant contribution. Individuals who are capable of generating fresh ideas, adapting to changing circumstances, and developing innovative solutions tend to demonstrate greater interest in entering the world of entrepreneurship. This research further confirms the relevance of the Theory of Planned Behavior as a framework for explaining the formation of students’ entrepreneurial interest, particularly through the contributions of family environment, business capital, and creativity. Nevertheless, the use of e-commerce has not emerged as a significant factor in explaining students’ tendency to enter the business world. These empirical findings indicate that factors related to digital technology do not automatically strengthen an individual’s intention to establish a business. The findings are expected to encourage students to continuously improve their ability to generate ideas, identify business opportunities, and maintain harmonious relationships with their families as sources of support. Higher education institutions are also expected to improve entrepreneurship education programs so that students’ commercial competencies can be further developed. |
| Kata kunci | Minat berwirausaha, E-commerce, Lingkungan keluarga, Modal usaha, Kreativitas. |
| Pembimbing 1 | Dra. Irianing Suparlinah M.SI., Ak., CA |
| Pembimbing 2 | - |
| Pembimbing 3 | - |
| Tahun | 2026 |
| Jumlah Halaman | 234 |
| Tgl. Entri | 2026-08-24 12:44:20.996702 |