Artikel Ilmiah : B3A020001 a.n. ANA BINA SARI

Kembali Update Delete

NIMB3A020001
NamamhsANA BINA SARI
Judul ArtikelPOTENSI DAUN KITOLOD (Hippobroma longiflora (L.) G. Don) SEBAGAI AGEN ANTIPROLIFERASI DAN PRO
APOPTOSIS SEL KANKER SERVIKS PADA
TIKUS WISTAR (Rattus norvegicus) YANG
DIINDUKSI BENZO[A]PYRENE
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kanker serviks merupakan salah satu keganasan yang banyak terjadi pada perempuan dan ditandai oleh peningkatan proliferasi sel serta gangguan mekanisme apoptosis. Pengembangan agen kemopreventif berbahan alam menjadi salah satu pendekatan yang berpotensi dalam menghambat perkembangan kanker. Daun kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G. Don) diketahui mengandung berbagai senyawa bioaktif yang berpotensi memiliki aktivitas antioksidan dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi ekstrak etanol daun kitolod sebagai agen antiproliferasi dan proapoptosis pada sel kanker serviks tikus Wistar (Rattus norvegicus) betina yang diinduksi Benzo[a]pyrene (B[a]P), berdasarkan ekspresi Ki-67, p53, Bcl-2, dan caspase-3 serta gambaran histopatologi serviks.

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan desain post-test only control group. Sebanyak 25 ekor tikus Wistar betina dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri atas lima ekor, yaitu kelompok kontrol sehat, kelompok kontrol negatif yang diinduksi B[a]P, serta tiga kelompok perlakuan yang diinduksi B[a]P dan diberikan ekstrak etanol daun kitolod dengan dosis 100, 200, dan 300 mg/kgBB/hari selama 30 hari. Ekstrak daun kitolod dikarakterisasi melalui skrining fitokimia dan Gas Chromatography-Mass Spectrometry (GC-MS). Ekspresi Ki-67, p53, Bcl-2, dan caspase-3 pada jaringan serviks dianalisis menggunakan pemeriksaan imunohistokimia, sedangkan perubahan morfologi jaringan diamati melalui pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin (H&E). Data dianalisis menggunakan one-way ANOVA yang dilanjutkan dengan uji post hoc Bonferroni dengan tingkat kemaknaan p<0,05.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun kitolod mampu menurunkan ekspresi Ki-67 dan Bcl-2 serta meningkatkan ekspresi p53 dan caspase-3 dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif. Perubahan tersebut menunjukkan kecenderungan yang bergantung pada peningkatan dosis, dengan efek paling kuat pada dosis 300 mg/kgBB/hari. Pemeriksaan histopatologi juga menunjukkan perbaikan gambaran jaringan serviks pada kelompok perlakuan, terutama pada dosis 300 mg/kgBB/hari, yang menunjukkan gambaran jaringan lebih mendekati kondisi normal. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa ekstrak etanol daun kitolod memiliki aktivitas antiproliferasi melalui penurunan ekspresi Ki-67 serta aktivitas proapoptosis yang ditunjukkan oleh peningkatan p53 dan caspase-3 disertai penurunan Bcl-2.

Kesimpulan: Ekstrak etanol daun kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G. Don) berpotensi sebagai agen antiproliferasi dan proapoptosis pada model karsinogenesis serviks tikus Wistar betina yang diinduksi Benzo[a]pyrene. Potensi tersebut ditunjukkan melalui modulasi ekspresi Ki-67, p53, Bcl-2, dan caspase-3 serta perbaikan gambaran histopatologi jaringan serviks, dengan respons paling kuat pada dosis 300 mg/kgBB/hari. Temuan ini mendukung potensi daun kitolod sebagai kandidat bahan alam untuk dikembangkan lebih lanjut dalam penelitian kemoprevensi kanker serviks.

Kata kunci: Benzo[a]pyrene, Bcl-2, caspase-3, Hippobroma longiflora (L.) G. Don, kanker serviks, Ki-67, p53.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cervical cancer is one of the most common malignancies affecting women and is characterized by increased cell proliferation and impaired apoptotic mechanisms. The development of natural-product-based chemopreventive agents represents a potential approach to inhibiting cancer progression. Kitolod (Hippobroma longiflora (L.) G. Don) leaves contain various bioactive compounds with potential antioxidant and anticancer activities. This study aimed to evaluate the potential of ethanol extract of kitolod leaves as an antiproliferative and pro-apoptotic agent in cervical cancer cells of female Wistar rats (Rattus norvegicus) induced with Benzo[a]pyrene (B[a]P), based on the expression of Ki-67, p53, Bcl-2, and caspase-3, as well as cervical histopathological changes.

This laboratory experimental study employed a post-test-only control group design. A total of 25 female Wistar rats were divided into five groups, with five rats in each group: a healthy control group, a negative control group induced with B[a]P, and three treatment groups induced with B[a]P and administered ethanol extract of kitolod leaves at doses of 100, 200, and 300 mg/kg BW/day for 30 days. The kitolod leaf extract was characterized using phytochemical screening and Gas Chromatography–Mass Spectrometry (GC-MS). The expression of Ki-67, p53, Bcl-2, and caspase-3 in cervical tissues was assessed by immunohistochemical examination, while tissue morphological changes were evaluated by histopathological examination using hematoxylin and eosin (H&E) staining. Data were analyzed using one-way ANOVA followed by Bonferroni post hoc tests, with p<0.05 considered statistically significant.

The results demonstrated that ethanol extract of kitolod leaves reduced Ki-67 and Bcl-2 expression while increasing p53 and caspase-3 expression compared with the negative control group. These changes showed a dose-dependent trend, with the strongest effect observed at 300 mg/kg BW/day. Histopathological examination also demonstrated improvement in cervical tissue morphology in the treatment groups, particularly at 300 mg/kg BW/day, with tissue morphology approaching that of the normal condition. These findings indicate that ethanol extract of kitolod leaves exerts antiproliferative activity through reduced Ki-67 expression and promotes apoptosis through increased p53 and caspase-3 expression accompanied by decreased Bcl-2 expression.

Conclusion: Ethanol extract of kitolod leaves (Hippobroma longiflora (L.) G. Don) has potential as an antiproliferative and pro-apoptotic agent in a B[a]P-induced cervical carcinogenesis model in female Wistar rats. This potential is demonstrated by modulation of Ki-67, p53, Bcl-2, and caspase-3 expression and improvement in cervical histopathological features, with the strongest response observed at 300 mg/kg BW/day. These findings support the potential of kitolod leaves as a natural-product candidate for further development in cervical cancer chemoprevention research.

Keywords: Benzo[a]pyrene, Bcl-2, caspase-3, cervical cancer, Hippobroma longiflora (L.) G. Don, Ki-67, p53.
Kata kunciBenzo[a]pyrene, Bcl-2, caspase-3, Hippobroma longiflora (L.) G. Don, kanker serviks, Ki-67, p53.
Pembimbing 1Dr. Daniel Joko Wahyono, M.Biomed.
Pembimbing 2Dr. dr. Eman Sutrisna M.Kes
Pembimbing 30
Tahun218
Jumlah Halaman218
Tgl. Entri2026-08-24 14:22:06.912663
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.