Artikelilmiahs

Menampilkan 47.041-47.060 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4704150427E1B021022THE IMPACT OF FREE TRADE IN SHARP WEAPONS ON THE INCREASE IN VIOLENT CRIMES AMONG YOUTH AND HOW TO OVERCOME IT (Study in the jurisdiction of the Banyumas Police)Maraknya kasus kekerasan dengan menggunakan senjata tajam yang dilakukan pada remaja semakin memprihatinkan di Indonesia. Pada wilayah Kabupaten Banyumas juga terdampak fenomena yang terjadi pada remaja ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari pedagangan bebas senjata tajam melalui media online terhadap peningkatan kasus kekerasan pada remaja dan apakah para penegak hukum dalam penanganan kekerasan pada remaja menggunakan senjata tajam. Selain itu juga untuk mengetahui apakah Polresta Banyumas telah melakukan penanggulangan kejahatan perdagangan bebas senjata tajam melalui media online terhadap meningkatnya tindak kekerasan di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Informan merupakan Anggota Kepolisian Resort Kota Banyumas yang ditentukan dengan purposive sampling. Jenis data terdiri dari data primer dan data sekunder yang diperoleh dari studi lapangan dan studi kepustakaan melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dampak perdagangan bebas senjata tajam melalui media online terhadap meningkatnya tindak kekerasan di kalangan remaja, meningkat secara signifikan. Hal ini terjadi karena kemudahan mengakses media online oleh remaja untuk memperoleh senjata tajam tanpa pengawasan hukum yang memadai. Penanggulangan kejahatan perdagangan bebas senjata tajam melalui media online terhadap meningkatnya tindak kekerasan di kalangan remaja oleh Polresta Banyumas dilakukan melalui beberapa upaya yang terintegrasi. Upaya tersebut meliputi upaya pre-emtif , upaya preventif , dan upaya represif.The increasing number of cases of violence involving sharp weapons committed by teenagers is a growing concern in Indonesia. Banyumas Regency has also been affected by this phenomenon. This study aims to examine the impact of the free trade of sharp weapons through online media on the increase in cases of violence against teenagers and to determine whether law enforcement officers are handling violence against teenagers using sharp weapons. Furthermore, the study aims to determine whether the Banyumas Police have taken measures to combat the crime of free trade in sharp weapons through online media, which has led to the rise in violence among teenagers. This study uses an empirical juridical approach with descriptive analytical research specifications. Informants were members of the Banyumas City Police Resort, selected using purposive sampling. The data types consist of primary and secondary data obtained from field studies and literature review through interviews and literature review. The results show that the free trade of sharp weapons through online media has significantly increased violence among teenagers. This occurs due to the ease of online access by teenagers to obtain sharp weapons without adequate legal supervision. The Banyumas Police's response to the free trade in sharp weapons through online media and the rise in violence among youth is carried out through several integrated efforts. These efforts include pre-emptive, preventive, and repressive measures.
4704250428I1A021070FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT INSTALASI
RAWAT INAP III RSUD PROF. DR. MARGONO SEOKARJO
(UNIT GERIATRI DAN PAVILIUN ABIYASA) PURWOKERTO FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP
KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PERAWAT INSTALASI
RAWAT INAP III RSUD PROF. DR. MARGONO SEOKARJO
(UNIT GERIATRI DAN PAVILIUN ABIYASA) PURWOKERTO
Latar Belakang: Low Back Pain (LBP) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang sering terjadi pada perawat akibat postur kerja tidak ergonomis yang dilakukan secara terus-menerus. Apabila tidak ditangani, LBP dapat menyebabkan keterbatasan aktivitas hingga menurunkan produktivitas kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan low back pain pada perawat instalasi rawat inap III RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat Instalasi Rawat Inap III RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 94 responden. Analisis bivariat dilakukan dengan uji chi-square, analisis multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Dalam penelitian ini faktor individu seperti usia, jenis kelamin dan IMT tidak mempengaruhi keluhan LBP, sementara faktor pekerjaan seperti masa kerja, durasi kerja, dan postur kerja mempengaruhi kejadian LBP pada perawat Instalasi Rawat Inap III RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, dengan nilai p value: masa kerja (p=0,025), ), durasi kerja (p=0,005), dan postur kerja (p=0,000) Kesimpulan: Masa kerja, durasi kerja, dan postur kerja terbukti berpengaruh terhadap keluhan LBP pada perawat Instalasi Rawat Inap III RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Faktor paling dominan adalah postur kerja dengan nilai OR 7,571, yang menunjukkan bahwa perawat dengan postur kerja berisiko tinggi memiliki peluang 7,571 kali lebih besar mengalami LBP dibandingkan perawat dengan postur kerja berisiko sedang. Saran: Perawat disarankan agar lebih memperhatikan prinsip ergonomi dalam bekerja.Background: Low Back Pain (LBP) is a prevalent occupational health issue among nurses,
primarily caused by sustained non-ergonomic working postures. If left untreated, LBP can lead to
activity limitations and decreased productivity. This study aims to identify factors influencing LBP
complaints among nurses in the Inpatient Ward of Geriatrics Unit and Abiyasa Pavilion at Prof. Dr.
Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto.
Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design. The research population
comprised all nurses working in the inpatient ward of Geriatrics Unit and Abiyasa Pavilion at Prof.
Dr. Margono Soekarjo General Hospital, Purwokerto. Data were collected through total sampling,
with 94 respondents participating. Bivariate analysis was conducted using chi-square tests, while
multivariate analysis utilized multiple logistic regression.
Results: Significant factors affecting LBP included working posture (p=0.000), work duration
(p=0.005), and years of service (p=0.025). Variables such as age, gender, and BMI showed no
significant association with LBP complaints
Conclusion Years of service, work duration, and working posture were identified as significant
factors influencing LBP complaints among nurses. The most influential factor was working posture,
with an OR value of 7.571, indicating that nurses with high-risk postures were 7.571 times more
likely to experience LBP compared to those with moderate-risk postures. Nurses are advised to pay
greater attention to ergonomic principles during work activities.
Keywords: Low Back Pain, Nurses, Work Duration, Working Posture.
4704350429I1E021070PERBEDAAN PENGARUH LATIHAN CHAIR SHOOTING DAN ONE HAND SET SHOOTING BOLA BASKET TERHADAP AKURASI FREE THROW SISWA EKSTRAKURIKULER BASKET SMP KRISTEN 1 PURWOKERTOLatar Belakang: Akurasi free throw yang rendah menjadi kendala utama dalam permainan bola basket di SMP Kristen 1 Purwokerto, dengan persentase keberhasilan hanya 0%–40%. Kesalahan umum yang ditemukan yaitu sudut shooting yang terlalu datar, lintasan bola tidak parabola, serta pelepasan bola yang kurang tepat akibat keterlibatan tangan non-dominan. Kondisi ini menuntut penerapan metode latihan yang mampu memperbaiki mekanika gerak dan meningkatkan akurasi. Chair shooting membantu membentuk lintasan tembakan lebih tinggi dengan posisi duduk, sedangkan one hand set shooting melatih pelepasan bola hanya dengan tangan dominan untuk meningkatkan kontrol arah shooting.

Metodologi: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen two group pretest-posttest ini melibatkan 25 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok melalui teknik ordinal pairing. Kelompok pertama menjalani latihan chair shooting dan kelompok kedua latihan one hand set shooting selama 14 pertemuan. Instrumen penelitian adalah tes akurasi free throw dengan 10 percobaan. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test dan independent sample t-test pada taraf signifikansi 0,05.

