Artikelilmiahs
Menampilkan 46.601-46.620 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46601 | 49995 | F1A021108 | Pendidikan dalam Perspektif Orang Miskin pada Film Stip dan Pensil (2017) | Isu kemiskinan dan pendidikan sering diangkat dalam film-film yang membahas mengenai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif orang miskin terhadap pendidikan dalam film Stip dan Pensil (2017). Film Stip dan Pensil (2017) disutradarai oleh Ardy Octaviand dan menceritakan upaya anak-anak SMA yang berusaha membantu pendidikan anak-anak jalanan di perkampungan kumuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan pada tiga tingkat. Pertama, denotatif yang melihat makna tanda dengan apa adanya dan bersifat eksplisit. Kedua, konotatif yaitu tanda akan dimaknai secara lebih mendalam sehingga memunculkan makna yang bersifat tidak pasti. Ketiga, mitos yang terbentuk melalui hubungan makna tanda konotatif dengan hal-hal yang dianggap benar dalam masyarakat. Artikel ini menganalisis tiga scene dari 15 scene yang sesuai dengan tema penelitian. Scene dipilih berdasarkan fokus penelitian yaitu tentang perspektif orang miskin terhadap pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif orang miskin terhadap pendidikan yang tergambar dalam film ini yaitu memperlihatkan pandangan yang kurang mengutamakan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini didasarkan pada kondisi aspek ekonomi orang miskin yang menjadikan uang sebagai patokan dalam melakukan segala hal, aspek sosial budaya yaitu kebiasaan belajar yang tidak dianggap penting, dan aspek struktural yaitu lingkungan pemukiman yang tidak mendukung akses pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut tentang peran pendidikan dalam mengubah cara pandang orang miskin terhadap pentingnya pendidikan itu sendiri. | Issues of poverty and education are frequently portrayed in films that raises social problems. This research aims to explain the perspective of poor towards education as depicted in the film “Stip dan Pensil (2017)”. The film “Stip dan Pensil (2017)”, directed by Ardy Octaviand, portrays the efforts of high school students who strives to support the education of street children living in urban slum areas. The method used is qualitative with Roland Barthes semiotic analysis. The analysis was conducted on three levels. First, the denotative level, which interprets the meaning of signs as they are and in an explicit manner. Second, the connotative level, where signs are interpreted more deeply, resulting more subjective meanings and open to interpretation. Third, the myth level, which emerges from the relationship between connotative meanings and socially constructed beliefs or ideologies. This article analyze three selected scenes out of fifteen that were examined. The selected scenes were chosen based on the research focus, which centers on perspective of poor towards education. The research result shows that the perspective of the poor toward education, as depicted in the film, reflects a tendency to place less priority on education in daily life. This perception is influenced by several factors such economic conditions where money becomes the primary measure for all activities, socio-cultural aspects in which learning habits are not considered important, and structural aspects where living environments don’t support educational access. This research recommends further studies to analyze how education can play a transformative role in shifting the perspective of marginalized community towards the value of education. | |
| 46602 | 49996 | H1C020013 | GEOLOGI DAN KESTABILAN LERENG BERDASARKAN SIFAT FISIK & MEKANIKA TANAH SERTA GEOLISTRIK RESISTIVITAS DAERAH KALISALAK, KECAMATAN KEBASEN, KABUPATEN BANYUMAS, PROVINSI JAWA TENGAH | Penelitian di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Banyumas, Jawa Tengah bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi, sifat fisik dan mekanika tanah, serta kondisi bawah permukaan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Daerah ini memiliki geomorfologi perbukitan aliran lava (V14) dan dataran denudasional (D5), dengan stratigrafi berupa batulempung, batupasir, lava basalt, dan breksi piroklastik dari kala Miosen Tengah–Akhir. Struktur tektonik dominan berarah barat daya–timur laut. Hasil pengujian tanah menunjukkan jenis lempung anorganik berplastisitas menengah dan gradasi halus. Berat isi tanah rata-rata 5,1 kN/m³ (basah) dan 3,24 kN/m³ (kering). Mekanika tanah menunjukkan kohesi 3,78–5,9 kPa dan sudut geser dalam 24,02°–25,10°. Hasil analisis stabilitas lereng menunjukkan FK 1,05–1,5, menandakan lereng cukup stabil namun rawan terganggu. Geolistrik mengindikasikan lapisan batulempung dan batupasir, dengan lapisan atas berupa soil terdampak gerakan tanah. | The research conducted in Kalisalak Village, Kebasen District, Banyumas Regency, Central Java aimed to identify geological conditions, physical and mechanical properties of the soil, and subsurface conditions using the resistivity geoelectrical method. The area consists of lava flow hill geomorphology (V14) and denudational plains (D5), with stratigraphy including claystone, sandstone, basaltic lava, and pyroclastic breccia from the Middle to Late Miocene. The dominant tectonic structure trends southwest–northeast. Soil testing revealed inorganic clay with medium plasticity and fine grain gradation. The average unit weight of the soil is 5.1 kN/m³ (wet) and 3.24 kN/m³ (dry). Mechanical properties showed cohesion ranging from 3.78 to 5.9 kPa and internal friction angles between 24.02° and 25.10°. Slope stability analysis using Geostudio indicated safety factors (FK) of 1.05–1.5, suggesting relatively stable slopes that are still vulnerable to disturbance. Geoelectrical results indicated claystone and sandstone layers, with the uppermost layer interpreted as soil affected by ground movement. | |
| 46603 | 49997 | L1B021053 | Aktivitas Bakteri Selulolitik pada Saluran Pencernaan Ikan Nilem (Osteochilus sp.) yang Diberi Pakan dengan Substitusi Tepung Daun Ubi Jalar Terfermentasi | Pakan dengan susbtitusi tepung daun ubi jalar dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan nilem (Osteochilus sp.) dan akan berdampak terhadap komunitas bakteri di dalam pencernaan salah satunya bakteri selulolitik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi, kelimpahan dan indeks aktivitas bakteri selulolitik pada saluran pencernaan ikan nilem (Osteochilus sp.). Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan 4 perlakuan substitusi (0%, 25%, 50% dan 75%) dan 3 ulangan. Sampel berupa usus ikan diambil pada hari ke-25, 35 dan 45 pemeliharaan lalu dikultur pada media agar CMC (Carboxyl Methyl Cellulose) untuk menghitung proporsi dan indeks aktivitas bakteri selulolitik. Hasil menunjukkan tidak berbeda nyata pada proporsi, kelimpahan dan indeks aktivitas bakteri selulolitik (P>0,05). Penggunaan substitusi tepung daun ubi jalar pada pakan cenderung menurunkan kelimpahan bakteri selulolitik namun meningkatkan proporsi dan indeks aktivitas bakteri selulolitik dibandingkan dengan kontrol. Nilai proporsi bakteri selulolitik berkisar antara 73,3±28 - 98,6±2,3%, nilai kelimpahan bakteri selulolitik berkisar antara 16,42-484,89 x 106 CFU/g dan nilai indeks aktivitas bakteri selulolitik berkisar antara 0,18-0,23. | Fermented sweet potato leaf substitution feed can influence the cellulolytic bacteria in digestive tract of Nilem fish (Osteochilus sp.). This study aimed to examine the proportion, abundance and activity index of these bacteria. Experimental method were used in this study with 4 treatments (0%, 25%, 50% and 75%) and 3 replications. Fish intestine samples were collected on days 25, 35, and 45 and then cultured on CMC (Carboxymethyl Cellulose) agar medium to determine the proportion and activity index of cellulolytic bacteria. The results showed no significant difference in the proportion, abundance and activity index of cellulolytic bacteria (P>0,05). The use of sweet potato leaf flour substitution in the feed tended to decrease the abundance but increase the proportion and activity index of cellulolytic bacteria. The proportion of cellulolytic bacteria ranged from 73,3±28 - 98,6±2,3%, the abundance ranged from 16,42-484,89 x 106 CFU/g and the activity index ranged from 0,18-0,23. | |
