Artikelilmiahs
Menampilkan 46.681-46.700 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46681 | 50085 | A1A021011 | VALUASI EKONOMI AGROWISATA LEMBAH ASRI SERANG MENGGUNAKAN METODE TRAVEL COST METHODE (TCM) DI DESA SERANG KECAMATAN KARANGREJA KABUPATEN PURBALINGGA | Agrowisata Lembah Asri Serang terletak di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Lembah Asri Serang merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Purbalingga yang memamerkan keindahan alam berupa perbukitan serta hawa yang sejuk sebagai daya tarik objek wisata bagi setiap pengunjung. Valuasi ekonomi dilakukan dikarenakan keindahan alam pada dasarnya tidak dapat dihitung atau tidak memiliki pasar. Pada penelitian ini valuasi ekonomi yang digunakan adalah metode Travel Cost Method (TCM). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pengunjung Agrowisata Lembah Asri Serang, mengetahui persepsi pengunjung terhadap fasilitas yang ditawarkan di Agrowisata Lembah Asri Serang, mengidentifikasi faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi frekuensi jumlah kunjungan di Agrowisata Lembah Asri Serang, dan menganalisis nilai ekonomi Lembah Asri Serang menggunakan metode biaya perjalanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan metode accidental sampling dengan melakukan wawancara serta penyebaran kuesioner kepada 72 pengunjung sebagai responden penelitian. Analisis data yang dilakukan meliputi analisis deskriptif, uji asumsi klasik, analisis berganda, analisis travel cost method serta nilai ekonomi dengan surplus konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ekonomi Lembah Asri Serang dengan pendekatan biaya perjalanan atau Travel Cost Method (TCM) sebesar Rp 14.600.000.000 per tahun dengan nilai surplus konsumen per individu per kunjungan sebesar Rp 20.000. Hasil uji analisis berganda menunjukkan bahwa biaya perjalanan berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan Argrowisata Lembah Asri Serang. | The Lembah Asri Serang Agrotourism Park is located in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency. Lembah Asri Serang is a natural tourist destination in Purbalingga, showcasing the natural beauty of hills and cool air as a tourist attraction for every visitor. Economic valuation was conducted because natural beauty is essentially intangible and has no market. In this study, the economic valuation used is the Travel Cost Method (TCM). This study aims to determine the characteristics of visitors to the Lembah Asri Serang Agrotourism, determine visitors' perceptions of the facilities offered at the Lembah Asri Serang Agrotourism, identify socio-economic factors that influence the number of visits to the Lembah Asri Serang Agrotourism, and analyze the economic value of Lembah Asri Serang using the travel cost method. The method used in this study is a quantitative method used in this study is the accidental sampling method by conducting interviews and distributing questionnaires to 72 visitors as research respondents. Data analysis includes descriptive and inferential analysis, classical assumption tests, multiple analysis, travel cost method analysis and economic value with consumer surplus. The results of the study show that the economic value of Lembah Asri Serang using the Travel Cost Method (TCM) approach is IDR 14,600,000,000 per year with a consumer surplus value per individual per visit of IDR 20,000. The results of the multiple analysis test show that travel costs affect the number of visits to Lembah Asri Serang Agrotourism. | |
| 46682 | 50086 | F1F021003 | Evaluasi Penerapan Good Governance: Analisis Upaya Malaysia Dalam Merespons Skandal 1MDB Tahun 2015-2020 | Skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB) merupakan salah satu kasus korupsi transnasional terbesar yang menimbulkan kerugian signifikan bagi Malaysia, baik secara ekonomi maupun politik. Penelitian ini menganalisis skandal 1MDB melalui kerangka Good Governance dengan tujuan untuk menilai sejauh mana prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik diterapkan oleh aktor-aktor terkait, serta bagaimana kegagalan penerapan prinsip tersebut berkontribusi pada terjadinya skandal. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif, memanfaatkan data sekunder berupa laporan investigasi, literatur akademik, dan berita kredibel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip transparansi dan akuntabilitas merupakan aspek yang paling lemah dalam pengelolaan 1MDB, sedangkan partisipasi publik melalui gerakan sipil seperti Bersih 4.0 berperan penting dalam mendorong akuntabilitas politik. Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa lemahnya supremasi hukum serta adanya intervensi politik memperburuk penegakan hukum terhadap aktor yang terlibat. Kesimpulannya, skandal 1MDB memperlihatkan kegagalan tata kelola yang baik di Malaysia dan memberikan pelajaran penting mengenai urgensi penerapan prinsip Good Governance untuk mencegah korupsi sistemik di masa depan. | The 1Malaysia Development Berhad (1MDB) scandal represents one of the largest transnational corruption cases, causing severe political, economic, and social repercussions for Malaysia. This research analyzes the scandal through the framework of Good Governance to assess the extent to which its principles were applied by relevant actors and how governance failures contributed to the crisis. The study employs a qualitative descriptive method, utilizing secondary data from investigation reports, academic literature, and credible news sources. The findings reveal that transparency and accountability were the most poorly implemented principles in the management of 1MDB, while public participation—particularly through civil movements such as Bersih 4.0—played a significant role in pushing for political accountability. Moreover, weak rule of law and political interference further undermined legal enforcement against those involved. In conclusion, the 1MDB scandal highlights the failure of good governance practices in Malaysia and underscores the urgency of implementing Good Governance principles to prevent systemic corruption in the future. | |
| 46683 | 50087 | F1F021066 | Transformasi Kebijakan Luar Negeri Indonesia Dalam Ratifikasi Perjanjian Ekstradisi Dengan Singapura (2007 – 2022) | Penelitian ini membahas transformasi kebijakan luar negeri Indonesia dalam meratifikasi Perjanjian Ekstradisi dengan Singapura pada periode 2007 hingga 2022. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana perbedaan pendekatan antara era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo dalam mengelola dinamika politik dan diplomasi terkait perjanjian tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif melalui studi kepustakaan dan telaah dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa SBY, meskipun perjanjian ekstradisi berhasil ditandatangani, ratifikasi tidak terlaksana akibat resistensi politik domestik serta isu ketidaksetaraan dalam perjanjian pertahanan yang menjadi paket kebijakan. Sementara itu, pada masa Jokowi, urgensi pemberantasan korupsi serta stabilitas hubungan bilateral dengan Singapura mendorong percepatan ratifikasi, yang akhirnya disahkan pada tahun 2022. Analisis dengan menggunakan kerangka teori kebijakan luar negeri K.J. Holsti menunjukkan adanya transformasi dalam tiga aspek: nilai (values), waktu (timing), dan tujuan (goals) kebijakan. Temuan ini memperlihatkan bahwa kebijakan luar negeri Indonesia dalam kasus ekstradisi bersifat adaptif terhadap perubahan konteks politik domestik maupun internasional, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara kepentingan nasional dan diplomasi regional. | This study examines the transformation of Indonesia’s foreign policy in the ratification of the Extradition Treaty with Singapore between 2007 and 2022. The research focuses on how different approaches were taken under the leadership of President Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) and President Joko Widodo in managing the political dynamics and diplomatic negotiations surrounding the treaty. This research employs a qualitative method with descriptive analysis through literature review and examination of official documents. The findings reveal that during SBY’s administration, although the treaty was signed, the ratification process stalled due to domestic political resistance and the linkage with a defense cooperation agreement considered disadvantageous for Indonesia. In contrast, under Joko Widodo, the urgency of combating corruption and maintaining stable bilateral relations with Singapore accelerated the ratification process, which was finalized in 2022. Using K.J. Holsti’s foreign policy framework, the analysis highlights transformations in three key aspects: values, timing, and goals of Indonesia’s foreign policy. These findings demonstrate that Indonesia’s foreign policy in the case of extradition is adaptive to shifts in both domestic and international contexts, while underlining the importance of aligning national interests with regional diplomacy. | |
