Artikelilmiahs
Menampilkan 46.541-46.560 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46541 | 49947 | A1D021071 | Bioaktivator Berbasis Nabati dan Hayati dalam Proses Pengomposan Kotoran Sapi dan Kambing | Pemanfaatan limbah organik dalam sistem pertanian belum optimal, sehingga diperlukan alternatif melalui pemanfaatan pengomposan kotoran ternak dengan penambahan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioaktivator terhadap kualitas kompos kotoran kambing dan kotoran sapi. Tahap pengomposan menggunakan RAK faktorial dengan kombinasi dua jenis kotoran ternak (kambing dan sapi) serta tiga jenis bioaktivator (EM-4, M-21, dan eco-enzyme dari bonggol pisang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kompos pada semua perlakuan tidak mencapai fase termofilik dengan kisaran suhu 30-31ºC. Meskipun fase termofilik tidak tercapai, kompos tetap mengalami degradasi bahan organik secara bertahap dan menunjukkan parameter akhir yang sesuai dengan standar mutu kompos pada minggu ke-5. Dengan demikian, pemanfaatan bioaktivator dapat berpotensi mengurangi ketergantungan pada pupuk sintetis, serta mendukung pertanian yang ramah lingkungan. | The utilization of organic waste in agricultural systems is not yet optimal, so alternatives are needed through the use of composting livestock manure with the addition of bioactivators. This study aims to determine the effect of bioactivator use on the quality of goat manure and cattle manure compost. The composting process employed a factorial RBD design combining two types of livestock manure (goat and cattle) with three types of bioactivators (EM-4, M-21, and eco-enzyme from banana stems). The results showed that the compost temperature in all treatments did not reach the thermophilic phase, with a temperature range of 30–31°C. Despite not reaching the thermophilic phase, the compost underwent gradual degradation of organic matter and exhibited final parameters consistent with compost quality standards by the fifth week. Thus, the use of bioactivators has the potential to reduce dependence on synthetic fertilizers and support environmentally friendly agriculture. | |
| 46542 | 49921 | J1B021012 | Analisis Percakapan: Realisasi Strategi Alih Giliran Bicara (Turn-Taking) oleh Host dalam Program Obrolan Warung Tarsun | Penelitian ini mengkaji strategi alih giliran bicara dalam program Obrolan Warung Tarsun di RRI Purwokerto yang menggunakan bahasa Jawa Banyumasan. Fenomena interupsi dan pelanggaran kaidah giliran bicara kerap muncul, sehingga menarik untuk dianalisis. Dari segi analisis percakapan, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengklasifikasikan strategi alih giliran bicara yang digunakan tiga host, untuk memperkaya analisis wacana percakapan dalam konteks bahasa daerah di media massa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teori strategi alih giliran dari Stenström sebagai dasar analisis. Stenström membagi strategi alih giliran bicara menjadi tiga jenis utama, yaitu taking the turn, holding the turn, dan yielding the turn. Proses analisis dilakukan dengan metode padan pragmatis untuk mengidentifikasi ujaran yang memicu respons, dan hasil disajikan secara formal dan informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi alih giliran yang digunakan oleh para host sangat beragam. Seluruh jenis strategi ditemukan, dengan strategi uptakes yang paling dominan dan metacomments yang jarang ditemukan. | This study examines turn-taking strategies in the Obrolan Warung Tarsun program on RRI Purwokerto, which uses the Banyumasan Javanese language. Interruptions and violations of turn-taking rules frequently occur, making this phenomenon interesting to analyze. From a conversation analysis perspective, the study aims to identify and classify the turn-taking strategies employed by the three hosts, contributing to the enrichment of discourse analysis in the context of regional languages in mass media. This research adopts a qualitative descriptive method, using Stenström’s theory of turn-taking strategies as the analytical framework. Stenström categorizes turn-taking strategies into three main types: taking the turn, holding the turn, and yielding the turn. The analysis was conducted using the pragmatic equivalent method to identify utterances that trigger responses, with the results presented both formally and informally. The findings reveal that the hosts employed a wide variety of turn-taking strategies. All types of strategies were identified, with uptakes being the most dominant and metacomments the least frequently found. | |
| 46543 | 49918 | F1F021078 | Diplomasi Publik Indonesia melalui Media Sosial dalam Meningkatkan Nation Branding "Wonderful Indonesia" Tahun 2022-2024 | Era globalisasi dengan kemajuan pesat teknologi komunikasi dan informasi membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan antarnegara. Media sosial hadir sebagai sarana komunikasi yang memungkinkan interaksi tanpa batas jarak dan waktu, sehingga mengubah tata kelola hubungan internasional dari diplomasi konvensional melalui media cetak menjadi diplomasi digital. Periode 2022–2024 menjadi masa pemulihan pariwisata Indonesia pasca pandemi Covid-19, yang sebelumnya menurunkan jumlah wisatawan mancanegara. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengoptimalkan kampanye Wonderful Indonesia yang telah diluncurkan sejak 2011. Pemanfaatan media sosial menjadi strategi utama untuk meningkatkan nation branding. Penelitian ini menggunakan platform Instagram (@wonderfulindonesia) dan X (@wonderfulid) serta menyoroti peran media sosial sebagai instrumen diplomasi publik dalam memperkuat nation branding Wonderful Indonesia. | The era of globalization, accompanied by rapid advancements in communication and information technology, has brought significant changes to various aspects of life, including inter-state relations. Social media has emerged as a communication platform that enables interaction without spatial and temporal boundaries, thereby transforming the management of international relations from conventional diplomacy through print media to digital diplomacy. The period from 2022 to 2024 marked Indonesia’s tourism recovery after the Covid-19 pandemic, which had previously reduced the number of international tourist arrivals. The Government of Indonesia, through the Ministry of Tourism and Creative Economy, optimized the Wonderful Indonesia campaign, which has been launched since 2011. The use of social media became the main strategy to enhance nation branding. This study utilizes Instagram (@wonderfulindonesia) and X (@wonderfulid) as its primary platforms and highlights the role of social media as a public diplomacy instrument in strengthening the Wonderful Indonesia nation branding. | |
