Artikelilmiahs

Menampilkan 51.241-51.249 dari 51.249 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5124154657F1F022059Analisis Implementasi Ringgit–Rupiah Settlement Framework pada Perdagangan Bilateral Indonesia–Malaysia (2021–2024)Penelitian ini mengkaji penerapan Ringgit–Rupiah Settlement Framework (RRSF) dalam kerja sama perdagangan bilateral Indonesia dan Malaysia pada kurun waktu 2021–2024 menggunakan perspektif Transgovernmentalism Anne-Marie Slaughter. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa dari aspek kelembagaan, RRSF berjalan secara optimal berkat kolaborasi erat antara Bank Indonesia dan Bank Negara Malaysia sebagai Disaggregated State, penyelarasan regulasi serta infrastruktur pembayaran lintas batas (Harmonization Networks), pengawasan kepatuhan melalui Satgas Nasional LCT (Enforcement Networks), serta pendelegasian peran kepada perbankan pelaksana (Extension of Agency) yang berhasil mendorong peningkatan volume transaksi bilateral. Kendati demikian, adopsi di tingkat pasar dalam mereduksi ketergantungan terhadap Dolar AS masih bersifat pelengkap akibat hambatan struktural, seperti keterikatan historis pada acuan harga komoditas global, perbedaan orientasi antara kedaulatan negara dan kalkulasi profitabilitas perbankan, serta kompleksitas beban administratif bagi pelaku usaha.This study examines the implementation of the Ringgit–Rupiah Settlement Framework (RRSF) in Indonesia–Malaysia bilateral trade from 2021 to 2024 using Anne-Marie Slaughter’s theory of Transgovernmentalism. The findings indicate that institutionally, the RRSF functions optimally through the close collaboration of Bank Indonesia and Bank Negara Malaysia as Disaggregated States, the alignment of cross-border payment regulations and infrastructure (Harmonization Networks), compliance oversight by the National LCT Task Force (Enforcement Networks), and the delegation of operational roles to commercial banks (Extension of Agency), which successfully expanded bilateral transaction values. Nevertheless, market-level adoption in shifting away from US Dollar dominance remains complementary due to structural constraints, such as historical reliance on global commodity pricing benchmarks, clashes between state sovereignty logic and commercial banking profitability, and administrative compliance burdens at the firm level.
5124254658F1D022068Dinamika Politik Redistribusi dalam Penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional di Kabupaten BanyumasData Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi dasar dalam menentukan kelayakan penerima bantuan iuran, bertujuan untuk meningkatkan ketepatan sasaran. Dalam implementasinya, pendekatan berbasis data memunculkan persoalan ekslusi sosial, terutama untuk kelompok miskin yang kehilangan akses layanan kesehatan. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika politik redistribusi dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 80 Tahun 2025 terkait penonaktifan dan penetapan ulang peserta penerima bantuan iuran dalam kebijakan jaminan kesehatan nasional di Kabupaten Banyumas. Artikel ini didasarkan pada penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus, Kabupaten Banyumas sebagai salah satu daerah dengan tingkat kepesertaan dan keaktifan peserta mendekati Universal Health Coverage, tetapi mengalami penonaktifan peserta yang tinggi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan aktor pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta masyarakat terdampak, observasi, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, DTSEN bukan sekedar instrumen administratif, tetapi instrumen politik redistribusi kesejahteraan yang menentukan distribusi perlindungan sosial. Kedua, penonaktifan kepesertaan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional menimbulkan berbagai persoalan inklusi sosial berupa keterbatasan akses layanan kesehatan, lemahnya transparansi informasi, dan ketergantungan masyarakat pada mekanisme pembiayaan daerah melalui skema Universal Health Coverage (UHC). Meskipun Pemerintah Kabupaten Banyumas melakukan adaptasi kebijakan untuk menjaga akses layanan kesehatan masyarakat terdampak, upaya tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan struktural dalam tata kelola kesejahteraan berbasis data. Artikel ini menegaskan bahwa kebijakan redistribusi kesejahteraan menghasilkan eksklusi sosial berbasis data kesejahteraan dan memerlukan mekanisme verifikasi yang adil dan transparan.National Single Social and Economic Data (DTSEN) serves as a basis for determining eligibility for contribution assistance beneficiaries, with the aim