Artikelilmiahs
Menampilkan 51.201-51.219 dari 51.219 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 51201 | 54615 | C1C022021 | Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Kelapa Sawit Di BEI (Periode 2022-2024) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan pengungkapan Sustainability Report terhadap harga saham pada perusahaan kelapa sawit. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sehingga diperoleh 24 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan periode selama tiga tahun. Dengan demikian, jumlah observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 72 data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham. Serta, Debt to Equity Ratio (DER) terbukti juga tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Sementara itu, pengungkapan Sustainability Report memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap harga saham. | This study aims to determine the effect of the Current Ratio, Debt to Equity Ratio, and disclosure of Sustainability Reports on stock prices in palm oil companies. Purposive sampling was used to select 24 companies for the three-year study period. Therefore, the study used 72 observations. The analyzed data consisted of secondary data obtained from the companies' financial statements and published sustainability reports. The research results indicate that the Current Ratio has no impact on stock prices. Similarly, the Debt-to-Equity Ratio (DER) was found to have no significant influence on stock prices. In contrast, sustainability report disclosures have a significant positive impact on stock prices. | |
| 51202 | 54617 | F1B019031 | IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUMAS NOMOR 16 TAHUN 2024 TENTANG PENYELENGGARAAN PERHUBUNGAN DALAM PENYELENGGARAAN PERPARKIRAN DI JL BUNG KARNO KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini menganalisis implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 16 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Perhubungan dalam penyelenggaraan parkir tepi jalan umum di kawasan Jalan Bung Karno Banyumas menggunakan model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup empat variabel yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan enam informan yang dipilih secara purposive, dilengkapi data dokumentasi realisasi retribusi parkir pada enam zona layanan. Komunikasi internal antar organisasi berjalan efektif melalui pembinaan dan monitoring rutin, tetapi sosialisasi tarif resmi kepada masyarakat masih terbatas. Sumber daya manusia dan sarana dasar tersedia, namun rasio pengawas terhadap juru parkir sangat timpang dan sebagian perlengkapan kerja belum lengkap. Disposisi pelaksana tergolong positif dengan pendekatan pembinaan yang lebih diutamakan daripada sanksi. Struktur birokrasi memiliki pembagian zona dan SOP yang jelas, tetapi penegakan sanksi administratif masih lemah. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas kebijakan memerlukan penguatan pengawasan, kelengkapan sarana kerja, dan penegakan aturan yang lebih konsisten. | This study analyzes the implementation of Banyumas Regency Regulation Number 16 of 2024 on Transportation Administration in the management of on street parking at the Jalan Bung KarnoMenara Teratai area, Purwokerto, using George C. Edward III's policy implementation model, which comprises four variables. Communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. A descriptive qualitative method was employed with six purposively selected, supplemented by documentation of parking levy realization across six service zones. Internal communication runs effectively through coaching and routine monitoring, though public socialization of official tariffs remains limited. Basic human resources and facilities are available, but the supervisor to attendant is highly imbalanced and some field equipment is incomplete. Implementor disposition is generally positive, favoring coaching over sanctions. Bureaucratic structure features clear zoning and SOP, though administrative sanctions remain weakly enforced. The study concludes that policy effectiveness requires strengthened oversight, more complete field equipment, and more consistent rule enforcement. | |
| 51203 | 54618 | H1B022081 | PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI (RHA) TERHADAP RETAKAN TANAH DAN KOEFISIEN PERMEABILITAS TANAH | Tanah berplastisitas tinggi memiliki potensi retak susut yang tinggi akibat proses pengeringan, sehingga dapat memengaruhi karakteristik infiltrasi dan kemampuan tanah dalam meloloskan air. Penambahan abu sekam padi sebagai bahan stabilisasi diharapkan dapat memperbaiki karakteristik hidraulik tanah melalui perubahan struktur pori dan pengurangan perkembangan retakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap perubahan kadar air, intensitas retakan, dan koefisien permeabilitas jenuh (Ks) pada tanah lempung berplastisitas tinggi. Penelitian dilakukan menggunakan variasi penambahan abu sekam padi sebesar 0%, 5%, 10%, 15%, dan 20%. Pengamatan kadar air dan perkembangan retakan dilakukan pada hari ke-1, 3, 7, 14, 21, dan 28 selama proses pengeringan. Intensitas retakan dianalisis menggunakan metode Crack Intensity Factor (CIF) melalui pengolahan citra digital, sedangkan pengujian infiltrasi dilakukan menggunakan Double Ring Infiltrometer. Data infiltrasi kemudian dianalisis menggunakan model infiltrasi Philip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu sekam padi mampu menurunkan kadar air, menghambat perkembangan retakan, serta menurunkan nilai koefisien permeabilitas jenuh. Pada hari ke-28, nilai CIF menurun dari 28,63% pada tanah tanpa penambahan abu sekam padi menjadi 12,33% pada penambahan abu sekam padi sebesar 20%. Selain itu, nilai Ks juga menurun dari 8,922 × 10⁻⁶ m/detik menjadi 9,068 × 10⁻⁷ m/detik. Penambahan abu sekam padi tidak hanya mampu memperbaiki karakteristik hidraulik tanah lempung berplastisitas tinggi melalui penurunan retakan dan permeabilitas, tetapi juga berpotensi menjadi alternatif bahan stabilisasi yang ekonomis, ramah lingkungan, dan bernilai tambah melalui pemanfaatan limbah pertanian. | High plasticity soil exhibits a high potential for shrinkage cracking due to the drying process, which can affect its infiltration characteristics and water transmission capacity. The addition of Rice Husk Ash (RHA) as a stabilizing material is expected to improve the soil's hydraulic characteristics through changes in pore structure and a reduction in crack development. This study aims to analyze the effect of rice husk ash addition on changes in water content, crack intensity, and saturated permeability coefficient (Ks) in high-plasticity clay. The research was conducted using rice husk ash addition variations of 0%, 5%, 10%, 15%, and 20%. Observations of water content and crack development were carried out on days 1, 3, 7, 14, 21, and 28 during the drying process. Crack intensity was analyzed using the Crack Intensity Factor (CIF) method through digital image processing, while infiltration testing was performed using a Double Ring Infiltrometer. The infiltration data were then analyzed using the Philip infiltration model. The results showed that the addition of rice husk ash was able to reduce water content, inhibit crack development, and decrease the saturated permeability coefficient. On day 28, the CIF value decreased from 28.63% in soil without rice husk ash addition to 12.33% in soil with 20% rice husk ash addition. In addition, the Ks value decreased from 8.922 × 10⁻⁶ m/s to 9.068 × 10⁻⁷ m/s. The addition of rice husk ash was not only able to improve the hydraulic characteristics of high-plasticity clay through reduced cracking and permeability, but also held potential as an economical, environmentally friendly, and value-added alternative stabilizing material through the utilization of agricultural waste. | |
