Artikelilmiahs

Menampilkan 47.001-47.020 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4700150387A1C018022Motivasi Konsumen dalam Mengonsumsi Teh Lokal Pekalongan di Kabupaten Pekalongan Menggunakan Means-End ChainPersaingan ketat antar perusahaan teh di Kabupaten Pekalongan menuntut
produsen untuk memahami motivasi konsumen dalam memilih produk teh lokal.
Selain faktor persaingan, konsumsi teh telah menjadi bagian dari kebiasaan
masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
sosiodemografi dan motivasi konsumen dalam mengonsumsi teh lokal Pekalongan.
Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling dengan
jumlah responden sebanyak 100 orang. Pendekatan pada penelitian ini
menggunakan pendekatan means-end chain yang diawali dengan wawancara
laddering untuk menggali atribut, konsekuensi, dan nilai yang diasosiasikan
konsumen terhadap produk teh lokal. Pengolahan data dilakukan dengan
menggunakan Microsoft Excel. Analisis dilanjutkan dengan koding, pembuatan
implikasi matriks, perhitungan cut-off level, dan visualisasi dalam bentuk Hierarchy
Value Map (HVM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden
adalah perempuan berusia 26–35 tahun, berpendapatan Rp2–3 juta, dengan latar
belakang pendidikan SMA/SMK, serta berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan
karyawan. Terdapat empat atribut utama yang memotivasi konsumsi, yaitu ‘harga
murah’, ‘rasa (enak, nikmat, kuat)’, ‘aroma harum/wangi’, dan ‘kemasan’, dengan
atribut ‘rasa’ sebagai yang paling dominan. Enam manfaat (konsekuensi) yang
ditemukan antara lain ‘hemat pengeluaran’, ‘tubuh rileks’, ‘semangat’,
‘menyegarkan’, ‘praktis’, dan ‘mengurangi stres’, dengan dominasi pada manfaat
‘tubuh rileks’. Sementara itu, lima nilai yang teridentifikasi yaitu ‘bahagia’,
‘kebutuhan tercukupi’, ‘merasa sehat’, ‘hidup/pikiran tenang’, dan ‘aktivitas
lancar/fokus’, dengan nilai dominan ‘kebutuhan tercukupi’. Temuan ini diharapkan
dapat menjadi dasar bagi produsen teh lokal untuk mengembangkan produk sesuai
dengan motivasi dan preferensi konsumen.
The intense competition among tea companies in Pekalongan Regency
necessitates that producers understand consumer motivations in selecting local tea
products. In addition to competitive factors, tea consumption is deeply embedded in
the daily habits of the local community. This study aims to identify the
sociodemographic characteristics and consumer motivations behind the
consumption of local Pekalongan tea. The research employed purposive and
snowball sampling techniques, with a total of 100 respondents. The means-end
chain (MEC) approach was utilized, beginning with laddering interviews to explore
attributes, consequences, and values associated with local tea consumption. Data
processing was conducted using Microsoft Excel, followed by coding, creation of
an implication matrix, cut-off level calculation, and visualization through a
Hierarchy Value Map (HVM). The results show that the majority of respondents
were women aged 26 to 35 years, earning between IDR 2 to 3 million, with senior
high school (SMA/SMK) educational backgrounds, primarily housewives and
employees. Four primary attributes motivating consumption were identified:
affordable price, taste (delicious, strong, enjoyable), pleasant aroma, and
packaging, with taste being the most dominant attribute. Six consequences were
found, including cost-saving, body relaxation, increased energy, refreshment,
practicality, and stress reduction, with body relaxation as the dominant
consequence. Five core values emerged: happiness, fulfilled needs, feeling healthy,
peace of mind, and smooth/focused activities, with fulfilled needs being the most
dominant value. These findings provide valuable insights for local tea producers to
develop products aligned with consumer motivations and preferences.
4700250388J1D021061ANALISIS BENTUK TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN FUNGSINYA DALAM UNGGAHAN ENDORSEMENT DI AKUN INSTAGRAM RACHEL VENNYAPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam unggahan endorsement di akun Instagram Rachel Vennya periode Agustus–Desember 2024. Latar belakang penelitian ini adalah maraknya penggunaan media sosial sebagai sarana promosi yang memanfaatkan strategi komunikasi persuasif melalui tindak tutur. Penelitian menggunakan teori tindak tutur Austin dan Searle dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dari video endorsement di Instagram Story @rachelvennya dikumpulkan melalui metode simak dengan teknik sadap, rekam, dan catat, lalu dianalisis dengan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan empat bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu asertif (70 data), direktif (39), ekspresif (21), dan komisif (1), tanpa temuan bentuk deklaratif. Ditemukan sembilan fungsi tindak tutur dengan tiga fungsi dominan: memberitahukan, menyarankan, dan memuji. Pemilihan bentuk tuturan terlihat strategis dalam mengaktualisasikan fungsi yang efektif untuk tujuan persuasif.This study aims to describe the forms and functions of illocutionary speech acts in endorsement posts on Rachel Vennya’s Instagram account during the period of August–December 2024. The research is motivated by the widespread use of social media as a promotional medium that employs persuasive communication strategies through speech acts. The study applies Austin’s and Searle’s speech act theory using a qualitative descriptive approach. Data in the form of words, phrases, clauses, and sentences from endorsement videos on @rachelvennya’s Instagram Stories were collected through observation using tapping, recording, and note-taking techniques, then analyzed using Miles and Huberman’s interactive analysis model. The findings reveal four types of illocutionary acts: assertive (70 data), directive (39), expressive (21), and commissive (1), with no declarative acts identified. Nine speech act functions were found, with three dominant functions: informing, suggesting, and praising. The choice of speech act forms was shown to be strategic in realizing functions that are most effective for persuasive purposes.
4700350389A1A020067Persepsi Wisatawan dan Dampak Ekonomi terhadap Masyarakat yang Tinggal di Sekitar Agrowisata Mina Padi Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas Jawa TengahAgrowisata berbasis mina padi di Desa Panembangan memiliki potensi sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus mendukung program Smart Fisheries Village (SFV) melalui integrasi sektor pertanian dan pariwisata berkelanjutan. Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah belum optimalnya fasilitas dan aksesibilitas agrowisata yang menyebabkan pengunjung tidak bertahan lama di lokasi, serta belum tersedianya kajian ilmiah mengenai persepsi wisatawan terhadap komponen destinasi wisata maupun dampak ekonomi yang dirasakan oleh masyarakat lokal pelaku usaha di kawasan agrowisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi wisatawan terhadap komponen utama destinasi wisata, serta menganalisis dampak ekonomi yang dirasakan terhadap masyarakat lokal pelaku usaha setelah adanya pengembangan agrowisata.
Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Persepsi wisatawan dianalisis menggunakan skala likert dan data diuji validitas serta reliabilitasnya. Dampak ekonomi dianalisis melalui perbandingan pendapatan dikurangi pengeluaran rumah tangga sebelum dan sesudah terlibat dalam agrowisata menggunakan uji wilcoxon signed rank test, sedangkan penyerapan tenaga kerja dianalisis secara deskriptif kualitatif. Sampel terdiri dari 75 orang wisatawan yang dipilih melalui accidental sampling dan 20 pelaku usaha lokal yang diambil secara sensus. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi wisatawan terhadap agrowisata Smart Fisheries Village - “Svarga Minapadi” Desa Panembangan tergolong dalam kategori "baik", terutama pada aspek daya tarik dan sebagian indikator aksesibilitas, meskipun terdapat penilaian kurang baik pada indikator lebar jalan serta catatan pada aspek fasilitas. Hasil penelitian terkait dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat lokal menunjukkan adanya peningkatan pendapatan rumah tangga dan bertambahnya peluang kerja di sektor agrowisata, yang dirasakan oleh 17 dari 20 pelaku usaha, sementara 3 responden belum merasakan peningkatan signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa distribusi dampak masih belum merata. Penyerapan tenaga kerja terjadi baik dalam lingkup keluarga maupun masyarakat sekitar. Kesimpulannya, agrowisata Smart Fisheries Village - “Svarga Minapadi” Desa Panembangan memberikan dampak ekonomi yang signifikan secara statistik dan membuka peluang kerja, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek fasilitas, aksesibilitas, serta kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan manajemen, inovasi produk, dan penguatan dukungan pemasaran.
The mina padi-based agrotourism in Panembangan Village holds significant potential as a driver of local economic development while supporting the Smart Fisheries Village (SFV) program through the integration of sustainable agriculture and tourism sectors. The core problems addressed in this study include suboptimal facilities and accessibility, which lead to short visitor stays, and the lack of scientific research concerning both tourist perceptions of destination components and the economic impact experienced by local business actors in the agrotourism area. This research aims to examine tourist perceptions of the core components of the destination and analyze the economic impact on local business actors following the development of agrotourism.