Hasil Penelitian: Hasil paired sample t-test menunjukkan bahwa latihan chair shooting dan one hand set shooting sama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan akurasi free throw siswa (p < 0,05). Sedangkan hasil independent sample t-test menunjukkan tidak adanya perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok (p > 0,05).

Kesimpulan: Chair shooting dan one hand set shooting sama-sama efektif meningkatkan akurasi free throw. Pelatih dapat memilih atau mengombinasikan keduanya sesuai kebutuhan pemain.

Background: Low free-throw accuracy has become a major obstacle in basketball games at SMP Kristen 1 Purwokerto, with a success rate of only 0%–40%. Common errors identified include shooting angles that are too flat, non-parabolic ball trajectories, and improper ball release due to the involvement of the non-dominant hand. This condition requires the implementation of training methods that can improve movement mechanics and enhance accuracy. Chair shooting helps create a higher shot trajectory through a seated position, while one-hand set shooting trains ball release using only the dominant hand to improve shooting direction control.

Methodology: This quantitative study employed a two-group pretest-posttest experimental design involving 25 students divided into two groups using the ordinal pairing technique. The first group performed chair shooting training and the second group performed one hand set shooting for 14 sessions. The research instrument was a free throw accuracy test consisting of 10 attempts. Data were analyzed using paired sample t-test and independent sample t-test with a significance level of 0.05.

Results: Paired sample t-test results showed that both chair shooting and one hand set shooting significantly improved students’ free throw accuracy (p < 0.05). Meanwhile, the independent sample t-test indicated no significant difference in the effect between the two groups (p > 0.05).

Conclusion: Both chair shooting and one hand set shooting are effective in improving free throw accuracy. Coaches may choose or combine the two methods according to player needs.
4704450431J1A020041THE ANALYSIS OF ASSERTIVE SPEECH ACTS AND TRANSLATION STRATEGIES IN RETNO MARSUDI’S SPEECH AT THE ICJ ON FEBRUARY 23, 2024Penelitian ini mengkaji tindak tutur asertif dan strategi penerjemahan dalam pidato Retno Marsudi di Mahkamah Internasional pada 23 Februari 2025. Penelitian menggunakan teori tindak tutur asertif oleh Searle (1979) dan teori strategi penerjemahan oleh Gottlieb (1992). Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa ucapan-ucapan yang mengandung tindak tutur asertif yang diperoleh dari pidato Retno Marsudi di Mahkamah Internasional pada 23 Februari 2024. Berdasarkan hasil penelitian terdapat tindak tutur asertif stating (29), claiming (19), complaining (11), reporting (8), explaining (6) dan suggesting (4). Kemudian, penerjemah 4 dari 10 strategi penerjemahan. Strategi penerjemahan yang paling banyak digunakan adalah transfer (63), diikuti oleh paraphrase (11), condensation (2), imitation (1), transcription (0), dislocation (0), condensation (0), decimation (0), deletion (0), dan resignation (0). Penelitian ini menunjukan bahwa jenis tindak tutur asertif yang paling banyak digunakan dalam pidato Retno Marsudi adalah stating, yang menunjukkan bahwa pidato tersebut berfokus pada penyampaian informasi dan posisi diplomatik secara jelas. Strategi penerjemahan yang paling sering digunakan adalah transfer, karena penerjemah berusaha menjaga makna asli tetap akurat. Meskipun stating dan transfer merupakan jenis tindak tutur asertif dan strategi penerjemahan yang paling sering digunakan, jenis tindak tutur asertif lainnya seperti claiming, complaining, reporting, explaining, dan suggesting juga memperkuat penyampaian posisi Indonesia secara tegas dan jelas dalam konteks diplomatik. Sementara itu, strategi penerjemahan seperti paraphrase, condensation, dan imitation membantu meningkatkan keterbacaan dan efektivitas pesan dalam bahasa sasaran, terutama ketika terdapat perbedaan struktur kalimat atau konteks budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Secara keseluruhan, penerjemahan pidato ini tetap mempertahankan isi pesan tanpa banyak mengubah susunan bahasa.The research studies assertive speech acts and translation strategies in Retno Marsudi's speech at the International Court of Justice on February 23, 2025. The research uses the theory of assertive speech acts by Searle (1979) and the theory of translation strategies by Gottlieb (1992). The research used a descriptive qualitative method. The data of this research are utterances containing assertive speech acts obtained from Retno Marsudi's speech at the International Court of Justice on February 23, 2024. Based on the research results, there are assertive speech acts of stating (29), claiming (19), complaining (11), reporting (8), explaining (6) and suggesting (4). Then, the translator used 4 out of 10 translation strategies. The most widely used translation strategy is transfer (63), followed by paraphrase (11), condensation (2), imitation (1), transcription (0), dislocation (0), condensation (0), decimation (0), deletion (0), and resignation (0). This study shows that the most used type of assertive speech act in Retno Marsudi's speech is stating, which indicates that the speech focuses on conveying information and diplomatic positions clearly. The most frequently used translation strategy is transfer, as the translator tries to keep the original meaning accurate. Although stating and transfer are the most frequently used types of assertive speech acts and translation strategies, other types of assertive speech acts such as claiming, complaining, reporting, explaining, and suggesting also strengthen the delivery of Indonesia’s stance firmly and clearly in diplomatic context. Meanwhile, translation strategies such as paraphrase, condensation, and imitation help improve the readability and effectiveness of messages in the target language, especially when there are differences in sentence structure or cultural context between the source and target language. Overall, the translation of this speech retains the content of the message without changing the language structure much.
4704550433C1L018021Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence dan Motivasi Belajar terhadap Penyelesaian Tugas Akhir Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal SoedirmanPenelitian ini dilatar belakangi oleh adanya keterlambatan dalam menyelesaikan tugas akhir oleh mahasiswa yang terjadi karena berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan artificial intelligence dan motivasi belajar terhadap penyelesaian tugas akhir mahasiswa pendidikan ekonomi universitas jenderal soedirman. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei yang dilakukan kepada mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Ekonomi UNSOED Tahun Ajaran 2024/2025. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Kuesioner ini dibagikan kepada sampel yang berjumlah 68 mahasiswa dari total populasi sebesar 82 mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah Tugas Akhir. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji analisis validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik heteroskedastisitas, multikoliniearitas dan model regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang pertama Penggunaan Artificial Intelligence berpengaruh positif dan signifikan terhadap Penyelesaian Tugas Akhir mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNSOED. Kedua, Motivasi Belajar berpengaruh positif terhadap Penyelesaian Tugas Akhir mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNSOED. Implikasi dari penelitian ini Adalah yang pertama artificial intelligence bagi mahasiswa akan lebih berpengaruh terhadap penyelesaian tugas akhir apabila mampu menguasai dan memanfaatkannya dengan etika. Kedua, mahasiswa harus memiliki motivasi belajar sehingga proses penyelesaian tugas akhir dapat dilakukan dengan cepat dan efektif.This research is motivated by the delays in completing undergraduate theses experienced by students, which occur due to various internal and external factors. The purpose of this study is to analyze the influence of artificial intelligence usage and learning motivation on the completion of undergraduate theses by students of the Economics Education Study Program at Jenderal Soedirman University. This research employs a quantitative method with a survey approach conducted among active students of the Economics Education Study Program at UNSOED in the 2024/2025 academic year. The data collection instrument used in this study is a questionnaire, distributed to a sample of 68 students from a total population of 82 students enrolled in the Undergraduate Thesis course. The data analysis techniques include validity and reliability tests, classical assumption tests (heteroscedasticity and multicollinearity), and multiple linear regression models. The findings of this study indicate, first, that the use of artificial intelligence has a positive and significant effect on the completion of undergraduate theses by students of the Economics Education Study Program at UNSOED. Second, learning motivation has a positive effect on the completion of undergraduate theses by the students. The implications of this research are, first, that artificial intelligence will have a greater impact on thesis completion if students are able to master and utilize it ethically. Second, students must possess strong learning motivation so that the process of completing their theses can be carried out effectively and efficiently.
