Artikelilmiahs

Menampilkan 51.181-51.200 dari 51.229 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
5118154591D1A022037KECERNAAN SERAT KASAR DAN PROTEIN KASAR PADA DOMBA LOKAL YANG DIBERI PAKAN JERAMI PADI AMONIASI DAN KONSENTRAT YANG DISUPLEMENTASI TEPUNG
DAUN WARU DAN DAUN BAMBU
Penelitian bertujuan untuk mengkaji perbedaan level pemberian tepung daun Waru dan daun Bambu terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar domba lokal. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di UD Amanah Bata Farm, Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Materi penelitian berupa domba lokal jantan berusia 8-12 bulan yang ditempatkan pada kandang individu dan diacak secara sempurna untuk menerima 4 perlakuan yaitu P0 = JPA ad libitum + Konsentrat 1,5% dari BB domba (pakan kontrol); P1 = P0 + Tepung daun waru 50% (2,4 gr) + Tepung daun bambu 50% (1,3 gr); P2 = P0 + Tepung daun waru 75% (3,6 gr) + Tepung daun bambu 25% (0,6 gr); P3 = P0 + Tepung daun waru 25% (1,2 gr) + Tepung daun bambu 75% (1,9 gr) sesuai Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu arah (one way classification) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan. Pakan percobaan yang diberikan berupa konsentrat sebanyak dan jerami padi amoniasi diberikan secara ad libitum terkontrol. Peubah yang diukur adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar yang dilakukan dengan menggunakan metode koleksi total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan serat kasar namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kecernaan protein kasar. Hasil uji lanjut menunjukan kecernaan protein kasar pada perlakuan P2 lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian dosis tepung daun Waru dan daun Bambu yang direkomendasikan adalah 75% (TDW) dan 25% (TDB).This study aimed to evaluate the effects of different supplementation levels of Waru (Hibiscus tiliaceus) leaf meal and bamboo leaf meal on the crude fiber and crude protein digestibility of local sheep. The experiment was conducted over four months at UD Amanah Bata Farm, Datar Village, Sumbang District, Banyumas Regency, Central Java, Indonesia. The experimental animals consisted of 24 local male sheep aged 8–12 months, housed individually and randomly assigned to one of four dietary treatments in a Completely Randomized Design (CRD) with a one-way classification. Each treatment was replicated six times, resulting in 24 experimental units. The treatments were: P0 = ammoniated rice straw offered ad libitum + concentrate at 1.5% of body weight (control diet); P1 = P0 + 2.4 g Waru leaf meal (50%) + 1.3 g bamboo leaf meal (50%); P2 = P0 + 3.6 g Waru leaf meal (75%) + 0.6 g bamboo leaf meal (25%); and P3 = P0 + 1.2 g Waru leaf meal (25%) + 1.9 g bamboo leaf meal (75%). Concentrate was provided according to the treatment, while ammoniated rice straw was offered ad libitum under controlled conditions. The observed variables were crude fiber digestibility and crude protein digestibility, determined using the total collection method. The results showed that the treatments had no significant effect (P>0.05) on crude fiber digestibility but had a highly significant effect (P<0.01) on crude protein digestibility. Further analysis indicated that crude protein digestibility in the P2 treatment was significantly higher than that of the control treatment. Based on these findings, supplementation with 75% Waru leaf meal and 25% bamboo leaf meal is recommended.
5118254592F1D022034PROTEST VOTING : PERILAKU PEMILIH KOLOM KOSONG DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2024Fenomena calon tunggal dalam Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banyumas Tahun 2024 memunculkan dinamika politik berupa hadirnya Koalisi Rakyat Banyumas (KRB) yang mengampanyekan kolom kosong sebagai bentuk protes terhadap konfigurasi politik dan keterbatasan pilihan kandidat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika terbentuknya Koalisi Rakyat Banyumas sebagai gerakan masyarakat sipil serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku protest voting melalui pilihan kolom kosong dalam Pilkada Kabupaten Banyumas Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri atas akademisi, partai politik, gerakan kolom kosong, serta penyelenggara pemilu. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuknya Koalisi Rakyat Banyumas merupakan respons terhadap minimnya kompetisi politik akibat munculnya pasangan calon tunggal. KRB kemudian berkembang sebagai gerakan masyarakat sipil yang mengorganisasi dan memobilisasi masyarakat untuk menggunakan kolom kosong sebagai alternatif politik yang sah. Dalam perspektif rational choice, keterlibatan aktor dalam KRB menunjukkan adanya pertimbangan terhadap alternatif politik yang tersedia ketika jalur politik formal dipandang tidak mampu mengakomodasi kepentingan tertentu. Sementara itu, berdasarkan perspektif Exit, Voice, and Loyalty Hirschman, pilihan kolom kosong merupakan bentuk voice, karena pemilih tetap berpartisipasi dalam proses elektoral sekaligus menyampaikan penolakan terhadap pasangan calon tunggal.The phenomenon of a single candidate in the 2024 Banyumas Regency Regional Head Election has given rise to political dynamics in the form of the Banyumas People's Coalition (KRB), which is campaigning for the blank column as a form of protest against the political configuration and limited candidate choices. This study aims to analyze the dynamics of the formation of the Banyumas People's Coalition as a civil society movement and analyze the factors that influence protest voting behavior through the choice of the blank column in the 2024 Banyumas Regency Election. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were obtained through in-depth interviews, observation, and documentation with informants consisting of academics, political parties, the blank column movement, and election organizers. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that the formation of the Banyumas People's Coalition was a response to the lack of political competition due to the emergence of a single candidate pair. KRB then developed as a civil society movement that organizes and mobilizes the community to use the blank column as a legitimate political alternative. In the perspective ofrational choice, the involvement of actors in the KRB indicates consideration of available political alternatives when formal political channels are deemed incapable of accommodating certain interests. Meanwhile, based on the perspective of Exit, Voice, and Loyalty (Hirschman), the choice of blank columns is a form of voice, because voters still participate in the electoral process while also expressing their rejection of the single candidate pair
5118354593L1A021086EFEKTIVITAS MEMBRAN BIOREAKTOR ULTRAFILTRASI
DALAM MENURUNKAN INDEKS PENCEMAR PADA SUNGAI
KRUKUT, JAKARTA SELATAN
Sungai Krukut merupakan salah satu sungai perkotaan yang mengalami
penurunan kualitas air akibat pencemaran limbah domestik. Kondisi ini
menyebabkan meningkatnya kandungan bahan organik dan nutrien sehingga
tidak memenuhi standar sebagai air baku air minum. Oleh karena itu, diperlukan
teknologi pengolahan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
karakteristik kualitas air Sungai Krukut serta mengevaluasi efektivitas teknologi
Membrane Bioreactor (MBR) ultrafiltrasi. Metode yang digunakan adalah
kuantitatif deskriptif dengan pengujian parameter BOD, COD, amonia, nitrit,
dan nitrat sebelum dan sesudah pengolahan menggunakan sistem MBR dengan
flowrate operasi sebesar 8, 12, 16 LPM/menit. Analisis data dilakukan
menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mengidentifikasi
parameter dominan pencemar serta metode Indeks Pencemar (IP) berdasarkan
baku mutu air kelas I PP No. 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan
efisiensi penyisihan BOD sebesar 68%, COD 60%, amonia 94%, nitrit 92%, dan
nitrat 67%. Nilai IP menurun dari kategori tercemar ringan menjadi memenuhi
baku mutu kelas I. Oleh karena itu, teknologi MBR ultrafiltrasi efektif dalam
meningkatkan kualitas air Sungai Krukut.