| 46684 | 50088 | A1A021050 | PENGARUH KUALITAS PRODUK, HARGA, SUASANA, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN PADA COFFEE SHOP THE GLAD HAND DI KABUPATEN PURWOREJO | Pertumbuhan industri coffee shop di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Purworejo, memicu persaingan yang semakin ketat. Salah satu tantangan utama bagi pelaku usaha adalah mempertahankan loyalitas konsumen di tengah banyaknya pilihan serupa. Coffee Shop The Glad Hand merupakan salah satu usaha yang mampu bertahan sejak berdiri pada tahun 2022 dengan mengandalkan produk berkualitas, suasana nyaman, harga kompetitif, dan pelayanan memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik konsumen Coffee Shop The Glad Hand, (2) menganalisis pengaruh kualitas produk, harga, suasana, dan kualitas pelayanan terhadap loyalitas konsumen, serta (3) mengidentifikasi variabel yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap loyalitas konsumen. Penelitian dilaksanakan pada Juni 2025 dengan jumlah responden sebanyak 100 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling, dengan kriteria pernah mengunjungi The Glad Hand dalam enam bulan terakhir dan berusia minimal 15 tahun. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif dan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas konsumen The Glad Hand adalah perempuan berusia 15-25 tahun dan berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa. Secara simultan, kualitas produk, harga, suasana, dan kualitas pelayanan berpengaruh secara signifikan terhadap loyalitas konsumen. Secara parsial, kualitas pelayanan merupakan variabel yang paling dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor emosional, khususnya pelayanan, memainkan peran penting dalam membentuk loyalitas konsumen. | The growth of the coffee shop industry across various regions, including Purworejo Regency, intensified market competition. One of the main challenges for business owners was maintaining customer loyalty amid the increasing number of similar establishments. The Glad Hand Coffee Shop successfully sustained its presence since its establishment in 2022 by offering high-quality products, a comfortable atmosphere, competitive pricing, and satisfying service. This study aimed to: (1) identify the characteristics of The Glad Hand's customers, (2) analyze the influence of product quality, price, atmosphere, and service quality on customer loyalty, and (3) determine the most dominant factor influencing customer loyalty. The research was conducted in June 2025 with 100 respondents selected through accidental sampling, based on the criteria of having visited The Glad Hand within the last six months and being at least 15 years old. Data were analyzed using descriptive statistics and Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results showed that the majority of The Glad Hand’s customers were female, aged 15-25 years, and mostly students. Simultaneously, product quality, price, atmosphere, and service quality had a significant influence on customer loyalty. Partially, service quality was identified as the most dominant factor. These findings suggested that emotional factors, particularly service, played a crucial role in fostering customer loyalty. | |
| 46685 | 50089 | A1A021037 | ANALISIS DAYA SAING DAN FAKTOR YANG MEMENGARUHI EKSPOR VANILI INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL | Vanili merupakan komoditas rempah-rempah yang memiliki harga tinggi dan dijuluki sebagai “emas hijau”. Indonesia sebagai salah satu produsen vanili dunia yang sekaligus aktif melakukan ekspor vanili ke berbagai negara. Namun disisi lain, Indonesia menghadapi tantangan berupa penurunan luas lahan dan produksi vanili yang berdampak pada terbatasnya pasokan vanili yang diekspor. Volume ekspor yang berfluktuatif dan ketatnya persaingan antareksportir vanili akan memengaruhi daya saingnya di pasar internasional. Penelitian bertujuan untuk menganalisis daya saing ekspor vanili Indonesia di pasar internasional, baik dari segi keunggulan komparatif maupun kompetitif, serta membandingkan posisinya dengan negara eksportir vanili lainnya. Penelitian ini juga untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi daya saing vanili Indonesia. Data yang digunakan berupa data sekunder tahun 2012–2023 yang bersumber dari Lembaga resmi seperti BPS, Trade Map, Kementerian Pertanian, Un Comtrade, dan sebagainya. Metode analisis yang digunakan meliputi Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamix (EPD), Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP), dan analisis regresi linear berganda. Indonesia, Madagaskar, dan Belanda mengekspor vanili ke pasar tujuan yang sama yaitu Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan United Kingdom dan bersaing untuk memenuhi permintaan impor di negara-negara tersebut. Hasil analisis RCA menunjukkan bahwa vanili Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan berdaya saing kuat. Analisis EPD menunjukkan bahwa vanili Indonesia berada pada posisi pasar Lost Opportunity di Amerika Serikat, Falling Star di Perancis, dan Retreat di Jerman dan United Kingdom. Sementara hasil ISP menunjukkan bahwa Indonesia berperan sebagai pengekspor baik di negara tujuan maupun di pasar internasional. Posisi daya saing Indonesia berdasarkan RCA dan ISP lebih baik dari Belanda namun Madagaskar paling unggul, sedangkan EPD menunjukkan vanili Indonesia masih dibawah negara pesaing. Faktor yang memengaruhi RCA vanili Indonesia secara signifikan adalah harga ekspor vanili Indonesia, volume ekspor vanili Indonesia, volume ekspor vanili Madagaskar, dan dummy daftar hitam. | Vanilla is a spice commodity that has a high price and is dubbed as "green gold". Indonesia as one of the world's vanilla producers is also active in exporting vanilla to various countries. But on the other hand, Indonesia faces challenges in the form of land degradation and vanilla production which has an impact on the limited supply of exported vanilla. Fluctuating export volumes and fierce competition between vanilla exporters will affect its competitiveness in the international market. The research aims to analyze the competitiveness of Indonesian vanilla exports in the international market, both in terms of comparative and competitive advantages, as well as compare its position with other vanilla exporting countries. This study is also to find out the factors that affect the competitiveness of Indonesian vanilla. The data used is in the form of secondary data for 2012–2023 sourced from official institutions such as BPS, Trade Map, Ministry of Agriculture, Un Comtrade, and so on. The analysis methods used include Revealed Comparative Advantage (RCA), Export Product Dynamix (EPD), Trade Specialization Index (ISP), and multiple linear regression analysis. Indonesia, Madagascar, and the Netherlands export vanilla to the same destination markets of the United States, Germany, France, and the United Kingdom and compete to meet import demand in those countries. The results of RCA's analysis show that Indonesian vanilla has a comparative advantage and is strongly competitive. EPD's analysis shows that Indonesian vanilla is in the market position of Lost Opportunity in the United States, Falling Star in France, and Retreat in Germany and the United Kingdom. Meanwhile, the ISP results show that Indonesia plays an exporter both in the destination country and in the international market. Indonesia's competitiveness position based on RCA and ISP is better than the Netherlands but Madagascar is the most superior, while EPD shows that Indonesian vanilla is still below competitor countries. Factors that significantly affect RCA vanilla Indonesia are Indonesian vanilla export prices, Indonesian vanilla export volumes, Madagascar vanilla export volumes, and blacklisted dummys. | |
