Artikelilmiahs

Menampilkan 51.281-51.300 dari 51.321 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5128154699L1C022028Analisis Struktur Vegetasi Mangrove Berdasarkan Karakteristik Sedimen dan Bahan Organik di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Muara Kali Ijo, KebumenKawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Muara Kali Ijo merupakan kawasan rehabilitasi yang penting bagi kestabilan pesisir dengan struktur vegetasi dipengaruhi oleh karakteristik sedimen dan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur vegetasi mangrove berdasarkan karakteristik sedimen dan bahan organik di KEE Muara Kali Ijo, Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah survei lapangan yang dilanjutkan dengan analisis laboratorium. Data struktur vegetasi mangrove dan sampel sedimen diambil pada empat stasiun pengamatan yang mewakili tingkat pertumbuhan semai, pancang, dan pohon. Analisis fraksi sedimen dilakukan dengan metode Buchanan, sedangkan kandungan bahan organik dianalisis menggunakan metode Loss on Ignition (LOI). Struktur vegetasi mangrove dianalisis menggunakan Indeks Nilai Penting, indeks keanekaragaman, dan indeks keseragaman, sedangkan hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan Principal Component Analysis (PCA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur vegetasi mangrove didominasi oleh spesies Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata pada seluruh tingkat pertumbuhan. Karakteristik sedimen di lokasi penelitian pada fraksi lumpur berkisar antara 61,277% hingga 65,259%, pasir sebesar 24,758% hingga 27,830%, dan kerikil sebesar 9,643% hingga 11,874%, sedangkan kandungan bahan organik sebesar 14,44 % hingga 20,60%. Hasil PCA menunjukkan bahwa struktur vegetasi mangrove memiliki hubungan erat dengan karakteristik sedimen dan bahan organik, sehingga kondisi substrat menjadi faktor utama dalam mendukung regenerasi mangrove di kawasan tersebut.The Essential Ecosystem Area (EEA) of Muara Kali Ijo Mangrove is an important rehabilitation area for coastal stability, with vegetation structure influenced by sediment characteristics and organic matter. This study aims to examine the vegetation structure of the mangrove based on sediment characteristics and organic matter in KEE Muara Kali Ijo, Kebumen. The research method used was a field survey followed by laboratory analysis. The vegetation structure and sediment samples were collected at four observation stations that represent the growth levels of seedlings, saplings, and trees. Sediment fraction analysis was done using the Buchanan method, and organic matter content was analyzed using the Loss on Ignition (LOI) method. The structure of mangrove vegetation is analyzed using the Importance Value Index, diversity index, and evenness index, while the relationship between variables is analyzed using Principal Component Analysis (PCA). The research results show that the mangrove vegetation structure is mainly made up of the species Rhizophora mucronata and Rhizophora apiculata at all growth levels. The sediment characteristics at the research site show that the clay fraction ranges from 61.277% to 65.259%, sand ranges from 24.758% to 27.830%, and gravel ranges from 9.643% to 11.874%.The organic matter content is between 14.44% and 20.60%. The PCA results show that the structure of mangrove vegetation is closely linked to sediment and organic matter characteristics, meaning that substrate conditions are a key factor in supporting mangrove regeneration in the area.
5128254697I1J021002ABSTRAK

Latar Belakang: Menstrual health and hygiene management (MHHM) merupakan salah satu komponen penting dalam kesehatan reproduksi remaja. Namun, anak perempuan usia sekolah dasar masih dapat memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai menstruasi dan praktik kebersihan menstruasi yang tepat. Pendidikan kesehatan dengan menggunakan media yang menarik dan interaktif dapat membantu meningkatkan pemahaman anak mengenai kesehatan dan kebersihan menstruasi.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media pop-up book terhadap pengetahuan mengenai menstrual health and hygiene management pada siswi sekolah dasar.

Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan rancangan pre-test and post-test with control group. Responden penelitian berjumlah 60 siswi kelas III, IV, dan V yang terdiri dari 30 siswi kelompok intervensi dan 30 siswi kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media pop-up book mengenai kesehatan dan kebersihan menstruasi, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi selama periode penelitian. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebanyak 31 item yang diadaptasi dari Gultom (2021). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square, Mann–Whitney, dan Wilcoxon sesuai dengan distribusi dan karakteristik data.

Hasil: Karakteristik awal kelompok intervensi dan kelompok kontrol relatif sebanding. Nilai rata-rata pengetahuan sebelum intervensi pada kelompok intervensi sebesar 51,00 ± 4,549, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 50,63 ± 4,398, dengan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (p = 0,689). Setelah diberikan intervensi, nilai rata-rata pengetahuan meningkat menjadi 85,57 ± 6,673 pada kelompok intervensi, sedangkan pada kelompok kontrol menjadi 53,80 ± 1,495. Peningkatan rata-rata skor pengetahuan pada kelompok intervensi sebesar 34,567 poin, sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 3,167 poin. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok setelah intervensi (p < 0,001).

Kesimpulan: Pendidikan kesehatan menggunakan media pop-up book efektif dalam meningkatkan pengetahuan mengenai menstrual health and hygiene management pada siswi sekolah dasar. Media pendidikan yang interaktif seperti pop-up book dapat menjadi salah satu alternatif media dalam pelaksanaan pendidikan kesehatan reproduksi sejak usia sekolah dasar.
ABSTRACT

Background: Menstrual health and hygiene management (MHHM) is an important component of adolescent reproductive health. However, primary school girls may still have limited knowledge regarding menstruation and appropriate menstrual hygiene practices. Health education using attractive and interactive media may help improve children's understanding of menstrual health and hygiene.

Objective: This study aimed to determine the effect of health education using pop-up book media on knowledge of menstrual health and hygiene management among primary school girls.

Methods: This study employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pre-test and post-test with control group design. The participants consisted of 60 female students in grades III, IV, and V, including 30 students in the intervention group and 30 students in the control group. The intervention group received health education using a pop-up book on menstrual health and hygiene, while the control group did not receive the intervention during the study period. Knowledge was measured using a 31-item questionnaire adapted from Gultom (2021). Data were analyzed using the Chi-Square, Mann–Whitney, and Wilcoxon tests according to the distribution and characteristics of the data.

Results: The baseline characteristics of the intervention and control groups were relatively comparable. The mean knowledge score before the intervention was 51.00 ± 4.549 in the intervention group and 50.63 ± 4.398 in the control group, with no significant difference between the two groups (p = 0.689). After the intervention, the mean knowledge score increased to 85.57 ± 6.673 in the intervention group, while the control group increased to 53.80 ± 1.495. The mean increase in knowledge score was 34.567 points in the intervention group and 3.167 points in the control group. The analysis showed a statistically significant difference between the two groups after the intervention (p < 0.001).

Conclusion: Health education using pop-up book media was effective in increasing knowledge of menstrual health and hygiene management among primary school girls. Interactive educational media, such as pop-up books, may be considered as an alternative medium for providing reproductive health education to primary school girls.