4704650434E1A020066PENYELESAIAN NON LITIGASI PADA KASUS WANPRESTASI PERJANJIAN KREDIT UMUM PEDESAAN (KUPEDES) DI BANK RAKYAT INDONESIA CABANG PURWOKERTO Salah satu peran bank adalah meningkatkan taraf hidup masyarakat. Peningkatan taraf hidup masyarakat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan nasional yang adil dan merata. Seperti yang kita ketahui bahwa masalah pokok dan paling sering dihadapi oleh masyarakat yang membuka usaha selalu tidak terlepas dari kebutuhan akan dana (modal) untuk pembiayaan usahanya. Bank BRI sebagai bank pemerintah menjalankan peran tersebut dengan menerbitkan produk kredit yaitu Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES). Masyarakat dapat mengajukan kredit dengan perjanjian yang telah ditentukan. Namun, dalam perjalanan kreditnya banyak terjadi kasus wanprestasi yang disebabkan oleh debitur. Debitur lalai terhadap tanggung jawabnya dan berakibat merugikan kreditur. Bank BRI, dalam menjalankan tugasnya harus melakukan upaya penyelesaian agar kasus wanprestasi tidak terjadi berlarut-larut tanpa ada penyelesaian dan tidak ada pihak yang dirugikan dalam kasus wanprestasi Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES). Melihat dari permasalahan tersebut menarik untuk penulis menganalisis dan meneliti penyelesaian dan akibat hukum dari kasus wanprestasi Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) yang disusun menjadi sebuah Skripsi/Karya Ilmiah. Skripsi ini berjudul “Penyelesaian Non Litigasi Pada Kasus Wanprestasi Perjanjian Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES) di Bank Rakyat Indonesia Cabang Purwokerto”.
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tentang penyelesaian dan akibat hukum pada kasus wanprestasi Kredit Umum Pedesaan (KUPEDES). Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang bersifat preskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan data primer sebagau data tambahan. Penelitian ini dilakukan di Bank BRI Cabang Purwokerto Unit Purwokerto Utara. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan yaitu melalui wawancara, dan studi kepustakaan. Teknik analisis data secara kualitatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis.
Hasil dari penelitiain ini berupa penyelesaian secara non litigasi yang dilakukan Bank BRI, antara lain mediasi, restrukturisasi kredit, dan penjualan agunan. Sedangkan akibat hukum bagi debitur yaitu mendapatkan surat somasi, kesepakatan perdamaian, dan eksekusi pembayaran sejumlah uang
One of the roles of banks is to improve people's living standards. Improving people's living standards is necessary for realizing fair and equitable national development. As we know, the primary and most frequent problem faced by people starting businesses is the need for funds (capital) to finance their businesses. This need for funds is needed for both investment and working capital. Bank BRI, as a government bank, fulfills this role by issuing a credit product, the Rural General Credit (KUPEDES). The public can apply for credit with a predetermined agreement. However, during the credit process, many cases of default occur due to debtors. Debtors neglect their responsibilities, resulting in losses for creditors. Bank BRI, in carrying out its duties, must make efforts to resolve these cases so that default cases do not drag on without resolution and no party is harmed in cases of default on the Rural General Credit (KUPEDES). Default resolution can be carried out through litigation or non-litigation, but Bank BRI always prioritizes non-litigation resolution. Seeing these problems, it is interesting for the author to analyze and research the settlement and legal consequences of the Rural General Credit (KUPEDES) default case which is compiled into a Thesis/Scientific Work. This thesis is entitled "Non-Litigation Settlement in the Case of Default of the Rural General Credit (KUPEDES) Agreement at Bank Rakyat Indonesia Purwokerto Branch".
The purpose of this study is to analyze the settlement and legal consequences of default cases of Rural General Credit (KUPEDS). This research is a normative, prescriptive juridical study. The type of data used is secondary data and primary data as additional data. This research was conducted at the BRI Bank Purwokerto Branch, North Purwokerto Unit. Data collection techniques used were through interviews and literature studies. The data analysis technique was qualitative with analytical prescriptive research specifications.
The results of this study include non-litigation settlements undertaken by Bank BRI, including mediation, credit restructuring, and the sale of collateral. The legal consequences for debtors include receiving a summons, a settlement agreement, and the execution of a payment.
4704750436I1A019119EVALUASI PROGRAM PENANGGULANGAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANDIRAJA 1 KABUPATEN BANJARNEGARADemam Berdarah Dengue (DBD) merupakan masalah kesehatan endemis di Indonesia, khususnya di Kabupaten Banjarnegara dengan total 887 kasus dan 1 angka kematian pada tahun 2024. Total kasus DBD di wilayah Puskesmas Mandiraja 1 yaitu 146 dengan 1 kematian menjadikannya salah satu wilayah dengan angka tertinggi. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi program penanggulangan DBD pada Puskesmas Mandiraja I tahun 2024 dengan pendekatan model Context, Input, Process, Product (CIPP). Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan metode CIPP. Subjek penelitian melibatkan 11 informan. Analisis data yang digunakan yaitu content analysis. Hasil Penelitian : 1) Evaluasi Context yaitu program dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus di wilayah kerja puskesmas. Tujuan dan sasaran program sudah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi wilayah. 2) Evaluasi Input yaitu SDM yang terlibat masih kurang. Dana untuk tahun 2024 kurang. SOP kegiatan sudah tersedia, namun pelaksanaannya masih menyesuaikan dengan keadaan di lapangan. Bahan dan alat yang digunakan sudah cukup. 3) Aspek Process yaitu PSN cenderung dimasifkan ketika terjadi lonjakan kasus. PE dilakukan setiap ada kasus yang dilaporkan. Penyuluhan DBD dilakukan sebulan sekali. Fogging dilakukan jika memenuhi syarat. Koordinasi lintas sektor dilakukan dengan berbagai pihak. Keterlibatan masyarakat masih kurang. 4) Aspek Product yaitu ABJ pada tahun 2024 <95%. Kasus naik dari 27 menjadi 146 tahun 2024. Partisipasi masyarakat kurang. Kesimpulan : Program Penanggulangan Penyakit DBD di Puskesmas Mandiraja 1 belum berjalan secara optimal karena masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya.Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an endemic health issue in Indonesia, particularly in Banjarnegara District, which reported a total of 887 cases and 1 death in 2024. The Mandiraja 1 Health Center area recorded 146 cases with 1 death, making it one of the areas with the highest incidence rates. The objective of this study is to evaluate the DHF control program at Mandiraja I Health Center in 2024 using the CIPP model (Context, Input, Process, Product). The study employed a qualitative approach using the CIPP method. The research subjects included 11 informants. Data analysis was conducted using content analysis. Result : 1) Context Evaluation: The program was initiated due to the high number of cases in the health center's working area. The program's objectives and targets are in line with the needs and conditions of the area. 2) Input Evaluation: The number of human resources involved is still insufficient. Funding for 2024 is insufficient. Standard Operating Procedures (SOPs) for activities are available, but their implementation is still being adjusted to the conditions on the ground. The materials and tools used are sufficient. 3) Process Aspect: PSN tends to be intensified when there is a surge in cases. PE is conducted whenever a case is reported. DBD education is conducted once a month. Fogging is conducted if the conditions are met. Cross-sector coordination is conducted with various parties. Community involvement is still lacking. 4) Product Aspect: ABJ in 2024 < 95%. Cases increased from 27 to 146 in 2024. There is a lack of community participation.
