Artikelilmiahs

Menampilkan 47.021-47.040 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4702150307J0B022021PEMBUATAN VIDEO PROFIL STASIUN PURWOKERTO BERBAHASA MANDARIN SEBAGAI PENINGKATAN AKSESIBILITAS BAGI WISATAWAN PENUTUR BAHASA MANDARINPenelitian ini membahas bagaimana upaya dalam meningkatkan aksesbilitas dan informasi bagi wisatawan penutur bahasa Mandarin di stasiun Purwokerto. Stasiun Purwokerto merupakan salah satu stasiun yang berada di bawah naungan daerah operasional (DAOP) 5. Stasiun Purwokerto berlokasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan mulai beroperasi sejak tahun 1916. Sebagai salah satu stasiun besar di wilayah Daop 5, pengguna armada ini berasal dari berbagai latar belakang negara, salah satunya berasal dari Tiongkok. Latar belakang penelitian ini adalah adanya kebutuhan layanan akses dan informasi berbahasa Mandarin mengingat tingginya pengguna dan wisatawan yang berasal dari Tiongkok di stasiun Purwokerto. Ketidaktersediaan akses dan informasi berbahasa Mandarin dapat mengurangi tingkat kunjungan karena layanan dan fasilitas tersebut yang masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah media peningkatan layanan aksesbilitas dan informasi apa yang dapat mengatasi kendala pengguna dan wisatawan Tiongkok saat berada di stasiun Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam proses penerjemahannya, peneliti menggunakan metode penerjemahan komunikatif karena menekankan kejelasan, ketepatan makna, dan kesesuaian konteks budaya serta kebutuhan pembaca. Metode pengumpulan data melalui jelajah internet, wawancara, studi pustaka, dan observasi. Hasil penelitian ini berupa video profil berbahasa Mandarin untuk meningkatkan layanan akses dan informasi di stasiun Purwokerto.This study examines strategies to enhance accessibility and information services for Mandarin speaking tourists at Purwokerto Station. As one of the main stations under Operational Area (DAOP) 5, Purwokerto Station is located in Banyumas Regency, Central Java, and has been in operation since 1916. Given its significance in the region, the station serves a diverse range of passengers, including a growing number of Chinese tourists. The motivation for this research stems from the lack of Mandarin-language accessibility and information, which may hinder the travel experience for Chinese visitors and potentially reduce tourism engagement. The study aims to identify effective media solutions to improve accessibility and information services for Chinese travelers at Purwokerto Station. Using a descriptive qualitative approach, the research incorporates data from online sources, interviews, literature reviews, and direct observations. For the translation process, a communicative translation method is employed to ensure clarity, accuracy, and cultural appropriateness. The final output of this study is a Mandarin language promotional video designed to enhance service accessibility and information delivery at the station.
4702250409J1A021009Portrayals of Women's Freedom in Christian Ditter's Movie How to Be Single (2016)Jurnal ini akan membahas mengenai representasi akan kebebasan perempuan pada film How to Be Single (2016) karya Christian Ditter menggunakan teori dari Simone de Beauvoir yaitu feminisme eksistensial serta didukung oleh elemen-elemen dari mise-en-scène seperti setting, properti, makeup, kostum, dan pencahayaan. Film ini menantang pandangan tradisional bahwa perempuan harus menjadi ibu, pengasuh, atau menjalin hubungan jangka panjang untuk merasa terpenuhi. Dengan menggunakan konsep “the Other” dari Beauvoir, penelitian ini menganalisis bagaimana tokoh seperti Alice, Meg, dan Robin menolak untuk didefinisikan oleh peran-peran yang ditetapkan masyarakat. Film ini menawarkan alternatif berupa pencarian jati diri dan kemandirian, bukan menggambarkan menjadi ibu sebagai satu-satunya jalan menuju kebahagiaan. Elemen mise-en-scène digunakan untuk menganalisis aspek visual yang memberikan realisme pada perjalanan masing-masing tokoh: gaya hidup Robin yang bahagia dan bebas, perjalanan Alice menuju kesendirian, serta keputusan kompleks yang harus diambil Meg. Penelitian ini berpendapat bahwa film How to Be Single menggambarkan keputusan mereka sebagai pilihan yang berdaya, bukan sebagai kegagalan atau tindakan yang egois. Kesimpulannya, film ini dapat membantu penonton untuk memahami bahwa perempuan berhak menentukan arti kebahagiaan menurut versinya sendiri.This article explores the portrayals of women’s freedom in Christian Ditter’s How to Be Single (2016) movie through Simone de Beauvoir’s existential feminism and is supported by mise-en-scène elements such as setting, props, makeup, costume, and lighting. The film challenges traditional expectations that women must become mothers, caregivers, or be in a long-term relationship to feel fulfilled. Using Beauvoir’s concept of “the Other”, the study examines how each character, like Alice, Meg, and Robin, challenges being defined by the roles that society assigns. The film offers an alternative through self-discovery and independence, rather than portraying motherhood as the only path to happiness. Mise-en-scène is applied in this thesis to analyze the visual aspects of the film to add realism to each character’s journey: Robin’s joyful and liberated lifestyle, Alice’s journey toward solitude, and Meg’s complex decision. The thesis argues that the film portrays their decision as an empowered choice, not as a failure or a selfish act. It concludes that films like How to Be Single can help viewers understand that women have the right to define happiness in their own way.
4702350442K1C018058SINTESIS DAN KARAKTERISASI BISMUTH NATRIUM
TITANATE-STRONTIUM TITANATE (BNT-ST) TERDOPING
LANTHANUM (La2O3) SEBAGAI PENGEMBANGAN
MATERIAL PIEZOELEKTRIK RAMAH LINGKUNGAN
Penelitian material piezoelektrik Bi0,5Na0,5TiO3-SrTiO3 doping La2O3 telah
dilakukan menggunakan metode solid state reaction untuk menentukan
karakterisasi material piezoelektrik Bismuth Natrium Titanate-Strontium
Titanate (BNT-ST) doping Lanthanum Oxide (La2O3) dan mendapatkan
komposisi optimum dari pendopingan La2O3 terhadap material piezoelektrik
Bismuth Natrium Titanate-Strontium Titanate (BNT-ST) yaitu berupa
konstanta dielektrik yang tinggi, dan impedansi bahan yang rendah. Variasi
doping adalah 0; 2; 4; 6; dan 8 dalam %mol. Pengujian dilakukan
menggunakan X-Ray Diffraction (XRD) dan LCR meter. Bi0,5Na0,5TiO3-
SrTiO3 doping La2O3 menghasilkan senyawa baru berupa SrBiTiO - SrLaTiO
- BiLaTiO, dan struktur kristal berupa orthorhombic, cubic dan tetragonal,
serta ukuran kristal yang semakin meningkat seiring dengan banyaknya
penambahan doping, namun terjadi anomali pada variasi konsentrasi La2O3
4 %mol. Derajat kristalinitas diketahui paling tinggi pada La2O3 6 %mol
dengan nilai sebesar 74,5 %. Dari hasil yang didapatkan, komposisi optimum
dari Bi0,5Na0,5TiO3-SrTiO3 doping La2O3 adalah Bi0,5Na0,5TiO3-SrTiO3 doping
La2O3 8 %mol karena memiliki konstanta dielektrik (ɛr) serta impedansi
material (Z) terkecil dibandingkan dengan variasi konsentrasi yang lain, yaitu
𝜀𝑟 = 4,29 × 10−2 dan 𝑍 = 3,03 ΜΩ.
Research on the piezoelectric material Bi₀.₅Na₀.₅TiO₃-SrTiO₃ doped with
La₂O₃ was conducted using the solid-state reaction method to characterize the
Bismuth Sodium Titanate-Strontium Titanate (BNT-ST) piezoelectric material
doped with Lanthanum Oxide (La₂O₃), and to determine the optimal doping
composition. The goal was to achieve a high dielectric constant and low
material impedance. The doping variations used were 0, 2, 4, 6, and 8 mol%.