Keywords: Health Education; Pop-up Book; Menstrual Health; Menstrual Hygiene; Knowledge; Primary School Girls.
5128354652J0A023050Creating a bilingual institution profile e booklet of the Communication and information Departement Banyumas Laporan proyek akhir ini disusun berdasarkan program magang yang dilaksanakan di Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas (Dinas Komunikasi dan Informatika Banyumas) mulai tanggal 25 Agustus hingga 25 November 2025. Tujuan utama dari magang ini adalah untuk mengembangkan buklet lembaga dwibahasa dalam bentuk e- booklet dwibahasa, yang disajikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Produk ini berfungsi sebagai media publikasi interaktif yang dirancang untuk menyajikan profil, layanan, dan informasi Dinkominfo Banyumas secara lebih profesional, menarik, dan mudah diakses.
Dalam proses penyusunan laporan ini, digunakan tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan baik sebelum kegiatan praktik dimulai maupun selama kegiatan berlangsung, sedangkan wawancara dan dokumentasi dilakukan selama kegiatan praktik berlangsung. Ketiga pendekatan ini digunakan untuk mendukung kegiatan utama, yaitu penyusunan buklet dalam bentuk digital yang disajikan dalam dua bahasa.
Proses pembuatan buklet ini dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Selama proses tersebut ditemui beberapa kendala, di antaranya kesulitan menerjemahkan istilah teknis pemerintahan, namun hal tersebut dapat diselesaikan dengan baik. Hasil akhir dari proyek ini berupa kode pemindai (QR code) yang mengarah pada akses e-buklet, yang akan ditempatkan di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas. E-buklet ini diharapkan dapat memberikan informasi serta menarik perhatian masyarakat untuk mengenal berbagai unit kerja dan layanan yang ada di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Banyumas.

This final project report is based on the job training conducted at the Communication and Information Departement of Banyumas Regency (Dinas komunikasi dan informatika Banyumas) from August 25 to November 25, 2025 The primary objective of this internship was to develop a bilingual institution booklet in the form of a booklet presented in both Indonesian and English This product serves as an interactive publication medium designed to present the profile, services, and information of Dinkominfo Banyumas in a more professional, attractive, and accessible manner.
In the process of preparing this report, three main methods were used: observation, interviews, and documentation. Observations were conducted both before the practical activity began and during the activity, while interviews and documentation were carried out during the internship. These three approaches were used to support the core activity, which was the preparation of a digital bilingual booklet
There are three stages in the process of creating an English booklet namely, pre-production, production, and post-production. Although several obstacles were encountered during this process, such as challenges in translating technical government terminology, they were successfully overcome. The final result of this project is a QR code that provides access to the e-booklet, which is placed at the Dinkominfo Banyumas office. The e-booklet is expected to inform and attract public attention to the various divisions and services within Dinkominfo Banyumas.

5128454701L1B022008Penambahan berbagai Dosis Eco-enzyme dari Buah Pepaya dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Ikan Lele (Clarias sp.)Penambahan Eco-enzyme buah pepaya dalam pakan berpotensi meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan lele (Clarias sp.). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh berbagai dosis Eco-enzyme terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta menentukan dosis optimal. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu P0 (0 ml/100 g), P1 (20 ml/100 g), P2 (40 ml/100 g), dan P3 (60 ml/100 g), masing-masing 3 ulangan selama 28 hari. Hasil menunjukkan Eco-enzyme berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot, panjang, dan SGR. Bobot mutlak tertinggi P3 (15,68 g) dan terendah P0 (7,28 g), sedangkan panjang tertinggi P3 (5,15 cm) dan terendah P0 (2,71 cm). SGR bobot tertinggi P3 (4,08%/hari) dan terendah P0 (2,46%/hari). SR tertinggi P2 (88,89%) dan terendah P0, P1, dan P3 (77,78%), namun tidak berbeda nyata (P>0,05). FCR terendah P3 (0,76) dan tertinggi P0 (1,69). Perlakuan P3 (60 ml/100 g) merupakan dosis optimal untuk pertumbuhan dan efisiensi pakan.The addition of papaya fruit Eco-enzyme to feed has the potential to improve growth and feed efficiency in catfish (Clarias sp.). This study aimed to determine the effects of different Eco-enzyme doses on growth and survival and to identify the optimal dose. A Completely Randomized Design (CRD) was used with four treatments: P0 (0 ml/100 g), P1 (20 ml/100 g), P2 (40 ml/100 g), and P3 (60 ml/100 g), with three replications for 28 days. The results showed that Eco-enzyme significantly affected weight, length, and SGR (P<0.05). The highest absolute weight was recorded in P3 (15.68 g) and the lowest in P0 (7.28 g), while the highest absolute length was recorded in P3 (5.15 cm) and the lowest in P0 (2.71 cm). Weight SGR was highest in P3 (4.08%/day) and lowest in P0 (2.46%/day). SR was highest in P2 (88.89%) and lowest in P0, P1, and P3 (77.78%), with no significant difference (P>0.05). FCR was lowest in P3 (0.76) and highest in P0 (1.69). P3 (60 ml/100 g) was the optimal dose for growth and feed efficiency.
5128554702F1F022074Dampak National Sword Policy Cina terhadap Permasalahan Lingkungan di Malaysia (2018-2023)​Penelitian ini menganalisis dampak kebijakan National Sword Policy yang diberlakukan Cina pada tahun 2018 terhadap permasalahan lingkungan di Malaysia pada periode 2018–2023. Kebijakan larangan impor limbah plastik oleh Cina menyebabkan pergeseran besar-besaran aliran perdagangan limbah plastik global, di mana Malaysia muncul sebagai salah satu negara tujuan utama pengalihan limbah dari negara-negara maju seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, dan Uni Eropa. Volume impor limbah plastik Malaysia melonjak lebih dari 700 persen pada tahun 2018, jauh melampaui kapasitas kelembagaan dan infrastruktur pengelolaan limbah nasional yang tersedia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan / analisis data sekunder yang dianalisis melalui kerangka Ecologically Unequal Exchange Theory (EUE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lonjakan impor limbah tersebut memicu tumbuhnya ratusan fasilitas daur ulang ilegal, praktik penyelundupan melalui deklarasi palsu, serta pembakaran terbuka limbah yang tidak dapat diproses. Dampak ekonomi yang diperoleh Malaysia terbukti tidak sebanding dengan ongkos lingkungan yang harus ditanggung, sementara dampak ekologis berupa pencemaran udara, kontaminasi mikroplastik dan logam berat di sungai-sungai utama, serta gangguan kesehatan masyarakat terus berlangsung hingga akhir periode penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa National Sword Policy berfungsi sebagai pemicu, sementara ketimpangan struktural dalam sistem perdagangan internasional menjadi mekanisme yang mewujudkan pemicu tersebut menjadi permasalahan lingkungan konkret di Malaysia.


​This study examines the impact of China's National Sword Policy, implemented in 2018, on environmental problems in Malaysia during the 2018–2023 period. China's ban on plastic waste imports triggered a massive redirection of global plastic waste trade flows, with Malaysia emerging as one of the primary destinations for waste diverted from developed countries such as the United States, Japan, the United Kingdom, and the European Union. Malaysia's plastic waste import volume surged by more than 700 percent in 2018, far exceeding the country's institutional capacity and waste management infrastructure. This research employs a qualitative approach using secondary data analysis, examined through the framework of Ecologically Unequal Exchange (EUE) Theory. The findings show that the surge in waste imports gave rise to hundreds of illegal recycling facilities, smuggling practices through false customs declarations, and open burning of non-processable waste. The economic benefits Malaysia gained proved disproportionate to the environmental costs incurred, while ecological impacts—including air pollution, microplastic and heavy metal contamination in major rivers, and public health disturbances—persisted throughout the study period. The study concludes that the National Sword Policy served as a trigger, while structural inequality within the international trade system functioned as the mechanism that transformed this trigger into concrete environmental problems in Malaysia.