| 46544 | 49922 | F1F021055 | Analisis Kepatuhan Penggunaan Automatic Identification System berdasarkan Standar Safety of Life at Sea di Pelabuhan Tanjung Emas 2022-2023 | Penelitian ini membahas mengenai tingkat kepatuhan penggunaan Automatic Identification System (AIS) pada kapal Indonesia maupun kapal asing yang melakukan kegiatan di wilayah perairan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang berdasarkan standar SOLAS Regulation 19 Chapter V tahun 2022–2023. Latar belakang dari penelitian ini adalah tingginya angka kecelakaan kapal laut yang terjadi di Indonesia, yang salah satu penyebab utamanya adalah kurangnya kepatuhan terhadap standar keselamatan maritim internasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan studi pustaka. Penulis menggunakan teori Motivasi Kepatuhan oleh Kagan dan Scholz yang terdiri dari dua pendekatan utama yaitu Deterrence (Pencegahan) dan Compliance (Kepatuhan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan penggunaan perangkat AIS di Pelabuhan Tanjung Emas tergolong tinggi. Hal ini didorong oleh adanya pengawasan yang ketat dari otoritas pelabuhan seperti VTS dan Kesyahbandaran, pemberian sanksi administratif kepada kapal yang tidak patuh, serta adanya sosialisasi dan edukasi mengenai pentingnya penggunaan perangkat AIS untuk keselamatan dan keamanan maritim. | This study discusses the level of compliance with the use of the Automatic Identification System (AIS) on Indonesian and foreign vessels operating in the waters of Tanjung Emas Port, Semarang, based on SOLAS Regulation 19 Chapter V standards for the years 2022–2023. The background of this research is the high number of marine vessel accidents in Indonesia, primarily caused by non-compliance with international maritime safety standards. This study uses a descriptive qualitative method with data collection through in-depth interviews and literature review. The researcher applies the Compliance Motivation Theory by Kagan and Scholz, which consists of two main approaches: Deterrence and Compliance. The results show that the level of compliance with AIS usage at Tanjung Emas Port is relatively high. This is driven by strict supervision from port authorities such as VTS and the Harbor Master, the imposition of administrative sanctions on non-compliant vessels, and ongoing education and awareness efforts about the importance of AIS for maritime safety and security. | |
| 46545 | 49923 | C1H018013 | THE EFFECT OF ONLINE REVIEWS AND SOURCE CREDIBILITY ON BRAND IMAGE AND PURCHASE INTENTION (A Study of TikTok Users) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ulasan online (online reviews) dan kredibilitas sumber terhadap citra merek (brand image) dan niat beli (purchase intention), dengan studi kasus pada brand hijab Lafiye dan influencer TikTok Sashfir. Di era digital saat ini, influencer memiliki peran penting dalam membentuk persepsi dan keputusan konsumen, terutama melalui platform seperti TikTok yang menampilkan konten pendek dan ulasan produk yang bersifat persuasif.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner online kepada 105 pengguna TikTok yang pernah melihat konten produk Lafiye yang dipromosikan oleh Sashfir. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan bantuan perangkat lunak AMOS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulasan online berpengaruh signifikan terhadap citra merek dan niat beli, sementara kredibilitas sumber berpengaruh signifikan terhadap citra merek, namun tidak berpengaruh langsung terhadap niat beli. Selain itu, citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat beli, sekaligus menjadi variabel mediasi antara ulasan online, kredibilitas sumber, dan niat beli.Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pemasaran berbasis influencer, khususnya melalui tokoh yang kredibel seperti Sashfir, dapat meningkatkan persepsi konsumen terhadap merek melalui ulasan yang meyakinkan dan autentik. Bagi brand seperti Lafiye, kolaborasi dengan influencer terpercaya menjadi langkah strategis untuk membangun citra merek yang kuat dan mendorong keputusan pembelian di platform media sosial. | This study aims to investigate the influence of online reviews and source credibility on brand image and purchase intention, using Lafiye, a modest fashion brand, and Sashfir, a popular TikTok influencer, as the research focus. In the current digital landscape, influencers play a crucial role in shaping consumer perceptions and decisions, especially through platforms like TikTok where short-form content and product endorsements are widely consumed.A quantitative method was employed with data collected from 105 TikTok users who have been exposed to Lafiye product content delivered by influencer Sashfir. Data was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM) through AMOS software to examine direct and indirect relationships among variables.The results indicate that online reviews significantly influence both brand image and purchase intention, while source credibility has a significant effect on brand image, but not directly on purchase intention. Moreover, brand image positively and significantly affects purchase intention, serving as a mediating variable between online reviews, source credibility, and purchase intention.These findings suggest that influencer-based marketing, especially with credible figures like Sashfir, can enhance brand perception through engaging and persuasive reviews. For brands like Lafiye, leveraging trusted influencers and authentic user-generated content is essential for building strong brand image and encouraging consumer purchase behavior on social media platforms. | |
| 46546 | 49924 | A1D021108 | RESPON KETAHANAN VARIETAS CABAI HOT BEAUTY & TARO PADA APLIKASI PUPUK DAN INSEKTISIDA TERHADAP SERANGAN HAMA | Cabai (Capsicum annum L.) adalah komoditas sayuran yang mendapat perhatian besar karena mempunyai nilai ekonomis tinggi. Serangan hama dan penyakit adalah salah satu penghambat bagi peningkatan produksi cabai, dengan demikian keberadaannya dipertanaman selayaknya dikendalikan. Penelitian ini dilaksanakan di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Bogor dan di Laboratorium Pemuliaan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini dimulai bulan Juli – Desember 2024. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Split split-plot dengan rancangan dasar menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 faktor percobaan dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah aplikasi insektisida (A) yang terdiri dari 2 taraf yaitu insektisida nabati dan insektisida kimia sebagai petak utama, faktor ke2 adalah penggunaan varietas (B) yang terdiri dari 2 taraf yaitu varietas Hot Beauty dan Taro sebagai anak petak, dan faktor ke-3 adalah dosis pupuk NPK+POC (C) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 100, 75, dan 50% NPK+POC sebagai anak-anak petak. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, intensitas dan luas serangan kutu kebul & thrips, , identifikasi serangga, frekuensi ditemukannya serangga, umur berbunga, umur panen, produksi, lebar stomata, kerapatan stomata, dan kadar klorofil. Analisis data lanjutan yang digunakan adalah DMRT menggunakan DSAASTAT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor insektisida tidak berbeda nyata pada pertumbuhan, serangan hama, dan produksi. Cabai varietas Taro menghasilkan lebih banyak buah saat panen dibandingkan cabai varietas Hot Beauty karena memiliki nilai frekuensi ditemukannya serangga yang lebih rendah. Interaksi antara faktor insektisida dan varietas berbeda nyata pada lebar stomata (A1B1 & A2B2). Interaksi antara varietas dan dosis pupuk berbeda nyata pada lebar stomata (B2C2). Interaksi antara insektisida, varietas, dan dosis pupuk berbeda nyata pada jumlah buah per plot (A1B2C1, A2B2C2, dan A2B2C3), dan bobot basah buah per plot (A2B2C2 & A2B2C3). | Chili peppers (Capsicum annum L.) are a vegetable commodity that have received considerable attention due to their high economic value. Pest and disease infestations are obstacles to increasing chili pepper production. This study was conducted at the Food Crops, Horticulture, and Plantation Office in Bogor and at the Plant