| 46604 | 49998 | L1B021086 | JUMLAH TOTAL DAN KARAKTERISASI BAKTERI DARI SEDIMEN TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SISTEM INTENSIF PASCA KASUS KEMATIAN MASSAL | Budidaya intensif udang vaname (Litopenaeus vannamei) menerapkan padat tebar tinggi dan input budidaya secara intensif, sehingga berisiko menyebabkan penumpukan limbah budidaya di dasar tambak. Limbah tersebut berasal dari sisa pakan, metabolisme udang, organisme mati, pemupukan, pengapuran, pestisida dan air masuk saat pergantian. Akumulasi limbah yang tidak terbuang optimal saat pergantian air dapat meningkatan populasi bakteri patogen dalam sedimen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui jumlah total dan karakteristik bakteri pada sedimen tambak udang vaname (Litopenaeus vannamei) sistem intensif pasca kasus kematian massal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total bakteri pada sampel A9-2.1 sebesar 5,2 x 105 CFU/gram dan B6-2.2 sebesar 3,5 x 105 CFU/gram. Karakterisasi morfologi koloni menunjukkan hasil beragam, didominasi koloni yang memiliki bentuk circular, elevasi convex, tepi entire. Secara umum koloni bakteri yang ditemukan memiliki bentuk (circular, irregular, dan filamentous), warna (kuning, putih, transparan, merah, kuning-merah), elevasi (convex, raised, dan flat), tepi (entire, undulate, dan filamentous). Karakteristik biokimia isolat didominasi Gram negatif, katalase dan oksidase positif, mampu memfermentasi terhadap (glukosa, laktosa, dan sukrosa) serta produksi enzim protease. Hasil ini menunjukkan keberadaan bakteri heterotrof yang berpotensi berperan dalam proses dekomposisi maupun sebagai patogen. | Intensive culture of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) involves high stocking densities and heavy use of inputs, which can lead to the accumulation of organic waste at the bottom of the pond. This waste originates from uneaten feed, shrimp metabolites, dead organisms, fertilizers, lime, pesticides, and incoming water during exchange. Improper waste removal during water exchange may contribute to the proliferation of pathogenic bacteria in pond sediments. This study aimed to determine the total bacterial count and characterize bacterial isolates from pond sediments in an intensive L. vannamei culture system following a mass mortality event. The method used was observational. Results showed that the highest bacterial counts were found in sample A9-2.1 (5.2 × 10⁵ CFU/gram) and B6-2.2 (3.5 × 10⁵ CFU/gram). Colony morphology was diverse, dominated by circular shapes, convex elevation, and entire margins. Overall, colonies exhibited various forms (circular, irregular, filamentous), colors (yellow, white, transparent, red), elevations (convex, raised, flat), and edges (entire, undulate, filamentous). Biochemical characterization revealed that most isolates were Gram-negative, catalase and oxidase positive, capable of fermenting (glucose, lactose, and sucrose), and protease enzyme production. These findings indicate the presence of heterotrophic bacteria with potential roles in organic matter decomposition and pathogenicity. | |
| 46605 | 49999 | F1A021039 | Eksistensi Tradisi Palang Pintu di Era Globalisasi | Penelitian ini menganalisis tradisi khas suku Betawi yakni palang pintu. Penelitian ini membahas eksistensi tradisi palang pintu di era globalisasi dengan teori fungsi seni music Alan Parkhurst Merriam. Selain itu, tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tindakan sosial yang dilakukan masyarakat dalam upaya melestarikan tradisi palang pintu berdasarkan perspektif tindakan sosial Max Weber. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten yang termasuk ke wilayah utama yang terpapar arus globalisasi. Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan analisis deksriptif Miles dan Huberman. Data dikumpulkan dengan metode wawancara, observasi, dan juga dokumentasi. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa tradisi palang pintu masih eksis di masyarakat Kecamatan Pamulang. Akan tetapi terdapat penurunan minat masyarakat untuk melanjutkan tradisi ini. Terdapat tindakan sosial yang dilakukan masyarakat dalam upaya melestarikan tradisi ini. Terdapat tindakan sosial rasionalitas nilai yang berupa pengunggahan informasi tradisi palang pintu di media sosial. Selain itu terdapat juga tindakan tradisional yang berupa penggunaan tradisi ini di pernikahan khas Betawi. | This study analyzes the distinctive tradition of the Betawi tribe, palang pintu. This study discusses the existence of the palang pintu tradition in the era of globalization using Alan Parkhurst Merriam's theory of the function of musical art. In addition, another objective of this study is to determine the social actions carried out by the community in an effort to preserve the palang pintu tradition based on Max Weber's social action perspective. This research was conducted in Pamulang District, South Tangerang City. The research method used in this study is a qualitative research method with descriptive analysis by Miles and Huberman. Data were collected through interviews, observation, and documentation. The results obtained indicate that the palang pintu tradition still exists in the community of Pamulang District. However, there is a decline in community interest in continuing this tradition. There are social actions carried out by the community in an effort to preserve this tradition. There are social actions of value rationality in the form of uploading information about the palang pintu tradition on social media. In addition, there are also traditional actions in the form of using this tradition in typical Betawi weddings. | |
