Artikelilmiahs

Menampilkan 47.161-47.180 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4716150553C1H021049THE INFLUENCE OF EVENT MARKETING AND SOCIAL MEDIA MARKETING ON
PURCHASE DECISION MEDIATED BY CUSTOMER ENGAGEMENT (CASE ON
SUKA CITA TEH DESA VOL.1 EVENT)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemasaran acara (event marketing) dan
pemasaran media sosial terhadap keputusan pembelian dengan keterlibatan pelanggan sebagai
variabel mediasi, menggunakan studi kasus pada acara Suka Cita Teh Desa Vol.1. Penelitian ini
menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data survei yang dikumpulkan dari pengunjung acara.
Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) untuk menguji hubungan kausal
antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasaran acara berpengaruh positif signifikan
terhadap keterlibatan pelanggan, sedangkan pemasaran media sosial juga memberikan pengaruh
positif meskipun dengan tingkat yang lebih rendah. Selain itu, keterlibatan pelanggan terbukti
berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara pemasaran acara dan keputusan
pembelian, serta antara pemasaran media sosial dan keputusan pembelian. Namun, efek mediasi yang
muncul bersifat parsial, sehingga pemasaran acara dan pemasaran media sosial tetap memberikan
pengaruh langsung terhadap keputusan pembelian secara independen dari keterlibatan pelanggan.
Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara pengalaman pemasaran berbasis acara dengan
platform digital untuk memperkuat interaksi konsumen dengan merek serta mendorong keputusan
pembelian. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perusahaan dan penyelenggara acara dapat
mengoptimalkan strategi pemasaran dengan menciptakan pengalaman acara yang menarik sekaligus
memanfaatkan media sosial untuk menjaga interaksi dan memengaruhi keputusan konsumen. Secara
teoretis, penelitian ini memberikan kontribusi dengan menegaskan peran keterlibatan pelanggan
sebagai mediator penting dalam strategi pemasaran kontemporer.
This study aims to analyze the influence of event marketing and social media marketing on purchase decisions with customer engagement as a mediating variable, using the Suka Cita Teh Desa Vol.1 event as a case study. The research adopts a quantitative approach with survey data collected from event visitors. Data were processed using Structural Equation Modeling (SEM) to examine the causal
relationships among the variables. The findings indicate that event marketing has a significant positive effect on customer engagement, while social media marketing also contributes positively, though to a lesser extent. Furthermore, customer engagement is shown to play a mediating role in the relationship between event marketing and purchase decisions, as well as between social media marketing and
purchase decisions. However, the mediation effect is partial, meaning that both event marketing and social media marketing still exert direct influence on purchase decisions independent of customer engagement. These results highlight the importance of integrating live experiential marketing with digital platforms to strengthen consumer-brand interactions and foster stronger purchase intentions. The practical implication is that companies and event organizers can optimize their marketing strategies by creating engaging event experiences while simultaneously leveraging social media to sustain interaction and influence consumer decisions. This research provides theoretical contributions by reinforcing the role of customer engagement as a critical mediator in contemporary marketing strategies.
4716250619C1H021046A STUDY OF PURCHASE INTENTIONS TOWARD ORGANIC RICE IN INDONESIA Penelitian berjudul “A Study of Purchase Intentions Toward Organic Rice in Indonesia” ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kesadaran kesehatan dan pengetahuan terhadap sikap konsumen, serta dampaknya terhadap niat beli beras organik di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 201 responden, dengan 164 data valid yang dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Penelitian ini melibatkan empat variabel, yaitu kesadaran kesehatan dan pengetahuan sebagai variabel independen, sikap sebagai variabel mediasi, serta niat beli sebagai variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesadaran kesehatan dan pengetahuan berpengaruh positif signifikan terhadap sikap dan niat beli. Selain itu, sikap berpengaruh positif terhadap niat beli dan memediasi hubungan antara kesadaran kesehatan, pengetahuan, dan niat beli. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat kesadaran kesehatan (4.01), pengetahuan (4.16), sikap (4.27), dan niat beli (4.11) yang tinggi. Hal ini menandakan bahwa konsumen Indonesia sadar akan pentingnya kesehatan, memahami manfaat beras organik, dan memiliki kecenderungan positif untuk membeli. Implikasi penelitian ini adalah produsen perlu meningkatkan literasi kesehatan konsumen, memperkuat sikap positif melalui kualitas produk, serta memperluas strategi pemasaran. Temuan ini menegaskan peran penting kesadaran, pengetahuan, dan sikap konsumen dalam membentuk niat beli produk organik di Indonesia.This research, entitled “A Study of Purchase Intentions Toward Organic Rice in Indonesia,” aims to analyze the effects of health consciousness and knowledge on consumer attitudes and their impact on purchase intention toward organic rice. Using a quantitative survey approach, data were collected from 201 respondents, and 164 valid responses were analyzed using the Structural Equation Modelling, Partial Least Squares (SEM-PLS) method. This research involves four variables: health consciousness and knowledge as independent variables, attitude as a mediating variable, and purchase intention as a dependent variable. The findings reveal that health consciousness and knowledge have significant positive effects on attitude and purchase intention. Moreover, attitude positively influences purchase intention and mediates the relationship between health consciousness, knowledge, and purchase intention. Descriptive results indicate that respondents generally have high levels of health consciousness (4.01), knowledge (4.16), attitude (4.27), and purchase intention (4.11). This suggests that Indonesian consumers are health-conscious, knowledgeable about the benefits of organic rice, and demonstrate a strong tendency to purchase it. The research implies that producers should enhance consumer literacy through health education, strengthen positive attitudes through product quality, and expand marketing access. These findings highlight the important role of health awareness, knowledge, and consumer attitudes in shaping organic product purchase intentions in Indonesia.
