Artikelilmiahs

Menampilkan 46.621-46.640 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4662150015B1A021009Keragaman Jenis dan Kepadatan Lalat Filth fly di Desa Salem, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes Sampah merupakan sesuatu yang tidak berguna, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang dan berasal dari sisa aktivitas manusia. Data pada Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2023 diketahui bahwa jumlah timbunan sampah nasional telah mencapai 40,2 juta ton, dimana 15,9 juta ton belum terkelola dengan baik. Kondisi ini dapat mengundang berbagai binatang pengganggu, salah satunya adalah kelompok lalat filth fly yang termasuk ke dalam kelompok serangga vektor mekanis dari berbagai penyakit dan biasanya dijadikan sebagai indikator kebersihan atau sanitasi suatu tempat. Salah satu cara untuk menilai tingkat sanitasi ini adalah dengan mengukur kepadatan lalat filth fly. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan keragaman dan tingkat kepadatan serta mengetahui hubungan komposisi filth fly dan kondisi faktor lingkungan di lima lokasi berbeda di Desa Salem.

Penelitian dilakukan pada lima lokasi di Desa Salem dengan menggunakan metode survey. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Desember 2024-Mei 2025 menggunakan teknik purposive sampling. Variabel pada penelitian ini meliputi variable bebas (tempat sampah di permukiman, rumah makan, pasar, TPS, dan kandang hewan) dan variabel terikat (keragaman dan kepadatan jenis lalat filth fly). Parameter penelitian meliputi indeks keanekaragaman spesies, indeks kekayaan spesies, indeks kelimpahan relatif, indeks kemerataan, indeks dominansi, kepadatan lalat filth fly, suhu, kelembaban udara, dan intensitas cahaya. Analisis data dilakukan menggunakan software PAST4.09.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaman spesies lalat filth fly di TPS, pasar, kandang, rumah makan, dan permukiman di Desa Salem termasuk kategori rendah dengan nilai masing-masing 1,15; 1,09; 0,84; 1,00; dan 1,08. Spesies lalat filth fly yang ditemukan adalah Musca domestica, Hydrotaea ignava, Fannia canicularis, Chrysomya megacephala, Lucilia sericata, dan Sarcophaga dux yang dapat berperan sebagai vektor mekanis berbagai patogen penyebab penyakit hingga miasis. Kepadatan lalat tertinggi terdapat di lokasi TPS (93,7, sangat tinggi/padat). Perbedaan keragaman dan kepadatan lalat filth fly di lima lokasi di Desa Salem dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Berdasarkan analisis Principal Component Analysis (PCA), kelembaban (83,02-96,92%) dan intensitas cahaya (24.351-48.846,83 lux) yang tinggi di lokasi TPS dan pasar lebih cocok untuk spesies M. domestica dan H. ignava, sementara suhu (30,35-35,4°C) yang tinggi di lokasi kandang, rumah makan, dan permukiman lebih cocok untuk spesies L. sericata, F. canicularis, S. dux, dan C. megacephala.
Waste is something that is useless, not used, not liked, or something that is discarded and comes from the remains of human activity. Data from the Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) in 2023 shows that the national waste accumulation has reached 40.2 million tons, of which 15.9 million tons have not been managed properly. This condition can attract various pests, one of which is the filth fly, a group of mechanical vector insects that transmit various diseases and is often used as an indicator of the cleanliness or sanitation of a place. One way to assess this level of sanitation is by measuring the density of the filth fly. This study aims to compare the diversity and density levels, and to determine the relationship between filth fly composition and environmental conditions in five different locations in Salem Village.

The research was conducted at five locations in Salem Village using the survey method. Sampling was conducted from December 2024 to May 2025 using a purposive sampling technique. The variables in this research included independent variables (trash bins in residential areas, restaurant, traditional markets, waste management site, and animal cages) and dependent variables (diversity and density of filth fly species). Research parameters included species diversity index, species richness index, relative abundance index, evenness index, dominance index, filth fly density, temperature, air humidity, and light intensity. Data analysis was conducted using PAST4.09 software.

The results showed that the diversity of filth fly species in the waste management site, markets, cages, restaurants, and settlements in Salem Village was in the low category with values of 1.15, 1.09, 0.84, 1.00, and 1.08, respectively. The filth fly species found were Musca domestica, Hydrotaea ignava, Fannia canicularis, Chrysomya megacephala, Lucilia sericata, and Sarcophaga dux, which can act as mechanical vectors of various disease-causing pathogens, including myiasis. The highest fly density was found at the waste management site (93.7, very high/dense).

 Differences in the diversity and density of filth flies in five locations in Salem Village are influenced by environmental factors. Based on the Principal Component Analysis (PCA), high humidity (83.02-96.92%) and light intensity (24,351-48,846.83 lux) in the waste management site and traditional market locations are more suitable for the species M. domestica and H. ignava, while high temperatures (30.35-35.4°C) in the animal cages, restaurant, and residential areas are more suitable for the species L. sericata, F. canicularis, S. dux, and C. megacephala.
4662250023A1H023003PENGARUH PUPUK NSZEO-SR TERHADAP SERAPAN S, SIFAT KIMIA TANAH ENTISOL DAN HASIL TANAMAN PADI DI KARANGANYAR, KECAMATAN ADILAPA, KABUPATEN CILACAPPupuk NSZEO-SR merupakan pupuk majemuk yang tersusun atas sulfur, zeolit, montmorilonit, arang sekam, urea, dan kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk NSZEO-SR terhadap serapan sulfur oleh tanaman padi, sifat kimia tanah Entisol, dan hasil panen padi. Penelitian dilaksanakan di Karanganyar, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, pada bulan Juni 2024 hingga Februari 2025 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri atas 12 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk NSZEO-SR berpengaruh nyata terhadap serapan sulfur tanaman padi, dengan nilai tertinggi diperoleh pada perlakuan D7 dan D8. Selain itu, aplikasi pupuk ini meningkatkan ketersediaan unsur Na, Ca, dan Mg dalam tanah, dengan hasil tertinggi pada perlakuan D9. Pupuk NSZEOSR juga memberikan dampak positif terhadap komponen hasil, yaitu peningkatan jumlah anakan dan bobot gabah kering baik per petak maupun per hektar. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa NSZEO-SR tidak hanya memperbaiki status hara tanah, tetapi juga mendukung pertumbuhan tanaman dan hasil panen yang lebih optimal. Dengan demikian, pupuk NSZEO-SR efektif digunakan sebagai alternatif pemupukan untuk meningkatkan kesuburan tanah Entisol dan produktivitas tanaman padiNSZEO-SR fertilizer is a compound fertilizer consisting of sulfur, zeolite, montmorillonite, rice husk charcoal, urea, and lime. This study aims to examine the effect of NSZEO-SR fertilizer on sulfur uptake by rice plants, the chemical properties of Entisol soil, and rice yields. The study was conducted in Karanganyar, Adipala District, Cilacap Regency, from June 2024 to February 2025 using a Completely Randomized Block Design (CRBD) consisting of 12 treatments and 3 replications. The results showed that the application of NSZEOSR fertilizer significantly affected sulfur uptake by rice plants, with the highest values obtained in treatments D7 and D8. In addition, the application of this fertilizer increased the availability of Na, Ca, and Mg elements in the soil, with the highest results in treatment D9. NSZEO-SR fertilizer also had a positive impact on yield components, namely increasing the number of tillers and dry grain weight both per plot and per hectare. This improvement indicates that NSZEO-SR not only improves soil nutrient status but also supports optimal plant growth and yield. Therefore, NSZEO-SR is an effective alternative fertilizer for improving Entisol soil fertility and rice productivity.