| 46686 | 50090 | A1D021119 | Aplikasi Kompos Kotoran Kambing dengan Fermentor Alami dan Pupuk N, P, K Dosis Rendah Terhadap Tinggi Tanaman Edamame | Penggunaan pupuk sintetik yang berlebihan dalam budidaya edamame dapat mereduksi kesuburan tanah. Salah satu cara dalam mengurangi pupuk sintetik adalah dengan menggunakan pupuk organik. Pupuk organik dapat dibuat dengan bahan utama kotoran ternak dengan aplikasi fermentor alami. Penambahan fermentor alami bertujuan untuk mempercepat proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dari penggunaan pupuk organik kotoran kambing yang difermentasikan dengan fermentor alami (bonggol pisang, kotoran sapi, kotoran kambing, dan EM4), pemberian dosis N, P, K rendah, dan kombinasi dari aplikasi fermentor alami dan dosis N, P, K rendah terhadap tinggi tanaman edamame. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kotoran kambing berbasis fermentor alami memberikan hasil yang setara terhadap tinggi tanaman edamame. Sementara itu, dosis N, P, K dapat meningkatkan tinggi tanaman edamame pada umur 28 hari setelah tanam dengan dosis N, P, K 100% memberikan hasil yang terbaik dibandingkan dengan dosis N, P, K lainnya. Pemberian kompos kotoran kambing berbasis fermentor alami dan dosis N, P, K memberikan hasil yang setara terhadap tinggi tanaman edamame. | The excessive use of synthetic fertilizers in edamame cultivation can reduce soil fertility. One alternative to minimize synthetic fertilizer usage is the application of organic fertilizers. Organic fertilizer can be produced using livestock manure as the main material, combined with natural fermentors. The addition of natural fermentors aims to accelerate the composting process. This study aimed to determine the optimal effect of goat manure–based organic fertilizer fermented with natural fermentors (banana corms, cow manure, goat manure, and EM4), the application of low N, P, K doses, and the combination of natural fermentors with low N, P, K doses on the growth (plant height) of edamame. The results showed that goat manure compost fermented with natural fermentors produced plant heights comparable to those obtained with other treatments. Meanwhile, N, P, K fertilization significantly increased edamame plant height at 28 days after planting, with the 100% N, P, K dose yielding the best results compared to lower doses. The combination of goat manure compost fermented with natural fermentors and N, P, K application also produced comparable effects on edamame plant height. | |
| 46687 | 50091 | J1B021021 | Analisis Psikologi Tokoh Utama Pada Novel Asmaraloka karya Arata Kim: Berdasarkan Teori Tipe Kepribadian Myers-Briggs Type Indicator (MBTI) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe kepribadian tokoh utama dalam novel Asmaraloka karya Arata Kim dengan menggunakan teori Myers Briggs Type Indicator (MBTI). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi berdasarkan pada setiap pertanyaan yang terdapat pada form yang tertera. Data penelitian berupa kutipan narasi dan dialog sebagai jawaban dari setiap form pertanyaan yang mencerminkan ciri-ciri kepribadian berdasarkan indikator MBTI, yaitu Ekstrovert-Introvert, Sensing-Intuition, Thinking-Feeling, dan Judging-Perceiving. Hasil penelitian menunjukan bahwa ke-dua tokoh utama memiliki tipe kepribadian ISTP (Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving) yang ditunjukan dengan kepribadian tokoh yang logis, praktis, dan fleksibel, dan INFJ (Introvert, Intuition, Feeling, Judging) yang ditunjukan melalui kecenderungan tertutup, reflektif, visioner, dan pengambilan keputusan yang terstruktur. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terhadap bagaimana analisis dua tipe kepribadian tokoh yang berbeda jika disandingkan dapat mempengaruhi jalannya suatu konflik pada alur keseluruhan cerita. | This study aims to analyze the personality type of the main character in the Asmaraloka novel by Arata Kim using the Myers Briggs Type Indicator (MBTI) theory. The method used is descriptive qualitative with content analysis techniques based on each question on the form provided. The research data are in the form of narrative excerpts and dialogues as answers to each question form that reflect personality traits based on the MBTI indicators, namely Extrovert-Introvert, Sensing-Intuition, Thinking-Feeling, and Judging-Perceiving. The results of the study show that the two main characters have ISTP (Introvert, Sensing, Thinking, Perceiving) personality types which are indicated by logical, practical, and flexible character personalities, and INFJ (Introvert, Intuition, Feeling, Judging) which is indicated by a tendency to be closed, reflective, visionary, and structured decision making. These findings are expected to provide an understanding of how the analysis of two different character personality types when juxtaposed can affect the course of a conflict in the overall storyline. | |
| 46688 | 49608 | A1D021038 | POTENSI METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN Fusarium oxysporum SEBAGAI BIOINSEKTISIDA PADA HAMA ULAT GRAYAK JAGUNG (Spodoptera frugiperda) | Jagung (Zea mays L.) adalah salah satu jenis tanaman pangan dunia yang paling banyak dibudidayakan dan dikembangkan. Pada tahun 2022 terjadi penurunan produksi jagung pipilan di Indonesia dengan persentase 10,61% (1,75 ton) dari total produksi sebesar 16,53 juta ton menjadi 14,77 juta ton di tahun 2023. Keberadaan ulat grayak (Spodoptera frugiperda) pada pertanaman jagung di Indonesia mampu mengakibatkan kerusakan mencapai 80%. Penggunaan jamur entomopatogen Fusarium oxysporum mampu mengakibatkan kematian larva serangga mencapai 100%. Metabolit sekunder yang dihasilkan jamur entomopatogen menjadi alternatif untuk mengatasi kelemahan penggunaan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi efektif dan kemampuan metabolit sekunder jamur entomopatogen F. oxysporumdalam mematikan dan menghambat perkembangan S. frugiperda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan kombinasi K dan P yang terdiri atas 10 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan menggunakan larva instar II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metabolit sekunder jamur entomopatogen F. oxysporum menyebabkan kematian larva S. frugiperda sampai 46,67% pada perlakuan metabolit sekunder 40% dengan metode aplikasi semprot larva (efek letal). Perlakuan metabolit sekunder konsentrasi 40% juga efektif dalam menurunkan aktivitas makan sebesar 36,22% dan menghambat perkembangan stadia biologis S. frugiperda, yakni stadia larva sebesar 20,06% (celup pakan), stadia pupa sebesar 33,68% (semprot larva), dan stadia imago sebesar 16,89% (celup pakan). Selain itu, perlakuan ini menghambat pembentukan pupa normal sebesar 46,67%dan imago normal sebesar 66,67% serta menurunkan tingkat fekunditas dan fertilitas individu dewasa (efek subletal). | Corn (Zea mays L.) is one of the most widely cultivated and developed types of food crops in the world. In 2022, there was a decrease in shelled corn production in Indonesia by 10.61% (1.75 tons) from a total production of 16.53 million tons to 14.77 million tons in 2023. The presence of the fall armyworm (Spodoptera frugiperda) in corn crops in Indonesia can cause up to 80% damage. The use of the entomopathogenic fungus Fusarium oxysporum can result in 100% insect larval mortality. Secondary metabolites produced by the entomopathogenic fungus are an alternative to overcome the weaknesses of using the fungus. This research aims to determine the effective concentration and ability of the entomopathogenic fungus F. oxysporum's secondary metabolites to kill and inhibit the development of S. frugiperda. This research used a Randomized Block Design (RBD) with a combination of K and P consisting of 10 treatments. Each treatment was repeated 3 times, resulting in 30 experimental units using instar II larvae. A Randomized Block Design (RBD) with 2 factors was used, replicated 3 times. The research results show that the secondary metabolites of the entomopathogenic fungus F. oxysporum caused the death of S. frugiperda larvae up to 46.67% in the 40% secondary metabolite treatment with the larval spray application method (lethal effect). The 40% concentration secondary metabolite treatment was also effective in reducing feeding activity by 36.22% and inhibiting the development of S. frugiperda biological stages, namely the larval stage by 20.06% (feed dipping), the pupal stage by 33.68% (larval spray), and the adult stage by 16.89% (feed dipping). In addition, this treatment inhibited the formation of normal pupae by 46.67% and normal adults by 66.67%, and reduced the fecundity and fertility rates of adult individuals (sublethal effect). | |
