Artikelilmiahs

Menampilkan 46.521-46.540 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4652149902H1E021073USULAN PERBAIKAN BEBAN KERJA BERDASARKAN PENDEKATAN CARDIOVASCULAR LOAD (CVL) DAN WORKLOAD ANALYSIS (WLA) PADA PEKERJA SEWING MACHINE BAGIAN PAPER BAG DIVISION (PBD) PT XYZBeban kerja merujuk pada perbandingan antara jumlah tugas serta tuntutan pekerjaan dengan sumber daya yang tersedia untuk menyelesaikannya. Penilaian beban kerja sangat penting dalam merancang maupun menyempurnakan sistem kerja yang sudah ada. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang material bangunan ini ditemukan permasalahan pada pekerja Sewing Machine bagian Paper Bag Division berupa ketidakseimbangan jumlah karyawan dan kelelahan kerja akibat beban kerja yang besar. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis beban kerja fisik menggunakan metode Cardiovascular Load (CVL) dan Workload Analysis (WLA) pada bagian Paper Bag Division PT XYZ serta memberikan usulannya. Penelitian ini menggunakan metode CVL untuk mengetahui beban kerja fisik pekerja berdasarkan pengukuran denyut nadi, umur, dan jenis kelamin, serta metode WLA untuk mengetahui beban kerja berdasarkan produktivitas kerja. Hasil penelitian dari 9 pekerja yang diteliti didapatkan nilai CVL tertinggi pada pekerja 1 sebesar 49,14% dan nilai terendah 34,49% pada pekerja 2. Berdasarkan nilai WLA sendiri didapatkan nilai tertinggi sebesar 178% pada pekerja 1, dan nilai terendah sebesar 128% pada pekerja 2. Usulan penambahan pekerja yang diusulkan sebanyak 2 pekerja dengan mengurangi total beban kerja rata-rata yang sebelumnya 152% sebanyak 9 orang menjadi 124% sebanyak 11 pekerja pada bagian sewing machine.Workload refers to the ratio between the number of tasks and job demands and the resources available to complete them. Workload assessment is very important in designing and improving existing work systems. PT XYZ, a company operating in the building materials sector, identified issues among workers in the Sewing Machine section of the Paper Bag Division, including an imbalance in the number of employees and work-related fatigue due to high workload. The objective of this study is to analyze physical workload using the Cardiovascular Load (CVL) and Workload Analysis (WLA) methods in the Paper Bag Division of PT XYZ and to provide recommendations. This study used the CVL method to determine the physical workload of workers based on heart rate measurements, age, and gender. The WLA method to determine workload based on work productivity. The results of the study on 9 workers showed the highest CVL value of 49.14% for Worker 1 and the lowest value of 34.49% for Worker 2. Based on the WLA values, the highest value was 178% for Worker 1, and the lowest value was 128% for Worker 2. The proposed addition of two workers would reduce the average total workload from 152% for nine workers to 124% for 11 workers in the sewing machine division.
4652249903F1D021057KETIMPANGAN RELASI KUASA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENANGANAN PASCA PENUTUPAN PETI DI DESA PANCURENDANG Penutupan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Pancurendang menyebabkan krisis sosial ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada tambang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan teori relasi aktor untuk menganalisis dinamika kekuasaan dalam penanganan pasca penutupan tambang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah kabupaten mendominasi kebijakan secara top-down tanpa melibatkan aktor lokal. Pemerintah desa memiliki legitimasi sosial tetapi minim kewenangan dan kapasitas, sementara masyarakat terdampak kehilangan agensi dan ruang partisipasi. Ketimpangan relasi kuasa menyebabkan kebijakan pemulihan tidak responsive dan menciptakan eksklusi sosial. Studi ini menekankan pentingnya pemberdayaan aktor lokal dan pembukaan ruang negosiasi dalam merancang kebijakan pasca penutupan tambang yang adil dan adaptif terhadap kondisi lokal.The closure of illegal gold mining (PETI) in Pancurendang Village has caused a socioeconomic crisis for communities dependent on the mine. This study uses a qualitative approach and actor relations theory to analyze the power dynamics in post-mine closure management. The results show that the district government dominates top-down policymaking without involving local actors. Village governments possess social legitimacy but lack authority and capacity, while affected communities lack agency and participation. This imbalance in power relations results in unresponsive recovery policies and creates social exclusion. This study emphasizes the importance of empowering local actors and opening up negotiation space in designing post-mine closure policies that are equitable and adaptable to local conditions.