4662350030B1A021036Kemampuan Isolat PGPR Asal Tanah Pasir Besi dalam Menghasilkan Eksopolisakarida pada Medium ATCC No.14 dengan Sumber Karbon BerbedaLahan pesisir termasuk tanah marginal dengan keterbatasan kesuburan, salinitas tinggi, dan akumulasi logam berat yang menurunkan produktivitas pertanian. Salah satu solusi adalah pemanfaatan Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR) yang mampu menghasilkan eksopolisakarida (EPS) untuk meningkatkan ketahanan tanaman dan kemantapan agregat tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan isolat PGPR asal tanah pasir besi dalam menghasilkan EPS pada medium ATCC no.14, menentukan sumber karbon optimal, serta waktu produksi EPS tertinggi. Penelitian dilakukan dengan metode survei berupa uji pemanfaatan karbohidrat, uji semi kuantitatif EPS, pengukuran pH, dan kurva produksi EPS, serta metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan enam perlakuan, yaitu kontrol tanpa karbon dan lima jenis sumber karbon (glukosa, sukrosa, fruktosa, laktosa, mannitol) konsentrasi 2%, masing-masing tiga ulangan. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan ANOVA dilanjutkan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan 16 isolat PGPR berpotensi menghasilkan EPS, dengan isolat PT4C5 terpilih sebagai penghasil indeks slime tertinggi. Uji produksi EPS kasar menunjukkan sukrosa sebagai sumber karbon optimal dengan kadar EPS 12,89 mg/L. Produksi EPS isolat PT4C5 pada medium ATCC no.14 dengan sukrosa 2% mencapai puncak pada jam ke-36 inkubasi sebesar 23,11 mg/L. Temuan ini menegaskan bahwa jenis isolat, sumber karbon, dan waktu fermentasi merupakan faktor penting dalam optimasi produksi EPS oleh PGPR untuk mendukung pertanian lahan pesisir.Coastal land is marginal land with limited fertility, high salinity, and heavy metal accumulation, which reduces agricultural productivity. One solution is the use of Plant Growth-Promoting Rhizobacteria (PGPR), which can produce exopolysaccharides (EPS) to improve plant resistance and soil aggregate stability. This study aims to determine the ability of PGPR isolates from iron sand soil to produce EPS in ATCC medium no. 14, identify the optimal carbon source, and determine the peak EPS production time. The study was conducted using survey methods, including carbohydrate utilization tests, semi-quantitative EPS tests, pH measurements, and EPS production curves, as well as experimental methods using a Completely Randomized Design (CRD) with six treatments: a control without carbon and five types of carbon sources (glucose, sucrose, fructose, lactose, mannitol) at a 2% concentration, each with three replicates. Data were analyzed descriptively and using ANOVA followed by the BNJ test. The results showed that 16 PGPR isolates had the potential to produce EPS, with isolate PT4C5 selected as the highest slime index producer. The crude EPS production test indicated sucrose as the optimal carbon source with an EPS concentration of 12.89 mg/L. EPS production by isolate PT4C5 on ATCC medium no. 14 with 2% sucrose reached a peak at 36 hours of incubation at 23.11 mg/L. These findings confirm that isolate type, carbon source, and fermentation time are important factors in optimizing EPS production by PGPR to support coastal agriculture.
4662450033F1F021008Sportswashing or Strategic Branding? The Saudi Pro League's Role in Reshaping Global Perceptions of Saudi ArabiaStudi ini menganalisis perubahan Liga Pro Saudi (SPL) dari tahun 2021 hingga 2024, menilai apakah inisiatif-inisiatif ini merupakan sportswashing atau pencitraan merek negara (nation branding) yang otentik. Sejak tahun 2021, Arab Saudi telah mengalokasikan miliaran dolar untuk mengakuisisi talenta sepak bola internasional dan meningkatkan fasilitas, meskipun ada kecaman global terhadap catatan hak asasi manusianya. Penelitian ini menggunakan kerangka heksagon pencitraan merek negara Anholt dan mengadopsi teknik studi kasus kualitatif dengan aspek komparatif, yang menggabungkan dokumen resmi, survei opini publik, analisis konten media, dan statistik pariwisata. Temuan menunjukkan pendekatan "diplomasi olahraga strategis" yang beragam, yang melampaui dikotomi sportswashing/pencitraan merek yang sederhana, menghasilkan hasil yang tidak proporsional di berbagai tujuan. Meskipun SPL mencapai kesuksesan komersial yang signifikan, termasuk penayangan di lebih dari 130 negara, menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari $300 juta, dan menarik 310.000 turis tambahan, peningkatan reputasi di pasar Barat terbatas, terutama di kalangan penonton yang menyoroti isu-isu hak asasi manusia. Studi ini menunjukkan "paradoks persepsi Barat," di mana peningkatan visibilitas yang substansial tidak menghasilkan peningkatan favorabilitas, sementara analisis demografis menunjukkan persepsi yang jauh lebih positif di kalangan penonton yang lebih muda, penggemar aktif, dan demografi non-Barat. Studi ini memperkaya pemahaman teoretis tentang diplomasi olahraga dengan mengilustrasikan bagaimana segmentasi audiens memengaruhi efektivitas di seluruh dimensi demografis, geografis, dan budaya, sehingga menantang penilaian sederhana terhadap pencitraan merek negara berbasis olahraga dan menawarkan kerangka kerja untuk menganalisis hasil multidimensi dari diplomasi olahraga modern.This study analyzes the change of the Saudi Pro League (SPL) from 2021 to 2024, assessing whether these initiatives represent sportswashing or authentic nation branding. Since 2021, Saudi Arabia has allocated billions into the acquisition of international football talents and the enhancement of facilities, notwithstanding global condemnation of its human rights record. This research utilizes Anholt's nation branding hexagon framework and adopts a qualitative case study technique with comparative aspects, incorporating official documents, public opinion surveys, media content analysis, and tourism statistics. Findings indicate a multifaceted "strategic sports diplomacy" approach that surpasses the simplistic sportswashing/branding dichotomy, yielding disproportionate outcomes across several objectives. Despite SPL's notable commercial success, including airing in over 130 countries, generating over $300 million in annual revenue, and attracting an additional 310,000 tourists, enhancements in reputation within Western markets were limited, especially among viewers emphasizing human rights issues. The study demonstrates a "Western perception paradox," wherein substantial visibility gains did not result in enhanced favorability, while demographic analysis indicates markedly more positive perceptions among younger viewers, active fans, and non-Western demographics. This study enhances the theoretical comprehension of sports diplomacy by illustrating how audience segmentation influences effectiveness across demographic, geographic, and cultural dimensions, thereby contesting simplistic assessments of sports-based nation branding and offering frameworks for analyzing the multifaceted outcomes of modern sports diplomacy.

4662550021A1D021075Kualitas Pupuk Organik Hasil Dekomposisi Kotoran Ternak Sistem Aerob dan Pengaruhnya terhadap Hasil Tanaman EdamameKotoran ternak merupakan salah satu jenis limbah organik yang dapat dimanfaatkan untuk menjadi pupuk organik. Pembuatan pupuk organik dilakukan dengan proses pengomposan, salah satunya dengan sistem aerob. Proses pengomposan yang biasanya berjalan cukup lama dapat dipercepat dengan penambahan dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pupuk organik kotoran ternak hasil dekomposisi dengan dekomposer serta mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik tersebut terhadap hasil tanaman edamame. Penelitian dilakukan dalam dua tahap, yaitu tahap pengomposan dan budidaya. Tahap pengomposan menggunakan RAK faktorial dengan dua jenis kotoran ternak dan empat jenis dekomposer (kotoran sapi, kotoran kambing, eco-enzyme, dan EM-4). Tahap budidaya menggunakan RAK faktorial dengan tiga dosis pupuk N, P, K dan enam jenis pupuk organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk organik memiliki kualitas yang memenuhi standar SNI 7763:2018, kecuali pada variabel kadar air dan Cd total. Aplikasi pupuk organik belum mampu meningkatkan hasil edamame yang berupa jumlah polong, jumlah biji, dan bobot polong segar.Livestock manure is one type of organic waste that can be utilized as organic fertilizer. Organic fertilizer production is carried out through the composting process, one of which is the aerobic system. The composting process, which typically takes a considerable amount of time, can be accelerated by adding decomposers. This study aims to determine the quality of organic fertilizer produced from livestock manure through decomposition using decomposers, as well as to assess the impact of applying such organic fertilizer on edamame crop yields. This study was conducted in two phases: composting and cultivation. The composting phase used a factorial randomized block design with two types of livestock manure and four types of decomposers (cow manure, goat manure, ecoenzyme, and EM-4). The cultivation phase used a factorial randomized block design with three doses of N, P, K fertilizers and six types of organic fertilizers. The results showed that organic fertilizers met the standards set by the Ministry of Agriculture in 2019, except for the moisture content and total Cd variable. The application of organic fertilizer has not been able to increase edamame yields in terms of pod number, seed number, and fresh pod weight.