| 46689 | 50092 | F1F021071 | ANALISIS KEBERHASILAN GERAKAN SOSIAL MASYARAKAT SIPIL NAIROBI DALAM MEMPENGARUHI PENARIKAN FINANCE BILL 2024 | Penelitian ini menganalisis faktor-faktor keberhasilan gerakan sosial masyarakat sipil di Nairobi dalam memaksa pemerintah Kenya menarik kembali Finance Bill 2024 yang kontroversial. Gerakan ini, yang sebagian besar dimotori oleh Generasi Z, berhasil mencapai tujuannya di tengah maraknya kegagalan gerakan serupa di kawasan Afrika. Pertanyaan penelitian utama yang diajukan adalah: Mengapa protes masyarakat sipil Nairobi berhasil membatalkan keputusan pemerintah terkait Finance Bill 2024?. Dengan menggunakan metode kualitatif berpendekatan studi kasus, penelitian ini menganalisis data sekunder melalui integrasi dua kerangka teori utama: Teori Connective Action dan Political Opportunity Structure (POS). Temuan utama menunjukkan bahwa keberhasilan gerakan tidak bersumber dari satu faktor tunggal, melainkan dari sinergi antara kekuatan mobilisasi internal dan peluang politik eksternal. Secara internal, melalui kerangka Connective Action, gerakan ini beroperasi sebagai crowd-enabled network yang terdesentralisasi, memanfaatkan personal action frames untuk menerjemahkan isu kebijakan menjadi penderitaan kolektif dan menggunakan ekosistem media digital secara strategis untuk amplifikasi serta koordinasi. Secara eksternal, melalui kerangka POS, gerakan ini berhasil mengeksploitasi struktur kesempatan politik yang menguntungkan, meliputi (1) perpecahan di kalangan elite politik, (2) dukungan vital dari aliansi institusional seperti komunitas hukum dan medis, dan (3) backfire effect dari represi negara yang justru memperkuat solidaritas dan menarik kecaman internasional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa interaksi dinamis antara aktivisme digital yang cair dan kerentanan struktural pemerintah menciptakan tekanan yang memaksa tercapainya policy outcome berupa penarikan RUU tersebut. Studi kasus ini memberikan kontribusi pada pemahaman tentang dinamika gerakan sosial kontemporer di era digital, menawarkan model analisis untuk keberhasilan aksi kolektif, dan menegaskan meningkatnya peran aktor non-negara dalam mempengaruhi kebijakan negara di panggung global. | This research analyzes the success factors of the civil society social movement in Nairobi in compelling the Kenyan government to withdraw the controversial Finance Bill 2024. This movement, largely driven by Generation Z, successfully achieved its goal amidst the frequent failure of similar movements in the African region. The main research question posed is: Why did the Nairobi civil society protest succeed in canceling the government's decision regarding the Finance Bill 2024? Using a qualitative method with a case study approach, this research analyzes secondary data through the integration of two main theoretical frameworks: Connective Action Theory and Political Opportunity Structure (POS). The main finding indicates that the movement's success was not derived from a single factor, but from a synergy between internal mobilization strengths and external political opportunities. Internally, through the framework of Connective Action, the movement operated as a decentralized crowd-enabled network , utilizing personal action frames to translate policy issues into collective grievances and strategically using the digital media ecosystem for amplification and coordination. Externally, through the POS framework, the movement successfully exploited a favorable political opportunity structure, which included (1) divisions among the political elite, (2) vital support from institutional allies such as the legal and medical communities, and (3) a strong backfire effect from state repression, which paradoxically strengthened solidarity and attracted international condemnation. This research concludes that the dynamic interaction between fluid digital activism and the government's structural vulnerabilities created untenable pressure, forcing the achievement of a policy outcome in the form of the bill's withdrawal. This case study contributes to the understanding of contemporary social movement dynamics in the digital age, offers an analytical model for the success of collective action in the African region, and affirms the growing role of non-state actors in influencing state policy on the global stage. | |
| 46690 | 50094 | J1A021006 | Translation Strategies, Accuracy, and Acceptability of Compliment Speech Act in Visit Singapore YouTube Channel: Maher Zain Episodes | Penelitian ini mengkaji jenis-jenis pujian berdasarkan teori Holmes (2003), teknik penerjemahan audiovisual menurut Cintas dan Remael (2008), serta kualitas keakuratan dan keberterimaan terjemahan berdasarkan kriteria Nababan (2012) dalam konteks video audiovisual bahasa inggris Visit Singapore YouTube Channel Maher Zain Episodes. Pendekatan deskriptif kualitatif dimanfaatkan untuk menggali sejauh mana proses teknik penerjemahan berpengaruh terhadap pemahaman audiens terhadap jenis-jenis ujaran pujian. Data diambil dari ujaran dan subtitle video terjemahan audiovisual, lalu evaluasi dilakukan oleh tiga penilai untuk mengeksplorasi efek penerjemahan menggunakan kriterian penilaian tertentu. Peneliti mengidentifikasi 45 data ujaran pujian yang dikategorikan ke dalam lima jenis: kualitas (44%), kepemilikan (29%), penampilan fisik (16%), kepribadian (7%), dan kemampuan (4%). Sebanyak delapan teknik penerjemahan berhasil diidentifikasi, dan transposition menjadi teknik yang paling dominan digunakan (42%), karena penerjemah menyesuaikan struktur kalimat untuk menghasilkan terjemahan yang alami dan komunikatif. Selanjutnya adalah calque (16%), addition dan loan (11%), substitution (9%), omission (7%), dan terakhir, explicitation (4%), menunjukkan bahwa penerjemah menghindari intervensi berlebihan dan menekankan gaya bahasa. Analisis keakuratan (84%) dan keberterimaan (93%) menunjukkan bahwa terjemahan dianggap akurat dan dapat diterima, 16% kurang akurat dan 7% kurang dapat diterima. Hampir seluruh terjemahan dinilai akurat dan dapat diterima, angka ini menunjukkan bahwa terjemahan telah memenuhi standar kualitas, baik dari segi keakuratan ataupun keberterimaan bahasa. Dengan demikiran, hasil terjemahan dapat dikatakan efektif dalam menyampaikan makna secara tepat dan alami. | This study examines the types of compliments based on Holmes's theory (2003), audiovisual translation strategies according to Cintas and Remael (2008), and the quality of translation accuracy and acceptability based on Nababan's criteria (2012) in the context of the English audiovisual video Visit Singapore YouTube Channel, Maher Zain Episodes. A qualitative descriptive approach was used to explore the extent to which the translation strategies process influences the audience's understanding of the types of compliments. Data were collected from the utterances and subtitles of the translated audiovisual videos. Then, evaluations were conducted by three raters to explore the effects of translation using specific assessment criteria. The researchers identified 45 compliments categorized into five types: quality (44%), possession (29%), physical appearance (16%), personality (7%), and ability (4%). A total of eight translation strategies were successfully identified, with transposition being the most dominant strategies used (42%), as the translator adjusted the sentence structure to produce a natural and communicative translation. Next are calque (16%), addition and loan (11%), substitution (9%), omission (7%), and, finally, explicitation (4%), indicating that the translator avoided excessive intervention and emphasized style. Analysis of accuracy (84%) and acceptability (93%) indicates that the translation is considered accurate and acceptable, with 16% less accuracy and 7% less acceptability. Almost all translations are considered accurate and acceptable; this figure indicates that the translation has met quality standards in both accuracy and language acceptability. Thus, the translation results are effective in conveying meaning precisely and naturally. Keywords: Subtitle translation, audiovisual, compliments, translation strategies, accuracy quality, acceptability quality, Visit Singapore YouTube Channel, format, article | |
