Artikelilmiahs

Menampilkan 47.101-47.120 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4710150497F1A018037PERILAKU BELANJA ONLINE MAHASISWA JURUSAN SOSIOLOGI FISIP UNSOEDPenelitian ini berjudul “Perilaku Belanja Online Mahasiswa Jurusan Sosiologi FISIP UNSOED” yang dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital dan meningkatnya penggunaan platform e-commerce di kalangan mahasiswa. Perubahan perilaku konsumsi dari belanja konvensional ke belanja online dipengaruhi oleh kemudahan akses internet, tren promosi digital, dan gaya hidup konsumtif di era modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi manfaat dan persepsi risiko terhadap perilaku belanja online mahasiswa, serta mengidentifikasi perbedaan perilaku antara mahasiswa laki-laki dan perempuan Sosiologi 2021. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif korelatif. Responden berjumlah 92 mahasiswa Jurusan Sosiologi angkatan 2021 yang dipilih dengan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring menggunakan skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi manfaat memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku belanja online dan persepsi risiko juga memengaruhi perilaku belanja online meskipun dalam tingkat yang bervariasi. Terdapat perbedaan gender dalam perilaku belanja, di mana mahasiswa perempuan lebih cenderung membeli produk fashion dan kecantikan, sedangkan mahasiswa laki-laki lebih banyak membeli produk teknologi dan elektronik. Analisis menggunakan teori konsumsi Jean Baudrillard memperlihatkan bahwa perilaku belanja online mahasiswa tidak hanya didorong oleh kebutuhan fungsional, tetapi juga oleh faktor simbolik untuk menunjukkan identitas dan status sosial.This study, entitled “Online Shopping Behavior of Sociology Students at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University”, is motivated by the development of digital technology and the increasing use of e-commerce platforms among university students. The shift in consumption behavior from conventional shopping to online shopping is influenced by the ease of internet access, digital promotion trends, and a consumptive lifestyle in the modern era. The purpose of this research is to analyze the influence of perceived benefits and perceived risks on students’ online shopping behavior, as well as to identify behavioral differences between male and female students of the 2021 Sociology cohort. The study employs a quantitative approach with a descriptive-correlational method. The respondents consist of 92 Sociology students from the 2021 cohort, selected using a saturated sampling technique. Data were collected through an online questionnaire using a Likert scale and analyzed with descriptive statistics and correlation analysis. The findings indicate that perceived benefits have a significant influence on online shopping behavior, while perceived risks also affect shopping behavior, although at varying levels. Gender differences were found, where female students tend to purchase fashion and beauty products, while male students are more likely to purchase technological and electronic products. The analysis using Jean Baudrillard’s theory of consumption demonstrates that students’ online shopping behavior is driven not only by functional needs but also by symbolic factors to express identity and social status.
4710250500C1C018056DETERMINAN PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIA
STANDARD (QRIS) PADA KEDAI KOPI DI KABUPATEN BANYUMAS
DENGAN PENDEKATAN UNIFIED THEORY OF ACCEPTANCE AND USE OF
TECHNOLOGY 2
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang
memengaruhi minat dan perilaku penggunaan Quick Response Code Indonesian
Standard (QRIS) pada pelaku usaha kedai kopi di Kabupaten Banyumas, dengan
menggunakan pendekatan Unified Theory of Acceptance and Use of
Technology 2 (UTAUT2). QRIS merupakan inovasi sistem pembayaran digital
berbasis QR code yang disatukan secara nasional oleh Bank Indonesia, dengan
tujuan meningkatkan efisiensi transaksi, memperluas inklusi keuangan, serta
mendorong pertumbuhan UMKM. Penelitian ini menguji pengaruh ekspektasi
kinerja, ekspektasi usaha, pengaruh sosial, motivasi hedonis, nilai manfaat,
kondisi yang memfasilitasi, dan kebiasaan terhadap minat dan perilaku
penggunaan QRIS. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan
pendekatan survei. Sampel sebanyak 166 kedai kopi dipilih menggunakan teknik
purposive sampling, dengan kriteria telah menggunakan QRIS lebih dari satu
tahun. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis
menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling
(PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspektasi kinerja, ekspektasi
usaha, motivasi hedonis, dan nilai manfaat berpengaruh signifikan positif
terhadap minat penggunaan QRIS. Selanjutnya, minat penggunaan dan
kebiasaan berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan. Namun,
pengaruh sosial dan kondisi yang memfasilitasi tidak menunjukkan pengaruh
signifikan dalam konteks penelitian ini. Temuan ini menunjukkan bahwa
persepsi kemudahan, manfaat, dan pengalaman menyenangkan dari penggunaan
teknologi digital menjadi faktor utama dalam mendorong adopsi QRIS oleh
pelaku UMKM. Implikasi dari penelitian ini memberikan masukan strategis bagi
Bank Indonesia dan pemangku kepentingan lainnya dalam menyusun kebijakan
adopsi teknologi pembayaran digital yang lebih efektif dan inklusif di sektor
usaha kecil dan menengah.
This study aims to analyze the factors influencing the behavioral intention
and actual use of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS)
among coffee shop business owners in Banyumas Regency by applying the
Unified Theory of Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2). QRIS is a
digital payment innovation standardized nationally by Bank Indonesia,
intended to enhance transaction efficiency, promote financial inclusion, and
support the growth of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The
study investigates the effects of performance expectancy, effort expectancy,
social influence, hedonic motivation, price value, facilitating conditions, and
habit on the behavioral intention and usage behavior of QRIS. A quantitative
survey approach was employed, involving 166 coffee shops selected through
purposive sampling, with the criteria of using QRIS for more than one year.
Data were collected through questionnaires and analyzed using Partial Least
Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results indicate that
performance expectancy, effort expectancy, hedonic motivation, and price
value have a significant positive influence on behavioral intention to use
QRIS. Furthermore, behavioral intention and habit significantly affect usage
behavior. However, social influence and facilitating conditions do not show
significant influence in this context. These findings suggest that perceived
ease of use, usefulness, and enjoyment are key drivers for the adoption of
digital payment technologies among MSME actors. The implications of this
study offer strategic insights for Bank Indonesia and other stakeholders in
formulating more effective and inclusive policies to promote the adoption of
digital payment systems in the small business sector
4710350502I1J021033DESCRIPTION OF RESILIENCE OF INTERNAL MIGRANT STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANLatar belakang: Mahasiswa perantau dalam negeri adalah individu yang menempuh pendidikan tinggi di luar daerah asalnya. Di Indonesia, fenomena ini merupakan hal yang umum terjadi karena sistem pendidikan yang berpusat di kota-kota besar. Mahasiswa perantau dalam negeri dihadapkan pada tantangan seperti kesulitan beradaptasi, tekanan akademik, dan terbatasnya dukungan sosial yang dapat mempengaruhi tingkat stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada mahasiswa perantau dalam negeri di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel terdiri dari mahasiswa perantau dalam negeri semester dua dari lima program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang terdiri dari 25 item. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi tingkat resiliensi responden.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 199 orang (85,4%), diikuti tingkat sedang sebanyak 33 orang (14,2%), dan sebagian kecil memiliki tingkat resiliensi rendah sebanyak 1 orang (0,4%).
Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa perantau dalam negeri di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Namun, masih terdapat sebagian kecil mahasiswa perantau dalam negeri yang memiliki resiliensi rendah dan berpotensi mengalami kesulitan adaptasi dan tekanan psikologis. Dukungan dari institusi pendidikan dan lingkungan sosial sangat diperlukan untuk meningkatkan resiliensi mahasiswa perantau dalam negeri.
Background: Internal migrant students are individuals who pursue higher education outside their home region. In Indonesia, this phenomenon is common because the education system is centered in big cities. Internal migrant students are faced with challenges such as adaptation difficulties, academic pressure, and limited social support that can affect stress and anxiety levels. This study aims to determine the description of resilience in internal migrant students at the Faculty of Health Sciences Universitas Jenderal Soedirman.
Methodology: This study used a quantitative approach with a descriptive design. The sample consisted of second semester internal migrant students from five study programs at the Faculty of Health Sciences Universitas Jenderal Soedirman. The instrument used was the 25-item Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data were analyzed univariately to describe the distribution of respondents' resilience levels.
Results: The results showed that most respondents had a high level of resilience 199 (85.4%), followed by a moderate level 33 (14.2%), and a small proportion had a low level of resilience 1 (0.4%).
Conclusion: Most of the internal migrant students at the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman have a high level of resilience. However, there are still a small number of students who have low resilience and have the potential to experience adaptation difficulties and psychological stress. Support from educational institutions and the social environment is needed to improve the resilience of internal migrant students.
4710450444J0A020017Translating a Short Animation Movie "Si Juki Anak Kosan" from Indonesian into EnglishLaporan tugas akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja secara mandiri yang dilaksanakan pada 22 April 2025 – 15 Agustus 2025. Tujuan dari praktik kerja ini adalah menerjemahkan film animasi pendek karya Faza Meonk dari bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris.
Metode yang digunakan dalam penulisan laporan tugas akhir ini yaitu observasi, studi literatur, dan praktik langsung. Dalam proses penerjemahan ini juga terdiri dari beberapa tahap utama. Tahap pertama adalah menganalisis teks sumber yang melibatkan pemahaman esensi dan struktur bahasa sumber. Tahap kedua adalah menyusun pesan ke dalam bahasa sasaran, menyampaikan pesan dengan pemilihan kata dan struktur kalimat yang akurat tanpa mengubah makna aslinya. Tahap ketiga adalah restrukturasi untuk memeriksa kesalahan pengetikan, ejaan, dan aspek mekanis lainnya agar mudah dipahami.
Selama praktik kerja terdapat beberapa kendala, diantaranya kesulitan menemukan padanan terjemahan, beberapa kosakata yang sulit diterjemahkan, dan penggunaan tata bahasa gaul yang memengaruhi keakuratan terjemahan. Beberapa solusi untuk mengatasi masalah ini antara lain mencari dialog serupa dalam bahasa target, menggunakan kamus daring maupun luring, serta dengan bantuan dosen pembimbing dengan merekomendasikan padanan kata atau kalimat yang tepat.
The report is entitled “Translating a Short Animation Movie ‘Si Juki Anak Kosan’ from Indonesian into English”. This Final Project Report is prepared based on the independent job training carried out on April 22, 2025 to August 15, 2025. The purpose of this job training report is to translate a short animation movie by Faza Meonk from Indonesian into English.
The methods used in writing this Final Report are observation, literature study, and direct practice. The translation process also consisted of several main stages. The first stage was analyzing the source text, which involved understanding the essence and structure of the source language. The second stage was concluding the message in the target language, conveying the message using accurate word choices and sentence structure without changing the original meaning. The third stage was restructuring, which checked errors in typing, spelling, and other mechanical aspects for easy understanding.
During the job training, there were several obstacles, including finding equivalent translations as well as some vocabulary that was difficult to translate, and the tendency to use slang grammar that affected the accuracy of the translation. Some solutions to overcome these problems included searching for similar dialogues in the target language and use online and offline dictionaries, and with help of supervisors by recommending the appropriate equivalent translation words or sentences.
4710550489J1E020048THE IMPLEMENTATION OF KAHOOT! GAME AS AN ICE-BREAKING MEDIA TO IMPROVE STUDENTS’ INTEREST IN LEARNING GRAMMAR
(A Descriptive Qualitative Research of 10th Grade Students of SMA N 5 Purwokerto in the Academic Year of 2025/2026)
Penelitian ini membahas implementasi Kahoot! sebagai media ice-breaking untuk meningkatkan minat siswa dalam pembelajaran tata bahasa (grammar). Tata bahasa, sebagai aspek fundamental dalam bahasa Inggris, sering dianggap sulit dan monoton oleh siswa sehingga menurunkan keterlibatan dan motivasi belajar. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kahoot! diterapkan dalam pembelajaran grammar guna menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 5 Purwokerto pada tahun ajaran 2025/2026 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tiga instrumen, yaitu observasi kelas yang dilakukan oleh peneliti, kuesioner yang diisi oleh siswa kelas X, serta wawancara yang dilakukan dengan guru bahasa Inggris.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) implementasi permainan Kahoot! sebagai media ice-breaking dalam meningkatkan minat siswa pada pembelajaran grammar, (2) respon siswa terhadap penggunaan Kahoot!, dan (3) tantangan yang dihadapi dalam implementasi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kahoot! berhasil diimplementasikan secara efektif sebagai aktivitas ice-breaking yang mampu mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi dalam pembelajaran grammar. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa sebagian besar siswa memberikan respon positif dengan peningkatan minat dan motivasi belajar. Namun, wawancara dengan guru menunjukkan adanya beberapa kendala, seperti keterbatasan kedalaman materi grammar yang dapat disampaikan melalui Kahoot! serta kendala teknis selama pelaksanaan. Dengan demikian, Kahoot! dapat dipandang sebagai media pendukung yang efektif untuk meningkatkan antusiasme siswa, meskipun tidak dapat sepenuhnya menggantikan pengajaran grammar yang komprehensif.
This research explores the implementation of Kahoot! as an ice-breaking medium to improve students’ interest in learning grammar. Grammar, as a fundamental aspect of English, is often perceived as difficult and monotonous by students, resulting in low engagement and motivation. To overcome this challenge, Kahoot! was integrated into grammar learning to create a more interactive and enjoyable atmosphere. This study was conducted at SMA N 5 Purwokerto in the academic year 2025/2026 and employed a descriptive qualitative design. Data were gathered through three instruments: classroom observation conducted by the researcher, a questionnaire distributed to tenth-grade students, and an interview carried out with the English teacher. The study aimed to investigate three aspects: (1) the implementation of Kahoot! game as an ice-breaking medium to improve students’ interest in grammar learning, (2) the students’ responses toward the use of Kahoot!, and (3) the challenges faced in the implementation. The findings revealed that Kahoot! was implemented effectively as an engaging ice-breaking activity, successfully encouraging students to participate more actively in grammar lessons. The questionnaire results showed that most students expressed positive responses, indicating increased interest and motivation. However, the interview with the teacher highlighted several challenges, such as the limited depth of grammar practice provided by Kahoot! and technical issues during implementation. In conclusion, Kahoot! is effective as a supportive medium to enhance students’ enthusiasm, although it cannot fully substitute comprehensive grammar instruction.