4704850437J0A022083Bilingual Digital Content Creation to Promote Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas on InstagramLaporan tugas akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja lapangan yang dilaksanakan selama periode 26 Agustus–27 Desember 2024 di Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas (Dinarpusda Banyumas). Tujuan utama dari praktik kerja yakni membuat konten digital dalam bentuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris untuk memudahkan orang luar negeri memahami isi konten digital tersebut di media sosial instagram. Saat melaksanakan praktik kerja, penulis menggunakan tiga metode yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan dengan melihat kondisi dan tempat yang akan menjadi tempat praktik magang dan melihat kekurangan yang dimiliki agar bisa membantu dalam mempromosikan Dinarpusda Banyumas . Wawancara dilakukan di Dinarpusda Banyumas bertujuan untuk menggali informasi langsung dari pihak pengelola terkait pelayanan arsip, perpustakaan, dan ruang referensi sebagai bahan pendukung dalam pembuatan konten promosi. Dokumentasi dilakukan dengan mengambil beberapa gambar dan video yang dibutuhkan dalam pembuatan konten digital penulis untuk melengkapi data-data lain. Hasil praktik kerja lapangan yang telah dilaksanakan yakni berupa konten digital bilingual sebagai media promosi yang diunggah di media sosial instagram Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. Pembuatan produk memiliki beberapa kendala, yakni penentuan produk yang sebelumnya poster digital menjadi konten digital bilingual dan penambahan satu video konten promosi, namun hal tersebut dapat teratasi setelah berkoordinasi dengan dosen pembimbing sehingga pembuatan produk bisa berjalan dengan baik.This final project report is compiled based on job training carried out during the period of August 26–December 27, 2024 at Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas or The Archives and Regional Library Service of Banyumas Regency (Dinarpusda Banyumas). The main objective of this to create digital content in Indonesian and English to make it easier for foreigners to understand the contents of the digital content on Instagram social media. When conducting the internship, the writer used three methods: observation, interviews, and documentation. The observation method involved examining the conditions and location of the internship site and identifying its shortcomings in order to assist in promoting Dinarpusda Banyumas. Interviews were conducted at Dinarpusda Banyumas to gather direct information from the management regarding archive services, libraries, and reference rooms as supporting material for the creation of promotional content. Documentation was carried out by taking photographs and videos required for the creation of the author's digital content to complement other data. The results of job training that have been carried out are in the form of bilingual digital content as promotional media uploaded on the Instagram social media of Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banyumas. There are several obstacles, namely determining the product from digital posters to bilingual digital content and adding one promotional content video. However, this can be overcome after coordinating with the supervisor so that the making of the product can run well.
4704950440C1B018081PENGARUH EWOM DAN PRICE DISCOUNT TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF DENGAN FOMO SEBAGAI VARIABEL MODERATOR (Studi pada Komunitas Online discountfess)Perkembangan pesat teknologi dan informasi diikuti oleh persaingan bisnis yang semakin ketat serta konsumen yang semakin kritis dan kreatif dalam mencari informasi produk yang ingin dibelinya. Perusahaan yang baru memulai mau tidak mau harus dapat bersaing dengan perusahaan besar yang dengan keberadaan e-commerce dapat menjual produknya secara langsung ke konsumen. Menghadapi hal ini dan untuk memastikan kelangsungan hidup perusahaan, pemasar dapat menerapkan stimulus yang dapat merangsang pembelian impulsif, dimana konsumen melewati proses pencarian dan evaluasi dan melakukan pembelian pada saat itu juga.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh electronic word of mouth (EWOM) dan price discount pada pembelian impulsif, dengan fear of missing out (FoMO) sebagai variabel moderator. Penelitian ini dilakukan pada komunitas online discountfess dimana merupakan tempat yang mewadahi pada “pemburu diskon”, konsumen dengan kecenderungan mencari diskon dan harga termurah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode perolehan data menggunakan kuesioner yang disebarkan secara online terhadap 115 anggota komunitas online discountfess. Data yang diperoleh di penelitian ini dianalisis menggunakan menggunakan SPSS versi 24.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa EWOM berpengaruh positif terhadap pembelian impulsif, price discount tidak berpengaruh positif pada pembelian impulsif. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa FoMO dapat memperkuat pengaruh EWOM terhadap pembelian impulsif, tetapi tidak dapat memperkuat atau memperlemah pengaruh price discount terhadap pembelian impulsif. Hasil ini menunjukkan pentingnya EWOM dalam mendorong pembelian impulsif, terutama dalam ruang lingkup komunitas online dan konsumen dengan kecenderungan “berburu diskon” dan FoMO dalam memperkuat pengaruhnya.
The rapid development of technology and information has lead to a saturated market and consumers that are increasingly critical and creative in utilizing internet to seek information of the product they want to buy. New companies are expected to compete with larger companies, that throught e-commerce, can sell their product directly to customer. To address this issue and ensure company survival, marketers are recommended in using marketing cues that can lead their customer to buy their product impulsively, bypassing the usual step it took customer to evaluate the product and encourage them buy the product immediately.
This reseacrh aims to study the influence of electronic word of mouth (EWOM) and price discount on impulse buying, with fear of missing out (FoMO) as a moderating variables. This study was conducted in the online community, Discountfess, a place where “bargain hunters”, customers who tend to seek discount and the lowest prices. This study employed a quantitative approach and data were collected throught questionnaires distributed online to 115 members of the Discountfess online community. Then the data were analyzed using SPSS version 24.0
The result shows that EWOM has a positive influence on impulse buying, price discount has no influence on impulse buying. Further, FoMO can strenghten the influence of EWOM on impulse buying, but can’t strenghten or weaken the influence of price discount on impulse buying. These result highlight the importance of EWOM in encouraging impulse purhcases, especially within customers with “bargain hunting” tendency, and FoMO to further strenghten the influence.
4705050443J1E019011TEACHER’S TEACHING STRATEGIES IN TEACHING ENGLISH AT
ARABIC ENGLISH DEVELOPMENT SKILLS (AEDS) PROGRAM OF
PONDOK PESANTREN AL IKHSAN BEJI KEDUNGBANTENG
BANYUMAS
(Descriptive Research at the Eight Grade Students of AEDS Program in
Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng Banyumas in Academic
Year 2024/2025)
Penelitian ini membahas tentang strategi pengajaran yang digunakan oleh guru
bahasa Inggris, bagaimana mereka menerapkannya di kelas, dan tantangan yang
mereka hadapi selama proses pembelajaran bahasa Inggris dalam program Arabic
English Development Skills (AEDS) di Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji
Kedungbanteng, Banyumas. Penelitian ini menggunakan teori Saskatchewan
(1991) dalam Nasarudin dkk. (2023) tentang jenis-jenis strategi pengajaran, serta
teori Marsono (2024) tentang tantangan umum dalam pengajaran dan pembelajaran.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan
observasi dan wawancara. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah
purposive sampling untuk wawancara, yang melibatkan dua guru bahasa Inggris.