| 46691 | 50095 | H1C021018 | STUDI GEOLOGI DAN REKONSILIASI POTENSI SUMBERDAYA PASIR DI DAERAH MUNJUL, KECAMATAN ASTANAJAPURA, KABUPATEN CIREBON, JAWA BARAT | Pasir merupakan salah satu komoditas bahan galian industri yang memiliki arti penting dalam kehidupan terutama berperan dalam pembangunan fisik, industri, dan prasarana lainnya. Untuk memastikan kegiatan penambangan berjalan optimal, diperlukan perencanaan tambang yang matang, termasuk pemodelan geologi dan perhitungan sumberdaya. Namun, realisasi penambangan seringkali ditemukan ketidaksesuaian kegiatan penambangan dengan perencanaan penambangan. Oleh karena itu, perlunya dilakukan penelitian terkait geologi dan rekonsiliasi potensi sumberdaya pasir, khususnya pada daerah penelitian. Hasil analisis menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara rencana penambangan dan realisasi lapangan berdasarkan data produksi dari tahun 2021 hingga 2023. Ketidaksesuaian ini menggambarkan fluktuasi produksi yang cukup signifikan menjadi hambatan dalam pencapaian target produksi. Perhitungan sumber daya pasir menggunakan metode cross section menghasilkan volume pasir pada tahun 2021 sebesar 1.924.832,46 BCM atau 2.199.808,53 LCM, sementara pada tahun 2023 volume pasir 1.801.026,93 BCM atau 2.058.316,49 LCM. Rekonsiliasi sumberdaya pasir berdasarkan perubahan topografi tahun 2021–2023 seharusnya mencerminkan penambangan material sebesar 123.805,54 BCM atau 141.492,04 LCM , namun data produksi aktual hanya mencapai 108.817 m³ yang berarti tingkat kesesuaiannya 76,91%. Jadi, sisa sumberdaya pasir dari kondisi topografi tahun 2023 pada daerah penelitian yaitu 2.024.401,49 LCM. | Sand is an essential industrial mineral commodity, playing a crucial role in physical infrastructure development, industry, and other construction-related activities. To ensure optimal mining operations, thorough planning geological modeling and resource estimation is required. However, discrepancies often arise between mining plans and their actual implementation. Therefore, this study examines the geological conditions and conducts a resource reconciliation of sand deposits in the research area. The analysis results indicate a discrepancy between the mining plan and the field realization based on production data from 2021 to 2023. This inconsistency reflects significant fluctuations in production, which have become an obstacle in achieving production targets. The calculation of sand resources using the cross-section method yielded a sand volume of 1.924.832,46 BCM or 2.199.808,53 LCM in 2021. In contrast, the sand volume in 2023 was recorded at 1.801.026,93 BCM or 2.058.316,49 LCM. The reconciliation of sand resources of topographic changes from 2021 to 2023 should reflect the mining of materials amounting to 124.144,94 BCM or 141.879,93 LCM; however, the actual production data only reached 108.817 m³, resulting in 76,91% conformity rate. Consequently, the residual sand resources in the study area, as determined by the 2023 topographic conditions, amount to 2.024.401,49 LCM. | |
| 46692 | 50093 | L1B021026 | Pertumbuhan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada Sistem Budikdamber dengan Padat Tebar Berbeda | Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) berpotensi menjadi sumber ketahanan pangan yang bergizi, terjangkau, dan berkelanjutan. Namun, keterbatasan lahan menjadi hambatan dalam produksi Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus). Budikdamber hadir sebagai solusi inovatifterbatas. Padat tebar menjadi faktor krusial yang memengaruhi kinerja pertumbuhan ikan dalam sistem budikdamber. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan padat tebar terhadap pertumbuhan ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) pada sistem budikdamber. Parameter utama yang diamati meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, dan laju pertumbuhan spesifik. Parameter pendukung meliputi rasio konversi pakan, produktivitas ikan, produktivitas kangkung, dan tingkat kelangsungan hidup. Penelitian dilakukan selama 40 hari menggunakan 360 benih ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) dengan panjang awal 12,20 ± 0,15 cm dan berat awal 12,85 ± 0,31 g menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan padat tebar: P1 (30 ekor/70 L; 5,43 g/L), P2 (40 ekor/70 L; 7,24 g/L), dan P3 (50 ekor/70 L; 9,44 g/L), masing-masing dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan perbedaan padat tebar tidak mempengaruhi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, produktivitas tanaman, dan tingkat kelangsungan hidup, namun berpengaruh terhadap produktivitas ikan, dengan hasil terbaik pada perlakuan P3 yaitu sebesar 39,72 g/L. Kualitas air dalam penelitian ini masih mampu mendukung pertumbuhan ikan, tingkat kelangsungan hidup, dan produktivitas dengan baik. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk menggunakan probiotik EM4 dan melakukan pengukuran pertumbuhan kangkung. | Dumbo catfish (Clarias gariepinus) is one of the most favored aquaculture commodities in Indonesia due to its The Dumbo catfish (Clarias gariepinus) has the potential to be a nutritious, affordable, and sustainable source of food security. However, limited land availability poses a challenge to Dumbo catfish (Clarias gariepinus) production. Budikdamber emerges as an innovative solution for aquaculture systems in limited land areas. Stocking density is a critical factor influencing fish growth performance in the budikdamber system. This study aims to investigate the effect of varying stocking densities on the growth of Dumbo Catfish (Clarias gariepinus) in the budikdamber system. The main parameters observed include absolute length growth, absolute weight growth, daily growth rate, and specific growth rate. Supporting parameters include feed conversion ratio, fish productivity, water spinach productivity, and survival rate. The study was conducted over 40 days using 360 Dumbo catfish (Clarias gariepinus) fingerlings with an initial length of 12.20 ± 0.15 cm and initial weight of 12.85 ± 0.31 g, employing a Completely Randomized Design (CRD) with three stocking density treatments: P1 (30 fish/70 L; 5.43 g/L), P2 (40 fish/70 L; 7.24 g/L), and P3 (50 fish/70 L; 9.44 g/L), each with three replicates. The results showed that the stocking density treatments did not affect absolute length growth, absolute weight growth, daily growth rate, specific growth rate, feed conversion ratio, plant productivity, and survival rate, but did affect fish productivity, with the best results observed in treatment P3 at 39.72 g/L. Water quality in this study was still sufficient to support fish growth, survival rate, and productivity effectively. Recommendations for future research include using EM4 probiotics and measuring water spinach growth. | |
| 46693 | 50097 | A1D018115 | Bacillus subtilis B315 FORMULA NANOPARTIKEL SEBAGAI PENGENDALI PENYAKIT HAWAR DAUN BAKTERI DAN PENINGKATAN PERTUMBUHAN PADI | Padi merupakan salah satu komoditas tanaman pangan yang penting bagi masyarakat Indonesia. Hawar daun bakteri (HDB) yang disebabkan oleh Xanthomonas oryzae pv. oryzae merupakan penyakit penting pada padi yang dapat menyebabkan kehilangan hasil panen. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Bacillus subtilis B315 dalam formula nanopartikel sebagai pengendali hayati HDB dan peningkat pertumbuhan padi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga perlakuan: kontrol, aplikasi B. subtilis B315 nanopartikel, dan bakterisida Bactocyn (Copper Hydroxide). Hasil menunjukkan bahwa B. subtilis B315 nanopartikel menurunkan intensitas penyakit hingga 16,14%, laju infeksi sebesar 0,007 unit/hari, dan AUDPC sebesar 21,30%.hari. Selain itu, aplikasi ini meningkatkan jumlah anakan (16,69%), jumlah daun (16,62%), bobot segar (58,04%), dan bobot kering tanaman (65,57%). Uji protease menunjukkan aktivitas proteolitik pada suspensi dan formula nanopartikel, ditandai dengan terbentuknya zona bening. | Rice is a crucial food crop for Indonesians. Bacterial leaf blight (BLB) caused by Xanthomonas oryzae pv. oryzae is an important disease in rice that can cause crop loss. This study evaluated the effectiveness of Bacillus subtilis B315 in nanoparticle formula as a biological control of BLB and rice growth enhancer. The study used a Randomized Block Design (RBD) with three treatments: control, application of B. subtilis B315 nanoparticles, and bactericide Bactocyn (Copper Hydroxide). The results showed that B. subtilis B315 nanoparticles reduced disease intensity by 16.14%, infection rate by 0.019 units/day, and AUDPC by 21.30%.day. In addition, this application increased the number of tillers (16.69%), number of leaves (16.62%), fresh weight (58.04%), and dry weight of plants (65.57%). Protease test showed proteolytic activity in suspension and nanoparticle formula, indicated by the formation of clear zone. | |