Characterization was performed using X-Ray Diffraction (XRD) and an LCR
meter. The Bi₀.₅Na₀.₅TiO₃-SrTiO₃ material doped with La₂O₃ resulted in the
formation of new compounds such as SrBiTiO, SrLaTiO, and BiLaTiO, with
crystal structures identified as orthorhombic, cubic, and tetragonal. The
crystal size increased with higher doping levels, although an anomaly was
observed at the 4 mol% La₂O₃ concentration. The highest degree of
crystallinity was found at 6 mol% La₂O₃, with a value of 74.5%. Based on the
results, the optimal composition of Bi₀.₅Na₀.₅TiO₃-SrTiO₃ doped with La₂O₃
was found to be Bi₀.₅Na₀.₅TiO₃-SrTiO₃ doped with La₂O₃ at 8 mol%, as it
exhibited the highest dielectric constant (εᵣ) and the lowest material
impedance (Z) compared to other doping concentrations, with εᵣ = 4.29 × 10⁻²
and Z = 3.03 MΩ.
4702450410I1E018019ANALISIS KARAKTER CINTA TANAH AIR PESERTA EKSTRAKURIKULER PENCAK SILAT
SMA NEGERI 1 BOBOTSARI
Latar Belakang: Pembentukan karakter cinta tanah air sudah dilaksanakan oleh sekolah bahkan sampai ke kegiatan ekstrakurikuler. Tetapi belum ada hasil yang menyatakan bagaimana karakter cinta tanah air siswa yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat.

Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Bobotsari. Sampel sejumlah 20 peserta didik dengan teknik total sampling. Analisis data dengan cara mendeskripsikan berdasarkan data yang telah terkumpul.

Hasil Penelitian: Karakter cinta tanah air siswa SMA Negeri 1 Bobotsari yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat secara keseluruhan sangat baik. Indikator menjaga tanah dan pekarangan serta seluruh ruang wilayah Indonesia memperoleh nilai indeks 89,25%, bangga sebagai bangsa Indonesia memperoleh nilai indeks 94,25%, menjaga nama baik bangsa dan negara Indonesia memperoleh nilai indeks 92,75%, memberikan kontribusi dan kemajuan pada bangsa dan negara Indonesia memperoleh nilai indeks 87%, dan mencintai produk dalam negeri, budaya, dan kesenian Indonesia memperoleh nilai indeks 86,75%.

Kesimpulan: Karakter cinta tanah air siswa SMA Negeri 1 Bobotsari yang mengikuti ekstrakurikuler pencak silat menunjukkan kategori sangat baik dengan prosentase total mencapai 90%.

Kata Kunci: Karakter Cinta Tanah Air, Ekstrakurikuler, Pencak Silat
Background: The development of patriotic character has been implemented by schools, including through extracurricular activities. However, there has been no research result that explains the level of patriotism among students participating in pencak silat extracurricular activities.

Methodology: This study used a quantitative descriptive method and was conducted at SMA Negeri 1 Bobotsari. The sample consisted of 20 students selected using a total sampling technique. Data analysis was carried out by describing the findings based on the collected data.

Research Results: The overall patriotic character of SMA Negeri 1 Bobotsari students participating in pencak silat extracurricular activities is categorized as very good. The indicator of protecting the land, yard, and all territories of Indonesia scored an index of 89.25%; pride in being an Indonesian scored 94.25%; maintaining the good name of the nation and state scored 92.75%; contributing to the development of the nation scored 87%; and loving domestic products, culture, and arts scored 86.75%.

Conclusion: The patriotic character of SMA Negeri 1 Bobotsari students participating in pencak silat extracurricular activities falls into the "very good" category, with an overall percentage of 90%.

Keywords: Patriotic Character, Extracurricular Activities, Pencak Silat
4702550411J1E020019“THE EFFECT OF VOCABULARY JOURNALS AS A LEARNING TOOL FOR STUDENTS’ VOCABULARY MASTERY”
(Quasi-Experimental Research on Grade VII Students of SMP Negeri 1 Sokaraja in the Academic Year of 2024/2025)
Ningsih, Silviya, 2025. Pengaruh Jurnal Kosakata sebagai Alat Pembelajaran terhadap Penguasaan Kosakata Siswa (Penelitian Kuasi-Eksperimen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sokaraja Tahun Ajaran 2024/2025). Skripsi.. Pembimbing 1: Muhammad Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D. Pembimbing 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. Penguji Eksternal: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Pendidikan Bahasa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Purwokerto.
Penguasaan kosakata merupakan bagian mendasar dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Namun, banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam penguasaan kosakata karena kurangnya alat pembelajaran yang efektif. Jurnal kosakata merupakan alat pembelajaran yang bermanfaat untuk membantu siswa mencatat, meninjau ulang, dan memahami kosakata baru secara lebih efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Mengetahui implementasi jurnal kosakata sebagai alat pembelajaran terhadap penguasaan kosakata siswa. 2) Mengungkap pengaruh signifikan dari penggunaan jurnal kosakata sebagai alat pembelajaran terhadap penguasaan kosakata siswa. 3) Mengidentifikasi manfaat dan tantangan yang dihadapi siswa dalam menerapkan jurnal kosakata. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sokaraja pada tahun ajaran 2024/2025. Peneliti mengambil sample dengan menggunakan teknik purposvive sampling. Sampel penelitian terdiri dari 25 siswa kelas VIIA sebagai kelompok eksperimen dan 25 siswa kelas VIIB sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, tes, dan kuisioner. Hasil lembar observasi menunjukkan bahwa siswa secara aktif terlibat dalam kegiatan kelas seperti mengisi bagian jurnal kosakata, mengajukan pertanyaan, dan merespons instruksi guru. Hasil pre-test menunjukkan nilai rata-rata kelompok eksperimen adalah 54.56, sedangkan kelompok kontrol 54.32. Setelah perlakuan, nilai post-test meningkat menjadi 72.48 untuk kelompok eksperimen dan 62.32 untuk kelompok kontrol, dengan nilai signifikansi 0.001 < 0.05. Hasil kuisioner juga menunjukkan bahwa 11 siswa (44%) sangat setuju dan 14 siswa (56%) setuju dengan pernyataan "Jurnal kosakata membantu saya meningkatkan penguasaan kosakata." Namun, 32% siswa masih kesulitan dalam menemukan arti kata, 36% dalam mengidentifikasi sinonim dan antonim, serta 28% dalam membuat contoh kalimat. Kesimpulannya, jurnal kosakata membantu meningkatkan penguasaan kosakata siswa dengan membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif dan bermakna. Meskipun beberapa siswa menghadapi sedikit kesulitan, alat pembelajaran ini terbukti efektif dan dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas untuk mendukung penguasaan kosakata. Guru Bahasa Inggris disarankan untuk menggunakan jurnal kosakata dalam pengajaran mereka agar siswa dapat berlatih kosakata secara rutin.
Ningsih, Silviya, 2025. The Effect of Vocabulary Journals as A Learning Tool for Students’ Vocabulary Mastery (Quasi-Experimental Research on Grade VII Students of SMP Negeri 1 Sokaraja in the Academic Year of 2024/2025). Thesis. Supervisor 1: Muhammad Ahsanu, S.Pd., M.Sc., M.Hum., Ph.D. Supervisor 2: Mustasyfa Thabib Kariadi, S.Pd., M.Pd. External Examiner: Slamet Riyadi, S.S., M.Pd. Ministry of Higher Education, Science, and Technology, Jenderal Soedirman University, Faculty Of Humanities, Language Education Department, English Education Study Program, Purwokerto.