4710650232B1A021021Optimasi Asap Cair dalam Menekan Pertumbuhan Jamur Patogen Penyebab Layu Fusarium dan Intensitas Penyakitnya pada Tanaman Sawi PutihSawi putih (Brassica rapa subsp. pekinensis) merupakan komoditas tanaman hortikultura yang popular di masyarakat. Produksi sawi mengalami penurunan yang disebabkan oleh pernyakit layu fusarium. Memanfaatkan bahan hayati adalah alternatif yang lebih ramah lingkungan untuk menekan intensitas penyakit, salah satunya yaitu menggunakan asap cair dikarenakan asap cair mampu berperan sebagai antifungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan konsentrasi asap cair yang optimal dalam menekan pertumbuhan jamur patogen layu pada sawi putih, mengetahui pengaruh kombinasi antara jenis dan konsentrasi asap cair dengan waktu aplikasinya dalam menekan intensitas penyakit layu pada sawi putih, serta mengetahui interaksi yang paling optimal dari kombinasi jenis dan konsentrasi asap cair dengan waktu aplikasinya terhadap intensitas penyakit layu pada sawi putih. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Mikologi dan Fitopatologi serta Screen House Fakultas Biologi Unsoed. Penelitian ini terdiri atas dua tahap percobaan yaitu in vitro dan in plantae. Penelitian ini menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap, serta menggunakan faktorial untuk uji in plantae. Hasil penelitian didapatkan bahwa asap cair tempurung kelapa dan kayu jati konsentasi 3% optimal dalam menekan pertumbuhan jamur Fusarium sp. dengan indeks antijamur sebesar 100%. Kombinasi antara jenis dan konsentrasi asap cair 3% berpengaruh terhadap penurunan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman sawi putih. Waktu aplikasi asap cair tidak berpengaruh terhadap penurunan intensitas penyakit layu fusarium pada tanaman sawi putih. Asap cair tempurung kelapa konsentrasi 3% mampu menekan intensitas penyakit sebesar 9,2%. Asap cair tempurung kelapa konsentrasi 3% dengan waktu aplikasi bersamaan dengan inokulum lebih optimal dalam menekan insensitas penyakit layu fusarium.Chinese cabbage (Brassica rapa subsp. pekinensis) is a popular horticultural crop. Production has declined due to fusarium wilt disease. Utilizing biological materials is a more environmentally friendly alternative to suppress disease intensity. One such approach is the use of liquid smoke, as it has antifungal properties. This study aimed to determine the optimal type and concentration of liquid smoke to suppress the growth of the wilt pathogenic fungus in Chinese cabbage; to determine the effect of the combination of type and concentration of liquid smoke and application time on suppressing wilt disease intensity in Chinese cabbage; and to determine the optimal interaction between the combination of type and concentration of liquid smoke and application time on wilt disease intensity in Chinese cabbage.
This research was conducted in the Mycology and Phytopathology Laboratory and the Screen House of the Faculty of Biology, Unsoed. The study consisted of two experimental stages: in vitro and in plantae. A completely randomized design was used, with a factorial design for the in plantae test.
The results showed that liquid smoke from coconut shells and teak wood at a concentration of 3% was optimal in suppressing the growth of Fusarium sp. with an antifungal index of 100%. The combination of the type and concentration of liquid smoke at 3% significantly reduced the intensity of fusarium wilt disease in Chinese cabbage plants. The timing of liquid smoke application did not significantly reduce the intensity of fusarium wilt disease in Chinese cabbage plants. Coconut shell liquid smoke at a concentration of 3% was able to suppress the disease intensity by 9.2%. Coconut shell liquid smoke at a concentration of 3%, applied simultaneously with the inoculum, was more optimal in suppressing the intensity of fusarium wilt disease.
4710750498G1B021048PENGARUH PREHEATING PADA SUHU 36℃ DAN 60℃
BONDING GENERASI VIII TERHADAP KEKUATAN
TARIK RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID
Latar belakang. Karies terjadi akibat ketidakseimbangan mineral gigi dan dapat ditangani dengan restorasi resin komposit yang memerlukan bonding untuk mendukung ikatannya. Preheating dilakukan untuk meningkatkan sifat mekanis dari bonding. Tujuan. dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh preheating pada suhu 36℃ dan 60℃ bonding generasi VIII terhadap kekuatan tarik resin komposit nanohibrid. Metode. penelitian ini yaitu eksperimental laboratoris berupa posttest-only control group design dengan total sampel 27 yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Kelompok preheating suhu 36℃, Kelompok preheating suhu 60℃, dan kelompok kontrol. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil. penelitian ini menunjukkan rerata kekuatan tarik tertinggi pada kelompok preheating suhu 60℃ dan terendah pada kelompok kontrol, selanjutnya diuji dengan one-way ANOVA menunjukan perbedaan signifikan pada seluruh kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05. Uji post-hoc LSD didapatkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok preheating 36℃, 60℃, dan kelompok kontrol. Simpulan. dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh preheating pada suhu 36℃ dan 60℃ bonding generasi VIII terhadap kekuatan tarik resin komposit nanohibrid.ABSTRACT