| 46694 | 50098 | F1F021040 | Strategi Greenpeace Indonesia dalam Membantu Upaya Suku Awyu Mencapai Environmental Justice (2022-2024) | Isu ekspansi industri kelapa sawit di Papua menimbulkan potensi dampak buruk yang diterima oleh masyarakat adat setempat, termasuk Suku Awyu yang berhadapan dengan PT Indo Asiana Lestari (IAL) dalam konflik agraria. Dengan izin lingkungan PT IAL seluas 36.094,4 Hektar yang didapat dari Surat Keputusan Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Papua Nomor 82 Tahun 2021, membuat Suku Awyu mengambil langkah untuk mempertahankan haknya dan mencapai keadilan lingkungan bagi mereka. Greenpeace Indonesia terlibat aktif dalam isu tanah adat Suku Awyu dengan strategi advokasinya yang dapat dijelaskan dengan menggunakan kerangka Transnational Advocacy Networks (TAN). Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi Greenpeace Indonesia dalam mendukung upaya Suku Awyu mencapai keadilan lingkungan pada periode 2022–2024 melalui empat komponen strategi TAN: information politics, symbolic politics, leverage politics, dan accountability politics. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan, analisis laporan resmi, publikasi media, serta wawancara dengan representasi NGO yang bergerak di isu lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Greenpeace Indonesia berhasil mengimplementasikan keempat strategi TAN. Information politics diwujudkan melalui publikasi laporan investigasi serta kampanye digital #AllEyesOnPapua yang meningkatkan visibilitas isu. Symbolic politics tampak dalam aksi damai Suku Awyu dengan ritual adat yang membangun opini publik. Pada Leverage politics, Greenpeace Indonesia menggalang dukungan jaringan NGO dan opini internasional untuk menekan pemerintah dan perusahaan. Sedangkan Accountability politics dilakukan dengan mendorong transparansi proses hukum dan menuntut pemerintah konsisten menjalankan regulasi lingkungan. | The issue of palm oil industry expansion in Papua has the potential to adversely affect local indigenous communities, including the Awyu tribe, which is involved in an agrarian conflict with PT Indo Asiana Lestari (IAL). With PT IAL's environmental permit covering 36,094.4 hectares, obtained from the Decision Letter of the Head of the Investment and Integrated One-Stop Service Agency (DPMPTSP) of Papua Province No. 82 of 2021, the Awyu Tribe has taken steps to defend their rights and achieve environmental justice for themselves. Greenpeace Indonesia is actively involved in the issue of the Awyu tribe's customary land through its advocacy strategy, which can be explained using the Transnational Advocacy Networks (TAN) framework. This study aims to analyze Greenpeace Indonesia's strategy in supporting the Awyu tribe's efforts to achieve environmental justice in the period 2022–2024 through four components of the TAN strategy: information politics, symbolic politics, leverage politics, and accountability politics. The research method used is descriptive qualitative with literature study, analysis of official reports, media publications, and interviews with representatives of NGOs working on environmental issues. The results of the study show that Greenpeace Indonesia has successfully implemented all four TAN strategies. Information politics was realized through the publication of investigative reports and the #AllEyesOnPapua digital campaign, which increased the visibility of the issue. Symbolic politics was evident in the Awyu Tribe's peaceful protests, which incorporated traditional rituals to shape public opinion. In terms of Leverage politics, Greenpeace Indonesia mobilized support from NGO networks and international opinion to pressure the government and companies. Accountability politics was carried out by promoting transparency in legal processes and demanding that the government consistently enforce environmental regulations. | |
| 46695 | 50099 | A1F021039 | Karakteristik Es Krim Ubi Jalar Madu (Ipomoea batatas 'L) dengan Variasi Penambahan Ubi dan Jenis Pemanis terhadap Fisikokimia dan Organoleptik | Es krim merupakan dessert dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi. Pada tahun 2018 - 2020 konsumsi es krim di Indonesia mengalami peningkatan hingga 51,9%. Akan tetapi es krim komersial kandungan serat dan betakaroten yang rendah, untuk meningkatkannya dapat ditambahkan ubi jalar madu. Ubi jalar madu Pasrujambe, merupakan komoditas pangan lokal di Jawa Timur dengan tingkat produktivitas tertinggi mencapai 64,95 kw/ha. Ubi ini tinggi akan serat, beta karoten serta gula total mencapai 53,57%. Dikarenakan ubi yang ditambahkan ke dalam es krim memiliki kadar gula tinggi, maka untuk mendapatkan rasa manis yang pas pada es krim dapat digunakan alternatif pemanis. kombinasi penambahan ubi dengan variasi jenis pemanis dapat meningkatkan karakteristik es krim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi penambahan ubi jalar madu dan variasi pemanis (sukrosa, madu, dan stevia) terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik produk es krim serta untuk menentukan kombinasi perlakuan penambahan ubi jalar madu dan jenis pemanis yang menghasilkan karakteristik fisikokimia dan organoleptik es krim yang terbaik. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pengolahan Pangan dan Hasil Pertanian dan Laboratorium Pangan dan Gizi Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor yaitu penambahan ubi terhadap total susu 100 g (25%, 50%, 75%) dan variasi jenis pemanis (sukrosa, madu, dan stevia). Variabel fisikokimia yang diamati adalah overrun, densitas, total padatan, gula total, kadar lemak, antioksidan, dan beta karoten. Variabel organoleptik yang diamati meliputi warna, aroma, rasa, tekstur dan overall. Analisis data fisikokimia dengan uji ANOVA (α = 5%) dan uji lanjut DMRT (α = 5%). Sedangkan analisis data organoleptik dengan uji Friedman dan dianjut uji Wilcoxon. Pada kombinasi terbaik diamati sifat fisik tekstur es krim berdasarkan hasil analisis oleh alat texture analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi penambahan ubi terhadap total susu dapat menurunkan overrun dan meningkatkan densitas, total padatan, dan kadar beta karoten, sedangkan stevia dapat meningkatkan densitas dan gula total es krim. Kombinasi perlakuan terbaik terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik es krim berdasarkan hasil perhitungan Indeks Efektivitas adalah M3U2 (pemanis stevia dan proporsi penambahan ubi 50% terhadap jumlah susu) yang memiliki karakteristik fisikokimia dan organoleptik es krim sebagai berikut: overrun (36,90%), densitas (0,94 g/ml), total padatan (67,78%), gula total (33,85%), kadar lemak (5,41%), dan kadar beta karoten (8,68 μg/100g). Hasil uji organoleptik kombinasi perlakuan es krim terbaik yaitu warna 3,43 (agak kuning), rasa manis 5,73 (manis), rasa ubi 4,73 (sedang), aroma 3,67 (agak khas ubi), tekstur lembut 4,97 (sedang), dan overall 5,17 (suka). Profil tekstur es krim yaitu hardness (1,64 N), adhesiviness (138,57 Nmm), cohesivines (47,69), chewiness (52,41 N), dan gumminess (78.26 N). | Ice cream is a dessert with high sugar and fat content. Between 2018 and 2020, ice cream consumption in Indonesia increased by 51.9%. However, commercial ice cream has low fibre and beta-carotene content. To increase these levels, honey sweet potatoes can be added. Pasrujambe sweet potato is a local food commodity in East Java with the highest productivity level reaching 64.95 kw/ha. This sweet potato is high in fibre, beta-carotene and total sugar, reaching 53.57%. Because the sweet potato added to ice cream has a high sugar content, alternative sweeteners can be used to achieve the right sweetness in ice cream. The combination of sweet potato with various sweetener variants can improve the characteristics of ice cream. The aim of this study was to determine the effect of adding honey sweet potatoes and sweetener variants (sucrose, honey, and stevia) on the physicochemical and organoleptic characteristics of ice cream products and to determine the best combination of honey sweet potatoes and sweetener types that produce the best physicochemical and organoleptic