Artikelilmiahs
Menampilkan 46.661-46.680 dari 48.726 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 46661 | 50063 | I1A021016 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT | L atar Belakang: Hipertensi diperkirakan menyebabkan 7,5 juta kematian atau 12,8% dari total seluruh kematian di dunia. Besaran kasus hipertensi di Kabupaten Banyumas mencapai 172.054 jiwa. Hipertensi merupakan penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berisiko m enyebabkan komplikasi serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi Faktor faktor yang mempengaruhi kejadian penyakit hipertensi pada lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Purwokerto Barat. Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain studi kasus kontr ol. Populasi seluruh lansia usia 60 di wilayah kerja puskesmas purwokero barat. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 180 responden terdiri dari 60 responden p osbindu kelompok kasus dan 120 responden posbindu kelompok kontrol dengan cluster random sampling setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan kriteria ekslusi. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat dan multivariat Hasil Penelitian: Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki hubungan signifikan terhadap penyakit hipertensi (p<0,05). Pada analisis multivariat hanya empat variabel riwayat keluarga hipertensi (0,000), pengetahuan (0,011), pola makan (0,006), kualitas tidur (0,000) yang menunjukkan pengaruh signifikan. Terdapat variabel yang paling b erpengaruh terhadap kejadian penyakit hipertensi pada lansia yaitu variabel kualitas tidur dengan nilai OR sebesar 39,975 kali mengalami hipertensi. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas tidur merupakan faktor yang paling berpengaruh terhad ap kejadian penyakit hipertensi pada lansia dengan memiliki nilai OR tertinggi yaitu 39,975 | Background: Hypertension is estimated to cause 7.5 million deaths or 12.8% of all deaths in the world. The magnitude of hypertension cases in Banyumas Regency reaches 172,054 people. Hypertension is a chronic disease that is often experienced by the elderly and is at risk of causing serious complications. This study aims to explore the factors that influence the incidence of hypertension in the elderly in the Working Area of the Purwokerto Barat Health Center. Method: This quantitative study used a case-control design. The population included all elderly individuals aged 60 and above in the Purwokerto Barat health center area. A total of 180 respondents were selected through cluster random sampling, comprising 60 individuals in the case group and 120 in the control group, following the application of inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed using univariate, bivariate, and multivariate statistical methods. Results: The bivariate test results showed that all independent variables had a significant relationship with hypertension (p<0.05). In the multivariate analysis, only four variables - family history of hypertension (0.000), knowledge (0.011), diet (0.006), and sleep quality (0.000) - showed a significant influence. The most influential variable on the incidence of hypertension in the elderly was sleep quality, with an OR value of 39.975, indicating that individuals with poor sleep quality were 39.975 times more likely to experience hypertension. Conclusion: This study shows that sleep quality is the most influential factor in the incidence of hypertension in the elderly, with the highest OR value of 39.975. | |
| 46662 | 50064 | F2C023015 | Cultural Communication's Role in K-Pop Progress and Its Impact on Young Generation in The Social Media Era | Imperialisme tidak hanya berbentuk kekuatan militer dari negara yang kuat, tetapi juga dapat hadir melalui dominasi budaya. Melalui teknologi media baru seperti blog penggemar, situs peer-to-peer, situs berbagi video, microblogging, dan internet seluler, gelombang Korea menyebarkan K-pop (musik populer Korea). Tujuan dari kajian ini adalah memahami dampak media virtual terhadap budaya penggemar K-pop, dimulai dengan penjelasan mengenai perkembangan terbaru partisipasi generasi muda dalam media daring, interaksi dengan arus konten populer transkultural, serta dampak positif dan negatif terhadap para penggemar K-pop. Penelitian kualitatif dengan menggunakan kata kunci yang relevan, seperti imperialisme budaya, K-pop, media sosial, dan transkultural, dilakukan melalui metode penelusuran artikel elektronik. Dari hasil penelusuran tersebut, dapat disimpulkan bahwa budaya K-pop berhasil mendunia berkat strategi media sosial yang dilakukan oleh agensi hiburan Korea. Penyusunan model strategi utama dengan memanfaatkan media sosial, memperluas berbagai saluran media daring, melibatkan pengguna melalui promosi daring maupun luring, serta menarik audiens dengan konten eksklusif telah menjadikan K-pop digemari oleh berbagai kalangan. Budaya Indonesia dan K-pop dapat berjalan beriringan, bahkan mampu mendorong remaja menjadi lebih kreatif dalam mengembangkan diri, namun tetap harus disertai pendampingan dari orang tua. | Imperialism does not only take the form of military power by a strong country, but can also be through cultural domination. Through new media technologies like fan blogs, peer-to-peer sites, video sharing sites, microblogging, and mobile internet, the Korean wave spread K-pop (Korean popular music). The point of this exploration is to make sense of the impact of virtual entertainment on K-pop fan culture, beginning with explanations about the most recent improvements in the more youthful age's cooperation in web-based entertainment, collaborations with transcultural famous substance streams, and the positive and adverse consequences on K-pop fans. Qualitative studies using relevant keywords, such as cultural imperialism, K-pop, social media, and transcultural, were used in electronic article search methods. From the search results, it can be concluded that Kpop culture has succeeded in occupying the world because of the Korean entertainment agency's social media strategy. Arrangement of key plans of action with virtual entertainment, expanding different web-based entertainment channels, drawing in clients with on the web and disconnected advancements, and animating crowds with elite substance has made Kpop famous with different gatherings. Indonesian culture and Kpop can go hand in hand and even make teenagers more creative in developing themselves, but they must be accompanied by their parents. | |
| 46663 | 50065 | A1D020105 | KAJIAN TEPUNG BERAGAM BERAS SEBAGAI MEDIUM PERBANYAKAN TRICHODERMA HARZIANUM T10 UNTUK MENGENDALIKAN COLLETOTRICHUM SP. PADA PASCAPANEN BUAH CABAI MERAH | Penyakit antraknosa oleh patogen Colletotrichum sp. dapat mengakibatkan kerusakan 50-100% pada buah cabai merah. Pengendalian yang ramah lingkungan adalah penggunaan Trichoderma harzianum T10 yang dapat diaplikasikan ke buah cabai merah melalui formulasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas formulasi T. harzianum T10 berbagai medium tepung beragam beras (putih, merah, hitam dan ketan) untuk mengendalikan penyakit antraknosa pada buah cabai merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk metode eksperimen yang dilaksanakan di dalam laboratorium. Isolasi Colletotrichum sp. dilakukan, pembuatan formula cair T. harzianum T10 tepung beragam beras (putih, merah, hitam, dan ketan) serta PDB sebagai kontrol. Buah cabai steril disemprot dengan formula cair tepung beragam beras kemudian diinokulasikan Colletotrichum sp. Variabel yang diamati adalah kepadatan konidium, masa inkubasi, luas infeksi, indeks sampah, dan kadar gula. Hasil dari pengukuran formula cair pada medium tepung beragam beras didapatkan bahwa perbanyakan T. harzianum T10 paling efektif dalam medium tepung beras hitam dengan kepadatan tertinggi yakni sebesar 11,85x105 CFU/mL atau 78,19 % lebih besar jika dibandingkan kontrol. Perlakuan formula T. harzianum T10 dalam medium tepung beras hitam juga efektif dalam menekan masa inkubasi Colletotrichum sp. hingga 60 % dan menurunkan indeks sampah 39,24 % dan memiliki kadar gula 20,71% lebih rendah dibandingkan kontrol. Aplikasi formula T. harzianum T10 medium tepung beras hitam, beras ketan, beras merah, beras putih, dan PDB mampu menurunkan luas infeksi Colletotrichum sp. masing-masing sebesar 27,10, 18,96, 13,5, 12,93, dan 12,93 % dibandingkan kontrol. | Anthracnose disease by the pathogen Colletotrichum sp. can cause 50-100% damage to red chilli. An environmental safety control is the use of Trichoderma harzianum T10 which can be applied to red chilli fruit through the formulation. The purpose of the research was to determine the effectiveness of T. harzianum T10 formulations in various rice flour mediums, namely white rice, brown rice, black rice and glutinous rice to control anthracnose disease on red chilli fruit. The study used a completely randomised design (CRD) for the experimental method carried out in the laboratory. Starting with the isolation of Colletotrichum sp., making liquid formula of 7 harzianum T10 flour of various rice (white, red, black, and glutinous rice) and PDB as control. Sterile chilli fruits were sprayed with the liquid formula of various rice flour and then inoculated with Colletotrichum sp. Variables measured were conidium density. incubation period, infection aren, waste index, and sugar content. Data were analysed with ANOVA 5% then Tukey HSD 5% further test if there were significant differences. The results of the measurement of the liquid formula on the medium of diverse rice flour found that the propagation of T harzianum T10 was most effective in black rice flour medium with the highest density of 11.85x10 CFU/mL or 78.19% greater than the control. The treatment of T harzianum T10 formula in black rice flour medium was also effective in reducing the incubation period of Colletotrichum sp. by 60% and reducing the waste index by 39.24% by 39.24% also has the lowest sugar content as 20.71% than the control. The application of T. harzianum T10 formula in the flour mediums of black rice, glutinous rice, brown rice, white rice, and PDB was able to reduce the area of Colletotrichum sp. infection by 27.10, 18.96, 13:5, 12.93, and 12.93% respectively compared to the control | |