THE EFFECT OF PREHEATING AT TEMPERATURES OF 36℃ AND 60℃ BONDING GENERATION VIII ON TENSILE STRENGTH OF NANOHYBRID COMPOSITE RESIN

Dea Nafisa Sofiati
Background. Caries occurs due to an imbalance of tooth minerals and can be managed with composite resin restorations that require bonding to enhance adhesion. Preheating can improve the mechanical properties of the bonding. Purpose. The aim of this study was to determine the effect of preheating bonding agent at temperatures of 36℃ and 60℃ of eighth-generation bonding on the tensile strength of nanohybrid resin composite. Methods. This experimental laboratory research used a posttest-only control group design with a total sample size of 27, divided into three groups: the 36℃ preheating group, the 60℃ preheating group, and the control group. Testing was performed using a Universal Testing Machine. Result. The results showed that the highest average tensile strength was found in the 60℃ preheating group, while the lowest was in the control group. One-way ANOVA analysis revealed a significant difference among all treatment groups with a p-value < 0.05. Post-hoc LSD test showed significant differences between the 36℃ preheating, 60℃ preheating, and control groups. Conclusion. In conclusion, this study demonstrated that preheating bonding agent at 36℃ and 60℃ in eighth-generation bonding influences the tensile strength of nanohybrid resin composite.

Keyword: Eighth-generation bonding, caries, tensile strength, preheating,
nanohybrid composite resin.































ABSTRAK

PENGARUH PREHEATING PADA SUHU 36℃ DAN 60℃
BONDING GENERASI VIII TERHADAP KEKUATAN
TARIK RESIN KOMPOSIT NANOHIBRID

Dea Nafisa Sofiati

Latar belakang. Karies terjadi akibat ketidakseimbangan mineral gigi dan dapat ditangani dengan restorasi resin komposit yang memerlukan bonding untuk mendukung ikatannya. Preheating dilakukan untuk meningkatkan sifat mekanis dari bonding. Tujuan. dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh preheating pada suhu 36℃ dan 60℃ bonding generasi VIII terhadap kekuatan tarik resin komposit nanohibrid. Metode. penelitian ini yaitu eksperimental laboratoris berupa posttest-only control group design dengan total sampel 27 yang dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Kelompok preheating suhu 36℃, Kelompok preheating suhu 60℃, dan kelompok kontrol. Pengujian dilakukan menggunakan Universal Testing Machine. Hasil. penelitian ini menunjukkan rerata kekuatan tarik tertinggi pada kelompok preheating suhu 60℃ dan terendah pada kelompok kontrol, selanjutnya diuji dengan one-way ANOVA menunjukan perbedaan signifikan pada seluruh kelompok perlakuan dengan nilai p<0,05. Uji post-hoc LSD didapatkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok preheating 36℃, 60℃, dan kelompok kontrol. Simpulan. dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh preheating pada suhu 36℃ dan 60℃ bonding generasi VIII terhadap kekuatan tarik resin komposit nanohibrid.

Kata kunci: Bonding generasi VIII, karies, kekuatan tarik, preheating, resin
komposit nanohibrid.