5128654703F1A022025PROSES PEWARISAN KEPERCAYAAN KEJAWEN DALAM KELUARGA PADA KOMUNITAS KEJAWEN DESA ADIRAJA CILACAPKeberlangsungan nilai dan praktik Kejawen menghadapi tantangan akibat modernisasi, perkembangan teknologi, dan menurunnya minat sebagian generasi muda. Namun, masyarakat Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap masih mempertahankannya melalui keluarga sebagai media utama pewarisan budaya. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses pewarisan nilai dan praktik Kejawen, faktor pendukung dan penghambat, serta strategi keluarga dalam menjaga keberlanjutannya. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposif, sedangkan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, menggunakan Teori Stukturasi Anthony Giddens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pewarisan berlangsung secara turun-temurun melalui pembiasaan, keteladanan, nasihat, komunikasi antargenerasi, dan pelibatan generasi muda dalam tradisi. Keberlanjutan budaya didukung komitmen keluarga dan masyarakat, tetapi dihambat modernisasi dan rendahnya minat sebagian generasi muda. Keberlangsungan Kejawen merupakan hasil reproduksi budaya melalui interaksi antara struktur budaya dan tindakan keluarga serta masyarakat yang secara berkelanjutan menjaga, memaknai, dan melestarikan tradisi Kejawen lintas generasi.
The sustainability of Kejawen values and practices is challenged by modernization and declining youth interest. However, families in Adiraja Village, Adipala District, Cilacap Regency continue to preserve these traditions through intergenerational cultural transmission. This study aims to analyze the inheritance process of Kejawen values and practices, the supporting and inhibiting factors, and family strategies for sustaining them. Using a qualitative case study approach, data were collected through interviews, observations, and documentation and analyzed with the Miles and Huberman interactive model based on Anthony Giddens' Structuration Theory. The findings show that Kejawen values are transmitted through habituation, role modeling, advice, communication, and the involvement of younger generations in cultural traditions. Their sustainability is supported by family and community commitment but constrained by modernization and declining youth interest. The continuity of Kejawen depends on the active role of families and communities in preserving and reproducing cultural values across generations.
5128754705J1G024002English Education Students’ Experiences of Learning Vocabulary through Instagram Content of @CettaEnglish
(A Narrative Inquiry of Students in the English Language Education Study Program at Jenderal Soedirman University)
Hermanto, Angelika Azharani. 2026. Pengalaman Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam Mempelajari Kosakata melalui Konten Instagram @Cettaenglish (Sebuah Narrative Inquiry pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman). Pembimbing 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Pembimbing 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Ketua Penguji Eksternal: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., Penguji Eksternal: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.TESOL., Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Pendidikan Bahasa, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Purwokerto.

Penelitian ini mengeksplorasi pengalaman mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris dalam mempelajari kosakata melalui akun Instagram @cettaenglish, meliputi pengalaman belajar, persepsi terhadap fitur dan penyajian konten, serta motivasi, manfaat, dan tantangan yang mereka alami. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain narrative inquiry. Data dikumpulkan melalui kuesioner pendahuluan yang didistribusikan kepada 38 mahasiswa, kemudian dilanjutkan dengan wawancara mendalam terhadap tiga partisipan yang dipilih secara purposive. Data wawancara dianalisis menggunakan analisis tematik berdasarkan kerangka Braun dan Clarke (2006). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mempelajari kosakata melalui penjelasan kontekstual, contoh autentik, dan penerapan kosakata dalam komunikasi sehari-hari, sehingga mendukung pemahaman dan penggunaan kosakata secara produktif. Partisipan juga memandang bahwa contoh kalimat kontekstual, model pelafalan, unsur visual, penjelasan yang ringkas, serta fitur Instagram seperti Reels dan carousel meningkatkan pemahaman dan keterlibatan mereka dalam proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran melalui @cettaenglish meningkatkan motivasi belajar, penguasaan kosakata, kepercayaan diri dalam menggunakan bahasa Inggris, serta fleksibilitas belajar. Namun, partisipan juga menghadapi beberapa tantangan, seperti distraksi dari konten non-edukatif, terbatasnya kesempatan untuk berlatih dan memperoleh umpan balik, serta perlunya sumber belajar tambahan untuk mencapai penguasaan kosakata yang lebih mendalam. Penelitian ini menyimpulkan bahwa @cettaenglish merupakan media pendukung yang efektif dalam pembelajaran kosakata dan berpotensi melengkapi pembelajaran bahasa Inggris formal melalui pengalaman belajar yang kontekstual, menarik, dan fleksibel.
Hermanto, Angelika Azharani. 2026. English Education Students’ Experiences of Learning Vocabulary Through Instagram Content of @Cettaenglish (A Narrative Inquiry on English Language Education Study Program Students of Jenderal Soedirman University). Supervisor 1: Dian Adiarti, S.Pd., M.Hum., Supervisor 2: Novita Pri Andini, S.Pd., M.Pd., Chief External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd., External Examiner: Nisa Roiyasa, S.Pd., M.TESOL., Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, Department of Language Education, English Language Education Study Program, Purwokerto.

This study explored English Education students' experiences of learning vocabulary through the Instagram account @cettaenglish, focusing on their learning experiences, perceptions of the account's features and content presentation, as well as the learning motivations, benefits, and challenges they encountered. This research employed a qualitative narrative inquiry design. Data were collected through a preliminary questionnaire distributed to 38 students, followed by in-depth interviews with three purposively selected participants. The interview data were analyzed using Braun and Clarke's (2006) thematic analysis. The findings revealed that students learned vocabulary through contextual explanations, authentic examples, and opportunities to apply newly learned vocabulary in everyday communication, supporting both vocabulary comprehension and productive language use. Participants also perceived that contextual example sentences, pronunciation models, visual elements, concise explanations, and Instagram features, such as Reels and carousel posts, enhanced their understanding and engagement throughout the learning process. Furthermore, learning through @cettaenglish increased students' motivation, vocabulary knowledge, confidence in using English, and learning flexibility. However, participants also experienced several challenges, including distractions from non-educational content, limited opportunities for practice and feedback, and the need for additional learning resources to achieve deeper vocabulary mastery. In conclusion, @cettaenglish served as an effective supplementary platform for vocabulary learning by providing contextualized, engaging, and accessible learning experiences. The findings suggest that educational Instagram accounts can complement formal English language instruction by supporting vocabulary development, learner engagement, and autonomous learning.

5128854707L1A022024Kesesuaian dan Daya Dukung Kawasan untuk Ekowisata Bahari di Pantai Tirtamaya, Indramayu
Pantai Tirtamaya merupakan salah satu kawasan wisata pesisir di Kabupaten
Indramayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai ekowisata
bahari. Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang terjadi dari tahun ke
tahun memerlukan pengelolaan berbasis kesesuaian dan daya dukung kawasan
agar pemanfaatan sumber daya pesisir tetap berkelanjutan. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian kawasan Pantai Tirtamaya
sebagai lokasi ekowisata bahari serta menentukan daya dukung kawasan untuk
pengembangan wisata yang berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan pada
Februari 2026 di Pantai Tirtamaya, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui survei
lapangan dan pengumpulan data sekunder. Analisis kesesuaian wisata
dilakukan menggunakan Indeks Kesesuaian Wisata (IKW) berdasarkan
parameter kedalaman perairan, tipe pantai, lebar pantai, material dasar perairan,
kecepatan arus, kemiringan pantai, kecerahan perairan, biota berbahaya,
penutupan lahan pantai, dan ketersediaan air tawar. Daya dukung kawasan
dihitung menggunakan metode Daya Dukung Kawasan (DDK). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Pantai Tirtamaya memiliki nilai IKW sebesar 87,50% yang
termasuk dalam kategori S1 (sangat sesuai). Nilai DDK yang diperoleh sebesar
2.812 orang per hari. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Pantai Tirtamaya
sangat sesuai untuk pengembangan ekowisata bahari dan memiliki kapasitas
kawasan yang memadai untuk mendukung aktivitas wisata secara berkelanjutan
apabila jumlah pengunjung dikelola sesuai dengan daya dukung kawasan.