The Krukut River is one of the urban rivers experiencing a decline in water
quality due to pollution from domestic wastewater. This condition has led to
increased levels of organic matter and nutrients, causing the water to fail to meet
the standards for raw drinking water. Therefore, effective treatment technology
is needed. This study aims to analyze the water quality characteristics of the
Krukut River and evaluate the effectiveness of the ultrafiltration Membrane
Bioreactor (MBR) technology. The method used is descriptive quantitative
analysis, testing the parameters BOD, COD, ammonia, nitrite, and nitrate before
and after treatment using an MBR system with an operating flow rate of 8, 12, 16
LPM/minute. Data analysis was performed using Principal Component Analysis
(PCA) to identify dominant pollutant parameters, as well as the Pollutant Index
(PI) method based on the Class I water quality standards of Government
Regulation No. 22 of 2021. The results showed removal efficiencies of 68% for
BOD, 60% for COD, 94% for ammonia, 92% for nitrite, and 67% for nitrate. The
Pollutant Index (PI) value decreased from the “slightly polluted” category to
meeting water quality standards. Ultrafiltration MBR technology is effective in
improving the water quality of the Krukut River.
5118454596H1E022047KEBIJAKAN PERSEDIAAN KEMASAN DENGAN CONTINUOUS DAN PERIODIC REVIEW SYSTEM BERDASARKAN KLASIFIKASI ABC-FSN PADA PT HERBA EMAS WAHIDATAMAPT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produk kesehatan berbahan alami. Salah satu permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah masih terjadinya kondisi overstock dan stockout pada persediaan kemasan meskipun perusahaan telah menerapkan kebijakan Min-Max Stock dengan klasifikasi Fast, Slow, dan Non-moving (FSN). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebijakan persediaan yang diterapkan masih belum mampu mengurangi terjadinya overstock dan stockout sehingga diperlukan perancangan kebijakan persediaan yang lebih sesuai. Penelitian ini bertujuan mengklasifikasikan persediaan kemasan menggunakan metode ABC-FSN, merancang kebijakan persediaan menggunakan continuous review system (Model Q) dan periodic review system (Model P), serta membandingkan kinerja kebijakan usulan dengan kebijakan eksisting berdasarkan Inventory Turnover Ratio (TOR) dan total ongkos persediaan. Penelitian menggunakan data historis persediaan kemasan periode Januari–Desember 2025. Hasil klasifikasi menunjukkan bahwa 27 material termasuk kelompok prioritas tinggi dan dikendalikan menggunakan continuous review system, sedangkan 13 material termasuk kelompok prioritas rendah dan dikendalikan menggunakan periodic review system. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan usulan secara keseluruhan menghasilkan penurunan total ongkos persediaan sebesar Rp47.629.667,89 atau sekitar 0,67% dibandingkan kebijakan eksisting. Selain itu, sebesar 72,5% material mengalami peningkatan nilai TOR. Dengan demikian, integrasi klasifikasi ABC-FSN dengan continuous review system dan periodic review system menghasilkan kebijakan persediaan yang mampu menurunkan total ongkos persediaan dan meningkatkan nilai TOR pada sebagian besar material dibandingkan kebijakan persediaan yang diterapkan perusahaan.PT XYZ is a manufacturing company operating in the natural-based healthcare products industry. One of the inventory related issues encountered by the company is the occurrence of overstock and stockout in packaging inventory despite the implementation of the Min–Max Stock policy supported by the Fast, Slow, and Non-moving (FSN) classification. This condition indicates that the current inventory policy has not been effective in reducing inventory excesses and shortages, creating a need for a more appropriate inventory policy. This study aims to classify packaging materials using the ABC-FSN method, develop inventory policies using the continuous review system (Q Model) and periodic review system (P Model), and compare the performance of the proposed policies with the existing policy based on the Inventory Turnover Ratio (TOR) and total inventory cost. Historical packaging inventory data from January to December 2025 were used in the analysis. The classification results identified 27 materials as high-priority items managed using the continuous review system, while 13 materials were categorized as low-priority items managed using the periodic review system. The evaluation results show that the proposed policies, as a whole, reduced total inventory cost by IDR 47,629,667.89, equivalent to approximately 0.67% compared with the existing policy. In addition, 72.5% of the materials showed an increase in TOR. Therefore, integrating ABC-FSN classification with the continuous review system and periodic review system provides an inventory policy that reduces total inventory cost and improves inventory turnover for the majority of materials compared with the company’s existing inventory policy.
5118553561F1B022039Implementasi Program Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kecamatan Sokaraja Kabupaten BanyumasPenyelenggaraam program IKD di Kecamatan Sokaraja telah berlangsung semenjak tahun 2022, hingga pada bulan Oktober 2025 total aktivasi IKD di Kecamatan Sokaraja adalah 4,08% dari target 25% Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Capaian yang rendah ini menjadi sebuah fenomena unik, sebab Kecamatan Sokaraja secara karakteristik wilayah menunjukkan kondisi ideal untuk mengimplementasikan program digitalisasi kependudukan, di mana wilayahnya didominasi oleh dataran rendah sehingga menunjang kestabilan jaringan telekomunikasi seluler dan memiliki kepadatan dan populasi penduduk yang tinggi sehingga menyebabkan kebutuhan akan pelayanan administrasi kependudukan
yang tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa permasalahan utama implementasi IKD di Kecamatan Sokaraja tidak terletak pada karakteristik wilayah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana jalannya proses implementasi dan mengidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung selama prosesimplementasi program IKD di Kecamatan Sokaraja dengan menggunakan model implementasi kebijakan menurut Ripley dan Franklin.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pengumpulan data melalui proses wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan metode analisis menggunakan model analisis interaktif dengan keabsahan data yang diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi metode.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi IKD di Kecamatan Sokaraja belum sepenuhnya berjalan secara efektif, hal ini ditunjukkan oleh pelaksanaan sosialisasi yang belum menyentuh seluruh kelompok masyarakat dan pelayanan aktivasi IKD yang masih menghadapi berbagai kendala, baik secara sumber daya manusia maupun sistem. Faktor penghambat yang diidentifikasi berkaitan dengan transmisi komunikasi oleh pemimpin kelompok masyarakat yang kurang yang disebabkan oleh minimnya literasi digital, motivasi pelaksanaan yang seringkali menurun, dan gangguan sistem operasi. Faktor pendukung berkenaan dengan dukungan dari pemerintah pusat dan dindukcapil dengan membuka jalur komunikasi yang responsif, adanya dorongan aktor non-pemerintahan, dan terbuktinya manfaat kepemilikan IKD dalam peningkatan efektivitas dan efisiensi oleh masyarakat yang telah mengaktivasi dan menggunakan.
The implementation of the IKD program in Sokaraja Subdistrict has been underway since 2022; as of October 2025, the total IKD activation rate in Sokaraja Subdistrict stands at 4.08% of the 25% target set by the Director General of Population and Civil Registration. This low achievement is a unique phenomenon, as Sokaraja Subdistrict, by its geographical characteristics, presents ideal conditions for implementing a population digitization program. The area is predominantly low-lying, which supports stable mobile telecommunications networks, and it has high population density and a large population, leading to a high demand for population administration services. These conditions indicate that the primary issue in the implementation of the IKD in Sokaraja Subdistrict does not lie in the area’s characteristics.
This study aims to describe the implementation process and identify the barriers and enablers during the implementation of the IKD program in Sokaraja Subdistrict using the policy implementation model proposed by Ripley and Franklin. The research method used was qualitative, with data collection through interviews, observations, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, and the analysis method employed an interactive analysis model, with data validity tested through source triangulation and method triangulation.
The research findings indicate that the implementation of the IKD in Sokaraja Subdistrict has not yet been fully effective; this is evidenced by the fact that outreach efforts have not reached all segments of the community, and IKD activation services continue to face various challenges, both in terms of human resources and systems. The identified barriers relate to the limited communication by community leaders, which is caused by low digital literacy, often waning motivation to carry out tasks, and operational system disruptions. Supporting factors include support from the central government and the Directorate General
of Civil Registration and Population through the establishment of responsive communication channels, encouragement from non-governmental actors, and the proven benefits of IKD ownership in enhancing effectiveness and efficiency, as demonstrated by communities that have activated and utilized the system.