4662650022A1H023010PENGARUH PEMBERIAN MINERAL WOLLASTONITE DAN FLY ASH BOTTOM ASH TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH ENTISOL, SERAPAN FOSFOR DAN PERTUMBUHAN TANAMAN PAKCOYPakcoy merupakan komoditas sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat. Permintaan pasar yang tinggi dan harga yang relatif stabil menjadikan pakcoy sebagai sayuran yang potensial untuk dilakukan usaha pertanian. Budidaya pertanian umumnya dilaksanakan pada lahan yang subur dan mendukung untuk pertumbuhan tanaman. Lahan yang subur biasanya diperuntukkan untuk budidaya tanaman pangan guna untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional, namun ketersediannya semakin berkurang akibat konversi lahan. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan cara mengoptimalkan lahan marginal atau lahan yang kurang produktif, seperti tanah Entisol di daerah pesisir yang luas belum dimanfaatkan secara optimal. Entisol merupakan tanah marginal yang memiliki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah yang kurang subur karena memiliki tekstur pasir, struktur lepas, permeabilitas cepat, daya menahan dan menyimpan air yang rendah serta unsur hara dan bahan organik yang rendah. Pada kondisi tanah tersebut, maka unsur hara akan mudang hilang sehingga pertumbuhan tanaman akan terganggu. Fly ash-bottom ash (FABA) berasal dari sisa pembakaran batubara mengandung unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman dan dapat mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah. Selain itu, wollastonite mengandung mineral alami yang berwarna putih terdapat unsur hara Kalsium (Ca) dan Silika (Si). Aplikasi fly ash bottom ash (FABA) dan wollastonite diharapkan mampu memperbaiki sifat tanah Entisol serta meningkatkan serapan fosfor sehingga pertumbuhan pakcoy dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian FABA dan wollastonite terhadap sifat kimia tanah Entisol dan pertumbuhan tanaman pakcoy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian FABA tidak mempengaruhi sifat kimia tanah meliputi pH H2O, P-tersedia, P-total, K-total, dan Mg-tersedia. Akan tetapi, pemberian wollastonite dapat meningkatkan nilai pH KCl pada tanah Entisol. Pemberian FABA meningkatkan luas daun pakcoy, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian FABA dan wollastonite memberikan nilai serapan fosfor tertinggi pada dosis FABA 6 g Si/polybag. Pakcoy is a vegetable commodity that is in high demand among the public. High market demand and relatively stable prices make pakcoy a promising vegetable for agricultural business. Agricultural cultivation is generally carried out on fertile land that supports plant growth. Fertile land is typically allocated for food crop cultivation to meet national food needs; however, its availability is decreasing due to land conversion. This issue can be addressed by optimizing marginal or less productive land, such as Entisol soil in coastal areas that have not been fully utilized. Entisol is marginal soil with poor physical, chemical, and biological properties due to its sandy texture, loose structure, high permeability, low water retention and storage capacity, and low nutrient and organic matter content. Under such soil conditions, nutrients are easily lost, disrupting plant growth. Fly ash-bottom ash (FABA), derived from coal combustion residues, contains nutrients required by plants and can influence soil physical and chemical properties. Additionally, wollastonite contains naturally occurring white minerals rich in calcium (Ca) and silica (Si). The application of FABA and wollastonite is expected to improve Entisol soil properties and enhance phosphorus uptake, thereby boosting pakcoy growth. This study aims to determine the effect of FABA and wollastonite application on the chemical properties of Entisol soil and pakcoy plant growth. The results showed that FABA application did not affect soil chemical properties, including pH H₂O, available P, total P, total K, and available Mg. However, wollastonite application increased the pH KCl value in Entisol soil. FABA application increased pakcoy leaf area but did not significantly affect plant height and leaf number. FABA and wollastonite application yielded the highest phosphorus uptake at a FABA dose of 6 g Si/polybag.
4662750031H1C020076GEOLOGI DAN STUDI PARAGENESIS MINERAL BIJIH PADA PROSPEK HIDROTERMAL DAERAH ARGOSARI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN AYAH, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAHSistem epitermal sulfidasi tinggi Argosari terletak di Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen di daerah Karst Gombong Selatan. Mineralisasi ini bersumber dari Lava Andesit yang berumur Oligosen dari Formasi Gabon dan Intrusi Porfiri Andesit berumur Miosen Awal-Tengah. Unit-unit tersebut ditindih oleh batugamping terumbu berumur Miosen Tengah dari Formasi Kalipucang. Metode yang digunakan meliputi pemetaan geologi permukaan dan analisis laboratorium seperti analisis petrografi untuk mengidentifikasi jenis batuan, alterasi, dan mineralisasi, analisis X-Ray Diffraction (XRD) untuk mengidentifikasi kandungan mineral termasuk mineral alterasi, analisis Ore Microscopy untuk mengidentifikasi jenis dan paragenesis mineral bijih, analisis slab untuk identifikasi tekstur dan hubungan mineralisasi pada batuan. analisis Scanning Electron Microscopy (SEM) untuk mengidentifikasi mineral ubahan dan mineralisasi dalam bentuk mikron, analisis Atomic Absorption Spectophotometry (AAS) untuk menentukan kandungan logam dalam batuan. Alterasi hidrotermal dan mineralisasi di lokasi penelitian berpusat pada intrusi porfiri andesit berumur Miosen Awal-Tengah di daerah Wonodadi. Endapan sulfidasi tinggi mineralisasi Au-Cu berasosiasi dengan breksi hidrotermal yang intens dan terjadi di dalam batuan yang terlarutkan oleh larutan silika dan residu silika (vuggy dan silika masif). Zona alterasi yang dikontrol oleh struktur Barat Laut-Tenggara menjadi jalur masuknya fluida hidrotermal. Studi Petrografi dan XRD untuk mengidentifikasi zona alterasi dari yang terluar adalah Kuarsa +Klorit+Smektit-Illit-Karbonat (Zona Propilitik), Kuarsa+Kaolinit+Ilit+Smektit-Diaspor-Dikit (Zona Argilik), Kuarsa+Diaspor+Alunit+Piropillit-Dikit (Zona Argilik Lanjut), dan Zona Kuarsa+Pirit (Silisifikasi). Hasil analisis mikroskopis bijih dan SEM mengkonfirmasi adanya mineralisasi di daerah penelitian yang ditandai dengan adanya mineral sulfida berupa galena, spalerit, kalkopirit, dan pirit, disamping itu juga ditemukan mineral Barit yang mengindikasikan adanya penurunan temperatur yang cukup tinggi di daerah penelitian. Berdasarkan pengamatan di lapangan, mineral oksida seperti hematit, gutit, dan jarosit ditemukan cukup dominan. Meskipun masih perlu dipahami lebih lanjut mengenai hubungannya dengan kondisi bawah permukaan, endapan epitermal sulfidasi tinggi ini merupakan temuan signifikan yang merupakan bagian dari sistem magmatik-hidrotermal yang berasosiasi dengan rangkaian intrusi subvulkanik Neogen di daerah Wonodadi. Berdasarkan hasil analisis Atomic Absorption Spectophotometry (AAS) didapatkan kandungan logam Cu 28 ppm, Ag 22,3 ppm, As 3214 ppm, Pb 121 ppm, Zn 320 ppm, dan Au <0,06 ppm. Model endapan epitermal sulfidasi tinggi Argosari berasosiasi dengan kubah vulkanik yang dicirikan dengan adanya breksi diatrem dan tekstur vuggy di beberapa singkapan.The Argosari high-sulfidation epithermal system is located in the Ayah District, Kebumen Regency of the South Gombong Karst area. The mineralization is hosted by Oligocene andesitic lava of the Gabon Formation and a Early-Middle Miocene andesite porphyry intrusion. These units are overlain by Middle Miocene sandy-reef limestone of the Kalipucang Formation. The methods used include surface geological mapping and laboratory analysis such as petrographic analysis to identify minerals and rock types, X-Ray Diffraction (XRD) analysis to identify the content of bulk minerals including the