Breeding Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The study was conducted on July to Desember 2024. The method used in this study was a split-split-plot design with a basic design using a Randomized Block Design (RBD) with 3 experimental factors and 3 replications. The first factor was insecticide application (A), consisting of 2 levels, botanical insecticides and chemicalinsecticides, as the main plots; the second factor was variety use (B), consisting of 2 levels, Hot Beauty and Taro, as subplots; and the third factor was NPK+POC fertilizer dose (C), consisting of 3 levels, 100, 75, and 50% NPK fertilizer+liquid organic fertilizer as subplots. The variables used in this study were plant height, stem diameter, number of leaves, intensity of whitefly and thrips infestation, area of whitefly and thrips infestation, insect identification and frequency of insect occurrence, flowering age, harvest age, yield, stomatal width, stomatal density, and chlorophyll content. The advanced data analysis used was DMRT using DSAASTAT. The results of the study showed that the insecticide factor did not significantly affect growth, pest infestation, and production. The Taro variety produced more fruit at harvest compared to the Hot Beauty variety because it had a lower insect frequency. The interaction between insecticide factor and variety was significantly different in stomatal width (A1B1 & A2B2). The interaction between varieties and fertilizer doses was significantly different in stomatal width (B2C2). The interaction between insecticides, varieties, and fertilizer doses was significantly different in number of fruits per plot (A1B2C1, A2B2C2, and A2B2C3), and fruitwet weight per plot (A2B2C2 & A2B2C3) | |
| 46547 | 49925 | A1D021023 | Aplikasi Bioaktivator Alami pada Pengomposan Kotoran Kambing dan Sapi Terhadap Suhu Selama Pengomposan | Kotoran ternak merupakan kotoran dari hasil pencernaan hewan ternak. Limbah organik kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik dengan metode pengomposan. Proses pengomposan yang biasanya berjalan cukup lama dapat dipercepat dengan menggunakan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bioaktivator terhadap suhu pada proses pengomposan. Penelitian dilakukan menggunakan RAK faktorial dengan dua jenis kotoran ternak dan empat jenis bioaktivator (EM-4, M-21, eco-enzyme, dan Bio Decolizea). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan kompos tidak mencapai fase termofilik karena tumpukan kompos yang terlalu. Meskipun demikian, pengomposan tetap berhasil dan menjadi pupuk pada minggu ke-5 pengomposan. | Livestock manure is waste derived from the digestive processes of farm animals. This type of organic waste can be utilized as organic fertilizer through composting. The composting process, which typically takes a relatively long time, can be accelerated by the use of bioactivators. This study aims to determine the effect of bioactivator application on temperature during the composting process. The research was conducted using a factorial randomized block design (RBD) with two types of livestock manure and four types of bioactivators (EM-4, M-21, eco-enzyme, and Bio Decolizea). The results showed that none of the compost treatments reached the thermophilic phase due to the compost piles being too small. Nevertheless, the composting process was still successful, and the compost was considered mature and ready for use as fertilizer by the fifth week of composting. | |
| 46548 | 49926 | J1B021004 | Perubahan Perilaku Tokoh Aku dalam Novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali Karya Yoga Zen | Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan perilaku karakter utama dalam novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali karya Yoga Zen berdasarkan perspektif behaviorisme B. F. Skinner. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Data yang digunakan dalam studi ini terdiri dari kutipan yang menggambarkan faktor-faktor yang memengaruhi perubahan perilaku karakter orang pertama dalam novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali oleh Yoga Zen. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik pustaka. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat satu perilaku awal, tiga rangsangan, tiga respons, dan satu penguatan positif serta negatif. Penelitian ini bertujuan untuk memperkaya pemahaman bahwa behaviorisme memainkan peran penting dalam mengamati, mempelajari, dan mengendalikan perilaku. | This study aims to describe the behavioral changes of the main character in the novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali by Yoga Zen based on the perspective of B. F. Skinner's behaviorism. The type of research used is a descriptive qualitative method. The data used in this study consists of quotes that illustrate the factors influencing the behavioral changes of the first-person character in the novel Tersesat Setelah Terlahir Kembali by Yoga Zen. The data collection technique in this study is the library technique. The data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicate that there is one initial behavior, three stimuli, three responses, and one positive and negative reinforcement. This study aims to enrich the understanding that behaviorism plays an important role in observing, studying, and controlling behavior. | |
| 46549 | 49930 | A1A019086 | FAKTOR YANG MEMENGARUHI MOTIVASI PERAJIN DALAM MEMPRODUKSI GULA SEMUT DI KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMAS | Gula semut merupakan salah satu produk olahan dari nira kelapa yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan besar di pasar domestik maupun internasional. Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, menjadi salah satu sentra produksi . Namun, perajin gula semut menghadapi berbagai tantangan seperti musim kemarau panjang, rendahnya regenerasi perajin, risiko kerja tinggi, dan fluktuasi harga. Faktor-faktor tersebut diyakini memengaruhi motivasi perajin dalam menjalankan usaha. Informasi mengenai tingkat motivasi dan faktor yang memengaruhi perajin penting untuk menentukan strategi pengembangan usaha gula semut yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat motivasi perajin gula semut serta menganalisis faktor-faktor yang memengaruhinya di Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Responden penelitian berjumlah 142 perajin yang dipilih dengan metode simple random sampling dari tiga desa representatif. Data diperoleh melalui wawancara dan observasi. Data dianalisissecara kuantitatif melalui regresi linier berganda dan kerangka teori Hierarki Kebutuhan Maslow yang meliputi aspek fisiologis, rasa aman, sosial, prestasi, dan aktualisasi diri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat motivasi perajin gula semut berada pada kategori tinggi dengan persentase 70,46%. Variabel luas lahan, lama berusahatani, kelembagaan petani, dan teknologi berpengaruh secara signifikan terhadap motivasi perajin. Sebaliknya, variabel usia, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan peluang pasar tidak berpengaruh secara signifikan. | Brown sugar is a processed product from coconut sap that has high economic value and high demand in both domestic and international markets. Cilongok District, Banyumas Regency, is one of the production centers. However, Brown sugar craftsmen face various challenges such as long dry seasons, low regeneration of craftsmen, high work risks, and price fluctuations. These factors are believed to influence the motivation of craftsmen in running their businesses. Information regarding the level of motivation and factors that influence craftsmen is important for determining sustainable brown sugar business development strategies. This study aims to determine the level of motivation of brown sugar craftsmen and analyze the factors that influence it in Cilongok District, Banyumas Regency. The research respondents were 142 craftsmen selected by simple random sampling method from three representative villages. Data were obtained through interviews and observations. Data were analyzed quantitatively through multiple linear regression and the theoretical framework of Maslow's Hierarchy of Needs which includes physiological, safety, social, achievement, and self-actualization aspects. The results showed that the level of motivation of brown sugar craftsmen was in the high category with a percentage of 70.46%. The variables of land area, length of farming experience, farmer institutions, and technology significantly influence artisan motivation. Conversely, age, education level, number of dependents, and market opportunities do not. | |