A mixed-method approach combining quantitative and qualitative techniques was employed. Tourist perceptions were analyzed using a Likert scale, with validity and reliability tests conducted. Economic impact was analyzed through a comparison of discretionary household income before and after the implementation of agrotourism using the wilcoxon signed-rank test, while employment absorption was analyzed descriptively through qualitative data. The sample consisted of 75 tourists selected through accidental sampling and 20 local business actors selected using a census method. Primary data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation.
The results indicate that tourist perceptions of the Smart Fisheries Village – "Svarga Minapadi” agrotourism in Panembangan Village fall into the “good” category, particularly in the aspects of attractions and certain accessibility indicators. However, shortcomings were noted in road width and various facility-related aspects. The findings on economic impact reveal an increase in household discretionary income and expanded employment opportunities in the agrotourism sector, as reported by 17 out of 20 business actors, while 3 respondents have not yet experienced significant improvement. This suggests that the distribution of economic benefits remains uneven. Employment opportunities have emerged both within family settings and the broader community. In conclusion, the Smart Fisheries Village – "Svarga Minapadi” agrotourism in Panembangan Village provides a statistically significant economic impact and generates employment opportunities. However, further improvements are needed in the areas of facility enhancement, accessibility, and capacity building for local business actors through management training, product innovation, and strengthened marketing support.
4700450390E1A020222DISPARITAS PIDANA DALAM TINDAK PIDANA KEKERASAN TERHADAP ANAK MENGAKIBATKAN KEMATIAN OLEH ORANG TUA (Studi Putusan Nomor. 26/Pid.Sus/2024/PN Pwt dan Putusan Nomor. 19/Pid.Sus-Anak/2022/PN Clp)Disparitas pidana dalam tindak pidana kekerasan terhadap anak yang mengakibatkan kematian yang dilakukan oleh orangtua, dengan studi pada dua putusan pengadilan yaitu Putusan Pengadilan Negeri Purwokerto Nomor. 26/Pid.Sus/2024/PN Pwt dan Putusan Pengadilan Negeri Cilacap Nomor. 19/Pid.Sus-Anak/2022/PN Clp. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan penjatuhan pidana terhadap pelaku tindakan kekerasan yang berujung pada kematian bayi yang baru dilahirkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam memutus pidana terdapat perbedaan dasar pertimbangan hukum hakim yakni mengenai keadaan yang memberatkan dan meringankan sehingga kedua putusan tersebut terjadi disparitas pidana. Disparitas pidana dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain kebebasan hakim untuk berfikir dan menilai pembuktian, pertimbangan hal-hal
yang meringankan, serta perbedaan orientasi hakim terhadap tujuan pemidanaan, sehingga menghasilkan perbedaan penjatuhan hukuman yang signifikan.
Criminal disparities in violent crimes against children resulting in death committed by parents, with a study of two court decisions, namely the Purwokerto District Court Decision Number 26/Pid.Sus/2024/PN Pwt and the Cilacap District Court Decision Number 19/Pid.Sus-Anak/2022/PN Clp. This study was motivated by the disparity in sentencing for perpetrators
of violent acts resulting in the death of a newborn baby. The research method employed was a normative legal approach, combining a legislative framework analysis and a case-based analysis. The results of the study indicate that judges in imposing criminal penalties have differing legal
considerations, particularly regarding aggravating and mitigating circumstances, leading to disparities in criminal penalties between the two decisions. Sentencing disparities are influenced by several factors, including judges' discretion in interpreting evidence, consideration of mitigating factors, and differing judicial orientations toward the objectives of sentencing, resulting in significant variations in the imposition of penalties.
4700550391H1B021086ANALIS SEBARAN GENANGAN TSUNAMI DARI SIMULASI KETINGGIAN TSUNAMI MENGGUNAKAN CORNELL MULTI-GRID COUPLED TSUNAMI
( COMCOT) STUDI KASUS PELABUHAN RATU
Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap bencana tsunami karena berada di wilayah Cincin Api Pasifik dan berdekatan dengan zona subduksi aktif. Salah satu wilayah yang memiliki risiko tinggi terhadap tsunami adalah Kecamatan Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran genangan tsunami di wilayah Pelabuhanratu dengan menggunakan perangkat lunak Cornell Multi-grid Coupled Tsunami ( COMCOT) sebagai model simulasi numerik.
Simulasi dilakukan berdasarkan data batimetri, topografi, dan parameter gempa dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia 2017. Menggunakan gempa bersumber disegmen megatrust selat sunda magnitude 8,7. Hasil simulasi berupa elevasi maksimum gelombang tsunami, waktu tiba tsunami, dan peta inundasi. Data output dari COMCOT dikonversi menggunakan Octave dan diolah menjadi peta raster menggunakan QGIS, serta dianalisis untuk melihat wilayah terdampak.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketinggian maksimum gelombang tsunami mencapai 9,75 meter dengan waktu kedatangan 1400 detik (23,3 menit) pada titik observasi 6, yang terletak di dekat area aktivitas masyarakat. Penjalaran gelombang tsunami juga dapat divisualisasikan dalam interval waktu tertentu untuk mendukung analisis waktu tanggap bencana. Peta genangan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan jalur evakuasi, penentuan zona rawan bencana, serta perencanaan tata ruang yang lebih aman di kawasan pesisir. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam upaya mitigasi risiko tsunami serta meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana alam.
Indonesia is highly vulnerable to tsunami disasters due to its location along the Pacific Ring of Fire and its proximity to active subduction zones. One of the areas at high risk of tsunami is Pelabuhanratu District, Sukabumi Regency, West Java. This study aims to analyze the distribution of tsunami inundation in the Pelabuhanratu area using the Cornell Multi-grid Coupled Tsunami ( COMCOT) software as a numerical simulation model.
The simulation was conducted based on bathymetric data, topographic data, and earthquake parameters derived from the 2017 Indonesian Earthquake Source and Hazard Map. The simulation results include maximum tsunami wave elevation, tsunami arrival time, and inundation maps. The output data from COMCOT were converted using Octave and processed into raster maps using QGIS, then analyzed to identify affected areas. The results show that the maximum tsunami wave height reached 9.75 meters at Observation Point 6, located near an area of significant community activity. Tsunami wave propagation was also visualized in specific time intervals to support early warning response analysis.
The resulting inundation maps can be used as a reference for evacuation route planning, disaster-prone zoning, and safer coastal spatial planning. This study is expected to contribute to tsunami risk mitigation efforts and increase public awareness and preparedness for natural disasters.
4700650393E1A021093POLITIK KRIMINAL PADA PENANGGULANGAN TINDAK PIDANA PENGGELAPAN DALAM KORPORASI (STUDI DI WILAYAH HUKUM POLRESTA BANYUMAS)Tindak Pidana Penggelapan dalam korporasi merupakan salah satu bentuk kejahatan ekonomi yang banyak terjadi di lingkungan perusahaan, khususnya yang memenuhi pasal 374 KUHP, yaitu oknum internal yang memanfaatkan jabatan atau kepercayaan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktorfaktor penyebab terjadinya penggelapan dalam korporasi serta mengkaji upaya penanggulangan yang dilakukan berdasarkan pendektan politik kriminal, baik melalui sarana penal maupun non-penal. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan spesifikasi deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor penyebab utama tindak pidana penggelapan dalam korporasi dapat meliputi motivasi ekonomi, rendahnya integritas pelaku dan lemahnya pengawasan internal. Penanggulangan dilakukan melalui penegakan hukum pidana (penal) seperti pemidanaan dan penyitaan, serta pencegahan (nonpenal) melalui himbauan, sosialisasi yang dilakukan oleh Satbinmas (Satuan Pembinaan Masyarakat), penguatan sistem kontrol internal, dan konsultasi hukum yang diberikan oleh pihak Satreskrim kepada para legal perusahaan. Saran yang diberikan antara lain perlunya peningkatan pengawasan internal korporasi secara lebih ketat, yang dapat dilakukan dengan adanya pengecekan secara rutin.The crime of embezzlement in corporations is one form of economic crime that occurs in many corporate environments, especially those that fulfill Article 374 of the Criminal Code, namely internal individuals who take advantage of the position or trust given. This research aims to identify the factors that cause embezzlement in corporations and examine the countermeasures taken based on the criminal political approach, both through penal and non-penal means. The research method used is empirical juridical with qualitative descriptive specifications. Data were obtained through interviews and literature studies, then analyzed qualitatively. The results showed that the main causative factors of embezzlement in corporations can include economic motivation, low integrity of the perpetrators and weak internal supervision. Countermeasures are carried out through criminal law enforcement (penal) such as punishment and confiscation, as well as prevention (non-penal) through appeals, socialization conducted by Satbinmas (Community Development Unit), strengthening internal control systems, and legal consultations provided by Satreskrim to legal companies. The suggestions given include the need to increase the internal control of the corporation more strictly, which can be done by checking regularly.