4716350554C1C021101Pengaruh Grover Financial Distress Score, Kompleksitas Perusahaan, Aktivitas Komite Audit, dan Ukuran KAP Terhadap Audit FeePenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada perusahaan sektor properti dan real estat yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021–2024. Penelitian ini berlandaskan pada teori keagenan yang menekankan hubungan kontraktual antara prinsipal dan agen dalam konteks pengawasan dan pengambilan keputusan perusahaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Grover Financial Distress Score, Kompleksitas Perusahaan, Aktivitas Komite Audit, dan Ukuran Kantor Akuntan Publik (KAP) terhadap Audit Fee. Sampel penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling, terdiri dari 40 perusahaan yang diamati selama empat tahun sehingga menghasilkan 160 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan perangkat lunak EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Grover Financial Distress Score tidak berpengaruh terhadap Audit Fee, (2) Kompleksitas Perusahaan berpengaruh positif terhadap Audit Fee, (3) Aktivitas Komite Audit berpengaruh positif terhadap Audit Fee, dan (4) Ukuran KAP tidak berpengaruh terhadap Audit Fee. Temuan ini menegaskan bahwa kompleksitas perusahaan dan aktivitas komite audit merupakan faktor yang konsisten memengaruhi audit fee, sedangkan variabel lainnya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi perusahaan dalam mengelola kompleksitas organisasi dan fungsi tata kelola, bagi KAP dalam menentukan strategi penetapan audit fee, serta bagi pembuat kebijakan dalam memperkuat regulasi terkait transparansi audit fee, struktur organisasi, dan frekuensi rapat komite audit.This study is a quantitative research conducted on properties and real estate sector companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021–2024 period. This research is grounded in agency theory, which emphasizes the contractual relationship between principals and agents in the context of supervision and corporate decision-making. The purpose of this research is to analyze the effect of Grover Financial Distress Score, Company Complexity, Audit Committee Activity, and Public Accounting Firm (KAP) Size on Audit Fee. The sample was selected using purposive sampling technique, consisting of 40 companies observed over four years, resulting in 160 observations. Data analysis was carried out using panel data regression with EViews 12 software. The results show that: (1) Grover Financial Distress Score has no effect on Audit Fee, (2) Company Complexity has a positive effect on Audit Fee, (3) Audit Committee Activity has a positive effect on Audit Fee, and (4) KAP Size has no effect on Audit Fee. These findings highlight that company complexity and audit committee activity are consistent factors influencing audit fee, while the other variables do not show a significant effect. The results of this study are expected to provide input for companies in managing organizational complexity and governance functions, for public accounting firms in determining audit fee strategies, and for policymakers in strengthening regulations related to audit fee transparency, organizational structure, and audit committee meeting frequency.
4716450555C1L021041PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN WEB BAAMBOOZLE TERHADAP HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN BELAJAR EKONOMI DI SMA NEGERI 1 BATURRADENPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan keaktifan belajar peserta didik kelas X pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan hasil belajar dan keaktifan belajar ekonomi peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan web Baamboozle dengan model pembelajaran konvensional serta untuk menganalisis pengaruhnya. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experimental dengan desain berupa nonequivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Baturraden. Menggunakan teknik Purposive Sampling yang kemudian diperoleh sampel sebanyak 72 peserta didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, tes, kuisioner tertutup, dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat perbedaan hasil belajar ekonomi antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan web Baamboozle dengan model pembelajaran konvensional, (2) Terdapat perbedaan keaktifan belajar ekonomi antara peserta didik yang menerapkan model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan web Baamboozle dengan model pembelajaran konvensional, (3) Model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan web Baamboozle berpengaruh positif terhadap hasil belajar ekonomi, (4) Model pembelajaran Teams Games Tournament berbantuan web Baamboozle berpengaruh positif pada keaktifan belajar ekonomi.This research is motivated by the low learning outcomes and learning activeness of tenth-grade students in the Economics subject. The purpose of this study is to determine the differences in learning outcomes and learning activeness between students who applied the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by the Baamboozle web and those who used conventional learning models, as well as to analyze its effects. This study is a quasi-experimental research with a nonequivalent control group design. The population of this study consisted of tenth-grade students at SMA Negeri 1 Baturraden. Using purposive sampling techniques, a total of 72 students were selected as the sample. Data collection techniques included interviews, tests, closed questionnaires, and observations. The results of this study indicate that: (1) There are differences in Economics learning outcomes between students who applied the TGT learning model assisted by Baamboozle and those who used conventional learning models, (2) There are differences in learning activeness between students who applied the TGT learning model assisted by Baamboozle and those who used conventional learning models, (3) The TGT learning model assisted by Baamboozle has a positive effect on Economics learning outcomes, and (4) The TGT learning model assisted by Baamboozle has a positive effect on learning activeness in Economics.
4716550556F1C021023IMPLEMENTASI CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) PT KAI DAOP 5 PURWOKERTO: STUDI PADA PROGRAM RAIL CLINICCorporate Social Responsibility merupakan tanggung jawab sosial perusahaan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto melaksanakan program Rail Clinic sebagai bentuk
implementasi CSR, yang bertujuan memberikan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wilayah operasionalnya, khususnya daerah-daerah yang jauh dari akses pelayanan kesehatan atauuntuk meminimalisir terjadinya kesenjangan informasi, meningkatkan keterlibatan pemangku kepentingan, serta memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan stasiun kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan program Rail Clinic, menganalisis implementasi program Rail Clinic, dan kendala yang dihadapi dalam implementasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi dengan pihak internal Daop 5 Purwokerto. Analisis data dilakukan menggunakan teknik Miles & Huberman, didukung dengan software Nvivo yang
digunakan untuk menganalisis hasil wawancara dan dokumentasi melalui proses koding serta penyajian data dalam bentuk visualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Unit Kesehatan berperan sebagai penanggung jawab utama program Rail Clinic, sementara
Humas berperan sebagai pendukung strategis dalam komunikasi publik, merepresentasikan model Two-Way Symmetric sesuai dengan Excellence Theory. Implementasi program selaras dengan prinsip Triple Bottom Line dan proses implementasi Rail Clinic Daop 5 Purwokerto meliputi empat proses, yaitu identifikasi dan pemetaan kebutuhan, penyusunan rencana, penyelenggaraan kegiatan, serta peninjauan kegiatan. Hal ini selaras dengan konsep yang
dikemukakan oleh Cutlip & Center. Meskipun secara umum program Rail Clinic Daop 5 Purwokerto mendapatkan antusiasme tinggi berdasarkan data pelaksanaan, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sosialisasi dan publikasi, mekanisme umpan balik, dan
koordinasi dengan mitra eksternal. Untuk mengatasi hal tersebut, Daop 5 Purwokerto perlu memperkuat strategi komunikasi eksternal yang lebih sistematis dan terintegrasi, serta membangun mekanisme komunikasi dua arah yang lebih formal. Langkah ini menjadi kunci
Corporate Social Responsibility (CSR) is the social responsibility of a company to provide benefits for the community and its surrounding environment. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto implements the Rail Clinic program as a form of CSR, aimed at
providing free healthcare services to communities within its operational areas, particularly in regions with limited access to healthcare services or small stations. This study aims to describe the Rail Clinic program, analyze its implementation, and identify the challenges encountered during its execution. The research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews and documentation with internal stakeholders of Daop 5 Purwokerto. Data analysis was conducted using the Miles & Huberman technique, supported by NVivo software, which was utilized to analyze interviews and documentation through coding processes and to present findings in visual formats. The findings indicate that the Health Unit acts as the primary responsible party for
the Rail Clinic program, while the Public Relations division plays a strategic supporting role in public communication, representing a Two-Way Symmetric model in line with the Excellence Theory. The implementation of the program is consistent with the Triple Bottom Line principle, and the process of implementing the Rail Clinic in Daop 5 Purwokerto involves four stages: needs identification and mapping, planning, program execution, and evaluation. This aligns
with the concept proposed by Cutlip & Center. Although the Rail Clinic program generally receives high enthusiasm based on performance data, several challenges remain, such as limited outreach and publicity, the absence of a structured feedback mechanism, and coordination issues with external partners. To address these challenges, Daop 5 Purwokerto needs to strengthen its external communication strategies in a more systematic and
integrated manner, as well as establish a more formal two-way communication mechanism. These steps are essential to minimize information gaps, enhance stakeholder engagement, and ensure that the messages conveyed are properly received and understood by all stakeholders.
