Home
Login.
Artikelilmiahs
50600
Update
MAYA ARIFA RIZKI
NIM
Judul Artikel
Studi Unsur Hara Kalium (K) dan Serapannya Oleh Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) di DAS Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi merupakan komoditas pangan yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan unsur hara. Produktivitas padi sawah di DAS Serayu Tengah, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga dipengaruhi oleh variasi kalium sebagai salah satu unsur hara makro esensial di wilayah ini yang masih terbatas. Penelitian ini ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran unsur hara kalium di lahan sawah irigasi, mengetahui korelasi antarvariabel pengamatan di lahan sawah pada budidaya tanaman padi, serta rekomendasi pemupukan Kalium (K) yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2024 hingga Mei 2025 menggunakan teknik survei disertai dengan pengambilan sampel tanah dan analisis laboratorium. Variabel yang diamati adalah pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), Potensial Redoks, K-tersedia, serapan K daun, serapan K gabah, serapan K tanaman, dan hasil tanaman padi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada kedalaman 0-25 cm adalah 0,565 cmol(+) kg⁻¹ yang tergolong dalam harkat sedang. pada kedalaman 25-50 cm adalah 0,489 cmol(+) kg⁻¹ dengan harkat sedang. Korelasi kedalaman 0-25 cm pada K-tersedia dan hasil tanaman mempunyai korelasi positif sangat lemah dan nilai r2=0,133 dan Korelasi positif serapan K gabah dan hasil tanaman r = 0,799**. Rekomendasi pemupukan yang optimal adalah 44 kg/ha atau 84 kg KCl/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice is a food commodity whose productivity is greatly influenced by the availability of nutrients. The productivity of paddy fields in the Serayu Tengah watershed, Karangmoncol subdistrict, Purbalingga regency, is influenced by variations in potassium, one of the essential macro nutrients in this region, which is still limited. This study aims to determine the distribution pattern of potassium nutrients in irrigated rice fields, identify the correlation between observation variables in rice fields in rice cultivation, and provide recommendations for optimal potassium (K) fertilization. This study was conducted from October 2024 to May 2025 using survey techniques accompanied by soil sampling and laboratory analysis. The variables observed were pH H2O, pH KCl, electrical conductivity (EC), redox potential, available K, leaf K uptake, grain K uptake, plant K uptake, and rice yield. The results showed that at a depth of 0-25 cm, the value was 0.565 cmol(+) kg⁻¹, which is classified as moderate. At a depth of 25-50 cm, the value was 0.489 cmol(+) kg⁻¹ with a moderate rating. The correlation between the 0-25 cm depth, available K, and crop yield was very weakly positive with an r² value of 0.133. The positive correlation between grain K uptake and crop yield was r = 0.799**. The optimal fertilization recommendation is 44 kg/ha or 84 kg KCl/ha.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save