ABSTRACT

THE EFFECT OF PREHEATING AT TEMPERATURES OF 36℃ AND 60℃ BONDING GENERATION VIII ON TENSILE STRENGTH OF NANOHYBRID COMPOSITE RESIN

Dea Nafisa Sofiati
Background. Caries occurs due to an imbalance of tooth minerals and can be managed with composite resin restorations that require bonding to enhance adhesion. Preheating can improve the mechanical properties of the bonding. Purpose. The aim of this study was to determine the effect of preheating bonding agent at temperatures of 36℃ and 60℃ of eighth-generation bonding on the tensile strength of nanohybrid resin composite. Methods. This experimental laboratory research used a posttest-only control group design with a total sample size of 27, divided into three groups: the 36℃ preheating group, the 60℃ preheating group, and the control group. Testing was performed using a Universal Testing Machine. Result. The results showed that the highest average tensile strength was found in the 60℃ preheating group, while the lowest was in the control group. One-way ANOVA analysis revealed a significant difference among all treatment groups with a p-value < 0.05. Post-hoc LSD test showed significant differences between the 36℃ preheating, 60℃ preheating, and control groups. Conclusion. In conclusion, this study demonstrated that preheating bonding agent at 36℃ and 60℃ in eighth-generation bonding influences the tensile strength of nanohybrid resin composite.
4710850600A1D021160Studi Unsur Hara Kalium (K) dan Serapannya Oleh Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) di DAS Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten PurbalinggaPadi merupakan komoditas pangan yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Produktivitas padi sawah di DAS Serayu Tengah, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga dipengaruhi oleh variasi kalium sebagai salah satu unsur hara makro esensial di wilayah ini yang masih terbatas. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran unsur hara kalium di lahan sawah irigasi, mengetahui korelasi antarvariabel pengamatan di lahan sawah pada budidaya tanaman padi, serta rekomendasi pemupukan Kalium (K) yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Mei 2025 menggunakan teknik survei disertai dengan pengambilan sampel tanah dan analisis laboratorium. Variabel yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), Potensial Redoks, K-tersedia, serapan K daun, serapan K gabah, serapan K tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kedalaman 0-25 cm adalah 0,565 cmol(+) kg⁻¹ yang tergolong dalam harkat sedang. pada kedalaman 25-50 cm adalah 0,489 cmol(+) kg⁻¹ dengan harkat sedang. Korelasi kedalaman 0-25 cm pada K-tersedia dan hasil tanaman mempunyai korelasi positif sangat lemah dan nilai r2=0,133 dan Korelasi positif serapan K gabah dan hasil tanaman r = 0,799**. Rekomendasi pemupukan yang optimal adalah 44 kg/ha atau 84 kg KCl/ha.Rice is a food commodity whose productivity is greatly influenced by the availability of nutrients. The productivity of paddy fields in the Serayu Tengah watershed, Karangmoncol subdistrict, Purbalingga regency, is influenced by variations in potassium, one of the essential macro nutrients in this region, which is still limited. This study aims to determine the distribution pattern of potassium nutrients in irrigated rice fields, identify the correlation between observation variables in rice fields in rice cultivation, and provide recommendations for optimal potassium (K) fertilization. This study was conducted from October 2024 to May 2025 using survey techniques accompanied by soil sampling and laboratory analysis. The variables observed were pH H2O, pH KCl, electrical conductivity (EC), redox potential, available K, leaf K uptake, grain K uptake, plant K uptake, and rice yield. The results showed that at a depth of 0-25 cm, the value was 0.565 cmol(+) kg⁻¹, which is classified as moderate. At a depth of 25-50 cm, the value was 0.489 cmol(+) kg⁻¹ with a moderate rating. The correlation between the 0-25 cm depth, available K, and crop yield was very weakly positive with an r² value of 0.133. The positive correlation between grain K uptake and crop yield was r = 0.799**. The optimal fertilization recommendation is 44 kg/ha or 84 kg KCl/ha.
4710950505B1A020043Spesies Burung Walet (Collocalia sp.) di Tiga Gua Sekitar Pantai Karangbolong Kabupaten KebumenBurung walet merupakan burung penghasil sarang dengan kandungan nutrisi dan nilai jual yang tinggi. Salah satu daerahpenghasil sarang burung walet yang terkenal adalah Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa Karangbolong, Kecamatan Buayan.Diketahui terdapat tiga gua yang menjadi habitat alami burung walet di wilayah tersebut, antara lain Gua Karangbolong, Gua Pasir,dan Gua Karangduwur. Terbatasnya informasi mengenai spesies burung walet yang ada di tiga gua sekitar Pantai Karangbolongtersebut yang menjadi latar belakang dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi spesies burung waletberdasarkan morfologi sarang burung walet, morfologi dan topografi burung walet serta mengetahui kunci identifikasi burung waletdi Gua Karangbolong, Gua Pasir, dan Gua Karangduwur. Pengambilan sampel dilakukan secarapurposive samplingdi GuaKarangbolong, Gua Pasir, dan Gua Karangduwur karena di tiga gua tersebut masih dilakukan pemanenan sarang burung waletuntuk diperjualbelikan. Sampel sarang dan burung walet yang didapat kemudian dianalis secara kuantitatif dengan Uji T dankualitatif menggunakan MVSPclusteringUPGMA. Morfologi sampel burung dan sarang burung dibandingkan dengan referensiyang digunakan. Hasil Penelitian menunjukkan terdapat dua spesies burung walet berbeda (intraspesies) di tiga gua sekitar PantaiKarangbolong, yaitu burung walet putih (Collocalia fuciphaga) dan burung seriti (Collocalia linchi). Kedua spesies tersebut dibuatkunci identifikasi berdasarkan karakter khusus berupa ukuran tubuh, warna bulu pada tubuh bagian dorsal dan ventral, serta sarang.Karakter meristik spesifik yang membedakan spesies, yaitu panjang total, panjang badan, panjang sayap terbuka, panjang sayaptertutup, panjang bentang sayap, panjang ekor, dan panjang buku ekor kelima dan keempat.Swiftlets are birds that produce nests with high nutritional value and economic worth. One of the most well-known swiftletnest-producing region is Kebumen Regency, specifically in karangbolong Village, Buayan District. In this area, three caves serveas natural habitats for swiftlets: Karangbolong Cave, Pasir Cave, and Karangduwur Cave. The limited information regarding theswiftlet species inhabiting these thee caves around Karangbolong Beach forms the background of this study. The aim of this researchis to identify swiftlet species based on the nest morphology, swiftlet morphology and topography, and to establish an identificationkey for the swiftlets found in Karangbolong Cave, Pasir Cave, dan Karangduwur Cave. Sampling was conducted using purposivesampling in Karangbolong Cave, Pasir Cave, and Karangduwur Cave, as these locations are still actively harvested for swiftletnests for commercial purposes. The collected nest and bird samples were analyzed quantitatively using the t-test and qualitativelyusing MVSP clustering UPGMA. The morphology of the bird and nest samples was compared with the relevant reference materials.The results showed that there are two distinct swiftlet species (interspecies variation) inhabiting the three caves aroundKarangbolong beach: the white-nest swiftlet (Collocalia fuciphaga) and cave-swiftlet (Collocalia linchi). An identification key wasdeveloped for these two species based on distinctive characteristics such as body size, plumage coloration on the dorsal and ventralregions, and nest type. Specific meristic characters differentiating the species include total length, body length, open wing length,closed wing length, wingspan, tail length, and the lengths of the fifth and fourth tail feather nodes.
4711050506I1C021033ANALISIS KLASIFIKASI JAMU RUSAK, KEDALUWARSA, DAN LAYAK KONSUMSI MENGGUNAKAN PENDEKATAN FINGERPRINTING PADA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS DENGAN KOMBINASI KEMOMETRIKJamu merupakan obat herbal populer yang telah dipercaya secara turun-temurun di Indonesia, namun penggunaannya memerlukan kontrol kualitas yang baik karena kualitasnya dapat menurun terutama akibat penyimpanan yang kurang tepat maupun kedaluwarsa, yang sulit dideteksi secara fisik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi perbedaan profil spektral beberapa kategori kualitas jamu menggunakan spektrofotometri UV-Vis serta mengklasifikasikan sampel berdasarkan kualitasnya dengan metode kemometrik. Sampel terdiri dari empat kategori, yaitu jamu layak konsumsi, kedaluwarsa, rusak akibat suhu, dan rusak akibat kelembaban. Serapan diukur pada panjang gelombang 200–800 nm, kemudian dianalisis menggunakan PCA, PLS-DA, dan HCA. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi spektrofotometri UV-Vis dan kemometrik dengan pendekatan fingerprinting mampu menjelaskan lebih dari 90% variasi data pada rentang 240–440 nm dan mengelompokkan sampel ke dalam empat kategori kualitas dengan baik.Jamu is a popular herbal medicine that has been trusted for generations in Indonesia. However, its use requires good quality control because its quality can decrease, especially due to improper storage or expiration, which is difficult to detect physically. This study aims to evaluate the differences in the spectral profiles of several categories of herbal medicine quality using UV-Vis spectrophotometry and classify samples based on their quality using chemometric methods. The samples consisted of four categories: herbal medicine suitable for consumption, expired, damaged by temperature, and damaged by humidity. Absorbance was measured at a wavelength of 200–800 nm, then analyzed using PCA, PLS-DA, and HCA. The results showed that the combination of UV-Vis spectrophotometry and chemometrics with a fingerprinting approach was able to explain more than 90% of the data variation in the 240–440 nm range and grouped the samples into four quality categories well.
4711150507I2B023034EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KOMPRES BANTAL HANGAT
(PRESBANGAT) DALAM MENURUNKAN NYERI PADA PASIEN POST
OPERASI SECTIO CAESAREA
Persalinan dengan tindakan sectio caesarea (SC) merupakan
salah satu prosedur operasi mayor yang kerap dilakukan untuk menyelamatkan ibu
dan janin. Namun, tindakan ini menimbulkan nyeri hebat pasca operasi, yang dapat
menghambat proses pemulihan ibu. Penanganan nyeri paska SC umumnya
menggunakan analgesik, tetapi penggunaannya memiliki risiko efek samping. Oleh
karena itu, diperlukan alternatif nonfarmakologis seperti kompres hangat. Dalam
penelitian ini, digunakan inovasi kompres bantal hangat (Presbangat) sebagai
metode yang diharapkan efektif, aman, dan nyaman untuk menurunkan nyeri pada
pasien post operasi SC.
Sectio caesarean (SC) delivery is one of the major surgical
procedures often performed to save the mother and foetus. However, this procedure
causes severe postoperative pain, which can hinder the mother's recovery process.
Post-SC pain management generally uses analgesics, but their use carries the risk
of side effects. Therefore, non-pharmacological alternatives such as warm
compresses are needed. In this study, the innovation of warm pillow compress
(Presbangat) is used as a method that is expected to be effective, safe, and
comfortable to reduce pain in postoperative SC patients.
4711250508C1B020054EFFECT OF SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ON COMPANY PERFORMANCE MEDIATED BY COMPETITIVE ADVANTAGEPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menentukan pengaruh manajemen rantai pasok terhadap kinerja perusahaan dan keunggulan kompetitif, pengaruh keunggulan kompetitif terhadap kinerja perusahaan, serta pengaruh manajemen rantai pasok terhadap kinerja perusahaan yang dimediasi oleh keunggulan kompetitif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) warung makanan dan usaha katering di Kabupaten Banyumas dengan sampel sebanyak 73 responden, dan metode analisis yang digunakan adalah metode PLS. Studi ini menemukan bahwa manajemen rantai pasok memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan dan keunggulan kompetitif. Hasil lain menunjukkan bahwa keunggulan kompetitif memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan. Dan terakhir, manajemen rantai pasok memiliki pengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang dimediasi oleh keunggulan kompetitif.This study aims to analyze and determine the effect of supply chain management on company performance and competitive advantage, competitive advantage on company performance, and supply chain management on company performance mediated by competitive advantage. The data collection method in this study used a questionnaire as a data collection technique. The population in the research conducted was MSME food stalls and catering businesses in Banyumas district with a sample of 73 respondents and the analysis method used was the PLS method. The study found that supply chain management has a positive effect on company performance and competitive advantage. Another result is that competitive advantage has a positive effect on company performance. And finally, supply chain management has a positive effect on company performance mediated by competitive advantage.
4711350509I1D021068PERBEDAAN ASUPAN KARBOHIDRAT, PERSEN LEMAK TUBUH, KEKUATAN OTOT, DAN KELENTUKAN PADA KATEGORI SENI DAN TARUNG DI UKM KARATE UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PERBEDAAN ASUPAN KARBOHIDRAT, PERSEN LEMAK TUBUH, KEKUATAN OTOT, DAN KELENTUKAN PADA KATEGORI SENI DAN TARUNG DI UKM KARATE UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Nurhidayati Anggraeni Saputri, Afina Rachma Sulistyaning, Sifa Aulia Wicaksari


