Artikelilmiahs

Menampilkan 48.721-48.724 dari 48.724 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4872152105C1A022087ANALISIS PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA, RATA-RATA LAMA SEKOLAH, KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN SOSIAL, DAN HARGA PANGAN TERHADAP PREVALENSI KETIDAKCUKUPAN KONSUMSI PANGAN DI PROVINSI JAWA TIMURPrevalensi ketidakcukupan konsumsi yang diukur menggunakan indikator PoU menggambarkan proporsi penduduk dengan asupan energi berada di bawah kebutuhan minimum. Selama enam tahun, angka PoU Jawa Timur menunjukan adanya tren yang fluktuatif cenderung naik dan berada di atas rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengaruh dari tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, keluarga penerima manfaat bantuan sosial serta harga pangan terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Provinsi Jawa Timur.
Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi data panel dan dengan model terbaik yang terpilih yaitu Fixed Effect Model (FEM), serta pendekatan kuantitatif dengan analisis data sekunder yang bersumber dari publikasi lembaga atau instansi yang berkaitan dengan penelitian serta studi pustaka jurnal literatur. Penelitian ini dilakukan di 38 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Timur dari tahun 2019 – 2024.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat pengangguran terbuka dan keluarga penerima manfaat bantuan sosial berpengaruh positif signifikan terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Provinsi Jawa Timur. Kemudian rata-rata lama sekolah dan harga pangan tidak berpengaruh signifikan terhadap prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Provinsi Jawa Timur. Selain itu, hasil olah data menunjukan bahwa tingkat pengangguran terbuka, rata-rata lama sekolah, keluarga penerima manfaat bantuan sosial serta harga pangan secara bersama-sama mampu menjelaskan prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan sebesar 82,72%.
Implikasi kebijakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan adalah melalui peningkatan pendapatan rumah tangga serta perbaikan pola kebiasaan hidup masyarakat. Hal tersebut dilakukan dengan maksimalisasi investasi padat karya melalui pelatihan gratis bagi tenaga kerja lokal, serta link and match antar instansi. Selain itu, sinergi antar instansi juga diperlukan untuk memperkuat ketepatan sasaran bantuan sosial serta penguatan UMKM dalam mendukung kemandirian ekonomi bagi masyarakat di setiap wilayah terkait.
The prevalence of inadequate food consumption, as measured using the PoU indicator, reflects the proportion of the population whose energy intake falls below the minimum requirement. Over the past six years, East Java's PoU figures have shown a fluctuating and upward trend and more higher than the national average. This study aims to analyze the influence of the open unemployment rate, average years of schooling, families receiving social assistance benefits, and food prices on the prevalence of inadequate food consumption in East Java Province.
This study uses panel data regression analysis, with the best model selected, the Fixed Effect Model (FEM), It also uses a quantitative approach with secondary data analysis sourced from publications from institutions or agencies related to the research, as well as journal literature reviews. The study was conducted in 38 districts/cities in East Java Province from 2019 to 2024.