| 46664 | 50067 | C1B019064 | PENGARUH COVID-19 TERHADAP PROFITABILITAS: STUDI PADA BANK UMUM KONVENSIONAL INDONESIA YANG TERDAFTAR DI BEI | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh COVID-19 terhadap profitabilitas pada Bank Umum Konvensional Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2017-2022. Penelitian ini berlandaskan pada teori sinyal karena menjelaskan bagaimana COVID-19 memberikan dampak pada profitabilitas sebagai suatu sinyal informasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari 42 perusahaan Bank Umum Konvensional Umum Indonesia. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling, dengan total sampel sebanyak 252 data observasi. Teknik analisis data yang ditetapkan meliputi uji validitas instumental variable (sargan test), uji autokorelasi (arellano-bond test), analisis model system generalized method of moments (sys-gmm), dan uji hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan regresi data panel dinamis menunjukkan bahwa: (1) COVID-19 berpengaruh negatif terhadap Return on Asset, (2) COVID-19 tidak dapat memoderasi hubungan Capital Adequacy Ratio terhadap Return on Asset, (3) COVID-19 memperlemah hubungan positif kredit terhadap Return on Asset berubah menjadi arah hubungan negatif, (4) COVID-19 memperkuat arah hubungan negatif Non Performing Loan terhadap Return on Asset, (5) COVID-19 memperlemah hubungan negatif Operating Expenses to Operating Income terhadap Return on Asset berubah menjadi arah hubungan positif, (6) COVID-19 memperlemah hubungan negatif Third Parties Fund terhadap Return on Asset berubah menjadi arah hubungan positif, (7) COVID-19 memperlemah hubungan negatif Loan to Deposit Ratio terhadap Return on Asset berubah menjadi arah hubungan positif. Implikasi dari kesimpulan diatas memberikan wawasan kepada bank untuk memperkuat strategi ketahanan krisis jangka panjang melalui manajemen risiko, sistem pengawasan, dan restrukturisasi kredit serta penyesuaian kebijakan kolektibilitas. Upaya mitigasi risiko dapat dilakukan melalui meningkatkan kepercayaan publik dan investor dengan keterbukaan informasi, efisiensi operasional, serta penguatan tata kelola risiko untuk memberi sinyal bahwa bank mampu mengelola himpunan dananya secara optimal dan dinilai memiliki prospek tetap dapat meningkatkan laba di masa krisis. | This study aims to test and analyze the impact of COVID-19 on the profitability of Conventional Commercial Banks in Indonesia listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2017-2022 period. This research is based on signaling theory as it explains how COVID-19 provides an impact on profitability as a signal of information. The data used in this study is secondary data obtained from annual reports. The population in this study consisted of 42 Indonesian Conventional Commercial Bank companies. The sample selection was determined using purposive sampling, resulting in a total sample of 252 observation data. The data analysis techniques applied include the instrumental variable validity test (Sargan test), autocorrelation test (Arellano-Bond test), system generalized method of moments (Sys-GMM) model analysis, and hypothesis test. Based on the research results using dynamic panel data regression, the results show that: (1) COVID-19 has a negative effect on Return on Asset, (2) COVID-19 does not moderate the relationship between Capital Adequacy Ratio and Return on Asset, (3) COVID-19 weakens the positive relationship of kredit to Return on Asset, changing it into a negative relationship, (4) COVID-19 strengthens the negative relationship of Non Performing Loan to Return on Asset, (5) COVID-19 weakens the negative relationship of Operating Expenses to Operating Income to Return on Asset, changing it into a positive relationship, (6) COVID-19 weakens the negative relationship of Third-Party Funds to Return on Asset, changing it into a positive relationship, (7) COVID-19 weakens the negative relationship of Loan to Deposit Ratio to Return on Asset, changing it into a positive relationship. The implications of the above conclusions provide insights for banks to strengthen long-term crisis resilience strategies through risk management, supervisory systems, kredit restructuring, and collectability policy adjustments. Risk mitigation efforts can be carried out by increasing public and investor confidence through information transparency, operational efficiency, and strengthening risk governance to signal that banks are able to optimally manage their collected funds and are deemed to have prospects for continuously increasing profits during the crisis. | |
| 46665 | 50068 | A1D020066 | Aplikasi Pupuk Daun Magnesium Sulfat Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Buah Melon (Cucumis melo L.) pada Sistem Hidroponik Nutrient Film Technique | Melon merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai ekonomi tinggi dan banyak digemari oleh masyarakat di dunia. Konsumsi buah melon setiap tahun mengalami peningkatan, namun produksi di Indonesia masih belum bisa memenuhi tingkat kebutuhannya, sehingga perlu dilakukan peningkatan produktivitas buah melon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon tanaman melon terhadap konsentrasi pupuk magnesium sulfat dan frekuensi aplikasinya serta mengetahui interaksinya. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse yang bertempat di Desa Pasir Kulon, Karanglewas, Banyumas mulai dari bulan Januari hingga Mei 2024. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor perlakuan yaitu konsentrasi pupuk magnesium sulfat (M0: kontrol, M1: 2 g/l, M2: 4 g/l, dan M3: 6 g/l) dan frekuensi aplikasi (A1: 5 hari sekali, 8 kali aplikasi, A2: 10 hari sekali, 6 kali aplikasi, dan A3: 15 hari sekali, 4 kali aplikasi). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, kehijauan daun, kadar klorofil daun, umur berbunga, bobot kering tajuk, bobot buah, total padatan terlarut, diameter buah, ketebalan daging buah, dan warna daging buah. Analisis data menggunakan sidik ragam (Anova) pada taraf kesalahan 5% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi pupuk magnesium sulfat berpengaruh nyata terhadap kehijauan daun, kadar klorofil daun, total padatan terlarut, dan ketebalan daging buah. Frekuensi aplikasi pupuk berpengaruh nyata terhadap total padatan terlarut dan ketebalan daging buah. Konsentrasi pupuk magnesium sulfat 2 g/l dengan frekuensi aplikasi 15 hari sekali (4 kali penyemprotan) adalah interaksi terbaik untuk meningkatkan ketebalan daging buah sebesar 3,76 cm. | Melon is a horticultural commodity that has great economic value and is widely favored by people in the world. Melon consumption has increased every year, but production in Indonesia still cannot meet the level of demand, so it is necessary to increase melon productivity. This study aims to determine the response of melon plants to the concentration of magnesium sulfate fertilizer and the frequency of its application and determine the interaction. This research was conducted in a screenhouse located in Pasir Kulon Village, Karanglewas, Banyumas from January to May 2024. This study used the Randomized Group Design (RGD) consisting of 2 treatment factors, namely the concentration of magnesium sulfate fertilizer (M0: control, M1: 2 g/l, M2: 4 g/l, and M3: 6 g/l) and the frequency of application (A1: once every 5 days, 8 times application, A2: once every 10 days, 6 times application, and A3: once every 15 days, 4 times application). The observed variables were plant height, number of leaves, stem diameter, leaf greenness, leaf chlorophyll content, flowering age, crown dry weight, fruit weight, total soluble solids, fruit diameter, fruit flesh thickness, and fruit flesh color. Data analysis used variance analysis (Anova) at the 5% error level and if significantly different, it was continued with Duncan's Multiple Range Test (DMRT) at the 5% error level. The results indicated that magnesium sulfate fertilizer concentration had a significant effect on leaf greenness, leaf chlorophyll content, total soluble solids, and fruit flesh thickness. The frequency of fertilizer application had a significant effect on total soluble solids and fruit flesh thickness. Magnesium sulfate fertilizer concentration of 2 g/l with an application frequency of once every 15 days (4 sprays) is the best interaction to increase fruit flesh thickness by 3.76 cm. | |