| 46550 | 49931 | J1A021031 | THE DEPICTION OF ALPHA MALE SYNDROME IN JEFF'S CHARACTER IN SELIGMAN'S BOTTOMS (2023) | Dalam beberapa tahun terakhir, konsep "alpha male" semakin menonjol di media, budaya populer, dan lingkungan sosial. Konsep ini, yang dikenal sebagai sindrom alpha male, mengangkat sifat-sifat seperti dominasi, agresivitas, kompetitif, dan pengendalian emosi sebagai standar ideal maskulinitas. Studi ini mengeksplorasi bagaimana karakter Jeff dalam film Bottoms (2023) karya Emma Seligman merepresentasikan sindrom ini. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, studi ini merujuk pada teori alpha male syndrome dari Ludeman dan Erlandson (2006) serta konsep maskulinitas hegemonik dari Connell (2005). Jeff digambarkan sebagai sosok hipermaskulin yang kuat, percaya diri, dan memiliki kekuasaan sosial. Dominasi Jeff ditekankan melalui penampilannya, interaksinya dengan karakter lain, serta teknik visual seperti frame, sudut pandang (POV), dan sudut pandang kamera (the view of the lens). Ia diagung-agungkan lewat acara sekolah, poster promosi, dan dukungan terus-menerus dari teman maupun pihak berwenang. Semua elemen ini membentuk dan mempertahankan citranya sebagai simbol maskulinitas ideal. Studi ini menyimpulkan bahwa dominasi Jeff tidak hanya berasal dari sifat pribadinya, tetapi juga dari bagaimana lingkungan sosialnya memandang, membela, dan menegaskan posisinya. Melalui karakter Jeff, Bottoms menunjukkan bagaimana sifat-sifat alpha male dibentuk, dipertahankan, dan diagungkan dalam konteks budaya dan institusional. | In recent years, the concept of the "alpha male" has become increasingly prominent in media, popular culture, and social circles. This concept, known as alpha male syndrome, elevates traits such as dominance, aggression, competitiveness, and emotional control as ideal standards of masculinity. This study explores how the character Jeff in Emma Seligman's film Bottoms (2023) embodies this syndrome. Using qualitative descriptive methods, this study utilizes Ludeman and Erlandson's (2006) theory of alpha male syndrome and Connell's (2005) concept of hegemonic masculinity. Jeff is portrayed as a strong, confident, and socially powerful hypermasculine figure. Jeff's dominance is emphasized through his appearance, his interactions with other characters, and visual techniques such as frame, POV, and the view of the lens. He is glorified through school events, promotional posters, and the constant support of friends and authorities. All of this shapes and maintains his image as a symbol of ideal masculinity. The study concludes that Jeff's dominance stems not only from his personal traits but also from how his social environment views, defends, and affirms his position. Through the character of Jeff, Bottoms shows how alpha male traits are constructed, maintained, and glorified in cultural and institutional contexts. | |
| 46551 | 49928 | J1B021023 | Strategi Kesantunan Berbahasa pada Podcast Bocah Bocah Kosong | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan strategi kesantunan berdasarkan teori strategi Brown dan Levinson dalam podcast Bocah Bocah Kosong. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam studi ini adalah ucapan yang diidentifikasi sebagai strategi yang diterapkan oleh para host podcast Bocah Bocah Kosong. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode mendengarkan yang disertai dengan teknik pengetukan dasar dan teknik mendengarkan lanjutan dengan keterlibatan bebas dalam percakapan serta teknik pencatatan. Data dalam studi ini dianalisis menggunakan metode pengelompokan pragmatik, dimulai dengan teknik pengurutan elemen penentu dan kemudian diikuti dengan pengelompokan kekuatan pragmatik. Hasil analisis data disajikan dengan menggunakan metode informal. Hasil analisis data dalam studi ini menunjukkan bahwa strategi kesopanan bahasa yang digunakan adalah yang diusulkan oleh Brown dan Levinson yang mencakup empat hal, yaitu (1) strategi bald on record, (2) strategi kesopanan positif, (3) strategi kesopanan negatif, dan (4) strategi off record. Keempat jenis strategi ini telah diterapkan oleh para host podcast Bocah Bocah Kosong. | This study aims to identify the use of politeness strategies based on Brown and Levinson's politeness theory in the Bocah Bocah Kosong podcast. This research was conducted using a qualitative descriptive method. The data used in this study were utterances identified as strategies employed by the Bocah Bocah Kosong podcast hosts. The data collection method in this study uses the listening method accompanied by basic tapping techniques and advanced listening techniques of free involvement in conversation and note-taking techniques. The data in this study were analyzed using a pragmatic pairing method, beginning with the technique of sorting the determining elements and then followed by pragmatic sorting power. The results of the data analysis are presented using an informal method. The results of the data analysis in this study are presented using informal methods. The results of this study indicate that the language politeness strategies used are the proposed by Brown and Levinson which include four things, namely (1) bald on record strategy, (2) positive politeness strategy, (3) negative politeness strategy, and (4) off record strategy. These four types of strategies have been carried out by the hosts of the Bocah Bocah Kosong podcast. | |