Kata kunci: daya dukung kawasan, ekowisata bahari, indeks kesesuaian wisata,
Pantai Tirtamaya, wisata pantai.
Tirtamaya Beach is one of the coastal tourism areas in Indramayu Regency with
considerable potential for marine ecotourism development. The increasing
number of tourist visits requires management based on tourism suitability and
carrying capacity to ensure the sustainable utilization of coastal resources. This
study aimed to analyze the suitability level of Tirtamaya Beach for marine
ecotourism activities and to determine its carrying capacity for sustainable
tourism development. The research was conducted in February 2026 at
Tirtamaya Beach, Indramayu Regency, West Java, using a quantitative
descriptive method. Data were collected through field surveys and secondary
data sources. Tourism suitability was analyzed using the Tourism Suitability
Index (TSI) based on water depth, beach type, beach width, substrate type,
current velocity, beach slope, water clarity, hazardous biota, coastal land cover,
and freshwater availability. The carrying capacity was calculated using the
Carrying Capacity of the Area (CCA) method. The results showed that Tirtamaya
Beach obtained a Tourism Suitability Index value of 87,50%, categorized as S1
(highly suitable). The carrying capacity value was calculated at 2,812 visitors per
day. These findings indicate that Tirtamaya Beach is highly suitable for marine
ecotourism development and possesses sufficient carrying capacity to support
sustainable tourism activities, provided that visitor numbers are managed in
accordance with the area's carrying capacity.