| 46666 | 50069 | L1B021017 | Prevalensi dan Intensitas Ektoparasit pada Ikan Tawes (Barbonymus gonionotus) yang Dibudidayakan Dengan Metode Pemuasaan pada Sistem Polikultur | Ikan tawes adalah salah satu jenis ikan air tawar Indonesia yang populer dimanfaatkan sebagai ikan konsumsi. Ektoparasit dapat mengganggu proses budidaya ikan yang dipuasakan sehingga perlu dilakukan pengamatan untuk mengantisipasi infeksi yang ditimbulkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis ektoparasit yang ditemukan serta mengetahui pengaruh pemuasaan terhadap intensitas ektoparasit pada ikan tawes dan mengetahui berapa prevalensi ektoparasit pada ikan tawes yang dibudidayakan secara polikultur. Metode penelitian ini menerapkan metode eksperimental menggunakan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 perlakuan pemuasaan menggunakan 10 kali ulangan dan teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Perlakuan yang diterapkan yaitu pemuasaan hari Senin (P1), pemuasaan hari Senin dan Kamis (P2), dan pemuasaan hari Senin, Rabu dan Jumat (P3). Jenis ektoparasit yang ditemukan pada ikan tawes yaitu monogenea, Trichodina sp. dan Ichthyophthirius multifiliis. Hasil penelitian yang didapat menunjukkan bahwa perlakuan pemuasaan tidak berpengaruh terhadap nilai intensitas ektoparasit. Prevalensi seluruh jenis ektoparasit berkisar antara 10-100%. Kualitas air selama masa pemeliharaan sesusai dengan standar baku mutu air kelas III. | Silver barb is one of the most popular freshwater fish species in Indonesia, commonly as consumption fish. Ectoparasites can disrupt fish culture with intermittent fasting regimes, therefore observation is necessary to anticipate ectoparasite infections. The purpose of this research were to identify the types of ectoparasites, to determine the effect of fasting on ectoparasites intesity and measure the prevalence of ectoparasites in tawes fish cultivated in a polyculture system. The research method was an experimental design used a completely randomised design (CRD) with 3 fasting treatments, 10 replicates and samplings used random sampling techniques. The treatment groups were fasting on Monday (P1), fasting on Monday and Thursday (P2), and fasting on Monday, Wednesday, and Friday (P3). The ectoparasites identified on Silver Barb were monogenea, Trichodina sp., and Ichthyophthirius multifiliis. This research result indicate that fasting treatments did not affect the intensity of ectoparasites. Prevalence of all ectoparasites ranged from 10-100%. Water quality during cultivated period was complied the standards for class III water quality. | |
| 46667 | 50077 | E1A020271 | IMPLEMENTASI HUKUM PELAYANAN PENGADUAN ONLINE DALAM SISTEM ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN (Studi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas) | Latar belakang penelitian ini didasari oleh adanya permasalahan dalam pengaduan pelayanan publik, seperti lambatnya respon aduan, keberadaan pungutan liar, dan kendala teknis pada sistem digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi hukum pelayanan pengaduan online dalam sistem administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Banyumas serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, kepustakaan dan dokemen. Metode pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan analisis yang meliputi reduksi data, kategorisasi data, dan penarikan kesimpulan. Metode analisis data dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan analisis komparatif. Berdasakan hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pelayanan pengaduan online melalui Lapak Aduan Banyumas pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Banyumas telah dilaksanakan dengan baik dan mendasar pada ketentuan yang berlaku, yaitu Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 44 Tahun 2018 tentang Pelayanan Penanganan Pengaduan Masyarakat. Implementasi pengaduan sudah berjalan dengan baik dibuktikan dengan: (1) baiknya pemeriksaan berkas pengaduan, (2) baiknya pelaporan hasil pemeriksaan, (3) baiknya penyelesaian hasil penanganan aduan, dan (4) baiknya pemantauan hasil penanganan aduan. Namun, masih terdapat kendala dalam pelaksanaannya. Faktor penghambatnya adalah kendala teknis pada aplikasi dan website, keterbatasan pemahaman teknologi oleh masyarakat, kurangnya sosialisasi dan minimnya informasi terkait prosedur pengaduan digital, dan keterbatasan SDM dalam hal jumlah dan pelatihan teknis. Faktor pendukungnya meliputi ketersediaan infrastruktur dan anggaran, kapasitas sumber daya manusia yang terus berkembang, dasar regulasi yang kuat, efisiennya pelayanan dan nilai manfaat, dan strategi pendekatan iklusif. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, pelatihan SDM, dan penguatan sistem pengaduan online agar lebih inklusif dan responsif. | The background of this research is based on the problems in public service complaints, such as slow response to complaints, the existence of illegal fees, and technical constraints in the digital system. This study aims to analyze the legal implementation of online complaint services in the population administration system at the Department of Population and Civil Registration (Dukcapil) of Banyumas Regency and identify the influencing factors. This research uses an empirical juridical method with a descriptive-analytical qualitative approach. The data sources used in this study are primary and secondary data. The data collection methods in this research include interviews, literature review, and documents. The data processing method in this study employs analysis techniques, including data reduction, data categorization, and drawing conclusions. The data analysis methods in this research are qualitative analysis and comparative analysis. Based on the research results, it shows that the implementation of online complaint services through Lapak Aduan Banyumas at the Department of Population and Civil Registration of Banyumas Regency has been carried out effectively and is based on applicable regulations, namely Law No. 24 of 2013 concerning Population Administration and Banyumas Regent Regulation No. 44 of 2018 concerning Public Complaint Handling Services. The implementation of complaints has been running well, as evidenced by: (1) proper examination of complaint documents, (2) proper reporting of examination results, (3) proper resolution of complaint handling results, and (4) proper monitoring of complaint handling results. However, there are still obstacles in its implementation. The inhibiting factors include technical issues with the application and website, limited public understanding of technology, lack of socialization and insufficient information regarding digital complaint procedures, and limited human resources in terms of quantity and technical training. The supporting factors include the availability of infrastructure and budget, continuously improving human resource capacity, strong regulatory foundations, efficient service and benefits, and an inclusive approach strategy. This study recommends enhancing digital literacy, human resource training, and strengthening the online complaint system to be more inclusive and responsive. | |
| 46668 | 50078 | F1F021061 | ANALISIS KEBIJAKAN GLOBAL WAR ON TERRORISM DI MASA PEMERINTAHAN PRESIDEN DONALD TRUMP PADA TAHUN 2017-2021 | Penelitian ini menganalisis kebijakan Global War on Terrorism (GWOT) pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump (2017–2021) dengan menggunakan pendekatan Leadership Trait Analysis (LTA) dari Margaret G. Hermann. Fokus penelitian adalah mengidentifikasi ciri kepemimpinan Trump dan bagaimana karakter tersebut tercermin dalam kebijakan penanggulangan terorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trump memiliki gaya kepemimpinan yang ditandai dengan tingkat ketidakpercayaan tinggi terhadap aktor lain, kebutuhan dominan akan kekuasaan, serta keyakinan kuat pada kemampuannya mengendalikan peristiwa. Hal ini berdampak pada kebijakan GWOT yang lebih transaksional, proteksionis, dan mengedepankan kepentingan domestik melalui doktrin America First. Kebijakan tersebut menekankan pada pembatasan imigrasi, penggunaan kekuatan militer secara selektif, serta penekanan retorika terhadap ancaman "Radical Islam". Dengan demikian, penelitian ini menegaskan hubungan erat antara karakter kepemimpinan Trump dengan arah kebijakan GWOT di masa pemerintahannya. | This study analyzes the Global War on Terrorism (GWOT) policy during the presidency of Donald Trump (2017–2021) using Margaret G. Hermann’s Leadership Trait Analysis (LTA) approach. The research focuses on identifying Trump’s leadership traits and how these characteristics are reflected in his counterterrorism policies. The findings reveal that Trump’s leadership style is characterized by high levels of distrust toward other actors, a dominant need for power, and a strong belief in his ability to control events. These traits resulted in a GWOT policy that was more unilateral, protectionist, and domestically oriented under the America First doctrine. The policy emphasized immigration restrictions, selective use of military force, and rhetorical framing of the threat of “Radical Islam.” Thus, this study highlights the strong correlation between Trump’s leadership traits and the direction of GWOT policy during his administration. | |