4716650557C1I021011THE EFFECT OF GREEN ACCOUNTING ON FIRM VALUE WITH FINANCIAL PERFORMANCE AS A MEDIATING VARIABLE: EVIDENCE FROM THE PALM OIL INDUSTRY IN INDONESIA AND MALAYSIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh akuntansi hijau terhadap nilai perusahaan dengan kinerja keuangan sebagai variabel mediasi pada perusahaan kelapa sawit yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Malaysia selama periode 2022–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan hubungan kausal. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling, terdiri dari 14 perusahaan kelapa sawit Indonesia dan 11 perusahaan kelapa sawit Malaysia yang memenuhi kriteria, sehingga menghasilkan total 75 observasi perusahaan-tahun. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi data panel dengan Random Effect Model (REM) untuk menguji pengaruh langsung, dan uji Sobel untuk menguji peran mediasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa akuntansi hijau berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan di Indonesia, sedangkan akuntansi hijau tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan di Malaysia. Di kedua negara, akuntansi hijau tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan, dan kinerja keuangan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan. Kinerja keuangan juga tidak memediasi hubungan antara akuntansi hijau dan nilai perusahaan, baik di Indonesia maupun Malaysia.This study aims to analyze the effect of green accounting on firm value with financial performance as a mediating variable in palm oil companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) and Bursa Malaysia during the period 2022–2024. This research uses a quantitative approach with a causal relationship. The sample selection was carried out using purposive sampling, consisting of 14 Indonesian palm oil companies and 11 Malaysian palm oil companies that met the criteria, resulting in a total of 75 firm-year observations. The data analysis technique used is panel data regression with the Random Effect Model (REM) to test the direct effect, and the Sobel test to examine the mediating role. The results of this study show that green accounting has a positive effect on firm value in Indonesia, while green accounting has no effect on firm value in Malaysia. In both countries, green accounting does not have an effect on financial performance, and financial performance does not have an effect on firm value. Financial performance also does not mediate the relationship between green accounting and firm value in either Indonesia or Malaysia.
4716750683C1B021040PENGARUH SENSORY BRAND EXPERIENCE TERHADAP BRAND LOVE DENGAN BRAND AUTHENTICITY SEBAGAI VARIABEL PEMEDIASI
(STUDI PADA PELANGGAN KAFE LOKAL DI PURWOKERTO)
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sensory brand experience terhadap brand love pada pelanggan kafe lokal di Purwokerto, dengan menguji brand authenticity sebagai variabel pemediasi. Studi kuantitatif ini menggunakan data primer dari 137 responden yang dianalisis melalui pendekatan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
Temuan utama mengindikasikan bahwa sensory brand experience tidak secara langsung membentuk brand love. Pengaruh tersebut baru terwujud melalui jalur tidak langsung; sensory brand experience terbukti menjadi anteseden signifikan bagi terbentuknya brand authenticity. Selanjutnya, brand authenticity inilah yang secara positif dan signifikan mendorong terciptanya brand love.
Dengan demikian, penelitian ini mengonfirmasi bahwa brand authenticity memegang peranan sebagai mediator penuh (full mediation). Pengalaman sensorik yang dirasakan konsumen hanya dapat bertransformasi menjadi brand love apabila pengalaman tersebut berhasil membangun persepsi keaslian merek yang kuat.
This research aims to analyze the influence of sensory brand experience on brand love among local café patrons in Purwokerto, examining brand authenticity as a mediating variable. Employing a quantitative approach, the study analyzed primary data from 137 respondents using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).
A key finding reveals that sensory brand experience does not exert a direct significant influence on brand love. Instead, its impact is channeled indirectly. The study demonstrates that sensory brand experience is a significant antecedent to brand authenticity. Subsequently, it is this perceived authenticity that positively and significantly fosters brand love.
This study, therefore, confirms brand authenticity's function as a full mediator in the proposed model. The sensory stimuli that customers encounter can only be transformed into genuine brand love once a strong perception of the brand’s authenticity has been established.
4716850559C1H021025ANALYSIS OF THE EFFECT OF GREEN BANKING, AND CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) ON PROFITABILITY WITH BANK EFFICIENCY AS A MEDIATING VARIABLE
(OBSERVATION STUDY OF THE GENERAL BANKING INDUSTRY IN INDONESIA)
Penelitian ini menganalisis pengaruh Green Banking dan Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap profitabilitas dengan efisiensi bank sebagai variabel mediasi pada industri perbankan di Indonesia. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan data sekunder dari 21 bank umum yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023, yang dipilih melalui purposive sampling. Data diolah menggunakan statistik deskriptif, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji Sobel, dan pengujian hipotesis dengan perangkat lunak EViews. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CSR berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas, sedangkan Green Banking tidak menunjukkan pengaruh langsung yang signifikan. Namun demikian, Green Banking dan CSR terbukti berkontribusi positif terhadap efisiensi bank, yang pada gilirannya meningkatkan profitabilitas. Hasil ini juga mengonfirmasi bahwa efisiensi bank memediasi hubungan antara Green Banking dan profitabilitas serta antara CSR dan profitabilitas. Temuan ini menekankan pentingnya praktik keberlanjutan berbasis CSR dan efisiensi dalam meningkatkan kinerja keuangan serta daya saing. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur dengan menyoroti peran mediasi efisiensi dalam keterkaitan antara keberlanjutan dan profitabilitas, serta menawarkan implikasi praktis bagi bank dan investor dalam mengintegrasikan inisiatif lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang.This study analyzes the effect of Green Banking and Corporate Social Responsibility (CSR) on profitability with bank efficiency as a mediating variable in the Indonesian banking industry. A quantitative approach was applied using secondary data from 21 commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) between 2019 and 2023, selected through purposive sampling. Data were processed using descriptive statistics, classical assumption tests, multiple linear regression, Sobel tests, and hypothesis testing with EViews software. The findings reveal that CSR has a significant positive effect on profitability, while Green Banking does not show a direct significant impact. However, both Green Banking and CSR contribute positively to bank efficiency, which in turn enhances profitability. The results also confirm that bank efficiency mediates the relationship between Green Banking and profitability as well as CSR and profitability. These findings emphasize the importance of CSR and efficiency-driven sustainability practices in improving financial performance and competitiveness. The study contributes to the literature by highlighting the mediating role of efficiency in sustainability–profitability linkages and offers practical implications for banks and investors in integrating environmental and social initiatives into business strategies to achieve long-term growth.