4652349909H1C021034DINAMIKA SEDIMENTAS MUARA SUNGAI SERAYU BERDASARKAN ANALISIS GEOKIMIASedimentasi muara sungai merupakan kawasan yang kompleks dikarenakan dipengaruhi oleh proses fluvial dan laut. Muara Sungai Serayu merupakan wilayah akumulasi dari aliran Sungai Serayu yang membawa material sedimentasi dari formasi-formasi batuan dari 5 kabupaten di Jawa Tengah. Data inti sedimen yang diambil menggunakan pemboran dilakukan analisis granulometri dan geokimia X-Ray Fluorescence (XRF) untuk mengetahui karakteristik sedimentasi dan pengendapan. Hasil analisis megaskopis dan granulometri Muara Sungai Serayu pada Zaman Kuarter terdiri dari 5 fasies pengendapan yaitu Endapan Estuari, Endapan Alur Sungai (channel), Endapan Pantai Bagian Depan (foreshore), Endapan Saluran Masuk Pasang Surut (Tidal Inlet), dan Endapan Limpah Banjir (Floodplain). Analisis geokimia menghasilkan tiga kelompok unsur rombakan (Al, K, Rb, Zr, Zn, dan Cu); unsur pengkayaan (V, Cr, Fe, dan Ti); dan unsur karbonatan (Sr dan Ca). Unsur jejak yang mengalami pengayaan yaitu V, Cr, dan Mn; unsur jejak yang mengalami pemiskinan yaitu Ni, dan Cu. Proksi input sedimen Ti/Al dan (Zr+Rb)/Rb menandakan peningkatan sedimentasi darat dan silistiklastik pada Endapan Alur Sungai dan Endapan Limpah Banjir. Proksi Si/Al pola pengendapan menghalus keatas kecuali pada Endapan Foreshore. Proksi paleoweathering (Rb/Sr & Rb/K) menunjukkan Endapan Alur Sungai dan Endapan Limpah Banjir mengalami tingkat pelapukan tertinggi. Proksi paleosalinitas Ca/(Ca+Fe) menandakan peningkatan salinitas yang tinggi pada Endapan Foreshore dan Endapan Tidal Inlet. Proksi V/Cr dan Cu/Zn menunjukkan kondisi redoks oksik hingga suboksik. Proksi paleohidrodinamika dan paleodepth (Zr/Rb & Fe/Mn) menandakan pengendapan Endapan Alur Sungai, Endapan Foreshore, dan Endapan Limpah Banjir terjadi pada kedalaman dangkal dan hidrodinamika kuat; sementara Endapan Tidal Inlet dan Endapan Estuari terendapkan pada kedalaman yang lebih dalam dengan hidrodinamika lemah.Mouth river sedimentation is a complex area because fluvial and marine processes influence it. The Serayu River estuary is an accumulation area for the Serayu River's flow, which carries sedimentation material from rock formations in five districts of Central Java. Sediment core data taken using drilling was analyzed by granulometry and geochemistry X-Ray Fluorescence (XRF) to determine the characteristics of sedimentation and deposition. The results of megascopic and granulometric analysis of the Serayu River Estuary in the Quaternary Period consisted of 5 depositional facies: Estuary Deposits, Channel Deposits, Foreshore Deposits, Tidal Inlet Deposits, and Floodplain Deposits. Geochemical analysis classified three groups of chemical elements: lithogenic elements (Al, K, Rb, Zr, Zn, and Cu); enrichment elements (V, Cr, Fe, and Ti); and carbonate elements (Sr and Ca). Trace elements that experience enrichment are V, Cr, and Mn; trace elements that experience impoverishment are Ni and Cu. Sediment input proxies Ti/Al and (Zr+Rb)/Rb indicate increases in terrestrial and siliciclastic sediment in Channel Deposits and Floodplain Deposits. The Si/Al proxy indicated a fining-upward pattern except in Foreshore Deposits. Paleoweathering proxies (Rb/Sr & Rb/K) show that Channel Deposits and Floodplain Deposits experience the highest level of weathering. Paleosalinity proxy Ca/(Ca+Fe) indicates a high increase in salinity in the Foreshore and Tidal Inlet Deposits. V/Cr and Cu/Zn proxies indicate oxic to suboxic redox conditions. Paleohydrodynamic and paleodepth proxies (Zr/Rb & Fe/Mn) indicate that deposition of Channel Deposits, Foreshore Deposits, and Floodplain Deposits occurred at shallow depths and with strong hydrodynamics, while Tidal Inlet Deposits and Estuary Deposits were deposited at greater depths with weak hydrodynamics.