| 46669 | 50070 | A1A020062 | Analisis Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian Tanaman Hias Aglaonema (Aglaonema sp.) Di Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas | Tanaman hias Aglaonema menjadi salah satu komoditas yang semakin populer di Indonesia, terutama di Kabupaten Banyumas, dengan produksi yang mengalami fluktuasi signifikan dalam lima tahun terakhir. Peningkatan permintaan terjadi selama pandemi COVID-19 karena tren penghijauan rumah, namun kemudian menurun seiring normalisasi aktivitas. Kecamatan Baturaden, sebagai salah satu sentra tanaman hias di Banyumas, menghadapi penurunan penjualan akibat berkurangnya daya beli masyarakat dan perubahan tren. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik konsumen dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pembelian Aglaonema. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang pernah membeli Aglaonema di Baturaden. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive dengan kriteria usia minimal 20 tahun dan pernah merawat tanaman tersebut. Data dikumpulkan melalui kuesioner menggunakan skala Likert 1-4 dan dianalisis dengan SEM-PLS (Structural Equation Modeling Partial Least Square) untuk menguji hubungan antar variabel. Model penelitian melibatkan variabel independen (budaya, pribadi, psikologi, dan sosial) serta variabel dependen (keputusan pembelian). Validitas dan reliabilitas instrumen diuji melalui outer loading, AVE, dan composite reliability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor psikologi dan sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sementara faktor budaya dan pribadi tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Konsumen cenderung membeli Aglaonema karena keindahan tanaman (faktor psikologi) dan pengaruh lingkungan sosial. Karakteristik konsumen didominasi oleh perempuan dengan usia 26-35 tahun dengan pendapatan (Rp2-5 juta/bulan), yang membeli Aglaonema sebagai hobi (72%). Selain itu, tingkat pendidikan responden sebagian besar adalah tamatan perguruan tinggi (48%), dan mayoritas bekerja sebagai karyawan swasta (34%). | Ornamental Aglaonema plants have become an increasingly popular commodity in Indonesia, particularly in Banyumas Regency, with production experiencing significant fluctuations over the past five years. Demand surged during the COVID-19 pandemic due to the home greening trend but later declined as activities normalized. Baturaden District, one of the ornamental plant centers in Banyumas, faced declining sales due to reduced purchasing power and shifting trends. This study aims to know characteristic of consumer and analyze the factors influencing Aglaonema purchasing decisions. This research used a quantitative approach using a survey method with 100 respondents who have purchased Aglaonema in Baturaden. Purposive sampling was applied, with criteria including a minimum age of 20 years and prior experience in caring for the plant. Data was collected through questionnaires using a 1-4 Likert scale and analyzed with SEM-PLS (Structural Equation ModelingPartial Least Squares) to examine variable relationships. The research model includes independent variables (cultural, personal, psychological, and social factors) and a dependent variable (purchasing decision). Instrument validity and reliability were tested through outer loading, AVE (Average Variance Extracted), and composite reliability. The results indicate that psychological and social factors significantly influence purchasing decisions, while cultural and personal factors do not have a significant impact. Consumers tend to purchase Aglaonema due to the plant's aesthetic appeal (psychological factor) and social environmental influences. The consumer demographic is predominantly women aged within 26–35 with an income of IDR 2–5 million per month, purchasing Aglaonema as a hobby (72%). Additionally, most respondents hold a university degree (48%), and the majority work as private employees (34%). | |
| 46670 | 50072 | F1F019066 | Analisis Dampak Degradasi Lingkungan Di Wilayah Sungai Mekong Delta Vietnam Dalam Perspektif Ekofeminisme Tahun 2018-2020 | Penelitian ini menganalisis dampak degradasi lingkungan di Delta Mekong terhadap perempuan dalam perspektif ekofeminisme. Akibat kebijakan pembangunan top-down yang memicu krisis ekologis, perempuan mengalami dampak yang tidak proporsional dibandingkan laki-laki. Dampak tersebut bersifat multidimensional, mencakup hilangnya otonomi ekonomi, peningkatan beban kerja sosial, dan risiko kesehatan akibat kontaminasi lingkungan. Meskipun demikian, perempuan bukanlah korban pasif, melainkan agen adaptif yang merespons krisis melalui pengetahuan ekologis lokal dan inisiatif berbasis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keadilan lingkungan di Delta Mekong hanya dapat tercapai melalui transformasi relasi kuasa dan pemberdayaan perempuan sebagai aktor sentral dalam kebijakan adaptasi. | This study analyzes the impact of environmental degradation in the Mekong Delta on women from an ecofeminist perspective. As a result of top-down development policies that trigger ecological crises, women experience disproportionate impacts compared to men. These impacts are multidimensional, encompassing the loss of economic autonomy, increased social burdens, and health risks from environmental contamination. Nevertheless, women are not passive victims but adaptive agents who respond to the crisis through local ecological knowledge and community-based initiatives. This research concludes that environmental justice in the Mekong Delta can only be achieved by transforming power relations and empowering women as central actors in adaptation policies. | |
| 46671 | 50057 | A1F021044 | Analisis Tingkat Kepentingan dan Kepuasan Produk Tepung Penyalut Mocaf dengan Metode Importance Performance Analysis | Tepung Penyalut Mocaf Sintabara merupakan tepung serbaguna dengan campuran mocaf, tepung beras dan bumbu-bumbu yang diproduksi oleh KWT Sinar Tani Banjarnegara sebagai upaya memperluas penggunaan mocaf. Dalam pemasarannya, Tepung Penyalut Mocaf Sintabara membutuhkan penyesuaian lebih lanjut agar produk yang diproduksi sesuai dengan keinginan konsumen. Survei terkait tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan konsumen perlu dilakukan untuk mengetahui atribut yang perlu diperbaiki dan rekomendasi perbaikan yang sesuai sehingga produk dapat dikembangkan sesuai kebutuhan dan keinginan konsumen. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Banyumas dan Banjarnegara dari Desember 2024 sampai Mei 2025. Data primer diperoleh dari penyebaran kuisioner kepada 100 responden, wawancara dan observasi. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka jurnal, buku dan situs web. Terdapat beberapa tahap pada penelitian ini, yaitu penyusunan kuesioner, pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner, penyebaran kuesioner dan identifikasi profil konsumen. Data yang didapatkan kemudian akan dianalisis menggunakan metode Importance performance analysis (IPA) dan diagram fishbone. Penelitian ini menganalisis tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen terhadap empat variabel yaitu produk dan pengolahan tepung penyalut mocaf, produk jadi, kemasan produk dan harga produk. Berdasarkan hasil analisis IPA pada Tepung Penyalut Mocaf terdapat tiga atribut dari 18 atribut Tepung Penyalut Mocaf yang masuk kuadran I dan perlu diperbaiki yaitu informasi label kemasan yang lengkap, harga sesuai dengan berat produk dan kemudahan tepung penyalut larut dalam air. Perbaikan yang dapat dilakukan untuk atribut-atribut tersebut adalah melengkapi informasi label sesuai standar, optimalisasi strategi pemasaran (segmenting, targeting, positioning, promosi), melakukan simulasi harga di berbagai ukuran kemasan, serta mengontrol kadar air dengan menjaga suhu dan kelembaban kondisi penyimpanan, penyangraian dan pemilihan kemasan yang tepat. | Sintabara Mocaf Coating Flour is a multipurpose flour made from a mixture of mocaf, rice flour, and spices. It is produced by the Sinar Tani Banjarnegara KWT (Micro, Small, and Medium Enterprises) as part of an effort to expand the use of mocaf. In marketing, Sintabara Mocaf Coating Flour requires further