| 46606 | 50045 | K1B021080 | IMPLEMENTASI METODE FUZZY MAMDANI UNTUK DETEKSI DINI KECANDUAN GADGET PADA ANAK | Tingginya intensitas penggunaan gadget pada anak usia sekolah dasar dapat menimbulkan kecanduan yang berdampak pada perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi dini tingkat kecanduan gadget pada anak usia 7–12 tahun menggunakan metode Fuzzy Inference System (FIS) metode Mamdani. Metode ini dipilih karena mampu menangani data yang bersifat subjektif dan ambigu serta menghasilkan keluaran linguistik yang mudah dipahami. Terdapat empat variabel input, yaitu faktor internal, faktor lingkungan, faktor kemajuan teknologi, dan faktor pola asuh, serta satu variabel output berupa tingkat kecanduan gadget. Data diperoleh melalui wawancara dengan pakar dan pengisian kuisioner kepada 50 anak. Berdasarkan hasil wawancara, disusun 81 aturan fuzzy yang menjadi dasar sistem. Sistem diimplementasikan menggunakan software Scilab 6.0.1, dan diuji dengan membandingkan hasil sistem terhadap hasil pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mengidentifikasi tingkat kecanduan gadget secara akurat dengan akurasi sistem sebesar 100%. | The high intensity of gadget use in elementary school-age children can lead to addiction that has an impact on children's cognitive, social, and emotional development. This study aims to early detect the level of gadget addiction in children aged 7-12 years using the Fuzzy Inference System (FIS) Mamdani method. This method was chosen because it is able to handle subjective and ambiguous data and produce linguistic outputs that are easy to understand. There are four input variables, namely internal factors, environmental factors, technological progress factors, and parenting factors, and one output variable in the form of the level of gadget addiction. Data was obtained through interviews with experts and filling out questionnaires to 50 children. Based on the results of the interview, 81 fuzzy rules were compiled as the basis for the system. The system was implemented using Scilab 6.0.1 software, and tested by comparing the system results to expert results. The results show that the system is able to identify the level of gadget addiction accurately with 100% system accuracy. | |
| 46607 | 50000 | A1D021128 | Pengaruh Interval Pemberian Air dan Penambahan Amelioran Tanah terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah (Oryza sativa L.) | Produksi padi nasional dalam tiga tahun terakhir selalu mengalami penurunan. Salah satu penyebabnya karena kurangnya suplai air akibat penurunan curah hujan sehingga terjadi kekeringan pada lahan sawah, terutama di musim tanam kedua. Perlu dilakukan peningkatan produksi dengan pengaturan interval pemberian air yang didukung penambahan amelioran tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interval pemberian air, penambahan amelioran tanah, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah (Oryza sativa L.). Penelitian dilaksanakan di screen house yang berada di Desa Pasir Kulon, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas selama 6 bulan mulai Januari hingga Juni 2025. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial yang terdiri dari dua faktor, yaitu interval pemberian air dan amelioran tanah. Faktor pertama, interval pemberian air terdiri dari 3 taraf, yaitu pemberian air setiap hari (P0), setiap 4 hari sekali (P1), dan setiap 8 hari sekali (P2). Sementara faktor kedua, amelioran tanah terdiri dari 4 taraf, yaitu tanpa amelioran sebagai kontrol (A0), kompos jerami padi (A1), biochar sekam padi (A2), serta kombinasi kompos jerami padi dan biochar sekam padi (A3). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 ulangan. Berdasarkan kedua faktor penelitian, total kombinasi taraf faktor berjumlah 12, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Data hasil pengamatan dan pengukuran dianalisis ragam (Anova) menggunakan uji F pada pada taraf kepercayaan 95%, selanjutnya apabila berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf nyata 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interval pemberian air berpengaruh nyata pada variabel pertumbuhan (tinggi tanaman, luas daun, kandungan klorofil, umur berbunga, umur panen, dan jumlah anakan produktif) dan variabel hasil (jumlah gabah per malai, presentase gabah isi, berat gabah kering panen, bobot kering tajuk, dan bobot kering akar). Interval pemberian air tidak berpengaruh nyata hanya pada variabel pertumbuhan jumlah anakan total. Penambahan amelioran memberikan pengaruh signifikan terhadap seluruh variabel pertumbuhan seperti tinggi tanaman, luas daun, kandungan klorofil, umur berbunga, umur panen, jumlah anakan total dan jumlah anakan produktif. Namun terhadap variabel hasil, penambahan amelioran hanya berpengaruh nyata pada berat gabah kering panen dan bobot kering tajuk. Pengaruh interaksi antara interval pemberian air dan penambahan amelioran tanah terhadap pertumbuhan dan hasil hanya terdapat pada variabel kandungan klorofil dengan kombinasi perlakuan terbaik yaitu pemberian air setiap 4 hari sekali dan amelioran tanah kompos jerami padi. | National rice production in the last three years has always decreased. One of the reasons is the lack of water supply due to the decrease in rainfall so that there is a drought in rice fields, especially in the second planting season. It is necessary to increase production by regulating the interval of water application supported by the addition of soil ameliorant. This study aims to determine the effect of water application intervals, addition of soil ameliorantt, and the interaction of these two on the growth and yield of paddy rice (Oryza sativa L.). The research was carried out at a screen house located in Pasir Kulon Village, Karanglewas District, Banyumas Regency for 6 months from January to June 2025. This study is a factorial experiment consisting of two factors, namely the interval of watering and soil amelioration. The first factor, the interval of water provision consists of 3 levels, namely daily water (P0), every 4 days (P1), and every 8 days (P2). Meanwhile, the second factor, soil ameliorant consists of 4 levels, namely without ameliorant as a control (A0), rice straw compost (A1), rice husk biochar (A2), and a combination of rice straw compost and rice husk biochar (A3). This study used a Group Random Design (RAK) with 3 replicates. Based on the two research factors, the total combination of factor levels amounted to 12, so there were 36 experimental units. The data from observation and measurement were analyzed variously (Anova) using the F test at a confidence level of 95%, then if it had a real effect, it was followed by the Duncan's Multiple Range Test (DMRT) test at a real level of 5%. The results showed that the interval of watering had a significant effect on the growth variables (plant height, leaf area, chlorophyll, flowering age, harvest age, and number of productive saplings) and yield variables (number of grain per panicle, percentage of grain content, weight of harvested dry grain, dry weight of crown, and dry weight of roots). The interval of watering had no real effect only on the growth variable of the total number of saplings. The addition of ameliorant has a significant influence on all growth variables such as plant height, leaf area, chlorophyll, flowering age, harvest age, total number of saplings and number of productive saplings. However, for the yield variable, the addition of ameliorant only had a real effect on the weight of harvested dry grain and the dry weight of the crown. The effect of the interaction between the interval of watering and the addition of soil ameliorantt on growth and yield was only found in the chlorophyll content variable with the best combination of treatment, namely watering every 4 days and ameliorant of rice straw compost soil. | |