of improving the accuracy and effectiveness of social welfare distribution. However, the implementation of data-driven welfare policies may generate social exclusion, particularly among vulnerable and low-income groups who experience the loss of access to public services. This study aims to analyze the political dynamics of welfare redistribution in the implementation of Minister of Social Affairs Decree No. 80 of 2025 concerning the deactivation and re-determination of beneficiaries of the National Health Insurance Contribution Assistance (PBI JKN) in Banyumas Regency. Using a qualitative method and a case study approach, this study examines Banyumas Regency as a region with a high level of National Health Insurance coverage and active participation approaching Universal Health Coverage (UHC), yet experiencing a significant number of participant deactivations. Data were collected through in-depth interviews with local government actors, Social Security Agency for Health, and affected communities, complemented by observation and document analysis. The findings indicate that, first, DTSEN functions not merely as an administrative instrument but also as a political instrument of welfare redistribution that shapes the allocation of social protection and determines who is included in or excluded from state welfare programs. Second, the deactivation of PBI JKN participants generates social exclusion through limited access to health services, inadequate transparency of information, and increased dependence on local government financing mechanisms through the UHC scheme. Although the Banyumas Regency Government has adapted its policies to maintain access to health services for affected communities, these measures have not fully addressed the structural problems of data-driven welfare governance. This study argues that welfare redistribution policies based on socio-economic data can produce forms of data-driven social exclusion and therefore require fair, transparent, and accountable verification mechanisms to ensure more equitable distribution of social protection.
5124354659J0A023098CREATING A BILINGUAL BOOKLET OF PRACTICAL DIALOGUES
FOR F&B INTERNS AT THE RITZ-CARLTON PACIFIC PLACE HOTEL
Laporan ini disusun berdasarkan pengalaman magang penulis di The Ritz-
Carlton Pacific Place Hotel Jakarta sebagai mahasiswa Universitas Jenderal
Soedirman. Laporan ini bertujuan menjelaskan pelaksanaan praktik kerja lapangan,
menguraikan proses pembuatan booklet dwibahasa untuk departemen F&B, serta
mengidentifikasi kendala dan solusi dalam penggunaan bahasa Inggris untuk
berinteraksi dengan tamu di departemen F&B.
Praktik kerja lapangan dilaksanakan selama enam bulan (Juli 2025–
Januari 2026), dengan booklet dikembangkan melalui tahap pra-produksi, produksi,
dan pasca-produksi, menggunakan metode observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Observasi dan wawancara dengan empat staf Banquet menunjukkan
bahwa trainee, khususnya houseman, masih kesulitan berkomunikasi dalam bahasa
Inggris dengan tamu, sehingga data tersebut menjadi dasar pengembangan booklet
dwibahasa sebagai sumber belajar praktis untuk membantu peserta magang F&B
berkomunikasi lebih percaya diri sekaligus mendukung standar pelayanan The Ritz-
Carlton.
Penulis menghadapi dua kendala utama, yaitu manajemen waktu akibat
jam kerja padat dan stamina fisik akibat pekerjaan Banquet yang melelahkan, yang
diatasi dengan memanfaatkan dua hari libur mingguan untuk mengerjakan laporan
sekaligus beristirahat. Pengalaman ini memberi pelajaran berharga mengenai
disiplin, manajemen waktu, dan ketahanan diri sebagai bekal profesionalisme di
industri perhotelan.
This report documents the writer's internship at The Ritz-Carlton Pacific
Place Hotel Jakarta as a student of Universitas Jenderal Soedirman. It explains the
implementation of the training, the process of creating a bilingual booklet for the
F&B department, and the obstacles and solutions in using English to interact with
and satisfy guests in F&B.
Conducted over six months (July 2025–January 2026), the booklet was
developed through three stages: pre-production, production, and post-production,
using observation, interviews, and documentation. Observation showed that
Banquet trainees, especially housemen, still struggled to communicate in English
with guests. Interviews with four Banquet staff provided authentic dialogue data,
while documentation served as supporting evidence. These findings shaped the
bilingual booklet as a practical resource to help F&B interns communicate more
confidently while upholding The Ritz-Carlton's service standards.