Latar Belakang: Prestasi dan performa atlet dipengaruhi oleh kebugaran jasmani, namun hal ini juga perlu didukung dengan asupan karbohidrat dan persen lemak tubuh yang baik. Pada karate terdapat kategori seni (kata) dan tarun (kumite) yang di pentandingkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan faktor-faktor tersebut antara laki-laki dan perempuan di kategori seni dan tarung pada atlet UKM Karate Universitas Jenderal Soedirman.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden sebanyak 40 orang yang dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok seni dan kelompok tarung di UKM Karate. Pengambilan data menggunakan form food recall 2×24 jam, timbangan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), alat handgrip dan leg dynamometer, alat tes sit and reach test. Analisis bivariat menggunakan uji Independent T-Test dan uji Mann-Whitney.

Hasil Penelitian: Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kategori seni dan tarung pada variabel: asupan karbohidrat (p=0,124 laki-laki; p=0,822 perempuan), persen lemak tubuh (p=0,300 laki-laki; p=0,084 perempuan), kekuatan otot lengan (p=0,672 laki-laki; p=0,798 perempuan), kekuatan otot tungkai (p=0,967 laki-laki; p=0,711 perempuan), dan kelentukan tubuh (p=0,852 laki-laki; p=0,463 perempuan).

Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan asupan karbohidrat, persen lemak tubuh, kekuatan otot lengan, kekuatan otot tungkai, dan kelentukan antara kategori seni dan tarung pada atlet karate UKM Universitas Jenderal Soedirman.
DIFFERENCES IN CARBOHYDRATE INTAKE, BODY FAT PERCENTAGE, MUSCLE STRENGTH, AND FLEXIBILITY BETWEEN KATA AND KUMITE CATEGORIES IN THE KARATE STUDENT ACTIVITY UNIT AT JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
Nurhidayati Anggraeni Saputri, Afina Rachma Sulistyaning, Sifa Aulia Wicaksari

Background: Athletic performance is influenced by physical fitness, which also needs to be supported by adequate carbohydrate intake and a healthy body fat percentage. In karate, there are two competition categories: kata (artistic) and kumite (combat). This study aimed to determine the differences in these factors between male and female athletes in kata and kumite categories at the Karate Student Activity Unit (UKM) of Jenderal Soedirman University.