Vocabulary mastery is a fundamental part of learning English. However, many students still struggle with vocabulary due to the lack of effective learning tools. Vocabulary journals are a useful learning tool that helps students record, review, and understand new words more effectively. This research aims to: 1) Figure out the implementation of vocabulary journals as a learning tool on students’ vocabulary mastery. 2) Reveal the significant effect in implementing vocabulary journals as a learning tool on students’ vocabulary mastery. 3) Identify the benefits and challenges faced by the students in implementing vocabulary journals. The research uses a quantitative method with a quasi-experimental design. The research population included all grade VII students of SMP Negeri 1 Sokaraja in the Academic Year of 2024/ 2025. The researcher took the research samples by using purposive sampling technique. The research samples consisted of 25 students from grade VIIA as the experimental group and 25 students from grade VIIB as the control group. The researcher collected the data through an observation checklist, tests, and questionnaire. The observation checklist showed that the students actively participated in classroom activities such as completing vocabulary journal sections, asking questions, and responding to the teacher’s instructions. The pre-test results showed that the average score of the experimental group was 54.56, while the control group was 54.32. After treatment, the post-test scores increased to 72.48 for the experimental group and 62.32 for the control group, with the significance value was 0.001 < 0.05. The questionnaire results also showed that 11 students (44%) strongly agree and 14 students (56%) agree with the statement “Vocabulary journals help me to enhance my vocabulary mastery.” However, 32% of students were still hard in finding word meanings, 36% in identifying synonyms and antonyms, and 28% in creating example sentences. In conclusion, vocabulary journals helped to enhance students’ vocabulary mastery by making learning more active and meaningful. Although some students faced a few difficulties, this learning tool was effective and can be used for in classroom settings to support vocabulary learning. English teachers are advised to use vocabulary journals in their teaching to help students practice vocabulary regularly.
4702650412J0A022071Enhancing RRI Purwokert's Brand Visibility through Digital Marketing by Creating Articles on RRI WebsiteLaporan praktik kerja ini berjudul “Enhancing RRI Purwokerto’s Brand Visibility through Digital Marketing by Creating Articles on RRI Website”. Laporan praktik ini disusun berdasarkan kegiatan praktik kerja yang dilaksanakan pada 20 Agustus – 20 November 2024 di RRI Purwokerto. Kegiatan Praktik Kerja ini bertujuan untuk meningkatkan branding RRI Purwokerto melalui Aplikasi RRI Digital sebagai media promosi yang berisi informasi untuk mempromosikan website RRI dan program-program RRI. Dalam menyusun laporan praktik kerja ini, terdapat tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam proses observasi dilakukan pengamatan terhadap website RRI untuk menganalisa kelebihan dan kekurangan yang ada saat sebelum dan selama praktik kerja berlangsung. Proses wawancara dan dokumentasi dilakukan saat sesudah dan saat praktik kerja berlangsung. Ketiga metode tersebut dilakukan untuk memenuhi tahap pembuatan artikel berbahasa Inggris yang berisi tentang aplikasi baru RRI, RRI Digital. Artikel yang dihasilkan menguraikan penjelasan dan langkah-langkah untuk menggunakan aplikasi RRI Digital. Kendala yang dihadapi meliputi akses terbatas ke situs web RRI, kewajiban menggunakan bahasa Indonesia untuk unggahan artikel, kesulitan dalam menemukan frasa yang tepat dan menarik saat menulis artikel, serta tantangan dalam menerjemahkan artikel ke dalam bahasa Inggris karena perbedaan tata bahasa. Solusi yang dilakukan antara lain berkonsultasi dengan supervisor RRI, membuat dua versi artikel dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, serta menggunakan alat penerjemah seperti DeepL Translate. Langkah tambahan dilakukan untuk mengidentifikasi preferensi target audiens dan memastikan konten yang disajikan bersifat informatif dan menarik. Hal ini mencakup pemantauan respons pembaca melalui emoji yang ditempatkan di bagian bawah setiap artikel untuk mengetahui topik mana yang paling diminati oleh pembaca.This job training report is entitled “Enhancing RRI Purwokerto’s Brand Visibility through Digital Marketing by Creating Articles on RRI Website”. It is written based on a job training activity carried out from August 20 to November 20, 2024 at RRI Purwokerto. The purpose of the job training is to improve the branding of RRI Purwokerto through the RRI Digital application as a promotional medium that provides information to promote the RRI website and its programs. In preparing this job training report, three methods are used: observation, interviews, and documentation. The observation process involves analyzing the RRI website to identify its strengths and weaknesses before and during the job training period. The interview and documentation processes are carried out during and after the job training. These three methods are implemented to support the development of an English article about RRI’s new application, RRI Digital. The articles provides an explanation and step-by-step guide on how to use the RRI Digital application. The obstacles faced include limited access to the RRI website, the requirement to use Indonesian for article uploads, difficulties in finding appropriate and engaging phrases during article writing, and challenges in translating content into English due to grammatical differences. These are addressed by consulting with the RRI supervisor, creating both Indonesian and English versions of the articles, and using translation tools such as DeepL Translate. Further steps are taken to identify the target audience’s preferences and ensure the content is informative and engaging. This includes monitoring reader responses through emojis placed at the bottom of each article to determine which topics resonate the most with the readers.
4702750414C1L021033Pengaruh Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD), Kompetensi Pedagogik Guru, dan Efikasi Diri Terhadap Hasil Belajar SMA Negeri 1 BaturradenPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran STAD, kompetensi pedagogik guru, dan efikasi diri terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2024/2025 di SMA Negeri 1 Baturraden. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei dan eksperimen semu yang dilakukan kepada siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh menggunakan tes pretest dan posttest untuk mengukur hasil belajar siswa dan kuesioner untuk mengukur variabel kompetensi pedagogik guru dan efikasi diri. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden tahun pelajaran 2024/2025 dengan total 360 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 72 siswa dengan menggunakan teknik cluster random sampling. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa Metode of Succesive Interval (MSI), analisis instrumen tes, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, pengaruh model pembelajaran STAD berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Kedua, kompetensi pedagogik guru tidak berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Ketiga, efikasi diri tidak berpengaruh terhadap hasil belajar ekonomi siswa kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Adapun implikasi dari penelitian ini yaitu: 1) pihak SMA Negeri 1 Baturraden dapat memberikan pelatihan kepada guru berkaitan dengan implementasi model pembelajaran STAD pada kegiatan belajar mengajar untuk dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, 2) SMA Negeri 1 Baturraden dapat memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi, sehingga dapat memotibasi siswa lain untuk bisa meningkatkan hasil belajar yang maksimal.

Kata Kunci: Model pembelajaran STAD, kompetensi pedagogik guru, efikasi diri, hasil belajar
Abstract
This research was motivated by the low economics learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Baturraden. The purpose of this study is to analyze the influence of the STAD learning model, teachers’ pedagogical competence, and self-efficacy on the economics learning outcomes of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Baturraden. The research was conducted in the 2024/2025 academic year at SMA Negeri 1 Baturraden. This study employed a quantitative method with a survey and quasi-experimental approach involving tenth-grade students of SMA Negeri 1 Baturraden. Data were collected using pretests and posttests to measure students’ learning outcomes and questionnaires to measure teachers’ pedagogical competence and self-efficacy variables. The population of this study consisted of 360 tenth-grade students in the 2024/2025 academic year, with a sample of 72 students selected using a cluster random sampling technique. The data analysis techniques used included the Method of Successive Interval (MSI), test instrument analysis, and multiple linear regression analysis. The results of the study showed that: first, the STAD learning model had a positive and significant effect on students’ economics learning outcomes. Second, teachers’ pedagogical competence had no effect on students’ economics learning outcomes. Third, self-efficacy had no effect on students’ economics learning outcomes. The implications of this study are as follows: (1) SMA Negeri 1 Baturraden can provide training for teachers on the implementation of the STAD learning model in teaching and learning activities to improve the quality of instruction, and (2) SMA Negeri 1 Baturraden can give awards to high-achieving students to motivate other students to improve their learning outcomes.

Keywords: STAD learning model, theachers pedagogical competence, self efficacy, learning outcomes
4702850415A1D018104Pengaruh Pupuk NPK-Zeo-SR pada Berbagai Diameter dan Perbedaan Ukuran Zeolit Alam terhadap Serapan N serta Karakter Fisiologi Bawang Merah pada InceptisolBawang merah merupakan komoditas hortikultura strategis nasional karena
perannya dalam ekonomi dan ketahanan pangan. Salah satu tantangan dalam
budidaya bawang merah adalah efisiensi pemupukan nitrogen pada jenis tanah
marginal seperti Inceptisol. Inovasi berupa pupuk majemuk NPK-Zeo-SR berbasis
zeolit dengan karakteristik slow release berpotensi meningkatkan serapan nitrogen
dan hasil tanaman. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Sreen
House Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto.