Keywords: carrying capacity, marine ecotourism, tourism suitability index, Tirtamaya
Beach, beach tourism.
5128954708F1A022049 Pengaruh Status Sosial Ekonomi dan Dukungan Orang Tua terhadap Kedisiplinan Siswa (Studi di SDN 1 Piasa Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas)
Kedisiplinan siswa merupakan aspek penting dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Kedisiplinan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal, tetapi juga faktor eksternal, terutama lingkungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh status sosial ekonomi dan dukungan orang tua terhadap kedisiplinan siswa di SD Negeri 1 Piasa, Kecamatan Somagede, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 92 siswa, meliputi siswa kelas IV, V, VI A, dan VI B yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup dengan skala likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda melalui uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status sosial ekonomi berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa dengan nilai signifikansi 0,042, sedangkan dukungan orang tua berpengaruh signifikan dengan nilai signifikansi 0,000. Secara simultan, status sosial ekonomi dan dukungan orang tua berpengaruh signifikan terhadap kedisiplinan siswa dengan nilai F sebesar 34,841 dan signifikansi 0,000. Kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 44,2% terhadap kedisiplinan siswa. Artinya, semakin baik kondisi sosial ekonomi keluarga dan semakin besar dukungan yang diberikan orang tua, maka kecenderungan kedisiplinan siswa juga semakin baik, dan kedua faktor tersebut secara bersama-sama mampu menjelaskan 44,2% variasi kedisiplinan siswa, sedangkan 55,8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil ini menunjukkan pentingnya optimalisasi dukungan orang tua dan perhatian terhadap kondisi sosial ekonomi keluarga dalam upaya meningkatkan kedisiplinan siswa.Student discipline is an important aspect of supporting the success of the learning process and the development of students’ character. Discipline is influenced not only by internal factors but also by external factors, particularly the family environment. This study aims to analyze the effects of socioeconomic status and parental support on student discipline at SD Negeri 1 Piasa, Somagede District, Banyumas Regency. This study employed a quantitative approach using a survey method. The population and sample consisted of 92 students selected using total sampling. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a Likert scale and analyzed using multiple linear regression through t-test and F-test. The results showed that socioeconomic status had a significant effect on student discipline, with a significance value of 0.042, while parental support also had a significant effect, with a significance value of 0.000. Simultaneously, socioeconomic status and parental support had a significant effect on student discipline, as indicated by an F-value of 34.841 and a significance value of 0.000. The two independent variables jointly contributed 44.2% to student discipline. These findings highlight the importance of optimizing parental support and considering family socioeconomic conditions in efforts to improve student discipline.
5129054709G1B022015Hubungan Paparan Konten Edukasi Kesehatan Gigi di Media Sosial dengan Pengetahuan Ibu tentang First Dental Visit Anak di PurwokertoLatar Belakang: First dental visit (FDV) merupakan kunjungan pertama anak ke dokter gigi yang direkomendasikan sejak erupsi gigi pertama atau sebelum usia satu tahun. Pengetahuan ibu mengenai FDV berperan penting dalam pelaksanaannya. Media sosial sebagai sumber informasi kesehatan berpotensi meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pentingnya FDV. Tujuan: Menganalisis hubungan paparan konten edukasi kesehatan gigi di media sosial dengan tingkat pengetahuan ibu tentang first dental visit di Purwokerto. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 314 ibu yang memiliki anak usia 0–12 bulan di Purwokerto dan dipilih menggunakan teknik cluster sampling. Data diperoleh melalui kuesioner mengenai paparan konten edukasi kesehatan gigi di media sosial dan pengetahuan ibu tentang FDV. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki paparan konten edukasi kesehatan gigi di media sosial pada kategori sedang (54,8%), diikuti kategori tinggi (43,9%). Tingkat pengetahuan ibu tentang first dental memiliki proporsi yang sama pada kategori baik dan kurang, masing-masing sebesar 36,9%, sedangkan kategori cukup sebesar 26,1%. Hasil uji Fisher-Freeman-Halton Exact Test menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara paparan konten edukasi kesehatan gigi di media sosial dengan tingkat pengetahuan ibu tentang first dental visit (p<0,001), dengan keeratan hubungan rendah (CC=0,267). Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara paparan konten edukasi kesehatan gigi di media sosial dengan tingkat pengetahuan ibu tentang first dental visit di Purwokerto, dengan keeratan hubungan yang rendah.Background: The first dental visit (FDV) is a child’s first dental appointment, recommended after the eruption of the first primary tooth or before one year of age. Maternal knowledge plays an important role in ensuring timely FDV, while social media may serve as a source of dental health information. Objective: To analyze the association between exposure to dental health educational content on social media and mothers’ knowledge of the first dental visit in Purwokerto. Methods: This analytic observational study employed a cross-sectional design. A total of 314 mothers with children aged 0–12 months were selected using cluster sampling. Data were collected using questionnaires assessing exposure to dental health educational content on social media and mothers’ knowledge of FDV. Data were analyzed using univariate analysis and the Fisher–Freeman–Halton Exact Test. Results: Most respondents had a moderate level of exposure to dental health educational content on social media (54.8%), followed by a high level (43.9%). Mothers’ knowledge of the first dental visit was equally distributed between the good and poor categories (36.9% each), while 26.1% had moderate knowledge. The Fisher–Freeman–Halton Exact Test showed a statistically significant association between exposure to dental health educational content on social media and mothers’ knowledge of the first dental visit (p < 0.001), with a weak association (Contingency Coefficient [CC] = 0.267). Conclusion: There was a statistically significant association between exposure to dental health educational content on social media and mothers’ knowledge of the first dental visit in Purwokerto, and the association strength was weak.
5129154710L1B022102Efektivitas Antibakteri Eco-enzyme Kombinasi Limbah Buah Jeruk dan Kulit Pisang terhadap Daya Hambat Bakteri Aeromonas hydrophilaAeromonas hydrophila merupakan bakteri patogen penyebab penyakit pada ikan air tawar yang dapat menurunkan produktivitas budidaya. Pengendalian penyakit umumnya menggunakan antibiotik, namun penggunaan secara berlebihan berpotensi meninggalkan residu yang membahayakan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya eco-enzyme. Eco-enzyme merupakan cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi campuran limbah organik, molase, dan air. Eco-enzyme berbahan dasar limbah buah jeruk dan kulit pisang dapat menjadi alternatif dalam mengendalikan penyakit bakterial seperti Aeromonas hydrophila. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antibakteri eco-enzyme berbahan limbah buah jeruk dan kulit pisang serta mengetahui dosis yang optimal untuk menghambat bakteri Aeromonas hydrophila. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan yaitu K+ (antibiotik amoxicillin), K- (aquades asam), 25%, 50%, 75%, dan 100%. Eco-enzyme difermentasi selama 4 bulan, kemudian uji fitokimia dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa aktif. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan uji difusi sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri memiliki daya hambat yang ditunjukkan terbentuknya zona bening dan berdasarkan hasil uji statistik belum dapat ditentukan dosis yang optimal. Eco-enzyme berbahan limbah buah jeruk dan kulit pisang ini memiliki aktivitas antibakteri yang rendah terhadap Aeromonas hydrophila, sehingga potensinya perlu dipelajari lebih lanjut.Aeromonas hydrophila is a pathogenic bacterium that causes disease in freshwater fish and can reduce aquaculture productivity. Disease control typically involves the use of antibiotics; however, excessive use of these drugs has the potential to leave harmful residues. Therefore, safer and more environmentally friendly antibacterial alternatives are needed, one of which is eco-enzyme. Eco-enzymes are liquids produced through the fermentation of a mixture of organic waste, molasses, and water. Eco-enzymes made from citrus fruit waste and banana peels can serve as an alternative for controlling bacterial diseases such as Aeromonas hydrophila. This study aims to test the antibacterial activity of eco-enzymes made from citrus fruit waste and banana peels and to determine the optimal dose for inhibiting Aeromonas hydrophila. The study used six treatments: K+ (antibiotic amoxicillin), K- (acidic distilled water), 25%, 50%, 75%, and 100%. The eco-enzyme was fermented for 4 months, after which phytochemical analysis was conducted to identify the presence of active compounds. Antibacterial activity was assessed using the well diffusion test. The results of the antibacterial activity test showed inhibitory effects indicated by the formation of clear zones; however, based on statistical analysis, an optimal concentration could not yet be determined. This eco-enzyme, made from citrus fruit waste and banana peels, exhibits low antibacterial activity against Aeromonas hydrophila; therefore, its potential requires further study.
5129254711I1A019105Gambaran Higiene dan Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang di Wiayah Kerja Puskesmas Bendan Kota PekalonganLatar belakang: Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) menjadi salah satu alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum karena praktis dan relatif terjangkau. Namun, keamanan air minum tidak hanya ditentukan oleh kualitas air baku dan proses pengolahan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi higiene dan sanitasi depot. Ketidaksesuaian pada lingkungan, bangunan, peralatan, maupun perilaku penjamah dapat meningkatkan risiko kontaminasi air minum. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data yang digunakan berupa data sekunder hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) DAMIU yang diperoleh dari Puskesmas Bendan Kota Pekalongan. Objek penelitian terdiri atas 7 DAMIU yang tercatat dalam wilayah kerja Puskesmas Bendan. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan aspek higiene sanitasi yang terdapat dalam instrumen IKL. Hasil penelitian: Seluruh DAMIU yang diperiksa memperoleh nilai akhir di atas batas kelaikan yang digunakan dalam instrumen IKL sehingga secara keseluruhan dikategorikan memenuhi persyaratan kesehatan. Nilai akhir DAMIU berada pada rentang 82,42–95,75. Aspek lokasi dan sumber air baku menunjukkan pemenuhan persyaratan yang baik. Ketidaksesuaian masih ditemukan terutama pada aspek bangunan, penjamah, dan peralatan, antara lain belum tersedianya fasilitas cuci tangan secara lengkap, tidak tersedianya sabun, pengering atau petunjuk cuci tangan pada beberapa fasilitas, serta masih ditemukan perilaku penjamah yang kurang memenuhi prinsip higiene. Kesimpulan: Secara keseluruhan kondisi higiene sanitasi DAMIU di wilayah kerja Puskesmas Bendan telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil IKL, tetapi masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan perbaikan dan pengawasan berkelanjutan.Background: Refill Drinking Water Depots (DAMIU) are widely used as an alternative source of drinking water because they are practical and relatively affordable. However, drinking water safety is influenced not only by the quality of raw water and treatment processes but also by the hygiene and sanitation conditions of the depot. Non-compliance involving facilities, equipment, or handler practices may increase the risk of contamination. Methodology: This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. Secondary data obtained from Environmental Health Inspection (Inspeksi Kesehatan Lingkungan/IKL) records at Bendan Community Health Center, Pekalongan City, were analyzed. The study covered 7 DAMIUs located within the health center's working area. Data were analyzed descriptively based on the hygiene and sanitation aspects assessed through the IKL instrument. Results: All DAMIUs obtained final scores above the eligibility threshold applied in the IKL assessment and were consequently categorized as meeting health requirements. The final scores ranged from 82.42 to 95.75. The location and raw water source aspects generally met the requirements. Nevertheless, several non-compliances were identified, particularly concerning building conditions, handlers, and equipment, including incomplete handwashing facilities, lack of soap, hand-drying facilities or handwashing instructions, and inappropriate handler practices. Conclusion: Overall, DAMIU hygiene and sanitation conditions within the Bendan Community Health Center working area met the requirements based on IKL results. Nevertheless, several indicators still require improvement and continuous supervision.
5129354712L1A022091Stratifikasi Akumulasi Hg dan Cd dari Jenis Mangrove Rhizophora mucronata dan Aegiceras corniculatum di Segara Anakan, CilacapSegara Anakan merupakan laguna terluas di Pulau Jawa yang menerima limbah logam berat dari aktivitas antropogenik, termasuk industri. Logam berat, khususnya merkuri (Hg) dan kadmium (Cd), berpotensi terakumulasi pada air, sedimen, dan jaringan mangrove Rhizophora mucronata dan Aegiceras corniculatum. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsentrasi merkuri (Hg) dan kadmium (Cd) pada air dan sedimen, mengetahui stratifikasi akumulasi pada akar, batang, dan daun mangrove Rhizophora mucronata dan Aegiceras corniculatum serta mengevaluasi kemampuan mangrove menyerap melalui bioaccumulation factor (BAF) dan translocation factor (TF). Penelitian dilaksanakan pada Oktober–Desember 2025 di Segara Anakan. Metode penelitian menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan purposive sampling berdasarkan sumber bahan pencemar dan keberadaan kedua jenis mangrove. Analisis Hg dan Cd menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). Hasil menunjukkan konsentrasi Hg pada air berkisar 0,0012–0,0048 mg/L dan Cd 0,0250–0,0471 mg/L, melebihi baku mutu. Konsentrasi Hg pada sedimen berkisar 0,0717–0,1831 mg/kg dan Cd 0,5308– 0,7048 mg/kg, tergolong pencemaran ringan. Pola stratifikasi akumulasi menunjukkan akar > batang > daun, dengan akumulasi tertinggi pada Aegiceras corniculatum. Nilai BAF < 1 terhadap Hg menunjukkan ekskluder, sedangkan BAF > 1 terhadap Cd pada stasiun 1 menunjukkan akumulator. Nilai TF < 1 menunjukkan translokasi terbatas sehingga logam terakumulasi pada akar. Kedua mangrove berpotensi sebagai agen fitostabilisator lingkungan.Segara Anakan is the largest lagoon on the island of Java that receives heavy metal pollutants from anthropogenic activities, including industrial sources. Heavy metals, particularly mercury (Hg) and cadmium (Cd), have the potential to accumulate in water, sediments, and the tissues of the mangrove species Rhizophora mucronata and Aegiceras corniculatum. This study aims to analyze the concentrations of mercury (Hg) and cadmium (Cd) in water and sediments, determine the accumulation patterns in the roots, stems, and leaves of the mangrove species Rhizophora mucronata and Aegiceras corniculatum, and evaluate the mangroves’ ability to absorb these metals using the bioaccumulation factor (BAF) and translocation factor (TF). The study was conducted from October to December 2025 in Segara Anakan. The research method employed quantitative descriptive analysis. Sampling was performed using purposive sampling based on the sources of pollutants and the presence of the two mangrove species. Hg and Cd analyses were conducted using an Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS). The results showed that Hg concentrations in the water ranged from 0.0012 to 0.0048 mg/L and Cd concentrations from 0.0250 to 0.0471 mg/L, exceeding the quality standards. Hg concentrations in sediments ranged from 0.0717 to 0.1831 mg/kg and Cd from 0.5308 to 0.7048 mg/kg, classified as mild contamination. The accumulation stratification pattern showed roots > stems > leaves, with the highest accumulation in Aegiceras corniculatum. A BAF value < 1 for Hg indicates an excluder, while a BAF value > 1 for Cd at Station 1 indicates an accumulator. A TF value < 1 indicates limited translocation, resulting in metal accumulation in the roots. Both mangrove species have the potential to act as environmental phytostabilizers.
5129454177J1C022004NEGOSIASI HABITUS DALAM PRAKTIK ONSEN: STUDI ANTROPOLOGI TUBUH TERHADAP PENGALAMAN ORANG JEPANG, INDONESIA, FILIPINA, DAN VIETNAMOnsen merupakan salah satu praktik budaya Jepang yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana relaksasi dan kesehatan, tetapi juga merepresentasikan proses pembentukan dan negosiasi habitus melalui praktik tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis negosiasi habitus dalam praktik onsen melalui perbandingan pengalaman masyarakat Jepang, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kultural-interpretatif. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 di Cure Garden Open Air Bath dan pemandian asrama karyawan di Gero Onsen, Prefektur Gifu, Jepang. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam responden, terdiri atas dua responden Jepang, dua responden Indonesia, satu responden Filipina, dan satu responden Vietnam, serta didukung oleh observasi, dokumentasi, dan refleksi pengalaman empiris peneliti selama mengikuti program internship di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi habitus berlangsung melalui proses pembelajaran teknik tubuh, internalisasi kebiasaan, dan adaptasi terhadap norma budaya Jepang. Responden Jepang telah menginternalisasi praktik onsen sejak kecil sehingga memandangnya sebagai hal yang wajar. Sebaliknya, responden Indonesia, Filipina, dan Vietnam pada awalnya mengalami rasa malu, canggung, dan culture shock, namun secara bertahap mampu beradaptasi dan membentuk habitus baru sehingga praktik onsen dapat diterima sebagai bagian dari budaya masyarakat Jepang.
Onsen is a Japanese cultural practice that serves not only as a means of relaxation and health promotion but also reflects how Japanese society perceives the body and social interaction. Communal bathing in a state of nudity is regarded as a normal social practice in Japan, whereas individuals from different cultural backgrounds may experience it differently. This study aims to analyze the meaning of nudity in onsen practices by comparing the perceptions of Japanese participants with those of Indonesian, Filipino, and Vietnamese participants. This research employed a descriptive qualitative method with a cultural-interpretive approach. The study was conducted in Japan from January to April 2026 through semi-structured interviews with six participants, supported by observations, documentation, analysis of onsen regulations, and the researcher's empirical reflections during an internship program in Japan. The findings indicate that perceptions of nudity are shaped through the internalization of culture and habitus. Japanese participants perceived nudity as a natural social practice, whereas Indonesian, Filipino, and Vietnamese participants initially experienced embarrassment, discomfort, and culture shock. As they gained more experience using onsen, the non-Japanese participants gradually adapted and reconstructed their understanding of nudity as an accepted aspect of Japanese culture.