Methodology: This study used a cross-sectional design with 40 respondents divided into kata and kumite groups. Data were collected using a 2×24-hour food recall form, Bioelectrical Impedance Analysis (BIA) scale, handgrip and leg dynamometer, and sit and reach test. Bivariate analysis was performed using the Independent T-Test and Mann-Whitney test.

Results: There were no significant differences between kata and kumite categories in carbohydrate intake (p=0.124 for males; p=0.822 for females), body fat percentage (p=0.300 for males; p=0.084 for females), arm muscle strength (p=0.672 for males; p=0.798 for females), leg muscle strength (p=0.967 for males; p=0.711 for females), and body flexibility (p=0.852 for males; p=0.463 for females).

Conclusion: There were no significant differences in carbohydrate intake, body fat percentage, arm muscle strength, leg muscle strength, or body flexibility between kata and kumite categories among male and female karate athletes at Jenderal Soedirman University.
4711450511F1C021014IMPLEMENTASI MANAJEMEN KRISIS HUMAS BMKG DALAM MENGELOLA INFORMASI PUBLIK PERNYATAAN POTENSI GEMPA MEGATHRUST (STUDI KASUS PERNYATAAN ‘TINGGAL MENUNGGU WAKTU’)Isu mengenai potensi gempa bumi megathrust di Indonesia mencuat pada 2024 setelah pernyataan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang menyebutkan gempa tersebut “hanya tinggal menunggu waktu” menyebar luas di media. Pernyataan tanpa penjelasan kontekstual ini memicu keresahan publik dan memunculkan krisis informasi yang berdampak pada citra dan kredibilitas BMKG. enelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Krisis Situasional yang menekankan pemilihan strategi komunikasi berdasarkan tingkat atribusi tanggung jawab publik terhadap organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BMKG menerapkan manajemen krisis berbasis komunikasi publik adaptif melalui klarifikasi cepat di kanal resmi, penyampaian pesan mitigasi, pemantauan persepsi publik di media sosial, serta penguatan narasi edukasi untuk meredam kepanikan. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan pemahaman publik, dan potensi salah tafsir media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Humas BMKG mengimplementasikan manajemen krisis terkait isu tersebut. Tujuan penelitian adalah mengkaji penerapan strategi manajemen krisis dalam menjaga kredibilitas lembaga dan mengelola persepsi publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka, serta analisis data model interaktif Miles & Huberman.Isu mengenai potensi gempa bumi megathrust di Indonesia mencuat pada 2024 setelah pernyataan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang menyebutkan gempa tersebut “hanya tinggal menunggu waktu” menyebar luas di media. Pernyataan tanpa penjelasan kontekstual ini memicu keresahan publik dan memunculkan krisis informasi yang berdampak pada citra dan kredibilitas BMKG. enelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Krisis Situasional yang menekankan pemilihan strategi komunikasi berdasarkan tingkat atribusi tanggung jawab publik terhadap organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BMKG menerapkan manajemen krisis berbasis komunikasi publik adaptif melalui klarifikasi cepat di kanal resmi, penyampaian pesan mitigasi, pemantauan persepsi publik di media sosial, serta penguatan narasi edukasi untuk meredam kepanikan. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan pemahaman publik, dan potensi salah tafsir media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Humas BMKG mengimplementasikan manajemen krisis terkait isu tersebut. Tujuan penelitian adalah mengkaji penerapan strategi manajemen krisis dalam menjaga kredibilitas lembaga dan mengelola persepsi publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka, serta analisis data model interaktif Miles & Huberman.

Abstract
The results show that BMKG’s Public Relations (PR) applied adaptive public communication-based crisis management in responding to the information crisis triggered by the statement that “the megathrust earthquake is only a matter of time.” The strategies involved rapid clarification via official channels, emphasis on disaster mitigation messages, monitoring public perception on social media, and strengthening educational narratives to ease panic. The findings also reveal challenges such as limited resources, public comprehension gaps, and potential media misinterpretation. This study is analyzed using Situational Crisis Communication Theory (SCCT), which emphasizes selecting communication strategies based on the level of public attribution of responsibility toward the organization. The issue emerged after the Head of BMKG’s Earthquake and Tsunami Center made a statement in 2024 that spread widely without adequate contextual explanation, leading to public anxiety. The research problem addressed is how BMKG’s PR implements crisis management in relation to this issue. The objective is to examine the application of crisis management strategies to maintain credibility and manage public perception. This research employed a qualitative method with a case study approach, data collection through in-depth interviews, documentation, and literature review, and data analysis using Miles & Huberman’s interactive model.
4711550512I1E018004HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DAN STATUS GIZI PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH PURWOKERTOLatar Belakang: Masalah gizi pada anak usia sekolah dasar masih menjadi tantangan di Indonesia, salah satunya dipengaruhi oleh aktivitas fisik. Siswa full day school memiliki waktu terbatas untuk bergerak sehingga berisiko mengalami gizi kurang maupun gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa SD Muhammadiyah Purwokerto.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 siswa berusia 10 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), sedangkan status gizi ditentukan dengan pengukuran IMT/U berdasarkan standar WHO (Z-score). Analisis data menggunakan uji chi-square dan korelasi Spearman.
Hasil Penelitian: Mayoritas responden memiliki status gizi normal (42,85%), sedangkan aktivitas fisik terbagi relatif seimbang antara kategori ringan (33,92%), sedang (32,14%), dan berat (33,92%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi (p = 0,020; ρ = -0,389).
Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan status gizi pada siswa SD Muhammadiyah Purwokerto. Sekolah disarankan menyediakan kegiatan fisik terstruktur agar status gizi siswa tetap optimal.
Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Status Gizi, Anak Sekolah Dasar, Full Day School
Background: Nutritional problems among elementary school children remain a major challenge in Indonesia, one of which is influenced by physical activity. Full day school students have limited time to engage in physical activity, which increases the risk of undernutrition and overnutrition. This study aimed to determine the relationship between physical activity and nutritional status among students at SD Muhammadiyah Purwokerto.
Methodology: This research employed a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 56 students aged 10 years, selected using purposive sampling. Physical activity was assessed using the Physical Activity Questionnaire for Children (PAQ-C), while nutritional status was measured using the Body Mass Index-for-Age (BMI/Age) based on WHO Z-scores. Data were analyzed using chi-square and Spearman correlation tests.
Research Findings: The results showed that most respondents had normal nutritional status (42.85%), while physical activity was relatively balanced across light (33.92%), moderate (32.14%), and vigorous (33.92%) categories. Statistical analysis revealed a significant relationship between physical activity and nutritional status (p = 0.020; ρ = -0.389).
Conclusion: There is a significant relationship between physical activity and nutritional status among students at SD Muhammadiyah Purwokerto. Schools are encouraged to provide structured physical activity programs to help maintain students’ optimal nutritional status.
Keywords: Physical Activity, Nutritional Status, Elementary School Students, Full Day School
4711650514I1B019019Gambaran Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) Perawatan Luka di RSUD Ajibarang Abstrak
GAMBARAN PENERAPAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO)
PERAWATAN LUKA DI RSUD AJIBARANG
,

Latar Belakang: Perawatan luka merupakan salah satu tindakan dasar keperawatan yang sering dilakukan di rumah sakit. Penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) perawatan luka sangat penting untuk mencegah infeksi, mempercepat penyembuhan, serta menjamin keselamatan pasien. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendala berupa keterbatasan pengetahuan, fasilitas, serta kepatuhan perawat dalam melaksanakan SPO.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan Standar Prosedur Operasional (SPO) perawatan luka di RSUD Ajibarang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya.

