Home
Login.
Artikelilmiahs
54600
Update
FATHI NAJMI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PERILAKU KESELAMATAN BERKENDARA (SAFETY DRIVING) PADA PENGEMUDI BUS TRANS BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Menurut WHO kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia. Indonesia merupakan salah satu negara penyumbang angka kematian dengan total 150.307 kasus kecelakaan dan 16.352 kematian pada tahun 2024. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melaporkan bahwa sekitar 13% dari total kecelakaan di Indonesia pada tahun 2024 disebabkan oleh angkutan orang (bus). Studi pendahuluan pada 13 pengemudi Koridor 3 Trans Banyumas menunjukkan bahwa 77% pengemudi pernah melanggar lampu lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perilaku safety driving pada pengemudi Bus Trans Banyumas. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yang berjumlah 110 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan Fisher-Freeman-Halton exact, serta analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik. Hasil Penelitian: Kelelahan kerja (p = 0,012) dan dukungan keluarga (p = 0,028) berhubungan signifikan dengan perilaku safety driving, tidak ada hubungan antara usia (p = 0,876), pengetahuan (p = 0,286), sikap (p = 0,349), pengalaman berkendara (p = 0,284), tingkat pendidikan (p = 0,814), dan pelatihan safety driving (p =0,128). Analisis multivariat menunjukkan bahwa kelelahan kerja (p = 0,041; OR = 2,389) merupakan variabel paling berpengaruh terhadap perilaku safety driving setelah dikontrol oleh dukungan keluarga. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kelelahan kerja dan dukungan keluarga terhadap perilaku safety driving. Kelelahan kerja menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap perilaku safety driving pada pengemudi Bus Trans Banyumas setelah dikontrol oleh dukungan keluarga.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: According to WHO, road traffic accidents remain one of the leading causes of death worldwide. In Indonesia, 150,307 traffic accidents and 16,352 fatalities were reported in 2024. The Directorate General of Land Transportation reported that approximately 13% of all traffic accidents in Indonesia in 2024 involved passenger transportation (buses). A preliminary study among Trans Banyumas bus drivers found that 77% of drivers had violated traffic lights. This study aimed to identify factors associated with safety driving behavior among Trans Banyumas bus drivers. Method: A quantitative study with a cross-sectional design was conducted using a total sampling involving 110 bus drivers. Data were collected using questionnaires and observation checklists. Bivariate analysis was performed using the Chi-square test and Fisher–Freeman–Halton exact test, while multivariate analysis used binary logistic regression. Results: Work fatigue (p = 0.012) and family support (p = 0.028) were significantly associated with safety driving behavior, while age (p = 0.876), knowledge (p = 0.286), attitude (p = 0.349), driving experience (p = 0.284), educational level (p = 0.814), and safety driving training (p = 0.128) showed no significant associations with safety driving behavior. Multivariate analysis identified work fatigue (p = 0.041; OR = 2.389) as the most influential factor on safety driving behavior after controlling for family support. Conclusion: Work fatigue and family support were associated with safety driving behavior, with work fatigue being the most influential factor after controlling for family support.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save