4652449941C1L018012PENGARUH MAGANG KEPENDIDIKAN MBKM, MINAT MENJADI GURU, DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP KESIAPAN KERJA MENJADI GURU PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANKesiapan kerja menjadi guru sangat dipengaruhi oleh empat kompetensi utama yang wajib dimiliki oleh seorang guru, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional. Namun semakin maraknya transformasi zaman yang memanfaatkan teknologi dan informasi literasi digital sangat mempengaruhi kesiapan kerja menjadi guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh magang kependidikan MBKM, minat menjadi guru, dan literasi digital terhadap kesiapan kerja menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Analisis data pada penelitian ini menggunakan SEM-PLS 4.0. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 59 mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2019–2022 yang telah mengikuti program Magang Kependidikan MBKM.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Variabel magang kependidikan MBKM berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja menjadi guru sebesar 30,7%. (2) Variabel minat menjadi guru berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja menjadi guru sebesar 29,9%. (3) Variabel literasi digital berpengaruh positif signifikan terhadap kesiapan kerja menjadi guru sebesar 25,2%.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan pentingnya pelaksanaan magang kependidikan yang berkualitas dalam rangka mempersiapkan lulusan yang siap kerja. Maka dari itu, perlu penguatan kerja sama dengan sekolah-sekolah mitra, pelatihan pembimbing lapangan, dan evaluasi program secara berkala. Penting juga bagi mahasiswa calon guru untuk terus mengembangkan minat pada profesi guru dan mengembangkan kemampuan literasi digital, baik secara mandiri maupun melalui pelatihan dan workshop yang tersedia agar dapat meningkatkan kesiapan kerja menjadi guru.

Kata Kunci: Magang kependidikan, minat menjadi guru, literasi digital, kesiapan kerja
Readiness to work as a teacher is strongly influenced by four main competencies that must be possessed by a teacher, namely pedagogical competence, personal competence, social competence, and professional competence. However, with the increasing pace of transformation in the digital era that utilizes technology and information, digital literacy has a significant impact on teacher work readiness. Therefore, this study aims to analyze the influence of the MBKM teaching internship program, interest in becoming a teacher, and digital literacy on the work readiness of students in the Economics Education Program at Jenderal Soedirman University.
After analyzing the data with SEM-PLS 4.0, it was found that the MBKM teaching internship, interest in teaching, and digital literacy all have a positive and significant effect on students' readiness to work as teachers.
The results of this study indicate that: (1) The MBKM teaching internship variable has a significant positive effect on work readiness to become a teacher, amounting to 30.7%. (2) The interest in becoming a teacher variable has a significant positive effect on work readiness to become a teacher, amounting to 29.9%. (3) The digital literacy variable has a significant positive effect on work readiness to become a teacher, amounting to 25.2%.
The implications of this study highlight the importance of implementing high-quality teaching internships to prepare graduates who are ready for the workforce. Therefore, it is necessary to strengthen collaboration with partner schools, provide training for field supervisors, and regularly evaluate the program. It is also essential for prospective teachers to continue developing an interest in the teaching profession and enhance their digital literacy skills, either independently or through available training and workshops, in order to improve their work readiness to become professional educators.


Keywords: Teaching internship, interest in becoming a teacher, digital literacy, work readiness.
4652549904E1A021152IMPLEMENTASI HUKUM BANTUAN SOSIAL USAHA EKONOMI
PRODUKTIF KEPADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) UNTUK
KESEJAHTERAAN SOSIAL PEREMPUAN
(Studi di Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten
Banyumas)
IMPLEMENTASI HUKUM BANTUAN SOSIAL USAHA EKONOMI
PRODUKTIF KEPADA KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE) UNTUK
KESEJAHTERAAN SOSIAL PEREMPUAN
(Studi di Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten
Banyumas)
Oleh:
WIDYA OKTAVIANI
E1A021152
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi hukum bantuan sosial Usaha
Ekonomi Produktif (UEP) kepada Kelompok Usaha Bersama (KUBE) untuk
kesejahteraan sosial perempuan dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris.