alteration minerals, ore microscopy analysis to identify the type and paragenesis of ore minerals, slab analysis to identify the texture and mineralization relationship of the rock, scanning electron microscopy (SEM) analysis to identify alteration minerals in micron form, atomic absorption spectophotometry (AAS) analysis to determine the precious content in rocks with ppm units. Hydrothermal alteration and mineralization in the district are centered on the Early-Middle Miocene andesite porphyry stock at Wonodadi area. Wonodadi high sulfidation deposit, Au-Cu mineralization is associated with intense hydrothermal brecciation and occurs within acid-leached rocks and residual silica (vuggy and massive silica) alteration. The Northwest-Southeast structure controlled alteration zone becomes a feeder zone and follows a typical high-sulfidation epithermal sequence from vuggy silica core to quartz-alunite-kaolinite and quartz-kaolinite envelope. A Petrography and XRD studies to identify alteration zone from the outermost are Quartz+Chlorite+Smectite-Illite-Carbonate (Propylitic Zone), Quartz+Kaolinite+Illite+Smectite-Diaspore-Dickite (Argillic Zone), Quartz+Diaspore+Alunite+Pyrophyllite-Dickite (Advanced Argillic Zone), and Quartz+Pyrite (Silicified Zone). The Ore Microscopy and SEM Analysis has confirmed mineralization in the study area is characterized by the presence of sulfide minerals in the form of Galena, Sphalerite, Chalcopyrite, and Pyrite, besides that a Barite mineral that indicates an intense temperature drop in the study area were also founded. Based on field observations, oxide minerals such as Hematite, Goethite, and Jarosite were found to be quite dominant. Although details remain to be understood in the relationship with sub-surface conditions, these high-sulfidation epithermal deposits are significant findings that provide part of a magmatic-hydrothermal system associated with a Neogen subvolcanic intrusive in the Wonodadi area. Based on the results of Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS) analysis, the metal content was obtained Cu 28 ppm, Ag 22.3 ppm, As 3214 ppm, Pb 121 ppm, Zn 320 ppm, dan Au <0.06 ppm. The Argosari high sulfidation epithermal deposit model associated by a volcanic dome which has the presence of diatreme breccia and vuggy texture in the several outcrops.
4662850017J0B021043Pembuatan Video Keselamatan Pengunjung Berbahasa Mandarin di Wahana Edukasi &Outbound Candi Desa Karangkemiri BanyumasLaporan praktik kerja ini berjudul “Pembuatan Video Keselamatan Pengunjung Berbahasa Mandarin Di Wahana Edukasi & Outbound Candi Desa Karangkemiri Banyumas”. Kegiatan praktik kerja dilaksanakan di Wahana Edukasi & Outbound Candi, pada Januari hingga Juni 2024. Tujuan dilaksanakan praktik kerja ini adalah menghasilkan terjemahan skrip informasi dan video mengenai keselamatan pengunjung dengan menggunakan metode penerjemahan komunikatif sebagai upaya menghadapi potensi kedatangan WNA khususnya Tiongkok. Latar belakang dilaksanakannya kegiatan praktik kerja ini untuk mendukung dalam menghadapi potensi kedatangan WNA khususnya Tiongkok di Wahana Edukasi & Outbond Candi. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, studi pustaka, dokumentasi dan jelajah internet. Pada penerjemahan skrip video informasi keselamatan pengunjung, penulis menggunakan metode penerjemahan komunikatif untuk menerjemahkan skrip video. Hasil dari praktik kerja ini adalah video keselamatan pengunjung berbahasa Mandarin dilengkapi dengan subtitle berbahasa Indonesia dan Mandarin yang diunggah pada akun Xiaohongshu Wahana Edukasi & Outbound Candi. Dengan tersedianya video ini dapat membantu menghadapi potensi kedatangan WNA khususnya Tiongkok mengenai keselamatan pengunjung di Wahana Edukasi & Outbound Candi.This internship report is entitled "Making a Mandarin-Language Visitor Safety Video at the Educational & Outbound Facilities of the Temple in Karangkemiri Village, Banyumas". The internship activity was carried out at the Educational & Outbound Facilities of the Temple, from January to June 2024. The purpose of this internship was to produce a translation of information scripts and videos regarding visitor safety using the communicative translation method as an effort to deal with the potential arrival of foreigners, especially Chinese. The background of this internship activity was to support in dealing with the potential arrival of foreigners, especially Chinese, at the Educational & Outbound Facilities of the Temple. The data collection methods used were interviews, literature studies, documentation and internet browsing. In translating the visitor safety information video script, the author used the communicative translation method to translate the video script. The result of this internship is a Mandarin-language visitor safety video equipped with Indonesian and Mandarin subtitles uploaded to the Xiaohongshu account of the Educational & Outbound Facilities of the Temple. The availability of this video can help deal with the potential arrival of foreigners, especially Chinese, regarding visitor safety at the Educational & Outbound Facilities of the Temple.
4662950025A1H023004PENGARUH MINERAL WOLLASTONITE DAN FLY ASH BOTTOM ASH (FABA) TERHADAP KADAR Si DAUN, SIFAT KIMIA TANAH DAN PANJANG AKAR TANAMAN MELON (Cucumis melo L.) PADA TANAH ENTISOL Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh mineral wollastonite dan FABA terhadap kadar Si daun tanaman melon pada tanah Entisol, 2)Mengetahui pengaruh wollastonite dan FABA pada panjang akar tanaman melon pada tanah Entisol, 3) Mengetahui pengaruh wollastonite dan FABA terhadap sifat kimia tanah Entisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan dua (2) faktorial dan tiga (3) ulangan. Faktor pertama adalah FABA yang terdiri atas 4 dosis dan faktor kedua adalah wollastonite yang terdiri atas 4 dosis. Jumlah perlakuan 16 kombinasi perlakuan, sehingga didapatkan total percobaan sebanyak 48 polybag. Hasil penelitian menunjukkan pemberian FABA berpengaruh sangat nyata terhadap peningkatan ketersediaan Si dalam tanah, serta berpengaruh nyata terhadap DHL, potensial redoks, Fe-tersedia, dan panjang akar tanaman melon. Sementara itu, pemberian wollastonite berpengaruh nyata terhadap peningkatan pH tanah pada fase vegetatif maksimum, serta terhadap DHL dan potensial redoks. Namun, tidak ditemukan interaksi yang signifikan antara perlakuan FABA dan wollastonite terhadap seluruh parameter yang diamati. Kadar Si pada daun tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antar perlakuan, dan panjang akar justru tertinggi pada perlakuan tanpa pemberian FABA.This study aimed to: (1) determine the effect of wollastonite and FABA on the silicon (Si) content of melon leaves grown in Entisol soil, (2) evaluate the effect of wollastonite and FABA on root length of melon plants in Entisol soil, and (3) assess the impact of wollastonite and FABA on the chemical properties of Entisol soil. The experiment was arranged in a Randomized Complete Block Design (RCBD) with two factors and three replications. The first factor was FABA with four dosage levels, and the second factor was wollastonite, also with four dosage levels. A total of 16 treatment combinations were tested, resulting in 48 experimental units (polybags). The results showed that FABA application had a highly significant effect on increasing soil-available Si and a significant effect on electrical conductivity (EC), redox potential, available Fe, and root length of melon plants. Meanwhile, wollastonite application significantly increased soil pH during the maximum vegetative stage, as well as affected EC and redox potential. However, no significant interaction was found between the FABA and wollastonite treatments on any of the observed parameters. Additionally, Si content in melon leaves did not differ significantly among treatments, and the longest root length was observed in the treatment without FABA application.