4700750394E1A020275PELAKSANAAN RESTORATIVE JUSTICE DALAM PERKARA PIDANA
DI WILAYAH HUKUM KEJAKSAAN NEGERI CILACAP
Restorative justice merupakan proses penyelesaian yang dilakukan di luar system
peradilan pidana (Criminal Justice System) yang melibatkan pelaku, korban,
keluarga korban dan pihak lain yang terkait dalam suatu tindak pidana, secara
bersama-sama mencari penyelesaian terhadap tindak pidana tersebut dan
implikasinya, dengan menekankan pemulihan dan bukan pembalasan. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui proses pelaksanaan Restorative Justice dalam perkara
pidana diwilayah hukum Kejaksaan Negeri Cilacap. Penelitian ini menggunakan
metode pendekatan yuridis sosiologis. Spesifikasi penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif dengan jenis sumber data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah interview atau wawancara, observasi tak berperan, dan
studi pustaka. Pengolahan data digunakan metode reduksi data, display data, dan
kategorisasi data, serta analisis data dilakukan secara kualitatif. Teori Penelitian ini
menggunakan teori Restorative Justice dan sistem hukum. Hasil penelitian dan
pembahasan, menunjukkan bahwa pelaksanaan Restorative Justice dalam perkara
pidana di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Cilacap sesuai dengan ketentuan
hukum yang berlaku, khususnya Peraturan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor
15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restorative Justice.
Terdapat empat faktor yang menghambat pelaksanaan Restorative Justice dalam
perkara pidana di wilayah hukum Kejaksaan Negeri Cilacap yaitu faktor struktur
hukum, faktor substansi hukum, faktor kultur hukum, dan faktor pelaku dan korban.
Restorative Justice is a process of dispute resolution carried out outside the
criminal justice system, involving the offender, the victim, the victim’s family, and
other parties related to a criminal act. Together, they seek a resolution to the crime
and its implications, emphasizing restoration rather than retribution. This study
aims to examine the process of implementing restorative justice in criminal cases
within the jurisdiction of the Cilacap District Prosecutor’s Office. The research
adopts a juridical-sociological approach. The specification of this research is
descriptive-qualitative, utilizing both primary and secondary data sources. Data
collection techniques include interviews, non-participant observation, and
literature review. Data processing was conducted through data reduction, data
display, and data categorization, while data analysis was performed qualitatively.
The theoretical framework of this study is based on Restorative Justice theory and
the legal system. The findings and discussion indicate that the implementation of
restorative justice in criminal cases within the jurisdiction of the Cilacap District
Prosecutor’s Office complies with applicable legal provisions, particularly the
Regulation of the Attorney General of the Republic of Indonesia Number 15 of 2020
concerning the Termination of Prosecution Based on Restorative Justice.
Furthermore, four factors were identified as inhibiting the implementation of
restorative justice in criminal cases within the jurisdiction of the Cilacap District
Prosecutor’s Office: the legal structure, the substance of the law, legal culture, and
the roles of the offender and the victim.
4700850397J1A021027Subtitling Strategies and Acceptability of Deadpool’s Humor in the “Deadpool & Wolverine” MovieHumor is a complex nuanced phenomenon, and its translation poses unique challenges, particularly in the context of audiovisual media, where timing and space constraints must be considered. This research investigates the subtitling strategies and the acceptability of humor translation in the “Deadpool & Wolverine” movie (2024), focusing specifically on the humorous utterances of the character Deadpool. This study aims to identify the types of humor found in Deadpool’s utterance, the subtitling strategies employed by the translator, and the acceptability of the translated humor from English to Indonesian. Utilizing Hay’s (1995) classification of humor, Gottlieb’s (1992) subtitling strategies, and Nababan’s (2012) translation acceptability assessment model, this qualitative descriptive study examined 234 data of humor from the movie. The findings reveal that observational humor is the most common type of humor found (22.7%) because the Deadpool character often responds to situations or statements from his interlocutors with spontaneous and witty comments rooted in the immediate context of the scene, while the paraphrasing strategy is most often used in translation (27.4%) because the structure or meaning of Deadpool’s humor often requires sentence restructuring that keeps the humorous message clearly and culturally relevant, and the majority of the translation results are in the acceptable category (61.5%) because the choice of strategies used by the translator is able to maintain the flexibility of the language, cultural appropriateness, and Deadpool’s distinctive humor style that makes it sound natural to the target audience. These results underscore the importance of culturally aware and context-sensitive subtitling strategies to preserve humor and ensure naturalness in the target language. This study contributes to audiovisual translation studies by providing insight into how humor can be effectively rendered across languages and cultures through subtitling.Humor merupakan fenomena yang kompleks dengan nuansa budaya, sehingga penerjemahannya menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam media audiovisual yang memiliki keterbatasan waktu dan ruang tampilan. Penelitian ini mengkaji strategi subtitle dan tingkat keberterimaan terjemahan humor dalam film “Deadpool & Wolverine” (2024), dengan fokus khusus pada ujaran humor karakter Deadpool. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis-jenis humor dalam ujaran Deadpool, strategi subtitle yang digunakan oleh penerjemah, serta tingkat keberterimaan hasil terjemahannya dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menerapkan klasifikasi humor dari Hay (1995), strategi subtitle dari Gottlieb (1992), dan model penilaian keberterimaan terjemahan dari Nababan (2012). Sebanyak 234 data humor dianalisis dari film tersebut. Hasil penelitian menunjukkan humor observasional menjadi jenis humor paling banyak ditemukan (22,7%) karena karakter Deadpool kerap menanggapi situasi atau ucapan lawan bicaranya dengan komentar spontan dan cerdas yang berakar pada konteks langsung adegan, sementara strategi parafrase paling sering digunakan dalam menerjemahkan (27,4%) karena struktur atau makna humor Deadpool sering memerlukan perombakan kalimat yang menjaga pesan lucu tetap tersampaikan dengan jelas dan relevan secara budaya, dan mayoritas hasil terjemahan masuk kategori acceptable (61,5%) karena pilihan strategi-strategi yang digunakan penerjemah mampu mempertahankan keluwesan bahasa, kesesuaian budaya, serta gaya humor khas Deadpool yang membuat terdengar alami bagi target audiens. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan strategi subtitle yang sensitif terhadap konteks dan budaya untuk mempertahankan efek humor serta memastikan kealamian bahasa dalam bahasa sasaran. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian penerjemahan audiovisual dengan menunjukkan bagaimana humor dapat disampaikan secara efektif lintas bahasa dan budaya melalui subtitle.
4700950398A1A021064Niat Untuk Berprofesi Sebagai Petani pada Mahasiswa Program Studi Agroteknologi di Kabupaten BanyumasSektor pertanian di Indonesia menghadapi krisis struktural berupa stagnasi regenerasi petani yang mengkhawatirkan. Fenomena aging farmer semakin nyata dengan lebih dari 72% petani berusia di atas 43 tahun dan hanya sekitar 28% berasal dari generasi muda, sementara jumlah petani terus menurun dan tingkat pendidikan didominasi lulusan sekolah dasar. Paradoks yang terjadi adalah meskipun jumlah mahasiswa di fakultas pertanian mengalami peningkatan setiap tahunnya, minat lulusan untuk berprofesi sebagai petani justru terus menurun akibat stigma negatif dan anggapan bahwa sektor non-pertanian menawarkan prospek yang lebih baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat niat mahasiswa untuk berprofesi sebagai petani, (2) menganalisis variabel kontruk TPB dalam membentuk niat mahasiswa, dan (3) menganalisis pengaruh penambahan variabel pembelajaran eksperiensial dalam membentuk niat mahasiswa.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara mendalam yang dilaksanakan di tiga universitas di Kabupaten Banyumas, yaitu Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Nahdlatul Ulama selama periode Maret–Mei 2025. Objek penelitian adalah niat mahasiswa Program Studi Agroteknologi terhadap profesi petani. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan pendekatan inverse square root method dari Kock & Hadaya untuk menentukan jumlah sampel minimal sebanyak 155. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Google Form, wawancara langsung, dan dokumentasi dengan pengukuran skala Likert lima tingkat. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software WarpPLS 7.0 untuk menguji hubungan antara variabel eksogen (sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan pembelajaran eksperiensial) dengan variabel endogen (niat mahasiswa berprofesi sebagai petani).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat niat mahasiswa untuk berprofesi sebagai petani tergolong kategori tinggi, namun petani bukanlah pilihan profesi utama mereka karena memerlukan modal dan pengalaman yang memadai. Seluruh variabel konstruk TPB (sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku) dan pembelajaran eksperiensial terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat mahasiswa untuk berprofesi sebagai petani. Variabel pembelajaran eksperiensial terbukti dapat meningkatkan kemampuan model dalam memprediksi niat, menunjukkan pentingnya pengalaman belajar langsung dalam membentuk preferensi karier. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaruh pembelajaran eksperiensial serta kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam menentukan pilihan karier mahasiswa sebagai petani. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan dan kebijakan yang lebih terintegrasi dalam mendukung regenerasi petani di Indonesia, termasuk peningkatan program magang dan praktik lapangan, pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.