| 46552 | 49929 | C1H018038 | THE INFLUENCE OF JOB DEMANDS AND JOB RESOURCES ON WORK ENGAGEMENT WITH BURNOUT AS MEDIATING VARIABLE (Study on Employees of Oemah Tahu Purwokerto) | Di era globalisasi dan pesatnya pertumbuhan teknologi saat ini, persaingan antar perusahaan atau organisasi profit semakin ketat. Oemah Tahu Purwokerto merupakan salah satu bentuk perusahaan profit yang berlokasi di Desa Karangcengek, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh job demand dan job resource terhadap work engagement melalui burnout sebagai variabel mediasi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan angka sebagai bahan analisis. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Responden pada penelitian ini berjumlah 40 karyawan yang bekerja di Oemah Tahu Purwokerto. Teknik analisis pada penelitian ini akan menggunakan regresi berganda dengan uji sobel sebagai uji mediasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) Job demand berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work engagement pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena semakin tinggi tuntutan kerja, semakin rendah keterlibatan kerja akibat berkurangnya energi dan semangat karyawan, (2) Job resource berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena semakin tinggi dukungan kerja yang diterima, semakin tinggi pula semangat dan keterlibatan karyawan dalam pekerjaan, (3) Job demand berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena semakin rendah tekanan kerja, semakin kecil pula kemungkinan karyawan mengalami kelelahan fisik dan emosional, (4) Job resource berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena semakin besar sumber daya kerja yang dimiliki karyawan, semakin rendah tingkat kelelahan kerja yang mereka rasakan, (5) Burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap work engagement pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena semakin rendah tingkat burnout, semakin tinggi pula keterlibatan karyawan dalam pekerjaannya, (6) Burnout mampu memediasi pengaruh job demand terhadap work engagement pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena job demand yang rendah menurunkan burnout, dan burnout yang rendah selanjutnya meningkatkan work engagement. (7) Burnout mampu memediasi pengaruh job resource terhadap work engagement pada karyawan di Rumah Makan Oemah Tahu, karena job resource yang tinggi menurunkan burnout, dan burnout yang rendah mendorong peningkatan work engagement. | In the era of globalization and rapid technological growth today, competition between companies and profit organizations is becoming increasingly intense. Oemah Tahu Purwokerto is a form of a profit company located in Karangcengek Village, Sumbang District, Banyumas Regency. This study aims to analyze the effect of job demand and job resources on work engagement through burnout as a mediating variable. This research is a quantitative study that uses numbers as analysis material. This study uses primary and secondary data. The respondents in this study were 40 employees who work at Oemah Tahu Purwokerto. The analysis technique in this study will use multiple regression with the Sobel test as a mediation test. The results of the analysis show that: (1) Job demand has a negative and significant effect on work engagement of employees at Oemah Tahu Restaurant, because the higher the work demands, the lower the work engagement due to reduced employee energy and enthusiasm, (2) Job resources have a positive and significant effect on work engagement of employees at Oemah Tahu Restaurant, because the higher the work support received, the higher the employee's enthusiasm and involvement in work, (3) Job demand has a positive and significant effect on burnout of employees at Oemah Tahu Restaurant, because the lower the work pressure, the less likely employees are to experience physical and emotional fatigue, (4) Job resources have a negative and significant effect on burnout of employees at Oemah Tahu Restaurant, because the greater the work resources employees have, the lower the level of work fatigue they feel, (5) Burnout has a negative and significant effect on work engagement of employees at Oemah Tahu Restaurant, because the lower the level of burnout, the higher the employee's involvement in their work, (6) Burnout is able to mediate the effect of job demand on work engagement of employees at Oemah Tahu Restaurant, because low job demand reduces burnout, and low burnout then increases work engagement. (7) Burnout is able to mediate the influence of job resources on work engagement in employees at Oemah Tahu Restaurant, because high job resources reduce burnout, and low burnout encourages increased work engagement. | |
| 46553 | 49935 | A1F019042 | Karakteristik Sensori Teh Celup Rosela dengan Variasi Jenis Kantong dan Ukuran Partikel Teh | Peningkatan jumlah penyakit degeneratif di Indonesia menjadi masalah yang harus ditangani serta membutuhkan perhatian khusus. Pangan fungsional dapat menjadi solusi untuk mencegah dan meminimalisir resiko penyakit tersebut. Salah satu minuman fungsional yang ditawarkan adalah teh celup rosela. Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) merupakan tanaman dari famili malvaceae yang dapat dibuat sebagai produk teh celup herbal. Berbagai senyawa asam organik dan flavonoid di dalam kelopak bunga rosela memiliki manfaat kesehatan tubuh diantaranya sebagai antioksidan, antibakteri, menurunkan kadar kolesterol, dan antiseptik. Dalam pembuatan teh celup terdapat aspek-aspek penting yang perlu diperhatikan yaitu jenis kantong dan ukuran partikel teh rosela. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan karakteristik sensori seduhan teh celup rosela berdasarkan perlakuan jenis kantong dan ukuran partikel. Penelitian sensori ini dilakukan menggunakan uji skoring pada atribut mutu aroma, warna, rasa, aftertaste, serta uji hedonik (kesukaan produk secara keseluruhan) terhadap 20 panelis. Faktor- faktor pada teh celup rosela ini meliputi jenis kantong teh nilon (K1), corn fiber (K2), dan kain non woven (K3) serta faktor ukuran partikel 40 (P1), 60 (P2), dan 80 mesh (P3) sehingga didapatkan 9 kombinasi perlakuan yang diujikan kepada panelis. Data hasil uji sensori dianalisis menggunakan uji Friedman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata perlakuan terhadap aroma, rasa, warna, dan aftertaste seduhan teh rosela tetapi tidak berbeda nyata pada kesukaan. Hasil uji sensori menunjukkan teh celup rosela memiliki rentang nilai rata-rata aroma 2,25-3,65 (tidak khas- khas), rasa yang netral hingga sangat asam (2,5-4-5), warna yang merah muda hingga agak merah tua, aftertaste tidak sepat hingga sepat (1,9-4), serta kesukaan 2,65-3,35 (netral). Kombinasi perlakuan terbaik yaitu teh celup dengan jenis kantong nilon berukuran partikel 40 mesh. Kombinasi perlakuan tersebut memiliki karakteristik sensori aroma khas rosela, rasa asam, warna agak merah tua, aftertaste sepat, dan kesukaan netral. | The increasing number of degenerative diseases in Indonesia is a problem that must be addressed and requires special attention. Functional foods can be a solution to prevent and minimize the risk of these diseases. One functional beverage offered is roselle tea bags. Roselle (Hibiscus sabdariffa L.) is a plant from the family Malvaceae which can be made into herbal tea bag products. Various organic acids and flavonoids in roselle petals have health benefits, including antioxidants, antibacterials, lowering cholesterol levels, and antiseptics. When making tea bags, there are important aspects to consider, namely the type of bag and the particle size of the roselle tea. This study aims to determine whether there are differences in the sensory characteristics of roselle tea bags based on the type of bag and particle size. This sensory research was conducted using a scoring test on the quality attributes of aroma, color, taste, aftertaste, and hedonic test (overall product preference) on 20 panelists. The factors in this rosella tea bag include the type of nylon tea bag (K1),corn fiber(K2), and non-woven fabric (K3) and particle size factors of 40 (P1), 60 (P2), and 80 mesh (P3) so that 9 treatment combinations were tested on panelists. The sensory test data were analyzed using the Friedman test. The results of the study showed that there were real differences in the treatment of aroma, taste, color, and aftertaste roselle tea infusion but there was no significant difference in preference. The results of the sensory test showed that roselle tea bags had an average aroma value range of 2,25-3,65 (not distinctive to distinctive), a neutral to very sour taste (2,5-4,5), a pink to slightly dark red color, aftertaste astringent to astringent (1,9-4), and preferences 2,65-3,35 (neutral). The best treatment combination was tea bags in nylon bags with 40 mesh particle size. This treatment combination has the sensory characteristics of a distinctive roselle aroma, sour taste, and a slightly dark red color, astringent aftertaste, and neutral preferences. | |
