Artikel Ilmiah : F1C021014 a.n. APRILYA EKA ARIANTI
| NIM | F1C021014 |
|---|---|
| Namamhs | APRILYA EKA ARIANTI |
| Judul Artikel | IMPLEMENTASI MANAJEMEN KRISIS HUMAS BMKG DALAM MENGELOLA INFORMASI PUBLIK PERNYATAAN POTENSI GEMPA MEGATHRUST (STUDI KASUS PERNYATAAN ‘TINGGAL MENUNGGU WAKTU’) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Isu mengenai potensi gempa bumi megathrust di Indonesia mencuat pada 2024 setelah pernyataan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang menyebutkan gempa tersebut “hanya tinggal menunggu waktu” menyebar luas di media. Pernyataan tanpa penjelasan kontekstual ini memicu keresahan publik dan memunculkan krisis informasi yang berdampak pada citra dan kredibilitas BMKG. enelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Krisis Situasional yang menekankan pemilihan strategi komunikasi berdasarkan tingkat atribusi tanggung jawab publik terhadap organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BMKG menerapkan manajemen krisis berbasis komunikasi publik adaptif melalui klarifikasi cepat di kanal resmi, penyampaian pesan mitigasi, pemantauan persepsi publik di media sosial, serta penguatan narasi edukasi untuk meredam kepanikan. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan pemahaman publik, dan potensi salah tafsir media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Humas BMKG mengimplementasikan manajemen krisis terkait isu tersebut. Tujuan penelitian adalah mengkaji penerapan strategi manajemen krisis dalam menjaga kredibilitas lembaga dan mengelola persepsi publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka, serta analisis data model interaktif Miles & Huberman. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Isu mengenai potensi gempa bumi megathrust di Indonesia mencuat pada 2024 setelah pernyataan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG yang menyebutkan gempa tersebut “hanya tinggal menunggu waktu” menyebar luas di media. Pernyataan tanpa penjelasan kontekstual ini memicu keresahan publik dan memunculkan krisis informasi yang berdampak pada citra dan kredibilitas BMKG. enelitian ini dianalisis menggunakan Teori Komunikasi Krisis Situasional yang menekankan pemilihan strategi komunikasi berdasarkan tingkat atribusi tanggung jawab publik terhadap organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Humas BMKG menerapkan manajemen krisis berbasis komunikasi publik adaptif melalui klarifikasi cepat di kanal resmi, penyampaian pesan mitigasi, pemantauan persepsi publik di media sosial, serta penguatan narasi edukasi untuk meredam kepanikan. Namun, terdapat tantangan seperti keterbatasan sumber daya, kesenjangan pemahaman publik, dan potensi salah tafsir media. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana Humas BMKG mengimplementasikan manajemen krisis terkait isu tersebut. Tujuan penelitian adalah mengkaji penerapan strategi manajemen krisis dalam menjaga kredibilitas lembaga dan mengelola persepsi publik. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka, serta analisis data model interaktif Miles & Huberman. Abstract The results show that BMKG’s Public Relations (PR) applied adaptive public communication-based crisis management in responding to the information crisis triggered by the statement that “the megathrust earthquake is only a matter of time.” The strategies involved rapid clarification via official channels, emphasis on disaster mitigation messages, monitoring public perception on social media, and strengthening educational narratives to ease panic. The findings also reveal challenges such as limited resources, public comprehension gaps, and potential media misinterpretation. This study is analyzed using Situational Crisis Communication Theory (SCCT), which emphasizes selecting communication strategies based on the level of public attribution of responsibility toward the organization. The issue emerged after the Head of BMKG’s Earthquake and Tsunami Center made a statement in 2024 that spread widely without adequate contextual explanation, leading to public anxiety. The research problem addressed is how BMKG’s PR implements crisis management in relation to this issue. The objective is to examine the application of crisis management strategies to maintain credibility and manage public perception. This research employed a qualitative method with a case study approach, data collection through in-depth interviews, documentation, and literature review, and data analysis using Miles & Huberman’s interactive model. |
| Kata kunci | manajemen krisis, humas pemerintah, BMKG, gempa megathrust, Situational Crisis Communication Theory (SCCT). |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Mite Setiansah, S. IP., M. Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Shinta Prastyanti, S. IP., M.A |
| Pembimbing 3 | Dr. Agus Ganjar Runtiko, S. Sos., M. Si |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2025-08-28 13:36:35.680354 |