5118654597C2D023030PENGARUH EFISIENSI MODAL YANG DIGUNAKAN, EFISIENSI SUMBER DAYA MANUSIA DAN MODAL STRUKTURAL TERHADAP KINERJA PERUSAHAAN YANG DIMODERASI OLEH PENGALAMAN CEO
(STUDI KASUS SEKTOR PROPERTI YANG TERDAFTAR DI BEI 2018-2023)
RINGKASAN
Penelitian ini membahas pengaruh efisiensi modal yang digunakan (capital employe efficiency), efisiensi sumber daya manusia (human capital efficiency)), dan modal struktural (structural capital) terhadap kinerja perusahaan pada sektor properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2023, dengan pengalaman CEO sebagai variabel moderasi.
Latar belakang penelitian didasarkan pada kondisi industri properti Indonesia yang menghadapi persaingan ketat dan pertumbuhan yang fluktuatif. Banyak perusahaan masih lebih fokus pada aset fisik dibandingkan pengelolaan aset tidak berwujud seperti pengetahuan, kualitas SDM, dan sistem organisasi. Padahal, kemampuan mengelola aset intelektual menjadi faktor penting dalam menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Resource-Based View (RBV), Agency Theory, dan Signaling Theory sebagai dasar teoritis. RBV menjelaskan bahwa sumber daya internal perusahaan seperti modal, SDM, dan sistem organisasi dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif apabila dikelola secara efektif. Sementara itu, pengalaman CEO dipandang sebagai faktor penting yang mampu memperkuat pengelolaan sumber daya perusahaan sehingga menghasilkan kinerja yang lebih optimal.
Variabel independen dalam penelitian ini terdiri dari:

Efisiensi modal yang digunakan (capital employed efficiency)

Sumber daya manusia (human capital efficiency)

Modal struktural (structural capital)
Variabel dependen adalah kinerja perusahaan yang diukur menggunakan Tobin’s Q, sedangkan variabel moderasi adalah pengalaman CEO (CEO Experience).
Penelitian ini bertujuan untuk:
1.
Menganalisis pengaruh efisiensi modal terhadap kinerja perusahaan.
2.
Menganalisis pengaruh sumber daya manusia terhadap kinerja perusahaan.
3.
Menganalisis pengaruh modal struktural terhadap kinerja perusahaan.
4.
Menganalisis peran pengalaman CEO dalam memoderasi hubungan ketiga variabel tersebut terhadap kinerja perusahaan.
Hasil kajian teoritis dan penelitian terdahulu menunjukkan bahwa perusahaan yang mampu mengelola modal secara efisien, memiliki sumber daya manusia berkualitas, serta sistem organisasi yang baik cenderung memiliki kinerja perusahaan yang lebih tinggi. Selain itu, pengalaman CEO diyakini dapat memperkuat pengaruh ketiga faktor tersebut karena pemimpin yang berpengalaman lebih mampu mengambil keputusan strategis, mengelola risiko, dan memanfaatkan sumber daya perusahaan secara optimal
Kata Kunci : Efisiensi modal yang digunakan, Efisiensi sumber daya manusia, modal structural,Pengalaman CEO, Kinerja Perusahaan, Resource-Based View.
Summary
This study examines the effect of Capital Employed Efficiency (CEE), Efficiency Human Capital, and Structural Capital on firm performance in property sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange during 2018–2023, with CEO Experience acting as a moderating variable.
The research background is based on the challenges faced by the Indonesian property industry, including intense competition and fluctuating growth. Many companies still focus more on physical assets rather than intangible assets such as knowledge, human resources, and organizational systems. In fact, the ability to manage intellectual capital has become an important factor in creating competitive advantage and improving company performance.
This study applies Resource-Based View (RBV), Agency Theory, and Signaling Theory as its theoretical foundations. RBV explains that internal company resources, such as capital efficiency, human resources, and organizational systems, can become sources of sustainable competitive advantage when managed effectively. CEO experience is considered an important managerial capability that strengthens the utilization of these resources to improve firm performance.
The independent variables in this study are:

Capital Employed Efficiency (CEE)

Efficiency Human Capital (HCE)

Structural Capital
The dependent variable is firm performance measured using Tobin’s Q, while CEO Experience serves as the moderating variable.
The objectives of this research are:
1.
To analyze the effect of capital employed efficiency on firm performance.
2.
To analyze the effect of human capital on firm performance.
3.
To analyze the effect of structural capital on firm performance.
4.
To analyze the moderating role of CEO experience on the relationship between those variables and firm performance.
Theoretical and empirical studies indicate that companies with efficient capital management, high-quality human resources, and strong organizational systems tend to achieve better firm performance. Furthermore, experienced CEOs are believed to strengthen these relationships because they are more capable of making strategic decisions, managing risks, and optimizing company resources effectively.
Keywords : Capital employed efficiency, Efficiency human capital, Structural capital, CEO Experience, Firm Performance, Resource-Based View (RBV).
5118754598L1A022020Ekowisata Perairan Berbasis Masyarakat sebagai Pengelolaan Berkelanjutan di Pantai Karangsong, Indramayu.Pantai Karangsong merupakan salah satu destinasi wisata pesisir di Kabupaten
Indramayu yang memiliki potensi sumber daya alam berupa pantai dan ekosistem
mangrove. Pengelolaan kawasan wisata perlu dilakukan secara berkelanjutan
melalui pendekatan ekowisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism).
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat,
mengidentifikasi faktor internal dan eksternal melalui analisis SWOT, serta
mengevaluasi kontribusi ekowisata berbasis masyarakat terhadap pengelolaan
berkelanjutan dengan mempertimbangkan daya dukung kawasan. Penelitian
dilaksanakan pada Maret–April 2026 di Pantai Karangsong, Kabupaten Indramayu,
menggunakan mixed methods (kualitatif dan kuantitatif) dengan teknik purposive
sampling terhadap 40 responden. Data diperoleh melalui observasi, wawancara,
kuesioner, dan studi literatur, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert,
matriks IFAS-EFAS, dan analisis daya dukung kawasan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat tergolong tinggi dengan nilai
rata-rata 3,942. Analisis SWOT menunjukkan kondisi internal dan eksternal
kawasan berada pada kategori sedang dengan skor IFAS 2,79 dan EFAS 2,45.
Strategi pengelolaan yang direkomendasikan meliputi penguatan kolaborasi para
pemangku kepentingan, pengembangan wisata berbasis mangrove, peningkatan
kapasitas kelembagaan masyarakat, serta pembangunan infrastruktur
perlindungan pantai. Nilai daya dukung kawasan sebesar 2.500 orang/hari yang
menunjukkan bahwa aktivitas wisata harus berada dalam batas kapasitas
lingkungan yang diperoleh. Dengan demikian, penerapan ekowisata berbasis
masyarakat berpotensi mendukung pengelolaan Pantai Karangsong yang
berkelanjutan.
Karangsong Beach is one of the coastal tourism destinations in Indramayu Regency with
considerable natural resource potential, including sandy beaches and mangrove ecosystems.