Penelitian ini berlokasi di Dinas Sosial Dan Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa
Kabupaten Banyumas. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data
sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi hukum bantuan sosial
UEP kepada KUBE untuk kesejahteraan sosial perempuan di Dinas Sosial Dan
Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Kabupaten Banyumas telah terimplementasi
dengan baik yang dapat dibuktikan dengan parameter baiknya implementasi
pemenuhan kriteria dan persyaratan penerima bantuan sosial usaha ekonomi
produktif; baiknya implementasi bentuk bantuan sosial usaha ekonomi produktif;
baiknya implementasi mekanisme permohonan dan pencairan usaha ekonomi
produktif; baiknya implementasi pendampingan bantuan sosial usaha ekonomi
produktif; baiknya implementasi pemantauan, evaluasi, dan pelaporan bantuan
sosial usaha ekonomi produktif; baiknya implementasi keberlanjutan dan dampak
bantuan sosial usaha ekonomi produktif pada kesejahteraan sosial perempuan.
Faktor yang memengaruhi implementasi hukum bantuan sosial UEP kepada KUBE
untuk kesejahteraan sosial perempuan yaitu faktor yang mendukung meliputi,
tersedianya aturan mengenai bantuan sosial UEP kepada KUBE, strategi penargetan
melalui rekomendasi KPM-PKH, adanya embrio usaha yang sudah dimiliki calon
anggota KUBE, besarnya antusiasme masyarakat dalam membentuk dan mendaftar
KUBE, adanya pelatihan dari pendamping kepada KUBE, semangat gotong royong
antar anggota KUBE, partisipasi aktif dari anggota KUBE perempuan. Faktor
penghambat meliputi kurang memadainya stok bahan baku yang memperlambat
pelaporan SPJ, kondisi geografis beberapa tempat KUBE yang susah dijangkau
ketika proses pemantauan dan evaluasi
Kata Kunci : Bantuan Sosial ; Implementasi Hukum ; Kesejahteraan Sosial
Perempuan ; KUBE ; UEP
LEGAL IMPLEMENTATION OF PRODUCTIVE ECONOMIC ENTERPRISE
SOCIAL ASSISTANCE FOR KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUBE)
FOR THE SOCIAL WELFARE OF WOMEN
(Study at the Social and Community Empowerment Agency of Banyumas
Regency)
By:
WIDYA OKTAVIANI
E1A021152
ABSTRACT
This study aims to analyze the legal implementation of Usaha Ekonomi Produktif
(UEP) social assistance for Kelompok Usaha Bersama (KUBE) for women's social
welfare and the factors influencing it. This research is a qualitative study with an
empirical juridical approach, located at the Social and Community Empowerment
Agency of Banyumas Regency. The data used were primary and secondary data.
The results of the study show that the legal implementation of UEP social assistance
for KUBE for women's social welfare at the Social and Community Empowerment
Agency of Banyumas Regency has been well implemented, which can be proven by
the good implementation of the following parameters: fulfillment of the criteria and
requirements for social assistance recipients; fulfillment of the form of social
assistance; the mechanism for UEP application and disbursement; UEP social
assistance accompaniment; monitoring, evaluation, and reporting of UEP social
assistance; and the sustainability and impact of UEP social assistance on women's
social welfare. The factors influencing the legal implementation of UEP social
assistance for KUBE for women's social welfare include supporting factors such
as the availability of regulations regarding UEP social assistance for KUBE, a
targeting strategy through KPM-PKH recommendations, the existence of a business
embryo already owned by prospective KUBE members, high community
enthusiasm in forming and registering KUBE, training provided by companions to
KUBE, a spirit of mutual cooperation among KUBE members, and the active
participation of women KUBE members. Inhibiting factors include the inadequate
supply of raw materials, which slows down the SPJ reporting process, and the
geographical conditions of some KUBE locations, which are difficult to reach
during monitoring and evaluation.