| 51204 | 54619 | I1C022102 | FORMULASI DAN EVALUASI SEDIAAN HAND CREAM EKSTRAK ETANOL DAUN RAMBUTAN (Nephelium lappaceum Lin) SEBAGAI ANTIOKSIDAN | Paparan sinar matahari dan polusi udara memicu terjadinya radikal bebas yang mempercepat penuaan dini pada kulit tangan. Daun rambutan (Nephelium lappaceum Lin) mengandung flavonoid sebagai antioksidan alami, namun pemanfaatannya dalam sediaan kosmetik hand cream masih terbatas. Penelitian ini bertujuan memformulasikan dan mengevaluasi sediaan tersebut. Penelitian eksperimental ini dilakukan dengan mengekstraksi daun rambutan melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak yang diperoleh kemudian diformulasikan ke dalam sediaan hand cream dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu 2% (FI), 4% (FII), dan 8% (FIII). Evaluasi mutu sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, serta stabilitas. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH menggunakan spektrofotometri pada panjang gelombang 516 nm. Seluruh formula memenuhi standar fisikokimia sediaan. Peningkatan konsentrasi ekstrak menyebabkan penurunan nilai pH, viskositas, dan daya lekat, namun meningkatkan daya sebar. Pengujian DPPH menghasilkan nilai IC50 berturut-turut sebesar 85,41 ppm (FI), 81,48 ppm (FII), dan 78,49 ppm (FIII). Analisis ANOVA menunjukkan perbedaan aktivitas antioksidan antar-formula tidak signifikan secara statistik (p>0,05) karena pengaruh konsentrasi. Sediaan hand cream ekstrak etanol daun rambutan memenuhi syarat mutu fisik, kimia, dan stabilitas, serta memiliki aktivitas antioksidan kategori kuat. | Exposure to sunlight and air pollution triggers free radicals that accelerate premature aging of hand skin. Rambutan (Nephelium lappaceum Lin) leaves contain flavonoids as natural antioxidants, but their utilization in hand cream cosmetics remains limited. This study aims to formulate and evaluate these preparations. This experimental study was conducted by extracting rambutan leaves through the maceration method using 70% ethanol as a solvent. The obtained extract was then formulated into hand cream preparations with three variations of concentration: 2% (FI), 4% (FII), and 8% (FIII). The quality evaluation of the preparations included organoleptic, homogeneity, pH, viscosity, spreadability, adhesion, and stability tests. Antioxidant activity was tested using the DPPH method via spectrophotometry at a wavelength of 516 nm. All formulas met the physicochemical standards of the preparations. An increase in extract concentration caused a decrease in pH, viscosity, and adhesion values, but increased spreadability. DPPH testing yielded IC50 values of 85.41 ppm (FI), 81.48 ppm (FII), and 78.49 ppm (FIII) respectively. ANOVA analysis showed that the difference in antioxidant activity between formulas was not statistically significant (p>0.05) due to the effect of concentration. Rambutan leaf ethanolic extract hand cream preparations meet the physical, chemical, and stability quality requirements, and possess a strong category of antioxidant activity. | |
| 51205 | 54620 | H1C022088 | Pengaruh Soid Bitumen Terhadap Klasifikasi Kematangan dan Parameter Rock-Eval pada Batuan Induk Formasi Brown Shale, Lapangan "KAM", Cekungan Sumatra Tengah | Evaluasi batuan induk merupakan tahap penting dalam menentukan potensi pembentukan hidrokarbon. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekayaan material organik, tipe kerogen, potensi generasi hidrokarbon, dan tingkat kematangan termal serpih Formasi Brown Shale. Analisis dilakukan pada sampel AMK10, AMK20, dan AMK30 menggunakan data Total Organic Carbon (TOC), Rock-Eval Pyrolysis, dan reflektansi material organik secara terintegrasi. Hasil menunjukkan bahwa serpih Formasi Brown Shale memiliki kandungan material organik yang baik hingga sangat baik (TOC 1,41–2,19%), namun potensi generasi hidrokarbon tergolong rendah hingga sedang (S2 1,79–2,89 mg HC/g batuan; HI 102,286–204,965 mg HC/g TOC). Material organik didominasi kerogen Tipe III dengan kecenderungan campuran Tipe II/III, sehingga lebih berpotensi menghasilkan gas. Nilai Tmax (435–437,6°C) dan Production Index (0,06–0,09) menunjukkan tingkat kematangan belum matang hingga awal matang, sedangkan reflektansi (0,935–0,974%) mengindikasikan kematangan yang lebih tinggi. Perbedaan ini diduga dipengaruhi oleh heterogenitas material organik, partikel berreflektansi tinggi, atau keberadaan reworked vitrinite. Oleh karena itu, integrasi analisis geokimia dan petrografi diperlukan untuk memperoleh interpretasi batuan induk yang lebih representatif. | Source rock evaluation is crucial for determining the hydrocarbon potential of a formation. This study aims to evaluate organic matter richness, kerogen type, hydrocarbon generation potential, and thermal maturity of the Brown Shale Formation. Samples AMK10, AMK20, and AMK30 were analyzed using Total Organic Carbon, Rock-Eval pyrolysis, and organic matter reflectance. The results indicate good to excellent organic matter richness, but relatively low to moderate hydrocarbon generation potential. The organic matter is dominated by Type III kerogen, with a Type II/III mixture in one sample, indicating greater gas-generation potential. TOC values range from 1.41–2.19%, S2 from 1.79–2.89 mg HC/g rock, and Hydrogen Index from 102.286–204.965 mg HC/g TOC. Tmax values of 435–437.6°C and Production Index of 0.06–0.09 indicate immature to early mature conditions, whereas reflectance values of 0.935–0.974% suggest higher thermal maturity. This discrepancy may be related to organic matter heterogeneity, high-reflectance particles, or reworked vitrinite. Therefore, integrated geochemical and petrographic analyses are required for a more representative evaluation of source rock potential and thermal maturity. | |
| 51206 | 54622 | A1D022162 | Pengaruh Pemberian Kombinasi Dosis Pupuk NPK dan Pupuk Organik Maggot terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merr) pada Tanah Ultisol | Tanah Ultisol memiliki kendala utama berupa tingkat kemasaman yang tinggi, rendahnya ketersediaan hara, serta kemampuan fiksasi fosfor yang kuat, sehingga menghambat produktivitas tanaman kedelai (Glycine max L. Merr). Penggunaan pupuk organik seperti kasgot dapat menjadi solusi untuk memperbaiki sifat kimia tanah dan efisiensi serapan hara. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian kombinasi dosis pupuk NPK dan pupuk organik kasgot, serta 2) menentukan dosis kombinasi paling optimal untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai pada tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Experimental farm dan Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu dosis pupuk NPK (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) dan dosis pupuk organik kasgot (0%, 25%, 50%, 75%, 100%). Variabel yang diamati meliputi nilai pH tanah, komponen pertumbuhan tanaman (tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, dan jumlah bintil akar), serta komponen hasil (bobot basah total, bobot kering total, dan bobot akhir biji). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian pupuk NPK dan kasgot berpengaruh nyata terhadap perbaikan pH tanah serta peningkatan pertumbuhan dan hasil tanaman dibandingkan aplikasi tunggal. Interaksi antar perlakuan terbukti efektif dalam mendukung efisiensi pemupukan. Kombinasi perlakuan N5M3 (NPK 100% dan Kasgot 50%) memberikan pengaruh paling optimal terhadap bobot kering total dan bobot akhir biji kedelai pada tanah Ultisol. Pemberian kombinasi pupuk ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengelolaan lahan masam untuk meningkatkan produktivitas kedelai yang berkelanjutan. | Ultisol soil presents major constraints including high acidity, low nutrient availability, and strong phosphorus fixation, which hinder the productivity of soybean (Glycine max L. Merr). The application of organic fertilizers such as kasgot serves as a potential solution to improve soil chemical properties and nutrient uptake efficiency. This research aimed to: 1) determine the effect of combined doses of NPK fertilizer and kasgot organic fertilizer, and 2) identify the most optimal combination dose to improve the growth and yield of soybean in Ultisol soil. The research was conducted at the Screenhouse Experimental Farm and the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The experiment used a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors: NPK fertilizer doses (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) and kasgot organic fertilizer doses (0%, 25%, 50%, 75%, 100%). Observed variables included soil pH, plant growth components (plant height, leaf number, number of productive branches, and number of root nodules), and yield components (total fresh weight, total dry weight, and final seed weight). The results showed that the combination of NPK and kasgot significantly improved soil pH and increased plant growth and yield compared to single applications. The interaction between treatments proved effective in supporting fertilizer efficiency. The N5M3 treatment combination (100% NPK and 50% kasgot) provided the most optimal effect on total dry weight and final seed weight of soybean in Ultisol soil. This fertilizer combination can be recommended as an effective management strategy for acidic soil to enhance sustainable soybean productivity. | |
| 51207 | 54614 | H1E021041 | DESAIN EKSPERIMEN PROSES ROASTING PADA UKM MARIO’S COFFEE MENGGUNAKAN 2² FACTORIAL DESIGN GUNA PENINGKATAN KUALITAS BIJI KOPI KARANGREJA | Industri kopi terus berkembang seiring meningkatnya konsumsi dan permintaan pasar terhadap produk berkualitas tinggi. Namun, ketidakkonsistenan kualitas roasted bean, seperti tingginya tingkat kecacatan fisik, masih menjadi tantangan utama pada industri pengolahan kopi skala Usaha Kecil Menengah (UKM). Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan parameter proses penyangraian (roasting) kopi Robusta Karangreja medium roast di UKM Mario’s Coffee, Purbalingga guna meminimalisasi cacat fisik. Metode yang digunakan adalah Design of Experiments (DoE) dengan pendekatan 2² Factorial Design yang melibatkan dua faktor, yaitu suhu (190°C dan 200°C) dan durasi penyangraian (10 dan 12 menit) dengan tiga kali replikasi. Hasil Analysis of Variance (ANOVA) menunjukkan bahwa suhu, waktu, serta interaksi antara keduanya berpengaruh signifikan terhadap gramasi produk cacat (P-value 0,000). Efek interaksi antara suhu dan waktu merupakan faktor yang paling dominan dalam menentukan tingkat kecacatan produk. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa kombinasi suhu 190°C selama 12 menit merupakan parameter paling optimal untuk medium roast, menghasilkan cacat fisik terendah sebesar 10 gram serta meningkatkan mutu roasted bean secara signifikan. Kata Kunci : 2² Factorial Design, Cacat Fisik, Kopi Robusta, Optimasi, Roasting. | The coffee industry continues to grow alongside increasing consumption and market demand for high-quality products. However, quality inconsistency in roasted beans, such as a high rate of physical defects, remains a major challenge in Small and Medium Enterprise (SME) scale coffee processing industries. This study aims to optimize the roasting process parameters of medium roast Karangreja Robusta coffee at Mario's Coffee SME, Purbalingga, to minimize physical defects. The method used is Design of Experiments (DoE) with a 2^2 Factorial Design approach involving two factors: temperature (190°C and 200°C) and roasting duration (10 and 12 minutes) with three replications. The Analysis of Variance (ANOVA) results indicate that temperature, time, and their interaction significantly affect the weight of defective products (P"-value"=0.000). The interaction effect between temperature and time is the most dominant factor in determining product defect levels. Experimental results demonstrate that a temperature combination of 190°C for 12 minutes is the most optimal parameter for medium roast, producing the lowest physical defect weight of 10 grams and significantly improving the quality of the roasted beans. Keywords: 2² Factorial Design, Optimization, Physical Defects, Roasting Process, Robusta Coffee. | |
| 51208 | 54623 | J0B023046 | Pengembangan Media Dwibahasa Mandarin-Indonesia Berbasis Analisis Istilah Reimbursement pada Website OA untuk Optimalisasi Komunikasi Kerja di Era Society 5.0 | Perkembangan teknologi digital dalam Era Society 5.0 mendorong perusahaan multinasional untuk mengintegrasikan sistem administrasi berbasis teknologi guna meningkatkan efisiensi kerja. Salah satunya adalah PT New Hope Indonesia yang memanfaatkan website Office Automation (OA) reimbursement sebagai bagian dari sistem Enterprise Resource Planning (ERP) perusahaan dalam pengelolaan administrasi kepegawaian pada departemen HRD. Namun, penggunaan bahasa Mandarin pada website OA reimbursement menimbulkan kesenjangan bahasa bagi karyawan Indonesia, sehingga mereka mengalami kesulitan dalam memahami istilah, fitur, serta alur penggunaan sistem. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kesalahan administrasi dan menghambat optimalisasi komunikasi kerja di lingkungan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media dwibahasa Mandarin-Indonesia sebagai solusi untuk membantu karyawan Indonesia menggunakan website OA. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa jelajah internet, observasi, wawancara, dan studi pustaka. Dalam proses analisis, digunakan metode penerjemahan komunikatif dengan teknik penerjemahan padanan lazim agar makna dapat disampaikan secara jelas dan sesuai dengan konteks serta budaya bahasa sasaran. Hasil penelitian ini berupa media dwibahasa Mandarin–Indonesia yang disusun berdasarkan menu dan fitur pada website OA reimbursement dan disajikan dalam format PDF sebagai media referensi yang praktis. Media ini diharapkan dapat membantu karyawan Indonesia memahami istilah reimbursement dengan lebih baik, mengoperasikan website secara tepat, serta mendukung optimalisasi komunikasi kerja di era Society 5.0. | The advancement of digital technology in the Society 5.0 era has prompted multinational companies to integrate technology-driven administrative systems to enhance operational efficiency. PT New Hope Indonesia employs the Office Automation (OA) reimbursement website as part of its Enterprise Resource Planning (ERP) system to manage human resource administration. However, the use of Mandarin on the OA reimbursement platform creates a language barrier for Indonesian employees, limiting their understanding of key terminology, features, and system workflows. This issue may lead to administrative errors and impede the optimization of workplace communication. This study aims to develop a Mandarin–Indonesian bilingual medium to facilitate employees’ use of the OA reimbursement system. A descriptive qualitative approach was adopted, with data collected through internet-based research, observation, interviews, and literature review. The analysis applies a communicative translation method in conjunction with the established equivalent technique to ensure semantic accuracy and contextual appropriateness in the target language. The study produces a Mandarin–Indonesian bilingual medium structured according to the menus and features of the OA reimbursement website and presented in PDF format as a practical reference tool. This medium is expected to improve employees’ comprehension of reimbursement-related terminology, support accurate system operation, and contribute to the optimization of workplace communication in the Society 5.0 era. | |
