Artikel Ilmiah : J1C022004 a.n. ANATRI PRASETYANINGRUM

Kembali Update Delete

NIMJ1C022004
NamamhsANATRI PRASETYANINGRUM
Judul ArtikelNEGOSIASI HABITUS DALAM PRAKTIK ONSEN: STUDI ANTROPOLOGI TUBUH TERHADAP PENGALAMAN ORANG JEPANG, INDONESIA, FILIPINA, DAN VIETNAM
Abstrak (Bhs. Indonesia)Onsen merupakan salah satu praktik budaya Jepang yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana relaksasi dan kesehatan, tetapi juga merepresentasikan proses pembentukan dan negosiasi habitus melalui praktik tubuh. Penelitian ini bertujuan menganalisis negosiasi habitus dalam praktik onsen melalui perbandingan pengalaman masyarakat Jepang, Indonesia, Filipina, dan Vietnam. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan kultural-interpretatif. Penelitian dilaksanakan pada Januari–April 2026 di Cure Garden Open Air Bath dan pemandian asrama karyawan di Gero Onsen, Prefektur Gifu, Jepang. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur terhadap enam responden, terdiri atas dua responden Jepang, dua responden Indonesia, satu responden Filipina, dan satu responden Vietnam, serta didukung oleh observasi, dokumentasi, dan refleksi pengalaman empiris peneliti selama mengikuti program internship di Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negosiasi habitus berlangsung melalui proses pembelajaran teknik tubuh, internalisasi kebiasaan, dan adaptasi terhadap norma budaya Jepang. Responden Jepang telah menginternalisasi praktik onsen sejak kecil sehingga memandangnya sebagai hal yang wajar. Sebaliknya, responden Indonesia, Filipina, dan Vietnam pada awalnya mengalami rasa malu, canggung, dan culture shock, namun secara bertahap mampu beradaptasi dan membentuk habitus baru sehingga praktik onsen dapat diterima sebagai bagian dari budaya masyarakat Jepang.
Abtrak (Bhs. Inggris)Onsen is a Japanese cultural practice that serves not only as a means of relaxation and health promotion but also reflects how Japanese society perceives the body and social interaction. Communal bathing in a state of nudity is regarded as a normal social practice in Japan, whereas individuals from different cultural backgrounds may experience it differently. This study aims to analyze the meaning of nudity in onsen practices by comparing the perceptions of Japanese participants with those of Indonesian, Filipino, and Vietnamese participants. This research employed a descriptive qualitative method with a cultural-interpretive approach. The study was conducted in Japan from January to April 2026 through semi-structured interviews with six participants, supported by observations, documentation, analysis of onsen regulations, and the researcher's empirical reflections during an internship program in Japan. The findings indicate that perceptions of nudity are shaped through the internalization of culture and habitus. Japanese participants perceived nudity as a natural social practice, whereas Indonesian, Filipino, and Vietnamese participants initially experienced embarrassment, discomfort, and culture shock. As they gained more experience using onsen, the non-Japanese participants gradually adapted and reconstructed their understanding of nudity as an accepted aspect of Japanese culture.

Kata kuncionsen, ketelanjangan, habitus, techniques of the body, culture shock.
Pembimbing 1Dr. Yusida Lusiana, S.S., M.Si., M.Pd
Pembimbing 2Safrina Arifiani Felayati, S.Pd., M.A.
Pembimbing 3
Tahun2026
Jumlah Halaman157
Tgl. Entri2026-08-04 11:44:51.761844
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.