| 46554 | 49932 | A1A019042 | Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Perencanaan Laba Jangka Pendek Pada UMKM Sari Tela Utama di Kecamatan Punggelan Kabupaten Banjarnegara | Tingginya potensi pengolahan singkong menjadi berbagai macam produk olahan melahirkan berbagai macam UMKM berbasis agroindustri yang memanfaatkan komoditas singkong. UMKM Sari Tela Utama merupakan salah satu satu UMKM berbasis agroindustri yang mengolah singkong menjadi produk yang memiliki potensi tinggi, yaitu gula singkong. UMKM Sari Tela Utama memiliki peluang untuk dapat mengembangkan bisnisnya karena memiliki pangsa pasar yang lebih luas, produk yang dibuat oleh UMKM Sari Tela Utama merupakan produk yang solutif, melimpahnya produksi bahan baku yang berupa singkong di daerah Kabupaten Banjarnegara serta harga jual yang lebih terjangkau dibandingkan kompetitor. Pemanfaatan peluang ini harus diimbangi dengan perhitungan usaha yang tepat, namun perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh UMKM Sari Tela Utama masih belum tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi dan perencanaan laba jangka pendek pada UMKM Sari Tela Utama, produsen gula singkong cair di Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode full costing untuk perhitungan harga pokok produksi dan berbagai indikator keuangan seperti Contribution Margin, Break Even Point (BEP), Margin of Safety, dan Degree of Operating Leverage dalam perencanaan laba jangka pendek. Hasil penelitian menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp519.328.145 dengan penerimaan sebesar Rp574.875.000 dan keuntungan sebesar Rp55.546.855. Perhitungan harga pokok produksi dengan metode full full costing sebesar Rp43.277.345. Nilai rata-rata contribution margin sebesar Rp5.767.932 dan contribution margin ratio sebesar 12%. Nilai rata-rata break even point unit sebanyak 540 kilogram per bulan, break even point penerimaan sebesar Rp9.446.913 per bulan, dan break even point harga sebesar Rp15.806 per kilogram. Nilai rata-rata margin of safety sebesar 80 persen atau Rp38.325.000 per bulan. Nilai rata-rata degree of operating leverage sebesar 1,25. | The high potential of cassava processing into various kinds of processed products gave birth to a variety of agro-industry-based MSMEs that utilize cassava commodities. Sari Tela Utama MSME is one of the agro-industry-based MSMEs that processes cassava into a product that has high potential, namely cassava sugar. Sari Sari Tela Utama MSMEs have have the opportunity to be able to develop their business because they have a wider market share, the products made by Sari Tela Utama MSMEs are solution products, abundant production of raw materials in the form of cassava in the Banjarnegara Regency area and a more affordable selling price than competitors. Utilizing this opportunity must be balanced with the right business calculations, but the calculation of the cost of goods produced by Sari Tela Utama MSMEs is still not correct. This study aimend to analyze the calculation of cost of goods produced and short-term profit planning at Sari Tela Utama MSME, a liquid cassava sugar producer in Punggelan District, Banjarnegara Regency. The research method used is a case study with a quantitative descriptive approach. Data were obtained through observation, interviews, and documentation studies, then analyzed using the full costing method for the calculation of cost of production and various financial indicators such as Contribution Margin, Break Even Point (BEP), Margin of Safety, and Degree of Operating Leverage, in short-term profit planning. The results showed total production costs of Rp519.328.145 with revenue of Rp574,875,000 and profit of Rp55.546.855. The calculation of the cost of goods produced using the full costing method amounted to Rp43.277.345. The average contribution margin value is Rp5.767.932 and the contribution margin ratio is 12 percent. The average break even point unit value is 540 kilograms per month, the revenue break even point is Rp9.446.913 per month, and the price break even point is Rp15,806 per kilogram. The average margin of safety is 80 percent or Rp38.325.000 per month. The average degree of operating leverage is 1.25. | |
| 46555 | 49934 | L1A021066 | Pola Sebaran Spasio-Temporal Dan Penentuan Status Mutu Air Berdasarkan Indeks Storet Di Sungai Logawa Kabupaten Banyumas | Salah satu penyebab menurunnya kualitas air di Sungai Logawa adalah terdapat banyak aktivitas antropogenik di sepanjang sungai. Perbedaan kondisi geografis dari hulu ke hilir mempengaruhi perbedaan aktivitas masyarakat sekitar seperti penambangan pasir, peternakan, perkebunan, hingga pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pola sebaran spasio-temporal dan status mutu air Sungai Logawa berdasarkan STORET. Penelitian dilakukan setiap 1 bulan sekali pada Bulan Juli hingga September. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling berdasarkan aktivitas masyarakat. Lokasi sampling terdiri dari 12 titik yang berfokus pada beberapa lokasi yang mewakili tiap letak geografis sungai dari Bulan Juli hingga September 2024. Analisis data dilakukan membuat pola sebaran spasio-temporal dengan Geographic Information System (GIS) dan dijelaskan secara deskriptif serta dibandingan dengan baku mutu air sungai berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021, kemudian status mutu air ditentukan menggunakan metode STORET berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 115 Tahun 2003. Hasil diperoleh Sungai Logawa cenderung mengalami pola sebaran spasio-temporal yang fluktuatif dan menurun namun masih dalam kondisi baik. Hasil analisis status mutu air menunjukan Sungai Logawa dalam kondisi tercemar ringan untuk kelas III dan dalam memenuhi baku mutu pada bagian tengah dan hilir untuk kelas IV. | One of the causes of the decline in water quality in the Logawa River is that there are many anthropogenic activities along the river. Differences in geographical conditions from upstream to downstream affect the differences in the activities of the surrounding communities, such as sand mining, livestock farming, plantations, and agriculture. This study aims to determine the spatiotemporal distribution patterns and water quality status of the Logawa River based on STORET. The research was conducted monthly from July to September. The method used in this study was purposive sampling based on community activities. It consisted of 12 sampling points focused on several locations representing each geographical location of the river from July to September 2024. Data analysis was conducted to create a spatiotemporal distribution pattern using Geographic Information System (GIS) and described descriptively, compared with river water quality standards based on Government Regulation of the Republic of Indonesia No. 22 of 2021. Water quality status was determined using the STORET method based on Minister of Environment Decision No. 115 of 2003. The results indicate that the Logawa River tends to exhibit fluctuating and declining spatial distribution patterns but remains in good condition. The water quality status analysis shows that the Logawa River is moderately polluted for Class III and meets quality standards in the middle and lower reaches for Class IV. | |