Indonesia's agricultural sector faces a structural crisis characterized by concerning stagnation in farmer regeneration. The aging farmer phenomenon is increasingly evident, with more than 72% of farmers aged over 43 years and only approximately 28% from the younger generation, while the number of farmers continues to decline and education levels are dominated by elementary school graduates. A paradox exists where despite the annual increase in the number of students in agricultural faculties, graduate interest in pursuing careers as farmers continues to decline due to negative stigma and the perception that non-agricultural sectors offer better prospects. Based on these issues, this research aims to (1) analyze the level of student intention to pursue careers as farmers, (2) analyze TPB construct variables in forming student intentions, and (3) analyze the influence of adding experiential learning variables in forming student intentions.
This research utilizes a mixed methods research approach. The research utilizes survey methods for primary data collection through questionnaires and in-depth interviews conducted at three universities in Banyumas Regency: Jenderal Soedirman University, Muhammadiyah University of Purwokerto, and Nahdlatul Ulama University during March-May 2025. The research object is the intention of Agrotechnology Study Program students toward farming professions. Sampling uses quota sampling technique with the inverse square root method approach from Kock & Hadaya to determine a minimum sample size of 155. Data collection was conducted through Google Form questionnaires, direct interviews, and documentation using five-point Likert scale measurements. Data analysis uses Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with WarpPLS 7.0 software to examine the relationship between exogenous variables (attitude, subjective norm, perceived behavioral control, and experiential learning) and endogenous variables (student intention to pursue farming careers).
The research results show that the level of student intention to pursue careers as farmers is categorized as high; however, farming is not their primary career choice as it requires adequate capital and experience. All TPB construct variables (attitude, subjective norm, perceived behavioral control) and experiential learning proved to have positive and significant effects on student intention to pursue careers as farmers. The experiential learning variable proved to enhance the model's ability to predict intention, demonstrating the importance of direct learning experiences in shaping career preferences. These findings affirm the importance of experiential learning influence as well as the abilities and skills acquired during coursework in determining students' career choices as farmers. Therefore, more integrated educational strategies and policies are needed to support farmer regeneration in Indonesia, including enhancement of internship and field practice programs, and development of more applicative curricula.
4701050399C1B019002PENGARUH HUBUNGAN PARASOSIAL TERHADAP PEMBELIAN IMPULSIF MELALUI EMOSI POSITIF YANG DIMODERASI OLEH SELF CONTROL (STUDI KASUS PADA ARMY DI INDONESIA )
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan parasosial terhadap pembelian impulsif penggemar BTS dengan mempertimbangkan emosi positif sebagai variabel mediasi dan selfcontrol sebagai variabel moderasi. Studi kasus dilakukan pada penggemar BTS (ARMY) di Indonesia
yang telah membeli merchandise melalui aplikasi Weverse Shop. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 178 responden yang diperoleh melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modelling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan parasosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap emosi positif dan pembelian impulsif. Emosi positif terbukti berpengaruh signifikan terhadap pembelian impulsif serta memediasi hubungan antara hubungan parasosial dan pembelian impulsif. Namun, self-control tidak terbukti memoderasi hubungan emosi positif dengan pembelian impulsif. Temuan ini menegaskan relevansi teori Stimulus-Organism-Response (SOR) dalam menjelaskan bagaimana stimulus berupa kedekatan emosional dengan idola (parasosial) memunculkan respons berupa perilaku konsumsi impulsif.
This study aims to analyze the influence of parasocial relationships on impulsive buying by BTS fans, considering positive emotions as a mediating variable and self-control as a moderating variable. The case study was conducted on BTS fans (ARMY) in Indonesia who have purchased merchandise through the Weverse Shop application. This study used a quantitative approach with a purposive sampling technique, involving 178 respondents obtained through an online questionnaire. Data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling (SEM) method based on Partial Least Squares (PLS). The results showed that parasocial relationships have a positive and significant effect on positive emotions and impulsive buying. Positive emotions were shown to significantly influence impulsive buying and mediate the relationship between parasocial relationships and impulsive buying. However, self-control was not shown to moderate the relationship between positive emotions and impulsive buying. These findings confirm the relevance of the Stimulus-Organism-Response (SOR) theory in explaining how stimuli in the form of emotional closeness with idols (parasocials) elicit responses in the form of impulsive consumption behavior.
4701150400E1A021061DISPARITAS PIDANA PADA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN TERHADAP HEWAN
(Studi Putusan No. 33/Pid.B/2023/PN. Kfm dan Studi Putusan No. 22/Pid.B/2019/PN. Bsk)
Disparitas pidana merupakan perbedaan penjatuhan hukuman terhadap tindak pidana yang serupa, yang dapat menimbulkan ketidakpastian hukum dan rasa ketidakadilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan unsur-unsur tindak pidana serta dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana pada kasus penganiayaan hewan, dengan studi pada Putusan Nomor 33/Pid.B/2023/PN. Kfm dan Putusan Nomor 34/Pid.B/2023/PN. Kfm serta Putusan Nomor 22/Pid.B/2019/PN. Bsk. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan preskriptif-analitis. Bahan hukum diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara kualitatif normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur subjektif dan objektif dari tindak pidana penganiayaan hewan telah terpenuhi dalam kedua perkara, namun terdapat perbedaan pertimbangan hakim yang menimbulkan disparitas pemidanaan. Oleh karena itu, disarankan agar aparat penegak hukum menerapkan Pasal 302 KUHP secara konsisten, serta diperlukan pedoman pemidanaan yang jelas dalam menilai faktor yang meringankan dan memberatkan. Pendekatan keadilan restoratif juga perlu dipertimbangkan, khususnya dalam kasus berdampak ringan, disertai peningkatan edukasi hukum kepada masyarakat mengenai kewajiban pemilik hewan guna mencegah kelalaian yang berujung tindak pidana.Sentencing disparity refers to the differences in punishment imposed for similar criminal offenses, which may lead to legal uncertainty and a sense of injustice. This study aims to examine the application of criminal elements and the basis of judicial considerations in sentencing animal cruelty cases, using a case study approach to Decision No. 33/Pid.B/2023/PN. Kfm, Decision No. 34/Pid.B/2023/PN. Kfm, and Decision No. 22/Pid.B/2019/PN. Bsk. The research employs a normative juridical method with a prescriptive-analytical approach. Legal materials were obtained through library research and analyzed using qualitative normative analysis. The findings indicate that the subjective and objective elements of animal cruelty offenses were fulfilled in all decisions. However, differences in judges’ considerations led to disparities in sentencing. Therefore, it is recommended that law enforcement officials, especially judges, apply Article 302 of the Indonesian Penal Code consistently. Clear sentencing guidelines are needed to assess aggravating and mitigating factors. Restorative justice should also be considered, particularly in minor-impact cases, along with increased legal education for the public regarding the responsibilities of animal owners to prevent negligence that may lead to criminal acts.
4701250401C1B021069ANALISIS DATA UNTUK OPTIMALISASI SAFETY STOCK DAN REORDER POINT DALAM MANAJEMEN RANTAI PASOK BERBASIS PERAMALAN PERMINTAAN JANGKA MENENGAH (Studi pada Perusahaan Kerupuk Hikmat Si Geboy Tea Tasikmalaya)