| 46608 | 50002 | H1D021056 | OPTIMALISASI JARINGAN HOTSPOT DENGAN DYNAMIC WIRELESS DISTRIBUTION SYSTEM (WDS) MENGGUNAKAN ROUTER MIKROTIK | Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Purbalingga menghadapi kendala jangkauan hotspot yang terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan untuk memperluas jangkauan, meningkatkan performa, dan mengelola keamanan akses jaringan. Metode yang diimplementasikan adalah Dynamic Wireless Distribution System (WDS) menggunakan Router Mikrotik sebagai Master dan TP-Link sebagai Slave, dilengkapi dengan manajemen bandwidth melalui Simple Queue tipe PCQ dan keamanan akses menggunakan fitur Firewall yakni Hotspot. Pengujian kualitas layanan (QoS) sebelum dan sesudah implementasi menunjukkan keberhasilan, di mana parameter throughput mengalami peningkatan signifikan dari kategori "Kurang Memuaskan" (11,2%) menjadi "Cukup Memuaskan" (28,4%) menurut standar TIPHON, sementara parameter lain seperti packet loss, delay, dan jitter tetap dalam kategori "Sangat Memuaskan". | The Archives and Library Service of Purbalingga Regency faces constraints with its limited hotspot coverage, prompting this research to expand network range, improve performance, and manage access security. The implemented method is a Dynamic Wireless Distribution System (WDS) using a Mikrotik Router as Master and a TP-Link as Slave, complemented by bandwidth management via Simple Queue (PCQ type) and access security using Firewall’s Hotspot features. Quality of Service (QoS) testing before and after implementation demonstrated success, with the throughput parameter showing a significant increase from the "Less Satisfactory" category (11.2%) to "Fair" (28.4%) according to the TIPHON standard, while other parameters like packet loss, delay, and jitter remained in the "Very Satisfactory" category. | |
| 46609 | 50001 | F1A021110 | Pemaknaan dan Praktik Healing sebagai Gaya Hidup Kontemporer pada Komunitas Purwokerto Healing | Healing telah menjadi tren populer di masyarakat kontemporer. Mereka memaknai healing lebih luas, tidak lagi hanya sebatas pemulihan diri yang berorientasi pada sisi kesehatan saja, namun juga berorientasi sebagai bagian dari gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna dan praktik healing pada komunitas Purwokerto Healing. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data secara observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan memaknai healing sebagai bentuk penyembuhan dan pelarian diri dari rutinitas, kegiatan rekreatif, dan kegiatan sederhana yang dapat memberikan kepuasan batin. Healing juga tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas fisik, tetapi juga psikis. Praktik healing yang dilakukan beragam seperti mengunjungi tempat wisata, olahraga, berdiskusi kelompok, menonton film dan membaca buku. Melalui teori budaya populer Raymond Williams, penelitian ini menunjukkan bahwa healing yang dilakukan komunitas Purwokerto Healing telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat kontemporer. Dengan demikian, healing pada komunitas Purwokerto Healing menunjukkan adanya perluasan makna dan praktik healing dari konteks kesehatan berkembang luas pada konteks kehidupan masyarakat kontemporer yang lebih kompleks. | Healing has become a popular trend in contemporary society. They interpret healing more broadly, no longer limiting it to self-recovery focused solely on the health aspect, but also viewing it as part of a lifestyle. This research aims to describe the meaning and practice of healing within the Purwokerto Healing community. This research uses a qualitative method with data collection thru observation, in-depth interviews, and documentation. The research findings indicate that informants interpret healing as a form of recovery and escape from routine, recreational activities, and simple activities that can provide inner satisfaction. Healing is not only understood as a physical activity, but also a spiritual one. Healing practices are diverse, including visiting tourist attractions, exercising, group discussions, watching movies, and reading books. Thru Raymond Williams' theory of popular culture, this research shows that the healing practices of the Purwokerto Healing community have become a part of contemporary society's lifestyle. Thus, healing in the Purwokerto Healing community demonstrates an expansion of the meaning and practice of healing from the health context, which is widespread, to the more complex context of contemporary community life. | |
| 46610 | 50012 | E1A018351 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP KEALPAAN DALAM PENYAMBUNGAN ALIRAN LISTRIK YANG MENGAKIBATKAN HILANGNYA NYAWA SESEORANG (STUDI PUTUSAN PENGADILAN NEGERI SUMENEP NOMOR 328/PID.B/2020/PN.SMP) | ABSTRAK Kelalaian (kealpaan) dalam tindak pidana termasuk dalam kategori pertanggungjawaban pidana yang dapat berakibat fatal, termasuk menghilangkan nyawa orang lain. Dalam praktiknya, perbuatan melawan hukum yang dilakukan tanpa unsur kesengajaan ini tetap dapat dijerat dengan ancaman pidana sesuai ketentuan Pasal 359 KUHP. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana unsur kealpaan diterapkan dalam tindak pidana yang mengakibatkan kematian seseorang melalui analisis putusan Pengadilan Negeri Sumenep Nomor 328/Pid.B/2020/PN.Smp. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan menggunakan data sekunder melalui studi kepustakaan. Kasus yang dikaji melibatkan terdakwa Subroto bin Sadin yang menyambungkan aliran listrik tanpa izin dan tanpa memperhatikan standar keselamatan, yang kemudian menyebabkan korban Sahwar meninggal akibat tersengat listrik. Berdasarkan hasil persidangan, Majelis Hakim menetapkan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan telah melakukan pelanggaran terhadap Pasal 359 KUHP. Namun secara normatif perbuatan terdakwa juga memenuhi unsur delik dalam UU Ketenagalistrikan khususnya Pasal 49 ayat (2) dan Pasal 54 ayat (1) UU No. 30 Tahun 2009 jo. UU No. 6 Tahun 2023, sehingga seharusnya Penuntut Umum juga mendakwakan pasal-pasal tersebut sebagai lex specialis guna memperkuat landasan hukum serta memberikan perlindungan yang lebih optimal terhadap keselamatan masyarakat. Kata Kunci : Kealpaan, Pasal 359 KUHP, Putusan Hakim, UU Ketenagalistrikan | ABSTRACT Negligence (culpa) in criminal acts falls under the category of criminal liability that may result in fatal consequences, including the loss of human life. In practice, unlawful acts committed without intentional elements can still be subject to criminal sanctions inaccordance with the provisions of Article 359 of the Indonesian Penal Code (KUHP). This research aims to examine how the element of negligence is applied in criminal acts that result in a person’s death, through an analysis of the District Court Decision of Sumenep Number 328/Pid.B/2020/PN.Smp. The research employs a normative juridical method with a descriptive-analytical approach, and uses secondary data obtained through literature studies. The case under review involves the defendant, Subroto bin Sadin, who connected an unauthorized electical line without adhering to safety standards, which subsequently caused the death of the victim, Sahwar, due to electrocution. Based on the trial, the panel of judges concluded that the defendant was legally and convincingly proven to have violated Article 359 of the Penal Code. However normatively, the defendant’s actions also fulfilled the elements of offenses under the Electricity Law, particularly Article 49 paraghraph (2) and Article 54 paraghraph (1) of Law No. 30 of 2009 as amended by Law No. 6 of 2023. Therefore, the Public Prosecutor should have also charged those provisions as lex specialis to strengthen the legal foundation and provide greater protection for public safety. Keywords : Negligence, Article 359 KUHP, Court Decision, Electricity Law. | |