| 51209 | 54616 | K1B022007 | PENYELESAIAN NUMERIK PERSAMAAN ADVEKSI-DIFUSI SATU DIMENSI MENGGUNAKAN SKEMA CRANK-NICOLSON | Persamaan adveksi-difusi satu dimensi merupakan persamaan diferensial parsial yang memodelkan perpindahan dan penyebaran suatu zat akibat proses adveksi dan difusi. Penelitian ini bertujuan memperoleh penyelesaian numerik persamaan adveksi-difusi satu dimensi menggunakan metode beda hingga dengan skema Crank–Nicolson. Persamaan didiskretisasi menggunakan pendekatan Crank–Nicolson sehingga diperoleh sistem persamaan linier berbentuk matriks tridiagonal. Selanjutnya, analisis kestabilan dilakukan menggunakan metode Von Neumann, sedangkan analisis kekonsistenan menggunakan deret Taylor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skema Crank–Nicolson menghasilkan sistem persamaan linier yang dapat digunakan untuk memperoleh solusi numerik, bersifat stabil tanpa syarat berdasarkan analisis Von Neumann, serta konsisten karena galat pemotongan lokal menuju nol ketika ukuran langkah ruang dan waktu diperkecil. Simulasi numerik menunjukkan bahwa solusi numerik mampu menggambarkan fenomena adveksi dan difusi serta memiliki kesesuaian yang baik dengan solusi analitik. | The one-dimensional advection-diffusion equation is a partial differential equation that models the transport and dispersion of a substance due to the processes of advection and diffusion. This study aims to obtain the numerical solution of the one-dimensional advection-diffusion equation using the finite difference method with the Crank–Nicolson scheme. The equation is discretized using the Crank–Nicolson scheme, resulting in a tridiagonal system of linear equations. Stability analysis is carried out using the Von Neumann method, while consistency analysis is performed using the Taylor series expansion. The results show that the Crank–Nicolson scheme produces a system of linear equations that can be used to obtain the numerical solution, is unconditionally stable based on the Von Neumann analysis, and is consistent because the local truncation error approaches zero as the spatial and temporal step sizes decrease. The numerical simulations demonstrate that the numerical solution accurately represents the advection and diffusion phenomena and shows good agreement with the analytical solution. | |
| 51210 | 54624 | F1B022008 | Pengaruh Kualitas Layanan Hak Tanggungan Terintegrasi Secara Elektronik Terhadap Kepuasan Pengguna Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Banjarnegara | Kepuasan publik pada kantor pertanahan yang masih menjadi persoalan meskipun digitalisasi layanan telah dilakukan melalui layanan HT-el. Layanan ini termasuk layanan pertanahan yang banyak digunakan. Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Banjarnegara ditemukan kendala yang dialami pengguna. Selain itu, studi literatur mengenai pengaruh kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna masih menunjukkan inkonsistensi hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas layanan HT-el terhadap kepuasan pengguna pada Kantor Pertanahan Kabupaten Banjarnegara, dengan pengalaman pengguna sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, data diperoleh dari kuesioner dan dokumentasi, serta melibatkan 69 responden. Analisis data melalui uji korelasi kendall tau, korelasi parsial kendall tau, dan regresi ordinal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan HT-el berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengguna. Secara umum, kualitas layanan HT-el dan kepuasan pengguna dinilai tinggi, tetapi responsivitas dan konsistensi layanan perlu ditingkatkan. | Public satisfaction with land offices is still a problem even though digitalization of services has been carried out through HT-el services. This service is a land service that is widely used. At the Banjarnegara Regency Land Office, problems were found by users. Apart from that, literature studies regarding the influence of service quality on user satisfaction still show inconsistent results. This research aims to determine the effect of HT-el service quality on user satisfaction at the Banjarnegara Regency Land Office, with user experience as a control variable. This research used quantitative methods, data was obtained from questionnaires and documentation, and involved 69 respondents. Data analysis through the Kendall Tau correlation, Kendall Tau partial correlation, and ordinal regression. The research results show that HT-el service quality has a significant effect on user satisfaction. In general, HT-el service quality and user satisfaction are rated as high, but service responsiveness and consistency need to be improved. | |
| 51211 | 54627 | J0B023039 | Pengembangan E-Book Glosarium Teknis Bahasa Mandarin-Indonesia pada Biro Dispatching dalam Mendukung Proses Handover Operasional PT KCIC di Era Society 5.0 | Hubungan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok yang semakin erat menghadirkan berbagai bentuk kolaborasi di sektor strategis, salah satunya di bidang transportasi melalui pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang dioperasikan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Sebagai wujud kerja sama lintas negara, proyek ini mempertemukan tenaga kerja Indonesia dan Tiongkok dalam satu sistem operasional yang terintegrasi, termasuk Biro Dispatching yang menjalankan proses handover antarshift secara berkelanjutan. Ketepatan istilah teknis Bahasa Mandarin-Indonesia dalam proses ini menjadi hal yang sangat penting, mengingat kesalahan pemahaman sekecil apa pun dapat berdampak pada keselamatan dan kelancaran operasional. Memasuki era Society 5.0 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan teknologi digital di berbagai bidang pekerjaan, peran manusia khususnya penerjemah tetap menjadi elemen yang tidak dapat digantikan dalam memahami konteks, nuansa, dan aspek keselamatan kerja pada komunikasi teknis lintas bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya peran penerjemah manusia dalam proses alih bahasa istilah teknis Bahasa Mandarin-Indonesia pada Biro Dispatching PT KCIC dalam mendukung proses handover operasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui analisis dokumen istilah teknis operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penerjemah manusia sangat penting dalam menjaga ketepatan konteks, nuansa bahasa, dan aspek keselamatan kerja selama proses handover berlangsung, sehingga tidak dapat digantikan sepenuhnya oleh teknologi. Berdasarkan temuan tersebut, disusun sebuah e-book glosarium istilah teknis Bahasa Mandarin-Indonesia sebagai alat bantu kerja bagi penerjemah dan petugas dispatching, guna mendukung akurasi dan efisiensi komunikasi pada proses handover operasional PT KCIC di era Society 5.0. | The increasingly close cooperative relationship between Indonesia and China has given rise to various forms of collaboration in strategic sectors, one of which is transportation, through the construction of the Jakarta-Bandung High-Speed Rail project operated by PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). As a manifestation of cross country cooperation, this project brings together Indonesian and Chinese workers within a single integrated operational system, including the Dispatching Bureau, which carries out the continuous inter-shift handover process. The accuracy of Mandarin-Indonesian technical terminology in this process is of critical importance, given that even the smallest misunderstanding can affect operational safety and smoothness. Entering the era of Society 5.0, marked by the rapid advancement of digital technology across various fields of work, the role of humans particularly translators remains an irreplaceable element in understanding context, nuance, and occupational safety aspects within cross language technical communication. This study aims to examine the importance of the human translator role in the translation process of Mandarin-Indonesian technical terms at the Dispatching Bureau of PT KCIC in supporting the operational handover process. This study employed a descriptive qualitative method with a case study approach, in which data were collected through document analysis of operational technical terminology. The results show that the role of the human translator is essential in maintaining contextual accuracy, linguistic nuance, and occupational safety aspects throughout the handover process, and therefore cannot be entirely replaced by technology. Based on these findings, an e-book glossary of Mandarin-Indonesian technical terms was developed as a working tool for translators and dispatching officers, to support communication accuracy and efficiency in PT KCIC operational handover process in the era of Society 5.0. | |