4716950560A1D021006KERAGAAN M1 CABAI (Capsicum annum L.) HASIL IRRADIASI SINAR
GAMMA PADA CEKAMAN SUHU TINGGI DAN KEKERINGAN
SECARA IN VITRO
Cabai (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting di Indonesia yang rentan mengalami penurunan produktivitas akibat stres abiotik seperti suhu tinggi dan kekeringan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keragaman genetik cabai generasi M1 hasil iradiasi sinar gamma (150 Gy, 300 Gy, dan 450 Gy) secara in vitro di bawah cekaman suhu tinggi (33-35°C) dan kekeringan (PEG 5%), serta mengidentifikasi genotipe potensial tahan cekaman. Penelitian menggunakan varietas lokal Lotanbar dan tiga varietas kontrol dengan rancangan Augmented Design. Hasil menunjukkan perlakuan suhu tinggi dan radiasi gamma dosis tinggi menurunkan daya kecambah, kecepatan tumbuh, dan persentase tanaman hidup normal, dengan LD50 tertinggi 749,62 Gy (suhu normal tanpa PEG) dan terendah 196,07 Gy (suhu tinggi dengan PEG). Beberapa galur iradiasi menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibanding kontrol, disertai keragaman morfologi, yang mengindikasikan potensi induksi mutasi sinar gamma dan seleksi in vitro dalam menghasilkan genotipe cabai adaptif terhadap suhu tinggi dan kekeringan.Chili pepper (Capsicum annuum L.) is an important horticultural commodity in Indonesia that is vulnerable to productivity decline due to abiotic stresses such as high temperature and drought. This study aimed to evaluate the genetic variation of M1 chili pepper plants derived from gamma ray irradiation (150 Gy, 300 Gy, and 450 Gy) under in vitro conditions with high-temperature stress (33-35°C) and drought stress (PEG 5%), as well as to identify potential stress-tolerant genotypes. The study used the local Lotanbar variety and three control varieties in an Augmented Design. The results showed that high-temperature and high-dose gamma radiation treatments reduced germination rate, growth rate, and the percentage of normal surviving plants, with the highest LD50 value recorded at 749.62 Gy (normal temperature without PEG) and the lowest at 196.07 Gy (high temperature with PEG). Several irradiated lines exhibited better growth performance than the controls, along with morphological variation, indicating the potential of gamma ray-induced mutation combined with in vitro selection to produce chili pepper genotypes adaptive to high temperature and drought stress.Keywords: rice, drought, watering intervals, soil amelioran.
4717050562J1A021016A Pragmatics Analysis of Speech Acts in Don’t Worry Darling (2022) MoviePenelitian ini menganalisis jenis-jenis tindak tutur dan bentuk kontrol sosial yang dilakukan oleh tokoh utama dalam film Don't Worry Darling (2022). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi; jenis tindak tutur yang digunakan, dan bagaimana tindak tutur tersebut berfungsi sebagai sarana kontrol sosial dalam komunitas fiksi Victory. Data diambil dari tuturan para tokoh dan dianalisis menggunakan teori tindak tutur Searle (1979) serta teori kontrol sosial Black (2010) yang berfokus pada scolding, ridicule, dan ostracism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat jenis tindak tutur dalam film ini, yaitu direktif, asertif, komisif, dan ekspresif, dengan tindak tutur direktif menjadi yang paling dominan dan sering disampaikan secara langsung. Dalam hal kontrol sosial, ditemukan tiga bentuk, yaitu scolding, ridicule, dan ostracism, dengan scolding sebagai bentuk yang paling sering muncul. Temuan ini menunjukkan bahwa bahasa dalam film digunakan secara strategis untuk menegaskan otoritas, memperkuat norma sosial, dan mengatur perilaku dalam komunitas Victory. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang bagaimana dialog fiksi mencerminkan relasi kekuasaan melalui tindak tutur dan strategi control sosial.This research analyzes the types of speech acts and forms of social control performed by the main characters in the movie Don't Worry Darling (2022). The study aims to identify; the types of speech acts used, and how these speech acts function as a means of social control within the fictional community of Victory. The data were collected from the characters’ utterances and analyzed using Searle’s (1979) speech act theory and Black’s (2010) social control framework, focusing on scolding, ridicule, and ostracism. The findings reveal that four types of speech acts appear in the movie: directive, assertive, commissive, and expressive, with directive speech acts being the most dominant and often delivered in direct form. In terms of social control, the three types identified are scolding, ridicule, and ostracism, with scolding occurring most frequently. These results indicate that language in the movie is strategically used to assert authority, reinforce social norms, and regulate behavior in the Victory community. This study contributes to the understanding of how fictional dialogues reflect power relations through speech acts and social control strategies.
4717150563H1D021035IMPLEMENTASI PREDIKSI PERTUMBUHAN PENDUDUK KECAMATAN SIDAREJA CILACAP DENGAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE BERBASIS WEBSITE
MENGGUNAKAN FRAMEWORK STREAMLIT
Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, menghadapi tantangan dalam pengelolaan data kependudukan, termasuk keterbatasan arsip historis, publikasi data yang tidak efisien (±100 halaman), dan potensi ketidakakuratan akibat perbedaan sumber atau data usang. Penelitian ini mengimplementasikan sistem berbasis website menggunakan framework Streamlit untuk memprediksi pertumbuhan penduduk dengan algoritma Support Vector Machine (SVM). Sistem ini menyediakan repositori data terstruktur (tahun 2016–2024) dan dashboard interaktif yang memvisualisasikan data kependudukan seperti : jumlah penduduk, migrasi, status perkawinan, putus sekolah, dan kepala keluarga beserta hasil prediksinya. Model SVM dievaluasi menggunakan metrik MAPE (Mean Absolute Percentage Error) dan R-squared, menunjukkan akurasi tinggi untuk semua aspek prediksi. Pengembangan sistem mengadopsi metode Agile dengan tahapan perencanaan kebutuhan, desain, pengembangan, pengujian (blackbox testing), dan deployment. Hasilnya, sistem berhasil mengatasi masalah pengarsipan data, menyajikan prediksi pertumbuhan penduduk yang akurat, dan memfasilitasi analisis data secara real-time bagi admin dan pengunjung. Seluruh fungsionalitas terverifikasi beroperasi optimal melalui pengujian.Sidareja Subdistrict, Cilacap Regency, faces challenges in population data management, including limited historical archives, inefficient data publication (±100 pages), and potential inaccuracies due to conflicting sources or outdated data. This research implements a web-based system using the Streamlit framework to predict population growth with a Support Vector Machine (SVM) algorithm. The system provides a structured data repository (2016–2024) and an interactive dashboard that visualizes demographic data, including: population size, migration, marital status, school dropouts, and household heads along with their prediction results. The SVM model was evaluated using MAPE (Mean Absolute Percentage Error) and R-squared metrics, demonstrating high accuracy across all prediction aspects. The system was developed using the Agile methodology, encompassing stages of requirement planning, design, development, testing (black-box testing), and deployment. The results show that the system successfully addresses data archival issues, delivers accurate population growth predictions, and enables real-time data analysis for both administrators and visitors. All functionalities were verified to operate optimally through testing.
4717250565A1F021026Optimasi Tepung Beras dan Tepung Beras Ketan pada Pembuatan Dodol Buah Melon Menggunakan Simplex Lattice DesignPenelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kombinasi tepung beras dan
tepung beras ketan dalam proses pembuatan dodol buah melon dari buah melon
afkir. Dodol dipilih karena memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat menjadi solusi
untuk meningkatkan nilai ekonomi melon yang tidak memenuhi standar pasar afkir.