Sustainable tourism management in the area requires the implementation of a Community-
Based Tourism (CBT) approach. This study aimed to analyze community participation,
identify internal and external factors using SWOT analysis, and evaluate the contribution
of community-based ecotourism to sustainable management by considering the area's
carrying capacity. The research was conducted from March to April 2026 at Karangsong
Beach, Indramayu Regency, using a mixed-methods approach (qualitative and quantitative)
with purposive sampling involving 40 respondents. Data were collected through
observations, interviews, questionnaires, and a literature review, and were analyzed using
a Likert scale, IFAS–EFAS matrices, and carrying capacity analysis. The results showed
that community participation was at a high level, with an average score of 3,942. The SWOT
analysis indicated that both the internal and external conditions of the tourism area were at
a moderate level, with IFAS and EFAS scores of 2,79 and 2,45, respectively. The
recommended management strategies include strengthening stakeholder collaboration,
developing mangrove-based tourism, enhancing community institutional capacity, and
improving coastal protection infrastructure. The carrying capacity of the area was estimated
at 2.500 visitors/day, indicating that tourism activities should remain within the
environmental carrying capacity. Therefore, the implementation of community-based
ecotourism has the potential to support the sustainable management of Karangsong Beach.
5118854599I1E022092Tingkat Kesadaran Keselamatan Pendaki One Day Trip Gunung Slamet Via Dipajaya PemalangPendakian one day trip merupakan aktivitas pendakian yang dilakukan tanpa bermalam sehingga menuntut kesiapan fisik serta kesadaran keselamatan yang baik untuk meminimalisir risiko selama pendakian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran keselamatan pendaki one day trip Gunung Slamet via Dipajaya Pemalang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 96 pendaki one day trip yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner 47 butir yang mencakup aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan menghitung nilai indeks untuk menentukan kategori tingkat kesadaran keselamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek pengetahuan memperoleh indeks 89,65%, sikap 86,65%, dan perilaku 84,21%. Ketiga aspek berada pada kategori Sangat Sadar. Aspek pengetahuan menjadi capaian tertinggi, sedangkan perilaku menjadi capaian terendah. Tingkat kesadaran keselamatan pendaki one day trip Gunung Slamet via Dipajaya Pemalang secara umum berada pada kategori Sangat Sadar.One day trip hiking is a hiking activity conducted without overnight camping, requiring adequate physical preparedness and safety awareness to minimize potential risks during the hike. This study aimed to determine the level of safety awareness among one day trip hikers on Mount Slamet via the Dipajaya Pemalang route. This study employed a descriptive quantitative method. The sample consisted of 96 one day trip hikers selected using purposive sampling. The research instrument was a 47-item questionnaire covering three aspects: knowledge, attitude, and behavior. Data were analyzed using descriptive statistics by calculating index scores to determine the category of safety awareness. The results showed that the knowledge aspect obtained an index score of 89.65%, attitude 86.65%, and behavior 84.21%. All three aspects were categorized as Very Aware. Knowledge had the highest score, while behavior had the lowest. Overall, the safety awareness level of one day trip hikers on Mount Slamet via the Dipajaya Pemalang route was categorized as Very Aware.
5118954600I1A022071FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA (SAFETY DRIVING) PADA PENGEMUDI BUS TRANS BANYUMAS Latar Belakang: Menurut WHO kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang angka kematian dengan total 150.307 kasus kecelakaan dan 16.352 kematian pada tahun 2024. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaporkan bahwa sekitar 13% dari total kecelakaan di Indonesia pada tahun 2024 disebabkan oleh angkutan orang (bus). Studi pendahuluan pada 13 pengemudi Koridor 3 Trans Banyumas menunjukkan bahwa 77% pengemudi pernah melanggar lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku safety driving pada pengemudi Bus Trans Banyumas.
Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 110 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher-Freeman-Halton exact, serta analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil Penelitian: Kelelahan kerja (p = 0,012) dan dukungan keluarga (p = 0,028) berhubungan signifikan dengan perilaku safety driving, tidak ada hubungan antara usia (p = 0,876), pengetahuan (p = 0,286), sikap (p = 0,349), pengalaman berkendara (p = 0,284), tingkat pendidikan (p = 0,814), dan pelatihan safety driving (p =0,128). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kelelahan kerja (p = 0,041; OR = 2,389) merupakan variabel paling berpengaruh terhadap perilaku safety driving setelah dikontrol oleh dukungan keluarga.
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kelelahan kerja dan dukungan keluarga terhadap perilaku safety driving. Kelelahan kerja menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku safety driving pada pengemudi Bus Trans Banyumas setelah dikontrol oleh dukungan keluarga.
Background: According to WHO, road traffic accidents remain one of the leading causes of death worldwide. In Indonesia, 150,307 traffic accidents and 16,352 fatalities were reported in 2024. The Directorate General of Land Transportation reported that approximately 13% of all traffic accidents in Indonesia in 2024 involved passenger transportation (buses). A preliminary study among Trans Banyumas bus drivers found that 77% of drivers had violated traffic lights. This study aimed to identify factors associated with safety driving behavior among Trans Banyumas bus drivers.
Method: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted using a total sampling involving 110 bus drivers. Data were collected using questionnaires and observation checklists. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test and Fisher–Freeman–Halton exact test, while multivariate analysis used binary logistic regression.
Results: Work fatigue (p = 0.012) and family support (p = 0.028) were significantly associated with safety driving behavior, while age (p = 0.876), knowledge (p = 0.286), attitude (p = 0.349), driving experience (p = 0.284), educational level (p = 0.814), and safety driving training (p = 0.128) showed no significant associations with safety driving behavior. Multivariate analysis identified work fatigue (p = 0.041; OR = 2.389) as the most influential factor on safety driving behavior after controlling for family support.
Conclusion: Work fatigue and family support were associated with safety driving behavior, with work fatigue being the most influential factor after controlling for family support.
5119054602J0A023069CREATING BILINGUAL ADVERTISING VIDEOS AT PT AERONUSA INTI RAYA SENTRAL CARGO JAKARTA FOR INSTAGRAMLaporan praktik kerja ini berjudul “Creating Bilingual Advertising Videos at PT Aeronusa Inti Raya Sentral Cargo Jakarta for Instagram”. Praktik kerja ini dilaksanakan pada 1 Agustus 2025 hingga 31 Oktober 2025 di Jakarta. Tujuan dari praktik kerja ini adalah untuk mendeskripsikan proses kerja di PT Aeronusa Inti Raya Sentral Cargo, menghasilkan empat video promosi bilingual untuk memperkenalkan layanan perusahaan, serta mengidentifikasi permasalahan dan solusi dalam proses pembuatan video promosi tersebut.
Selama kegiatan praktik kerja, metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengamati kegiatan tim Digital Marketing, seperti brainstorming, shooting, dan editing. Wawancara dilakukan dengan tiga staf Digital Marketing untuk memperoleh informasi terkait strategi promosi, fitur layanan, dan target audiens. Dokumentasi dilakukan melalui pengumpulan foto, video, dan dokumen pendukung lainnya.
Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, empat video promosi bilingual (Bahasa Inggris–Bahasa Indonesia) berhasil dihasilkan dengan pesan yang jelas dan visual yang menarik melalui tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Selama proses tersebut, beberapa kendala dihadapi, seperti kesulitan beradaptasi dengan sistem kerja, manajemen waktu, serta keterbatasan dalam keterampilan editing dan penggunaan bahasa bilingual. Kendala-kendala tersebut diatasi dengan penyesuaian rutinitas kerja, pengaturan prioritas tugas, serta peningkatan kemampuan melalui pembelajaran mandiri dan pencarian referensi digital. Video yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan efektivitas promosi serta memperluas jangkauan perusahaan kepada audiens internasional, seperti pelajar internasional, wisatawan asing, dan ekspatriat di Indonesia
This job training report is entitled “Creating Bilingual Advertising Videos at PT Aeronusa Inti Raya Sentral Cargo Jakarta for Instagram”. The internship was conducted from 1 August 2025 to 31 October 2025 in Jakarta. The objectives of this internship are to describe the work process at PT Aeronusa Inti Raya Sentral Cargo, create four bilingual promotional videos to introduce the company’s services and features, and identify problems along with their solutions during the video production process.