| 46611 | 50004 | C1N023001 | THE EFFECT OF INDEPENDENCE AND COMPETENCE ON AUDIT QUALITY WITH AUDITOR INTEGRITY AS A MODERATING VARIABLE (SURVEY AT BPKP YOGYAKARTA REPRESENTATIVE OFFICE) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh independensi dan kompetensi terhadap kualitas audit dengan integritas auditor sebagai variabel moderasi (Survey pada Kantor Perwakilan BPKP Yogyakarta). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear berganda dan analisis Moderated Regression Analysis (MRA) menggunakan perangkat lunak IBM SPSS 26. Sampel penelitian ditentukan menggunakan rumus Slovin dari populasi 108 auditor, dengan jumlah minimum 52 responden. Dalam pelaksanaannya, data diperoleh melalui kuesioner yang dikembalikan oleh 54 auditor dan digunakan dalam analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Independensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, (2) Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit, (3) Integritas secara signifikan memoderasi pengaruh independensi terhadap kualitas audit, dan (4) Integritas tidak memoderasi pengaruh kompetensi terhadap kualitas audit. Temuan ini mengindikasikan bahwa integritas auditor hanya mampu memperkuat hubungan antara independensi dan kualitas audit. | This study aims to analyze the effect of independence and competence on audit quality with auditor integrity as a moderating variable (Survey at the BPKP Yogyakarta Representative Office). This research uses a quantitative approach with multiple linear regression methods and Moderated Regression Analysis (MRA) with the assistance of IBM SPSS 26 software. The sample was determined using the Slovin formula from a population of 108 auditors, with a minimum requirement of 52 respondents. In practice, data were obtained through questionnaires returned by 54 auditors, which were then used in the analysis. The results show that: (1) Independence has a positive and significant effect on audit quality, (2) Competence has a positive and significant effect on audit quality, (3) Integrity significantly moderates the effect of independence on audit quality, and (4) Integrity does not moderate the effect of competence on audit quality. These findings indicate that auditor integrity is only able to strengthen the relationship between independence and audit quality. | |
| 46612 | 50005 | L1B021034 | KELIMPAHAN BAKTERI AMILOLITIK PADA USUS LOBSTER MUTIARA (Panulirus ornatus) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PELELANGAN IKAN DEMAAN KABUPATEN JEPARA | Lobster mutiara (Panulirus ornatus) merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi, namun pertumbuhannya lambat. Efisiensi pakan yang bergantung pada pencernaan karbohidrat dapat ditingkatkan melalui peran bakteri amilolitik di usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan dan indeks aktivitas bakteri amilolitik pada usus lobster mutiara yang didaratkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Demaan, Kabupaten Jepara. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif dengan analisis data secara deskriptif kuantitatif melalui isolasi bakteri dari usus lobster, pengamatan morfologi koloni, uji aktivitas amilolitik pada media pati, serta uji biokimia. Hasil menunjukkan kelimpahan total bakteri mencapai 1,42 × 10⁶ CFU/g, dengan proporsi bakteri amilolitik sebesar 30,39%, dan kelimpahan bakteri amilolitik sebesar 4,30 × 10⁵ CFU/g. Dua isolat bakteri dengan kode A1 dan A4 menunjukkan indeks aktivitas amilolitik masing-masing sebesar 1,5 dan 4,6. Hasil uji biokimia menunjukkan kode isolat A1 dan A4 tergolong bakteri amilolitik yaitu Bacillus licheniformis dan Bacillus subtilis. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa usus lobster mutiara mengandung komunitas bakteri amilolitik yang berpotensi sebagai agen probiotik untuk meningkatkan efisiensi pencernaan dan pertumbuhan dalam budidaya lobster. | The pearl lobster (Panulirus ornatus) is a high-value fishery commodity however, its growth rate is relatively slow. Feed efficiency, which depends on carbohydrate digestion, can be enhanced through the role of amylolytic bacteria in the intestine. This study aimed to determine the abundance and amylolytic activity index of intestinal bacteria in pearl lobsters landed at the Demaan Fish Landing Site (TPI Demaan), Jepara Regency. The research was conducted using a descriptive–exploratory method, with data analyzed descriptively and quantitatively through bacterial isolation from lobster intestines, colony morphology observation, amylolytic activity testing on starch media, and biochemical characterization. The results showed that the total bacterial abundance reached 1.42 × 10⁶ CFU/g, with amylolytic bacteria comprising 30.39% of the community and an abundance of 4.30 × 10⁵ CFU/g. Two bacterial isolates, coded A1 and A4, exhibited amylolytic activity indices of 1.5 and 4.6, respectively. Biochemical tests identified isolates A1 and A4 as Bacillus licheniformis and Bacillus subtilis. In conclusion, the study demonstrated that the intestinal microbiota of pearl lobsters contains amylolytic bacteria with potential as probiotic agents to enhance digestive efficiency and growth in lobster aquaculture. | |
| 46613 | 50006 | E1A021153 | Tanggung Jawab Hukum Okupasi Terapis Sebagai Tenaga Kesehatan Dalam Pelayanan Kesehatan | Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 menegaskan bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera dan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, sehingga diperlukan hukum kesehatan sebagai pedoman yang mengatur standar pelayanan, termasuk profesi okupasi terapis. Okupasi terapis memiliki tanggung jawab hukum untuk memberikan pelayanan yang aman dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukum okupasi terapis sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konsep. Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum okupasi terapis sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan menunjukkan sinkronisasi peraturan dengan derajat lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar dibentuknya peraturan yang derajatnya lebih rendah. Selain itu peraturan yang sederajat tidak saling bertentangan dan dapat saling melengkapi. Bentuk tanggung jawab hukum okupasi terapis sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan meliputi: tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 308 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 308 ayat (1) dan Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; dan tanggung jawab hukum administratif berdasarkan Pasal 283 dan Pasal 313 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 736 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 23 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Okupasi Terapis. | Article 28H paragraph (1) of the 1945 Constitution affirms that every individual has the right to live in prosperity and to receive adequate healthcare services. Accordingly, health law is necessary as a guiding framework to regulate service standards, including those applicable to the occupational therapy profession. Occupational therapists bear legal responsibility to provide services that are safe and professional. This study aims to examine the synchronization of regulations and the forms of legal responsibility of occupational therapists as healthcare professionals in the provision of health services. The research employs a normative juridical approach, utilizing statutory, analytical, and conceptual methods. The research specifications include legislative inventory, legal synchronization, and in concreto legal discovery. The