Metode optimasi yang digunakan adalah Simplex Lattice Design (SLD) dengan
bantuan software Design Expert versi 13.
Penelitian menggunakan 10 kombinasi formulasi yang berbeda dengan dua
parameter utama sebagai respon, yaitu kesukaan (uji hedonik) dan kadar air. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kombinasi paling optimal adalah 5% tepung beras
dan 12% tepung ketan, dengan tingkat kesukaan mencapai 7,77 dan kadar air
sebesar 49,2%. Meskipun kadar air ini lebih tinggi dari standar SNI (<20%),
formulasi tetap dianggap optimal karena nilai kesukaannya tinggi. Proses verifikasi
dilakukan sebanyak tiga kali dan menunjukkan hasil yang konsisten.
Karakterisasi kimia produk dodol optimal menghasilkan kadar lemak
sebesar 16,9% dan protein sebesar 1,53%. Berdasarkan uji sensori (warna, tekstur,
aroma, rasa, dan aftertaste), dodol formula optimum jauh lebih disukai dibanding
produk kontrol. Uji segitiga juga mengonfirmasi bahwa produk hasil optimasi
berbeda nyata dari kontrol, ditunjukkan dengan persentase panelis benar lebih dari
batas ambang (>20%).
This research aims to optimize the combination of rice flour and glutinous
rice flour in the production of melon dodol from sub-grade melons using the
Simplex Lattice Design (SLD) method with Design Expert version 13. Dodol is
selected as a value-added product to improve the economic potential of
downgraded melons, which are typically sold at a lower price due to quality issues.
Ten different treatment combinations were tested, focusing on two main
responses: sensory acceptance and moisture content. The optimal formulation was
found to be 5% rice flour and 12% glutinous rice flour, yielding a sensory score of
7.77 and a moisture content of 49.2%. Although the moisture level exceeded the
national standard (max 20%), the formulation was still considered optimal due to
high panelist preference. Verification conducted three times produced consistent
results.
The optimal product's chemical profile showed a fat content of 16.9% and
protein of 1.53%. Sensory evaluations (color, texture, aroma, taste, and aftertaste)
demonstrated significantly better scores for the optimized dodol compared to the
control. Triangle tests also showed a significant difference, with more than 20% of
panelists correctly distinguishing the optimized product.
4717350566A1F021064Penerimaan Konsumen Minuman Probiotik Kecombrang Dengan Variasi Penambahan Bakteri Asam Laktat dan Lama FermentasiPenelitian ini mengeksplorasi penerimaan konsumen terhadap minuman probiotik berbasis bunga kecombrang dengan variasi penambahan Lactobacillus casei (1%, 3%, dan 5%) dan durasi fermentasi (0, 24, 36, dan 48 jam). Tujuannya adalah mengidentifikasi formulasi yang paling disukai konsumen serta memetakan profil sensoris produk menggunakan Quantitative Descriptive Analysis (QDA) dan Principal Component Analysis (PCA). Metode penelitian meliputi pembuatan produk, pengujian sensori dan pengolahan data. Uji penerimaan konsumen dilakukan pada 13 formulasi dengan panelis terlatih melalui skala hedonik 7 poin untuk atribut warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan. Data hedonik dianalisis menggunakan uji Friedman dan Wilcoxon, sedangkan QDA melibatkan panelis terlatih yang menilai intensitas rasa manis, asam, aroma floral, flavor floral, dan tekstur. Hasil QDA diolah lebih lanjut dengan PCA untuk mengungkap korelasi antar atribut. Hasil utama menunjukkan bahwa formulasi penambahan Lactobacillus casei 1% dengan fermentasi 24 jam memiliki nilai Acceptable Factor tertinggi (100%) dengan mutu warna merah muda, aroma agak khas kecombrang, rasa netral dengan skala rasa asam, dan tekstur cair. Hasil dari uji QDA kemudian dipetakan menggunakan biplot PCA (82,75 % varian) yang memperlihatkan korelasi positif kuat antara manis dan aroma floral, korelasi negatif antara aroma floral dan tekstur, serta sampel terbaik berada di kuadran dengan karakter manis-floral dominan. Penelitian ini mendapatkan formulasi lama fermentasi 1 % BAL dan lama fermentasi 24 jam sebagai pilihan produk minuman probiotik kecombrang yang paling diterima konsumen dengan hasil QDA memiliki kecenderungan rasa manis, aroma floral dan flavor floral tinggi, namun memiliki rasa asam yang rendah dan tekstur ringan.This study explores consumer acceptance of probiotic beverages based on kecombrang flowers with variations in the addition of Lactobacillus casei (1%, 3%, and 5%) and fermentation duration (0, 24, 36, and 48 hours). The objective is to identify the formulation most preferred by consumers and to map the sensory profile of the product using Quantitative Descriptive Analysis (QDA) and Principal Component Analysis (PCA). The research methods include product development, sensory testing, and data processing. Consumer acceptance testing was conducted on 13 formulations with trained panelists using a 7-point hedonic scale for the attributes of color, aroma, taste, texture, and overall liking. Hedonic data were analyzed using the Friedman and Wilcoxon tests, while QDA involved trained panelists assessing the intensity of sweetness, sourness, floral aroma, floral flavor, and texture. The QDA results were further processed with PCA to reveal the correlations between attributes. The main results showed that the formulation with 1% Lactobacillus casei addition and 24-hour fermentation had the highest Acceptable Factor value (100%) with a pink color quality, a slightly distinctive kecombrang aroma, a neutral taste with an acidic taste scale, and a liquid texture. The results of the QDA test were then mapped using PCA biplot (82.75% variance), which showed a strong positive correlation between sweetness and floral aroma, a negative correlation between floral aroma and texture, and the best samples were in the quadrant with dominant sweet-floral characteristics. This study found that a fermentation time of 1% BAL and a fermentation time of 24 hours were the most acceptable choices for kecombrang probiotic beverages, with QDA results showing a tendency toward sweet taste, high floral aroma and floral flavor, but low acidity and light texture.