| 51212 | 54625 | L1A022065 | Tingkat Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Nelayan Anggota KUB di Desa Ayah, Kabupaten Kebumen | Penelitian ini berjudul Tingkat Pendapatan dan Pola Konsumsi Rumah Tangga Nelayan Anggota KUB di Desa Ayah, Kabupaten Kebumen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendapatan, pola konsumsi, serta pengaruh tingkat pendapatan terhadap pola konsumsi rumah tangga nelayan anggota KUB di Desa Ayah, Kabupaten Kebumen. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik sampling jenuh (sensus) terhadap 30 responden dari KUB Mino Bahari dan KUB Mina Muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan bersih nelayan adalah sebesar Rp 2.486.404,43 per bulan, yang didominasi oleh nelayan kategori pendapatan sedang (43,33%). Rata-rata pendapatan total rumah tangga mencapai Rp 3.537.071,09 per bulan, dimana sektor perikanan tangkap memberikan kontribusi terbesar (70,30%). Rata-rata total pengeluaran konsumsi rumah tangga nelayan sebesar Rp 2.301.333,33 per bulan, dengan proporsi konsumsi pangan (54,49%) lebih besar dibandingkan konsumsi non-pangan (45,51%). Berdasarkan analisis regresi linear sederhana, diperoleh persamaan Y = 346.105,85 + 0,553X. Hasil uji t membuktikan bahwa tingkat pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pola konsumsi rumah tangga nelayan (t-hitung 7,948 > t-tabel 2,048). Nilai Koefisien Determinasi (R2) sebesar 0,693 menunjukkan bahwa variasi pola konsumsi dipengaruhi tingkat pendapatan sebesar 69,3%, sedangkan 30,7% sisanya dipengaruhi oleh variabel di luar penelitian. | This study is entitled Income Levels and Household Consumption Patterns of Fishermen Members of KUB in Ayah Village, Kebumen Regency. The purpose of this study is to determine the income level, consumption patterns, and the influence of income levels on the consumption patterns of fisherman households who are members of KUB in Ayah Village, Kebumen Regency. The research method used is descriptive quantitative with a saturated sampling technique (census) of 30 respondents from KUB Mino Bahari and KUB Mina Muda. The results show that the average net income of fishermen is Rp 2,486,404.43 per month, which is dominated by fishermen in the middle income category (43,33%). The average total household income reaches Rp 3,537,071.09 per month, where the capture fisheries sector provides the largest contribution (70.30%). The average total consumption expenditure of fishermen's households is Rp 2,301,333.33 per month, with the proportion of food consumption (54,49%) being greater than non-food consumption (45,51%). Based on a simple linear regression analysis, the equation Y = 346,105.85 + 0.553X was obtained. The t-test results showed that income level had a positive and significant effect on household consumption patterns of fishermen (t-statistic 7,948 > t-table 2,048). The coefficient of determination (R2) of 0.693 indicates that 69.3% of variations in consumption patterns are influenced by income level, while the remaining 30.7% are influenced by variables outside the study. | |
| 51213 | 54626 | F1C022023 | Strategi Komunikasi Pemasaran Layanan Pos Aja Melalui Live Shopee UMKM (Studi Kasus: Kantor Cabang Utama Pos Purwokerto) | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat adopsi layanan Pos Aja milik PT. Pos Indonesia di tengah ketatnya persaingan industri logistik dan rendahnya brand awareness dibandingkan dengan kompetitor lainnya, sehingga pada Kantor Cabang Utama Pos Purwokerto diperlukan strategi komunikasi pemasaran yang efektif melalui pemanfaatan fitur Shopee live UMKM pada akun @Griyaraolshop. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganilisis strategi komunikasi pemasaran layanan Pos Aja yang diterapkan Kantor Cabang Utama Pos Purwokerto melalui media live streaming Shopee UMKM tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis dan metode studi kasus, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi, serta penentuan informan melalui purposive sampling terhadap manajer Penjualan Ritel dan Kemitraan serta pengguna layanan Pos Indonesia. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas data diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode, serta dianalisis menggunakan teori Difusi Inovasi dari Everett M. Rogers. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shopee live tidak hanya digunakan untuk mempromosikan produk UMKM, tetapi juga menjadi media komunikasi pemasaran dan edukasi dalam memperkenalkan layanan Pos Aja kepada masyarakat. Informasi Pos Aja disampaikan bersamaan dengan promosi produk UMKM melalui penjelasan mengenai layanan pengiriman serta interaksi langsung antara host dan audiens. Karakteristik komunikasi dalam kegiatan Shopee live bersift interaktif, dua arah, informatif, dan persuasif, yang terlihat dari aanya tanya jawab melalui kolom komentar serta penyampaian informasi mengenai transaksi, pembayaran, dan pengiriman. Pemanfaatan Shopee live mendukung proses penerimaan layanan Pos Aja yang berlangsung melalui lima tahap Diffusion of Innovations, yaitu knowledge, persuasion, decision, implementation, dan confirmation.Proses tersebut menunjukkan bahwa Shopee live dapat menjadi saluran difusi inovasi dalam memperkenalkan layanan digital kepada masyarakat, meskipun penerimaan layanan tetap dipengaruhi oleh kebutuhan masyarakat, meskipun penerimaan layanan tetap dipengaruhi oleh kebutuhan dan kesiapan pengguna dalam menggunakan layanan berbasis digital. | This research is motivated by the low adoption rate of Pos Aja services owned by PT. Pos Indonesia in the midst of fierce competition in the logistics industry and low brand awareness compared to other competitors, so that at the Main Branch Office of Pos Purwokerto, an effective marketing communication strategy is needed through the use of the Shopee live MSME feature on @Griyaraolshop accounts. This research aims to find out and analyze the marketing communication strategy of Pos Aja services implemented by the Main Branch Office of Pos Purwokerto through the Shopee MSME live streaming media. This study uses a qualitative approach with a constructivist paradigm and case study method, with data collection techniques in the form of semi-structured interviews, observation, and documentation, as well as the determination of informants through purposive sampling of Retail Sales and Partnership managers and Pos Indonesia service users. Data analysis was carried out through data reduction, data presentation, and conclusion drawn, with data validity strengthened through triangulation of sources and methods, and analyzed using the theory of Innovation Diffusion from Everett M. Rogers. Research findings indicate that Shopee Live is used not only to promote MSME products but also serves as a medium for marketing communication and education to introduce the Pos Aja service to the public. Information regarding Pos Aja is conveyed alongside MSME product promotions through explanations of shipping services and direct interaction between the host and the audience. The communication characteristics of Shopee Live sessions are interactive, two-way, informative, and persuasive, evidenced by Q&A sessions in the comments section and the provision of information regarding transactions, payments, and shipping. The use of Shopee Live supports the adoption process of the Pos Aja service, which unfolds through the five stages of the Diffusion of Innovations theory: knowledge, persuasion, decision, implementation, and confirmation. This process demonstrates that Shopee Live can function as a channel for the diffusion of innovation in introducing digital services to the public, although service adoption remains influenced by user needs and readiness regarding digital-based services. Keywords: marketing communication strategy, Shopee live UMKM, Pos Aja, innovation diffusion. | |