The writer faced two main challenges: time management, due to
demanding work hours, and physical stamina, due to the tiring nature of banquet
work. Both were addressed by using the two weekly days off to work on the report
and booklet while resting. Overcoming these obstacles taught valuable lessons in
discipline, time management, and resilience essential skills for professionalism in
the hospitality industry.
5124454660H1B022061PENGARUH AKAR RUMPUT VETIVER TERHADAP NILAI KOEFISIEN PERMEABILITAS TANAH DENGAN UJI DOUBLE-RING INFILTROMETERBencana tanah longsor sering dipicu oleh infiltrasi air hujan berlebih yang meningkatkan tekanan air pori dan menurunkan kuat geser tanah. Rumput vetiver (Chrysopogon zizanioides) banyak diaplikasikan sebagai perkuatan lereng ramah lingkungan (soil bioengineering). Namun, pengaruh sistem perakarannya terhadap perubahan sifat hidraulik tanah masih menjadi perdebatan antara efek penyumbatan pori (clogging) dan pembentukan jalur air (preferential flow). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh umur awal pertumbuhan akar vetiver (0–12 minggu) terhadap luasan akar (Root Area Ratio / RAR) dan memetakan pola hubungannya dengan koefisien permeabilitas tanah (Ksat). Pemodelan fisik berskala laboratorium dilakukan menggunakan tanah berplastisitas tinggi (MH). Laju infiltrasi diuji menggunakan Double-Ring Infiltrometer berbasis sensor ultrasonik HC-SR04 dengan metode falling head. Ekstraksi citra digital 2D menggunakan perangkat lunak Image-J diterapkan untuk menghitung nilai RAR dan Crack Intensity Factor (CIF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan RAR seiring umur tanaman bersifat eksponensial. Pada minggu ke-2 hingga ke-8, pertumbuhan berjalan lambat (RAR 2,63%–4,09%), kemudian berekspansi agresif pada minggu ke-10 hingga ke-12 dengan nilai RAR memuncak di angka 24,51%. Pola hubungan antara RAR dan Ksat tidak bersifat linear, melainkan membentuk kurva histeresis (menyerupai huruf U/V) yang mengonfirmasi terjadinya dua mekanisme berurutan. Pada minggu ke-0 hingga ke-6, akar serabut halus mendominasi rongga makro sehingga memicu efek clogging, yang menurunkan nilai Ksat lebih dari 90% (dari 7,84 ×10^(-6) m/s menjadi 1,73 ×10^(-7)). Memasuki minggu ke-8 hingga ke-12, desakan mekanis akibat pembesaran akar dan masifnya evapotranspirasi memicu defisit air ekstrem, menghasilkan retakan susut (desiccation cracks) dengan CIF mencapai 13,91%. Retakan ini bertransisi menjadi jalur preferential flow yang mengembalikan kapasitas infiltrasi, menaikkan kembali nilai Ksat hingga menyentuh 7,96 ×10^(-6) m/s. Penelitian ini membuktikan bahwa efek akar terhadap permeabilitas pada fase awal merupakan proses kontinum dari fase penyumbatan menuju fase pelolosan air. Landslides are often triggered by excessive rainfall infiltration, which increases pore water pressure and reduces soil shear strength. Vetiver grass (Chrysopogon zizanioides) is widely applied as eco-friendly slope reinforcement (soil bioengineering). However, the effect of its root system on changes in soil hydraulic properties remains a subject of debate between pore clogging effects and the formation of preferential flow pathways. This study aims to analyze the effect of early vetiver root growth (0–12 weeks) on root area (Root Area Ratio / RAR) and map its relationship with the soil permeability coefficient (Ksat). Laboratory-scale physical modeling was conducted using high plasticity soil (MH). Infiltration rates were tested using a Double-Ring Infiltrometer based on the HC-SR04 ultrasonic sensor with the falling head method. 2D digital image extraction using Image-J software was applied to calculate RAR values and the Crack Intensity Factor (CIF). The results showed that RAR development with plant age was exponential. From week 2 to 8, growth was slow (RAR 2.63%–4.09%), then expanded aggressively in weeks 10 to 12, with the RAR value peaking at 24.51%. The relationship pattern between RAR and Ksat is not linear but forms a hysteresis curve (resembling a U/V shape), confirming the occurrence of two sequential mechanisms. From week 0 to 6, fine fibrous roots dominated the macropores, triggering a clogging effect that reduced the Ksat value by more than 90% (from 7.84×10^(-6) m/s to 1.73×10^(-7) m/s). Entering weeks 8 to 12, mechanical pressure from root enlargement and massive evapotranspiration triggered extreme water deficits, producing desiccation cracks with a CIF reaching 13.91%. These cracks transitioned into preferential flow pathways that restored infiltration capacity, raising the Ksat value back up to 7.96×10^(-6) m/s. This study proves that the effect of roots on permeability in the early phase is a continuum process from the clogging phase to the water release phase.