Untuk memvalidasi data, peneliti menggunakan triangulasi metodologis dengan
menggunakan metode pengumpulan data yang berbeda. Selanjutnya, untuk
menganalisis data, peneliti menggunakan analisis tematik oleh Braun dan Clarke
(2006) dalam Caulfield (2019).
Penelitian ini menemukan bahwa guru menggunakan beragam strategi
pengajaran, terutama menggabungkan instruksi langsung dengan metode interaktif
seperti permainan, curah pendapat, dan bermain peran. Mereka juga sering
menerapkan metode Pengajaran Bahasa Komunikatif (CLT) untuk meningkatkan
keterampilan berbicara siswa. Studi ini juga
mengungkapkan beberapa tantangan umum yang dihadapi para guru, termasuk
mengelola kelas besar, memenuhi beragam kebutuhan dan kemampuan siswa, serta
mempertahankan motivasi siswa.
This research is about the teaching strategies used by English teachers, how
they implement them in the classroom, and the challenges they face during the
English learning process in the Arabic English Development Skills (AEDS)
program at the Pondok Pesantren Al-Ikhsan Beji Kedungbanteng, Banyumas. This
research uses the theory of Saskatchewan (1991) in Nasarudin et al (2023) on types
of teaching strategies, as well as the theory of Marsono (2024) on common
challenges in teaching and learning. The data collection method used was
descriptive qualitative, with observation and interviews. The sampling method used
was purposive sampling for the interviews, involving two English teachers. To
validate the data, the researcher employed methodological triangulation using
different data collection methods. Furthermore, to analyze the data, the researcher
employed thematic analysis by Braun and Clarke (2006) in Caulfield (2019).
This study found that teachers used a variety of teaching strategies,
primarily combining direct instruction with interactive methods such as games,
brainstorming, and role-playing. They also frequently applied the Communicative
Language Teaching (CLT) method to improve students’ speaking skills.
The study also revealed several common challenges faced by the teachers, including
managing large classes, addressing diverse student needs and abilities, and
maintaining student motivation.
4705150445J0A021036Creating Bilingual Digital Brochures in Instagram for SME (Small and Medium Enterprise) Jahe Jempol of Desa Wisata Nusantara Kaliputih
Laporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan praktik kerja lapangan yang dilakukan selama tiga bulan di Dewisnu Jahe Jempol. Tujuan penulis dalam praktik kerja ini adalah untuk membuat konten digital dwibahasa di instagram mengenai produk Dewisnu Jahe Jempol dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris untuk memudahkan masyarakat Indonesia maupun mancanegara untuk memahami produk apa saja yang disediakan oleh Dewisnu Jahe Jempol.
Dalam melaksanakan praktik kerja, penulis menggunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan untuk melihat produk apa saja yang tersedia dan siap digunakan. Wawancara dilakukan untuk menanyakan apa saja yang dibutuhkan untuk meningkatkan penjualan produk. Dokumentasi dilakukan dengan mengambil gambar-gambar yang dibutuhkan dalam pembuatan konten digital penulis dan melengkapi data lainnya. Proses pembuatan konten memiliki beberapa tahapan yaitu pra produksi, produksi dan pasca produksi.
Hasil dari praktik kerja lapangan yang dilakukan adalah berupa dua brosur digital dwi bahasa yang diunggah di Instagram Jahe Jempol. Kendala yang dihadapi penulis adalah mencari narasumber untuk melakukan wawancara terkait produk yang tersedia, membuat janji dengan masyarakat Jahe Jempol, dan keluhan terkait jarak yang harus dilalui oleh penulis. Hal ini dapat diatasi dengan mencari solusi seperti membuat janji untuk melakukan wawancara secara langsung, dan memilih waktu untuk berkunjung ke Jahe Jempol.
This Final Project Report is prepared based on field job training conducted for three months at the Dewisnu Jahe Jempol. The author’s goal in this job training is to create bilingual digital content in instagram about Dewisnu jahe jempol’s product in Indonesian and English to make it easier for not only indonesian but also foreigner to understand what kind of product that are provided by Dewisnu jahe jempol.
In carrying out the job training, the author used three methods, namely observation, interview and documentation. The observation method was carried out to see what kind of products available and ready to use. Interviews were conducted to ask about what was needed to improve the sales of products. Documentation carried out by taking pictures that were needed in making the author's digital content and completing other data. The content creation process has several stages such as pre-production, production and post-production.
The results of the field job training carried out are in the form of two bilingual digital brochures uploaded on Instagram Jahe Jempol. The obstacles faced by the author are finding sources to conduct interviews related to the products available, making appointment with the people of Jahe Jempol, and complains regarding the distance the author must go through. This can be overcome by finding solutions such as making appointments to conduct interviews directly, and choosing when to visit Jahe Jempol.
4705250441K1C018047RANCANG BANGUN ALAT UKUR KECEPATAN DAN
KEDALAMAN ALIRAN AIR MENGGUNAKAN SENSOR YFS201 DAN SENSOR KEDALAMAN
ABSTRAK
Air merupakan sumber daya penting yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai bidang,
salah satunya sebagai penggerak turbin pada pembangkit listrik tenaga air. Pengukuran
kecepatan dan kedalaman aliran air diperlukan untuk mengetahui karakteristik aliran yang
memengaruhi kinerja sistem pemanfaatan energi air. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang dan membangun alat ukur kecepatan serta kedalaman aliran air menggunakan
sensor YF-S201 dan sensor ultrasonik HC-SR04 yang diintegrasikan dengan
mikrokontroler Arduino Uno. Metode penelitian meliputi tahap perancangan perangkat
keras dan perangkat lunak, kalibrasi sensor, integrasi sistem, serta pengujian pada aliran
sungai. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor YF-S201 mampu mengukur
kecepatan aliran air dengan nilai akurasi sebesar 95,76% dan error rata-rata 4,24%,
sedangkan sensor ultrasonik HC-SR04 mengukur kedalaman air dengan akurasi 96,76%
dan error rata-rata 3,24%. Data hasil pengujian pada sungai memperlihatkan adanya
hubungan tidak linier antara kedalaman dan kecepatan aliran, di mana kecepatan
cenderung menurun seiring bertambahnya kedalaman. Dengan hasil tersebut, alat yang
dirancang dapat berfungsi dengan baik dan layak digunakan sebagai sistem pengukuran
kecepatan dan kedalaman aliran air.
ABSTRACT
Water is an essential resource widely utilized in various fields, one of which is as a
driving force for turbines in hydroelectric power plants. Measurement of water flow
velocity and depth is required to determine the flow characteristics that influence the
performance of water energy utilization systems. This research aims to design and
develop a measuring instrument for water flow velocity and depth using the YF-S201
flow sensor and the HC-SR04 ultrasonic sensor integrated with an Arduino Uno
microcontroller. The research method includes hardware and software design, sensor
calibration, system integration, and field testing in river flow conditions. The results show
that the YF-S201 sensor can measure flow velocity with an accuracy of 95.76% and an
average error of 4.24%, while the HC-SR04 ultrasonic sensor measures water depth with
an accuracy of 96.76% and an average error of 3.24%. Field testing indicates a nonlinear
relationship between depth and flow velocity, where velocity tends to decrease as depth
increases. Based on these results, the developed instrument functions properly and is
feasible to be used as a water flow velocity and depth measurement system.