| 51214 | 54628 | I1E022047 | Pengaruh Metode Latihan Small-Sided Games Terhadap Peningkatan Teknik Passing dan Dribbling Pada Siswa Sepak Bola Di Pusbit Bobotsari | Latar Belakang: Kemampuan teknik dasar, khususnya passing dan dribbling, merupakan faktor penting menunjang performa pemain sepak bola. Metode latihan dinilai mampu meningkatkan kedua keterampilan tersebut adalah small-sided games (SSG), karena menghadirkan situasi permainan menyerupai pertandingan sesungguhnya menggunakan intensitas tinggi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh metode latihan small-sided games terhadap peningkatan keterampilan passing dan dribbling pada siswa Pusbit Bobotsari usia 13–14 tahun. Metodologi Penelitian: Penelitian menggunakan metode eksperimen menggunakan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 20 siswa dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dibagi menjadi kelompok perlakuan serta kelompok kontrol selama 14 kali pertemuan. Pengukuran dilakukan melalui tes keterampilan passing dan dribbling sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data meliputi uji normalitas, uji homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil Penelitian: (1) Metode latihan small-sided games memiliki pengaruh meningkatkan keterampilan passing dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). (2) Metode latihan small-sided games memiliki pengaruh meningkatkan keterampilan dribbling dengan nilai p = 0,000 (p<0,05). (3) Hasil independent T-Test menunjukan terdapat perbedaan signifikan antara kelompok perlakuan dan kontrol pada keterampilan passing (p = 0,000), sedangkan keterampilan dribbling tidak terdapat perbedaan signifikan (p = 0,305). Kesimpulan: (1) Terdapat perbedaan signifikan antara metode latihan small-sided games terhadap peningkatan keterampilan passing. (2) Terdapat perbedaan signifikan antara metode latihan small-sided games terhadap peningkatan keterampilan dribbling. (3) Small-sided games berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan teknik passing dan dribbling secara keseluruhan pada siswa sepak bola Pusbit Bobotsari. | Background: Basic technical skills, especially passing and dribbling, are important factors in supporting the performance of football players. One of the training methods that is considered to be able to improve both skills is small-sided games (SSG), because it presents a game situation that resembles a real match with high intensity. This study aims to analyze the effect of small-sided games practice methods on improving passing and dribbling skills in Pusbit Bobotsari students aged 13–14 years. Research Methodology: The research used an experimental method with a Pretest–Posttest Control Group Design. The research sample amounted to 20 students who were selected using purposive sampling techniques and were divided into treatment groups and control groups during 14 meetings. Measurements were taken through passing and dribbling skills tests before and after treatment. Data analysis included normality tests, homogeneity tests, paired sample t-tests, and independent sample t-tests. Research Results: (1) The small-sided games practice method had the effect of improving passing skills with a value of p = 0.000 (p<0.05). (2) The small-sided games practice method has the effect of improving dribbling skills with a value of p = 0.000 (p<0.05). (3) The results of the independent T-Test showed that there was a significant difference between the treatment and control groups in passing skills (p = 0.000), while in dribbling skills there was no significant difference (p = 0.305). Conclusion: (1) There is a significant difference between the training methods of small-sided games and the improvement of passing skills. (2) There is a significant difference between the practice method of small-sided games and the improvement of dribbling skills. (3) Small-sided games have a significant effect on improving overall passing and dribbling techniques in Pusbit Bobotsari football students | |
| 51215 | 54633 | J0A023022 | CREATING PROMOTIONAL INSTAGRAM STORY VIDEOS OF JAVA HERITAGE HOTEL PURWOKERTO GRILL NIGHT STATION | Laporan Praktik Kerja Lapangan yang berjudul "Creating Promotional Instagram Story Videos at Java Heritage Hotel in Purwokerto" disusun berdasarkan pengalaman magang penulis di Departemen Pemasaran Java Heritage Hotel Purwokerto, yang berlangsung selama 20 minggu mulai tanggal 13 Agustus 2025 hingga 31 Desember 2025. Proyek ini bertujuan untuk membuat video Instagram Story yang menarik guna mendukung upaya pemasaran digital hotel sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap Grill Night Station sebagai salah satu program kuliner unggulannya. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Selama proses observasi, penulis mengamati berbagai aspek Grill Night Station, termasuk suasana acara, penyajian makanan, interaksi dengan tamu, hiburan langsung, serta elemen visual lainnya yang dapat memperkuat konten promosi. Wawancara dengan Manajer Pemasaran memberikan wawasan berharga mengenai tujuan promosi hotel, strategi branding, dan ekspektasi terhadap video akhir. Selain itu, dokumen pendukung seperti foto, rekaman video, brosur, dan materi promosi yang sudah ada dikumpulkan untuk membantu proses produksi. Selama proses pengembangan, penulis menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam menguasai Adobe Premiere, karena pengalaman pengeditan penulis sebelumnya sebagian besar menggunakan CapCut. Untuk mengatasi keterbatasan ini, penulis menerima bimbingan dan pelatihan praktis dari Manajer Pemasaran serta editor konten hotel. Dukungan ini memungkinkan penulis menyelesaikan video promosi dengan sukses sekaligus meningkatkan kemampuan teknis pengeditan, keterampilan produksi konten kreatif, dan komunikasi profesional. Secara keseluruhan, magang ini memberikan pengalaman praktis yang berharga. | The Job Training Report entitled "Creating Promotional Instagram Story Videos at Java Heritage Hotel in Purwokerto" was prepared based on the author's internship experience in the Marketing Department of Java Heritage Hotel Purwokerto, which took place over 20 weeks from August 13, 2025, to December 31, 2025. The project aimed at creating engaging Instagram Story videos that supported the hotel's digital marketing efforts while increasing public awareness of Grill Night Station as one of its featured culinary programs. Data for this study were collected through observation, interviews, and documentation. During the observation process, the author examined various aspects of Grill Night Station, including the event atmosphere, food presentation, guest interactions, live entertainment, and other visual elements that could strengthen the promotional content. The interview with the Marketing Manager provided valuable insights into the hotel's promotional goals, branding strategy, and expectations for the final videos. In addition, supporting documents such as photographs, video recordings, brochures, and existing promotional materials were collected to assist the production process. During the development process, several challenges were encountered, particularly in mastering Adobe Premiere, as the author's previous editing experience had mainly involved CapCut. To overcome this limitation, the author received guidance and practical training from the Marketing Manager and the hotel's content editor. This support enabled the author to complete the promotional videos successfully while improving technical editing abilities, creative content production skills, and professional communication. Overall, the internship provided valuable practical experience and contributed to both the author's professional development and the hotel's digital promotional activities. | |