4663050027K1A021041Kajian Termodinamika dan Kinetika Adsorpsi Modifikasi Kitosan Magnetit dan SiO2 pada Zat Warna Malachite GreenIndustri di Indonesia mengalami peningkatan produksi limbah seiring
perkembangan zaman, salah satunya yaitu limbah cair dari proses pewarnaan.
Malachite green (MG) adalah salah satu zat warna yang sering digunakan, namun
memiliki kandungan senyawa yang bersifat toksik, sehingga dapat berdampak
terhadap kesehatan. Salah satu metode yang telah dikembangkan untuk pengolahan
limbah cair yaitu metode adsorpsi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui
karakteristik SiO2 dan Fe3O4@SiO2-CS, studi termodinamika, studi adsorpsi,
energi aktivasi, serta pengujian pemakaian berulang Fe3O4@SiO2-CS. Senyawa
SiO2 dihasilkan dari abu layang dengan metode sol gel yang berupa padatan kasar
berwarna putih dan hasil sintesis Fe3O4@SiO2-CS berupa padatan berwarna hitam
yang dapat ditarik menggunakan batang magnet. Hasil karakterisasi FTIR, XRD,
SEM-EDX, BET, VSM menunjukkan adanya serapan –NH, Fe–O, dan Si–O–Si,
struktur kubik Fe3O4, perubahan morfologi dan ukuran partikel, serta sifat
kemagnetan dari Fe3O4@SiO2-CS. Analisis pH PZC diperoleh pada pH 5. Studi
termodinamika menunjukkan proses adsorpsi berlangsung secara endotermik dan
spontan. Adsorpsi MG mengikuti kinetika PSO dan Isoterm Freundlich dengan
energi aktivasi sebesar 28,248 kJ/mol. Uji reusability menunjukkan efisiensi
adsorben Fe3O4@SiO2-CS setelah lima kali pemakaian ulang. Hasil ini
menunjukkan bahwa Fe3O4@SiO2-CS merupakan adsorben potensial dan ramah
lingkungan dalam mengatasi pencemaran zat warna MG di limbah industri.
The industry in Indonesia is experiencing an increase in waste production
along with the times, one of which is liquid waste from the dyeing process.
Malachite green (MG) is one of the dyes that is often used, but it contains toxic
compounds that can impact health. One method that has been developed for the
treatment of liquid waste is the adsorption method. This research was conducted to
understand the characteristics of SiO2 and Fe3O4@SiO2-CS, thermodynamic
studies, adsorption studies, activation energy, and testing the repeated use of
Fe3O4@SiO2-CS. The SiO2 compound was produced from fly ash using the sol-gel
method, resulting in a coarse white solid, while the synthesis of Fe3O4@SiO2-CS
produces a black solid that can be attracted by a magnet. The characterization
resultsed from FTIR, XRD, SEM-EDX, BET, and VSM show the presence of –NH,
Fe–O, and Si–O–Si absorption, the cubic structure of Fe3O4, changes in
morphology and particle size, as well as the magnetic properties of Fe3O4@SiO2-
CS. The PZC pH analysis obtained at pH 5. Thermodynamic studies indicated that
the adsorption process occurs endothermically and spontaneously. Adsorption of
MG follows PSO kinetics and Freundlich isotherm with an activation energy of
28.248 kJ/mol. Reusability tests demonstrated the efficiency of the Fe3O4@SiO2-CS
adsorbent after five reuse cycles. These results showed that Fe3O4@SiO2-CS is a
potential and environmentally friendly adsorbent in addressing the pollution of the
dye MG in industrial waste.
4663150028F1F021034Strategi Kpop 4 Planet dalam Kampanye “Hyundai, Drop Coal!”Penelitian ini membahas strategi Kpop 4 Planet dalam kampanye “Hyundai, Drop Coal!” yang dilaksanakan pada tahun 2023–2024 sebagai respon terhadap kerja sama Hyundai Motor Company dan PT Adaro Minerals Indonesia. Kerja sama tersebut menuai kritik karena bertentangan dengan citra ramah lingkungan Hyundai, khususnya di kalangan penggemar BTS yang menjadi brand ambassador perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terstruktur dan studi kepustakaan. Analisis dilakukan menggunakan Network Society Theory karya Manuel Castells yang menyoroti empat konsep utama: Network Society and Digital Communication, Mass Self-Communication, Power and Counterpower, dan Influence. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kpop 4 Planet memanfaatkan jaringan digital fandom global untuk menyebarkan narasi tandingan, membangun kekuatan kolektif, dan menekan Hyundai melalui kampanye media sosial, petisi daring, aksi luring, serta kolaborasi dengan LSM lingkungan. Strategi ini berkontribusi pada pembatalan kerja sama Hyundai–Adaro pada April 2024, menunjukkan potensi gerakan sosial berbasis fandom dalam memengaruhi kebijakan korporasi.This study examines the strategy of Kpop 4 Planet in the “Hyundai, Drop Coal!” campaign conducted from 2023 to 2024 in response to the collaboration between Hyundai Motor Company and PT Adaro Minerals Indonesia. The partnership drew criticism for contradicting Hyundai’s eco-friendly image, particularly among BTS fans, who serve as the company’s brand ambassadors. This research employs a descriptive qualitative method, collecting data through structured interviews and literature review. The analysis applies Manuel Castells’ Network Society Theory, focusing on four main concepts: Network Society and Digital Communication, Mass Self-Communication, Power and Counterpower, and Influence. The findings reveal that Kpop 4 Planet leveraged the global fandom’s digital network to disseminate counter-narratives, build collective power, and pressure Hyundai through social media campaigns, online petitions, offline actions, and collaborations with environmental NGOs. These strategies contributed to the termination of the Hyundai–Adaro partnership in April 2024, highlighting the potential of fandom-based social movements to influence corporate policies.
4663250029B1A021017EFEKTIVITAS REPELENSI MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon nardus)
TERHADAP KECOA JERMAN (Blattella germanica)
PADA RUMAH SAKIT DI KOTA BANDUNG
Serai wangi (Cymbopogon nardus) adalah jenis tanaman dari ordo Poales,
memiliki aroma yang sangat kuat dan khas berasal dari senyawa sitronelal yang tidak
disukai oleh serangga, salah satunya kecoa Jerman. Kecoa Jerman (Blattella
germanica) berperan sebagai vektor penyakit dan paling umum ditemukan, karena
kecoa Jerman hidup dekat dengan aktivitas manusia. Perlu dilakukan pengendalian
secara alami menggunakan insektisida nabati menggunakan serai wangi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi efektif minyak serai wangi
sebagai repelen terhadap kecoa Jerman pada lingkungan rumah sakit di kota Bandung.
Penelitian ini dilakukan secara eksperimental di lima area instalasi gizi pada
rumah sakit berbeda di kota Bandung menggunakan RAK. Penelitian ini dilakukan
dengan lima perlakuan yaitu kontrol negatif, kontrol positif (deltametrin 0.25%),
perlakuan 1 hingga 3 (10%, 20%, 30%) dengan enam kali ulangan. Pengamatan
dilakukan setelah 24 jam perlakuan dengan mengecek crawling insect trap (CIT). Data
hasil pengamatan kecoa Jerman yang terperangkap dianalisis menggunakan Uji non
parametrik Uji Kruskall Wallis.
Hasil penelitian menunjukkan Kontrol Negatif berbeda signifikan dengan kontrol
positif, perlakuan 1, perlakuan 2 dan perlakuan 3. Kontrol positif, perlakuan 1 dan 2
berbeda signifikan dengan perlakuan 3.
Kesimpulan menunjukkan minyak serai wangi terbukti efektif sebagai repelen
insektisida nabati terhadap kecoa Jerman pada lingkungan rumah sakit di kota
Bandung dengan konsentrasi efektif 10%.