adjustments to ensure the product meets consumer expectations. A survey of consumer interest and satisfaction is needed to identify attributes that need improvement and recommend appropriate improvements so that the product can be developed to meet consumer needs and desires. The research was conducted in Banyumas and Banjarnegara Regencies from December 2024 to May 2025. Primary data was obtained through questionnaires distributed to 100 respondents, interviews, and observations. Secondary data were obtained from literature review of journals, books, and websites. This research involved several stages: questionnaire development, validity and reliability testing, questionnaire distribution, and consumer profile identification. The data obtained were then analyzed using Importance Performance Analysis (IPA) and fishbone diagrams. This study analyzed the level of consumer interest and satisfaction with four variables: mocaf coating flour product and processing, finished product, product packaging, and product price. Based on the results of the IPA analysis of Mocaf Coating Flour, three of the 18 attributes of Mocaf Coating Flour fell into quadrant I and needed improvement: complete packaging label information, price appropriate to product weight, and ease of dissolving the coating flour in water. Improvements to these attributes include completing label information according to standards, optimizing marketing strategies (segmentation, targeting, positioning, promotion), conducting price simulations across various package sizes, and controlling water content by maintaining temperature and humidity, storage conditions, roasting, and selecting appropriate packaging. | |
| 46672 | 50073 | A1F021088 | KARAKTERISTIK EDIBLE FILM PEKTIN KULIT JERUK DAN ISOLAT PROTEIN KEDELAI DENGAN VARIASI JENIS PLASTICIZER DAN APLIKASINYA PADA MINUMAN COKELAT INSTAN | Pengemasan produk bubuk seperti minuman cokelat instan sebagian besar menggunakan plastik. Penggunaan kemasan plastik yang banyak dapat menyumbang sampah yang tidak dapat didaur ulang (non-biodegradable). Oleh karena itu, edible film dikembangkan sebagai solusi kemasan biodegradable. Pada penelitian ini edible fim dibuat dengan menggunakan bahan pektin kulit jeruk dan isolat protein kedelai atau isolated soy protein (ISP) dengan variasi jenis plasticizer yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mempelajari karakteristik edible film dari pektin kulit jeruk dan ISP, 2) menentukan perlakuan terbaik dari kombinasi perlakuan rasio pektin : ISP dan jenis plasticizer, serta 3) mempelajari pengaruh aplikasi edible film pektin kulit jeruk dan ISP terhadap sensori minuman cokelat dan mutu bubuk minuman cokelat selama penyimpanan 10 hari. Rancangan percobaan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan, 3 ulangan, dan sebanyak 27 unit percobaan. Pengukuran terhadap karakteristik edible film dilakukan terhadap ketebalan, kelarutan, dan laju transmisi uap air (WVTR). Tiga perlakuan terbaik dilakukan penelitian lanjut untuk diaplikasikan pada bubuk minuman cokelat instan dan disimpan selama 10 hari. Pada saat pengaplikasian edible film dilakukan pengujian pada bubuk minuman cokelat meliputi uji hedonik (warna, rasa, aroma, homogenitas, kekentalan, dan overall acceptance), kadar air, kadar asam lemak bebas (FFA), pengukuran berat dan warna bubuk minuman cokelat. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasio pektin : ISP dan jenis plasticizer yang digunakan berpengaruh nyata terhadap ketebalan, kelarutan, dan WVTR edible film. Ketebalan edible film yang dihasilkan yaitu 0,699-0,142 mm, kelarutan edible film yang dihasilkan berkisar 32,67-83,33% dan nilai WVTR berkisar 3.93 - 19.43 g/m2/jam. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa edible film memengaruhi sensori minuman cokelat secara lebih baik serta memengaruhi kemampuan film dalam menghambat peningkatan kadar air, kadar FFA, serta menekan perubahan berat dan warna. | The packaging of powdered products, such as instant chocolate drinks, is largely made of plastic. Excessive use of plastic packaging contributes to non-biodegradable waste. Therefore, edible film was developed as a biodegradable packaging solution. In this study, edible film was made using orange peel pectin and isolated soy protein (ISP) with various types of plasticizers. This study aimed to: 1) study the characteristics of edible film made from orange peel pectin and ISP; 2) determine the best combination of pectin:ISP ratio and plasticizer type; and 3) study the effect of applying edible film made from orange peel pectin and ISP on the sensory quality of chocolate drinks and the quality of chocolate drink powder during 10 days of storage. The experiment used a completely randomized design (CRD) with 9 treatments, 3 replications, and 27 experimental units. Measurements of the edible film's thickness, solubility, and water vapor transmission rate (WVTR) were carried out. The three best treatments were further studied for application to instant chocolate drink powder, which was stored for 10 days. During the application of the edible film, testing was conducted on the chocolate drink powder, including hedonic testing (color, taste, aroma, homogeneity, viscosity, and overall acceptability), water content, free fatty acid (FFA) content, and weight and color measurements. The results showed that the pectin:ISP ratio and the type of plasticizer used significantly affected the thickness, solubility, and WVTR of the edible film. The resulting edible film thickness was 0.699-0.142 mm, with solubility ranging from 32.67-83.33%, and WVTR values ranging from 3.93-19.43 g/m2/hour. The results also indicated that the edible film significantly affected the sensory characteristics of the chocolate drink and its ability to inhibit increases in water content and FFA content, as well as suppress changes in weight and color. | |
| 46673 | 50074 | A1A021091 | ANALISIS KELAYAKAN USAHA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEUNTUNGAN INDUSTRI MIKRO KECIL TAHU DI KAMPUNG TAHU KELURAHAN SOKODUWET KOTA PEKALONGAN | Kelurahan Sokoduwet sebagai sentra produksi tahu di Kota Pekalongan baru memenuhi sekitar 53 persen kebutuhan konsumsi tahu masyarakat. Seiring berjalannya waktu jumlah pengrajin tahu kian menurun. Permasalahan yang dihadapi pengrajin tahu seperti fluktuasi harga faktor produksi, peristiwa kelangkaan solar dan kayu bakar yang lembab. Hal tersebut menjadi kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha industri tahu di masa depan. Tujuan penelitian ini yaitu 1) mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan keuntungan usaha, 2) menganalisis kelayakan usaha industri mikro kecil tahu menggunakan R/C ratio dan titik impas, dan 3) menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keuntungan industri mikro kecil tahu menggunakan fungsi keuntungan Cobb-Douglas unit output price. Metode penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan studi kasus. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kampung Tahu Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan. Lokasi penelitian ditentukan dengan cara purposive dengan pertimbangan memiliki jumlah pengrajin tahu terbanyak di Kota Pekalongan. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 10 April sampai 9 Mei 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus atau sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 34 pengrajin tahu. Data penelitian yang digunakan adalah data primer dan sekunder dengan teknik pengambilan data wawancara, kuesioner dan studi pustaka. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menghitung biaya produksi, penerimaan, keuntungan, titik impas, R/C ratio, fungsi keuntungan Cobb-Douglas unit output price, dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin tahu di Kelurahan Sokoduwet rata-rata biaya produksi satu bulan sebesar Rp18.246.059 dengan komponen biaya tetap sebesar Rp40.350 dan biaya variabel sebesar Rp18.205.709. Pengrajin tahu memiliki rata-rata penerimaan per bulan sebesar Rp24.963.354 dengan rata-rata keuntungan sebesar Rp6.717.295 per bulan. Industri mikro kecil tahu di Kelurahan Sokoduwet dinyatakan layak diusahakan berdasarkan perhitungan R/C ratio dan break event point (BEP). Keuntungan industri mikro kecil tahu di Kelurahan Sokoduwet dipengaruhi secara negatif oleh variabel harga kedelai, harga minyak goreng, harga solar dan penyusutan alat yang dinormalkan. Sedangkan variabel harga kayu bakar, upah tenaga kerja, harga air, harga kemasan serta pajak bumi dan bangunan yang dinormalkan tidak berpengaruh secara nyata terhadap keuntungan usaha. | The Sokoduwet subdistrict, as the center of tofu production in Pekalongan City, currently meets only about 53 percent of the community's tofu consumption needs. Over time, the number of tofu craftsmen has continued to decline. The problems faced by tofu craftsmen include fluctuations in the prices of production factors, shortages of diesel fuel, and damp firewood. These issues raise concerns about the sustainability of the tofu industry in the