Pelaksanaan penelitian dilakukan pada bulan Desember 2021 sampai dengan
bulan Juni 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap
(RAKL) dua faktor, yaitu diameter pupuk (0–5 mm) dan ukuran zeolit (60 mesh
dan 100 mesh), dengan 12 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Variabel
pengamatan pada penelitian ini meliputi: serapan N, kehijauan daun, klorofil,
jumlah daun, luas daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman, bobot basah
tajuk, bobot kering tajuk, bobot basah umbi, dan bobot kering umbi. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa diameter pupuk berpengaruh sangat nyata
terhadap serapan nitrogen, dengan diameter 4 mm menghasilkan serapan N
tertinggi. Ukuran zeolit 100 mesh memberikan pengaruh positif terhadap
kehijauan daun dan kandungan klorofil, sedangkan zeolit 60 mesh lebih baik
dalam meningkatkan bobot basah dan kering tajuk tanaman. Interaksi antara
diameter pupuk dan ukuran zeolit menunjukkan pengaruh nyata pada bobot basah
dan kering umbi, dengan kombinasi terbaik adalah P4Z1 (diameter 4 mm, zeolit
60 mesh). Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi diameter pupuk dan ukuran zeolit memengaruhi efisiensi pemupukan dan fisiologi tanaman, serta
dapat menjadi acuan pengembangan pupuk berbasis zeolit untuk tanah marginal
seperti Inceptisol.
Shallots are a national strategic horticultural commodity due to their role in
the economy and food security. One of the challenges in shallot cultivation is the
efficiency of nitrogen fertilization on marginal soil types such as Inceptisols.
Innovation in the form of zeolite-based NPK-Zeo-SR compound fertilizer with
slow-release characteristics has the potential to increase nitrogen uptake and crop
yields. The research has been carried out at the Soil Science Laboratory and
Screen House, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University,
Purwokerto. The study was conducted from December 2021 to June 2022. A
completely randomized block design (RAKL) was used with two factors: fertilizer
diameter (0–5 mm) and zeolite size (60 mesh and 100 mesh), with 12 treatment
combinations and three replications. Observation variables in this study include:
N absorption, leaf greenness, chlorophyll, number of leaves, leaf area, fresh
weight of plant, dry weight of plant, fresh weight of crown, dry weight of crown,
fresh weight of shallot tuber, dry weight of shallot tuber. The results showed that
fertilizer diameter significantly affected nitrogen uptake, with a 4 mm diameter
producing the highest N uptake. A 100-mesh zeolite had a positive effect on leaf
greenness and chlorophyll content, while a 60-mesh zeolite was better at
increasing the fresh and dry weight of plant shoots. The interaction between
fertilizer diameter and zeolite size significantly affected the fresh and dry weight
of shallot tubers, with the best combination being P4Z1 (4 mm diameter, 60 mesh
zeolite). This study concludes that the combination of fertilizer diameter and
zeolite size influences fertilization efficiency and plant physiology and can serve
as a reference for developing zeolite-based fertilizers for marginal soils such as
Inceptisols.
4702950458I1E021066Pengaruh Permainan Tradisional Egrang Batok Terhadap Keseimbangan Siswi SMPS Takhasus Nuril Anwar Kecamatan Loano Kabupaten PurworejoKeseimbangan merupakan salah satu aspek kebugaran jasmani yang harus dikembangkan melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Permainan tradisional seperti egrang batok diyakini dapat melatih keseimbangan karena mengutamakan kemampuan motorik yaitu kesiembangan tubuh. Di SMP Takhasus Nuril Anwar, kurangnya aktivitas fisik dan keterbatasan tenaga pengajar PJOK menyebabkan siswi memiliki tingkat keseimbangan yang kurang optimal. Balance is one aspect of physical fitness that must be developed through Physical Education. Traditional games such as egrang batok are believed to train balance because they emphasize motor skills, namely body balance. At SMP Takhasus Nuril Anwar, the lack of physical activity and limited PE teachers resulted in students having suboptimal balance levels.
4703050416A1F018082 OPTIMASI PROPORSI BUAH CARICA DAN TEPUNG MOCAF PADA PEMBUATAN PIE BUAHCarica (Carica pubescens) merupakan salah satu tanaman khas dataran tinggi di Indonesia dengan kandungan vitamin C tinggi bahkan juga mengandung antioksidan, protein, karbohidrat hingga lavanoid, polifenol dan tannin. Namun buah Carica perlu diolah terlebih dahulu sebelum dikonsumsi dikarenakan rasa asli buah yang cenderung hambar dan masam, salah satunya adalah dengan pengolahan menjadi produk Pie. Pie dibuat dari adonan mirip kue kering dengan aneka isi, baik asin maupun manis. Salah satu buah yang dapat dijadikan isian pie buah adalah buah carica. Namun disisi lain, dalam pengolahan produk pangan khususnya bakery masih sangat tinggi penggunaan tepung terigu dibanding tepung yang lain. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan penggunaan tepung terigu adalah dengan pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bahan alternatif pengganti terigu, salah satunya adalah tepung mocaf. Tepung mocaf merupakan tepung singkong yang dimodifikasi melalui fermentasi sehingga menghasilkan tepung yang memiliki karakteristik mirip dengan tepung terigu dan memiliki nilai gizi yang cukup tinggi, rendah lemak, dan bebas gluten. Dengan menggunakan tepung mocaf sebagai pengganti tepung terigu, hal ini dapat meningkatkan nilai guna dari bahan pangan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menetapkan proposi buah carica dan tepung mocaf untuk menghasilkan produk pie carica yang memiliki respon kelembutan maksimum, flavor mocaf in range, flavor carica maksimum, keremahan in range, warna isian pie minimum, warna kulit pie minimum dan kesukaan maksimum; (2) mengkaji karakteristik sifat sensori dari produk pie carica dengan formula hasil rekomendasi program Design Expert; (3) membandingkan karakteristik sensori dan kimia antara produk pie carica formula optimum dengan control. Penelitian ini menggunakan metode permukaan respon (Response Surface Methodology/ RSM) dengan rancangan percobaan menggunakan CCD (Central Composite Design). Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan software Design Expert 13 dan SPSS IBM Statics 21 menggunakan analisa uji T tingkat kepercayaan 95%. Respon yang diujikan pada penelitian ini adalah rasa singkong (kulir pie), keremahan (kulit pie),warna (kulit pie), rasa carica (isian pie), warna (isian pie), dan kesukaan (overall). Hasil penelitian ini adalah formula optimum pure buah carica dan proporsi tepung mocaf dalam pie buah masing-masing adalah 65% dan 86,15%. Formula tersebut memiliki respon rasa singkong (kulit pie) in range, keremahan (kulit pie) in range, warna (kulit pie) maximize, rasa carica (isian pie) maximize, warna (isian pie) maximize, dan kesukaan (overall) maximize dengan nilai desirability 0,661. Pie buah carica formula optimum memiliki skor warna isian, rasa isian, dan kesukaan keseluruhan yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan formula kontrol. Carica (Carica pubescens) is one of the characteristic plants of the highlands in Indonesia, rich in vitamin C and also containing antioxidants, protein, carbohydrates, flavonoids, polyphenols, and tannins. However, Carica fruit needs to be processed before consumption due to its naturally bland and sour taste. One method of processing is by turning it into pie. Pie is made from a dough similar to dry cake, filled with various ingredients, both savory and sweet. One fruit that can be used as a pie filling is the Carica fruit. However, in food processing, particularly in the bakery industry, the use of wheat flour remains very high compared to other flours. One effort to reduce dependence on wheat flour is by utilizing local food ingredients as alternative substitutes, one of which is mocaf flour. Mocaf flour is modified cassava flour produced through fermentation, resulting in flour with characteristics similar to wheat flour and high nutritional value, low fat content, and gluten-free properties. By using mocaf flour as a substitute for wheat flour, this can enhance the utility of local food ingredients. This study aims to: (1) determine the proportion of carica fruit and mocaf flour to produce a carica pie product with maximum softness, mocaf flavor within range, maximum carica flavor, crumbly texture within range, minimum pie filling color, minimum pie crust color, and maximum acceptability; (2) examine the sensory characteristics of the carica pie product using the formula recommended by the Design Expert program; (3) compare the sensory and chemical characteristics between the optimal formula carica pie product and the control. This study used the Response Surface Methodology (RSM) with a Central Composite Design (CCD) experimental design. The data obtained were analyzed using Design Expert 13 software and IBM SPSS Statistics 21 with a T-test at a 95% confidence level. The responses tested in this study were cassava taste (pie crust), crispness (pie crust), color (pie crust), carica taste (pie filling), color (pie filling), and overall preference. The results of this study indicate that the optimal formula for pure carica fruit and mocaf flour proportions for fruit pie are 65% and 86.15%, respectively. This formula has cassava taste (pie crust) within range, crispness (pie crust) within range, color (pie crust) maximized, carica taste (pie filling) maximized, color (pie filling) maximized, and overall preference maximized with a desirability value of 0.661. The optimal carica fruit pie formula has significantly higher scores for filling color, filling taste, and overall acceptability compared to the control formula.