Citronella (Cymbopogon nardus) is a plant species from the Poales order, which
has a very strong and distinctive aroma derived from the compound citronellal, which
is disliked by insects, including German cockroaches. German cockroaches (Blattella
germanica) act as disease vectors and are most commonly found because they live
close to human activity. Natural control using plant-based insecticides made from
citronella is needed. This study aims to determine the effectiveness and effective
concentration of citronella oil as a repellent against German cockroaches in hospital
environments in the city of Bandung.
This study was conducted experimentally in five nutrition installation areas in
different hospitals in the city of Bandung using RAK. The study involved five
treatments: negative control, positive control (0.25% deltamethrin), treatments 1 to 3
(10%, 20%, 30%), with six replicates. Observations were made 24 hours after
treatment by checking the crawling insect trap (CIT). The data from the observations
of trapped German cockroaches were analyzed using the non-parametric Kruskal
Wallis test.
The results showed that the negative control differed significantly from the
positive control, treatment 1, treatment 2, and treatment 3. The positive control,
treatment 1, and treatment 2 differed significantly from treatment 3.
The conclusion shows that citronella grass oil is proven to be effective as a plant
based insecticide repellent against German cockroaches in hospitals in the city of
Bandung with an effective concentration of 10%.
4663350034A1A021024Faktor-Faktor yang Memengaruhi Regenerasi Petani Padi di Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten PangandaranDesa Kertajaya merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Regenerasi petani padi di Desa Kertajaya penting dilakukan mengingat tenaga kerja di sektor pertanian masih kurang memadai serta banyaknya petani padi yang berusia >39 tahun sebanyak 871 orang dari total petani padi di Desa Kertajaya sebanyak 880 orang. Hal tersebut menunjukkan bahwa, perlu adanya regenerasi petani padi di Desa Kertajaya untuk keberlanjutan sumber daya manusia di sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat generasi muda dalam bidang usahatani di Desa Kertajaya dan untuk mengetahui pengaruh faktor usia generasi muda, pendidikan generasi muda, pengalaman bertani generasi muda, dan luas lahan orangtua terhadap regenerasi petani padi di Desa Kertajaya.
Penelitian dilaksanakan di Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Pengambilan data dilakukan pada bulan Januari – Februari 2025. Teknik pengambilan sampel secara purposive sampling yang merupakan teknik pengambilan sampel yang dilakukan secara sengaja dengan mengambil sampel tertentu saja yang mempunyai karakteristik, ciri, kriteria, atau sifat tertentu. Sampel yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 46 pemuda laki-laki berusia 19-39 tahun yang merupakan anak petani padi yang memiliki lahan pertanian berupa sawah. Proses pengambilan data dilakukan dengan wawancara langsung dan pengisian kuesioner. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari empat variabel independen yaitu umur, pendidikan, pengalaman bertani, dan luas lahan orang tua serta satu variabel dependen yaitu regenerasi petani padi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan minat generasi muda dalam bidang pertanian padi dan analisis kuantitatif menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan software SPSS digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani padi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat generasi muda dalam bidang pertanian padi di Desa Kertajaya termasuk dalam kategori tinggi dengan rata-rata skor sebesar 31. Variabel umur (X_1), pengalaman bertani (X_3) dan luas lahan orang tua (X_4) berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani padi, sedangkan variabel pendidikan (X_2), tidak berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani padi di Desa Kertajaya. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat tiga variabel independen yang berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani padi dan satu variabel independen yang tidak berpengaruh signifikan terhadap regenerasi petani padi di Desa Kertajaya, Kecamatan Mangunjaya, Kabupaten Pangandaran.
Kertajaya Village is one of the villages in Mangunjaya District, Pangandaran Regency. Regeneration of rice farmers in Kertajaya Village is important considering that the workforce in the agricultural sector is still inadequate and the number of rice farmers aged >39 years is 871 out of a total of 880 rice farmers in Kertajaya Village. This shows that there is a need for regeneration of rice farmers in Kertajaya Village for the sustainability of human resources in the agricultural sector. This research aims to determine the interest of the younger generation in the field of farming in Kertajaya Village and to determine the influence of the younger generation's age, younger generation's education, younger generation's farming experience, and parents' land area on the regeneration of rice farmers in Kertajaya Village.
The research was carried out in Kertajaya Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency. The research method used is a survey method. Data collection was carried out in January – February 2025. The sampling technique was random purposive sampling which is a sampling technique that is carried out deliberately by taking only certain samples that have certain characteristics, features, criteria or properties. The sample used in this research was 46 young men aged 19-39 years who were the sons of rice farmers who had agricultural land in the form of rice fields. The data collection process was carried out by direct interviews and filling out questionnaires. The variables used in this research consist of four independent variables, namely age, education, farming experience, and parents' land area and one dependent variable, namely the regeneration of rice farmers. The data analysis used in this research is descriptive analysis used to describe the interest of the younger generation in the field of rice farming and quantitative analysis using multiple linear regression analysis with the help of software SPSS is used to analyze factors that influence the regeneration of rice farmers.
The results of the study show that the interest of the younger generation in the field of rice farming in Kertajaya Village is included in the high category with a an average score of 31. Age variable (X1), farming experience (X3) and the area of the parents' land (X4) has a significant effect on the regeneration of rice farmers, while the education variable (X2), did not have a significant effect on the regeneration of rice farmers in Kertajaya Village. This shows that there are three independent variables that have a significant effect on the regeneration of rice farmers and one independent variable that does not have a significant effect on the regeneration of rice farmers in Kertajaya Village, Mangunjaya District, Pangandaran Regency.


4663450035L1B020022Sintasan dan Kualitas Air Pemeliharaan Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Yang Dipelihara Dengan Green Water SystemPenelitian ini berjudul ”Sintasan dan Kualitas Air Pemeliharaan Larva Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Yang Dipelihara Dengan Green Water System”. Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Namun, produksi ikan kakap putih masih belum mampu mencukupi kebutuhan pasar yang sangat tinggi. Hal ini dapat disebabkan karena ketersediaan benih yang terbatas. Salah satu metode yang dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pembenihan ikan kakap putih adalah dengan menggunakan Green Water System dimana budidaya dilakukan dengan penambahan fitoplankton dalam air untuk memelihara larva ikan. Salah satu yang menggunakan metode ini adalah BPBAP Situbondo. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui persentase sintasan dan kualitas air pemeliharaan larva ikan yang dipelihara dengan metode green water system. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi, dengan mengumpulkan data primer dan sekunder berupa sintasan serta kualitas air pemeliharaan. Penelitian ini mendapatkan hasil sintasan larva ikan kakap putih sebesar 31%, dan kualitas air pemeliharaan seperti suhu sebesar 28 – 30 ˚C, pH sebesar 8,06 – 8,21, salinitas sebesar 29 – 31 ppt, DO sebesar 6,04 – 6,8 mg/L, nitrit sebesar 0,001 – 0,035 mg/L serta ammonia sebesar 0,006 – 0,150 mg/L. Hasil sintasan yang didapatkan dalam penelitian ini termasuk rendah dengan kualitas air yang lebih stabil dan tidak melebihi batas optimal.This study entitled “Survival and Water Quality of White Sea Bass (Lates calcarifer) Larvae Cultured Using the Green Water System.” The white sea bass (Lates calcarifer) is a commercially valuable aquaculture species; however, current production remains insufficient to meet the growing market demand, largely due to the limited availability of high-quality seed. One strategy to enhance hatchery success is the Green Water System, a rearing method involving the addition of phytoplankton to the culture water to support larval development and survival. This method is implemented in several hatchery facilities, including the Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) in Situbondo, Indonesia. The present study aimed to evaluate the survival rate and water quality of L. calcarifer larvae reared using the Green Water System. An observational approach was employed, utilizing both primary and secondary data to assess larval survival and water quality parameters. The results indicated a larval survival rate of 31%. Water quality during the rearing period was maintained within the following ranges: temperature 28–30 °C, pH 8.06–8.21, salinity 29–31 ppt, dissolved oxygen (DO) 6.04–6.8 mg/L, nitrite 0.001–0.035 mg/L, and ammonia 0.006–0.150 mg/L. Although these parameters remained within the optimal range for L. calcarifer larval culture, the observed survival rate was relatively low.