Keywords: Social Assistance; Legal Implementation; Women's Social Welfare;
KUBE; UEP
4652649905F1A020020PERSEPSI MAHASISWA PENGURUS UNIT KEROHANIAN ISLAM (UKI)
FFISIP UNSOED TERHADAP CHILDFREE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa pengurus Unit Kerohanian
Islam (UKI) FISIP Unsoed terhadap fenomena childfree serta faktor-faktor yang membentuk
pandangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data
dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori
interaksionisme simbolik dari Herbert Blumer digunakan untuk memahami bagaimana makna
sosial terbentuk melalui interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar
informan menolak konsep childfree karena alasan agama dan budaya. Namun, terdapat juga
informan yang bersikap netral atau mendukung atas dasar kesehatan, kondisi psikologis, atau
pertimbangan lingkungan. Faktor-faktor yang memengaruhi persepsi mereka meliputi
pengalaman pribadi, lingkungan sosial, pengetahuan, serta nilai-nilai yang dianut. Temuan ini
menunjukkan bahwa dalam komunitas religius sekalipun, persepsi terhadap
isu childfree bersifat beragam dan dipengaruhi oleh proses negosiasi makna melalui interaksi
sosial.
This study aims to explore the perceptions of student administrators of the Islamic Spiritual
Unit (UKI) at FISIP Unsoed regarding the childfree phenomenon and the factors shaping
these views. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through in-depth
interviews, observation, and documentation. Herbert Blumer’s symbolic interactionism
theory was employed to understand how social meanings are constructed through
interaction. The findings show that most informants reject the childfree concept due to
religious and cultural reasons. However, some informants remain neutral or support it based
on health, psychological conditions, or environmental considerations. Factors influencing
their perceptions include personal experiences, social environment, knowledge, and values
held. These results indicate that even within a religious community, perceptions of
the childfree issue are diverse and shaped by ongoing negotiation of meanings through social
interaction.
4652749907F1A021101PERUBAHAN TRADISI COWONGAN SEBAGAI RITUAL PEMANGGIL HUJAN MENJADI SENI PERTUNJUKAN DI KARANGLEWASPenelitian ini mendeskripsikan perubahan cowongan dari ritual pemanggil hujan menjadi seni pertunjukan yang berada di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi serta penentuan informan menggunakan snowball sampling. Tradisi cowongan merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat agraris Banyumas dengan tujuan untuk memohon turunnya hujan pada musim kemarau panjang. Dalam pelaksanaannya, cowongan sebagai ritual menggunakan boneka cowong, tembang doa, dan sesaji. Seiring perkembangan zaman, cowongan di Desa Pangebatan, Kecamatan Karanglewas mengalami perubahan menjadi seni pertunjukan yang bertujuan sebagai hiburan tetapi juga sebagai pelestarian budaya. Seni pertunjukan cowongan awalnya tidak diterima baik oleh masyarakat, namun karena pertunjukan cowongan sering diadakan maka masyarakat mulai menerima. Unsur utama seperti boneka cowong dan tembang doa tetap dipertahankan namun ditambahkan dan dikemas lebih kreatif melalui tambahan tarian, musik pengiring, dan kolaborasi kesenian lokal sehingga lebih menarik dan mudah diterima masyarakat luas. Perubahan tersebut disebabkan oleh modernisasi, menurunnya kepercayaan terhadap hal mistis, meningkatnya pendidikan, dan peran tokoh budaya lokal. Perubahan ini memberikan dampak positif pada aspek sosial, budaya, dan ekonomi, namun minimnya perhatian pemerintah daerah menimbulkan kekhawatiran akan keberlangsungan tradisi ini. Diperlukan strategi pelestarian yang berkelanjutan agar cowongan tetap menjadi identitas Banyumas.This research describes the transformation of cowongan from a rain-calling ritual to a performing art form in Pangebatan Village, Karanglewas District. The research method uses descriptive qualitative with data collection techniques including interviews, observation, and documentation, and informant selection using snowball sampling. The cowongan tradition is a ritual performed by the agrarian community of Banyumas with the aim of praying for rain during the long dry season. In its execution, cowongan as a ritual uses a cowong puppet, prayer songs, and offerings. As times have changed, cowongan in Pangebatan Village, Karanglewas District, has evolved into a performing art form that serves not only as entertainment but also as a means of cultural preservation. The cowongan performance art was initially not well-received by the community, but because cowongan performances were held frequently, the community began to accept it. Key elements such as the cowong doll and prayer songs are still maintained but are enhanced and packaged more creatively thru the addition of dance, accompanying music, and collaborations with local art forms, making it more appealing and easily accepted by the wider community. These changes are caused by modernization, declining belief in the mystical, increasing education, and the role of local cultural figures. This change has a positive impact on social, cultural, and economic aspects, but the lack of attention from local governments raises concerns about the sustainability of this tradition. Sustainable conservation strategies are needed to ensure that cowongan remains a Banyumas identity.