4705350446E1A018181TINDAK PIDANA PENGANIAYAAN TERHADAP PEMAIN
PROFESINONAL DAN PEMAIN AMATIR PADA OLAHRAGA SEPAK
BOLA
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tindak pidana penganiayaan yang terjadi
kepada pemain sepak bola. Sepak bola profesional memiliki badan peradilan
sendiri yaitu komite disiplin, komite etik dan komite banding untuk menegakan
aturan yang ada di law of the game. seperti contohnya Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui penerapan unsur-unsur pasal 351 KUHP tentang penganiayaan
terhadap tindak pidana penganiayaan yang terjadi terhadap pemain profesional
dan pemain amatir pada olahraga sepak bola dan untuk mengetahui sanksi yang
tepat untuk diberikan kepada pelaku tindak pidana penganiayaan pemain dalam
olahraga sepak bola. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif
dengan spesifikasi penelitian yuridis normatif. Sumber data yang digunakan
adalah sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum
sekunder dan bahan hukum tersier. Disajikan secara deskriptif dalam bentuk
uraian yang disusun secara sitematis, logis dan rasional dan metode analisis yang
digunakan adalah metode analisis data normatif. Pada kasus-kasus tersebut unsur
pasal tindak pidana penganiyaan pasal 351 KUHP terpenuhi. Sehingga layak
dikategorikan tindak pidana penganiayaan. selain pada kasus-kasus tersebut si
pelaku atau terdakwa selain melanggar peraturan pertandingan atau law of the
game juga melakukan perbuatan yang masuk pada kategori tindak pidana
penganiayaan. Oleh karena itu tidakkah cukup apabila terhadap si peaku hanya
dijatuhi hukuman disiplin. Dan untuk tindak pidananya sendiri perlu juga
diberikan sanksi yang sesuai dengan peraturan hukum pidana yang berlaku.
Kata Kunci : Penganiayaan; Sepak Bola; Hukuman Disiplin.
This study focuses on the criminal acts of persecution that took place against
football players. Professional football features its own judiciary system, including
a disciplinary committee, an ethics committee, and an appeals committee to
uphold the regulations of the game. This research seeks to explore the
implementation of the components of article 351 of the Covenant on the
Prosecution of Criminal Persecution against both professional and amateur
football players and to determine the suitable penalties for those committing acts
of player persecution in soccer. This study employs a normative legal framework
with details specific to normative jurisprudence research. The utilized data
sources are secondary data sources that include primary legal documents,
secondary law resources, and tertiary legal materials. Presented descriptively
through systematically organized descriptions. In these instances, the provisions
of article 351 of the Criminal Procedure Code related to Harassment have been
adhered to. Thus, it warrants classification as a criminal act of harassment.
Alongside these instances, the offender or accused, besides breaching the match
rules or the game's regulations, also engaged in actions that qualify as criminal
acts of harassment. Consequently, is it insufficient for the offender to face merely
disciplinary action? And for these actions, one must also receive approval
according to the applicable criminal law statutes
Keywords: Persecution; Footbal; Disciplinary Punishment.
4705450447C2D021028EFFECTIVENESS AND QUALITY OF REMOTE AUDITINGAudit jarak jauh merupakan bentuk transformasi dalam praktik audit yang muncul sebagai respons terhadap perubahan lingkungan kerja, khususnya selama pandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dan kualitas audit jarak jauh dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur dari berbagai jurnal dan artikel ilmiah. Audit jarak jauh menawarkan efisiensi dalam hal waktu dan biaya, meningkatkan fleksibilitas kerja auditor, serta memperluas jangkauan audit dengan bantuan teknologi informasi. Selain itu, audit ini mendorong peningkatan kompetensi auditor dalam hal penggunaan teknologi, berpikir kritis, serta kemampuan komunikasi yang lebih adaptif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa audit jarak jauh memiliki efektivitas dan kualitas yang sebanding dengan audit konvensional, selama prosedur audit dijalankan sesuai standar dan ditunjang oleh infrastruktur teknologi yang memadai. Namun, tantangan seperti keterbatasan observasi langsung, keamanan data, serta kesiapan organisasi dalam menerapkan sistem audit digital tetap menjadi perhatian. Secara keseluruhan, audit jarak jauh berpotensi menjadi metode utama dalam pelaksanaan audit di masa depan, dengan catatan penguatan regulasi, peningkatan kompetensi auditor, serta dukungan teknologi yang berkelanjutan.

Remote auditing has emerged as a transformation in audit practices in response to changes in the work environment, particularly during the COVID-19 pandemic. This study aims to examine the effectiveness and quality of remote audits using a descriptive qualitative approach through literature review from various academic journals and scientific articles. Remote auditing offers time and cost efficiency, enhances auditors' work flexibility, and broadens audit coverage through the use of information technology. Moreover, this method encourages the development of auditors' competencies in technology utilization, critical thinking, and adaptive communication skills. The findings of this study indicate that remote auditing has effectiveness and quality comparable toconventional audits, provided that the audit procedures are conducted in accordance with established standards and supported by adequate technological infrastructure. However, challenges remain, such as limited direct observation, data security issues, and organizational readiness in implementing digital audit systems. Overall, remote auditing has the potential to become a primary method for conducting audits in the future, provided there is reinforcement of regulations, continuous improvement of auditor competencies, and sustainable technological support.
4705550448J0B021006Penerjemahan Naskah Voice Over dan Subtitle Video Profil Wisata Gua Barat Berbahasa Mandarin di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen Penelitian ini membahas proses penerjemahan naskah voice over dan subtitle video profil wisata Gua Barat dari bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin yang dilakukan di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen. Latar belakang penelitian adalah kebutuhan penyediaan informasi wisata dalam bahasa Mandarin sebagai salah satu upaya mendukung program Kebumen Integrated Tourism Area (KITA). Metode penerjemahan yang digunakan adalah metode komunikatif, karena dinilai mampu menyampaikan pesan secara jelas, alami, dan mudah dipahami oleh audiens berlatar belakang bahasa Mandarin. Data dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, studi pustaka, dan jelajah internet. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode komunikatif dapat menghasilkan terjemahan yang akurat dan sesuai konteks, baik untuk voice over maupun subtitle. Produk akhir berupa video profil wisata Gua Barat dengan voice over dan subtitle Mandarin telah diserahkan kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kebumen sebagai sarana promosi wisata internasional.This study discusses the translation process of the voice-over script and subtitles of the Gua Barat tourism profile video from Indonesian into Mandarin, carried out at the Tourism and Culture Office of Kebumen Regency. The background of this study lies in the need to provide tourism information in Mandarin as part of supporting the Kebumen Integrated Tourism Area (KITA) program. The communicative translation method was applied since it enables clear, natural, and easily understood delivery of messages for Mandarin-speaking audiences. Data were collected through observation, interviews, literature review, and online research. The results indicate that the communicative method produced accurate and contextually appropriate translations for both voice-over and subtitles. The final product, a tourism profile video of Gua Barat with Mandarin voice-over and subtitles, was submitted to the Tourism and Culture Office of Kebumen Regency as a tool for international tourism promotion.