4663550036L1B021048PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK Bacillus cereus, Enterococcus hirae, dan Weissella confusa TERHADAP LAJU
PERTUMBUHAN UDANG VANNAMEI (Litopenaeus Vannamei)
Budidaya udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) menghadapi tantangan  berupa rendahnya efisiensi pakan dan serangan penyakit, yang dapat diatasi  melalui penggunaan probiotik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik Bacillus Cereus, Enterococcus Hirae, dan Weissella  Confusa terhadap laju pertumbuhan udang Vannamei dan jenis probiotik  manakah yang paling efektif dalam meningkatkan laju pertumbuhan udang  Vannamei. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan  empat perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  probiotik berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan udang. Perlakuan P1  menghasilkan pertumbuhan tertinggi (berat mutlak 3,03 g; LPS 1,96%/hari),  sedangkan P3 memberikan survival rate tertinggi (93,33%). Kualitas air berada  pada kisaran optimal. Dengan demikian, B. cereus paling efektif meningkatkan  pertumbuhan, sedangkan W. confusa lebih efektif meningkatkan survival rate.
Vannamei shrimp (Litopenaeus Vannamei) farming faces challenges of low feed efficiency  and disease outbreaks, which can be addressed through the use of probiotics. This study  evaluated the effects of three probiotic species—Bacillus cereus, Enterococcus hirae, and  Weissella confusa—on the growth and survival of Vannamei shrimp. The experiment  was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments and three  replications. Results showed that probiotics significantly improved shrimp performance.  P1 achieved the highest growth (3.03 g; SGR 1.96%/day), while P3 yielded the highest  survival rate (93.33%). Thus, B. cereus was most effective for growth, whereas W.  confusa improved survival
4663650011E1A021054KESADARAN HUKUM MASYARAKAT DALAM PENURUNAN STUNTING DI KABUPATEN BREBES
( Studi Kasus Di Kecamatan Banjarharjo )
Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Brebes, dengan prevalensi 29,1% pada tahun 2022, lebih tinggi dari rata-rata nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran hukum masyarakat dan faktor penghambat dalam penurunan stunting di wilayah tersebut, khususnya Kecamatan Banjarharjo. Permasalahan stunting terus meningkat karena minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Meskipun pemerintah daerah telah mengeluarkan berbagai kebijakan penurunan stunting, kesadaran hukum masyarakat masih rendah sehingga angka stunting tetap tinggi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perilaku hukum melalui penerapan aturan yang efektif agar masyarakat memahami dan menghargai tujuan kebijakan demi kepentingan bersama. Kesehatan merupakan hak dasar yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009, meliputi kondisi fisik, mental, rohani, dan sosial yang mendukung kehidupan produktif dan bermakna. Pelayanan kesehatan, seperti pencegahan dan pengobatan, berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup. Pemerintah bertanggung jawab mengatasi stunting melalui program dan kebijakan prioritas di Kabupaten Brebes. Penelitian yuridis empiris ini menggunakan pendekatan kualitatif, kuantitatif dan metode studi kasus dengan pengumpulan data melalui dokumen, observasi, dan wawancara di Kecamatan Banjarharjo. Sosialisasi intensif juga dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peraturan demi keberhasilan penurunan stunting.Stunting remains a serious health problem in Indonesia, including in Brebes Regency, with a prevalence of 29.1% in 2022, higher than the national average. This study aims to analyze public legal awareness and the inhibiting factors in reducing stunting in the region, particularly Banjarharjo District. The stunting problem continues to increase due to a lack of public awareness of the importance of maintaining good health. Although the local government has issued various policies to reduce stunting, public legal awareness remains low, resulting in high stunting rates. Therefore, improving legal behavior through the implementation of effective regulations is necessary so that the public understands and appreciates the objectives of policies for the common good. Health is a basic right regulated by Law Number 36 of 2009, encompassing physical, mental, spiritual, and social conditions that support a productive and meaningful life. Health services, such as prevention and treatment, play a crucial role in improving quality of life. The government is responsible for addressing stunting through priority programs and policies in Brebes Regency. This empirical legal research uses a qualitative approach and case study method, collecting data through documents, observations, and interviews in Banjarharjo District. Intensive outreach is also being conducted to increase public understanding of regulations for successful stunting reduction.
4663750037C1B021086Pengaruh Iklan Judi Online terhadap Sikap dan Perilaku Judi Online pada Mahasiswa (Analisis dengan Pendekatan TPB)Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan judul “Pengaruh Strategi Pemasaran Judi Online terhadap Sikap dan Perilaku Judi Online pada Mahasiswa (Analisis dengan Pendekatan TPB)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan judi online, sikap pada judi online, norma subjektif dan control perilaku persepsian terhadap perilaku judi online. Populasi pada penelitian ini ialah semua mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Berdasarkan perhitungan rumus Hair maka jumlah responden yang diambil ialah sebanyak 130 responden. Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling untuk melakukan pemilihan responden. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah Structural Equation Modeling- Partial Least Square (SEM-PLS).
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) iklan judi online berpengaruh positif terhadap sikap pada judi online, (2) Sikap pada judi online berpengaruh positif terhadap perilaku judi online, (3) Norma subjektif berpengaruh positif terhadap perilaku judi online, (4) Kontrol perilaku persepsian berpengaruh positif terhadap perilaku judi online, (5) Iklan judi online berpengaruh positif terhadap perilaku judi online, dan (6) Iklan judi online berpengaruh positif terhadap perilaku judi online dimediasi sikap pada judi online.
Implikasi dari penelitian ini menegaskan bahwa iklan judi online mampu mendorong kecenderungan seseorang untuk melakukan perilaku judi online. Tidak hanya iklan judi online, akan tetapi sikap pada judi online, norma subjektif dan kontrol perilaku persepsian turut berpengaruh positif terhadap perilaku judi online. Universitas Jenderal Soedirman disarankan melakukan larangan serta upaya edukasi yang masif dan berkesimanbungan dengan penyuluhan yang interaktif. Selain itu, pemerintah perlu melakukan penegakan reguasi dan hukum yang kuat serta mengamankan dunia maya dari iklan judi online.
This study is a quantitative research titled “The Influence of Online Gambling Marketing Strategies on Attitudes and Online Gambling Behavior among Students (Analysis Using the TPB Approach).” The purpose of this study is to determine the influence of online gambling advertisements, attitudes toward online gambling, subjective norms, and perceived behavioral control on online gambling behavior. The population for this study consists of all students at Jenderal Soedirman University. Based on Hair’s formula, the sample size was determined to be 130 respondents. This study used snowball sampling to select respondents. The data analysis method used in this study is Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS).
Based on the results of the study, it can be concluded that: (1) online gambling advertisements have a positive effect on attitudes toward online gambling, (2) attitudes toward online gambling have a positive effect on online gambling behavior, (3) subjective norms have a positive effect on online gambling behavior, (4) perceived behavioral control has a positive effect on online gambling behavior, (5) online gambling advertisements have a positive effect on online gambling behavior, and (6) online gambling advertisements have a positive effect on online gambling behavior mediated by attitudes toward online gambling.
The implications of this study confirm that online gambling advertisements can encourage individuals to engage in online gambling behavior. Not only online gambling advertisements, but also attitudes toward online gambling, subjective norms, and perceived behavioral control positively influence online gambling behavior. Universitas Jenderal Soedirman is advised to implement bans and undertake massive, continuous educational efforts through interactive counseling. Additionally, the government needs to enforce strong regulations and laws and secure the online world from online gambling advertisements.