4703150418A1F018064ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK SECARA STATISTIK DI UMKM TAHU DESA KALISARI BANYUMAS Tahu merupakan salah satu produk pangan berbahan dasar kedelai yang banyak dikonsumsi masyarakat karena kandungan gizinya yang tinggi dan harganya yang terjangkau. Di Desa Kalisari Kabupaten Banyumas, industri tahu menjadi kegiatan ekonomi utama yang berkembang secara turun-temurun. Namun permasalahan mutu produk seperti bentuk tidak seragam, tekstur kurang padat, dan adanya kontaminan masih kerap ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian mutu pada dua UMKM tahu yaitu UMKM Pak Sukamto dan UMKM Pak Kusno, serta memberikan rekomendasi perbaikan berbasis hasil analisis Statistical Quality Control (SQC).
Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan pengambilan sampel, yang kemudian dianalisis menggunakan histogram, diagram Pareto, peta kendali serta diagram tulang ikan. Pada observasi awal ditemukan kerusakan paling dominan pada kedua UMKM yaitu cacat bentuk, cacat tekstur dan cacat kotoran sehingga ketiga jenis cacat tersebut dijadikan variabel pengukurann, dengan pengamatan selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM Pak Sukamto mencatat jumlah kerusakan tertinggi dengan 168 buah cacat bentuk, 134 buah cacat tekstur,dan 62 buah cacat kotoran dari total 3000 sampel dan grafik peta kendali menunjukkan fluktuasi mendekati batas atas kendali yang menandakan proses produksi belum stabil. Sementara UMKM Pak Kusno menunjukkan kecacatan yang lebih terkendali, meskipun cacat tetap ditemukan yakni kerusakan tertinggi dengan 164 buah cacat bentuk, 129 buah cacat tekstur, dan 39 cacat kotoran dari total 4500 sampel. Berdasarkan temuan tersebut, ditentukan empat rekomendasi perbaikan utama yaitu penambahan tenaga kerja dan pengaturan pembagian tugas yang lebih efektif, penyusunan standar operasional prosedur (SOP) tertulis, pengelolaan bahan baku dan media pembakaran yang lebih baik, serta penerapan alat bantu sederhana seperti timbangan dan termometer untuk meningkatkan konsistensi dan presisi mutu produk.
Tofu is one of the soybean-based food products widely consumed by the community due to its high nutritional value and affordable price. In Kalisari Village, Banyumas Regency, the tofu industry has become a hereditary economic activity. However, product quality issues such as irregular shape, less dense texture, and contamination are still frequently found. This study aims to analyze quality control in two tofu MSMEs, namely MSME Pak Sukamto and MSME Pak Kusno, and to provide improvement recommendations based on Statistical Quality Control (SQC) analysis.
The methods used include observation, interviews, documentation, and sampling, which were then analyzed using histograms, Pareto diagrams, control charts, and fishbone diagrams. Initial observations revealed that the most dominant defects in both MSMEs were shape defects, texture defects, and dirt contamination, which were used as measurement variables with observations conducted over 15 days. The results showed that MSME Pak Sukamto recorded the highest number of defects, namely 168 shape defects, 134 texture defects, and 62 dirt contaminations out of 3000 samples. The control chart indicated fluctuations approaching the upper control limit, suggesting that the production process was not yet stable. Meanwhile, MSME Pak Kusno showed more controlled defects, although defects were still present, with the highest being 164 shape defects, 129 texture defects, and 39 dirt contaminations out of 4500 samples. Based on these findings, four main improvement recommendations were proposed: adding workers and optimizing task distribution, preparing written standard operating procedures (SOPs), improving raw material and combustion management, and applying simple supporting tools such as scales and thermometers to enhance product quality consistency and precision.
4703250419A1F018054PENGARUH PENAMBAHAN PENGAWET ALAMI NIRA BERBAHAN SABUT KELAPA DAN KAPUR TERHADAP KUALITAS GULA KELAPA CETAKNira adalah bahan utama dalam pembuatan gula kelapa. Kualitas nira hasil penyadapan yang baik akan menghasilkan kualitas gula kelapa yang baik. Namun, kandungan nira menyebabkan nira terfermentasi alami oleh mikroba selama proses penyadapan sehingga kualitas nira menjadi buruk. Untuk menjaga kualitas nira, perlu ditambahkannya pengawet pada proses penyadapan. Bahan pengawet alami nira yang digunakan diantaranya sabut kelapa tua dan muda serta kapur.
Rancangan percobaan yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yang diteliti yaitu formula pengawet alami nira (F) yang terdiri atas serbuk sabut kelapa tua : kapur (b/b) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) dan serbuk sabut muda : kapur (b/b) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) dengan masing-masing konsentrasi 5%. Faktor kedua yaitu waktu penyadapan nira (W) yang terdiri atas penyadapan sore hari dan penyadapan pagi hari. Variabel yang diamati diantaranya kadar air, kadar abu, kadar gula reduksi, kadar gula sukrosa, kadar gula total, total padatan tak terlarut, dan sensori (warna, tekstur, aroma, tingkat rasa manis, dan kesukaan). Data analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), dan apabila berpengaruh nyata dilanjutkan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 𝛼 = 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula pengawet berpengaruh terhadap kadar air, kadar abu dan kadar gula reduksi gula kelapa. Sedangkan waktu penyadapan nira berpengaruh terhadap kadar abu gula kelapa cetak. Kombinasi perlakuan terbaik berdasarkan uji indeks efektivitas, kesesuaian terhadap SNI, dan aspek kesukaan panelis adalah pengawet alami nira berbahan sabut kelapa muda : kapur dengan proporsi 2:8 (b/b) dan waktu penyadapan pagi hari. Kombinasi tersebut menghasilkan gula kelapa cetak dengan karakteristik nilai rata-rata kadar air 3,69%; abu 2,72 %; gula reduksi 2,85%; sukrosa 81,82%; gula total 84,67%, total padatan tak terlarut 2,12%; warna 3,35 (cokelat), tekstur 3,20 (cukup keras), aroma 3,28 (cukup khas gula kelapa), tingkat rasa manis 3,50 (manis) dan tingkat kesukaan 3,15 (cukup suka).
Palm sap is the main raw material in the production of palm sugar. Good quality sap obtained from tapping will produce good quality palm sugar. However, the composition of sap causes it to undergo natural fermentation by microorganisms during the tapping process, which decreases its quality. To maintain the quality of sap, preservatives need to be added during tapping. Natural preservatives for sap include old and young coconut husks as well as lime.
The experimental design used in this research was a Randomized Block Design (RBD). The first factor was the natural sap preservative formula (F), consisting of old coconut husk powder : lime (w/w) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) and young coconut husk powder : lime (w/w) (1:9; 2:8; 3:7; 4:6; 5:5) with each concentration of 5%. The second factor was tapping time (W), consisting of evening tapping and morning tapping. The observed variables included moisture content, ash content, reducing sugar, sucrose, total sugar, total insoluble solids, and sensory attributes (color, texture, aroma, sweetness, and overall preference). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA), and if significant, followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 5% significance level.