4652849908B1A021020Karakteristik Mikromorfologi Dan Analisis Kandungan Flavonoid
Hypnum cupressiforme var. filiforme Brid.
di Kebun Raya Baturraden
Hypnum cupressiforme var. filiforme merupakan jenis lumut daun dari famili Hypnaceae yang tumbuh di substrat yang lembab dengan filoid berwarna hijau kekuningan, berukuran kecil, berbentuk lanset dan ujung meruncing. Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi adaptasi pada lumut secara struktural melalui perubahan struktur morfologi dan secara fisiologis dengan memproduksi metabolit sekunder seperti flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap karakteristik mikromorfologi dan kandungan flavonoid H. cupressiforme var. filiforme serta menentukan kandungan flavonoid tertinggi dalam H. cupressiforme var. filiforme pada berbagai ketinggian tempat di Kebun Raya Baturraden. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei eksploratif dan teknik pengambilan sampel purposive sampling di Kebun Raya Baturraden pada range ketinggian 600-900 mdpl dari bulan November 2024 - April 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan ketinggian tempat menyebabkan terjadinya perubahan karakter mikromorflologi pada filoid dan spora serta kandungan flavonoid H. cupressiforme var. filiforme di Kebun Raya Baturraden. Semakin tinggi lokasi tempat tumbuh lumut maka ukuran filoid dan spora menjadi lebih besar, serta menyebabkan peningkatan produksi flavonoid pada H. cupressiforme var. filiforme. Kandungan flavonoid tertinggi sebesar 60,51 mg QE/g dari ekstrak H. cupressiforme var. filiforme diperoleh pada ketinggian 801-900 mdpl di Kebun Raya Baturraden.Hypnum cupressiforme var. filiforme is a species of moss from the family Hypnaceae that grows on moist substrates, characterized by yellowish-green phyllids that are small, lanceolate, and acuminate. Environmental conditions can influence moss adaptation structurally, through changes in morphological structures, and physiologically, by producing secondary metabolites such as flavonoids. This study aimed to investigate the effect of altitude on the micromorphological characteristics and flavonoid content of H. cupressiforme var. filiforme, as well as to determine the highest flavonoid content of H. cupressiforme var. filiforme at various altitudes in Baturraden Botanical Garden. The research was conducted using an exploratory survey method with purposive sampling at altitudes ranging from 600 to 900 m a.s.l. in Baturraden Botanical Garden from November 2024 to April 2025. The results showed that differences in altitude caused changes in the micromorphological characteristics of the phylloids and spores as well as the flavonoid content of H. cupressiforme var. filiforme in the Baturraden Botanical Garden. The higher the location where the moss grows, the larger the phylloids and spores become, and this causes an increase in flavonoid production in H. cupressiforme var. filiforme. The highest flavonoid content of 60.51 mg QE/g from the extract of H. cupressiforme var. filiforme was obtained at an altitude of 801-900 masl in the Baturraden Botanical Garden.