Metodologi: Desain penelitian cross sectional, lokasi penelitian dilakukan di RSUD Ajibarang. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling sebanyak 34 sampel dengan menggunakan kuesioner dan analisis multivariat.

Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat telah menerapkan SPO perawatan luka dengan kategori sesuai sebesar 73,52% dan kategori tidak sesuai sebesar 26,47%, Faktor pendukung penerapan SPO meliputi adanya sosialisasi, ketersediaan fasilitas, pengawasan dan lingkungan kerja.

Kesimpulan: Penerapan SPO perawatan luka di RSUD Ajibarang sudah berjalan dengan baik, namun masih terdapat kendala yang perlu diperhatikan. Disarankan pihak manajemen rumah sakit meningkatkan supervisi, menyediakan fasilitas yang memadai, serta melakukan pelatihan berkelanjutan bagi perawat.
Abstract
OVERVIEW OF THE IMPLEMENTATION OF STANDARD OPERATING PROCEDURES (SOP) FOR WOUND CARE AT RSUD AJIBARANG
,

Background: Wound care is one of the basic nursing procedures that is often performed, where the application of Standard Operating Procedures (SOP) in wound care is very important to ensure patient safety and quality of care. The implementation of SOP in wound care is expected to improve the quality of nursing services, prevent complications, and support patient recovery.

Objective: This study aims to describe the implementation of Standard Operating Procedures (SOP) in wound care at RSUD Ajibarang and to identify the influencing factors in its implementation.

Method: This research employed a cross-sectional design. The study was conducted at RSUD Ajibarang with a total sample of 34 nurses, analyzed using univariate, bivariate, and multivariate methods.

Results: The results showed that the majority of nurses had implemented wound care SOPs properly, with the category "in accordance" being 73.52%, while the category "not fully in accordance" was around 26.47%. The supporting factors for SOP implementation included training, socialization, availability of facilities, supervision, and nurse commitment.

Conclusion: The implementation of wound care SOPs at RSUD Ajibarang has generally been carried out well. However, further efforts are still needed from hospital management to continuously improve supervision, provide training, and ensure adequate facilities so that SOP implementation can be optimal.
4711750515E2A023013EFEKTIVITAS PELAKSANAAN PEMBERIAN PENGURANGAN MASA PIDANA (REMISI) ANAK BINAAN DI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KUTOARJOAnak yang berhadapan dengan hukum yang telah diputuskan oleh pengadilan dan dijatuhi pidana penjara harus ditempatkan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA). Anak yang sedang menjalani pidana penjara di LPKA Kutoarjo mempunya hak untuk mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman dengan beberapa syarat yang telah ditentukan dalam Permenkumham no 3 tahun 2018 yaitu harus memenuhi syarat administratif dan syarat subtantif. Berdasarkan data pemberian pengurangan masa pidana anak binaan pada tahun 2021 hingga 2024 masih terdapat anak binaan yang tidak mendapat pengurangan masa pidana atau remisi. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis efektivitas dan kendala dalam pelaksanaan pemberian pengrangan masa pidana (remisi) anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kutoarjo. Metode Pendekatan yang digunakan adalah Yuridis Sosiologis. Spesifikasi penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kutoarjo. Sumber Data yang digunakan adalah Data Primer dan Data Sekunder dengan teknik pengumulan data berdasarkan wawancara dengan narasumber dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan metode normatif kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif. Berdasarkan hasil penelitian di ukur dengan teori Donald Black yaitu dalam Pelaksanaan Pemberian Pengurangan masa pidana atau remisi anak binaan di LPKA Kutoarjo cukup efektif. Namun dalam pelaksanaannya masih terdapat hambatan. Hambatan berdasarkan teori L.M. Friedman terdapat 3 unsur yaitu struktur hukum, subtansi hukum dan budaya hukum. Hambatan dilihat dari struktur hukumnya yaitu kurangnya tenaga assesor, kendala jaringan, kurangnya sarana dan prasarana. Selanjutnya kendala dilihat dari kultur hukum yaitu ketidakpahaaman anak terhadap syarat-syarat memperoleh pengurangan masa pidana.Children in conflict with the law, sentenced by a court and sentenced to prison, must be placed in a Special Juvenile Correctional Institution (LPKA). Children serving prison sentences at the Kutoarjo LPKA have the right to receive remission, or a reduction in their sentences, subject to several conditions stipulated in Minister of Law and Human Rights Regulation No. 3 of 2018. These conditions require both administrative and substantive requirements. Data on sentence reductions for juveniles from 2021 to 2024 indicate that some juveniles did not receive remissions. The purpose of this study was to analyze the effectiveness and constraints in implementing sentence reductions (remissions) for juveniles at the Kutoarjo Special Juvenile Correctional Institution. The approach used was a sociological juridical approach. The research specifications were descriptive. The study location was the Kutoarjo Special Juvenile Correctional Institution. The data sources used were primary and secondary data, with data collection techniques based on interviews with informants and literature review. Data analysis used a qualitative normative method and is presented in narrative text. Based on the research results measured by Donald Black's theory, the implementation of providing sentence reductions or remissions for foster children at the Kutoarjo LPKA is quite effective. However, in its implementation there are still obstacles. Obstacles based on L.M. Friedman's theory consist of three elements: legal structure, legal substance, and legal culture. Obstacles seen from the legal structure include a lack of assessors, network constraints, and a lack of facilities and infrastructure. Furthermore, obstacles seen from the legal culture include children's lack of understanding of the requirements for obtaining sentence reductions.
4711850516I1B020017Analysis of Factors Influencing Family Behaviors In Preventing Rheumatoid Arthritis In The Elderly In Banjarsari Kulon Village Sumbang DistrictBackground: Elderly people naturally experience a decline in physiological and cognitive function and making them vulnerable to various health issues, such as rheumatoid arthritis. Family support enables the elderly to prevent this disease. This study aimed to determine the relationship between family members' characteristics, predisposing factors, and preventive behavior towards rheumatoid arthritis.
Methods: This type of research used a cross-sectional approach with data collection methods obtained through questionnaires aimed at 90 respondents in Banjarsari Kulon Village, Sumbang District. Sampling was Cluster random sampling. Data analysis was used Fisher's exact test.
Results: The respondents' characteristics were dominated by women (70%), were in the late adulthood age group (37,8%), and the educational level was high school (35.6%). Respondents who had a history of rheumatoid arthritis were 38.9%. Fisher’s exact test showed non-significant results for variables: age (p=0.531), sex (p=0.159), educational level (p=0.461), and family history (p=0.734). Most respondents have a positive behavior category (80%), with Fisher’s exact test on knowledge, attitude, and belief variables having a p-value=0.000, which means there is a significant relationship with preventive behavior.
Conclusion: There is a significant relationship between family members' knowledge, attitudes, and beliefs in preventing rheumatoid arthritis in the elderly.
Background: Elderly people naturally experience a decline in physiological and cognitive function and making them vulnerable to various health issues, such as rheumatoid arthritis. Family support enables the elderly to prevent this disease. This study aimed to determine the relationship between family members' characteristics, predisposing factors, and preventive behavior towards rheumatoid arthritis.
Methods: This type of research used a cross-sectional approach with data collection methods obtained through questionnaires aimed at 90 respondents in Banjarsari Kulon Village, Sumbang District. Sampling was Cluster random sampling. Data analysis was used Fisher's exact test.
Results: The respondents' characteristics were dominated by women (70%), were in the late adulthood age group (37,8%), and the educational level was high school (35.6%). Respondents who had a history of rheumatoid arthritis were 38.9%. Fisher’s exact test showed non-significant results for variables: age (p=0.531), sex (p=0.159), educational level (p=0.461), and family history (p=0.734). Most respondents have a positive behavior category (80%), with Fisher’s exact test on knowledge, attitude, and belief variables having a p-value=0.000, which means there is a significant relationship with preventive behavior.
Conclusion: There is a significant relationship between family members' knowledge, attitudes, and beliefs in preventing rheumatoid arthritis in the elderly.
4711950513I2B023029ANALISIS PENERIMAAN TEKNOLOGI APLIKASI DASA-IV: AGGRESSION MONITORING AND ASSESSMENT INTERFACE (DAMAI) DALAM PENGKAJIAN AGRESI PASIEN DI UNIT PERAWATAN JIWA DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM)
Latar Belakang: Perilaku agresif di unit perawatan jiwa merupakan masalah serius yang membahayakan pasien, tenaga kesehatan, dan lingkungan perawatan. Instrumen Dynamic Appraisal of Situational Aggression–Inpatient Version (DASA-IV) terbukti valid untuk memprediksi risiko agresi, namun penggunaan manualnya masih terbatas. Data observasi di RSUD Banyumas menunjukkan 71% pasien memiliki risiko perilaku kekerasan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan aplikasi DASA-IV: Aggression Monitoring and Assessment Interface (DAMAI) dan menganalisis tingkat penerimaan perawat menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Metode: Penelitian ini menggunakan desain Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Uji validitas konten menunjukkan hasil Item-level Content Validity Index (I-CVI) 1.00, Scale-level CVI (S-CVI) 0.98, dan Content Validity Ratio (CVR) 1.00, yang menegaskan seluruh item valid dan esensial. Uji coba kelompok kecil memperlihatkan penerimaan yang baik. Tahap berikutnya menggunakan desain quasi-experimental posttest-only control group dengan 48 perawat, dibagi dalam kelompok aplikasi DAMAI (n=24) dan kelompok formulir manual (n=24). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi DAMAI cenderung lebih diterima dibandingkan formulir manual, meskipun perbedaannya tidak signifikan secara statistik. Aplikasi DAMAI dinilai lebih unggul dalam semua konstruk TAM: persepsi kemanfaatan (rerata 4,29 vs 4,06; p=0,279), persepsi kemudahan penggunaan (rerata 4,32 vs 4,04; p=0,090), sikap terhadap penggunaan (rerata 4,22 vs 4,06; p=0,291), dan niat untuk menggunakan (rerata 4,25 vs 4,03; p=0,222). Kesimpulan: Aplikasi DAMAI diterima dengan baik oleh perawat dan berpotensi untuk diimplementasikan sebagai alat pendukung keputusan klinis dalam pengkajian risiko agres. iImplementasi DAMAI direkomendasikan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas asesmen, serta memperkuat keselamatan pasien dan tenaga kesehatan di unit perawatan jiwa.
Background: Aggressive behavior units is a serious problem that threatens patients, healthcare providers, and the environment. The Dynamic Appraisal of Situational Aggression–Inpatient Version (DASA-IV) is validated as a reliable tool to predict aggression risk, but its manual use remains limited. Observational data at Banyumas General Hospital showed that 71% of patients were at risk of violent behavior. This study aimed to develop the DASA-IV: Aggression Monitoring and Assessment Interface (DAMAI) application and analyze nurses’ acceptance using the Technology Acceptance Model (TAM). Method: This study employed a Research and Development (R&D) design with the ADDIE model. Content validity testing showed an Item-level Content Validity Index (I-CVI) of 1.00, Scale-level CVI (S-CVI) of 0.98, and Content Validity Ratio (CVR) of 1.00, confirming that all items were valid and essential. A small-group trial also demonstrated good acceptance. The next stage used a quasi-experimental posttest-only control group design involving 48 nurses, divided into the DAMAI group (n=24) and the manual form group (n=24). Results: DAMAI was more accepted compared to the manual form, although the differences were not statistically significant. DAMAI scored higher across all TAM constructs: perceived usefulness (mean 4.29 vs. 4.06; p=0.279), perceived ease of use (4.32 vs. 4.04; p=0.090), attitude toward use (4.22 vs. 4.06; p=0.291), and intention to use (4.25 vs. 4.03; p=0.222). Conclusion: The DAMAI application was well accepted by nurses and is valid for aggression risk assessment. Its implementation has the potential to improve assessment efficiency and strengthen patient and healthcare worker safety in psychiatric care units.
4712050517I1B021024PERBEDAAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK
PENDERITA POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS)
DALAM KOMUNITAS INSTAGRAM “PCOS FIGHTER
INDONESIA”