The results showed that the preservative formulas significantly affected the moisture content, ash content, and reducing sugar of palm sugar. Meanwhile, tapping time significantly affected the ash content of molded palm sugar. The best treatment combination based on effectiveness index, conformity to Indonesian National Standard (SNI), and panelist preference was the natural preservative made from young coconut husk : lime with a ratio of 2:8 (w/w) and morning tapping time. This combination produced molded palm sugar with the following characteristics: moisture content 3.69%; ash 2.72%; reducing sugar 2.85%; sucrose 81.82%; total sugar 84.67%; total insoluble solids 2.12%; color 3.35 (brown); hardness 3.20 (moderately hard); aroma 3.28 (distinctive enough of palm sugar); sweetness 3.50 (sweet); and preference 3.15 (moderately liked).
4703350463F1A021063PEMAKNAAN DAN PEMBENTUKAN CITRA PROFESIONAL MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DI LINKEDINPenelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman terhadap citra profesional yang ada di LinkedIn. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindakan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dalam membentuk citra profesional yang ada di LinkedIn. Penelitan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan data menggunakan teknik purposive. Metode pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Teknik analisis data menggunakan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman memaknai citra profesional dari kombinasi aspek internal, eksternal, dan digital. Aspek internal yang paling utama adalah sikap bertanggung jawab, aspek eksternal berupa kemampuan seseorang dalam membentuk aspek visual di LinkedIn, menggunakan foto profil dengan pakaian formal salah satunya. Kemudian aspek digital berupa tindakan menjaga dan mengikuti norma bersosial media terutama di LinkedIn. Personal branding juga termasuk kemampuan yang harus dimiliki dalam aspek digital. Selain itu, mahasiswa juga memiliki beberapa strategi dalam membentuk citra di LinkedIn yang berasal dari pemahaman mahasiswa dalam menangkap simbol-simbol melalui interaksi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang dinamika mahasiswa dalam memaknai dan membentuk citra profesional di LinkedIn.This study aims to understand how students of Universitas Jenderal Soedirman interpret the concept of professional image on LinkedIn. Additionally, it seeks to examine the actions taken by these students in constructing their professional image on the platform. The research employs a descriptive qualitative method with a phenomenological approach. Data collection was carried out using purposive sampling. The methods of data collection included interviews and observations. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model of data analysis. The findings indicate that students of Universitas Jenderal Soedirman interpret professional image as a combination of internal, external, and digital aspects. The most prominent internal aspect is a sense of responsibility. The external aspect involves one's ability to shape their visual representation on LinkedIn, such as using a formal profile picture. The digital aspect refers to behaviors aligned with social media norms, particularly those relevant to LinkedIn. Personal branding is also considered a crucial competency within the digital aspect. Moreover, students employ various strategies to construct their professional image on LinkedIn, which are influenced by their ability to interpret symbols through interaction. This study provides insights into the dynamics of how students understand and construct professional images on LinkedIn.
4703450464E1A021187TINJAUAN YURIDIS PENERAPAN HUKUMAN PELAYANAN MASYARAKAT TERHADAP PELAKU ANAK DALAM PERKARA TINDAK PIDANA MEMBAWA SENJATA TAJAM
(Studi Putusan Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2024/PN PWT)
ABSTRAK
Fenomena meningkatnya keterlibatan anak dalam tindak pidana membawa senjata tajam menimbulkan kekhawatiran serius bagi keamanan masyarakat serta masa depan anak. Sistem peradilan pidana anak di Indonesia melalui UU Nomor 11 Tahun 2012 menekankan perlindungan dan pembinaan, namun dalam praktiknya masih terdapat putusan yang melampaui ketentuan hukum, seperti pada Putusan Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam penerapan hukuman pelayanan masyarakat terhadap pelaku anak serta mengkaji hambatan hukum yang muncul berdasarkan Putusan Nomor 7/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konseptual. Data diperoleh melalui studi pustaka dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pidana pelayanan masyarakat pada perkara tersebut melebihi ketentuan batas maksimal waktu yang diatur dalam Pasal 76 ayat (3) UU SPPA, berpotensi mengabaikan hak anak atas pendidikan dan perkembangan sosial. Hambatan juga muncul dari minimnya pengawasan pengadilan dan kurangnya pemahaman masyarakat terkait pembinaan anak. Penulis merekomendasikan pidana pembinaan di luar lembaga yang menitikberatkan pada pengawasan intensif, rehabilitasi, dan pendampingan komprehensif agar tujuan pembinaan dan reintegrasi sosial dapat tercapai secara efektif.
ABSTRACT
The increasing involvement of children in criminal acts involving sharp weapons raises serious concerns for both public safety and the future of children. The juvenile justice system in Indonesia, as regulated under Law Number 11 of 2012, emphasizes protection and rehabilitation; however, in practice, there are still rulings that go beyond legal provisions, as seen in Decision Number 7/Pid.Sus-Anak/2024/PN Pwt. This study aims to analyze the judicial considerations in imposing community service punishment on child offenders and to examine the legal obstacles arising from the aforementioned decision. The research employs a normative juridical method with case, statutory, and conceptual approaches. Data were obtained through literature studies and documentation, and analyzed qualitatively. The findings reveal that the implementation of community service punishment in this case exceeded the maximum time limit stipulated in Article 76 paragraph (3) of the Juvenile Criminal Justice System Law (UU SPPA), thereby potentially neglecting the child’s right to education and social development. Further obstacles were identified in the lack of judicial supervision and limited public understanding regarding child rehabilitation. The author recommends the application of non-institutional guidance penalties focusing on intensive supervision, rehabilitation, and comprehensive assistance to ensure the effectiveness of rehabilitation and social reintegration objectives.
4703550420K1C018064KALIBRASI RESISTIVITY METER SINGLE CHANNEL MENGGUNAKAN NANIURA NRD 22SPenelitian tentang pengujian alat ukur Resistivity Meter Single Channel yang diproduksi oleh Laboratorium Instrumentasi dan Elektronika Geofisika Fisika MIPA UNSOED. Alat telah berhasil di uji dengan pembanding standart ukur yaitu Resistivity Meter Naniura NRD 22S. Kedua alat dilakukan pengujian skala lapangan dengan konfigurasi Schlumberger. Pengujian dilakukan di 4 titik lintasan dengan panjang 200 meter. Hasil dari data pengujian didapatkan akurasi, presisi, dan nilai error resistivitas semu (ρ). Alat ukur Resistivity Meter Single Channel bekerja dengan baik dengan hasil yang mendekati sama dengan pembandingnya. Nilai akurasi dan presisi yang didapatkan dari pengukuran pada lintasan 1 Kelurahan Kramat yaitu 71% dan 80,2%. Lintasan 2 Kelurahan Manduraga yaitu 99% dan 53,5%. Lintasan 1 Kelurahan Karangcegak yaitu 91% dan 83,13%. Lintasan 2 Kelurahan Karangcegak yaitu 86% dan 80,2%.Research on the testing of a Single Channel Resistivity Meter produced by the Instrumentation and Geophysics Electronics Laboratory, Physics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Jenderal Soedirman University (UNSOED). The instrument has been successfully tested using a standard reference instrument, the Naniura NRD 22S Resistivity Meter. Both instruments were tested in field-scale measurements using the Schlumberger configuration. The testing was conducted on 4 survey lines, each with a length of 200 meters. The results of the testing provided values of accuracy, precision, and error of apparent resistivity (ρ). The Single Channel Resistivity Meter operated well, with results that were close to those of the reference instrument. The accuracy and precision values obtained from the measurements on Line 1 in Kramat Village were 71% and 80.2%. For Line 2 in Manduraga Village, the values were 99% and 53.5%. For Line 1 in Karangcegak Village, the values were 91% and 83.13%. For Line 2 in Karangcegak Village, the values were 86% and 80.2%.
4703650421I2A023006Hubungan antara Sinergitas Pemangku Kepentingan Layanan Kesehatan Primer dengan Efektivitas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) Kardiovaskuler di Kabupaten CirebonPenyakit kardiovaskuler merupakan salah satu tantangan utama kesehatan global, termasuk di Indonesia, dengan prevalensi hipertensi dan diabetes melitus yang terus meningkat. Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan bertujuan meningkatkan kualitas hidup penderita penyakit kronis melalui pendekatan layanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat sinergitas antar pemangku kepentingan layanan kesehatan primer dengan efektivitas pelaksanaan PROLANIS kardiovaskuler di Kabupaten Cirebon.