During the internship, three data collection methods were applied: observation, interview, and documentation. Observation was carried out by directly observing the activities of the digital marketing team, including brainstorming, shooting, and editing processes. Interviews were conducted with three digital marketing staff members to obtain information regarding promotional strategies, service features, target audiences, and customer needs. Documentation was collected in the form of photos, videos, and supporting documents related to the advertising production process
As a result, four bilingual promotional videos in English and Indonesian were produced using clear messaging and attractive visuals through the pre-production, production, and post-production stages. During the process, several obstacles were encountered, including difficulties in adapting to the work system, managing time, and limitations in editing and bilingual skills. These challenges were addressed by adjusting daily routines, organizing tasks effectively, and improving skills through independent learning and exploring digital references. These videos are expected to improve promotional effectiveness and expand the company’s reach to international audiences, including international students, visitors, and expatriates in Indonesia.
5119154603A1A022044Analisis Strategi Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Brand Awareness Merek Nucifera di CV Indococo PasificCV Indococo Pasific merupakan perusahaan pengolahan produk berbahan dasar kelapa yang mengembangkan merek Nucifera sebagai produk organik dan premium. Aktivitas pemasaran digital yang dilakukan perusahaan belum mampu membangun brand awareness secara optimal sehingga pengenalan merek di kalangan konsumen masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi brand awareness merek Nucifera, mengidentifikasi faktor internal dan eksternal perusahaan sebagai dasar perumusan strategi pemasaran digital, serta merumuskan strategi pemasaran digital yang tepat untuk meningkatkan brand awareness merek Nucifera.
Penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif yang didukung analisis kuantitatif strategis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara bertahap menggunakan analisis deskriptif, Matriks Internal Factor Evaluation (IFE), External Factor Evaluation (EFE), Internal-External (IE), Strength, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand awareness merek Nucifera berada pada tingkat brand recognition, namun belum mencapai brand recall yang kuat. Analisis internal menghasilkan skor IFE sebesar 2,45 dan analisis eksternal menghasilkan skor EFE sebesar 2,22 sehingga perusahaan berada pada Sel V Matriks IE (hold and maintain). Analisis SWOT menghasilkan beberapa alternatif strategi pemasaran digital, sedangkan hasil QSPM menunjukkan bahwa strategi prioritas utama adalah meningkatkan kualitas dan konsistensi konten digital untuk memperkuat identitas merek dengan nilai Total Attractiveness Score (TAS) sebesar 7,0500. Strategi prioritas berikutnya yaitu memperkuat citra merek melalui keunggulan produk, memperluas jangkauan merek melalui media sosial dan e-commerce, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pemasaran digital. Berdasarkan hasil tersebut, penguatan identitas merek melalui penyajian konten digital yang berkualitas dan konsisten menjadi prioritas utama dalam meningkatkan brand awareness merek Nucifera.
CV Indococo Pasific is a coconut based product processing company that has developed the Nucifera brand as an organic, premium product. The company’s current digital marketing activities have not been able to build brand awareness optimally, leaving consumer recognition of the brand limited. This study aims to analyze the brand awareness condition of the Nucifera brand, identify the company’s internal and external factors as a basis for formulating digital marketing strategies, and formulate appropriate digital marketing strategies to increase Nucifera’s brand awareness.
The study employs a qualitative research method supported by strategic quantitative analysis. Data were collected through observation, interviews, documentation, literature review, and questionnaires. Data analysis was conducted in stages using descriptive analysis, the Internal Factor Evaluation (IFE) matrix, the External Factor Evaluation (EFE) matrix, the Internal–External (IE) matrix, Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis, and the Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM).
The results indicate that Nucifera’s brand awareness is at the brand recognition level but has not yet achieved strong brand recall. The internal analysis produced an IFE score of 2.45, while the external analysis produced an EFE score of 2.22, placing the company in Region V of the IE matrix (hold and maintain). The SWOT analysis generated several alternative digital marketing strategies, and the QSPM results identified the top priority strategy as improving the quality and consistency of digital content to strengthen brand identity, with a Total Attractiveness Score (TAS) of 7.0500. Subsequent priority strategies include strengthening brand image through product superiority, expanding brand reach via social media and e commerce platforms, and enhancing the human resource capacity for digital marketing. Based on these findings, strengthening brand identity through the provision of high quality, consistent digital content is the primary priority for increasing Nucifera’s brand awareness.
5119254605A1D022213Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Aplikasi Paklobutrazol di Kecamatan Sumbang BanyumasBawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai potensi pengembangan yang baik. Tingginya kebutuhan akan bawang merah namun produktivitas yang kurang stabil menyebabkan terjadinya fluktuasi harga, sehingga diperlukan peningkatan produksi bawang merah dalam negeri sebagai faktor pendukung produktivitas. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) menjadi faktor pendukung yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan bawang merah salah satunya yaitu penggunaan paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi zat pengatur tumbuh paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, dan mengetahui konsentrasi zat pengatur tumbuh paklobutrazol yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Agronomi pada bulan Juni-Agustus 2025. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok non faktorial 5 ulangan yang terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi paklobutrazol masing-masing 52,5 ppm, 39,375 ppm, 26,250 ppm, 13,125 ppm, dan 0 ppm. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam menggunakan ANOVA dan apabila menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi paklobutrazol 26,250-52,5 ppm meningkatkan berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat tanaman per petak, berat tanaman per hektar, dan kenaikan hasil panen.Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity that has high economic value and is widely used both on a household and industrial scale, both domestically. The high demand for shallots but unstable productivity cause price fluctuations, so it is necessary to increase domestic shallot production as a supporting factor for productivity. The use of plant growth regulators (PGRs) is a supporting factor that can contribute to the increase of shallots, one of which is Paklobutrazol. This study aims to Know the effect of Paklobutrazol application on growth and shallot production; and Prove that the concentration of Paklobutrazol is most effective to increase shallot production. This research was conducted in paddy fields at Datar Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, from June to August2025. This research used Randomized Block Design (RBD) non-factorial 5 replications consisting of 5 concentration treatments of 52,5 ppm, 39,375 ppm, 26,250 ppm, 13,125 ppm, and 0 ppm, respectively. The obtained data will be analyzed using ANOVA and further tested using the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the 5% level if it shows a significant effect. The results showed that the application of paclobutrazol concentrations of 26,250-52,5 ppm significantly increase plant fresh weight, plant dry weight, weight per plot, weight per hectare, and increased yields.
5119354606I1E022090PENGARUH PEMBELAJARAN DI LUAR KELAS MELALUI KEGIATAN OLAHRAGA TRADISIONAL TERHADAP MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN JASMANI SISWA KELAS KHUSUS OLAHRAGA (KKO) SMP NEGERI 2 SOKARAJA
Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani. Rendahnya motivasi belajar dapat menyebabkan siswa kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran di luar kelas melalui kegiatan olahraga tradisional terhadap motivasi belajar Pendidikan Jasmani siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMP Negeri 2 Sokaraja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa KKO SMP Negeri 2 Sokaraja. Instrumen penelitian menggunakan angket motivasi belajar Pendidikan Jasmani yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Perlakuan berupa pembelajaran di luar kelas melalui kegiatan olahraga tradisional yang terdiri atas gobak sodor, bentengan, egrang tempurung kelapa, dan bola api selama empat kali pertemuan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 50,72 pada pre-test menjadi 70,48 pada post-test, atau meningkat sebesar 19,76 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05), sedangkan effect size Cohen’s dz sebesar 4,26 yang termasuk kategori sangat besar. Pembelajaran di luar kelas melalui kegiatan olahraga tradisional berpengaruh signifikan dan sangat kuat terhadap peningkatan motivasi belajar Pendidikan Jasmani siswa KKO SMP Negeri 2 Sokaraja.Learning motivation is an important factor influencing the success of Physical Education learning. Low learning motivation may cause students to be less active and less enthusiastic during the learning process. This study aimed to determine the effect of outdoor learning through traditional sports activities on Physical Education learning motivation among students in the Sports Special Class (KKO) at SMP Negeri 2 Sokaraja. The study employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest experimental design. The participants were 25 KKO students. The research instrument was a Physical Education learning motivation questionnaire administered before and after the treatment. The treatment consisted of outdoor learning through traditional sports activities, including gobak sodor, bentengan, coconut shell stilts, and fireball games, conducted over four meetings. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the Paired Sample t-Test. The results showed that the mean motivation score increased from 50.72 in the pre-test to 70.48 in the post-test, an increase of 19.76 points. The Paired Sample t-Test produced a significance value of 0.000 (p<0.05), while Cohen’s dz effect size was 4.26, categorized as very large. Outdoor learning through traditional sports activities had a significant and very strong effect on improving Physical Education learning motivation among KKO students at SMP Negeri 2 Sokaraja.