data used are secondary data obtained through literature studies, analyzed using a normative qualitative method. The findings reveal that the regulation of the legal responsibilities of occupational therapists as healthcare professionals demonstrates synchronization in which lower-level regulations do not conflict with higher-level regulations, and higher-level regulations serve as the basis for the formulation of lower-level regulations. Furthermore, regulations of equal hierarchy do not contradict one another and are mutually complementary. The forms of legal responsibility of occupational therapists as healthcare professionals in health services include: civil legal liability pursuant to Article 308 paragraph (2) of Law No. 17 of 2023 on Health; criminal legal liability pursuant to Article 308 paragraph (1) and Article 440 of Law No. 17 of 2023 on Health; and administrative legal liability pursuant to Articles 283 and 313 of Law No. 17 of 2023 on Health, Article 736 of Government Regulation No. 28 of 2024 on the Implementation of Law No. 17 of 2023 on Health, and Article 23 of the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 23 of 2013 on the Administration and Practice of Occupational Therapy. | |
| 46614 | 50007 | A1D021092 | INDUKSI POLIPLOIDI PADA JABON (Neolamarckia cadamba Miq.) MENGGUNAKAN ORYZALIN SECARA IN VITRO | Jabon (Neolamarckia cadamba Miq.) merupakan tanaman berkayu yang memiliki prospek tinggi sebagai tanaman industri dan dapat dijadikan alternatif menurunnya ketersediaan kayu dari hutan alam. Secara alami, kualitas kayu tanaman jabon masih tergolong sedang, sehingga diperlukan peningkatan melalui pendekatan bioteknologi dan pemuliaan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan teknik poliploidisasi dengan oryzalin untuk meningkatkan keragaman genetik dan diharapkan dapat menghasilkan varietas dengan kualitas kayu yang lebih baik. Tanaman ini merupakan tanaman diploid dengan 44 kromosom (2n = 2x = 44). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan jabon terhadap perlakuan oryzalin sebagai agen antimitosis yang digunakan dalan proses induksi poliploidi secara in vitro. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor dan tujuh kombinasi perlakuan, yaitu P0 (tanpa perendaman oryzalin), P1 (24 jam, 15 µM), P2 (24 jam, 20 µM), P3 (24 jam, 25 µM), P4 (48 jam, 15 µM), P5 (48 jam, 20 µM), dan P6 (48 jam, 25 µM). Variabel yang diamati mencakup persentase hidup, tinggi batang, jumlah node, jumlah daun, luas daun, ketebalan daun, warna daun, persentase perakaran, jumlah akar, panjang akar, bobot basah, ukuran stomata, dan tingkat poliploidi eksplan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama perendaman dan konsentrasi oryzalin cenderung menurunkan persentase hidup, jumlah daun, jumlah akar, dan ketebalan daun, namun mampu meningkatkan luas daun, bobot basah, dan ukuran stomata. Hasil uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) menunjukkan bahwa interaksi antara lama perendaman dengan konsentrasi oryzalin berpengaruh nyata terhadap luas daun. Hasil uji flow cytometry menunjukkan bahwa perendaman eksplan dengan konsentrasi 15 µM dan 25 µM selama 24 jam berhasil menghasilkan eksplan tetraploid. | Jabon (Neolamarckia cadamba Miq.) is a woody plant with high potential as an industrial crop and can be used as an alternative to declining availability of wood from natural forests. Naturally, the wood quality of jabon is considered moderate, thus, improvement efforts are necessary through biotechnology and breeding approaches. One effort involves the application of polyploidization techniques using oryzalin to enhance genetic diversity, with the expectation of producing varieties with superior wood quality. This plant is a diploid plant with a chromosome number of 44 chromosomes (2n = 2x = 44). This research aims to investigate the growth response of jabon to oryzalin treatment as an antimitosis agent used in the in vitro induction of polyploidy. This research used Completely Randomized Design (CRD) with two factors and seven treatment combinations: P0 (control), P1 (24 hours, 15 µM), P2 (24 hours, 20 µM), P3 (24 hours, 25 µM), P4 (48 hours, 15 µM), P5 (48 hours, 20 µM), and P6 (48 hours, 25 µM). The observed variabel s included survival rate, stem height, number of nodes, number of leaves, leaf area, leaf thickness, leaf color, rooting percentage, number of roots, root length, fresh weight, stomatal size, and polyploidi level. The results showed that increasing oryzalin concentration and immersion duration tended to reduce survival rate, number of leaves, number of roots, and leaf thickness, but increased leaf area, fresh weight, and stomatal size. The Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) showed that the interaction between immersion time and oryzalin concentration had a significant effect on leaf area. Flow cytometry analysis confirmed that immersing explants in 15 µM and 25 µM for 24 hours successfully induced tetraploid plants. | |
| 46615 | 50008 | E1A021177 | TANGGUNG JAWAB HUKUM TENAGA GIZI SEBAGAI TENAGA KESEHATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk-bentuk tanggung jawab hukum tenaga gizi sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konsep. Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi perundang-undangan, sinkronisasi hukum, dan penemuan hukum in concreto. Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab hukum tenaga gizi sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan telah menunjukkan adanya sinkronisasi vertikal. Artinya, peraturan dengan derajat lebih rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar dibentuknya peraturan yang derajatnya lebih rendah. Selain itu peraturan yang sederajat tidak saling bertentangan dan dapat saling melengkapi. Bentuk tanggung jawab hukum tenaga gizi sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan meliputi: tanggung jawab hukum pidana berdasarkan Pasal 308 ayat (1) dan Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 308 ayat (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; dan tanggung jawab hukum administratif berdasarkan Pasal 283, Pasal 306 dan Pasal 313 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 736 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 24 Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik Tenaga Gizi. | This study aims to examine the synchronization of regulations and the forms of legal liability of nutritionists as health professionals in healthcare services. The research employs a normative juridical approach with statutory, analytical, and conceptual methods. The research specification includes the inventory of legislation, legal synchronization, and in concreto legal discovery. The data used are secondary data obtained through literature study. The analysis method applied is normative qualitative analysis. The findings indicate that the regulation of legal liability of nutritionists as health professionals in healthcare services demonstrates both vertical synchronization. This means that lower-level regulations do not conflict with higher level regulations, and higher-level regulations serve as the basis for the formation of lower-level regulations. Furthermore, regulations of equal hierarchy do not contradict each other and can be mutually complementary. The forms of legal liability of nutritionists as health professionals in healthcare services include: criminal liability under Article 308 paragraph (1) and Article 440 of Law Number 17 of 2023 on Health; civil liability under Article 308 paragraph (2) of Law Number 17 of 2023 on Health; and administrative liability under Article 283, Article 306, and Article 313 of Law Number 17 of 2023 on Health, Article 736 of Government Regulation Number 28 of 2024 on the Implementation of Law Number 17 of 2023 on Health, as well as Article 24 of Minister of Health Regulation Number 26 of 2013 on the Implementation of the Work and Practice of Nutritionists. | |