5124554661C1A019111PEMETAAN DAN TIPOLOGI POTENSI PAJAK DAERAH KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAHPajak daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian fiskal pemerintah daerah. Adanya ketimpangan perolehan penerimaan pajak daerah disetiap kabupaten/kota di Jawa Tengah mengakibatkan perbedaan kemampuan fiskal yang signifikan antar kabupaten/kota dalam mencapai kemandirian daerah, hal ini menekankan perlu adanya analisis mengenai karakteristik dan potensi pajak daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, memetakan potensi, dan mengklasifikasikan tipologi pajak daerah kabupaten/kota di Jawa Tengah. Penelitian menggunakan data sekunder tahun 2022–2024 yang mencakup 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Analisis yang digunakan meliputi Location Quotient (LQ), Tipologi Klassen, dan Sistem Informasi Geografis (SIG). Analisis LQ digunakan untuk mengidentifikasi jenis pajak yang termasuk kategori basis dan nonbasis, Tipologi Klassen digunakan untuk mengklasifikasikan pajak berdasarkan laju pertumbuhan dan kontribusinya, sedangkan SIG digunakan untuk memvisualisasikan persebaran potensi pajak secara spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pajak Penerangan Jalan dan PBB-P2 memiliki persebaran potensi basis yang relatif paling luas. Sementara itu, Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Reklame, Pajak Parkir, Pajak Air Tanah, Pajak Sarang Burung Walet, Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan, serta BPHTB cenderung menjadi pajak basis pada daerah tertentu. Hasil Tipologi Klassen menunjukkan adanya perbedaan tingkat kontribusi dan pertumbuhan setiap jenis pajak antarwilayah. Hasil pemetaan SIG juga menunjukkan bahwa persebaran potensi pajak berbeda menurut karakteristik masing-masing jenis pajak. Temuan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan optimalisasi pajak daerah perlu disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing kabupaten/kota.
Local taxes are one of the sources of Regional Original Revenue (PAD) and play an important role in supporting the fiscal independence of local governments. The disparity in local tax revenues among regencies/cities in Central Java has resulted in significant differences in fiscal capacity in achieving regional fiscal independence. This condition highlights the need to analyze the characteristics and potential of local taxes across regencies/cities in Central Java. This study aims to analyze the characteristics, map the potential, and classify the typology of local taxes across regencies/cities in Central Java. The study uses secondary data for the period 2022–2024 covering 35 regencies/cities in Central Java. The analytical methods employed include Location Quotient (LQ), Klassen Typology, and Geographic Information Systems (GIS). The LQ analysis is used to identify tax types classified as base and non-base taxes, while the Klassen Typology is used to classify taxes based on their growth rates and contributions. GIS is used to visualize the spatial distribution of local tax potential. The results show that the Street Lighting Tax (Pajak Penerangan Jalan) and Rural and Urban Land and Building Tax (PBB-P2) have the widest distribution of base-tax potential. Meanwhile, Hotel Tax, Restaurant Tax, Entertainment Tax, Advertising Tax, Parking Tax, Groundwater Tax, Swallow's Nest Tax, Non-Metallic Minerals and Rocks Tax, and Acquisition Duty of Rights on Land and Buildings (BPHTB) tend to be classified as base taxes in certain areas. The Klassen Typology results indicate differences in the contribution and growth rates of each tax type across regions. The GIS mapping results also show that the distribution of tax potential varies according to the characteristics of each tax type. These findings indicate that local tax optimization policies need to be adjusted to the characteristics and potential of each regency/city.