Menggunakan desain penelitian kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari 30 Kepala Puskesmas melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan korelasi Pearson dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai tingkat sinergitas berada dalam kategori tinggi, dengan rata-rata skor 82,3. Efektivitas PROLANIS diukur melalui indikator kunjungan rutin peserta (78,5%) dan kontrol tekanan darah (72,2%), dengan keduanya menunjukkan capaian yang relatif baik. Uji korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara sinergitas dan efektivitas PROLANIS (r = 0,615; p = 0,001), dengan kontribusi sinergitas sebesar 37,8% terhadap variasi efektivitas program. Penelitian ini menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas layanan kesehatan, BPJS Kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan efektivitas program manajemen penyakit kronis. Upaya kolaboratif yang konsisten, dukungan kebijakan, pemberdayaan masyarakat, serta inovasi berbasis komunitas menjadi kunci dalam menghadapi tantangan pengelolaan penyakit kardiovaskuler di tingkat layanan primer.
Cardiovascular diseases are among the major global health challenges, including in Indonesia, with the prevalence of hypertension and diabetes mellitus continuously increasing. The Chronic Disease Management Program (PROLANIS), organized by BPJS Kesehatan, aims to improve the quality of life for individuals with chronic diseases through a primary healthcare approach. This study aims to analyze the relationship between stakeholder synergy in primary healthcare services and the effectiveness of cardiovascular PROLANIS implementation in Cirebon Regency. Using a quantitative cross-sectional
design, data were collected from 30 Primary Healthcare Center (Puskesmas) Heads through structured questionnaires and analyzed using Pearson Correlation and simple linear regression. The results showed that most respondents rated the level of synergy as high, with an average score of 82.3. PROLANIS effectiveness, measured through participant routine visit rates (78.5%) and controlled blood pressure rates (72.2%), indicated relatively good achievements. Correlation analysis revealed a positive and significant relationship between stakeholder synergy and PROLANIS effectiveness (r = 0.615; p = 0.001), with synergy contributing 37.8% to the variation in program effectiveness. This study highlights the importance of strengthening synergy among local governments, healthcare facilities, BPJS Kesehatan, and communities to improve the effectiveness of chronic disease management programs. Consistent collaborative efforts, policy support, community empowerment, and community-based innovations are key strategies in
addressing the challenges of cardiovascular disease management at the primary healthcare level.
4703750422I2A023004Evaluation of HRM Strategies to Enhance Nurse
Performance at RSU Muhammadiyah Cirebon
Latar Belakang: Manajemen sumber daya manusia (SDM) memegang peranan penting dalam mendukung kualitas pelayanan keperawatan di rumah sakit. RSU Universitas Muhammadiyah Cirebon (RSU UMC) telah menerapkan berbagai strategi manajemen SDM untuk meningkatkan kinerja perawat. Namun, dalam praktiknya masih dijumpai tantangan yang memengaruhi efektivitas pelaksanaannya, seperti ketidaksesuaian antara kebijakan dan implementasi di lapangan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk menggambarkan realitas dan pengalaman perawat dalam pelaksanaan strategi SDM. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi-terstruktur terhadap 24 informan (terdiri dari kepala bagian SDM, Kepala bidang Keperawatan, kepala ruang keperawatan, dan perawat pelaksana), observasi partisipatif terhadap praktik kerja perawat di unit rawat inap dan Intensiv Care, studi dokumentasi terhadap regulasi dan laporan SDM, serta penyebaran kuesioner kepada perawat dan kepala keperawatan untuk mengukur kepuasan terhadap sistem manajemen SDM. Analisis Data: Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui pendekatan tematik, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil: Strategi SDM yang diterapkan mencakup proses rekrutmen, pelatihan, dan pemberian insentif serta kinerja perawat. Proses rekrutmen di RSU UMC dinilai transparan dan sesuai prosedur, namun terkendala ketiadaan bank calon tenaga, penempatan yang belum selalu sesuai kebutuhan unit, dan pemerataan orientasi. Survei menunjukkan 2 (9,1%) sangat setuju, 7 (31,8%) setuju, dan 13 (59,1%) netral. Pelatihan terstruktur dengan target 50 jam/tahun dan dilakukan 2–3 kali, namun belum sepenuhnya relevan dengan kebutuhan unit. Hasil survei terkait pelatihan: 2 (9,1%) sangat setuju, 9 (40,9%) setuju, 10 (45,5%) netral, dan 1 (4,5%) tidak setuju. Supervisi dinilai lemah (1 sangat setuju, 5 setuju, 9 netral, 6 tidak setuju, 1 sangat tidak setuju) dan evaluasi kinerja belum disertai umpan balik. Sistem insentif dinilai sebagian perawat belum adil dan stabil, Survei menunjukkan hanya 1 (4,5%) sangat setuju dan 3 (13,6%) setuju terkait keadilan insentif, sementara 11 (50%) tidak setuju/sangat tidak setuju. Meski demikian, motivasi kerja masih tinggi (7 sangat setuju, 15 setuju), walaupun berisiko menurun akibat beban kerja berat dan ketidakseimbangan insentif. Kesimpulan: Strategi manajemen SDM di RSU UMC secara umum sudah diterapkan, namun belum sepenuhnya efektif dalam meningkatkan kinerja dan kepuasan kerja perawat. Diperlukan perbaikan dalam bentuk pelatihan berbasis kebutuhan praktik, evaluasi kinerja berbasis kualitas, sistem insentif yang lebih adil, serta perencanaan distribusi staf yang lebih proporsional untuk menunjang mutu layanan keperawatan.
Background: Human resource management plays an important role in supporting the quality of nursing services in hospitals. The Muhammadiyah University Hospital Cirebon (RSU UMC) has implemented various human resource management strategies to improve nurse performance. However, in practice, there are still challenges that affect the effectiveness of implementation, such as inconsistencies between policy and implementation in the field. Method: This study employs a qualitative approach with a case study design to describe the realities and experiences of nurses in implementing HR strategies. Data collection techniques include semi-structured interviews with 24 informants (comprising the HR department head, Nursing Department Head, ward nursing supervisors, and frontline nurses), participatory observation of nursing practices in inpatient units and intensive care units, documentation studies of HR regulations and reports, and the distribution of questionnaires to nurses and nursing heads to measure satisfaction with the HR management system. Data Analysis: Data were analyzed using the Miles and Huberman model through a thematic approach, with data validity tested through triangulation of sources and methods. Results: The HR strategy implemented covers the recruitment process, training, and incentives as well as nurse performance. The recruitment process at UMC Hospital is considered transparent and in accordance with procedures, but is hampered by the lack of a candidate pool, placements that are not always in line with unit needs, and uneven orientation. The survey showed that 2 (9.1%) strongly agreed, 7 (31.8%) agreed, and 13 (59.1%) were neutral. Structured training targets 50 hours per year and is conducted 2–3 times, but it is not yet fully aligned with unit needs. Survey results related to training: 2 (9.1%) strongly agree, 9 (40.9%) agree, 10 (45.5%) neutral, and 1 (4.5%) disagree. Supervision is considered weak (1 strongly agree, 5 agree, 9 neutral, 6 disagree, 1 strongly disagree), and performance evaluations are not accompanied by feedback. The incentive system is considered unfair and unstable by some nurses. The survey shows that only 1 (4.5%) strongly agree and 3 (13.6%) agree regarding the fairness of incentives, while 11 (50%) disagree/strongly disagree. Nevertheless, work motivation remains high (7 strongly agree, 15 agree), although it risks declining due to heavy workloads and incentive imbalances. Conclusion: Human resource management strategies at UMC General Hospital have generally been implemented, but they are not yet fully effective in improving the performance and job satisfaction of nurses. Improvements are needed in the form of practice-based training, quality-based performance evaluations, a more equitable incentive system, and more proportional staff distribution planning to support the quality of nursing services.