4663850039A1C021073PENGEMBANGAN NAVIGASI PADA AUTOMATED ROBOTIC SPRINKLER
BERBASIS INTERNET OF THINGS DENGAN LOCAL HOST WEB SERVER
MELALUI SMARTPHONE
Sistem irigasi curah konvensional seperti sprinkler memiliki kelemahan utama pada
tingginya biaya awal, operasional, dan perawatan akibat penggunaan material seperti pipa
yang disesuaikan dengan jenis tanaman dan luas lahan. Untuk mengatasi hal tersebut,
dikembangkan Automated Robotic Sprinkler yang dapat bergerak secara otomatis ke seluruh
area lahan dengan kendali remote RF. Namun, sistem navigasi berbasis RF masih memiliki
keterbatasan jangkauan dan fungsi. Oleh karena itu, dilakukan pengembangan sistem kendali
navigasi digital berbasis IoT dengan memanfaatkan ESP8266 dan jaringan WLAN untuk
membangun local host web server, yang kemudian diperluas aksesnya secara global melalui
integrasi program NGROK. Sistem ini dikendalikan melalui aplikasi smartphone Android
yang dirancang menggunakan platform MIT App Inventor. Penelitian ini menggunakan
metode rancang bangun dan eksperimental yang terdiri dari empat tahapan: perancangan
program dan aplikasi, pengujian sistem kendali navigasi, serta analisis data secara deskriptif.
Variabel bebas meliputi mode kendali offline (WLAN), online (internet), dan remote RF
dengan berbagai jarak pengujian, sedangkan variabel terikat mencakup fungsionalitas
kendali navigasi, latensi web server, total system latency, dan time to first byte. Hasil
pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat berfungsi optimal melalui aplikasi smartphone,
dengan semua perintah berjalan baik pada mode offline hingga jarak 20 meter dan tanpa
batasan jarak pada mode online. Rata-rata total system latency tercatat sebesar 758,7 ms
(offline) dan 828 ms (online), sementara time to first byte menunjukkan performa baik
dengan nilai 607,3 ms (offline) dan 658,5 ms (online).
Conventional sprinkler irrigation systems face major drawbacks due to high initial,
operational, and maintenance costs, primarily caused by the extensive use of materials such
as pipes that must be tailored to specific crop types and land area. To address these
limitations, an Automated Robotic Sprinkler has been developed, capable of autonomously
navigating across the entire field using RF-based remote control. However, RF-based
navigation systems still suffer from limited range and functionality. Therefore, a digital
navigation control system based on IoT technology was developed by utilizing the ESP8266
microcontroller and WLAN networks to establish a local host web server, which was further
enhanced for global accessibility through integration with the NGROK platform. The system
is operated via an Android smartphone application built using the MIT App Inventor
platform. This study employed a design and experimental methodology consisting of four
stages: program and application development, navigation system testing, and descriptive data analysis. Independent variables included navigation control modes—offline (WLAN),
online (internet), and RF remote—tested across various distances, while dependent variables
comprised navigation control functionality, web serverlatency, total system latency, and time
to first byte. The performance tests demonstrated that the system operated effectively via the
smartphone application, with all commands functioning properly in offline mode up to a
distance of 20 meters and without distance limitations in online mode. The average total
system latency was recorded at 758.7 ms (offline) and 828 ms (online), while the time to first
byte showed favorable results with values of 607.3 ms (offline) and 658.5 ms (online).
4663950044A1C021053PENGARUH PERBEDAAN METODE TANAM DAN VARIASI JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PADI KETAN VARIETAS LUSI DI LAHAN TERGENANGProduksi padi ketan di Indonesia belum mampu memenuhi permintaan yang terus meningkat sehingga mendorong impor dari negara lain. Pemanfaatan lahan tergenang melalui penerapan metode tanam yang adaptif, seperti rakit apung, menjadi salah satu solusi potensial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode tanam dan variasi jarak tanam terhadap pertumbuhan padi ketan varietas Lusi di lahan tergenang. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas pada Januari – Juni 2025 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor dengan tiga ulangan. Faktor pertama adalah metode tanam (konvensional dan rakit apung), sedangkan faktor kedua adalah jarak tanam (20 cm × 20 cm dan 30 cm × 30 cm). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah anakan produktif, panjang akar, bobot akar basah, dan bobot akar kering. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tanam konvensional menghasilkan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan lebih tinggi, sedangkan metode rakit apung unggul pada panjang akar, bobot akar basah, dan bobot akar kering. Jarak tanam 30 cm × 30 cm memberikan hasil pertumbuhan lebih baik dibandingkan jarak 20 cm × 20 cm. Kombinasi T1J2 (konvensional, 30 cm × 30 cm) menunjukkan hasil paling optimal pada sebagian besar parameter. Temuan ini merekomendasikan kombinasi metode konvensional dengan jarak 30 cm ×30 cm sebagai teknik budidaya padi ketan varietas Lusi di lahan tergenang.Rice production in Indonesia has not been able to meet the continuously increasing demand, leading to imports from other countries. The utilization of flooded land through the application of adaptive planting methods, such as floating rafts, is one potential solution. This study aims to analyze the influence of planting methods and planting distance variations on the growth of Lusi variety glutinous rice in flooded land. The study was conducted in Rawalo Subdistrict, Banyumas Regency, from January to June 2025 using a two-factor completely randomized design (CRD) with three replications. The first factor was planting method (conventional and floating rafts), while the second factor was planting distance (20 cm × 20 cm and 30 cm × 30 cm). The observed variables included plant height, number of leaves, number of tillers, number of productive tillers, root length, fresh root weight, and dry root weight. Data were analyzed using ANOVA and DMRT post-hoc tests at a 5% significance level. The results showed that the conventional planting method produced higher plant height, number of leaves, and number of tillers, while the floating raft method was superior in root length, fresh root weight, and dry root weight. The 30 cm × 30 cm planting distance yielded better growth results compared to the 20 cm × 20 cm spacing. The T1J2 combination (conventional, 30 cm × 30 cm) showed the most optimal results for most parameters. These findings recommend the combination of the conventional method with a spacing of 30 cm × 30 cm as the cultivation technique for Lusi variety glutinous rice in flooded fields.
Keywords: glutinous rice, planting method, planting spacing, flooded fields
4664050040C1A018045ANALISIS EFISIENSI PERUSAHAAN TEKNOLOGI INFORMASI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIAPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis perusahaan teknologi informasi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2022–2024. Industri teknologi informasi memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, namun menghadapi tantangan signifikan akibat fenomena tech winter yang ditandai dengan penurunan investasi, peningkatan biaya operasional, dan restrukturisasi bisnis. Oleh karena itu, pengukuran efisiensi menjadi penting untuk menilai ketahanan perusahaan di tengah dinamika pasar. Penelitian ini menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) model Charnes, Cooper, dan Rhodes (CCR) dengan pendekatan input-oriented yang diolah menggunakan perangkat lunak DEAP 2.1. Variabel input terdiri dari total aset, beban pokok pendapatan, dan biaya operasional, sedangkan output yang diamati berupa pendapatan. Lima perusahaan menjadi sampel, yaitu PT Gojek-Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa DCII dan MLPT konsisten efisien sepanjang periode, GOTO mengalami fluktuasi, sementara BUKA dan EMTK cenderung tidak efisien. Temuan ini menegaskan bahwa efisiensi operasional merupakan faktor kunci dalam menjaga daya saing industri teknologi, serta memberikan kontribusi akademik dengan memperkaya kajian efisiensi pada sektor digital yang masih terbatas di Indonesia.This study aims to analyze the technical efficiency of information technology companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the period 2022–2024. The information technology sector plays a strategic role in supporting Indonesia’s digital economy growth but faces significant challenges due to the recent tech winter, characterized by declining investments, rising operational costs, and large-scale business restructuring. Therefore, efficiency measurement is crucial to assess the resilience and competitiveness of these companies. The research employs the Data Envelopment Analysis (DEA) method using the Charnes, Cooper, and Rhodes (CCR) input-oriented model, processed with DEAP 2.1 software. The input variables include total assets, cost of revenue, and operating expenses, while the output variable is revenue. The sample consists of five listed companies: PT Gojek-Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), and PT Multipolar Technology Tbk (MLPT). The results show that DCII and MLPT consistently achieved perfect efficiency scores, GOTO exhibited fluctuating efficiency, while BUKA and EMTK remained inefficient. These findings highlight operational efficiency as a key strategy for sustaining competitiveness in the digital industry and contribute academically by enriching the limited literature on efficiency studies in Indonesia’s technology sector.