Perusahaan Kerupuk Hikmat Si Geboy Tea Tasikmalaya mengalami gangguan produksi akibat keterlambatan pengadaan bahan baku dan prediksi permintaan yang masih berbasis intuisi pemilik. Penelitian ini bertujuan menganalisis metode peramalan paling akurat untuk meramalkan permintaan kerupuk dan menentukan strategi pengelolaan rantai pasok optimal melalui perhitungan safety stock (SS) dan reorder point (ROP). Data penjualan harian tahun 2022–2024 dianalisis menggunakan Moving Average, Exponential Smoothing, Linear Regression, dan ARIMA. Evaluasi akurasi menunjukkan ARIMA (1,0,0) terbaik dengan MAPE 6,38%, MAE 53,89, dan MSE 3.886.554.926. Berdasarkan ARIMA, perhitungan safety stock dan ROP untuk lead time 1 hari adalah 438 pcs dan 28.889 pcs, sedangkan untuk 2 hari adalah 620 pcs dan 57.542 pcs. Simulasi service level menunjukkan efisiensi safety stock hingga 46% dibanding baseline perusahaan tanpa menurunkan kualitas layanan. Hasil ini membuktikan bahwa peramalan berbasis data, khususnya ARIMA, dapat meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi risiko kekurangan bahan baku, dan membantu perusahaan mempertahankan tingkat layanan pelanggan secara optimal.Kerupuk Hikmat Si Geboy Tea Tasikmalaya Company experienced production disruptions due to delays in raw material procurement and demand forecasts that were still based on the owner's intuition. This study aims to analyze the most accurate forecasting method for predicting cracker demand and determine the optimal supply chain management strategy through safety stock (SS) and reorder point (ROP) calculations. Daily sales data from 2022–2024 were analyzed using Moving Average, Exponential Smoothing, Linear Regression, and ARIMA. Accuracy evaluation showed that ARIMA (1,0,0) was the best with MAPE 6.38%, MAE 53.89, and MSE 3,886,554,926. Based on ARIMA, the safety stock and ROP calculations for a 1-day lead time are 438 units and 28,889 units, while for a 2-day lead time, they are 620 units and 57,542 units. The service level simulation shows a safety stock efficiency of up to 46% compared to the company's baseline without compromising service quality. These results demonstrate that data-driven forecasting, particularly ARIMA, can enhance operational efficiency, reduce the risk of raw material shortages, and help companies maintain optimal customer service levels.
4701350402J0A022015Creating a News Writing Guidance Book: Best Practices and Strategies for Engaging Readers Penulis membuat sebuah buku panduan online yang berjudul “News Writing Made Easy: A Step by Step to English News Reporting and Writing”. Tujuan utama dalam pembuatan buku e-guidance ini adalah untuk membuat buku panduan menulis berita bahasa Inggris yang praktis dan sistematis, khususnya bagi para peserta magang atau kontributor baru. Buku ini dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas pemberitaan di RRI Purwokerto serta memberikan pemahaman yang mendalam mengenai teknik, etika, dan gaya penulisan jurnalistik yang sesuai dengan standar penyiaran RRI. Di era digital seperti sekarang ini, kebutuhan akan konten berita yang tidak hanya informatif namun juga menarik minat pembaca menjadi sangat penting. Oleh karena itu, buku panduan elektronik ini disusun sebagai jembatan antara penulisan berita tradisional dan tuntutan pembaca digital yang terus berkembang. Proses pembuatan buku panduan ini dilakukan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penulis mempelajari praktik-praktik terbaik dalam penulisan berita dengan mengamati struktur penulisan, mewawancarai jurnalis profesional, dan menganalisa berita yang telah dipublikasikan. Selain itu, penulis juga terlibat langsung dalam peliputan berbagai kegiatan seperti seminar, festival budaya, hari besar nasional, dan program siaran studio, yang kesemuanya menjadi bagian penting dalam pengembangan isi buku panduan. Buku panduan yang berjudul “News Writing Made Easy: A Step by Step to English News Reporting and Writing” ini akhirnya disusun secara sistematis dengan desain visual yang profesional, penggunaan ilustrasi yang mendukung, dan tipografi yang mudah dibaca. Panduan ini tidak hanya membantu para peserta magang di RRI Purwokerto, namun juga direkomendasikan untuk disebarluaskan kepada lembaga atau komunitas jurnalistik lainnya. Dengan adanya panduan ini, diharapkan standar penulisan berita dapat meningkat, sekaligus memperkuat keterampilan jurnalistik di era digital. Buku e-guide ini akan diformat menjadi versi digital yang mudah diakses melalui QR code. Kehadiran panduan ini sangat penting mengingat dinamika dan tuntutan dalam dunia penyiaran berita yang semakin dinamis, sehingga perlu adanya konsistensi format, gaya penulisan, dan standar etika jurnalistik di RRI Purwokerto.The author created an e-guidance book entitled "News Writing Made Easy: A Step by Step to English News Reporting and Writing". The main objective in creating this e-guidance book is to create a practical and systematic English news writing guidebook, especially for interns or new contributors. The book is designed to help improving the quality of news at RRI Purwokerto as well as providing an in-depth understanding of journalistic techniques, ethics, and writing styles in accordance with RRI broadcasting standards. In this digital era, the need for news content that is not only informative but also engages readers is crucial. Therefore, this e-guidance book was developed as a bridge between traditional news writing and the growing demands of digital readers. The process of creating a guidebook is done through observation, interview, and documentation methods. The author learned best practices in news writing by observing writing structures, interviewing professional journalists, and analyzing published news articles. In addition, the author was also directly involved in covering various activities such as seminars, cultural festivals, national holidays, and studio broadcast programs, all of which became an important part in developing the content of the guidebook. The guidebook entitled "News Writing Made Easy: A Step by Step to English News Reporting and Writing" is finally organized systematically with professional visual design, use of supportive illustrations, and reader-friendly typography. This guide not only helps interns at RRI Purwokerto, but is also recommended for dissemination to other journalistic institutions or communities. With this guide, it is hoped that the standard of news writing can improve, while strengthening journalistic skills in the digital era. This e-guidance book was formatted into a digital version that is easily accessible via QR code. The presence of this guide is very important considering the dynamics and demands in the world of news broadcasting, which helps ensuring consistency in format, writing style, and journalistic ethical standards at RRI Purwokerto.
4701450406A1A019005ANALISIS NILAI TAMBAH MINO DI DESA PEKUNDEN KECAMATAN BANYUMAS KABUPATEN BANYUMAS