4717450567A1C021034UJI PERFORMASI SENSOR LDR (LIGHT DEPENDENT RESISTOR) DALAM EVALUASI KANDUNGAN SUKROSA PADA GULA KELAPA KRISTALPengukuran kadar sukrosa pada gula kelapa kristal dilakukan dengan dua pendekatan. Pertama, dengan instrumen uji standar laboratorium yaitu spectrofotometer UV-Vis dan menggunakan instrumen sensor LDR model integrating sphere dengan tiga array sensor LDR yang disusun seri. Data resistansi sensor LDR dikonversi menjadi absorbansi dengan menggunakan Hukum Beer-Lambert. Penentuan absorbansi terbaik dilakukan dengan membandingkan perbedaan besaran nilai koefisien determinasi atau R2 pada ketiga array tersebut. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan enam perlakuan, yaitu penambahan gula pasir sebesar 0%,1%,2%,3%,4%, dan 5% dengan masing - masing 10 ulangan. Selain itu, pada penelitian ini juga dilakukan pengujian tambahan berupa pengukuran perubahan warna pada sampel gula kelapa kristal terhadap perlakuan pembahan gula pasir sebanyak 0-5% menggunakan instrumen color reader. Data pengukuran tambahan ini dilakukan sebagai data pendukung dalam pengukuran sifat optik pada sampel gula kelapa kristal. Analisis data dilakukan dengan metode analisis regresi terhadap nilai absorbansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak variasi penambahan sukrosa (gula pasir) diberikan, maka warna pada sampel gula kelapa kristal akan semakin menggelap. Hal ini terjadi karena adanya reaksi maillard dan karemalisasi yang semakin meningkat pada saat proses pemasakan nira. Hasil data menunjukkan korelasi yang tinggi antara nilai absorbansi sensor LDR model integrating sphere dengan nilai absorbansi spectroftometer UV-Vis. Selain itu, nilai asborbansi sensor LDR model integrating sphere juga menunjukkan nilai yang selaras dengan hasil pengukuran perubahan nilai warna pada pengukuran menggunakan instrumen color reader. Sucrose content measurements were performed using two approaches. First, using standard laboratory testing instruments, namely a UV-Vis spectrophotometer and an LDR sensor instrument with an integrating sphere model, featuring three series-connected LDR sensor. LDR sensor resistance data was converted into absorbance using the Beer-Lambert Law. The best absorbance determination was achieved by comparing the differences in the coefficient of determination (R²) values across the three sensor array configurations. The study was conducted experimentally with six treatments by adding 0%, 1%, 2%, 3%, 4%, and 5% granulated sugar, each with 10 replicates. Additionally, this study also included an additional test involving the measurement of color changes in coconut sugar crystal samples subjected to granulated sugar treatment at concentrations of 0–5% using a color reader instrument. This additional measurement data was used as supporting data for the optical property measurements of the coconut sugar crystal samples. Data analysis was performed using regression analysis on the absorbance values. The results showed that the more sucrose (granulated sugar) was added, the darker the color of the coconut sugar crystal samples became. This occurred due to the Maillard reaction and caramelization, which increased during the nira cooking process. The data showed a high correlation between the absorbance value of the integrating sphere LDR sensor and the absorbance value of the UV-Vis spectrophotometer. Additionally, the absorbance values of the LDR sensor model integrating sphere also showed values consistent with the results of color change measurements using the color reader instrument.
4717550568A1D021054Pengaruh Bioaktivator Alami pada Suhu Selama Proses Pengomposan Kotoran
Kambing dan Sapi
Peningkatan hasil produksi tanaman memerlukan pemupukan yang tepat, namun ketergantungan petani pada pupuk sintetik dan berkurangnya ketersediaan pupuk subsidi menimbulkan permasalahan, sementara penggunaan berlebihan dalam jangka panjang dapat merusak lingkungan. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bioaktivator alami terhadap perubahan suhu selama proses pengomposan kotoran kambing dan sapi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan dua faktor, yaitu jenis kotoran (kambing dan sapi) serta jenis bioaktivator (M-21, bioaktivator kambing, dan bioaktivator sapi). Suhu kompos diamati setiap hari selama 5 minggu proses pengomposan. Aplikasi jenis bioaktivator tidak menunjukkan perbedaan nyata pada semua minggu pengamatan. Suhu selama 5 minggu menunjukkan bahwa penggunaan bioaktivator yang berbeda berpengaruh tidak signifikan pada suhu selama proses pengomposan.Increasing crop production requires proper fertilization; however, farmers' reliance on synthetic fertilizers and the decreasing availability of subsidized fertilizers have created challenges, while long-term excessive use can damage the environment. One potential solution is the use of organic fertilizers. This study aimed to determine the effect of natural bioactivators on temperature changes during the composting process of goat and cow manure. The experiment was arranged in a factorial Randomized Block Design (RBD) with two factors: manure type (goat and cow) and bioactivator type (M-21, goat bioactivator, and cow bioactivator). The compost temperature was monitored daily for five weeks. The application of various bioactivators did not show significant differences across all observation weeks. Overall, the results indicate that the use of various bioactivators did not have a significant effect on temperature dynamics during the composting process.
4717650569C1C019027Analisis Pengaruh Faktor Fundamental dan Non Fundamental terhadap Tingkat Underpricing Saham Pada Sektor Cyclical dan Sektor TechnologyPerusahaan dalam mengembangkan usahanya tidak cukup hanya bergantung pada sumber internal. Oleh karena itu, pendanaan eksternal diperlukan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, salah satunya melalui IPO (initial public offering). Namun, penelitian ini menemukan perusahaan IPO terkhususnya dalam sektor cyclical dan sektor technology mengalami underpricing hingga mencapai 89,33 persen pada periode 2018-2022. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya pengaruh pada faktor fundamental (ukuran perusahaan, financial leverage, persentase penawaran saham, reputasi underwriter, reputasi auditor) serta non fundamental (inflasi) terhadap tingkat underpricing saham dalam perspektif terjadinya asimetri informasi diantara pelaku IPO. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan pendekatan cross-section dan pengujian tambahan melalui robustness test. Hasil penelitian ini menemukan faktor persentase penawaran saham, reputasi auditor dan inflasi berpengaruh terhadap tingkat underpricing saham. Selain itu, robustness test menemukan model regresi tidak konsisten (tidak robust). Companies cannot rely solely on internal resources to grow their business. Therefore, external funding is necessary to meet the company's needs, one of which is through an initial public offering (IPO). However, this study found that IPO companies, especially in the cyclical and technology sectors, experienced underpricing of up to 89.33 percent in the 2018-2022 period. This study aims to prove the influence of fundamental factors (company size, financial leverage, percentage of shares offered, underwriter reputation, and auditor reputation) and non-fundamental factors (inflation) on the level of stock underpricing in the context of information asymmetry among IPO participants. The data were analyzed using multiple liniear regression analysis with a cross-sectional approach and additional testing through a robustness test. The results of this study found that the percentage of shares offered, auditor reputation, and inflation have an effect on the level of stock underpricing. In addition, the robustness test found that the regression model is inconsistent (not robust).
4717750571J1B021014Tindak Tutur Perlokusi Komika Stand Up Comedy Pada Somasi CommunityArtikel ini mendeskripsikan tindak tutur perlokusi yang terdapat pada komika stand up comedy Somasi Community yang terdapat di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Analisis difokuskan pada reaksi atau efek yang ditimbulkan dari penonton sebagai mitra tutur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian ini berupa tuturan yang didapatkan dari video tayangan di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat. Teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatis. Penyajian data menggunakan metode informal. Hasil penelitian ditemukan bahwa efek dari tindak tutur perlokusi tidak hanya kelucuan atau hiburan, tetapi meliputi strategi bahasa yang digunakan oleh komika. Hal tersebut membuktikan bahwa humor juga dapat dijadikan sebagai sarana komunikasi pragmatik yang tidak hanya bertujuan menghibur, tetapi juga sebagai media untuk menyampaikan pesan sosial yang dapat memengaruhi penonton. This article describes the perlocutionary speech acts found in the stand up comedy comic of Somasi Community on Deddy Corbuzier’s YouTube channel. This analysis focuses on the reactions or effects generated from the audience as the speech partners. This research employs a qualitative descriptive method. The data for this research consist of utterances taken from video broadcasts on Deddy Corbuzier’s YouTube channel. The data collection techniques used are free listening technique and note-taking technique. The data analysis technique uses the pragmatic matching method. Data presentation uses an informal method. The results show that the effects of perlocutionary speech acts not only include humor or entertainment; they also involve the linguistic strategies used by the comedians. This demonstrates that humor can also serve as a means of pragmatic communication—not only to entertain, but also as a medium for conveying social messages that can influence the audience.