4652949910F1A021115TREND FASHION CEWEK BUMI SEBAGAI REPRESENTASI DIRI GENERASI Z PADA MAHASISWI FISIP UNSOED ANGKATAN 2021 Trend fashion cewek bumi merupakan salah satu jenis trend fashion yang memadukan pakaian dengan warna bumi, seperti hijau, biru, dan coklat. Jenis fashion ini tidak hanya berfungsi dari segi estetika saja, tetapi juga digunakan sebagai simbol identitas diri generasi Z. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan pemaknaan mahasiswi FISIP Unsoed sebagai generasi Z tentang trend fashion cewek bumi dan bentuk representasi diri yang ingin mereka tunjukkan melalui trend fashion cewek bumi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan lima informan mahasiswi FISIP Unsoed angkatan 2021 yang menggunakan fashion cewek bumi. Tenik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi Z memaknai fashion cewek bumi sebagai jenis gaya berpakaian yang tidak dapat dilepaskan dari warna bumi, seperti hijau, biru, coklat, dan warna-warna netral lainnya. Generasi Z merepresentasikan dirinya melalui fashion cewek bumi untuk mencerminkan identitas atau jati dirinya yang sederhana, santai, kalem, ceria, dan simbol akademis. Earth girl trend fashion is one type of fashion trend that combines clothing with earthy colours, such as green, blue, and brown. This fashion style serves not only an aesthetic purpose but is also used as a symbol of self-identity for generation Z. The aim of this study is to describe the interpretation of female students at FISIP Unsoed, as Generation Z, regarding the earth girl fashion trend and the form of self-representation they wish to convey through this trens. The method used in this study is a descriptive qualitative method. The technique for determining informants in this study uses purposive sampling with five female student informants from the Faculty of Social Science and Political Science (FISIP) at Unsoed, class of 2021, who use earth girl fashion. The data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observation, and documentation. The research result show that generation Z interprets earth girl fashion as type of clothing that cannot be separated from earthy colours such as green, blue, brown, and other neutral colours. Generation Z represents themselves through earth girl fashion to reflect their simple, easygoing, calm, cheerful, and academic or true self.
4653049911K1B019069PENENTUAN JALUR TERPENDEK EVAKUASI TSUNAMI DESA WIDARAPAYUNG WETAN MENGGUNAKAN ALGORITMA A-STARPantai selatan Jawa memiliki potensi tsunami yang tinggi, salah satunya adalah Pantai Widarapayung Wetan. Oleh karena itu, perlu dikaji mengenai jalur evakuasi sebagai upaya mitigasi bencana. Pada penelitian ini, penentuan jalur evakuasi terpendek bencana tsunami dilakukan menggunakan algoritma A-Star dan data peta potensi tinggi tsunami Indonesia yang terdapat pada Galeri Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dengan parameter yang digunakan adalah jarak dan akses jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jalur evakuasi terpendek dari Pantai Widarapayung Wetan bagian Barat ke tempat pengungsian sementara yaitu 2.484 km, dari Pantai Widarapayung Wetan bagian Tengah ke tempat pengungsian sementara yaitu 2.507 km, dan dari Pantai Widarapayung bagian Timur ke tempat pengungsian sementara yaitu 3.711 km. Selain itu, dapat disimpulkan juga bahwa penentuan jalur terpendek menggunakan algoritma A-Star lebih efektif dikarenakan adanya nilai heuristik.The southern coast of Java demonstrates a high tsunami potential, with Widarapayung Wetan Beach being a notable example. Therefore, it is essential to assess evacuation routes as a disaster-mitigation measure. In the present study, the determination of the shortest tsunami evacuation routes was conducted using the A-Star algorithm and Indonesia’s tsunami-height potential map data, obtained from the Gallery of the Center for Volcanology and Geological Hazard Mitigation. The parameters employed comprised distance and road accessibility. The results indicate that the shortest evacuation distances from the western, central, and eastern sectors of Widarapayung Wetan Beach to the temporary shelter are 2.484 km, 2.507 km, and 3.711 km, respectively. Moreover, it may be concluded that the application of the A-Star algorithm is more effective for determining the shortest route, because of inclusion of heuristic values.
4653149912A1D021111Karakter Morfologi Benih Kapulaga Lokal Banyumas (Wurfbainia compacta) Berdasarkan Kategori RumpunKapulaga (Wurfbainia compatum) merupakan komoditas rempah bernilai
tinggi yang penting untuk industri makanan, farmasi, dan kosmetik. Produksi kapulaga lokal
Banyumas menghadapi tantangan kualitas benih dan variabilitas morfologi yang
mempengaruhi produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi morfologi
benih kapulaga lokal Banyumas berdasarkan kategori rumpun dan jenis kapulaga yang
meliputi kapulaga merah besar, putih besar, merah kecil, dan merah akar hijau. Rancangan
percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap Petak Terbagi dengan faktor utama jenis
kapulaga dan subfaktor kategori rumpun (tinggi, sedang, pendek). Parameter yang diamati
meliputi karakter kualitatif dan kuantitatif seperti panjang tandan, bobot buah dan tandan,
diameter tandan, jumlah buah dan biji per buah, serta bobot biji. Analisis data menggunakan
ANOVA dua arah dan uji lanjut Tukey HSD pada taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan
perbedaan signifikan karakter morfologi benih antar jenis kapulaga dan kategori rumpun,
khususnya pada panjang tandan, diameter tandan, dan bobot buah serta tandan. Kapulaga
merah akar hijau memiliki panjang tandan terpanjang (90,88 mm), sementara rumpun tinggi
menunjukkan diameter tandan dan bobot buah tertinggi. Interaksi antara jenis kapulaga dan
kategori rumpun tidak signifikan pada sebagian besar parameter. Karakter kualitatif juga
memperlihatkan variasi warna kulit buah, bentuk, permukaan, keberadaan lendir, dan aroma
khas yang dapat digunakan sebagai indikator seleksi varietas unggul. Studi ini memberikan
informasi penting untuk seleksi benih dan pengembangan varietas kapulaga lokal yang
berkelanjutan, mendukung peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi di wilayah
Banyumas.