Ekonomi Indonesia mengalami tantangan akibat ketidakpastian dalam sistem ekonomi global. Dampak dari ketidakpastian ini menciptakan ketidakstabilan di pasar, yang berpengaruh langsung pada harga bahan baku komoditas. Hal ini menyebabkan fluktuasi dalam kemampuan daya beli masyarakat dan berpotensi memicu krisis ekonomi. Salah satu hal yang membantu dalam mengurangi persoalan ekonomi tersebut adalah adanya industri rumah tangga sektor pengolahan yang ada dalam masyarakat. Mino telah menjadi pilihan utama dalam industri rumah tangga di Desa Pekunden karena alasan-alasan yang menarik bagi produsen dan konsumen. Para perajin memilih untuk memfokuskan produksi mino karena prosesnya menghasilkan tingkat kerusakan yang rendah dibandingkan dengan nopia, serta mempermudah dalam distribusi. Permasalahan utama yang dihadapi oleh produsen produk mino di Desa Pekunden adalah pengelolaan produksi yang belum terhitung dengan baik serta tantangan dalam menghadapi peningkatan harga bahan baku yang dapat berdampak langsung pada harga jual produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya biaya total, penerimaan, pendapatan dan besarnya nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan tepung terigu yang diolah menjadi mino.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, dan lokasi penelitian di Desa Pekunden Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas. Responden pada penelitian ini adalah seluruh populasi dengan jumlah 20 pelaku usaha. Teknik pengambilan data yang dipilih adalah sensus atau sampel jenuh, yaitu teknik pengambilan sampling dengan total responden yang kurang dari 100, oleh karena itu, sampel yang digunakan adalah sensus sehinga semua populasi penelitian ini adalah dijadikan sampel sebagai responden. Analisis data yang digunakan dalam nilai tambah adalah menggunakan metode Hayami serta analisis biaya total produksi, pendapatan dan penerimaan.
Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya industri rumah tangga minimal satu kali produksi sebesar Rp 806.850. Penerimaan pendapatan dari penjualan mino kemasan 1 kilogram sebesar Rp 405.000, sedangkan kemasan 300 gram sebesar Rp 720.000, sehingga total penerimaan sebesar Rp 1.125.000. Sedangkan untuk pendapatan diperoleh sebesar Rp318.150. Nilai tambah industri rumah tangga Mino sebesar Rp 14.717 per kilogram dengan rasio 41,9 persen.
Indonesia's economy is experiencing challenges due to uncertainty in the global economic system. The impact of this uncertainty creates instability in the market, which has a direct effect on the prices of commodity raw materials. This causes fluctuations in people's purchasing power and has the potential to trigger an economic crisis. State that one of the things that help in reducing these economic problems is the existence of household industries in the processing sector in the community. Mino has become the main choice of home industry in Pekunden Village for reasons that appeal to both producers and consumers. Artisans choose to focus on mino production because the process results in a low level of breakage compared to nopia, as well as making distribution easier. The main problem faced by mino producers in Pekunden Village is the unaccounted production management and the challenge of dealing with increasing raw material prices, which can have a direct impact on product selling prices. This research aims to determine the amount of total costs, revenues, income and the amount of added value resulting from processing wheat flour which is processed into mino
The method used in this research is a survey method, and the research location is Pekunden Village, Banyumas District, Banyumas Regency.Respondents in this study were the entire population with a total of 20 business actors. The sampling technique chosen was a census or saturated sample, namely a sampling technique with a total of less than 100 respondents, therefore, the sample used is a census so that all the research population is used as a sample as respondents. The data analysis used in added value is using the Hayami method as well as total cost (TC), income and revenue analysis.
The research results show that average cost of a single production run for the home industry is IDR 806,850. Receipt of revenue from sales of mino 1 kilogram packaging is IDR 405,000, while 300 gram packaging is IDR 720,000, so the total revenue is IDR 1,125,000. Meanwhile, the income obtained is IDR 318,150. The added value of Mino's home industry is IDR 14,717 per kilogram with a ratio of 41.9 percent.
4701550404A1D019203PENGARUH PENGURANGAN DOSIS PUPUK NPK DENGAN APLIKASI PUPUK
ORGANIK HAYATI TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS DAN HASIL
KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)
Produktivitas budidaya kacang hijau di Indonesia seringkali mengalami fluktuasi dan
cenderung rendah, seringkali disebabkan oleh teknik budidaya yang tidak optimal serta
pemupukan yang tidak seimbang. Penggunaan pupuk NPK anorganik secara berlebihan
berkontribusi pada degradasi tanah, menciptakan ketergantungan petani, dan menimbulkan
kerugian ekonomis akibat biaya tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada
pencarian alternatif pemupukan yang lebih berkelanjutan melalui kombinasi pupuk NPK
dosis rendah dengan pupuk organik hayati (POH). Metode yang digunakan dalam penelitian
ini adalah kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengurangan dosis
pupuk NPK dan aplikasi POH terhadap hasil dan karakter fisiologis tanaman kacang hijau,
serta menganalisis interaksi di antara kedua faktor tersebut. Metode penelitian yang
digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Desain
ini menghasilkan 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati
meliputi aspek fisiologis dan hasil panen. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Uji
Ragam (ANOVA), dan jika ditemukan perbedaan nyata, dilanjutkan dengan Uji Jarak
Berganda Duncan (DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk NPK memiliki
pengaruh nyata terhadap kadar klorofil daun, namun tidak menunjukkan pengaruh signifikan
terhadap variabel fisiologis dan hasil panen lainnya. Aplikasi POH secara tunggal tidak
menunjukkan pengaruh nyata pada semua variabel fisiologis maupun hasil kacang hijau.
Tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara pengurangan dosis NPK dan aplikasi POH
terhadap fisiologis dan hasil kacang hijau. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada
pengembangan metode pemupukan yang lebih efisien dan ramah lingkungan, sekaligus
mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sintetis.
The productivity of mung bean cultivation in Indonesia often fluctuates and tends to be low,
often due to suboptimal cultivation techniques and unbalanced fertilization. Excessive use of
2
inorganic NPK fertilizers contributes to soil degradation, creates farmer dependency, and
causes economic losses due to high costs. Therefore, this study focuses on finding more
sustainable fertilization alternatives through the combination of low-dose NPK fertilizer with
organic bio-fertilizer (POH). The method used in this study is quantitative. The aim of this
study is to determine the effect of reducing NPK fertilizer doses and applying POH on green
bean yield and physiological characteristics, as well as analyzing the interaction between
these two factors. The research design used was a Complete Randomized Block Design
(CRBD) with two factor. This design resulted in 9 treatment combinations repeated three
times. The variables observed included physiological aspects and yield. The collected data
were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA), and if significant differences were
found, they were further analyzed using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). The results
showed that NPK fertilizer had a significant effect on leaf chlorophyll content but did not
show a significant effect on other physiological variables and yield. The application of POH
alone did not show a significant effect on all physiological variables or mung bean yields.
No significant interaction was found between NPK dose reduction and POH application on
the physiology and yield of mung beans. This study is expected to contribute to the
development of more efficient and environmentally friendly fertilization methods, while
reducing dependence on synthetic chemical fertilizers
4701650405A1D019030FORMULASI BIOFERTILIZER CAIR BAKTERI PENAMBAT NITROGEN ASAL TANAH PERTANAMAN PADI DI KABUPATEN BANYUMASBerdasarkan penelitian sebelumnya diketahui isolat bakteri AB1t, AB3t, dan PSW1t memiliki kemampuan memfiksasi nitrogen. Adanya kemampuan yang dimiliki oleh bakteri tersebut sehingga memiliki peluang untuk dijadikan sebagai biofertilizer. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui kompatibilitas konsorsium isolat bakteri penambat N (AB1t, AB3t, dan PSW1t) sebagai biofertilizer cair, 2). Mengetahui komposisi formula bahan aktif biofertilizer berdasarkan daya simpan dan daya kecambah tanaman padi, 3). Mengetahui komposisis formula karier biofertilizer berdasarkan daya simpan dan daya kecambah tanaman padi. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sterilisasi alat, pembuatan medium NA, pembuatan medium NB, peremajaan isolat bakteri, uji kompatibilitas isolat bakteri, pembuatan starter isolat bakteri, pembuatan media pembawa/carrier, pembuatan biofertilizer cair, analisis kualitas biofertilizer cair, serta bioassay terhadap bibit tanaman padi. Variabel yang diamati dari analisis kualitas biofertilizer cair, yaitu kompatibilitas isolat bakteri, total populasi bakteri, pH, warna, dan bau. Variabel yang diamati dari bioassay, yaitu daya kecambah benih, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot basah tanaman, dan bobot kering tanaman. Hasil pengamatan diperoleh semua isolat bakteri penambat N dengan kode AB1t, AB3t, dan PSW1t dapat dikonsorsiumkan. Formula biofertilizer cair penambat N yang terbaik berdasarkan uji daya simpan 60 hari dengan jumlah populasi bakteri terbaik adalah N3 sebanyak 7,6 x 103, pH rata-rata tertinggi pada N5 yaitu 4,13. Formula biofertilizer cair penambat N dengan penggunaan konsorsium bakteri dan carrier berdasarkan uji bioassay memberikan pengaruh yang berbeda nyata pada tinggi tanaman dan bobot basah tanaman, dengan hasil rata-rata terbaik pada tinggi tanaman adalah perlakuan N8 yaitu 30,5 cm dan hasil rata-rata terbaik pada bobot basah tanaman adalah perlakuan N8 yaitu 0,163 g.The Based on previous studies, it is known that the bacterial isolates AB1t, AB3t, and PSW1t have the ability to fix nitrogen.. The ability possessed by these bacteria has the opportunity to be used as a biofertilizer. This research aims to 1) Determine the compatibility of a consortium of N-fixing bacterial isolates (AB1t, AB3t, and PSW1t) as a liquid biofertilizer, 2) Identify the composition of active ingredients in the biofertilizer formulation based on the shelf-life tests and germination capacity of rice plants), 3) Knowing the composition of the biofertilizer carrier formulation based on shelf-life and germination capacity of rice plants. Stages of research carried out includes tool sterilization, preparation of NA medium, preparation of NB medium, rejuvenation of bacterial isolates, compatibility testing of bacterial isolates, manufacture of starter isolates bacteria, making carrier media, making liquid biofertilizer, analyzing the quality of liquid biofertilizer, and bioassays rice plant seeds. The variables observed from the analysis of liquid biofertilizer quality were the compatibility of bacterial isolates, total bacterial population, pH, color, and smell. Variables observed from the bioassay were germination rate, plant height, number of leaves, root length, plant wet weight, and plant dry weight.The observation results obtained that all N-fixing bacteria with isolate codes AB1t, AB3t, and PSW1t could be consortium. Among the various formulations tested, the liquid biofertilizer N3 exhibited the highest bacterial population, measuring 7.6 × 10³ CFU/mL, after a 60-day storage period. Additionally, formulation N5 demonstrated the highest average pH of 4.13. In terms of plant growth, the bioassay results indicated significant differences in plant height and fresh weight among the treatments. Notably, the N8 treatment achieved the tallest plant height at 30.5 cm and the highest fresh weight at 0.163 g, outperforming other formulations.
4701750403I1A021052Analisis Faktor yang Memengaruhi Tekanan Darah di Wilayah Perkotaan dan Perdesaan Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Tekanan darah tidak normal dapat menimbulkan komplikasi serius seperti hipertensi, penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Prevalensi hipertensi di wilayah perkotaan (37,30%) lebih tinggi dibandingkan perdesaan (27,80%), kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan gaya hidup. Masyarakat perkotaan mengonsumsi makanan tinggi lemak dan garam, serta mengalami stres tinggi, sedangkan masyarakat perdesaan mengonsumsi makanan tradisional yang lebih sehat.