| 51216 | 54629 | C1H022036 | QUALITY CONTROL TO REDUCE DEFECTIVE PRODUCTS IN FALSE EYELASHES PRODUCTION USING THE SIX SIGMA DMAIC METHOD (CASE STUDY: UD RR, PURBALINGGA REGENCY) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas pada proses produksi bulu mata palsu di UD RR Purbalingga menggunakan metode Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control). Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian operasional dengan desain studi kasus. Data diperoleh dari catatan historis produksi dan produk cacat, yang didukung oleh observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi perusahaan. Data dianalisis melalui tahapan metode Six Sigma DMAIC, meliputi identifikasi Critical to Quality (CTQ), perhitungan Defects per Unit (DPU), Defects per Opportunity (DPO), Defects per Million Opportunities (DPMO), dan Sigma Level, yang kemudian dilanjutkan dengan analisis diagram Pareto dan Fishbone untuk mengidentifikasi jenis cacat dominan serta akar penyebabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses produksi bulu mata palsu di UD RR memiliki nilai rata-rata DPMO sebesar 21.847,36 dengan Sigma Level sebesar 3,52. Jenis cacat dominan yang teridentifikasi adalah Broken Fiber Defects (cacat serat putus) dan Misalignment Defects (cacat ketidaksejajaran). Hasil analisis Fishbone menunjukkan bahwa cacat tersebut dipengaruhi oleh faktor sumber daya manusia, metode, mesin atau peralatan, material, dan lingkungan produksi. Berdasarkan tahap Analyze, strategi perbaikan kemudian diusulkan pada tahap Improve, meliputi standardisasi proses, pelatihan operator, perbaikan metode kerja, serta penerapan poka-yoke sebagai mekanisme pengendalian preventif. Selanjutnya, tahap Control dikembangkan untuk mempertahankan konsistensi proses melalui penerapan prosedur yang terstandar, pemantauan, dokumentasi, dan tindakan korektif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode Six Sigma DMAIC dapat memberikan kerangka kerja yang sistematis dan berbasis data untuk mengidentifikasi sumber cacat, meningkatkan proses produksi, dan mengurangi produk cacat pada industri manufaktur bulu mata palsu. | This study aims to analyze quality control in the false eyelash production process at UD RR Purbalingga using the Six Sigma DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) method. The study employs an operational research approach with a case study design. Data were obtained from historical production and defective product records, supported by direct observation, interviews, and company documentation. The data were analyzed through the stages of the Six Sigma DMAIC method, including identification of Critical to Quality (CTQ), calculation of Defects per Unit (DPU), Defects per Opportunity (DPO), Defects per Million Opportunities (DPMO), and Sigma Level, followed by Pareto and Fishbone diagram analysis to identify dominant defects and their root causes. The results showed that the false eyelash production process at UD RR had an average DPMO value of 21,847.36 with a Sigma Level of 3.52. The dominant defects identified were Broken Fiber Defects and Misalignment Defects. The Fishbone analysis indicated that these defects were influenced by factors related to human resources, methods, machines or equipment, materials, and the production environment. Based on the Analyze stage, improvement strategies were proposed in the Improve stage, including process standardization, operator training, improvement of work methods, and the implementation of poka-yoke as a preventive control mechanism. The Control stage was then developed to maintain process consistency through standardized procedures, monitoring, documentation, and corrective actions. These findings indicate that the Six Sigma DMAIC method can provide a systematic and data-driven framework for identifying defect sources, improving production processes, and reducing defective products in false eyelash manufacturing. | |
| 51217 | 54631 | I1E022007 | ANALISIS ASUPAN NUTRISI DENGAN TINGKAT KEBUGARAN JASMANI PADA SISWA SMA NEGERI 1 BANYUMAS | Kebugaran jasmani merupakan faktor penting bagi remaja dalam mendukung aktivitas akademik maupun nonakademik di sekolah. Tingkat kebugaran dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya asupan nutrisi harian yang berperan sebagai sumber energi melalui pembentukan Adenosin Trifosfat (ATP). Kurangnya asupan nutrisi, dapat secara signifikan menurunkan performa fisik siswa. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan antara status gizi dan asupan energi dengan kebugaran jasmani, penelitian lain menemukan hasil yang tidak signifikan. Perbedaan temuan tersebut melatarbelakangi penelitian ini untuk menganalisis hubungan asupan nutrisi harian dengan tingkat kebugaran jasmani pada siswa SMA Negeri 1 Banyumas sebagai dasar penyusunan rekomendasi program kesehatan sekolah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan ex post facto. Sampel berjumlah 87 siswa. Instrumen yang digunakan adalah Food Recall 24 Hours dan Tes Kebugaran Jasmani Indonesia usia 15-18 tahun. Analisis data meliputui uji normalitas, uji homogenitas dan uji korelasi. Asupan nutrisi rata rata siswa perempuan sebesar 1390,14 dan laki-laki sebesar 2254,62 dapat dideskripsikan bahwa asupan nutrisi siswa belum terpenuhi. Hasil Tes Kebugaran Jasmani Indonesia siswa perempuan sebesar 13,25 dan laki-laki sebesar 13,61 dapat dideskripsikan bahwa nilai rata-rata tingkat kebugaran jasmani pada kategori sedang. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment untuk siswa laki-laki sebesar 0,589 dan perempuan sebesar 0,408. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan tersebut tidak signifikan secara statistik. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Faktor Nutisi dengan Tingkat Kebugaran Jasmani siswa SMA Negeri 1 Banyumas. | Physical fitness is an essential factor for adolescents in supporting both academic and extracurricular activities at school. The level of physical fitness is influenced by various factors, one of which is daily nutritional intake, which serves as the primary energy source through the production of adenosine triphosphate (ATP). Inadequate nutritional intake can significantly reduce students' physical performance. Although several studies have reported a relationship between nutritional status and energy intake with physical fitness, other studies have found no significant association. These inconsistent findings provide the rationale for this study, which aims to analyze the relationship between daily nutritional intake and the level of physical fitness among students at SMA Negeri 1 Banyumas as a basis for developing school health program recommendations. This study used a quantitative descriptive research method with an ex post facto approach. The sample consisted of 87 students. The instruments used were the 24-Hour Food Recall and the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) for ages 15–18 years. Data analysis included normality testing, homogeneity testing, and correlation analysis. The average nutritional intake among female students was 1,390.14, while that of male students was 2,254.62. These results indicate that the students’ nutritional intake had not yet met their nutritional requirements. The results of the Indonesian Physical Fitness Test (TKJI) showed average scores of 13.25 for female students and 13.61 for male students, indicating that the average level of physical fitness was categorized as moderate. The results of the Pearson Product-Moment correlation test showed correlation coefficients of 0.589 for male students and 0.408 for female students. These results indicate that there was no statistically significant relationship between nutritional intake and physical fitness. There was no significant correlation between nutritional factors and the physical fitness level of students at SMA Negeri 1 Banyumas. | |