5129554614H1E021041DESAIN EKSPERIMEN PROSES ROASTING PADA UKM MARIO’S COFFEE MENGGUNAKAN 2² FACTORIAL DESIGN GUNA PENINGKATAN KUALITAS BIJI KOPI KARANGREJAIndustri kopi terus berkembang seiring meningkatnya konsumsi dan permintaan pasar terhadap produk berkualitas tinggi. Namun, ketidakkonsistenan kualitas roasted bean, seperti tingginya tingkat kecacatan fisik, masih menjadi tantangan utama pada industri pengolahan kopi skala Usaha Kecil Menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses penyangraian (roasting) kopi Robusta Karangreja medium roast di UKM Mario’s Coffee, Purbalingga guna meminimalisasi cacat fisik. Metode yang digunakan adalah Design of Experiments (DoE) dengan pendekatan 2² Factorial Design yang melibatkan dua faktor, yaitu suhu (190°C dan 200°C) dan durasi penyangraian (10 dan 12 menit) dengan tiga kali replikasi. Hasil Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa suhu, waktu, serta interaksi antara keduanya berpengaruh signifikan terhadap gramasi produk cacat (P-value 0,000). Efek interaksi antara suhu dan waktu merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan tingkat kecacatan produk. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi suhu 190°C selama 12 menit merupakan parameter paling optimal untuk medium roast, menghasilkan cacat fisik terendah sebesar 10 gram serta meningkatkan mutu roasted bean secara signifikan.
Kata Kunci : 2² Factorial Design, Cacat Fisik, Kopi Robusta, Optimasi, Roasting.
The coffee industry continues to grow alongside increasing consumption and market demand for high-quality products. However, quality inconsistency in roasted beans, such as a high rate of physical defects, remains a major challenge in Small and Medium Enterprise (SME) scale coffee processing industries. This study aims to optimize the roasting process parameters of medium roast Karangreja Robusta coffee at Mario's Coffee SME, Purbalingga, to minimize physical defects. The method used is Design of Experiments (DoE) with a 2^2 Factorial Design approach involving two factors: temperature (190°C and 200°C) and roasting duration (10 and 12 minutes) with three replications. The Analysis of Variance (ANOVA) results indicate that temperature, time, and their interaction significantly affect the weight of defective products (P"-value"=0.000). The interaction effect between temperature and time is the most dominant factor in determining product defect levels. Experimental results demonstrate that a temperature combination of 190°C for 12 minutes is the most optimal parameter for medium roast, producing the lowest physical defect weight of 10 grams and significantly improving the quality of the roasted beans.
Keywords: 2² Factorial Design, Optimization, Physical Defects, Roasting Process, Robusta Coffee.
5129654713F2E024007PENGARUH LITERASI INFORMASI, MOTIVASI MAHASISWA DAN KEMUDAHAN SISTEM TERHADAP KEPATUHAN UNGGAH MANDIRI MAHASISWA DI REPOSITORY UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANRepository institusi merupakan salah satu instrumen dalam tata kelola akademik perguruan tinggi yang berfungsi dalam pengelolaan, penyimpanan, dan penyebarluasan karya ilmiah. Kebijakan unggah mandiri karya ilmiah menjadi salah satu bentuk kewajiban administratif mahasiswa dalam mendukung pengelolaan repository institusi. Dalam perspektif administrasi publik, kepatuhan mahasiswa terhadap kebijakan tersebut merupakan bagian dari outcome implementasi kebijakan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi informasi, motivasi mahasiswa, dan kemudahan sistem terhadap kepatuhan unggah mandiri karya ilmiah pada Repository Universitas Jenderal Soedirman, baik secara parsial maupun simultan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Populasi penelitian adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas Jenderal Soedirman yang menjadi sasaran kebijakan unggah mandiri karya ilmiah. Sampel penelitian berjumlah 376 responden yang ditentukan menggunakan teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Variabel penelitian terdiri atas literasi informasi (X1), motivasi mahasiswa (X2), kemudahan sistem (X3), dan kepatuhan unggah mandiri karya ilmiah repository institusi (Y). Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, korelasi Kendall’s Tau, serta regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan unggah mandiri, dengan koefisien sebesar 0,219 dan nilai signifikansi 0,000. Motivasi mahasiswa berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan unggah mandiri, dengan koefisien sebesar 0,786 dan nilai signifikansi 0,000, serta menjadi variabel yang paling dominan dalam penelitian. Sementara itu, kemudahan sistem berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan unggah mandiri, dengan koefisien sebesar −0,080 dan nilai signifikansi 0,000, meskipun pengaruhnya relatif lemah. Secara simultan, literasi informasi, motivasi mahasiswa, dan kemudahan sistem berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan unggah mandiri, dengan nilai R² sebesar 0,707, yang menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 70,7% variasi kepatuhan unggah mandiri, sedangkan 29,3% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kepatuhan unggah mandiri karya ilmiah pada Repository Universitas Jenderal Soedirman dipengaruhi oleh literasi informasi, motivasi mahasiswa, dan kemudahan sistem. Dalam perspektif administrasi publik, temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan repository tidak hanya ditentukan oleh keberadaan aturan dan sistem, tetapi juga oleh kapasitas dan perilaku mahasiswa sebagai sasaran kebijakan. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan dapat dilakukan melalui penguatan literasi informasi, peningkatan motivasi mahasiswa, sosialisasi kebijakan, serta penyempurnaan sistem dan prosedur unggah mandiri