Metodologi: Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional, sampel 200 responden menggunakan accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah dengan tensimeter digital, dan wawancara menggunakan kuesioner baku IPAQ, PSQI, PSS-10, dan SQ-FFQ. Variabel meliputi umur, jenis kelamin, pendidikan, riwayat keluarga, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, dan pola makan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan multivariat uji regresi logistik.

Hasil Penelitian: Faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap tekanan darah di wilayah perkotaan adalah pola makan (aOR=47,316; CI 95%=4,113-544,275), masyarakat cenderung mengonsumsi makanan tinggi natrium seperti ikan asin, sosis, telur asin, dan sarden. Sementara itu, di wilayah perdesaan yang paling dominan adalah aktivitas fisik (aOR=8,882; CI 95%=1,410-55,930), jarak rumah yang jauh dari tempat aktivitas sehari-hari membuat masyarakat lebih sering menggunakan kendaraan bermotor daripada berjalan kaki.

Kesimpulan: Faktor yang paling dominan memengaruhi tekanan darah tidak normal di wilayah perkotaan yaitu pola makan, sedangkan di wilayah perdesaan adalah aktivitas fisik. Masyarakat perkotaan disarankan memperbaiki pola makan dengan mengurangi garam dan lemak, sedangkan masyarakat perdesaan disarankan meningkatkan aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.

Kata kunci: Tekanan Darah, Perdesaan, Perkotaan, Banyumas


Background: Abnormal blood pressure could lead to serious complications such as hypertension, heart disease, stroke, and kidney failure. The prevalence of hypertension in urban areas (37.30%) was higher than in rural areas (27.80%), possibly due to lifestyle differences. Urban residents tended to consume foods high in fat and salt and experienced higher stress, whereas rural residents generally consumed healthier traditional foods.

Methods: This analytical study used a cross-sectional design with 200 respondents selected through accidental sampling. Data were collected through blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer and interviews with standardized questionnaires (IPAQ, PSQI, PSS-10, and SQ-FFQ). The Variables included age, sex, education, family history, physical activity, sleep quality, stress, and dietary pattern. Data were analyzed using chi-square test and multivariate logistic regression.

Result: The most dominant factor affecting blood pressure in urban areas was dietary pattern (aOR=47,316; CI 95%=4,113-544,275), as residents tended to consume high-sodium foods such as salted fish, sausages, salted eggs, and canned sardines. In rural areas, the dominant factor was physical activity (aOR=8,882; CI 95%=1,410-55,930) long distances to daily activity locations led residents to rely more on motorized vehicles than walking.

Conclusion: The most dominant factor affecting abnormal blood pressure in urban areas is dietary pattern, while in rural areas it was physical activity. Urban residents were advised to improve their dietary habits by reducing salt and fat intake, whereas rural residents were encouraged to increase physical activity for at least 30 minutes per day.

Keywords: Blood Pressure, Rural, Urban, Banyumas
4701850407I1D021072HUBUNGAN TINGKAT KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN
SERTA FREKUENSI KUNJUNGAN ANTENATAL CARE TERHADAP KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIK PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS
Latar Belakang : Masa kehamilan memerlukan asupan gizi yang adekuat dan pemeriksaan kehamilan secara rutin sebagai upaya penting untuk mendukung pertumbuhan janin serta mencegah masalah gizi, morbiditas, dan mortalitas pada ibu dan anak. Prevalensi ibu hamil yang mengalami KEK di Provinsi Jawa Tengah sebesar 24,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecukupan energi dan protein, serta frekuensi kunjungan antenatal care terhadap kejadian kekurangan energi kronik pada ibu hamil di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas.

Metodologi : Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional pada 63 ibu hamil pada trimester 2 dan 3 di Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Sampel diambil menggunakan metode purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi tingkat kecukupan energi dan protein, serta frekuensi kunjungan antenatal care terhadap kejadian kekurangan energi kronik. Pengambilan data menggunakan kuesioner riwayat antenatal care dan food recall 2x24 jam. Data dianalisis menggunakan uji chi-square.

Hasil Penelitian : Sebanyak 95,2% responden memiliki tingkat kecukupan energi yang kurang, sebanyak 90,5% responden memiliki tingkat kecukupan protein yang kurang, sebanyak 52,4% responden memiliki riwayat antenatal care lengkap. Terdapat 11,1% responden mengalami KEK. Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi dengan kejadian KEK (p=1,000). Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan protein dengan kejadian KEK (p=0,522). Tidak terdapat hubungan antara frekuensi kunjungan antenatal care dengan kejadian KEK (p=0,429).