characteristics of ice cream. The study was conducted at the Food Processing and Agricultural Products Laboratory and the Food and Nutrition Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. This study used a Randomised Block Design (RBD) with two factors, namely the addition of sweet potato to 100 g of milk (25%, 50%, 75%) and sweetener variants (sucrose, honey, and stevia). The physicochemical variables analysed were overrun, density, total solids, total sugar, fat content, antioxidants, and beta-carotene. The organoleptic variables analysed included colour, aroma, taste, texture, and overall appearance. Physicochemical data were analysed using ANOVA (α = 5%) and DMRT (α = 5%) tests. Meanwhile, organoleptic data analysis was performed using the Friedman test and followed by the Wilcoxon test. The best combination was observed in the physical properties of ice cream texture based on the measured results using a texture analyzer. The results showed that the addition of sweet potato had reducing overrun and increasing density, total solids, and beta-carotene content, while stevia as sweetener had increasing density and total sugar content of ice cream. The best combination for the physicochemical and organoleptic characteristics of ice cream based on the results of the Effectiveness Index calculation was M3U2 (stevia sweetener and 50% sweet potato addition to the total milk), which had the following physicochemical and organoleptic characteristics of ice cream: overrun (36.90%), density (0.94 g/ml), total solids (67.78%), total sugar (33.85%), fat content (5.41%), and beta-carotene content (8.68 μg/100g). The organoleptic test results of the best ice cream combination were colour 3.43 (slightly yellow), sweet taste 5.73 (sweet), sweet potato taste 4.73 (moderate), aroma 3.67 (slightly characteristic of sweet potato), soft texture 4.97 (moderate), and overall 5.17 (liked). The texture profile of the ice cream is as follows: hardness (1.64 N), adhesiveness (138.57 Nmm), cohesiveness (47.69), chewiness (52.41 N), and gumminess (78.26 N). | |
| 46696 | 50100 | L1C021057 | Struktur Komunitas Epifauna Berdasarkan Kadar Karbon Organik di Kawasan Mangrove Demang Gedi, Kabupaten Purworejo | Struktur komunitas epifauna dipengaruhi oleh kondisi sedimen, terutama kadar karbon organik, sebagai sumber energi organisme bentik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas epifauna, kadar karbon organik sedimen, parameter fisika kimia perairan, serta hubungan struktur komunitas dengan kadar karbon organik dan parameter fisika kimia perairan di kawasan mangrove Demang Gedi, Kabupaten Purworejo. Metode yang digunakan penentuan stasiun dengan purposive sampling di 6 stasiun dengan kondisi yang berbeda. Parameter yang diamati meliputi struktur komunitas epifauna, kadar karbon organik sedimen, dan parameter fisika kimia perairan (suhu, salinitas, pH, DO). Hasil menunjukkan terdapat 359 individu dari enam spesies, yang didominasi oleh Faunus ater. Kelimpahan epifauna semua stasiun rata-rata sebesar 23,28 ind/m2. Nilai indeks keanekaragaman sebesar 0,26 dan keseragaman sebesar 0,14 yang tergolong rendah, sedangkan dominansi sebesar 0,87 yang terdapat spesies yang mendominasi. Kadar karbon organik dengan rata rata sebesar 5,9% karena banyaknya serasah dalam sedimen. Parameter fisika kimia perairan yaitu suhu, pH, salinitas dan DO yang masih dalam ambang batas optimal. Analisis PCA menunjukkan korelasi negatif keanekaragaman dan keseragaman terhadap pH, karbon organik, dan suhu, serta korelasi positif dominansi terhadap salinitas. | The structure of epifaunal communities is influenced by sedimentary environmental conditions, particularly the organic carbon content, which serves as a primary energy source for benthic organisms. This study aims to investigate the epifaunal community structure, sediment organic carbon content, water physico-chemical parameters, and their relationship in the mangrove area of Demang Gedi, Purworejo Regency. Method was employed using purposive sampling at six stations with different environmental conditions. The observed parameters includes epifaunal community structure, sediment organic carbon content, and water parameters (temperature, salinity, pH, and dissolved oxygen). The results recorded 359 individuals from six species, dominated by Faunus ater. The average epifaunal abundance across all stations was 23.28 ind/m². The diversity index was 0.26 and the evenness index was 0.14, both categorized as low, while the dominance index was 0.87, indicating species dominance. The average sediment organic carbon content across all stations was 5.9%, attributed to the high accumulation of litter in the sediments. Water quality parameters such as temperature, pH, salinity, and DO remained within optimal thresholds. PCA analysis shows a negative correlation of diversity and evenness with pH, organic carbon, and temperature, while dominance showed a positive correlation with salinity. | |
| 46697 | 50101 | H1C019026 | EVALUASI BATUAN INDUK BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIA DAN PEMODELAN 1D PADA "SUMUR X" KABUPATEN OGAN KOMERING ULU, PROVINSI SUMATERA SELATAN | Di dalam kegiatan eksplorasi minyak bumi, banyak parameter analisis yang harus dipertimbangkan untuk mencapai tujuan eksplorasi yang optimal, salah satunya adalah analisis geokimia dan pemodelan 1D dari lokasi target produksi. Lokasi target produksi masuk ke dalam bagian dari Sub-Cekungan Palembang Selatan. Sub-Cekungan Palembang Selatan merupakan salah satu sub-cekungan dari Cekungan Sumatera Selatan yang terletak di sebelah Selatan yang terbentuk akibat hasil interaksi tektonik antara lempeng Indo-Australia dan lempeng mikro Sunda yang menghasilkan cekungan busur belakang (back-arc basin) di Sumatera Selatan. Pemodelan sejarah pemendaman dan sejarah kematangan dapat dilakukan dengan menggunakan software Petromod 1D. Dalam proses pembuatan pemodelan dibutuhkan juga data dari analisis geokimia berupa nilai vitrinite reflectance (%Ro), Total Organic Carbon (TOC), dan hasil analisis Rock Eval Pyrolisis, serta didukung dengan data litologi, umur, dan lingkungan pengendapan, kedalaman sumur, formasi, serta data Bore Hole Temperature, dan data lainnya. Hasil dari pemodelan didapatkan bahwa sejarah pemendaman pada sumur X dimulai dari terendapkannya Formasi Lahat pada Paleosen-Oligosen hingga Formasi Muara Enim pada Pliosen-Pleistosen. Kematangan pada sumur X belum mencapai kematangan pada batuan induk yaitu Formasi Talang Akar namun sudah mulai memasuki fase early oil pada Formasi Lahat. | In petroleum exploration activities, many analytical parameters must be considered to achieve optimal exploration goals, one of which is geochemical analysis and 1D modeling of the target production location. The target production location is part of the South Palembang Sub-Basin. The South Palembang Sub-Basin is one of the sub- basins of the South Sumatra Basin located in the South which was formed as a result of tectonic interactions between the Indo-Australian plate and the Sunda microplate which resulted in a back-arc basin in South Sumatra. Modeling of burial history and maturity history can be done using Petromod 1D software. In the modeling process, data from geochemical analysis is also needed in the form of vitrinite reflectance (%Ro), Total Organic Carbon (TOC), and Rock Eval Pyrolysis analysis results, and supported by lithology data, age, and depositional environment, well depth, formation, and Bore Hole Temperature data, and other data. The modeling results show that the burial history of well X began with the deposition of the Lahat Formation in the Paleocene-Oligocene to the Muara Enim Formation in the Pliocene-Pleistocene. Maturity in well X has not yet reached maturity in the source rock, which is the Talang Akar Formation, but has begun to enter the early oil phase in the Lahat Formation. | |