4703850423J1D020012Pengembangan Video Animasi Berbasis Aplikasi Benime untuk Pembelajaran Sastra Puisi RakyatTujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran video animasi berbasis aplikasi Benime pada materi puisi rakyat dan mendeskripsikan implementasinya di kelas VII SMP/MTs. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui angket analisis kebutuhan guru, angket validasi ahli materi dan ahli media, serta angket respons peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran video animasi yang dikembangkan dinyatakan Sangat Valid oleh ahli materi (100%) dan ahli media (85%). Berdasarkan angket respons peserta didik, media ini juga mendapatkan tanggapan yang sangat positif, dengan rata-rata persentase keseluruhan 82% dan dikategorikan sebagai "Sangat Valid". Secara khusus, aspek pemahaman materi mencapai 86,67% (Sangat Valid), aspek daya tarik media 80% (Valid), dan motivasi belajar 80% (Valid). Temuan ini mengindikasikan bahwa video animasi Benime merupakan solusi efektif untuk mengatasi masalah kebosanan siswa dan kesulitan memahami konsep puisi rakyat yang abstrak.The purpose of this study was to develop animated video learning media based on the Benime application for folk poetry material and to describe its implementation in class VII of SMP/MTs. This study used the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model which consists of the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data were collected through teacher needs analysis questionnaires, material expert and media expert validation questionnaires, and student response questionnaires. The results showed that the developed animated video learning media was declared Very Valid by material experts (100%) and media experts (85%). Based on the student response questionnaire, this media also received a very positive response, with an overall average percentage of 82% and categorized as "Very Valid". Specifically, the aspect of material understanding reached 86.67% (Very Valid), the aspect of media attractiveness was 80% (Valid), and learning motivation was 80% (Valid). These findings indicate that Benime animated video is an effective solution to overcome student boredom and difficulty understanding the abstract concept of folk poetry.
4703950018I1A020100GAMBARAN BAURAN PEMASARAN SOSIAL PROGRAM KAMPANYE “TOSS TBC” DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURRADEN I

Latar Belakang: Tuberkulosis merupakan penyakit menular dengan jutaan kasus setiap tahunya. TOSS TBC sebagai program penanggulangan TBC Di Indonesia secara bertahap berupaya menuju target eliminasi TBC. Keberhasilan suatu program penanggulangan penyakit merupakan hasil perpaduan ketersediaan pelayanan dan tingkat partisipasi sasaran. Penelitian ini bertujuan menggunakan pendekatan bauran pemasaran sosial untuk menggambarkan kelengkapan maupun kekurangan dalam penyusunan program TOSS TBC dan pelaksanaanya pada tingkat wilayah kerja puskesmas.
Metodologi: Penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Baturraden I selama periode Desember 2023 – Januari 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan metode FGD bersama 10 informan sebagai subyek utama, dan wawancara mendalam dengan 3 informan sebagai subyek pendukung. Analisis data dilaksanakan dengan teknik analisis tematik.
Hasil Penelitian: Produk inti program kampanye TOSS TBC berupa perubahan perilaku keluarga dan masyarakat terhadap kasus TBC, namun belum tersampaikan dengan baik. Produk aktual telah lengkap sesuai desain dengan tambahan program PMT dan survei rumah, adapun pelaksanaan sudah baik dengan beberapa kendala dan keterbatasan. Price program sudah baik dan bernilai positif, namun masih memiliki potensi peningkatan seperti ekspansi pada pemanfaatan insetif. Pemosisian program secara tempat dan waktu sudah baik dan mendukung partisipasi, namun kurang sistematis dalam pelaksanaanya. Segmentasi sasaran cukup untuk menjalankan program, namun memiliki banyak kekurangan pada perencanaan dan implementasi segmentasi pada program. Komponen promotion berupa diseminasi media poster sebagai upaya promosi kesehatan terbatas dan berkendala, selain itu penggunaan media cetak belum mencukupi kebutuhan program dan media digital belum dimanfaatkan.
Kesimpulan: Berdasarkan sudut pandang pemasaran sosial program kampanye TOSS TBC sudah memenuhi tiap komponen bauran pemasaran sosial 4P yang sudah cukup, namun dengan kapasitas yang kurang optimal dan memerlukan sejumlah perbaikan.
Background: Tuberculosis is an infectious disesase with millions of cases annualy. TOSS TBC is Indonesia’s intervention programe against TBC. The success of a disesase intervention programe is the results of the availability of treatment and the level of participation of the programe’s targets. This study aims to use the social marketing mix approach to illustrate the completeness and deficiency within the formation and excecution of the TOSS TBC programe at the local work area level.
Methods: A descriptive-qualitative study undertaken between December 2023 – January 2024 and at the Puskesmas Baturraden I work area. The data collection methods used included FGD involving 10 informants as it’s main data subjects, and indepth interviews involving 3 informants as supporting data subjects. The data analysis is done via a thematic analysis.
Results: The core-product is a behavior change in the community towards TB patients, though it has’t been communicated properly to their targets. It’s actual product encompasses all five products included in the design with two extra additions. The programme excecution is satisfactory, but contains limitations and shortcomings. The programme’s price is satisfactory, though potential improvemets are available such as implementing more incentives. The programme’s positioning is good and supports participation, but it’s not yet planned systematically. The target segmentation is enough to run the programme, but it’s far from optimal with a plethora of deficiencies in planning and implementation. The programme’s promotion utilizes lackluster media dissemination for health promotion. the printed medias used in the programme are deficient for it’s needs and hasn’t utilized digital medias.
Conclusion: From the point of view of social marketing, TOSS TBC’s campaign have fulfilled every component in a marketing-mix adequately, but still less than optimal and needs further improvements.
4704050426J1A019048AN ANALYSIS OF CODE SWITCHING IN DISNEY MOVIE ENCANTO (2021)Skripsi ini berjudul "An Analysis of Code-Switching in Disney Movie Encanto (2021)". Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi alih kode yang digunakan oleh tokoh-tokoh dalam film Encanto (2021). Penelitian ini menggunakan teori dari Wardhaugh (2006) untuk mengidentifikasi tipe - tipe alih kode serta teori Appel & Muysken (2005) untuk menganalisis fungsinya. Data yang dikumpulkan berasal dari tuturan seluruh karakter dalam film Encanto (2021). Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 17 (65%) data alih kode metaforis dan 9 (35%) data alih kode situasional. Lebih lanjut, terdapat pula 26 data fungsi alih kode yang terdiri dari 2 (8%) data fungsi referensial, 1 data (4%) fungsi direktif, 16 data (62%) fungsi ekspresif, 3 data (12%) fungsi fatik, 4 data (15%) fungsi metalinguistik, dan 0 data (0%) fungsi poetik. Fungsi ekspresif menjadi fungsi yang paling dominan dan paling menarik dalam film ini karena kebanyakan ujaran ujaran alih kode antara karakter merepresentasikan perasaan dan identitas budaya mereka. Namun tidak ditemukan fungsi puitis dalam penelitian ini karena tidak ada ujaran atau percakapan yang mengandung kutipan puitis dalam film ini.This thesis is entitled "Analysis of Code Switching in the Disney movie Encanto (2021)". This study examines the types and functions of code switching in the movie Encanto (2021) using Wardhaugh's (2006) theory to identify the types of code switching and Appel and Muysken's (2005) theory to analyze the functions of code switching. The data in this study were obtained from all code switching utterances spoken by all characters in the movie Encanto (2021). The results showed that there were 26 code switching utterances used by the characters in the movie Encanto (2021). The data were classified into metaphorical code switching and situational code switching. Based on the data obtained and the results of the analysis, there were 17 (65%) metaphorical code switching data and 9 (35%) situational code switching data. Furthermore, there are also 26 data of code switching functions consisting of 2 (8%) data of referential function, 1 data (4%) of directive function, 16 data (62%) of expressive function, 3 data (12%) of phatic function, 4 data (15%) of metalinguistic function, and 0 data (0%) of poetic function. The expressive function is the most dominant and most interesting function in this movie because most of the code switching utterances between characters represent their feelings and cultural identity. For example, feelings of joy, enthusiasm, frustration, and so on. Furthermore, This movie also shows cultural identity through the use of Spanish and traditional Colombian elements.