| 46556 | 49933 | J1A021048 | INTERNALIZING CAPITALISM AND CONSUMERISM: CULTURAL HEGEMONY IN MRBEAST’S YOUTUBE CHANNEL | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana ideologi kapitalisme dan konsumerisme diinternalisasikan dalam konten YouTube oleh kreator yang dikenal dengan nama MrBeast, serta bagaimana internalisasi tersebut diterima oleh para peserta dalam videonya maupun oleh audiens tanpa menyadari adanya eksploitasi ideologis yang mendasarinya. Penelitian ini menggunakan teori Cultural Hegemony dari Antonio Gramsci sebagai kerangka teori untuk menjelaskan bagaimana dominasi ideologi kapitalis disampaikan secara halus dan persuasif melalui media populer. Analisis difokuskan pada elemen audio, visual, dan verbal dalam video-video MrBeast yang diperlakukan sebagai satu narasi terpadu. Temuan penelitian mengungkapkan tiga strategi utama yang digunakan oleh MrBeast untuk membangun hegemoni ideologis: (1) penggambaran dirinya sebagai sosok penyelamat, yang menunjukkan bantuan finansial sebagai bentuk kemurahan hati pribadi dari individu kaya; (2) penekanan pada pencapaian kesuksesan pribadi melalui kerja keras dan keberuntungan, yang memperkuat nilai-nilai kapitalisme meritokratis; dan (3) praktik filantropi yang mengaburkan batas antara konsumsi hiburan dan tindakan amal. Ketiga strategi ini menunjukkan bahwa konten MrBeast tidak hanya bersifat menghibur, tetapi juga menjadi alat untuk menyebarkan nilai-nilai kapitalis dan konsumeris dengan cara yang terasa alami atau dapat diterima oleh audiens | This study aims to examine how the ideologies of capitalism and consumerism are internalized in YouTube content by the creator known as MrBeast, and how this internalization is accepted by both the participants in his videos and the audience without realizing the underlying ideological exploitation. This research applies Antonio Gramsci’s theory of Cultural Hegemony as the theoretical framework to explain how the dominance of capitalist ideology is subtly and persuasively conveyed through popular media. The analysis focuses on the audio, visual, and verbal elements in MrBeast’s videos, treating them as a unified narrative. The findings reveal three key strategies used by MrBeast to construct ideological hegemony: (1) his portrayal as a savior figure, presenting financial assistance as an act of personal generosity from a wealthy individual; (2) the emphasis on the pursuit of personal success through hard work and luck, reinforcing meritocratic capitalist values; and (3) philanthropic practices that blur the lines between entertainment consumption and charitable acts. These three strategies demonstrate that MrBeast’s content is not merely entertaining, but also acts as a tool to spread capitalist and consumerist values in a way that feels natural or acceptable to the audience. | |
| 46557 | 49937 | F1B019107 | Strategi Komunikasi Publik Tim Percepatan Penurunan Stunting dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Banjarnegara | Penelitian ini berjudul Strategi Komunikasi Publik Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Banjarnegara. Tujuan penelitian ini yaitu untuk untuk mendeskripsikan Strategi Komunikasi Publik TPPS dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPPS Kabupaten Banjarnegara cukup memahami karakteristik kelompok sasaran utama, khususnya mereka dalam masa 1000 Hari Pertama Kehidupan, dengan melakukan pendekatan langsung seperti kunjungan rumah dan diskusi untuk memastikan pesan yang disampaikan sesuai kebutuhan. Dalam menyusun pesan, TPPS menitikberatkan pada edukasi dasar tentang stunting, yang dirancang bersama kader dan tenaga kesehatan serta disesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal. Metode komunikasi yang digunakan mengutamakan tatap muka karena dinilai paling efektif membangun kedekatan dan memungkinkan interaksi dua arah, namun tetap dipadukan dengan komunikasi informal melalui media sosial dan grup WhatsApp kader. Sementara itu, dalam hal media, TPPS menggabungkan komunikasi langsung dengan media cetak dan digital untuk menjangkau masyarakat secara luas dan menjaga kesinambungan informasi, sehingga strategi komunikasi yang dijalankan bersifat adaptif dan kontekstual sesuai kondisi lapangan. | This study, entitled "Public Communication Strategy of the Stunting Acceleration Reduction Team (TPPS) in Stunting Mitigation in Banjarnegara Regency. The purpose of this study is to describe the Public Communication Strategy of the TPPS (Student Action Plan) in Stunting Mitigation in Banjarnegara Regency. The method used in this study was qualitative. Informants were selected using a purposive sampling technique. Data were collected through interviews, documentation, and observation. The data analysis method used was interactive analysis. The research results show that the Banjarnegara Regency Child Protection Team (TPPS) adequately understands the characteristics of its primary target group, particularly those in the First 1,000 Days of Life. They employ direct approaches such as home visits and discussions to ensure messages are delivered appropriately. In developing their messages, the TPPS emphasizes basic education on stunting, designed in collaboration with cadres and health workers and tailored to local language and culture. The communication method used prioritizes face-to-face communication, as it is considered the most effective way to build rapport and enable two-way interaction, while also incorporating informal communication through social media and cadre WhatsApp groups. Meanwhile, in terms of media, the TPPS combines direct communication with print and digital media to reach a wider audience and maintain continuity of information, ensuring that the communication strategy is adaptive and contextual to field conditions. | |
| 46558 | 49942 | A1C021056 | Deteksi Non-Destruktif Adulterasi Kopi Arabika Menggunakan Spektrometer Portabel Dan Model Klasifikasi Machine Learning | Kopi merupakan salah satu komoditas pertanian yang rentan terhadap adulterasi atau pemalsuan, terutama kopi Arabika. Praktik ini menurunkan mutu dan keaslian produk serta merugikan konsumen. Metode deteksi adulterasi konvensional cenderung subjektif dan kurang efisien, sehingga penelitian ini bertujuan membangun model klasifikasi untuk mendeteksi adulterasi kopi Arabika bubuk secara non-destruktif menggunakan data spektra dari spektrometer portabel. Sampel penelitian terdiri dari kopi Arabika bubuk murni dan kopi yang diberi adulteran berupa jagung, beras, dan kacang hijau. Pengujian non-destruktif dilakukan menggunakan spektrometer portabel berbasis sensor AS7265X untuk memperoleh data spektra, yang selanjutnya digunakan untuk melatih model menggunakan algoritma Support Vector Machine (SVM), Random Forest (RF), dan Linear Discriminant Analysis (LDA). Kinerja model dievaluasi menggunakan confusion matrix serta metrik klasifikasi berupa accuracy, precision, recall, dan F1-score. Pengujian destruktif terhadap parameter fisikokimia (kafein, pH, kadar abu, kadar air, warna, dan total padatan terlarut) dilakukan sebagai data pendukung. Hasil menunjukkan bahwa SVM memberikan akurasi tertinggi sebesar 