Institutional repositories are one of the instruments in higher education academic governance that function in the management, storage, and dissemination of scholarly works. The self-archiving (self-upload) policy for scholarly works has become one form of administrative obligation for students in supporting the management of institutional repositories. From a public administration perspective, student compliance with this policy is part of the outcome of academic policy implementation. This study aims to analyze the influence of information literacy, student motivation, and system ease of use on compliance with the self-archiving of scholarly works in the Universitas Jenderal Soedirman Repository, both partially and simultaneously.
This study uses a quantitative approach with an explanatory research design. The research population consists of final-year students of Universitas Jenderal Soedirman who are the target of the self-archiving policy for scholarly works. The research sample consisted of 376 respondents determined using the Proportionate Stratified Random Sampling technique. Data were collected through a questionnaire using a Likert scale. The research variables consisted of information literacy (X1), student motivation (X2), system ease of use (X3), and compliance with self-archiving of scholarly works in the institutional repository (Y). Data analysis was carried out using descriptive analysis, validity and reliability tests, Kendall's Tau correlation, and regression analysis
The results showed that information literacy has a positive and significant effect on self-archiving compliance, with a coefficient of 0.219 and a significance value of 0.000. Student motivation has a positive and significant effect on self-archiving compliance, with a coefficient of 0.786 and a significance value of 0.000, making it the most dominant variable in the study. Meanwhile, system ease of use has a significant effect on self-archiving compliance, with a coefficient of −0.080 and a significance value of 0.000, although its effect is relatively weak. Simultaneously, information literacy, student motivation, and system ease of use have a significant effect on self-archiving compliance, with an R² value of 0.707, indicating that these three variables are able to explain 70.7% of the variation in self-archiving compliance, while the remaining 29.3% is influenced by other factors outside the research model.
Based on the research results, it can be concluded that compliance with self-archiving of scholarly works in the Universitas Jenderal Soedirman Repository is influenced by information literacy, student motivation, and system ease of use. From a public administration perspective, these findings indicate that the success of repository policy implementation is determined not only by the existence of rules and systems, but also by the capacity and behavior of students as the target of the policy. Therefore, improving compliance can be achieved through strengthening information literacy, increasing student motivation, disseminating policy information, and improving the self-archiving system and Procedures.

5129754714C1H022039WHY SHOPPERS DON’T CHECK OUT: THE INFLUENCE OF CONSUMER CONFUSION ON SHOPPING CART ABANDONMENT THROUGH SHOPPING HESITATION AND ONLINE PROCRASTINATION, WITH SELF-EFFICACY AS A MODERATORPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kebingungan konsumen terhadap pengabaian keranjang belanja melalui keraguan berbelanja dan prokrastinasi online, dengan efikasi diri sebagai variable moderasi. Penelitian ini berfokus pada konsumen belanja online di kawasan Asia-Pasifik yang pernah melakukan pengabaian keranjang belanja. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan data yang diperoleh dari 218 responden dan dianalisis menggunakan Covariance-Based Structural Equation Model (CB-SEM) dengan AMOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebingungan konsumen memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengabaian keranjang belanja, keraguan berbelanja, dan prokrastinasi online. Keraguan berbelanja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pengabaian keranjang belanja, sedangkan prokrastinasi online tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengabaian keranjang belanja. Selanjutnya, keraguan berbelanja secara signifikan memediasi hubungan antara kebingungan konsumen dan pengabaian keranjang belanja, sedangkan prokrastinasi online tidak berperan sebagai mediator. Efikasi diri juga terbukti secara signifikan memoderasi hubungan antara kebingungan konsumen dan prokrastinasi online. Temuan ini menegaskan pentingnya peran kebingungan konsumen dalam pengabaian keranjang belanja serta menunjukkan bahwa keraguan berbelanja berperan sebagai mekanisme psikologis yang penting yang menghubungkan kebingungan konsumen dengan pengabaian keranjang belanja.This study aims to analyze the influence of consumer confusion on shopping cart abandonment through shopping hesitation and online procrastination, with self-efficacy as a moderating variable. This study focuses on online consumers in Asia-Pacific region who have experienced shopping cart abandonment. A quantitative approach was employed, with data collected from 218 respondents and analyzed using Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM) with AMOS. The results indicate that consumer confusion has a positive and significant effect on shopping cart abandonment, shopping hesitation, and online procrastination. Shopping hesitation has a positive and significant effect on shopping cart abandonment, while online procrastination does not significantly affect shopping cart abandonment. Furthermore, shopping hesitation significantly mediates the relationship between consumer confusion and shopping cart abandonment, whereas online procrastination does not perform a mediating role. Self-efficacy is also found to significantly moderate the relationship between consumer confusion and online procrastination. These findings highlight the important role of consumer confusion in shopping cart abandonment and demonstrate that shopping hesitation serves as an important psychological mechanism linking confusion to abandonment.
5129854715I1E022013Pengaruh Latihan Zig-Zag Run dan Ladder Drill Terhadap Kemampuan Dribbling Futsal Pada Siswi Ekstrakurikuler Di SMK Negeri 3 PurwokertoLatar Belakang: Kemampuan dribbling merupakan salah satu komponen kelincahan yang berperan penting dalam permainan futsal. Latihan zig-zag run dan ladder drill merupakan bentuk latihan kelincahan yang dapat meningkatkan kemampuan dribbling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan zig-zag run dan ladder drill terhadap kemampuan dribbling pada futsal.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan studi eksperimental dengan metode two group pretest-posttest design. Sampel yang digunakan berjumlah 20 siswi yang dibagi menjadi dua kelompok latihan menggunakan teknik ordinal pairing. Kelompok pertama diberikan latihan zig-zag run dan kelompok kedua diberikan latihan ladder drill. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan dribbling. Analisis data penelitian menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji paired sample t-test dan uji independent sample t-test.

Hasil Penelitian: Hasil uji normalitas menunjukan bahwa data terdistribusi normal dengan nilai (Sig.>0,05). Hasil uji homogenitas menunjukan bahwa data bersifat homogen dengan nilai (Sig.>0,05). Hasil uji paired sample t-test menunjukan nilai signifiknsi pada kelompok zig-zag run (Sig. 0,000) dan kelompok ladder drill (Sig. 0,000), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan . Kemudian, uji independent sample t-test menunjukan nilai 0,451 (>0,05), maka tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antar kedua kelompok latihan.

