Home
Login.
Artikelilmiahs
50517
Update
BEATRIS VERAK PASARIBU
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN POLA MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK PENDERITA POLYCYSTIC OVARY SYNDROME (PCOS) DALAM KOMUNITAS INSTAGRAM “PCOS FIGHTER INDONESIA”
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormonal yang umum dialami wanita usia subur dan berdampak pada sistem reproduksi, metabolisme, serta kualitas hidup. Gaya hidup, terutama pola makan dan aktivitas fisik, memainkan peran penting dalam pengelolaan gejala. Komunitas daring seperti Instagram “PCOS Fighter Indonesia” menjadi sarana dukungan bagi penderita PCOS dalam membentuk gaya hidup sehat. Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan pola makan dan aktivitas fisik penderita Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) berdasarkan lama waktu bergabung dalam komunitas Instagram “PCOS Fighter Indonesia Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain observasional kuantitatif dengan pendekatan kohort retrospektif. Data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner food recall 2x24 jam dan Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposivel sampling, dan didapatkan hasil sebanyak 212 responden dibagi ke dalam dua kelompok berdasarkan durasi bergabung dalam komunitas: <18 hari dan ≥66 hari. Analisis data menggunakan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil: Hasil penelitian pada 212 responden dengan rentang usia 19-42, mayoritas responden dengan status bekerja dan indeks massa tubuh mayoritas normal dan lebih, terdapat perbedaan signifikan pada pola asupan energi antara kedua kelompok (p=0,047). Namun tidak ditemukan perbedaan signifikan pada pola asupan protein, lemak dan karbohidrat. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada aktivitas fisik antara kedua kelompok (p=0,24), Kesimpulan: Keikutsertaan dalam komunitas Instagram “PCOS Fighter Indonesia” memberikan pengaruh terhadap pola makan penderita PCOS, khususnya dalam pola asupan energi dan tidak mempengaruhi aktivitas fisik anggota komunitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) is a common hormonal disorder among women of reproductive age, affecting reproductive function, metabolism, and overall quality of life. Lifestyle, particularly dietary habits and physical activity, plays a crucial role in symptom management. Online communities such as the Instagram account “PCOS Fighter Indonesia” offer support for individuals with PCOS in adopting healthier lifestyles. Objective: The objective of this study is to determine the differences in dietary patterns and physical activity among women with Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) based on the duration of their participation in the Instagram community “PCOS Fighter Indonesia”. Methodology: This study used a quantitative observational design with a retrospective cohort approach. Data were collected online using a 2x24-hour food recall questionnaire and the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). The sampling technique used was purposive sampling, with a total of 212 respondents divided into two groups based on the duration of community membership: <18 days and ≥66 days. Bivariate analysis was conducted using the Chi-square test. Results: A significant difference was found in energy adequacy between the two groups (p=0.047), Results: A study of 212 respondents aged 19-42, the majority of whom were employed and had a body mass index of normal or above, revealed a significant difference in energy intake patterns between the two groups (p=0.047). However, no significant differences were found in protein, fat, and carbohydrate intake patterns. There was no significant difference in physical activity between the two groups (p=0.24). Conclusion: Participation in the "PCOS Fighter Indonesia" Instagram community influences the dietary patterns of PCOS sufferers, particularly energy intake patterns, but does not affect the physical activity of community members.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save