4717850575A1A021043Analisis Faktor-faktor yang Memengaruhi Produktivitas Tenaga Kerja di Pabrik Teh Hitam (Studi Kasus di PT Pagilaran UP Pagilaran Kabupaten Batang)Produktivitas tenaga kerja merupakan faktor penting dalam menjamin
efisiensi dan keberhasilan dalam proses produksi, terutama pada industri
pengolahan teh seperti di PT Pagilaran UP Pagilaran Kabupaten Batang. Pabrik
ini telah memberikan kontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja dan
produksi teh berkualitas yang diekspor ke berbagai negara. Namun data
menunjukkan bahwa selama empat tahun terakhir, produksi teh hitam belum
mencapai target yang telah ditentukan oleh perusahaan. Hal ini diduga berkaitan
dengan produktivitas tenaga kerja yang dipengaruhi faktor internal dan eksternal
seperti faktor jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah
tanggungan keluarga, upah kerja, penghargaan, dan sanksi. Oleh karena itu,
penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pabrik dan tenaga
kerja serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tenaga
kerja di pabrik teh hitam PT Pagilaran UP Pagilaran.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan
metode studi kasus di pabrik teh hitam UP Pagilaran pada Bulan April 2025.
Sampel pada penelitian ini mencakup seluruh populasi tenaga kerja pabrik
sebanyak 68 orang, yang dilakukan dengan metode sensus. Data dikumpulkan
melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan wawancara mendalam dengan
tenaga kerja dan manajemen pabrik. Analisis statistik menggunakan uji regresi
linear berganda yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas X
(jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan
keluarga, upah kerja, penghargaan, dan sanksi) terhadap variabel terikat Y
(produktivitas tenaga kerja). Pengujian regresi data akan diuji dengan uji asumsi
klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas
untuk memastikan validitas model yang diolah dengan menggunakan perangkat
lunak SPSS 25.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel bebas
berpengaruh signifikan terhadap produktivitas tenaga kerja. Secara parsial
menunjukkan hanya enam variabel yang terbukti berpengaruh signifikan
diantaranya tingkat pendidikan, pengalaman kerja, jumlah tanggungan keluarga,
upah kerja, penghargaan, dan sanksi. Temuan ini menunjukkan bahwa
produktivitas tidak hanya dipengaruhi oleh aspek keterampilan dan pengalaman,
tetapi juga dipengaruhi oleh upah yang diberikan dan beban sosial ekonomi tenaga
kerja. Oleh karena itu manajemen UP Pagilaran disarankan untuk meningkatkan
program pelatihan, menyesuaikan kebijakan upah kerja, memberikan penghargaan
yang sesuai, dan menerapkan sanksi secara adil sebagai bentuk pengendalian
kinerja. Strategi ini diharapkan dapat mendorong peningkatan efisiensi produksi
dan memperkuat daya saing industri teh baik di pasar nasional maupun
internasional.
Labor productivity is an important factor in ensuring the efficiency and
success of the production process, particularly in the tea processing industry, as
seen at PT Pagilaran UP Pagilaran in Batang Regency. This factory has made
significant contributions to labor absorption and the production of quality tea for
export to various countries. However, based on the data, black tea production has
not reached the company’s target over the last four years. This is believed to be
related to labor productivity, which is influenced by internal and external factors,
such as gender, age, education, work experience, number of family dependents,
wages, and incentives. Therefore, this study aims to identify the characteristics of
the factory and its workforce, as well as analyze the factors affecting labor
productivity at PT Pagilaran UP Pagilaran’s black tea factory.
The present study employs a descriptive quantitative approach, utilizing a
case study method at the UP Pagilaran black tea factory in April 2025. The
sample in this study comprised the entire factory workforce population of 68
people, which was obtained using the census method. The data were collected
through a variety of methods, including observation, Likert scale questionnaires,
and in-depth interviews with the workforce and factory management. The
objective of statistical analysis employing multiple linear regression tests is to
ascertain the impact of the independent variable X (gender, age, education, work
experience, number of family dependents, salary, rewards, and punishmen) on the
dependent variable Y (labor productivity). Preliminary to the execution of
regression testing, the data will undergo a series of evaluations. These
evaluations consist of the classical assumption test, which encompasses the
normality test, the multicollinearity test, and the heteroscedasticity test. The
objective of this preparatory phase is to ascertain the validity of the model which
are processed using SPSS 25.
The results show that simultaneously all independent variables have a
significant effect on labor productivity. Partially, the six variables proven to have
a significant influence are level of education, work experience, number of family
dependents, salary, rewards, and punishmen. This finding suggests that
productivity is not only influenced by aspects of skills and experience, but also by
the incentives provided and the socio-economic burden of labor. Therefore, UP
Pagilaran management is advised to improve training programs, adjust wage
policies, provide appropriate rewards, and apply sanctions fairly as a form of
performance control. This strategy is expected to encourage increased production
efficiency and strengthen the competitiveness of the tea industry in both national
and international markets.
4717950572B1A021132Keragaman dan Distribusi Kerang Air Tawar (Unionidae) di Sungai Serayu Bagian Inlet dan Outlet Waduk PB Soedirman BanjarnegaraSungai Serayu sebagai salah satu sungai utama di Jawa Tengah, merupakan habitat bagi sebagian besar Moluska termasuk kerang air tawar (Unionidae). Keragaman dan distribusi kerang air tawar dipengaruhi oleh faktor keberadaan ikan sebagai inang pada fase larva (glochidia), lingkungan setempat, ketersediaan makanan, serta rusak atau tidaknya habitat. Kondisi ekosistem Sungai Serayu yang semakin menurun, diperkirakan berdampak terhadap keberadaan Moluska terutama kerang air tawar yang hidup di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan morfologi spesies kerang air tawar yang ditemukan, membandingkan keragaman spesies kerang air tawar yang meliputi kekayaan dan kelimpahan serta mendeskripsikan distribusinya dan mengevaluasihubungan antara kekayaan spesies dan kelimpahan kerang air tawar dengan faktor lingkungan di inlet dan outlet Waduk PB Soedirman Sungai Serayu Banjarnegara.