5119454609F1B019051Efektivitas Penggunaan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (Siskeudes) Dalam Meningkatkan Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan Desa, Studi Kualitatif Pemerintah Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan Sistem Informasi Keuangan Desa (Siskeudes) dalam kerangka Digital-Era Governance guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, sekaligus melihat fenomena Desa Adiraja sebagai salah satu pionir digitalisasi desa yang tetap menghadapi tantangan kapasitas internal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Siskeudes serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam mewujudkan akuntabilitas pengelolaan keuangan di Desa Adiraja. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan teknik penentuan informan melalui purposive sampling, serta penerapan model analisis interaktif Miles dan Huberman untuk mengolah data lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Siskeudes di Desa Adiraja telah berjalan efektif dalam meningkatkan ketepatan waktu pelaporan dan kedisiplinan anggaran melalui fitur pengunci otomatis (lock system). Kendati demikian, efektivitas sistem masih terhambat oleh adanya kesenjangan digital (digital divide) pada sebagian perangkat desa senior, keterbatasan pemahaman regulasi teknis, serta gangguan jaringan pada server pusat yang kerap menghambat proses penginputan data. Secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa Siskeudes telah berhasil menjadi instrumen utama yang meningkatkan akuntabilitas keuangan desa, namun optimalisasinya masih memerlukan peningkatan kapasitas SDM secara berkelanjutan dan pembenahan infrastruktur teknis.This research is motivated by the importance of implementing the Village Financial Information System (Siskeudes) within the Digital-Era Governance framework to achieve transparent governance, while examining the phenomenon of Adiraja Village as a pioneer in village digitalization that still faces internal capacity challenges. This study aims to analyze the effectiveness of Siskeudes implementation and identify the obstacles encountered in realizing financial management accountability in Adiraja Village. The research method employed is descriptive qualitative, with informant selection conducted through purposive sampling, and the application of Miles and Huberman's interactive analysis model for processing field data. The results indicate that the implementation of Siskeudes in Adiraja Village has been effective in improving reporting timeliness and budget discipline through the automatic lock system feature. Nevertheless, the system's effectiveness is still hindered by a digital divide among several senior village officials, limited understanding of technical regulations, and central server network disruptions that frequently impede the data entry process. Overall, it can be concluded that Siskeudes has successfully become the primary instrument in enhancing village financial accountability, although its optimization still requires continuous human resource capacity building and technical infrastructure improvements.
5119554610K1A022088TRANSESTERIFIKASI MINYAK BIJI NYAMPLUNG
(Calophyllum inophyllum L.), FORMULASI NANOEMULSI,
DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus
Peningkatan resistensi Staphylococcus aureus, salah satu bakteri penyebab infeksi kulit seperti impetigo, terhadap antibiotik mendorong pengembangan sumber antibakteri alternatif dari bahan alam. Minyak biji nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) berpotensi sebagai antibakteri, sehingga dilakukan proses transesterifikasi untuk menghasilkan alkil ester dengan aktivitas antibakteri yang lebih baik. Penelitian ini bertujuan mensintesis dan mengidentifikasi hasil transesterifikasi minyak biji nyamplung yang paling aktif sebagai antibakteri terhadap S. aureus serta memperoleh formulasi yang lebih stabil dalam bentuk nanoemulsi. Tahapan penelitian meliputi transesterifikasi menggunakan metanol, etanol, dan butanol; pengujian aktivitas antibakteri; formulasi serta karakterisasi emulsi dengan kadar metil ester 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%; pembuatan nanoemulsi dari formulasi terbaik; serta pengujian aktivitas antibakteri emulsi dan nanoemulsi. Hasil penelitian menunjukkan metil ester memiliki aktivitas antibakteri tertinggi dengan diameter zona hambat sebesar 8,05 mm, sehingga dipilih sebagai fasa nonpolar pada formulasi emulsi. Sedangkan diameter zona hambat minyak nyamplung, etil ester, dan butil ester secara berturut-turut sebesar 7,43 mm, 7,83 mm, dan 7,56 mm. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa formulasi emulsi
dengan kadar metil ester 3% adalah formulasi terbaik dengan karakteristik: pH 6,4, viskositas 23,5 mPa.s, persen transmitan sebesar 98,90%, bertipe oil in water (O/W), serta stabil secara kinetik dan termodinamik. Nanoemulsi yang dihasilkan dengan ukuran partikel 14,16 nm mampu menghambat pertumbuhan S. aureus dengan diameter zona hambat sebesar 3,56 mm dan mengandung empat senyawa dominan berupa metil oleat, metil palmitat, metil linoleat, dan metil stearat.
The increasing resistance of Staphylococcus aureus, one of the major causative agents of skin infections such as impetigo, to antibiotics has encouraged the
development of alternative antibacterial agents derived from natural products. Tamanu seed oil (Calophyllum inophyllum L.) has potential as a natural antibacterial agent; therefore, transesterification was carried out to produce alkyl esters with enhanced antibacterial activity. This study aimed to synthesize and identify the most active transesterification product of tamanu seed oil against S. aureus and to obtain a more stable nanoemulsion formulation. The research consisted of transesterification using methanol, ethanol, and butanol; antibacterial activity testing; formulation and characterization of emulsions containing 0%, 1%, 3%, 5%, and 7% methyl ester; preparation of a nanoemulsion from the optimum emulsion formulation; and evaluation of the antibacterial activity of both the emulsion and nanoemulsion. The results showed that methyl ester exhibited the highest antibacterial activity with an inhibition zone diameter of 8.05 mm and was therefore selected as the oil phase for emulsion formulation. The inhibition zone diameters of tamanu seed oil, ethyl ester, and butyl ester were 7.43 mm, 7.83 mm, and 7.56 mm, respectively. The optimum emulsion formulation contained 3% methyl ester and exhibited a pH of 6.4, a viscosity of 23.5 mPa·s, a transmittance of 98.90%, an oil-in-water (O/W) emulsion type, and good kinetic and thermodynamic stability. The resulting nanoemulsion had a particle size of 14.16 nm, inhibited the growth of S. aureus with an inhibition zone diameter of 3.56 mm, and contained four major compounds, namely methyl oleate, methyl palmitate, methyl linoleate, and methyl stearate.
