Home
Login.
Artikelilmiahs
54605
Update
HASNA LATHIFAH
NIM
Judul Artikel
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Akibat Aplikasi Paklobutrazol di Kecamatan Sumbang Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah salah satu komoditas hortikultura yang mempunyai potensi pengembangan yang baik. Tingginya kebutuhan akan bawang merah namun produktivitas yang kurang stabil menyebabkan terjadinya fluktuasi harga, sehingga diperlukan peningkatan produksi bawang merah dalam negeri sebagai faktor pendukung produktivitas. Penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) menjadi faktor pendukung yang dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan bawang merah salah satunya yaitu penggunaan paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi zat pengatur tumbuh paklobutrazol terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah, dan mengetahui konsentrasi zat pengatur tumbuh paklobutrazol yang paling efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilakukan di Desa Datar, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, dan Laboratorium Agronomi pada bulan Juni-Agustus 2025. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok non faktorial 5 ulangan yang terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi paklobutrazol masing-masing 52,5 ppm, 39,375 ppm, 26,250 ppm, 13,125 ppm, dan 0 ppm. Data yang diperoleh dari penelitian di analisis ragam menggunakan ANOVA dan apabila menunjukkan adanya perbedaan nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi paklobutrazol 26,250-52,5 ppm meningkatkan berat segar tanaman, berat kering tanaman, berat tanaman per petak, berat tanaman per hektar, dan kenaikan hasil panen.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity that has high economic value and is widely used both on a household and industrial scale, both domestically. The high demand for shallots but unstable productivity cause price fluctuations, so it is necessary to increase domestic shallot production as a supporting factor for productivity. The use of plant growth regulators (PGRs) is a supporting factor that can contribute to the increase of shallots, one of which is Paklobutrazol. This study aims to Know the effect of Paklobutrazol application on growth and shallot production; and Prove that the concentration of Paklobutrazol is most effective to increase shallot production. This research was conducted in paddy fields at Datar Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, from June to August2025. This research used Randomized Block Design (RBD) non-factorial 5 replications consisting of 5 concentration treatments of 52,5 ppm, 39,375 ppm, 26,250 ppm, 13,125 ppm, and 0 ppm, respectively. The obtained data will be analyzed using ANOVA and further tested using the DMRT (Duncan's Multiple Range Test) at the 5% level if it shows a significant effect. The results showed that the application of paclobutrazol concentrations of 26,250-52,5 ppm significantly increase plant fresh weight, plant dry weight, weight per plot, weight per hectare, and increased yields.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save