4705650438E1A021178KEABSAHAN HUKUM PENGGUNAAN TANDA TANGAN ELEKTRONIK DALAM KONTRAK MAGANG SECARA DARING (STUDI KASUS DI PT KUNCI HUKUM INDONESIA)PT Kunci Hukum Indonesia merupakan salah satu perusahaan yang melaksanakan sistem magang secara daring atau remote internship. Dalam pelaksanaannya, perjanjian kontrak magang antara peserta dan perusahaan dilakukan secara elektronik dan menggunakan tanda tangan elektronik sebagai bentuk persetujuan para pihak tanpa pertemuan langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan hukum penggunaan tanda tangan elektronik dalam kontrak magang daring serta menelaah akibat hukumnya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum yuridis normatif yang menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Sumber data berasal dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian, menjelaskan bahwa tanda tangan elektronik yang digunakan pada SPM PT Kunci Hukum Indonesia merupakan bentuk scanned signature yang hanya memenuhi 3 (tiga) dari 6 (enam) syarat keabsahan tanda tangan elektronik di Pasal 59 Ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Sehingga bentuk Scanned Signatures dalam Surat Perjanjian Magang (SPM) tersebut tidak tersertifikasi berdasarkan ketentuan Pasal 60 ayat (3) Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik. Terkait akibat hukumnya berpengaruh terhadap nilai kekuatan pembuktian yang relatif lemah, karena masih dapat dibantah dan memiliki resiko tinggi terhadap pemalsuan perubahan data secara sepihak, namun selama kedua belah pihak mengakui bahwa tanda tangan elektronik yang digunakan adalah milik para pihak yang menandatangani sesuai identitas pada SPM PT Kunci Hukum Indonesia, maka keutuhan dan keautentikannya dapat dipertahankan.PT Kunci Hukum Indonesia is a company that implements an online internship system or remote internship. In its implementation, the internship contract agreement between participants and the company is carried out electronically and uses electronic signatures as a form of agreement between the parties without a face-to-face meeting. This study aims to analyze the legal validity of the use of electronic signatures in online internship contracts and examine its legal consequences. This study is a normative juridical legal study that uses a statutory approach, a conceptual approach, and a case approach. Data sources come from primary, secondary, and tertiary legal materials that are analyzed qualitatively. Based on the results of the study, it explains that the electronic signature used in the SPM of PT Kunci Hukum Indonesia is a form of scanned signature that only meets 3 (three) of the 6 (six) requirements for the validity of an electronic signature in Article 59 Paragraph (3) of Government Regulation Number 71 of 2019 concerning the Implementation of Electronic Systems and Transactions. So that the form of Scanned Signatures in the Internship Agreement Letter (SPM) is not certified based on the provisions of Article 60 paragraph (3) of Government Regulation Number 71 of 2019 concerning the Implementation of Electronic Systems and Transactions. Regarding the legal consequences, it affects the value of the relatively weak evidentiary strength, because it can still be refuted and has a high risk of falsification of unilateral data changes, but as long as both parties acknowledge that the electronic signature used belongs to the parties who signed according to the identity on the SPM of PT Kunci Hukum Indonesia, then its integrity and authenticity can be maintained.
4705750449J0B022038PROSES PENERJEMAHAN NASKAH VIDEO BERBASIS MOTION GRAPHIC 2D BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI MEDIA PROMOSI DI HEHA SKY VIEW YOGYAKARTA. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Video Berbasis Motion Graphic 2D Berbahasa Mandarin sebagai Media Promosi di HeHa Sky View Yogyakarta. Latar belakang penelitian ini adalah masih sedikitnya wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke HeHa Sky View, sehingga diperlukan media promosi berbahasa Mandarin untuk menarik minat wisatawan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penerjemahan komunikatif dalam penyusunan transkrip bahasa Mandarin, dengan menyesuaikan struktur kalimat dari bahasa sumber agar mudah dipahami oleh penutur bahasa sasaran. Pengumpulan data dilakukan melalui metode jelajah internet, studi pustaka, observasi, dan wawancara. Proses pembuatan video dilakukan dengan memanfaatkan fitur text-to-speech untuk pengisian voice-over berbahasa Mandarin serta penambahan subtitle dalam bahasa Mandarin dan bahasa Indonesia. Hasil akhir penelitian ini adalah tersusunnya Video Motion Graphic 2D Berbahasa Mandarin yang telah diunggah ke media sosial Weibo dan Xiaohongshu serta diserahkan kepada pihak HeHa Sky View. Video ini diharapkan dapat menjadi media promosi yang efektif dalam meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke HeHa Sky View Yogyakarta.This study aims to produce a 2D Motion Graphic Video in Mandarin as a Promotional Media at Heha Sky View Yogyakarta. The background of this research is the limited number of Chinese tourists visiting HeHa Sky View, which highlights the need for promotional media in Mandarin to attract their interest. This research applies the communicative translation method in preparing the Mandarin transcript by adapting the sentence structure of the source language to make it easily understood by target language readers. Data collection was carried out through internet browsing, literature study, observation, and interviews. The video production process utilized a text-to-speech feature for the Mandarin voice-over and added subtitles in both Mandarin and Indonesian. The final result of this research is a 2D Motion Graphic Video in Mandarin that has been uploaded to social media platforms Weibo and Xiaohongshu and submitted to Heha Sky View. This video is expected to serve as an effective promotional media to increase the number of Chinese tourists visiting HeHa Sky View Yogyakarta.
4705850450C1A018070ANALISI PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, DAN UPAH MINIMUM TERHADAP PENGANGGURAN TERBUKA DI EKS KARESIDENAN BANYUMASMasalah pengangguran masih menjadi tantangan di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah eks Karesidenan Banyumas. Pengangguran terbuka di Eks Karesidenan Banyumas menunjukkan fluktuasi dengan tren kenaikan, terutama setelah masa pandemi Covid-19 pada tahun 2020. Meskipun pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan upah minimum meningkat, pengangguran terbuka tetap tinggi, menunjukkan fenomena jobless growth dan skill mismatch.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel pertumbuhan ekonomi (PDRB ADHK), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dan upah minimum (UMK) secara simultan dan parsial terhadap jumlah pengangguran terbuka di empat kabupaten di Eks Karesidenan Banyumas (Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, dan Purbalingga) selama periode 2014–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan regresi data panel dengan model Random Effect Model (REM) berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (2025) dianalisis dengan Eviews.
Hasil menunjukkan secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan terhadap pengangguran terbuka di Eks Karesidenan Banyumas. Secara parsial, pertumbuhan ekonomi dan upah minimum berpengaruh positif signifikan, sedangkan IPM berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap pengangguran terbuka di Eks Karesidenan Banyumas. Fenomena jobless growth tercermin dalam ketidaksesuaian antara peningkatan PDRB dengan penurunan pengangguran. Meningkatnya IPM yang menunjukkan perbaikan kualitas sumber daya manusia belum diimbangi dengan penyerapan tenaga kerja yang optimal di pasar kerja, mengindikasikan adanya mismatch antara keterampilan tenaga kerja dan kebutuhan pasar. Kenaikan upah minimum yang signifikan juga berpotensi menambah beban perusahaan, sehingga berimbas pada pengurangan jumlah tenaga kerja.
Implikasi kebijakan meliputi stimulus sektor padat karya, peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan, serta penetapan UMK yang disesuaikan dengan produktivitas regional.

