Home
Login.
Artikelilmiahs
50502
Update
MOHAMAD FARHAN NUGROHO
NIM
Judul Artikel
DESCRIPTION OF RESILIENCE OF INTERNAL MIGRANT STUDENTS AT THE FACULTY OF HEALTH SCIENCES UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang: Mahasiswa perantau dalam negeri adalah individu yang menempuh pendidikan tinggi di luar daerah asalnya. Di Indonesia, fenomena ini merupakan hal yang umum terjadi karena sistem pendidikan yang berpusat di kota-kota besar. Mahasiswa perantau dalam negeri dihadapkan pada tantangan seperti kesulitan beradaptasi, tekanan akademik, dan terbatasnya dukungan sosial yang dapat mempengaruhi tingkat stres dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada mahasiswa perantau dalam negeri di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif. Sampel terdiri dari mahasiswa perantau dalam negeri semester dua dari lima program studi di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Instrumen yang digunakan adalah Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) yang terdiri dari 25 item. Data dianalisis secara univariat untuk menggambarkan distribusi tingkat resiliensi responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat resiliensi tinggi sebanyak 199 orang (85,4%), diikuti tingkat sedang sebanyak 33 orang (14,2%), dan sebagian kecil memiliki tingkat resiliensi rendah sebanyak 1 orang (0,4%). Kesimpulan: Sebagian besar mahasiswa perantau dalam negeri di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Namun, masih terdapat sebagian kecil mahasiswa perantau dalam negeri yang memiliki resiliensi rendah dan berpotensi mengalami kesulitan adaptasi dan tekanan psikologis. Dukungan dari institusi pendidikan dan lingkungan sosial sangat diperlukan untuk meningkatkan resiliensi mahasiswa perantau dalam negeri.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Internal migrant students are individuals who pursue higher education outside their home region. In Indonesia, this phenomenon is common because the education system is centered in big cities. Internal migrant students are faced with challenges such as adaptation difficulties, academic pressure, and limited social support that can affect stress and anxiety levels. This study aims to determine the description of resilience in internal migrant students at the Faculty of Health Sciences Universitas Jenderal Soedirman. Methodology: This study used a quantitative approach with a descriptive design. The sample consisted of second semester internal migrant students from five study programs at the Faculty of Health Sciences Universitas Jenderal Soedirman. The instrument used was the 25-item Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Data were analyzed univariately to describe the distribution of respondents' resilience levels. Results: The results showed that most respondents had a high level of resilience 199 (85.4%), followed by a moderate level 33 (14.2%), and a small proportion had a low level of resilience 1 (0.4%). Conclusion: Most of the internal migrant students at the Faculty of Health Sciences, Universitas Jenderal Soedirman have a high level of resilience. However, there are still a small number of students who have low resilience and have the potential to experience adaptation difficulties and psychological stress. Support from educational institutions and the social environment is needed to improve the resilience of internal migrant students.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save