Latar Belakang: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang umum
dialami wanita usia subur dan berdampak pada sistem reproduksi, metabolisme, serta kualitas hidup.
Gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik, memainkan peran penting dalam pengelolaan
gejala. Komunitas daring seperti Instagram “PCOS Fighter Indonesia” menjadi sarana dukungan
bagi penderita PCOS dalam membentuk gaya hidup sehat.
Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pola makan dan aktivitas fisik
penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) berdasarkan lama waktu bergabung dalam komunitas
Instagram “PCOS Fighter Indonesia
Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan
kohort retrospektif. Data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner food recall 2x24 jam dan
Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Teknik pengambilan sampel yang digunakan
adalah purposivel sampling, dan didapatkan hasil sebanyak 212 responden dibagi ke dalam dua
kelompok berdasarkan durasi bergabung dalam komunitas: <18 hari dan ≥66 hari. Analisis data
menggunakan bivariat menggunakan uji Chi-square.
Hasil: Hasil penelitian pada 212 responden dengan rentang usia 19-42, mayoritas responden dengan
status bekerja dan indeks massa tubuh mayoritas normal dan lebih, terdapat perbedaan signifikan
pada pola asupan energi antara kedua kelompok (p=0,047). Namun tidak ditemukan perbedaan
signifikan pada pola asupan protein, lemak dan karbohidrat. Tidak terdapat perbedaan yang
signifikan pada aktivitas fisik antara kedua kelompok (p=0,24),
Kesimpulan: Keikutsertaan dalam komunitas Instagram “PCOS Fighter Indonesia” memberikan
pengaruh terhadap pola makan penderita PCOS, khususnya dalam pola asupan energi dan tidak
mempengaruhi aktivitas fisik anggota komunitas.
Background: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is a common hormonal disorder among
women of reproductive age, affecting reproductive function, metabolism, and overall quality
of life. Lifestyle, particularly dietary habits and physical activity, plays a crucial role in
symptom management. Online communities such as the Instagram account “PCOS Fighter
Indonesia” offer support for individuals with PCOS in adopting healthier lifestyles.
Objective: The objective of this study is to determine the differences in dietary patterns and
physical activity among women with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) based on the
duration of their participation in the Instagram community “PCOS Fighter Indonesia”.
Methodology: This study used a quantitative observational design with a retrospective cohort
approach. Data were collected online using a 2x24-hour food recall questionnaire and the
Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). The sampling technique used was purposive
sampling, with a total of 212 respondents divided into two groups based on the duration of
community membership: <18 days and ≥66 days. Bivariate analysis was conducted using the
Chi-square test.
Results: A significant difference was found in energy adequacy between the two groups
(p=0.047), Results: A study of 212 respondents aged 19-42, the majority of whom were
employed and had a body mass index of normal or above, revealed a significant difference in
energy intake patterns between the two groups (p=0.047). However, no significant differences
were found in protein, fat, and carbohydrate intake patterns. There was no significant difference
in physical activity between the two groups (p=0.24).
Conclusion: Participation in the "PCOS Fighter Indonesia" Instagram community influences
the dietary patterns of PCOS sufferers, particularly energy intake patterns, but does not affect
the physical activity of community members.