future. The objectives of this study are: 1) to determine the production costs, revenue, and profits of the business, 2) to analyze the feasibility of the small-scale tofu industry using the R/C ratio and break-even point, and 3) to analyze the factors influencing the profits of the small-scale tofu industry using the Cobb-Douglas profit function with unit output price. The research method used a case study approach. The research location was Kampung Tahu, Sokoduwet Village, South Pekalongan District, Pekalongan City. The research location was determined using a purposive approach, considering that it has the largest number of tofu craftsmen in Pekalongan City. The research was conducted from April 10 to May 9, 2025. The sampling technique used was a census or saturated sampling method with a total of 34 tofu craftsmen as respondents. The research data used were primary and secondary data, collected through interviews, questionnaires, and literature review. The data analysis in this study employed quantitative descriptive analysis to calculate production costs, revenue, profit, break-even point, R/C ratio, Cobb-Douglas profit function with unit output price, and sensitivity analysis. The results of the study show that tofu producers in Sokoduwet Village have an average monthly production cost of Rp18,246,059, with fixed costs amounting to Rp40,350 and variable costs amounting to Rp18,205,709. Tofu artisans have an average monthly revenue of Rp24,963,354 with an average monthly profit of Rp6,717,295. The micro-small tofu industry in Sokoduwet Village is deemed viable based on the R/C ratio and break-even point (BEP) calculations. The profits of the small-scale tofu industry in Sokoduwet Village are negatively influenced by the variables of soybean prices, cooking oil prices, diesel prices, and normalized equipment depreciation. Meanwhile, the variables of firewood prices, labor wages, water prices, packaging prices, and normalized land and building taxes do not significantly affect business profits. | |
| 46674 | 50075 | C1I021009 | Factors Influencing Intention To Implement Accounting Guidelines For Islamic Boarding Schools In Barlingmascakeb | Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi niat penerapan pedoman akuntansi pada pondok pesantren di wilayah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen). Dari 810 pesantren, 83 pengelola keuangan dijadikan sampel dengan metode convenience sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan kunjungan langsung, lalu dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi sumber daya manusia, komitmen afektif, dan komitmen normatif tidak berpengaruh signifikan terhadap niat penerapan. Sebaliknya, pemanfaatan teknologi informasi dan komitmen keberlanjutan berpengaruh positif dan signifikan. Temuan ini menekankan pentingnya peningkatan penggunaan teknologi akuntansi, seperti aplikasi akuntansi, disertai pelatihan serta pendampingan pencatatan keuangan berbasis standar. Sementara itu, pengembangan kompetensi dan penanaman nilai akuntabilitas tetap diperlukan untuk membangun komitmen afektif dan normatif secara berkelanjutan. | This study analyzes factors influencing the intention to implement accounting guidelines for Islamic boarding schools in the Barlingmascakeb region (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, and Kebumen). From a population of 810 schools, 83 financial managers were sampled using convenience sampling. Data were obtained through online questionnaires and direct visits, then analyzed using multiple linear regression. The results show that human resource competence, affective commitment, and normative commitment do not significantly affect intention. In contrast, information technology utilization and continuance commitment positively and significantly influence the intention to implement the guidelines. These findings suggest that increasing the use of accounting technology, such as the accounting application, along with training and financial guidance based on standards, is essential to strengthen intention. Meanwhile, continuous development of competence and embedding accountability values remain important to foster affective and normative commitment in the long term. | |
| 46675 | 50071 | A1F021042 | ANALISIS TINGKAT KEPUASAN DAN KEPENTINGAN KONSUMEN TERHADAP PRODUK PREMIX BISKUIT BERBASIS MOCAF | Supermocaf Premix Biskuit merupakan salah satu produk yang diproduksi oleh UD. Usaha Mandiri. Produk ini merupakan premix untuk membuat biskuit berbahan dasar mocaf yang diproduksi dengan tujuan memperluas penggunaan mocaf dan sebagai upaya memperkenalkan mocaf kepada masyarakat. Supermocaf Premix Biskuit masih memerlukan pengembangan produk untuk menyesuaikan kebutuhan dan keinginan konsumen. Survei terkait tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan konsumen ini dilakukan untuk mengetahui atribut yang perlu diperbaiki beserta strategi perbaikan yang sesuai dan tepat untuk dilakukan sehingga produk dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen. Metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui tingkat kepentingan dan kepuasan konsumen beserta perbaikannya adalah melakukan survei dengan instrumen survei berupa kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA). Berdasarkan analisis IPA pada Supermocaf Premix Biskuit diperoleh empat atribut yang menempati kuadran I dalam matriks IPA atau berada dalam tingkat prioritas untuk diperbaiki oleh konsumen, yaitu tekstur renyah biskuit, daya tarik desain label kemasan, kelengkapan informasi pada label kemasan, dan kesesuaian harga dengan berat produk. Keempat atribut tersebut perlu mendapatkan perhatian lebih dari produsen untuk diperbaiki agar kebutuhan serta keinginan konsumen dapat terpenuhi. Beberapa rekomendasi perbaikan diperoleh berdasarkan beberapa faktor di lapangan yang mempengaruhi atribut-atribut tersebut. Beberapa atribut lainnya memiliki tingkat kepentingan dan kepuasan yang sesuai atau terletak di kuadran II seperti aroma tepung yang tidak berbau apek, ketepatan formula (anti gagal) pada label kemasan, aroma biskuit, rasa manis biskuit, kemudahan kemasan untuk dibuka, dan kesesuaian harga dengan kualitas produk. Produsen perlu mempertahankan kinerja dari atribut yang sudah berada pada kuadran II agar dapat terus memenuhi kepuasan konsumen. | Supermocaf Premix Biskuit are one of the products manufactured by UD. Usaha Mandiri. This product is a premix for making biscuits made from mocaf (modified cassava flour), developed with the aim of expanding the use of mocaf and introducing it to the wider community. Supermocaf Premix Biskuit still requires product development to better meet consumer needs and preferences. A survey on the level of importance and consumer satisfaction was conducted to identify which attributes need improvement, along with appropriate and effective improvement strategies, so that the product can be developed in line with consumer needs and desires. The method used to assess consumer importance and satisfaction levels, as well as identify areas for improvement, involved a survey utilizing questionnaires, observation, and literature review. The collected data were analyzed using the Importance-Performance Analysis (IPA) method. Based on the IPA analysis on Supermocaf Premix Biskuit, four attributes were obtained that occupied quadrant I in the IPA matrix or were at the priority level for improvement by consumers, namely the crunchy texture of the biscuits, the attractiveness of the packaging label design, the completeness of the information on the packaging label, and the suitability of the price to the weight of the product. These four attributes need to receive more attention from producers to be improved so that consumer needs and desires can be met. Several improvement recommendations were obtained based on several factors in the field that influence these attributes. Other attributes were found in Quadrant II, meaning they are both important and satisfactory to consumers. These include the absence of a stale smell in the flour, the accuracy of the formula stated on the label (fail-proof), the biscuit’s aroma, its sweetness level, the ease of opening the packaging, and the balance between price and product quality. It is important for the producer to maintain the performance of attributes in Quadrant II in order to sustain consumer satisfaction. | |