| 46698 | 50102 | F1F021038 | PERAN PERUSAHAAN JEPANG DALAM MELAWAN RASISME TERHADAP PENDUDUK ASING DI JEPANG MELALUI PROGRAM DIVERSITY WEEK TAHUN 2020–2023 | Penelitian ini membahas peran perusahaan Jepang dalam melawan rasisme terhadap penduduk asing melalui pelaksanaan program Diversity Week pada rentang tahun 2020–2023. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya sorotan terhadap kasus rasisme yang dialami oleh penduduk asing di Jepang pasca menguatnya gerakan anti-rasisme global yaitu gerakan #Black Lives Matter. Aksi tersebut juga mendorong perusahaan di berbagai negara, termasuk Jepang, untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman dan inklusi dalam kebijakan dan kegiatan internalnya. Penelitian ini menggunakan teori aktivisme transnasional untuk menganalisis enam tahapan aktivitas lintas batas yang dilakukan perusahaan dalam menginternalisasi, mengeksternalisasi, dan menginstitusionalisasikan nilai inklusi dan keberagaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi dokumen dengan menganlisis data dari sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 16 perusahaan yang menyelenggarakan program Diversity Week, hanya 7 yang secara eksplisit mengangkat isu keberagaman ras, etnis, dan kebangsaan, melalui program seperti seminar, pelatihan, kolaborasi dengan organisasi eksternal, serta kebijakan internal yang mendukung karyawan asing. Temuan ini mengindikasikan bahwa pelaksanaan program Diversity Week oleh perusahaan-perusahaan Jepang dapat dikategorikan sebagai bentuk aktivisme transnasional karena melibatkan adopsi nilai global, kolaborasi lintas aktor, serta kontribusi nyata dalam membangun lingkungan kerja yang inklusif. | This research examines the role of Japanese companies in combating racism against foreigners through the implementation of the Diversity Week program between 2020 untill 2023. The research background is rooted in the growing attention to cases of racism experienced by foreigners in Japan, particularly after the global anti-racism movement #BlackLivesMatter gained momentum. This movement also encouraged companies in various countries, including Japan, to integrate the values of diversity and inclusion into their internal policies and activities. This study applies the theory of transnational activism to analyze six stages of cross-border activities undertaken by companies in internalizing, externalizing, and institutionalizing diversity and inclusion values. The research employs a qualitative document-based approach, analyzing data from secondary sources. The findings reveal that out of 16 companies organizing Diversity Week, only seven explicitly addressed issues of racial, ethnic, and national diversity through programs such as seminars, training sessions, collaborations with external organizations, and internal policies supporting foreign employees. These findings indicate that the implementation of Diversity Week by Japanese companies can be categorized as a form of transnational activism, as it involves the adoption of global values, cross-actor collaboration, and tangible contributions toward building an inclusive work environment. | |
| 46699 | 50104 | H1B019020 | ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN TERHADAP TINGKAT KERAWANAN BANJIR DI KALIBENING, KABUPATEN BANJARNEGARA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap tingkat kerawanan banjir di Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara. Metode penelitian yang digunakan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan pemanfaatan data spasial dan hidrologi. Data dianalisis menggunakan Sistem Informasi Geografis (ArcGIS) untuk memetakan tata guna lahan, kemiringan lereng, curah hujan, kerapatan sungai, dan infiltrasi tanah. Perubahan tata guna lahan dianalisis berdasarkan perbandingan tahun 2017 dan 2022. Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan lahan pepohonan sebesar 2,59%, penurunan lahan sawah sebesar 0,47%, dan peningkatan lahan terbangun sebesar 3,06%. Tingkat kerawanan banjir pada tahun 2017 didominasi kategori “kurang rawan” (81,1%), sedangkan pada 2022 persentasenya menurun menjadi 77,85% dengan peningkatan kategori “rawan” sebesar 3,28%. Faktor utama yang mempengaruhi kerawanan banjir adalah rendahnya kapasitas infiltrasi tanah serta kemiringan lereng yang relatif landai di area tertentu. Kesimpulan penelitian ini adalah perubahan tata guna lahan di Kecamatan Kalibening dalam periode 2017–2022 tidak signifikan mempengaruhi kerawanan banjir secara keseluruhan, namun peningkatan lahan terbangun berpotensi meningkatkan risiko banjir pada masa mendatang. | This study aims to analyze the impact of land use changes on flood vulnerability in Kalibening District, Banjarnegara Regency. The research employed a mixed-method approach, combining qualitative and quantitative analysis with the use of spatial and hydrological data. Geographic Information Systems (ArcGIS) were applied to map land use, slope, rainfall, river density, and soil infiltration. Land use change was assessed by comparing data from 2017 and 2022. The results show a decrease in forested land by 2.59%, a decrease in rice fields by 0.47%, and an increase in built-up areas by 3.06%. In 2017, flood vulnerability was predominantly in the "less vulnerable" category (81.1%), but this proportion decreased to 77.85% in 2022, alongside an increase in the "vulnerable" category by 3.28%. The main factors influencing flood vulnerability were the low soil infiltration capacity and relatively gentle slopes in certain areas. The study concludes that land use change in Kalibening District between 2017 and 2022 did not significantly affect overall flood vulnerability. However, the expansion of built-up areas has the potential to increase flood risk in the future. | |
| 46700 | 50105 | H1B021053 | Analisis Respons Seismik Struktur Beton Bertulang dengan Ketidakberaturan Vertikal Tipe Floating Column Menggunakan Linear Time History | Floating column merupakan suatu kondisi elemen kolom yang tidak bertumpu langsung pada elemen vertikal di bawahnya, melainkan bertumpu pada elemen balok transfer. Penerapan floating column dapat meningkatkan fleksibilitas tata ruang, namun lebih berisiko jika diterapkan di wilayah rawan gempa karena adanya diskontinuitas dalam jalur transfer beban. Penelitian ini menganalisis pengaruh floating column pada empat model bangunan terhadap respons seismik struktur beton bertulang 10 lantai dengan metode Linear Time History. Model pertama merupakan struktur beraturan, sedangkan model kedua hingga keempat memiliki variasi posisi floating column pada lantai ke-4, ke-6, dan ke-8. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberadaan dan penempatan floating column meningkatkan nilai displacement dan simpangan antar tingkat, serta menurunkan nilai gaya geser dasar dibandingkan struktur beraturan. Semakin rendah posisi lantai floating column akan menghasilkan respons struktur yang lebih rentan terhadap gempa. Respons seismik paling rentan terjadi saat floating column berada di lantai 4 dengan peningkatan displacement maksimum sebesar 20,29%, peningkatan simpangan antar tingkat sebesar 13,94%, dan penurunan base shear sebesar 0,22% dibandingkan struktur beraturan. Hal ini menggambarkan bahwa penerapan floating column dapat berpotensi terjadinya kegagalan pada lokasi transfer beban sehingga diperlukan perencanaan khusus berupa balok transfer dengan kapasitas yang lebih besar. | A floating column is a condition in which a column element does not rest directly on the vertical element below it, but rather rests on a transfer beam element. The application of floating columns can increase spatial flexibility, but it is more risky when applied in earthquake-prone areas due to discontinuities in the load transfer path. This study analyzes the effect of floating columns on four building models on the seismic response of a 10-story reinforced concrete structure using the Linear Time History method. The first model is a regular structure, while the second to fourth models have variations in the position of the floating column on the 4th, 6th, and 8th floors. The parameters examined include displacement, inter-story drift, and base shear. The analysis results show that the presence and placement of floating columns affect the seismic response of the structure, with displacement and inter-story drift values tending to be larger, and base shear values tending to be smaller compared to regular structures. The lower the position of the floating column floor, the more vulnerable the structural response becomes to earthquakes. The most vulnerable seismic response occurs when the floating column is located on the 4th floor, with a maximum increase in displacement of 20.29%, an increase in inter-story drift of 13.94%, and a decrease in base shear of 0.22% compared to regular structures. This illustrates that the application of floating columns can potentially cause failure at the load transfer location, thus requiring special planning in the form of transfer beams with greater capacity. |