| 46616 | 50013 | A1D021213 | Stabilitas Hasil Padi pada Tiga Ketinggian Tempat Berbeda | Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pertanian utama dan menjadi sumber bahan makanan pokok di Indonesia. Program pemuliaan tanaman bertujuan untuk meningkatkan hasil panen secara kuantitas maupun kualitas. Interaksi antara varietas dan lingkungan menyebabkan tanaman memiliki respon yang beragam terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi terhadap stabilitas hasil padi, mengetahui pengaruh interaksi varietas dan lokasi terhadap pertumbuhan dan hasil padi, mengetahui nilai parameter genetik, serta mengetahui varietas yang stabil dan unggul pada tiga ketinggian tempat berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah dataran rendah (Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen), lahan sawah dataran menengah (Lahan blok Sariaji, Kelurahan Kramatan, Kecamatan Wonosobo), lahan sawah dataran tinggi (Desa Gununglangit, Kecamatan Kalibening). Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KKF lebih tinggi dibandingkan nilai KKG yang ditunjukkan pada sebagian karakter yang diamati. Karakter dengan nilai heritabilitas, KKG, dan kemajuan genetik tinggi dapat dijadikan kriteria seleksi karena memiliki sifat yang mudah diturunkan ke generasi selanjutnya. Interaksi varietas dan lokasi ditunjukkan oleh tinggi tanaman, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah kering panen, dan bobot gabah kering giling. Hasil analisis stabilitas menurut Finlay & Wilkinson (1963) menunjukkan bahwa varietas Ciherang dan M70D memiliki koefisien regresi kurang dari 1 yang berarti varietas tersebut dapat beradaptasi di lokasi Kebumen dan Banjarnegara. Sementara, varietas Rojolele memiliki koefisien regresi lebih dari 1 yang berarti varietas tersebut spesifik lokasi dan cocok ditanam di lokasi Wonosobo. | Rice (Oryza sativa L.) is a major agricultural commodity and primary food source in Indonesia. Plant breeding programs aim to improve crop yields in terms of both quantity and quality. Interactions between varieties and the environment cause plants to respond differently to different environments. This study aims to determine the effect of location on rice yield stability, to determine the effect of variety and location interactions on rice growth and yield, to determine genetic parameter values, and to identify stable and superior varieties at three different elevations. The study was conducted in lowland rice fields (Tangeran Village, Sruweng Subdistrict, Kebumen Regency), midland rice fields (Sariaji Block, Kramatan Village, Wonosobo Subdistrict), and highland rice fields (Gununglangit Village, Kalibening Subdistrict). The experimental design used in this study was a factorial Randomized Block Design (RBD) with three replications. The results showed that the KKF values were higher than the KKG values for some of the observed traits. Characteristics with high heritability, KKG, and genetic progress values can be used as selection criteria because they have traits that are easily passed on to the next generation. Variety and location interactions were indicated by plant height, percentage of filled grains per panicle, weight of 1,000 grains, weight of harvested dry grains, and weight of milled dry grains. The results of stability analysis according to Finlay & Wilkinson (1963) show that the Ciherang and M70D varieties have regression coefficients of less than 1, which means that these varieties can adapt to the Kebumen and Banjarnegara locations. Meanwhile, the Rojolele variety has a regression coefficient of more than 1, which means that this variety is location-specific and suitable for planting in the Wonosobo location. | |
| 46617 | 50019 | C1L021025 | Pengaruh Literasi Digital, Self-Regulated Learning, dan Reinforcement Positif terhadap Student Engagement dalam Pembelajaran Ekonomi di SMA Negeri 4 Purwokerto | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi digital, self-regulated learning, dan reinforcement positif terhadap student engagement dalam pembelajaran ekonomi di SMA Negeri 4 Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian berjumlah 188 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik proportionate simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi digital, self-regulated learning, dan reinforcement positif memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap student engagement. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa dengan literasi digital yang baik, kemandirian belajar yang tinggi, serta memperoleh reinforcement positif cenderung lebih aktif terlibat dalam pembelajaran ekonomi. Implikasi penelitian ini mencakup pentingnya penguatan etika digital, penerapan strategi pembelajaran yang mendorong kemandirian oleh guru, serta optimalisasi reinforcement positif guna meningkatkan keterlibatan siswa. | This study aims to analyze the influence of digital literacy, self-regulated learning, and positive reinforcement on student engagement in economics learning at SMA Negeri 4 Purwokerto. The research employs a quantitative method with a survey design. The sample consists of 188 tenth-grade students selected through proportionate simple random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed using multiple linear regression. The results indicate that digital literacy, self-regulated learning, and positive reinforcement have a positive and significant effect on student engagement. These findings suggest that students with strong digital literacy, high self-regulated learning abilities, and exposure to positive reinforcement tend to be more actively engaged in economics learning. The implications of this research highlight the importance of strengthening digital ethics, implementing teaching strategies that foster independent learning, and optimizing positive reinforcement to enhance student engagement. | |