The results of this study showed that, the open unemployment rate and the families receiving social assistance benefits have a significant positive effect on the prevalence of inadequate food consumption in East Java Province. Then, the average years of schooling and food prices do not significantly affect on the prevalence of inadequate food consumption in East Java Province. Furthermore, data processing results indicate that the open unemployment rate, the average years of schooling, families receiving social assistance benefits, and food prices collectively explain 82.72% of the prevalence of inadequate food consumption.
Policy implications that can be implemented to reduce the prevalence of inadequate food consumption include increasing household income and improving community lifestyle patterns, This can be done by maximizing investment in labor-intensive work through free training for local workers, as well as linking and matching between agencies. Furthermore, synergy between agencies is also needed to strengthen the accuracy of social assistance targeting and empower UMKMs in supporting economic independence for communities in each relevant region is crucial.
4872252106J1C019040IDENTIFIKASI PENCAPAIAN GAMAN DALAM ANIME JUJUTSU
KAISEN KARYA GEGE AKUTAMI
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi
untuk mengidentifikasi permasalahan penelitian yang dikaitkan dengan
representasi pencapaian gaman dalam anime Jujutsu Kaisen. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa banyak karakter dalam Jujutsu Kaisen, seperti Yuji Itadori,
menampilkan pencapaian gaman melalui pengembangan keterampilan bertarung,
pengendalian emosi, dan solidaritas dengan rekan-rekan mereka. Temuan ini
mengindikasikan bahwa anime Jujutsu Kaisen tidak hanya menyajikan aksi dan
hiburan, tetapi juga menyampaikan beberapa point yang mengandung konsep
Gaman seperti contohnya ada Todo Aoi yang menasehati Itadori Yuuji saat
sedang terbawa emosi dan menyuruhnya untuk tenang dan berpikir dingin.
Dengan demikian penelitian ini berkontribusi pada pemahaman konsep Gaman
yang terdapat di Anime Jujutsu Kaisen telah terpenuhi.
This study employs a qualitative approach using content analysis to identify
research problems related to the representation of gaman achievement in the
anime Jujutsu Kaisen. The findings indicate that many characters in Jujutsu
Kaisen, such as Yuji Itadori, demonstrate the attainment of gaman through the
development of combat skills, emotional control, and solidarity with their
comrades. These findings suggest that Jujutsu Kaisen not only presents action and
entertainment but also conveys several elements that reflect the concept of gaman.
For example, Todo Aoi advises Yuji Itadori when he is overwhelmed by emotion,
encouraging him to remain calm and think clearly. Therefore, this study
contributes to a deeper understanding of the concept of gaman as represented in
the anime Jujutsu Kaisen
4872352107C1C022049Pengaruh Financial Distress, Institutional Ownership, Audit Delay, dan Audit Tenure terhadap Auditor Switching (Studi pada Perusahaan Sektor Keuangan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022–2024)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh financial distress, institutional ownership, audit delay, dan audit tenure terhadap auditor switching. Subjek penelitian ini adalah perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Periode penelitian 2022–2024 didasarkan pada kondisi pasca-pandemi Covid-19. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori atribusi dan teori agensi. Teori atribusi menjelaskan bahwa keputusan perusahaan dalam melakukan auditor switching dapat dipengaruhi oleh faktor internal, seperti financial distress dan institutional ownership, maupun faktor eksternal, seperti audit delay dan audit tenure. Teori agensi menjelaskan hubungan antara prinsipal dan agen yang berpotensi menimbulkan konflik kepentingan sehingga dibutuhkan auditor independen sebagai mekanisme pengawasan.