| 46676 | 50076 | A1F021035 | Karakteristik Fisikokimia dan Sensori French Fries Ubi Jalar Madu dengan Perlakuan pH Larutan Perendam dan Lama Perendaman | Ubi jalar madu merupakan salah satu umbi yang mengandung karbohidrat dan beta karoten cukup tinggi sehingga memiliki potensi tinggi untuk dimanfaatkan menjadi olahan pangan bernilai ekonomis seperti french fries. Akan tetapi, ubi jalar madu juga mengandung reduksi tinggi yang membuat french fries ubi jalar madu memiliki warna cukup gelap dan tekstur yang dihasilkan kurang renyah. Perendaman dalam larutan kalsium dengan pengaturan pH dan lama perendaman kemungkinan akan memengaruhi warna dan tekstur produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH larutan perendam, lama perendaman, dan interaksi keduanya terhadap karakteristik fisikokimia dan sensori french fries ubi jalar madu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan faktor yang dicoba terdiri dari pH larutan perendam (P1 = pH 3, P2 = pH 4, dan P3 = pH 5) dan lama perendaman (S1 = 15 menit, S2 = 30 menit, dan S3 = 45 menit) yang dilakukan sebanyak 3 ulangan. Variabel yang diamati yaitu variabel karakteristik fisik, kimia, dan sensori. Variabel fisik terdiri dari kapasitas penyerapan minyak, warna, dan tekstur menggunakan texture analyzer. Variabel analisis kimia terdiri dari kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, beta karoten, dan asam lemak bebas. Variabel analisis sensori dilakukan dengan menilai atribut sensori yang terdiri dari warna, tekstur, aroma, rasa manis, aftertaste asam, dan kesukaan. Hasil pengujian karakteristik fisikokimia dianalisis menggunakan analisis ragam dan diuji lanjut dengan DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil analisis karakteristik sensori dianalisis menggunakan Uji Friedman dan penentuan perlakuan terbaik menggunakan metode Indeks Efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pH larutan perendam yang semakin rendah meningkatkan kadar air, abu, nilai warna L, dan b*, sedangkan kadar lemak, protein, karbohidrat, dan kapasitas penyerapan minyak menurun seiring dengan rendahnya pH larutan. Kombinasi perlakuan terbaik adalah french fries yang dibuat dengan perendaman dalam larutan pH 4 selama 45 menit (P2S3) dengan karakteristik kadar air sebesar 34,47% bb, kadar abu 1,89% bk, kadar lemak 12,02% bk, kadar protein 2,84% bk, kadar karbohidrat by difference 48,78% bk, asam lemak bebas 1,24% bb, beta karoten 1,87 mg/100g, kapasitas penyerapan minyak 9,15%, nilai L 59,94, nilai a* 2,24, nilai b 47,21, hardness 57,16, crispiness 199,55, dan crunchiness 84,03, warna 4,1 (kuning), tekstur 3,0 (sedikit renyah), aroma 4,8 (khas), rasa 4,1 (agak manis), aftertaste asam 6,1 (tidak asam), dan kesukaan 4,5 (suka). Kesimpulan dari penelitian ini adalah perlakuan pH larutan perendam berpengaruh nyata terhadap kadar air, abu, lemak, protein, karbohidrat, kapasitas penyerapan minyak, warna L, dan warna b*, sedangkan perlakuan lama perendaman tidak berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisikokimia french fries ubi jalar madu. Ubi jalar madu dapat dikembangkan menjadi french fries ubi jalar madu dengan perlakuan pendahuluan pH larutan menggunakan asam sitrat dan CaCl2. | Sweet potato is one of the tubers that contains high levels of carbohydrates and beta-carotene, making it highly potential for use in the production of economically valuable food products such as French fries. However, sweet potato also contains high levels of reducing sugars, which cause sweet potato French fries to have a fairly dark color and a texture that is less crispy. Soaking in a calcium solution with controlled pH and soaking time may affect the color and texture of the product. This study aims to determine the effect of the pH of the soaking solution, soaking time, and the interaction between the two on the physicochemical and sensory characteristics of honey sweet potato french fries. This study used a factorial Randomized Block Design with factors consisting of the pH of the soaking solution (P1 = pH 3, P2 = pH 4, and P3 = pH 5) and soaking time (S1 = 15 minutes, S2 = 30 minutes, and S3 = 45 minutes), which was repeated three times. The variables observed were physical, chemical, and sensory characteristics. Physical variables included oil absorption capacity, color, and texture, measured using a texture analyzer. Chemical analysis variables included moisture content, ash, fat, protein, carbohydrates, beta-carotene, and free fatty acids. Sensory analysis variables were assessed by evaluating sensory attributes, including color, texture, aroma, sweetness, sour aftertaste, and preference. The results of the physicochemical characteristic testing were analyzed using Analysis of Variance and further tested with the DMRT at a 95% confidence level. The results of the sensory characteristic analysis were analyzed using the Friedman test, and the best treatment was determined using the Effectiveness Index method. The results of the study indicate that the use of lower pH immersion solutions increases water content, ash content, L value, and b* value, while fat content, protein content, carbohydrate content, and oil absorption capacity decrease as the pH of the solution decreases. The best treatment combination is French fries made by soaking in a pH 4 solution for 45 minutes (P2S3) with the following characteristics: moisture content of 34.47% dry weight (dw), ash content of 1.89% dw, fat content of 12.02% dw, protein content of 2.84% dw, carbohydrate content by difference 48.78% dry weight, free fatty acids 1.24%, beta-carotene 1.87 mg/100g, oil absorption capacity 9.15%, L value 59.94, a* value 2.24, b value 47.21, hardness 57.16, crispiness 199.55, and crunchiness 84.03, color 4.1 (yellow), texture 3.0 (slightly crispy), aroma 4.8 (distinctive), taste 4.1 (slightly sweet), sour aftertaste 6.1 (not sour), and preference 4.5 (liked). The conclusion of this study is that the pH treatment of the soaking solution significantly affects moisture content, ash, fat, protein, carbohydrates, oil absorption capacity, L color, and b* color, while the soaking time treatment does not significantly affect the physicochemical characteristics of honey sweet potato french fries. Honey sweet potatoes can be developed into honey sweet potato french fries using a preliminary pH treatment of the solution with citric acid and CaCl2. | |
| 46677 | 50080 | L1B020024 | Penambahan Larutan Daun Pepaya dan Kunyit dalam Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Efisiensi Pakan Nilem (Osteochillus vittatus) | Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) merupakan ikan air tawar yang memiliki potensi ekonomi tinggi karena rasanya yang enak dan digemari konsumen, namun pertumbuhan yang lambat selama proses budidaya masih menjadi kendala umum bagi pembudidaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan daun pepaya dan kunyit dalam pakan terhadap pertumbuhan dan efisiensi pakan ikan nilem (Osteochillus vittatus). Penelitian menggunakan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (50 mL/kg pakan), P2 (75 mL/kg pakan), dan P3 (100 mL/kg pakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan larutan daun pepaya dan kunyit berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat dan panjang mutlak ikan (P<0,05), dengan perlakuan P3 menunjukkan hasil tertinggi masing-masing sebesar 10,3 gram dan 2,45 cm. Namun, penambahan larutan tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan survival rate ikan nilem (P>0,05). Meskipun demikian, terdapat tren peningkatan SGR seiring peningkatan dosis. Pada parameter efisiensi pakan, terdapat pengaruh nyata (P<0,05), di mana perlakuan P3 menghasilkan efisiensi tertinggi sebesar 40,39%. Seluruh perlakuan menunjukkan tingkat kelangsungan hidup yang tinggi dan stabil. Kualitas air selama penelitian juga berada dalam kisaran optimal menurut standar SNI, meliputi suhu (25,3–29,0 °C), pH (7,64–8,68), dan oksigen terlarut (6,0–6,4 mg/L). Dengan demikian, dosis 100 mL/kg pakan merupakan dosis optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan tanpa menurunkan kelangsungan hidup ikan nilem. | Nilem fish (Osteochilus vittatus) is a freshwater species with high economic potential due to its delicious taste and popularity among consumers however, slow growth during the cultivation process remains a common challenge for fish farmers. This study aims to examine the effect of adding papaya leaf and turmeric extract to feed on the growth and feed efficiency of nilem fish (Osteochillus vittatus). The study employed four treatments: P0 (control), P1 (50 mL/kg feed), P2 (75 mL/kg feed), and P3 (100 mL/kg feed). The results showed that the addition of papaya and turmeric extract had a significant effect on absolute weight and length growth (P<0.05), with P3 achieving the highest results at 10.3 grams and 2.45 cm, respectively. However, the addition did not significantly affect the specific growth rate (SGR) and survival rate (P>0.05), although a numerical increase in SGR was observed with higher doses. Feed efficiency was significantly affected (P<0.05), with P3 producing the highest value at 40.39%. All treatments exhibited high and stable survival rates. Water quality during the study remained within optimal ranges as per Indonesian standards, including temperature (25.3–29.0 °C), pH (7.64–8.68), and dissolved oxygen (6.0–6.4 mg/L). Therefore, a dosage of 100 mL/kg feed is considered optimal in enhancing growth and feed efficiency without negatively affecting the survival of nilem fish. | |