5124654663F2C024017STRATEGI MEDIA RELATIONS DALAM PENGELOLAAN WEBOMETRICS UNTUK PENGUATAN REPUTASI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Visibilitas digital menjadi bagian penting dalam pembentukan reputasi perguruan tinggi, sementara keterkaitan antara strategi media relations dan pengelolaan Webometrics masih belum banyak dikaji secara terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Humas Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dalam mengelola komunikasi publik berbasis digital, mengkaji praktik dan strategi media relations dalam mendukung publikasi institusi, serta merumuskan strategi media relations dalam pengelolaan Webometrics untuk memperkuat reputasi digital universitas. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan berlandaskan Relationship Management Theory. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dokumentasi, dan online tracking yang melibatkan Humas, pengelola website, pengelola Webometrics, pengelola konten, tim teknologi informasi, serta jurnalis. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media relations dilaksanakan melalui distribusi press release, publikasi kegiatan tridarma, pengelolaan hubungan dengan media lokal dan nasional, serta pemanfaatan website dan media sosial. Praktik tersebut meningkatkan eksposur institusi, visibilitas website, dan peluang pembentukan backlink, tetapi belum sepenuhnya terintegrasi dengan pengelolaan Webometrics karena kendala koordinasi antarunit, konsistensi produksi konten, dan pengelolaan relasi media yang belum sistematis. Penelitian menghasilkan strategi media relations berbasis visibilitas digital melalui integrasi website sebagai pusat komunikasi, pengembangan konten bernilai berita, media mapping, penguatan relasi media berkelanjutan, serta optimalisasi publikasi eksternal. Strategi tersebut menempatkan media relations sebagai instrumen komunikasi strategis untuk memperkuat reputasi digital dan mendukung peningkatan performa Webometrics UNSOED secara berkelanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi lintas unit dalam komunikasi universitas.The low visibility of university websites remains a significant challenge in improving Webometrics rankings and strengthening institutional digital reputation. In this context, Media relations play a strategic role in increasing information exposure, expanding publication reach, and enhancing university website visibility. This study aims to analyze the role of the Public Relations Office of Universitas Jenderal Soedirman in managing digital public communication, examine the Media relations practices and strategies employed to support institutional publications, and analyze Media relations strategies in Webometrics management to strengthen the university's digital reputation. This research employs Relationship Management Theory using a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation involving the Public Relations Office, website administrators, Webometrics administrators, and media partners. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, which consists of data condensation, data display, and conclusion drawing and verification. Data validity was ensured through source triangulation and member checking. The findings indicate that Media relations are implemented through press release distribution, publication of institutional activities, Media Relationship Management, and the utilization of the university website and social media as digital communication platforms. These practices contribute to increasing institutional exposure, website visibility, and backlink generation. However, their implementation is constrained by limited inter-unit coordination, inconsistent content production, and the lack of systematic integration between Media relations and Webometrics strategies. This study proposes a digital visibility-based Media relations strategy consisting of the integration of Media relations with the university website, newsworthy content development, strategic Media relationship enhancement, and optimization of external publications to strengthen digital reputation and improve Webometrics performance.