| 51218 | 54632 | I1E019031 | POTENSI OBJEK WISATA TIRTO ASRI WALIK SEBAGAI PRASARANA PENDIDIKAN LUAR KELAS | Pendidikan luar kelas merupakan bagian dari pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas di luar kelas. Pemanfaatan objek wisata sebagai prasarana pendidikan luar kelas perlu memperhatikan kesesuaian kondisi dan fasilitas dengan kebutuhan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Objek Wisata Tirto Asri Walik sebagai prasarana pendidikan luar kelas bagi siswa SD/MI di Kecamatan Kutasari. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survei. Subjek penelitian adalah guru PJOK SD/MI di Kecamatan Kutasari yang pernah memanfaatkan Objek Wisata Tirto Asri Walik untuk kegiatan pendidikan luar kelas. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang disusun berdasarkan lima indikator, yaitu luas area, keanekaragaman, aksesibilitas, keamanan, serta kebebasan dan kenyamanan. Instrumen awal terdiri atas 40 butir pernyataan dan setelah uji validitas diperoleh 36 butir pernyataan valid. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indikator luas area memperoleh persentase 75%, keanekaragaman 73,69%, aksesibilitas 71,19%, keamanan 71,88%, serta kebebasan dan kenyamanan 70,24%. Secara keseluruhan, Objek Wisata Tirto Asri Walik memperoleh persentase 72,1% dan termasuk kategori baik. Dengan demikian, Objek Wisata Tirto Asri Walik memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai prasarana pendidikan luar kelas bagi siswa SD/MI di Kecamatan Kutasari, meskipun masih diperlukan pengembangan pada aspek fasilitas pendukung, aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan. | Outdoor education is part of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) learning that provides students with direct learning experiences through activities conducted outside the classroom. The utilization of tourist attractions as outdoor education facilities needs to consider the suitability of their conditions and facilities for learning activities. This study aimed to determine the potential of Tirto Asri Walik Tourism Object as an outdoor education facility for elementary and Islamic elementary school students in Kutasari District. This study employed a descriptive quantitative method using a survey technique. The subjects were PJOK teachers from elementary and Islamic elementary schools in Kutasari District who had previously utilized Tirto Asri Walik Tourism Object for outdoor education activities. Data were collected using a questionnaire based on five indicators: area size, diversity, accessibility, safety, and freedom and comfort. The initial instrument consisted of 40 statements, of which 36 items were declared valid after validity testing. The data were analyzed using descriptive percentage analysis. The results showed that the area size indicator obtained a percentage of 75%, diversity 73.69%, accessibility 71.19%, safety 71.88%, and freedom and comfort 70.24%. Overall, Tirto Asri Walik Tourism Object obtained a percentage of 72.1%, which was categorized as good. Therefore, Tirto Asri Walik Tourism Object has potential to be utilized as an outdoor education facility for elementary and Islamic elementary school students in Kutasari District, although improvements are still needed in supporting facilities, accessibility, safety, and comfort. | |
| 51219 | 54635 | I1A022063 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR PADA BATITA USIA 12-23 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO UTARA II TAHUN 2025 | Latar Belakang: Puskesmas Purwokerto Utara II mengalami penurunan cakupan imunisasi dasar lengkap dalam tiga tahun terakhir. Pada tahun 2024 cakupan imunisasi dasar lengkap hanya mencapai 73,6% dan masih di bawah target Universal Child Immunization (UCI). Rendahnya capaian tersebut meningkatkan risiko Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), sehingga diperlukan penelitian mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan imunisasi dasar pada batita usia 12–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2025. Penelitian ini menganalisis pengaruh usia, pendidikan, pekerjaan, pengetahuan, sikap, akses pelayanan kesehatan, dukungan petugas kesehatan, dan dukungan keluarga terhadap kelengkapan imunisasi dasar. Metode: Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan populasi batita usia 12–23 bulan yang tercatat dalam data kohort imunisasi Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2025. Sampel berjumlah 128 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi-square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil: Variabel yang berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada batita usia 12–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2025, yaitu pendidikan tinggi (p=0,026; POR=3,261; CI=1,149–9,257) dan keluarga yang mendukung (p=0,049; POR=2,957; CI=1,006–8,691). Kesimpulan: Pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada batita usia 12–23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Purwokerto Utara II tahun 2025. Oleh karena itu, diperlukan upaya meningkatkan kemampuan ibu dalam mengambil keputusan terkait imunisasi dasar melalui penguatan literasi kesehatan, penyediaan informasi yang mudah, serta keterlibatan keluarga dalam mendukung pelaksanaan imunisasi sesuai jadwal. Kata Kunci: Pendidikan, Dukungan keluarga, Imunisasi | Background: Purwokerto Utara II Primary Health Center has experienced a decline in complete basic immunization coverage over the past three years. In 2024, coverage reached only 73.6%, below the Universal Child Immunization (UCI) target, increasing the risk of Vaccine-Preventable Diseases (VPDs). This study aimed to analyze factors affecting the completeness of basic immunization among children aged 12–23 months in the working area of Purwokerto Utara II Primary Health Center in 2025. Methods: This cross-sectional study involved children aged 12–23 months registered in the immunization cohort of Purwokerto Utara II Primary Health Center. A total of 128 respondents were selected using simple random sampling. Data were collected through structured interviews and analyzed using univariate analysis, chi-square test, and logistic regression. Results: Higher maternal education (p=0.026; OR=3.261; 95% CI=1.149–9.257) and family support (p=0.049; OR=2.957; 95% CI=1.006–8.691) were significantly associated with complete basic immunization. Conclusion: Education was the strongest factor associated with complete basic immunization among children aged 12–23 months. Efforts should focus on improving mothers' decision-making regarding immunization by strengthening health literacy, providing accessible information, and encouraging family support to ensure timely completion of childhood immunization. Keywords: Education, Family Support, Immunization |