Variabel financial distress diproksikan menggunakan Grover Score, institutional ownership diukur berdasarkan persentase kepemilikan saham institusi, audit delay diukur dari selisih waktu antara tanggal LAI dengan batas akhir penyampaian laporan keuangan (31 Maret), serta audit tenure diukur berdasarkan jumlah masa perikatan auditor.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Kriteria sampel yang digunakan meliputi: (1) perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di BEI periode 2022–2024, (2) perusahaan yang menerbitkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit secara lengkap dan berturut-turut selama periode penelitian, serta (3) perusahaan yang memiliki data lengkap terkait seluruh variabel penelitian. Berdasarkan kriteria tersebut, diperoleh 198 sampel yang digunakan dalam analisis penelitian.

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu statistik deskriptif, uji multikolinearitas, dan analisis regresi logistik yang meliputi uji overall model fit, uji koefisien determinasi (Nagelkerke R Square), uji kelayakan model regresi logistik, matriks klasifikasi, dan uji hipotesis parsial. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) financial distress berpengaruh negatif signifikan terhadap auditor switching, yang mengindikasikan bahwa perusahaan yang mengalami tekanan keuangan cenderung tidak mengganti auditor. (2) Institutional ownership, audit delay, serta audit tenure tidak berpengaruh positif signifikan terhadap auditor switching, yang mengindikasikan bahwa ketiga faktor tersebut tidak menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam mengambil keputusan untuk mengganti auditor pada perusahaan sektor keuangan periode 2022–2024.
This research aims to analyze the effect of financial distress, institutional ownership, audit delay, and audit tenure on auditor switching. The research subjects are financial sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2022–2024 period. The 2022–2024 research period was selected to reflect post–COVID-19 pandemic conditions. This study applies attribution theory and agency theory. Attribution theory explains how a company’s decision to engage in auditor switching can be influenced by internal factors, such as financial distress and institutional ownership, as well as external factors, such as audit delay and audit tenure. Meanwhile, agency theory explains the relationship between principals and agents, which may give rise to conflicts of interest; therefore, an independent auditor is required as a monitoring mechanism.

Financial distress is proxied by the Grover Score, institutional ownership is measured by the percentage of institutional share ownership, audit delay is measured by the time difference between the date of the Independent Auditor’s Report and the reporting deadline of March 31, and audit tenure is measured by the length of the auditor–client engagement period.

This research employs a quantitative approach using purposive sampling. The sample selection criteria include: (1) financial sector companies listed on the IDX during the 2022–2024 period, (2) companies that published complete and consecutively audited annual financial statements throughout the research period, and (3) companies with complete data for all research variables. Based on these criteria, a total of 198 firm-year observations were obtained and used in the analysis.

The data analysis techniques applied in this study include descriptive statistics, multicollinearity testing, and logistic regression analysis, which consists of the overall model fit test, coefficient of determination test (Nagelkerke’s R Square), logistic regression model feasibility test, classification matrix, and partial hypothesis testing. The results indicate that (1) financial distress has a significant negative effect on auditor switching, suggesting that companies experiencing financial difficulties tend not to change their auditors. (2) Institutional ownership, audit delay, and audit tenure do not have a significant positive effect on auditor switching, indicating that these factors are not the primary considerations for companies in deciding to change auditors in financial sector companies during the 2022–2024 period.
4872452108F1B022054Kinerja Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Banyumas dalam Penyusunan Data Pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024Salah satu tugas KPU Kabupaten Banyumas menuju Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 adalah pendataan pemilih termasuk Pencocokan dan Penelitian (coklit). Hasil pendataan menunjukkan terdapat selisih antara DPS dengan DPT. Terdapat 13 fakta yang menunjukkan pelaksanaan coklit di Kabupaten Banyumas belum maksimal. Penelitian ini berfokus untuk mengevaluasi kinerja dalam menyusun data pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024 melalui kajian evaluasi kinerja oleh Agus Dwiyanto (2008) yang terdiri dari aspek produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Penelitian menunjukkan bahwa coklit Pilkada Tahun 2024 telah berjalan sesuai dengan jadwal tahapan tetapi masih perlu perbaikan pada aspek produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, dan responsibilitas. Pada saat yang sama, ini menunjukkan bahwa coklit Pilkada Tahun 2024 perlu diperbaiki pada pemilihan tahun berikutnya.One of the tasks of the Banyumas Regency General Elections Commission (KPU) for the 2024 Regional Head Elections is voter data collection, including voter matching and research (coklit). The data collection results indicate a discrepancy between the final voter list (DPS) and the final voter list (DPT). Thirteen facts indicate that the implementation of coklit in Banyumas Regency has not been optimal. This study focuses on evaluating the performance in compiling voter data for the 2024 Regional Head Elections through a performance evaluation study by Agus Dwiyanto (2008), which consists of aspects of productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and accountability. The method used in this study is a qualitative method with data collection through interviews, observation, documentation, and literature studies. The study shows that the coklit for the 2024 Regional Head Elections has run according to the scheduled stages, but still needs improvement in aspects of productivity, service quality, responsiveness, and responsibility. At the same time, this indicates that the coklit for the 2024 Regional Head Elections needs to be improved for the following election year.