5124754664H1E022023RANCANGAN PERBAIKAN KINERJA RANTAI PASOK BERDASARKAN ATRIBUT RELIABILITY MENGGUNAKAN METODE SUPPLY CHAIN OPERATIONS REFERENCE DIGITAL STANDARD (SCOR DS) PADA CV. SIWARAK SENTOSA SEJAHTERACV. Siwarak Sentosa Sejahtera merupakan industri kecil menengah yang bergerak di bidang agroindustri pengolahan koktail nanas. Perusahaan masih menghadapi permasalahan rantai pasok berupa ketidakstabilan ketersediaan bahan baku, keterlambatan pengiriman, dan ketidaksesuaian jumlah produk yang diterima pelanggan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi rantai pasok, mengukur kinerja atribut Reliability, dan menyusun usulan perbaikan menggunakan Supply Chain Operations Reference Digital Standard (SCOR DS) Racetrack. Penelitian dilakukan melalui tahapan Engage, Define, Analyze, dan Plan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa RL.3.2 Delivery Quantity Accuracy to the Customer memperoleh nilai 96,52% dengan gap 3,48%, sedangkan RL.3.3 Customer Commit Date Achievement memperoleh nilai 93,91% dengan gap 6,09%. Analisis 5 Why menghasilkan empat usulan proyek perbaikan, yaitu Improve Sales and Operations Planning, Supplier Collaboration, Supply Chain Optimization, dan Distribution Planning. Berdasarkan Project Prioritization, Improve Sales and Operations Planning dan Supply Chain Optimization menjadi prioritas perbaikan karena termasuk kategori Quick Wins.CV. Siwarak Sentosa Sejahtera is a small-to-medium-sized enterprise (SME) operating in the agro-industry sector, specializing in the processing of pineapple cocktails. The company continues to face supply chain challenges, including unstable availability of raw materials, delivery delays, and discrepancies in the quantities of products received by customers. This study aims to identify the state of the supply chain, measure the performance of the Reliability attribute, and formulate improvement proposals using the Supply Chain Operations Reference Digital Standard (SCOR DS) Racetrack. The research was conducted through the Engage, Define, Analyze, and Plan phases, with data collected through observation, interviews, and documentation. The measurement results show that RL.3.2 Delivery Quantity Accuracy to the Customer scored 96.52% with a gap of 3.48%, while RL.3.3 Customer Commit Date Achievement scored 93.91% with a gap of 6.09%. The 5 Whys analysis resulted in four proposed improvement projects: Improve Sales and Operations Planning, Supplier Collaboration, Supply Chain Optimization, and Distribution Planning. Based on Project Prioritization, Improve Sales and Operations Planning and Supply Chain Optimization were identified as top priorities for improvement because they fall under the “Quick Wins” category.
5124854665A1F022084Analisis Preferensi Konsumen dan Strategi Pengembangan Produk Kopi Susu di Patawi Coffee RoasteryPenelitian dilatarbelakangi oleh meningkatnya persaingan industri kedai kopi dan kebutuhan Patawi Coffee Roastery untuk mengembangkan produk kopi susu yang sesuai dengan preferensi konsumen. Pengembangan produk yang telah dilakukan sebelumnya belum didasarkan pada pemetaan preferensi konsumen, sehingga inovasi yang dihasilkan berpotensi kurang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kepentingan dan nilai utilitas atribut produk kopi susu di Patawi Coffee Roastery serta merancang strategi pengembangan produk berdasarkan preferensi konsumen menggunakan metode SCAMPER Penelitian ini dilakukan di Patawi Coffee Roastery, Purwokerto, pada Januari hingga Mei 2026 menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Preferensi konsumen dianalisis dengan konjoin terhadap empat atribut produk kopi susu, terdiri dari profil rasa (manis autentik, manis gurih, dan fruity), jenis susu (full cream dan oat milk), karakter kopi (kuat, seimbang, ringan), dan media promosi (diskon, bundling, dan cashback). Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner dalam bentuk Google Form kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian dan dianalisis menggunakan IBM SPSS Statistics 26. Hasil analisis konjoin diintegrasikan dengan metode SCAMPER untuk menghasilkan rekomendasi
pengembangan produk. Hasil penelitian menunjukkan profil rasa merupakan atribut dengan nilai kepentingan tertinggi (49,66%), diikuti oleh karakter kopi (22,57%), media promosi (15,8%), dan jenis susu (11,96%). Nilai utilitas menunjukkan bahwa kombinasi atribut yang paling disukai responden adalah profil rasa manis gurih, susu full cream, karakter kopi seimbang, dan media promosi diskon. Berdasarkan hasil tersebut, metode SCAMPER melalui dimensi Combine, Modify, dan Rearrange digunakan untuk merancang rekomendasi pengembangan produk kopi susu yang berorientasi pada preferensi konsumen untuk meningkatkan penerimaan produk dan mendukung daya saing Patawi Coffee Roastery.