Kesimpulan: Latihan zig-zag run dan ladder drill sama-sama berpengaruh terhadap peningkatkan kemampuan dribbling futsal. Latihan zig-zag run menunjukan peningkatan kemampuan dribbling yang sedikit lebih besar dibandingkan latihan ladder drill. Namun, perbedaan peningkatan kemampuan dribbling antara kedua latihan tersebut tidak signifikan secara statistik.
Kata kunci: Futsal, dribbling, zig-zag run, ladder drill.
Background: Dribbling ability is one of the components of agility that plays a crucial role in futsal. Zig-zag runs and ladder drills are forms of agility training that can improve dribbling ability. This study aims to determine the effect of zig-zag runs and ladder drills on dribbling ability in futsal.
Methodology: This study employed an experimental design using a two-group pretest-posttest design. The sample consisted of 20 female students, who were divided into two training groups using the ordinal pairing technique. The first group was given zig-zag run training, and the second group was given ladder drill training. The research instrument used was a dribbling ability test. Data analysis involved tests of normality, homogeneity, the paired-sample t-test, and the independent-samples t-test.

Research Results: The results of the normality test indicate that the data are normally distributed (Sig. > 0.05). The results of the homogeneity test indicate that the data are homogeneous (Sig. > 0.05). The results of the paired-sample t-test showed significant values for the zig-zag run group (Sig. 0.000) and the ladder drill group (Sig. 0.000), indicating a significant effect. Furthermore, the independent-samples t-test yielded a value of 0.451 (>0.05), indicating that there was no significant difference in effect between the two exercise groups.

Conclusion: Both the zig-zag run and the ladder drill are effective in improving futsal dribbling skills. The zig-zag run resulted in a slightly greater improvement in dribbling skills compared to the ladder drill. However, the difference in the improvement in dribbling skills between the two exercises was not statistically significant.

Keywords: Futsal, dribbling, zig-zag run, ladder drill.
5129954716C1L022030Pengaruh Model Pembelajaran Case-Based Learning (CBL) berbantuan media Liveworksheets terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar EkonomiBerdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMA Negeri 1 Purwokerto ditunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi masih tergolong rendah. Proses pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam menganalisis permasalahan dan mengemukakan pendapat. Kondisi tersebut menyebabkan siswa belum mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan penerapan model pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa salah satunya melalui model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar ekonomi antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode ceramah, serta mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets terhadap kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode Quasi Experimental dan Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Purwokerto Tahun Ajaran 2025/2026 yang mengambil peminatan mata pelajaran ekonomi dengan jumlah 180 siswa. Sampel pada penelitian terdiri dari kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan jumlah 72 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data meliputi analisis instrumen penelitian, uji prasyarat data, independent sample t-test, regresi linear sederhana, dan koefisien determinasi.
Berdasarkan analisis data, hasil penelitian ini menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode ceramah; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara antara siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets dengan siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan metode ceramah; (3) Terdapat pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets terhadap kemampuan berpikir kritis; dan (4) Terdapat pengaruh positif dan signifikan model pembelajaran CBL berbantuan media Liveworksheets terhadap hasil belajar ekonomi siswa.
Based on the results of initial observations conducted at SMA Negeri 1 Purwokerto, it was shown that the critical thinking ability and learning outcomes of students in economics subjects are still relatively low. The learning process is still dominated by lecture methods so that students are less active in analyzing problems and expressing opinions. This condition causes students to not be able to develop critical thinking skills optimally. Therefore, it is necessary to implement a more student-centered learning model, one of which is through the CBL learning assisted by the Liveworksheets media.
The purpose of this study is to find out the difference in critical thinking skills and economic learning outcomes between students who participate in learning using the CBL learning model assisted by Liveworksheets media and students who participate in learning using the lecture method, as well as to determine the influence of the application of the CBL learning model assisted by Liveworksheets mediaon the ability to think critically and student learning outcomes in economics subjects.
This type of research is a quantitative research using the Quasi Experimental and Nonequivalent Control Group Design methods. The research population includes all students in grade XI of SMA Negeri 1 Purwokerto for the 2025/2026 Academic Year who are interested in economics with a total of 180 students. The sample in the study consisted of an experimental class and a control class with a total of 72 students selected using the purposive sampling technique. Data analysis techniques include analysis of research instruments, data prerequisite tests, independent sample t-tests, simple linear regression, and determination coefficients.
Based on data analysis, the results of this study show: (1) There is a difference in critical thinking skills between students who participate in learning using the CBL learning model assisted by Liveworksheets media and students who participate in learning using the lecture method; (2) There is a difference in economic learning outcomes between students who participate in learning using the CBL learning model assisted by Liveworksheets media and students who participate in learning using the lecture method; (3) There is a positive and significant influence of the CBL learning model assisted by Liveworksheets media on critical thinking skills; and (4) There is a positive and significant influence of the CBL learning model assisted by Liveworksheets media on students' economic learning outcomes.
5130054717H1B022072EVALUASI SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN AKTIF DAN SARANA PENYELAMATAN PADA BANGUNAN GEDUNG INTEGRATED MEDICAL EDUCATION (IME) FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANGedung pendidikan dengan tingkat aktivitas dan mobilitas pengguna yang tinggi memerlukan sistem proteksi kebakaran dan sarana penyelamatan yang memenuhi persyaratan teknis. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem proteksi kebakaran aktif dan sarana penyelamatan pada Gedung Integrated Medical Education (IME) Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman serta menentukan Nilai Keandalan Sistem Keselamatan Bangunan berdasarkan Pedoman Teknis Pd-T-11-2005-C. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, dan pemeriksaan dokumen teknis bangunan. Data dianalisis menggunakan metode checklist dengan membandingkan kondisi aktual setiap komponen terhadap kriteria penilaian dalam Pd-T-11-2005-C, kemudian dilakukan pembobotan untuk memperoleh nilai keandalan masing-masing komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem proteksi kebakaran aktif memperoleh nilai 15,26% dari bobot maksimal 24%. Komponen siamese connection, sistem pemadam luapan, dan ruang pengendali operasi memperoleh kategori baik. Hidran gedung, deteksi asap, dan listrik darurat memperoleh kategori cukup, sedangkan sistem deteksi dan alarm, alat pemadam api ringan, sprinkler, pengendalian asap, pembuangan asap, lift kebakaran, serta cahaya darurat memperoleh kategori kurang. Sarana penyelamatan memperoleh nilai 18,85% dari bobot maksimal 25%. Jalan keluar dan konstruksi jalan keluar memperoleh kategori cukup, sedangkan landasan helikopter memperoleh kategori baik. Berdasarkan hasil tersebut, sebagian besar komponen sistem proteksi kebakaran aktif belum memenuhi persyaratan secara optimal sehingga diperlukan perbaikan, penambahan, pengujian, dan pemeliharaan berkala untuk meningkatkan keandalan bangunan serta keselamatan penggunanya.Educational buildings with high levels of activity and user mobility require fire protection systems and means of egress that comply with technical requirements. This study aims to evaluate the implementation of active fire protection systems and means of egress in the Integrated Medical Education (IME) Building, Faculty of Medicine, Jenderal Soedirman University, and to determine the Building Safety System Reliability Value based on Technical Guideline Pd-T-11-2005-C. Data were collected through field observations, interviews, documentation, and examination of building technical documents. The data were analyzed using a checklist method by comparing the actual condition of each component with the assessment criteria specified in Pd-T-11-2005-C, followed by a weighting process to obtain the reliability value of each component. The results show that the active fire protection system achieved a score of 15.26% out of a maximum weight of 24%. The siamese connection, deluge system, and operation control room were categorized as good. The building hydrant, smoke detection, and emergency power systems were categorized as adequate, while the detection and alarm system, portable fire extinguishers, sprinklers, smoke control, smoke exhaust, fire lift, and emergency lighting were categorized as poor. The means of egress achieved a score of 18.85% out of a maximum weight of 25%. Exits and exit construction were categorized as adequate, while the helipad was categorized as good. Based on these findings, most components of the active fire protection system have not yet optimally met the required standards. Therefore, improvements, additional installations, testing, and periodic maintenance are required to enhance building reliability and occupant safety.