5119654611A1D022035Formula Tablet Dispersibel Berbasis Bacillus velezensis untuk Penekanan Penyakit Hawar Daun Bakteri PadiPadi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan utama yang produksinya dapat menurun akibat penyakit hawar daun bakteri (HDB) oleh Xanthomonas oryzae pv. Oryzae (Xoo). Pengendalian HDB yang masih bergantung pada bahan kimia mendorong pemanfaatan Bacillus velezensis sebagai agens hayati ramah lingkungan dalam bentuk tablet dispersible. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat fisik, viabilitas, dan daya simpan tablet dispersible berbasis B. velezensis, serta mengetahui induksi ketahan dan formula terbaik dalam menekana penyakit HDB. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni-Desember 2025 di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Laboratorium Teknologi Sediaan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman, serta Screenhouse Desa Tambaksari Kidul, Kecamatan Kembaran, Banyumas menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yaitu P0, P1, P2, P3, P4, P5, dan P6. Variable yang diamati meliputi sifak fisik tablet, masa inkubasi, keparahan penyakit, laju infeksi, AUDPC, efektivitas pengendalian, dan kandungan fenol total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula P5 memiliki karakteristik terbaik dalam waktu hancur dan waktu terdipersi tercepat. Viabilitas B. velezensis tetaap stabil hingga 3 bulan penyimpanan dengan populasi 3 x 1010 CFU/mL. Hasil analisis menunjukkan perlakuan tidak berbeda nyata pada semua perlakuan, namun P6 menunjukkan kinerja terbaik dengan keparahan penyakit terendah (26,79%) dan nilai AUDPC terendah (61,74%) dengan laju infeksi sebesar (0,0027 unit/hari). serta kandungan fenol total sebesar 58,13 mg GAE/g DW yang mengindikasikan adanya induksi ketahanan sistemik tanaman.
Rice (Oryza sativa) is a major food crop whose production can be reduced by bacterial leaf blight (BLB) caused Xanthomonas oryzae pv. Oryzae (Xoo). Since BLB control still relies on chemical agents, this study explores the use of Bacillus velezensis as an environmentally friendly biological agent in the form of dispersible tablets. This study aims to characterize the physical properties, viability, and shelf life of B. velezensis-based dispersible tablets, as well as to determine the best resistance induction and formulation for suppressing BLA. This study was conducted from June to December 2025 at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture; the Pharmaceutical Formulation Technology Laboratory, Faculty of Health Science, Jenderal Soedirman University; and the Screenhose in Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas, using a Randomized Block Design (RBD) with 7 treatments; P0, P1, P2, P3, P4, P5, and P6. The observed variables included tablet physical properties, incubation period, disease severity, infection rate, AUDPC, control efficacy, and total phenolic content. The result showed that formulation P5 exhibited the best characteristics in terms of disintegration time and the fastest dispersion time. The viability of B. velezensis remained stable for up to 3 months of storage at a population of 3 x 1010 cfu/mL. Analysis result showed no significant differences among all treatments; however, P6 exhibited the best trend with a disease severity of 26,79%, infection rate 0,00027 units/day, AUDPC value of 8,82%, and total phenolic content of 58,13 mg GAE/g DW indicated the induction of systemic resistance in rice plants.
5119754612A1D022095Aplikasi Konsorsium Bakteri Antagonis guna Mengendalikan Penyakit Busuk Pangkal Batang Bibit Kelapa SawitPenyakit busuk pangkal batang akibat kolonisasi Ganoderma boninense merupakan salah satu kendala dalam budidaya kelapa sawit karena tingkat patogenisitasnya yang tinggi dan sulit dikendalikan. Pemanfaatan konsorsium bakteri rizosfer antagonis berpotensi menjadi strategi preventif efektif menekan pertumbuhan G. boninense secara in vitro maupun in planta. Penelitian berbasis analisis ANOVA dan uji DMRT taraf kesalahan 5% di Laboratorium Perlindungan Tanaman serta lahan ex farm Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman mencatatkan perlakuan K1 (Bacillus amyloliquefaciens + Bacillus siamensis) memberikan daya hambat in vitro terbaik sebesar 61,8%. Evaluasi in planta menunjukkan perlakuan K5 (B. siamensis + Pseudomonas aeruginosa + B. amyloliquefaciens) menghasilkan penekanan tertinggi dengan intensitas penyakit terendah (25%), persentase penekanan tertinggi (63,64%), dan nilai AUDPC terendah (386,90), sedangkan laju infeksi terkecil diperoleh dari K3 (B. siamensis + P. aeruginosa + B. amyloliquefaciens) sebesar -1,92 u/w. Parameter agronomi mencatatkan perlakuan K1 paling unggul meningkatkan berat kering total (5,813 g), jumlah daun (5,8 helai), dan berat basah (16,485 g). Perlakuan K2 (B. amyloliquefaciens + P. aeruginosa + B. amyloliquefaciens) menghasilkan tinggi tanaman terbaik sebesar 35,825 cm, sedangkan panjang akar optimal diperoleh perlakuan K4 (B. amyloliquefaciens + B. amyloliquefaciens + B. siamensis) sebesar 26,1 cm. Cekaman genangan air (waterlogging) membatasi ekspansi akar serta pemanjangan batang bibit, sehingga parameter tinggi dan panjang akar tidak berbeda nyata antarperlakuan, tetapi formula konsorsium bakteri antagonis hasil penelitian tetap berpotensi dikembangkan sebagai agensia hayati untuk bioprotektif tanaman.Basal stem rot disease caused by Ganoderma boninense colonization is one of the constraints in oil palm cultivation due to its high pathogenicity and difficulty in control. The utilization of antagonistic rhizobacterial consortia has potential as an effective preventive strategy to suppress G. boninense growth both in vitro and in planta. Research based on ANOVA analysis and DMRT at a 5% significance level conducted at the Plant Protection Laboratory and the ex-farm field of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, recorded that treatment K1 (Bacillus amyloliquefaciens + Bacillus siamensis) provided the best in vitro inhibition rate of 61.8%. The in planta evaluation showed that treatment K5 (B. siamensis + Pseudomonas aeruginosa + B. amyloliquefaciens) yielded the highest disease suppression with the lowest disease intensity (25%), highest suppression percentage (63.64%), and lowest AUDPC value (386.90), while the lowest infection rate was obtained from K3 (B. siamensis + P. aeruginosa + B. amyloliquefaciens) at -1.92 u/w. Agronomic parameters revealed that treatment K1 was most effective in increasing total dry weight (5.813 g), leaf count (5.8 leaves), and fresh weight (16.485 g). Treatment K2 (B. amyloliquefaciens + P. aeruginosa + B. amyloliquefaciens) produced the best plant height at 35.825 cm, whereas optimal root length was achieved by treatment K4 (B. amyloliquefaciens + B. amyloliquefaciens + B. siamensis) at 26.1 cm. Waterlogging stress constrained root expansion and seedling stem elongation, causing plant height and root length parameters to show no significant differences among treatments; nevertheless, this antagonistic bacterial consortium formula retains potential for development as a plant bioprotective agent.
5119854613J1E022077An Analysis of the Correlation Between Students’ Engagement on The Himedition’s English Lab Instagram Account and Their Scores in Fundamental Grammar

(A Correlational Study of English Language Education Students at Universitas Jenderal Soedirman in the Academic Year 2025/2026)
Penelitian ini menyelidiki hubungan antara keterlibatan mahasiswa (student engagement) pada akun Instagram edukasi Himedition’s English Lab dengan hasil akademik formal dalam tata bahasa (grammar). Dengan menggunakan kerangka kerja Online Student Engagement (OSE) dari Dixson, penelitian ini menguji hubungan simultan dan parsial dari empat dimensi keterlibatan: Keterampilan (Skill), Emosional (Emotional), Performa (Performance), dan Agen (Agentic) terhadap skor hasil belajar Fundamental Grammar mahasiswa. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan 157 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Jenderal Soedirman (N=157) sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring dan dokumen tes akademik, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi ganda dan regresi berganda menggunakan SPSS. Uji empiris secara simultan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan pada tingkat moderat antara gabungan dimensi keterlibatan dan skor grammar (R=0,481,p<0,001), yang mengonfirmasi asumsi inti multidimensi dari teori OSE Dixson. Model kolektif ini menghasilkan koefisien determinasi (R^2=0,231) yang menunjukkan bahwa keempat dimensi keterlibatan tersebut secara kolektif memberikan kontribusi sebesar 23,1% terhadap varians hasil belajar grammar. Hal ini membuktikan bahwa antarmuka media sosial informal dapat berfungsi sebagai ruang pembelajaran alternatif yang fungsional. Secara parsial, dinamika yang berbeda ditemukan melalui analisis uji t. Keterlibatan Emosional muncul sebagai kontributor positif terkuat (B=0,967,p<0,001), diikuti oleh Keterlibatan Performa (B=0,777,p=0,015) dan Keterlibatan Agen (B=0,667,p=0,001). Sebaliknya, Keterlibatan Keterampilan menunjukkan hubungan negatif yang tidak signifikan (B=-0,119,p=0,426). Hal tersebut membuktikan bahwa konsumsi media secara pasif, seperti sekadar menggulir (scrolling) linimasa secara superfisial tanpa adanya pemrosesan kognitif yang aktif, tidak cukup untuk menguasai struktur kebahasaan yang kompleks. Temuan ini menunjukkan bahwa mengarahkan interaksi daring mahasiswa ke dalam linimasa media sosial yang sangat interaktif dan mendukung secara emosional dapat menjadi jalur strategis untuk melengkapi pembelajaran bahasa formal.