The study was motivated by the increasing competition in the coffee shop industry and the need for Patawi Coffee Roastery to develop coffee milk products that align with consumer preferences. Previous product development efforts had not been systematically based on consumer preference mapping, potentially leading to products that did not meet consumer expectations. This study aimed to examine the importance value and utility value of coffee milk product attributes at Patawi Coffee Roastery and to formulate product development strategies based on consumer preference using the SCAMPER method. This research was conducted at Patawi Coffee Roastery, Purwokerto, from January to May 2026 using a descriptive quantitative approach. Consumer preferences were analyzed using conjoint analysis on four coffee milk attributes, namely flavor profile (authentic sweetness, sweet-savory, dan fruity), milk type (full cream and oat milk), coffee character (strong, balanced, and light), and promotional media (discount, bundling, and cashback). Data were collected through questionnaire via Google Form to respondents who met the research criteria and analyzed using IBM SPSS Statistics 26. The conjoint analysis results were subsequently integrated with the SCAMPER method to generate product development recommendations. The results showed that flavor profile was the most influential attribute in shaping consumer preferences, with an importance value of 49,66%, followed by coffee character (22,57%), promotional media (15,8%), and milk type (11,96%). Utility value revealed that consumers preferred a sweet-savory flavor profile, full cream milk, a balanced coffee character, and discount-based promotions are the most consumer preferred product combination. Based on the findings, the SCAMPER framework was employed through the dimensions of Combine, Modify, and Rearrange to formulate coffee milk product development recommendations toward consumer preferences in order to improve product acceptance and strengthen the competitiveness of Patawi Coffee Roastery.
5124954666I1A022066Determinan Perilaku Seksual Berisiko pada Remaja di SLTA/Sederajat Kecamatan Sapuran Kabupaten WonosoboLatar Belakang: Perilaku seksual berisiko pada remaja dapat menyebabkan kehamilan tidak diinginkan, penyakit menular seksual, dan putus sekolah. Kementerian Agama Kabupaten Wonosobo mencatat 334 kasus perkawinan usia anak di bawah 19 tahun di Kabupaten Wonosobo dengan Kecamatan Sapuran menjadi kecamatan yang paling tinggi yaitu 48 kasus. Perilaku tersebut dapat dipengaruhi oleh faktor individu maupun faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan perilaku seksual berisiko pada remaja di SLTA/sederajat Kecamatan Sapuran.

Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional melibatkan 264 remaja yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Variabel bebas meliputi pengetahuan, pengalaman berpacaran, literasi media, peran teman sebaya, orang tua, dan guru. Analisis dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat.

Hasil Penelitian: Literasi media menjadi faktor paling berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko (p-value=0,001; POR=2,816; 95% CI=1,544–5,136). Faktor yang tidak berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko yaitu pengetahuan remaja, pengalaman berpacaran remaja, peran teman sebaya, peran orang tua, dan peran guru.

Kesimpulan: Literasi media merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap perilaku seksual berisiko pada remaja di SLTA/sederajat Kecamatan Sapuran Kabupaten Wonosobo. Upaya pencegahan perilaku seksual berisiko perlu dilakukan melalui peningkatan literasi digital, penguatan pendidikan kesehatan reproduksi, optimalisasi peran keluarga dan sekolah, serta pengawasan terhadap akses remaja terhadap media digital.
Background: Risky sexual behavior among adolescents can lead to unwanted pregnancies, sexually transmitted infections, and school dropout. The Wonosobo Regency Ministry of Religious Affairs recorded 334 cases of child marriage under 19 years of age in Wonosobo Regency, with Sapuran District having the highest incidence of 48 cases. This behavior can be influenced by both individual and environmental factors. This study aimed to determine the determinants of risky sexual behavior among adolescents in high school (STA) and equivalent schools in Sapuran District.

Methodology: This quantitative study used a cross-sectional design involving 264 adolescents selected using proportional random sampling. The independent variables included knowledge, dating experience, media literacy, the role of peers, parents, and teachers. Univariate, bivariate, and multivariate analyses were conducted.

Results: Media literacy was the most influential factor on risky sexual behavior (p-value = 0.001; POR = 2.816; 95% CI = 1.544–5.136). Factors that did not influence risky sexual behavior were adolescent knowledge, adolescent dating experience, the role of peers, the role of parents, and the role of teachers.

Conclusion: Media literacy is the most influential factor influencing risky sexual behavior among adolescents in high school/equivalent schools in Sapuran District, Wonosobo Regency. Efforts to prevent risky sexual behavior need to be implemented through increasing digital literacy, strengthening reproductive health education, optimizing the roles of families and schools, and monitoring adolescents' access to digital media.