100% pada data ternormalisasi, yang mampu membedakan kopi murni dari kopi adulterasi sekaligus mengidentifikasi jenis adulteran. Temuan ini selaras dengan hasil uji destruktif yang menunjukkan perubahan karakteristik kopi akibat penambahan adulteran. | Coffee is one of the agricultural commodities that is vulnerable to adulteration or counterfeiting, particularly Arabica coffee. Such practices reduce product quality and authenticity, causing losses to consumers. Conventional adulteration detection methods tend to be subjective and less efficient; therefore, this study aims to develop a classification model to detect adulteration in Arabica coffee powder non-destructively using spectral data from a portable spectrometer. The samples consisted of pure Arabica coffee powder and Arabica coffee adulterated with corn, rice, and mung beans. Non-destructive testing was carried out using a portable spectrometer equipped with an AS7265X sensor to obtain spectral data, which was then used to train models with Support Vector Machine (SVM), Random Forest (RF), and Linear Discriminant Analysis (LDA) algorithms. Model performance was evaluated using a confusion matrix and classification metrics including accuracy, precision, recall, and F1-score. Destructive testing of physicochemical parameters (caffeine, pH, ash content, moisture content, color, and total dissolved solids) was conducted as supporting data. The results showed that SVM achieved the highest accuracy of 100% on normalized data, capable of distinguishing pure coffee from adulterated coffee as well as identifying the type of adulterant. These findings are consistent with the destructive test results, which revealed changes in coffee characteristics due to adulterant addition. | |
| 46559 | 49943 | D1A018180 | MANAJEMEN PEMELIHARAN AYAM PETELUR DI SUGIYONO FARM DESA BOJONG KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA | Tujuan penelitian ini ialah mengetahui pengolahan manajemen pemeliharaan ayam petelur. Materi yang digunakan adalah ayam betina petelur yang dipelihara menerapkan jenis kandang open house semi permanen dan menggunakan sistem kandang baterai dengan luas kandang 1900 m2 pada luas tanah 2500 m2 . Memiliki 7 kandangdengan total kapasitas 14.000 ekor. Masing-masing kandang memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Kandang no. 1 berkapasitas 3.000 ekor, kandang no. 2 berkapasitas 1.000 ekor, kandang no. 3 berkapasitas 2.000 ekor, kandang no. 4 berkapasitas 2.000 ekor, kandang no. 5 berkapasitas 2.000 ekor, kandang no. 6 berkapasitas 2.000 ekor, dan kandang no. 7 berkapasitas 2.000 ekor. Variable diamati adalah pemeliharaan, FCR, pengolahan produksi, pendapatan, dan R/C. Penelitian yang dilakukan meliputi persiapan kandang, pengambilan telur, pemberian pakan dan air minum, pengadukan pakan, pembersihan tempat pakan dan minum, penjualan telur, dan wawancara terhadap pemilik farm serta teknisi kandang. Ayam yang diamati adalah strain ayam Isa Brown, pengamatan dilakukan di Sugiyono Farm, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Rata-rata FCR yang didapatkan pada usia 76 minggu yaitu 2,77 dimana tergolong kurang ekonomis, dan rata-rata HDP 69,3%. Daya simpan telur di Sugiyono Farm berkisaran 12-14 hari. Keuntungan yang diperoleh dalam 1 periode yaitu Rp 515.005.000. Hal ini menjadikan bahwasanya usaha ini layak untuk dijalankan dan diteruskan. R/C diperoleh 1,15 dengan rentabilitas 10,4%, dan Payback Period 9,5 periode. | The purpose of this study was to examine the management practices of layer chicken farming. The subjects used were layer hens kept in a semi-permanent open-house type poultry house, using a battery cage system with a total cage area of 1,900 m² on a land area of 2,500 m². The farm consists of seven poultry houses with a total capacity of 14,000 birds. Each house has a different capacity: House No. 1 holds 3,000 birds, House No. 2 holds 1,000 birds, House No. 3 holds 2,000 birds, House No. 4 holds 2,000 birds, House No. 5 holds 2,000 birds, House No. 6 holds 2,000 birds, and House No. 7 holds 2,000 birds. The variables observed included maintenance, FCR, production management, income, and R/C ratio. The study covered activities such as cage preparation, egg collection, feeding and watering, feed mixing, cleaning of feeders and drinkers, egg sales, and interviews with the farm owner and poultry house technicians. The chickens observed were of the Isa Brown strain, and the research was conducted at Sugiyono Farm, Mrebet District, Purbalingga Regency, Central Java. The average FCR obtained at 76 weeks of age was 2.77, which is considered less economical, and the average HDP was 69.3%. The egg shelf life at Sugiyono Farm ranged from 12 to 14 days. The profit earned in one production cycle was IDR 515,005,000, indicating that this business is feasible to operate and sustain. The R/C ratio obtained was 1.15, with a profitability of 10.4% and a payback period of 9.5 cycles. | |
| 46560 | 49944 | F1D021061 | Kepemimpinan Informal Di Pokdarwis SIda Mukti Dalam Pengembangan Desa Wisata Kemutug Lor | ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan informal di Pokdarwis Sida Mukti dalam proses pengembangan Desa Wisata Kemutug Lor, dan mengidentifikasi peran dan pengaruh, hambatan dan tantangan, serta dampak adanya pemimpin informal organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diambil menggunakan proses observasi dan wawancara mendalam dengan melibatkan 16 narasumber yang terdiri dari Anggota Pokdarwis Sida Mukti, Pemerintah Desa Kemutug Lor, dan masyarakat Lokal. Kemudian data hasil wawancara tersebut akan dianalisis menggunakan Teknik analisis trianggulasi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan informal yang terjadi di Pokdarwis Sida Mukti teridentifikasi memiliki sumber kekuasaan yaitu kekuasaan ahli dan yang memungkinkannya memobilisasi sumber daya, mengambil keputusan secara kolektif, menyelesaikan konflik, dan menyebarkan informasi. Namun, pemimpin informal organisasi memiliki tantangan dan hambatannya yaitu hambatan dalam wewenang formal.Tantangan yang dihadapi ialah pemimpin informal harus mengembangkan diri secara mandiri tanpa jalur formal, dan mempertahankan kredibilitas, integritas dan kemampuan agar tetap diikuti dan dihormati. | ABSTRACT This study aims to analyze the role of informal leadership in the Sida Mukti Tourism Group (Pokdarwis) in the development of the Kemutug Lor Tourism Village and to identify the roles and influences, obstacles and challenges, and the impact of informal organizational leaders. This study employed a qualitative method with a case study approach. Data were collected through observation and in-depth interviews involving 16 informants, consisting of members of the Sida Mukti Tourism Group, the Kemutug Lor Village Government, and the local community. The interview data were then analyzed using data triangulation analysis techniques. The results of this study indicate that the informal leadership in the Sida Mukti Tourism Group is identified as having a source of power, namely expert power, which enables it to mobilize resources, make decisions collectively, resolve conflicts, and disseminate information. However, informal organizational leaders face challenges and obstacles, particularly obstacles to formal authority. The challenge faced is that informal leaders must develop themselves independently without formal channels, and maintain credibility, integrity, and competence to remain followed and respected. |