| 46678 | 50081 | A1C021077 | PENGARUH VARIASI METODE IRIGASI DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN PADI KETAN LUSI | Padi ketan varietas Lusi menunjukkan tren konsumsi yang terus meningkat dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan di lahan marginal yang luas di Indonesia. Budidaya pada lahan marginal memiliki tantangan dalam menghadapi keterbatasan kesuburan tanah dan ketersediaan air. Penelitian ini dilakukan untuk mengoptimalkan pertumbuhan fisiologis padi ketan Lusi melalui optimasi kebutuhan air dan penyerapan unsur hara tanaman. Optimasi ini dilakukan melalui variasi metode irigasi, yaitu konvensional dan alternate wetting and drying (AWD), serta jarak tanam 20×20 cm dan 30×30 cm. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kombinasi metode AWD dengan jarak tanam 30×30 cm (P2J2) menghasilkan pertumbuhan terbaik dengan tinggi tanaman 122,5 cm, jumlah anakan 27 batang/rumpun, jumlah daun 124 helai/rumpun, panjang akar 15,1 cm, bobot akar basah 69,3 g, dan bobot akar kering 42,1 g. Perlakuan ini juga mampu menghemat sekitar 150 mm air per musim tanam tanpa menurunkan hasil. Dengan demikian, metode AWD pada jarak tanam lebar dapat menjadi strategi budidaya berkelanjutan untuk varietas Lusi di lahan marginal melalui peningkatan efisiensi air sekaligus optimalisasi pertumbuhan vegetatif. | The Lusi glutinous rice variety shows a growing consumption trend and offers significant potential for development on Indonesia's vast, marginal lands. Cultivation on marginal lands presents challenges due to limited soil fertility and water availability. This research was conducted to optimize the physiological growth of Lusi glutinous rice by optimizing water requirements and nutrient uptake. This optimization was achieved through a variety of irrigation methods, namely conventional and alternate wetting and drying (AWD), with plant spacings of 20x20 cm and 30x30 cm. The results showed that the combination of the AWD method with a 30x30 cm spacing (P2J2) produced the best growth, with a plant height of 122.5 cm, 27 tillers per hill, 124 leaves per hill, a root length of 15.1 cm, a wet root weight of 69.3 g, and a dry root weight of 42.1 g. This treatment also saved approximately 150 mm of water per growing season without reducing yield. Thus, the AWD method at wide plant spacing can be a sustainable cultivation strategy for the Lusi variety on marginal land by increasing water efficiency while optimizing vegetative growth. | |
| 46679 | 50082 | L1B020050 | Profil Darah Dan Sintasan Ikan Nilem (Osteochilus Vittatus) Dengan Penambahan Larutan Daun Pepaya Dan Kunyit Pada Pakan Komersial | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan larutan daun pepaya dan kunyit pada pakan komersial terhadap profil darah meliputi total eritrosit, hemoglobin, glukosa darah dan sintasan ikan nilem (Osteochillus vittatus). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan (P0: 0 mL/kg pakan; P1: 50 mL/kg pakan; P2: 75 mL/kg pakan; dan P3: 100 mL/kg pakan) dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik ANOVA. Hasil total eritrosit, hemoglobin, glukosa darah dan sintasan menunjukkan nilai (P>0,05) yang berarti penambahan larutan daun pepaya dan kunyit tidak berbeda nyata terhadap profil darah dan sintasan ikan nilem. Total eritrosit yang diperoleh berkisar 1,9±0,88-3,61±1,67×10⁶ sel/mm³. Kadar hemoglobin yang diperoleh berkisar 9,36±1,64-11,23±0,17 g/dL. Nilai glukosa darah yang diperoleh berkisar 96,33±18,87-114,67±25,89 mg/dL. Pada parameter sintasan, seluruh perlakuan menunjukkan hasil sebesar 100%, sedangkan kontrol 90%. Hasil kualitas air berada dalam kisaran optimal dengan suhu berkisar antara 25–28 °C; pH 7,64– 8,68; dan DO 6,0–6,4 mg/L. Penambahan larutan daun pepaya dan kunyit 50 mL, 75 mL, dan 100 mL pada pakan komersial menunjukkan profil darah meliputi total eritrosit, hemoglobin, glukosa darah dan sintasan dalam nilai kisaran yang normal. | This study aims to determine the effect of adding papaya leaf and turmeric solutions to commercial feed on blood profiles, including total erythrocytes, hemoglobin, blood glucose, and survival of tilapia (Osteochillus vittatus). This study employed a completely randomized design (CRD) experimental method consisting of four treatments (P0: 0 mL/kg feed; P1: 50 mL/kg feed; P2: 75 mL/kg feed; and P3: 100 mL/kg feed) with three replicates. The data obtained were analyzed using ANOVA. The results for total erythrocytes, hemoglobin, blood glucose, and survival rate showed values (P>0.05), The addition of papaya leaf and turmeric extracts did not significantly affect. The total erythrocyte count ranged 1.9±0.88-3.61±1.67×10⁶ cells/mm³. Hemoglobin levels 9.36±1.64- 11.23±0.17 g/dL. Blood glucose levels ranged 96.33±18.87-114.67±25.89 mg/dL. For survival rate, all treatments showed a result of 100% and control group showed 90%. Water quality results were within the optimal range with temperatures ranging from 25–28°C; pH 7.64–8.68; and DO 6.0–6.4 mg/L. The addition of 50 mL, 75 mL, and 100 mL of papaya leaf and turmeric solutions to commercial feed showed blood profiles including total erythrocytes, hemoglobin, blood glucose, and survival within normal ranges. | |
| 46680 | 50083 | F1D021076 | POLITIK IMPLEMENTASI KEBIJAKAN E-GOVERNMENT MELALUI APLIKASI JAKARTA KINI (JAKI) DI DKI JAKARTA | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses politik implementasi kebijakan E-government di DKI Jakarta yang diwujudkan melalui kanal pengaduan terintegrasi bernama JakLapor. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pemahaman bahwa implementasi kebijakan, terutama yang menuntut koordinasi lintas sektor, tidak pernah berlangsung dalam ruang yang steril dari dinamika kekuasaan, kepentingan, dan potensi ego sektoral. Kondisi ini menuntut adanya strategi politik yang tepat untuk mengamankan jalannya kebijakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan. Teknik penentuan informan dilakukan melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumen. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan menggunakan kerangka teori kebijakan publik dan teori implementasi kebijakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menempuh langkah strategis melalui pembentukan BLUD Jakarta Smart City sebagai pusat kendali, penguatan legitimasi hukum melalui SK Sekda No. 99 Tahun 2022 tentang Pedoman Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat melalui Aplikasi CRM, serta penerapan insentif berbasis kinerja seperti Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) untuk mendorong kepatuhan ASN. Political will dari pimpinan daerah, terutama Gubernur dan Sekretaris Daerah, berperan sebagai faktor kunci dalam menjaga konsistensi kebijakan di tengah dinamika birokrasi. Adapun hambatan yang diidentifikasi mencakup tantangan teknis pada integrasi aplikasi antar perangkat daerah dan keterbatasan pemahaman publik mengenai kewenangan pemerintah daerah. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa implementasi kebijakan publik tidak hanya berlandaskan prosedur normatif, melainkan merupakan proses politik yang membutuhkan kalkulasi strategis dalam mengelola kepentingan dan mengoptimalkan hasil program secara berkelanjutan. | This study aims to analyze the political process of implementing E-government policies in DKI Jakarta, which is realized through an integrated complaint channel called JakLapor. The background of this study is based on the understanding that policy implementation, especially those that require cross-sectoral coordination, never takes place in a space that is free from the dynamics of power, interests, and potential sectoral egos. This condition requires an appropriate political strategy to secure the implementation of policies. This study uses a qualitative method with a field study approach. Informant selection was conducted through purposive sampling. Data was collected through in-depth interviews, observations, and document studies. Data analysis was conducted using the interactive analysis approach by Miles and Huberman, which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Using the framework of public policy theory and policy implementation theory, the research findings indicate that the Jakarta Provincial Government has taken strategic steps through the establishment of the Jakarta Smart City BLUD as a control center, strengthening legal legitimacy through the SK Sekda No. 99 Tahun 2022 on Guidelines for Follow-Up Actions on Public Complaints through the CRM Application, and implementing performance-based incentives such as Additional Employee Income (TPP) to encourage obedience among civil servants. The political will of regional leaders, especially governors and regional secretaries, plays a key role in maintaining policy consistency amid bureaucratic dynamics. The identified obstacles include technical challenges in integrating applications between regional agencies and limitations in public understanding of regional government authority. The research conclusion emphasizes that public policy implementation is not only based on normative procedures, but is a political process that requires strategic calculations in managing interests and optimizing program outcomes in a sustainable way. |