Home
Login.
Artikelilmiahs
54711
Update
RIZKYANI DWITA MUTIARA
NIM
Judul Artikel
Gambaran Higiene dan Sanitasi Depot Air Minum Isi Ulang di Wiayah Kerja Puskesmas Bendan Kota Pekalongan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) menjadi salah satu alternatif masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum karena praktis dan relatif terjangkau. Namun, keamanan air minum tidak hanya ditentukan oleh kualitas air baku dan proses pengolahan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi higiene dan sanitasi depot. Ketidaksesuaian pada lingkungan, bangunan, peralatan, maupun perilaku penjamah dapat meningkatkan risiko kontaminasi air minum. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Data yang digunakan berupa data sekunder hasil Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) DAMIU yang diperoleh dari Puskesmas Bendan Kota Pekalongan. Objek penelitian terdiri atas 7 DAMIU yang tercatat dalam wilayah kerja Puskesmas Bendan. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan aspek higiene sanitasi yang terdapat dalam instrumen IKL. Hasil penelitian: Seluruh DAMIU yang diperiksa memperoleh nilai akhir di atas batas kelaikan yang digunakan dalam instrumen IKL sehingga secara keseluruhan dikategorikan memenuhi persyaratan kesehatan. Nilai akhir DAMIU berada pada rentang 82,42–95,75. Aspek lokasi dan sumber air baku menunjukkan pemenuhan persyaratan yang baik. Ketidaksesuaian masih ditemukan terutama pada aspek bangunan, penjamah, dan peralatan, antara lain belum tersedianya fasilitas cuci tangan secara lengkap, tidak tersedianya sabun, pengering atau petunjuk cuci tangan pada beberapa fasilitas, serta masih ditemukan perilaku penjamah yang kurang memenuhi prinsip higiene. Kesimpulan: Secara keseluruhan kondisi higiene sanitasi DAMIU di wilayah kerja Puskesmas Bendan telah memenuhi persyaratan berdasarkan hasil IKL, tetapi masih terdapat beberapa indikator yang memerlukan perbaikan dan pengawasan berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Refill Drinking Water Depots (DAMIU) are widely used as an alternative source of drinking water because they are practical and relatively affordable. However, drinking water safety is influenced not only by the quality of raw water and treatment processes but also by the hygiene and sanitation conditions of the depot. Non-compliance involving facilities, equipment, or handler practices may increase the risk of contamination. Methodology: This study employed a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. Secondary data obtained from Environmental Health Inspection (Inspeksi Kesehatan Lingkungan/IKL) records at Bendan Community Health Center, Pekalongan City, were analyzed. The study covered 7 DAMIUs located within the health center's working area. Data were analyzed descriptively based on the hygiene and sanitation aspects assessed through the IKL instrument. Results: All DAMIUs obtained final scores above the eligibility threshold applied in the IKL assessment and were consequently categorized as meeting health requirements. The final scores ranged from 82.42 to 95.75. The location and raw water source aspects generally met the requirements. Nevertheless, several non-compliances were identified, particularly concerning building conditions, handlers, and equipment, including incomplete handwashing facilities, lack of soap, hand-drying facilities or handwashing instructions, and inappropriate handler practices. Conclusion: Overall, DAMIU hygiene and sanitation conditions within the Bendan Community Health Center working area met the requirements based on IKL results. Nevertheless, several indicators still require improvement and continuous supervision.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save