Penelitian dilakukan di Sekitar Waduk PB Soedirman Sungai Serayu Banjarnegara dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari dan Maret 2025 menggunakan teknik Purposive Sampling. Keragaman kerang air tawar dianalisis menggunakan Uji One Way ANOVA dan Uji Kruskal Wallis sebagai alternatif dengan bantuan software SPSS. Distribusi kerang air tawar dianalisis dengan menggunakan tabel keberadaan spesies. Sedangkan hubungan antara distribusi kerang air tawar dengan parameter lingkungan dianalisis menggunakan Uji PCA dengan bantuan software PAST 4.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies kerang air tawar yang ditemukan pada bagian inlet dan outlet Waduk PB Soedirman yaitu Pilsbryoconcha exilis dengan ciri bentuk cangkang lebih panjang dan pipih serta cangkang berwarna kuning dan spesies Sinanodonta pasifica dengan cangkang lebih membulat oval dan warna hijau kehitaman. Keragaman kerang air tawar meliputi kekayaan spesies dan kelimpahan lebih banyak ditemukan pada sungai bagian outlet, serta distribusi S. pasifica ditemukan di semua stasiun dan P. exilis lebih terbatas. Kekayaan spesies dan total kelimpahan kerang air tawar serta kelimpahan P. exilis dan S. pasifica lebih berhubungan dengan parameter pH dan DO
Penelitian dilakukan di Sekitar Waduk PB Soedirman Sungai Serayu Banjarnegara dengan metode survei. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Februari dan Maret 2025 menggunakan teknik Purposive Sampling. Keragaman kerang air tawar dianalisis menggunakan Uji One Way ANOVA dan Uji Kruskal Wallis sebagai alternatif dengan bantuan software SPSS. Distribusi kerang air tawar dianalisis dengan menggunakan tabel keberadaan spesies. Hubungan antara distribusi kerang air tawar dengan parameter lingkungan dianalisis menggunakan Uji PCA dengan bantuan software PAST 4.
Hasil penelitian menunjukkan spesies kerang air tawar yang ditemukan pada bagian inlet dan outlet Waduk PB Soedirman yaitu Pilsbryoconcha exilis dengan ciri bentuk cangkang lebih panjang dan pipih serta berwarna kuning dan spesies Sinanodonta pasifica dengan cangkang lebih membulat oval dan warna hijau kehitaman. Keragaman kerang air tawar meliputi kekayaan spesies dan kelimpahan lebih banyak ditemukan pada sungai bagian outlet, serta distribusi S. pasifica ditemukan di semua stasiun dan P. exilis lebih terbatas. Kekayaan spesies dan total kelimpahan kerang air tawar serta kelimpahan P. exilis dan S. pasifica lebih berhubungan dengan parameter pH dan DO.
The Serayu River as one of the main rivers in Central Java is a habitat for freshwater mussels (Unionidae). The diversity and distribution of freshwater mussels are influenced by the presence of fish as hosts during the larval stage (glochidia), the local environment, food availability, and the condition of the habitat, whether damaged or not. The declining condition of the Serayu River ecosystem is expected to affect the existence of Molluscs, especially freshwater mussels living in it. This study aims to describe the morphology of freshwater mussel species found, compare the diversity of freshwater mussel species including richness and abundance, describe their distribution, and evaluate the relationship between species richness and abundance of freshwater mussels with environmental factors at the inlet and outlet of PB Soedirman Reservoir, Serayu River, Banjarnegara.
The research was conducted around PB Soedirman Reservoir, Serayu River, Banjarnegara, using a survey method. Sampling was carried out in February and March 2025 using the Purposive Sampling technique. The diversity of freshwater mussels was analyzed using the One-Way ANOVA Test and the Kruskal Wallis Test as an alternative with the help of SPSS software. The distribution of freshwater mussels was analyzed using a species occurrence table. Meanwhile, the relationship between the distribution of freshwater mussels and environmental parameters was analyzed using PCA Test with the help of PAST 4 software.
The results showed that the freshwater mussel species found at the inlet and outlet of PB Soedirman Reservoir were Pilsbryoconcha exilis, characterized by a longer and flatter shell with a yellow color, and Sinanodonta pasifica, characterized by a more rounded oval shell with a dark greenish color. The diversity of freshwater mussels, including species richness and abundance, was higher in the outlet part of the river, with the distribution of S. pasifica found in all stations and P. exilis being more limited. Species richness and total abundance of freshwater mussels, as well as the abundance of P. exilis and S. pasifica, were more related to pH and DO parameters.
4718050574C1G021002ANALYSIS OF MIGRANT WORKER REMITTANCES,
HDI, ECONOMIC GROWTH, AND UNEMPLOYMENT
ON POVERTY IN ASEAN-6 (2013 - 2023)
Kemiskinan di ASEAN menurun dari 47% pada tahun 1990 menjadi 15% pada tahun 2015. Namun, kemiskinan tetap menjadi tantangan, terutama di daerah pedesaan. Masalah ini tidak hanya terkait dengan pendapatan rendah, tetapi juga akses terbatas terhadap kebutuhan dasar dan diperparah oleh ketidaksetaraan gender dan diskriminasi. Perbedaan antar negara yang signifikan masih ada, dengan Singapura dan Brunei memiliki tingkat kemiskinan yang rendah, sementara Myanmar, Filipina, dan Kamboja menghadapi tantangan yang persisten. Studi ini menganalisis dampak remittances, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, dan pengangguran terhadap kemiskinan di ASEAN-6 (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Myanmar) selama periode 2013 hingga 2023. Menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model di EViews-12, penelitian ini menganalisis data time-series dan cross-sectional. Hasil studi yang diproses menggunakan regresi data panel menunjukkan bahwa: Hasil menunjukkan bahwa secara bersamaan, ketiga variabel tersebut secara signifikan mempengaruhi kemiskinan. Secara parsial, remitansi memiliki efek negatif dan signifikan, HDI memiliki efek positif tetapi tidak signifikan, pertumbuhan ekonomi memiliki efek negatif tetapi tidak signifikan, dan pengangguran memiliki efek positif tetapi tidak signifikan. Studi ini menyarankan agar pembuat kebijakan memperkuat perlindungan bagi pekerja migran, meningkatkan sistem remitansi, dan mempromosikan literasi keuangan untuk mendukung pengurangan kemiskinan jangka panjang.Poverty in ASEAN declined from 47% in 1990 to 15% in 2015. However, poverty remains a challenge, especially in rural areas. The problem is not only related to low income, but also limited access to basic needs and is exacerbated by gender inequality and discrimination. Significant inter-country disparities remain, with Singapore and Brunei exhibiting low poverty rates, while Myanmar, the Philippines, and Cambodia face persistent challenges This study analyzes the impact of remittances, HDI, economic growth, and unemployment on poverty in ASEAN-6 (Indonesia, Malaysia, the Philippines, Thailand, Vietnam, and Myanmar) during the period 2013 to 2023. Using panel data regression with a Fixed Effect Model in EViews-12, this research analyzes time-series and cross-sectional data. The results of the study processed using panel data regression show that simultaneously, all three variables significantly affecting poverty. Partialy remittances have a negative and significant effect, HDI has positive effect but doesn’t significant, economic growth have a negative and but doesn’t significant., unemployment has a positive but doesn’t significant. The study suggests that policymakers enhance migrant worker protections, improve remittance systems, and promote financial literacy to support long-term poverty reduction.