This research investigated the relationship between students’ engagement on the Himedition’s English Lab Instagram account, an educational feed, and formal academic outcomes in grammar. Utilizing Dixson’s Online Student Engagement (OSE) framework, this research examined the simultaneous and partial connections of four engagement dimensions Skill, Emotional, Performance, and Agentic Engagement with students' Fundamental Grammar achievement scores. A quantitative correlational design was employed, involving 157 English Language Education students at Universitas Jenderal Soedirman (N=157) as the sample. Data were collected through online questionnaires and academic test documents, and analyzed using multiple correlation and multiple regression techniques via SPSS. The simultaneous empirical test revealed a statistically significant, moderate positive relationship between the combined engagement dimensions and grammar scores (R=0.481, p<.001), confirming the core multidimensional assumptions of Dixson's OSE theory. The collective model yielded a coefficient of determination (R^2=0.231), indicating that the four engagement dimensions collectively account for 23.1% of the variance in grammar achievement, demonstrating that an informal social media interface can serve as a functional alternative learning space. Partially, distinct dynamics were observed through regression analysis. Emotional Engagement emerged as the strongest positive contributor (B=0.967, p<.001), followed by Performance Engagement (B=0.777, p=.015) and Agentic Engagement (B=0.667, p=.001). Conversely, Skill Engagement exerted a non-significant negative relationship (B=-0.119, p=.426), demonstrating that passive media consumption, such as superficial scrolling without active cognitive processing, is insufficient for mastering complex linguistic structures. These findings suggest that channeling students' online interactions into highly interactive and emotionally supportive social media feeds serves as a strategic pathway to supplement formal language learning.
5119954519H1D022063INTEGRASI SISTEM e-BPHTB DENGAN WEBGIS GEOMAPS MENGGUNAKAN REST API UNTUK VISUALISASI PETA TEMATIK TRANSAKSI PROPERTI DI KOTA BATAMData transaksi pada sistem e-BPHTB Kota Batam saat ini masih bersifat administratif-tekstual dan belum terintegrasi secara spasial dengan WebGIS Geomaps, sehingga menyulitkan analisis persebaran transaksi properti secara geografis. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan data e-BPHTB dengan WebGIS Geomaps menggunakan GeoServer untuk menghasilkan visualisasi peta tematik transaksi properti yang interaktif. Pengembangan sistem menerapkan metode Waterfall. Proses integrasi dilakukan melalui konfigurasi Parametric SQL View pada GeoServer untuk menggabungkan skema transaksi e-BPHTB dengan skema data geometri pada basis data Oracle Spatial (EPSG:4326). Data geospasial dipublikasikan menggunakan standar OGC layanan WMS dan WFS, lalu dirender pada antarmuka WebGIS berbasis React.js dan OpenLayers. Pengujian sistem dilakukan melalui tiga tahap kuantitatif: pengujian fungsionalitas (black-box testing), pengukuran kinerja kecepatan respons layanan (response time) dan ketahanan beban (concurrency test) menggunakan Postman, serta pengujian akurasi spasial menggunakan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil pengujian black-box menunjukkan seluruh skenario fungsi sistem berjalan 100% valid. Pengujian performa pada kondisi single-user menghasilkan rata-rata response time sebesar 325 ms, sedangkan pada pengujian beban 20 Virtual Users (VUs) selama 5 menit secara simultan (menghasilkan 9.165 total permintaan) diperoleh rata-rata response time sebesar 360 ms, throughput 29,62 req/s, dan error rate 0,00%. Pengujian akurasi spasial memperoleh nilai RMSE sebesar 0,00000000° (0,0000 meter), membuktikan ketiadaan pergeseran posisi geometri (zero displacement). Penelitian ini menghasilkan fitur peta tematik interaktif yang responsif, stabil, dan presisi guna mendukung transparansi informasi serta analisis pengambilan keputusan spasial bagi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam.Transaction data within the Batam City e-BPHTB system is currently limited to administrative-textual formats and lacks spatial integration with WebGIS Geomaps, hindering the geographical distribution analysis of property transactions. This study aims to integrate e-BPHTB data with WebGIS Geomaps using GeoServer to provide interactive thematic map visualizations of property transactions. The system is developed using the Waterfall methodology. The integration is achieved by configuring Parametric SQL Views on GeoServer to merge the e-BPHTB transaction schema with the geometry data schema in the Oracle Spatial database (EPSG:4326). The geospatial data is published using OGC standards through WMS and WFS services, then rendered on a WebGIS interface built with React.js and OpenLayers. System evaluation encompasses three quantitative testing phases: functional validation via black-box testing, service performance and concurrency testing using Postman, and spatial fidelity assessment using Root Mean Square Error (RMSE). The black-box testing results confirmed that all functional test scenarios performed 100% validly. Performance testing achieved an average response time of 325 ms under single-user baseline conditions, whereas multi-user concurrency testing with 20 Virtual Users (VUs) over 5 minutes (processing 9,165 total requests) yielded an average response time of 360 ms, a throughput of 29.62 req/s, and a 0.00% error rate. The spatial accuracy test yielded an RMSE value of 0.00000000° (0.0000 meters), indicating zero geometric displacement. This research delivers a highly responsive, stable, and accurate interactive thematic map feature that supports information transparency and spatial decision-making analysis for the Regional Revenue Agency (Bapenda) of Batam City.
5120054615C1C022021Pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Pengungkapan Sustainability Report Terhadap Harga Saham pada Perusahaan Kelapa Sawit Di BEI (Periode 2022-2024)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh dari Current
Ratio, Debt to Equity Ratio, dan pengungkapan Sustainability Report terhadap harga saham
pada perusahaan kelapa sawit. Teknik pemilihan sampel dilakukan dengan metode purposive
sampling, sehingga diperoleh 24 perusahaan sebagai sampel penelitian dengan periode selama
tiga tahun. Dengan demikian, jumlah observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sebanyak 72 data observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio tidak memiliki
pengaruh terhadap harga saham. Serta, Debt to Equity Ratio (DER) terbukti juga tidak
memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Sementara itu, pengungkapan
Sustainability Report memiliki pengaruh signifikan yang positif terhadap harga saham.
This study aims to determine the effect of the Current Ratio, Debt to Equity Ratio,
and disclosure of Sustainability Reports on stock prices in palm oil companies. Purposive
sampling was used to select 24 companies for the three-year study period. Therefore, the study
used 72 observations. The analyzed data consisted of secondary data obtained from the
companies' financial statements and published sustainability reports. The research results
indicate that the Current Ratio has no impact on stock prices. Similarly, the Debt-to-Equity
Ratio (DER) was found to have no significant influence on stock prices. In contrast,
sustainability report disclosures have a significant positive impact on stock prices.