The problem of unemployment is still a challenge in Indonesia, no exception in the former Banyumas residency. Open unemployment in the former Banyumas Residency shows fluctuations with an increase trend, especially after the Covid-19 pandemic period in 2020. Despite economic growth, human development index, and minimum wages increase, open unemployment remains high, showing the phenomenon of jobless growth and mismatch skills.
This study aims to analyze the effect of economic growth variables (PDRB ADHK), Human Development Index (HDI), and minimum wages (UMK) simultaneously and partially to the number of open unemployment in four districts in the former Banyumas Residency (Banyumas, Banjarnegara, Cilacap, and Purbalingga) during the 2014-2024 period. This study uses the Panel Data Regression Approach with the Random Effect Model (Rem) model based on the results of the Chow, Hausman, and Multiplier Lagrange test results. Secondary data obtained from the Central Statistics Agency (2025) were analyzed by EViews. The results show simultaneously, the three variables have a significant effect on open unemployment in the former Banyumas Residency. Partially, economic growth and minimum wage have a significant positive effect, while HDI has a negative but not significant effect on open unemployment in the former Banyumas Residency. The phenomenon of the jobless growth is reflected in the discrepancy between the increase in GRDP and decreased unemployment. The increasing HDI which shows the improvement in the quality of human resources has not been matched by optimal employment in the work market, indicating the existence of mismatch between labor skills and market needs. A significant increase in minimum wages also has the potential to increase the company's burden, so that it has an impact on reducing the number of labor.
Policy implications include labor -intensive sector stimulus, improving the quality of human resources through education and training, as well as the determination of MSEs that are tailored to regional productivity.
4705950451J1A021059Translation Techniques and Accuracy of Legal Terms in Netflix Series SuitsPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis istilah hukum, Teknik penerjemahan, dan keakuratan terjemahan pada istilah hukum yang muncul di Netflix Series Suits musim pertama episode satu dan dua. Penelitian ini didasari oleh teori pengklasifikasian istilah hukum milik Alcaraz & Hughes (2002), teori teknik penerjemahan hukum milik Harvey (2000), dan penilaian tingkat keakuratan terjemahan dengan teori Penilaian Kualitas Terjemahan milik Nababan dkk. (2012). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan menggunakan kuesioner dan umpan balik dari para penilai untuk penilaian data. Hasil dari analisis menunjukan terdapat 114 data istilah hukum yang terbagi kedalam tiga klasifikasi istilah hukum, klasifikasi yang paling banyak ditemukan adalah purely technical terms (56), diikuti dengan semi technical terms (31), dan yang terakhir everyday vocabulary frequently found in legal text (27). Berikutnya, teknik penerjemahan hukum yang dibagi menjadi empat, dengan penggunaan Teknik terbanyak yaitu functional equivalence (69), diikuti dengan formal equivalence (37), transcription (8), dan descriptive (0). Pada aspek keakuratan, dari total 114 data yang dianalisis, ditemukan sebanyak 79 data yang dikategorikan akurat, 34 data tergolong kurang akurat, dan 1 data termasuk dalam kategori tidak akurat. Temuan ini menunjukkan bahwa terjemahan istilah hukum dalam serial Netflix Suits dinilai akurat, karena didukung oleh penggunaan teknik yang sesuai serta pemahaman istilah hukum pada bahasa sumber dan bahasa sasaran. Dengan demikian, penerapan teknik yang tepat terbukti mampu menjaga keutuhan makna meskipun terdapat berbagai keterbatasan teknis. This research identifies the types of legal terms, translation techniques, and translation accuracy of legal terms that appeared in the first two episodes of Netflix's Suits, Season 1. This research was based on Alcaraz & Hughes' theory of legal term classification (2002), Harvey's theory of legal translation techniques (2000), and Nababan et al.'s theory of translation quality assessment (2012). This research employed a descriptive qualitative method, utilizing a questionnaire and feedback from raters for data collection and analysis. The analysis results showed that there were 114 legal terms categorized into three classifications. The most frequent classification was purely technical terms (56), followed by semi technical terms (31), and finally, everyday vocabulary frequently found in legal text (27). Meanwhile, legal translation techniques were categorized into four, with the most used technique being functional equivalence (69), followed by formal equivalence (37), transcription (8), and descriptive (0). In terms of accuracy, among the total 114 data analyzed, 79 data were considered accurate, 34 data were less accurate, and 1 data was considered inaccurate. This finding shows that the translation of legal terms in the Netflix series Suits is considered accurate with the use of proper techniques and also an understanding of legal terms in the SL and TL. This shows that the application of the right technique is able to maintain clarity and comprehensibility of meaning despite various technical constraints.
4706050452E1A020237TINDAK PIDANA KEKERASAN YANG MENGAKIBATKAN
KEMATIAN OLEH ANAK PELAKU
Anak di dalam proses pertumbuhannya tentu tidak luput dari kesalahan. Namun,
anak sebagai salah satu subjek hukum di negara ini juga harus tunduk dan patuh
terhadap aturan hukum yang berlaku. Anak yang melakukan perbuatan melawan
hukum di masyarakat menjadi gejala sosial yang mengganggu kehidupan
bermasyarakat. Kekerasan yang mengakibatkan kematian oleh Anak Pelaku
termasuk dalam salah satu tindak pidana. Tujuan penelitian ini adalah adalah untuk
mengetahui penerapan Pasal 170 ayat 2 ke-3 KUHP serta dasar pertimbangan
hukum hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana kekerasan oleh Anak Pelaku yang
mengakibatkan kematian pada Putusan Pengadilan Negeri Sorong Nomor
23/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Son. Penelitian ini menggunakan metode yuridis
normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Hasil yang diperoleh
dari penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur-unsur telah terpenuhi dan Anak
Pelaku telah terbukti melakukan kekerasan yang mengakibatkan kematian namun
hakim dalam menjatuhkan putusan pidana penjara lebih ringan dari Penuntut
Umum. Hal ini menunjukkan bahwa kekerasan oleh anak yang mengakibatkan
kematian belum dianggap sebagai tindak pidana yang serius. Hakim
mengesampingkan landasan filosofis dan sosiologis dalam memutus karena pidana
penjara 6 bulan dinilai tidak sebanding dengan akibat kematian terhadap Anak
Korban.
A child, during their development, is naturally prone to making mistakes. However,
as one of the legal subjects in this country, children must also comply with and
adhere to the prevailing laws. When a child commits an act that violates the law
within society, it becomes a social phenomenon that disrupts communal life. Acts
of violence resulting in death perpetrated by children fall under criminal offenses.
The purpose of this study is to examine the application of Article 170 paragraph (2)
point 3 of the Indonesian Criminal Code (KUHP), as well as the legal reasoning of
the judge in imposing criminal sanctions for acts of violence committed by a child
resulting in death, as ruled in the District Court Decision of Sorong Number
23/Pid.Sus-Anak/2020/PN.Son. This study employs a normative juridical method
using a statutory and case-based approach. The results of the study indicate that
the child perpetrator was proven to have committed violence resulting in death.
However, the judge imposed a lighter sentence than what was demanded by the
Public Prosecutor. This suggests that acts of violence committed by children that
result in death are not yet regarded as serious criminal offenses. The conclusion of
this study is that the judge overlooked both philosophical and sociological
foundations in delivering the verdict, as the six-month prison sentence was
considered disproportionate to the fatal consequences suffered by the child victim.