| 46618 | 50024 | E1A021233 | PENYELENGGARAAN PARKIR DI DALAM RUANG MILIK JALAN DALAM MEWUJUDKAN KETERTIBAN BERLALU LINTAS DI KABUPATEN BANYUMAS | Perkembangan jalan di Kabupaten Banyumas yang diikuti dengan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor yang semakin meningkat idealnya diiringi juga dengan peningkatan fasilitas parkir di dalam ruang milik jalan (rumija). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penyelenggaraan parkir di dalam rumija dan penegakan hukum terhadap penyelenggaraan parkir di dalam rumija dalam upaya mewujudkan ketertiban berlalu lintas di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelenggaraan parkir di dalam rumija di Kabupaten Banyumas sebagaimana diatur dalam Pasal 81 Perda Penyelenggaraan Perhubungan jo. Pasal 43 ayat (3) UU LLAJ dan Pasal 105 ayat (1) PP JLLAJ hanya dapat diselenggarakan di tempat tertentu pada jalan kabupaten dan jalan desa oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas. Kondisi terkini masih menunjukan adanya penyelenggaraan parkir di dalam rumija di jalan nasional maupun jalan provinsi di Kabupaten Banyumas oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Penegakan hukum preventif dan represif terhadap penyelenggaraan parkir di dalam rumija dalam upaya mewujudkan ketertiban berlalu lintas oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyumas hanya dapat dilaksanakan pada jalan kabupaten dan jalan desa karena terdapat pembatasan kewenangan dalam penyelenggaraan jalan. | The development of roads in Banyumas Regency, accompanied by the increasing growth in the number of motor vehicles, should ideally be followed by improvements in parking facilities within the road space (rumija). This study aims to identify and analyze the implementation of parking within the rumija and the enforcement of laws against the organization of parking in the rumija as an effort to realize traffic order in Banyumas Regency. The research method employed is normative juridical with statutory, conceptual, and historical approaches. The findings indicate that the organization of parking within the rumija in Banyumas Regency, as regulated in Article 81 of the Regional Regulation on Transportation Administration in conjunction with Article 43 paragraph (3) of the Road Traffic and Transportation Law and Article 105 paragraph (1) of the Government Regulation on Road Traffic Infrastructure, may only be conducted at designated locations on regency and village roads by the Banyumas Regency Government. The current condition still shows the existence of parking arrangements within the rumija on national and provincial roads in Banyumas Regency by irresponsible parties. Preventive and repressive law enforcement against parking activities within the rumija, as an effort to establish traffic order by the Banyumas Regency Government, can only be carried out on regency and village roads due to limitations of authority in road administration. | |
| 46619 | 50020 | L1C021030 | PROFIL PERTUMBUHAN DAN BIOMASSA MIKROALGA LAUT Jaaginema sp. DENGAN SUPLEMENTASI GAS KARBON DIOKSIDA (CO2) | Peningkatan konsentrasi CO2 di lingkungan telah menjadi penyebab utama pemanasan global. Mikroalga memiliki potensi untuk mengurangi kadar dan dampak dari peningkatan CO2 di lingkungan dengan kemampuan fiksasi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi gas CO2 terhadap pertumbuhan dan biomassa mikroalga laut Jaaginema sp. Dalam penelitian ini, mikroalga Jaaginema sp. dikultur pada media Seawater-Batam SWBT selama 8 hari dengan perbedaan suplementasi gas CO2 yaitu 0 mL sebagai kontrol, 10 mL, dan 20 mL. Laju pertumbuhan spesifik Jaaginema sp. tertinggi adalah (0,1280 ± 0,0154 /hari), produktivitas biomassa (0,1312 ± 0,0025 mg/mL/hari), dan laju fiksasi CO2 (0,2401 ± 0,00464 mg/mL/hari) pada konsentrasi CO2 10 mL. Selain itu, Jaaginema sp. menunjukkan peningkatan kandungan karbohidrat, protein, dan lipid pada konsentrasi CO2 10 mL, mencapai nilai tertinggi yaitu 30,5%, 27,9%, dan 23%. Uji ANOVA menunjukkan bahwa suplementasi CO2 berpengaruh signifikan terhadap produksi biomassa dan kandungan metabolit primer mikroalga pada taraf uji signifikansi (α = 0.01). Secara umum, viabilitas yang baik dari Jaaginema sp. terbentuk pada 10 mL CO2. Penelitian ini menunjukkan bahwa Jaaginema sp. dapat menjadi alternatif agen biofiksasi yang dapat mengurangi dampak emisi gas CO2 secara langsung. | Increased of CO2 concentration in the environment have become a major cause of global warming. Microalgae have the potential to reduce the levels and impacts of elevated CO2 in the environment with their CO2 fixation ability. This study aims to determine the effect of CO2 supplementation on the growth and biomass productivity of Jaaginema sp. In this study, Jaaginema sp. was grown under different CO2 concentrations (0 mL as control, 10 mL, and 20 mL) using Seawater-Batam (SWBT) media for 8 days. The highest specific growth of Jaaginema sp. was (0.1280 ± 0.0154 /day), productivity biomass was (0.1312 ± 0.0025 mg/mL/day), and CO2 fixation rate was (0.2401 ± 0.00464 mg/mL/day) at 10 mL CO2 concentration. Additionally, Jaaginema sp. showed an increase in carbohydrate, protein and lipid content at 10 mL CO2 concentration, reaching the highest value of 30,5%, 27,9%, and 23%. ANOVA test showed that CO2 supplementation had a significant effect on biomass production and primary metabolite content of microalgae at the test level significance (α = 0.01). In general, good viability of Jaaginema sp. was established at 10 mL CO2. Furthermore, this research showed that Jaaginema sp. could be an alternative biofixation agent to reduce the impact of CO2 emissions. | |
| 46620 | 50016 | C1G018016 | FACTORS AFFECTING NATIONAL RICE PRICES | One effort to maintain the stability of national staple food prices is through controlling rice prices. Economic theory states that substitute goods, complementary goods, stock availability, and purchasing power influence rice prices. However, data from 2019 to 2023 in Indonesia shows a discrepancy between theory and reality. For example, rice prices continue to rise despite high stocks, or fall when per capita income increases. The objective of this study is to analyze the effects of corn prices, broiler chicken egg prices, rice stocks, and per capita income on rice prices in Indonesia in 2025, both simultaneously and partially. This study uses secondary data from Statistics Indonesia and the Ministry of Agriculture. Data analyzed using multiple linear regression. The results indicate that all independent variables simultaneously significantly influence rice prices. Partially, rice stocks and per capita income have a positive and significant effect on rice prices, while corn prices and chicken egg prices have no significant effect. The implication of this research is the need for the government to optimize rice stock management and consider public purchasing power as a crucial factor in price stabilization. Food price control policies must not only consider substitute and complementary goods but also consider income distribution and adequate stock availability. | Salah satu upaya menjaga stabilitas harga pangan pokok nasional adalah melalui pengendalian harga beras. Dalam teori ekonomi menyatakan bahwa harga beras dipengaruhi oleh barang substitusi, barang komplementer, ketersediaan stok, serta daya beli masyarakat. Namun, di Indonesia, data periode 2019–2023 menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara teori dan kenyataan, misalnya harga beras tetap naik meskipun stok tinggi, atau turun ketika pendapatan per kapita meningkat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh harga jagung, harga telur ayam ras, stok beras, dan pendapatan per kapita terhadap harga beras di Indonesia tahun 2025, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan Kementerian Pertanian. Data dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, keempat variabel independen berpengaruh signifikan terhadap harga beras. Secara parsial, stok beras dan pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga beras, sedangkan harga jagung dan harga telur ayam ras tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian ini adalah perlunya pemerintah mengoptimalkan pengelolaan stok beras dan memperhatikan daya beli masyarakat sebagai faktor penting dalam stabilisasi harga. Kebijakan pengendalian harga pangan tidak cukup hanya mempertimbangkan barang substitusi dan komplementer, tetapi juga harus memperhitungkan distribusi pendapatan dan ketersediaan stok yang memadai. |