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecukupan energi, protein, dan frekuensi kunjungan antenatal care terhadap kejadian kekurangan energi kronik.

Kata kunci : antenatal care, ibu hamil, kecukupan energi, kecukupan protein, kekurangan energi kronik (KEK).
Background : Adequate nutrition intake and regular antenatal care are important to support fetal growth and prevent nutritional problems, morbidity, and mortality in mothers and children. The prevalence of chronic energy deficiency among pregnant women in Central Java Province is 24,6%. This study aimed to determine the relationship between energy and protein adequacy levels and the frequency of antenatal care visits with the incidence of chronic energy deficiency among pregnant women in Kembaran District, Banyumas Regency.

Methods : This quantitative study used a cross sectional with 63 pregnant women in their second and third trimesters and selected using purposive sampling. The variables are energy and protein adequacy levels, and the frequency of antenatal care visits with the incidence of chronic energy deficiency. Data were collected using antenatal care history questionnaire and 2x24 hour food recall. Data were analyzed using chi-square test.

Results : 95,2% respondents had inadequate energy levels, 90,5% respondents had inadequate protein levels, and 52,4% respondents had a complete antenatal care history. About 11,1% respondents had a chronic energy deficiency. There was no relationship between energy adequacy levels with the incidence of chronic energy deficiency (p=1,000). There was no relationship between protein adequacy levels with the incidence of chronic energy deficiency (p=0,522). There was no relationship between the frequency of antenatal care visits with the incidence of chronic energy deficiency (p=0,429).

Conclusion : There was no relationship between energy and protein adequacy levels, and the frequency of antenatal care visits with the incidence of chronic energy deficiency.

Keywords : antenatal care, chronic energy deficiency, energy adequacy level, pregnant women, protein adequacy level.
4701950408I1A019100FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPATUHAN PENGGUNAAN APD PADA PERAWAT BAGIAN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH PROF. DR. MARGONO SOEKARDJO PURWOKERTOLatar Belakang: Kepatuhan dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) merupakan aspek penting dalam mencegah penularan infeksi di lingkungan rumah sakit, terutama bagi perawat. Ketidakpatuhan penggunaan APD dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti pengetahuan, sikap, usia, jenis kelamin, pendidikan, status pernikahan, status kepegawaian, masa kerja, shift kerja, serta ketersediaan sarana APD. Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekardjo, masih banyak perawat yang belum menggunakan APD secara lengkap saat bertugas.
Tujuan : Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di ruang rawat inap RSUD Margono Soekardjo.
Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 79 orang yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner, dan dianalisis secara univariat, bivariat, dan multivariat.
Hasil Penelitian: Sikap, Pengetahuan dan Masa kerja merupakan Variabel Berpengaruh Signifikan terhadap Kepatuhan Penggunaan APD pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Margono Soekardjo. Sikap memiliki p = 0,000, Pengetahuan p = 0,005 dan Masa kerja p = 0,022. Disarankan agar Rumah Sakit meningkatkan Pelatihan dan membentuk Sikap Positif untuk mendukung budaya Keselamatan Kerja.
Kesimpulan: Pengetahuan, sikap, dan masa kerja berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan. Faktor usia, jenis kelamin, status pernikahan, pendidikan, status kepegawaian, shift kerja, dan ketersediaan APD tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.
Background: Compliance with the use of Personal Protective Equipment (PPE) is an important aspect in preventing the transmission of infections in hospital environments, especially among nurses. Non-compliance with PPE usage can be caused by various factors such as knowledge, attitude, age, gender, education, marital status, employment status, length of service, work shifts, and the availability of PPE facilities. At Prof. Dr. Margono Soekardjo Regional General Hospital, many nurses were still found not using complete PPE while on duty.

Objective: To determine the factors that influence nurses’ compliance in using PPE in the inpatient wards of RSUD Margono Soekardjo.

Method: This research is a quantitative study with a cross-sectional approach. A total of 79 respondents were selected using cluster random sampling. Primary data were collected using a questionnaire and analyzed through univariate, bivariate, and multivariate analysis.

Results: Attitude, knowledge, and length of service were significantly associated with PPE compliance among nurses in the inpatient wards of RSUD Margono Soekardjo. Attitude had a p-value of 0.000, knowledge 0.005, and length of service 0.022. It is recommended that the hospital improve training programs and develop positive attitudes to support a culture of occupational safety.

Conclusion: Knowledge, attitude, and length of service significantly affect nurse compliance with PPE usage. Meanwhile, age, gender, marital status, education, employment status, work shifts, and PPE availability did not show a significant influence.
4702050396J0B022001Penyediaan Buku Pedoman Tentang Kebijakan dan Pengaturan Ekspor Produk Industri dan Pertambangan Berbahasa Mandarin di PT Maju Bersama GemilangPenelitian ini dilaksanakan di PT Maju Bersama Gemilang, Kendal. PT Maju Bersama Gemilang merupakan perusahaan yang memproduksikan EPC serat optik, kabel optik, dan kabel bawah laut. Perusahaan ini gabungan dalam usaha antara HengTong Group dari China dan Voksel Group dari Indonesia. PT Maju Bersama Gemilang merupakan perusahaan fokus bergerak di bidang manufaktur dan terletak di Kawasan Industri Kendal (KIK) Kabupaten Kendal. PT Maju Bersama Gemilang memiliki tenaga ahli yang berasal dari China. Latar belakang penelitian ini adalah belum tersedianya buku pedoman kebijakan dan pengaturan ekspor produk industri dan pertambangan berbahasa Mandarin, sehingga Tenaga Kerja Asing (TKA) China belum memahami informasi buku pedoman tersebut. Tujuan penelitian di PT Maju Bersama Gemilang adalah menghasilkan terjemahan buku pedoman kebijakan dan pengaturan ekspor produk industri dan pertambangan berbahasa Mandarin agar TKA China agar dapat memahami informasi dalam buku pedoman tersebut untuk proses ekspor. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Peneliti menggunakan empat metode pengumpulan data yaitu metode wawancara, studi pustaka, observasi, dan jelajah internet. Dalam proses penerjemahan, peneliti menggunakan metode penerjemahan komunikatif agar informasi dalam buku pedoman mudah dipahami pembaca karena menyesuaikan dengan tata bahasa sesuai dengan bahasa sasaran. Hasil penelitian ini berupa terjemahan buku pedoman kebijakan dan pengaturan ekspor produk industri dan pertambangan berbahasa Mandarin dalam bentuk cetak. Dengan tersedianya buku pedoman ini maka dapat mengatasi kendala TKA China dalam memahami informasi buku pedoman untuk proses eskpor.

This research was conducted at PT Maju Bersama Gemilang, Kendal. PT Maju Bersama Gemilang is a company that produces fiber optic EPC, optical cable, and submarine cable. The company is a joint venture between HengTong Group from China and Voksel Group from Indonesia. PT Maju Bersama Gemilang is a company focused on manufacturing and is located in Kendal Industrial Estate (KIK) Kendal Regency. PT Maju Bersama Gemilang has experts from China. The background of this research is the unavailability of a guidebook for policies and export regulations for industrial and mining products in Chinese, so that Chinese Foreign Workers (TKA) do not understand the information in the guidebook. The purpose of the research at PT Maju Bersama Gemilang is to produce a Chinese translation of the guidebook on export policies and regulations for industrial and mining products so that Chinese foreign workers can understand the information in the guidebook for the export process. This research uses descriptive qualitative method. The researcher used four data collection methods, namely interviews, literature study, observation, and internet browsing. In the translation process, the researcher used the communicative translation method so that the information in the guidebook is easy for readers to understand because it adapts to the grammar in accordance with the target language. The result of this research is the translation of a guidebook on policy and regulation of exports of industrial and mining products in Chinese in printed form. With the availability of this guidebook, it can overcome the obstacles of Chinese foreign workers in understanding the guidebook information for the export process.