Cardamom (Wurfbainia compatum.) is a high-value spice commodity
important for the food, pharmaceutical, and cosmetic industries. The production of local
Banyumas cardamom faces challenges related to seed quality and morphological variability
affecting productivity. This study aims to characterize the seed morphology of local
Banyumas cardamom based on clump categories and cardamom types, including large red,
large white, small red, and green-root red cardamom. The experiment employed a split-plot
randomized complete block design with cardamom type as the main plot factor and clump
category (tall, medium, short) as the subplot factor. Observed parameters included
qualitative and quantitative traits such as cluster length, fruit and cluster weight, cluster
diameter, number of fruits and seeds per fruit, and seed weight. Data were analyzed using
two-way ANOVA and Tukey’s HSD test at a 5% significance level. Results indicated
significant differences in seed morphological traits among cardamom types and clump
categories, particularly in cluster length, cluster diameter, and fruit and cluster weight.
Green-root red cardamom exhibited the longest cluster length (90.88 mm), while tall clumps
showed the highest cluster diameter and fruit weight. Interaction effects between cardamom
type and clump category were mostly non-significant. Qualitative traits also revealed
variation in fruit skin color, shape, surface texture, mucilage presence, and distinctive aroma,
which could be used as indicators for elite varietal selection. This study provides valuable
information for seed selection and the sustainable development of local cardamom varieties,
supporting enhanced productivity and economic value in the Banyumas region.
Keywords: local cardamom, morphological characterization, clump category, superior seed,
productivity
4653249801A1F021068OPTIMASI SARI MELON DAN SUKROSA PADA PEMBUATAN SIRUP BUAH MELON SUBGRADE MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGNMelon (Cucumis Melo L.) merupakan komoditas buah-buahan yang memiliki vitamin dan mineral yang dapat menyehatkan tubuh. melon yang digunakan pada proses pengolahan melon subgrade ini memiliki ciri yang kurang layak dipasarkan melon subgrade memiliki net yang tidak lengkap, buah yang lebih kecil, namun tetap memiliki rasa yang mirip dengan melon normal pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan formula terbaik dalam pembuatan sirup melon berdasarkan perbandingan variasi sari melon dan sukrosa, menganalisis pengaruh variasi konsentrasi sari melon dan sukrosa terhadap sifat fisikokimia dan sensori sirup melon, mengevaluasi perbedaan produk sirup melon subgrade dengan melon normal. Penelitian dilakukan menggunakan software Design expert v.13 metode yang digunakan adalah Simplex lattice design (SLD) menggunakan 2 faktor dengan 10 perlakuan.

Hasil penelitian menghasilkan formula optimum yang direkomendasikan Design expert V.13 yaitu 30% sari melon dan 45% sukrosa. formula tersebut memiliki nilai desirability sebanyak 0,802 serta rata rata viskositas dan brix masing-masing sebanyak 156 m.Pas dan 43%. Nilai VIF yang dimiliki < 10 sehingga memiliki pengaruh yang kuat pada kombinasi formula tersebut. Pada karakteristik yang diuji pH dan gula total mendapatkan hasil yang baik untuk pH 4,7 dan gula total 58%, Serta pada aspek sensori untuk penerimaan produk sirup dengan melon subgrade hasil menunjukan dengan nilai yang baik sehingga dapat diterima.
Melon (Cucumis Melo L.) is a fruit commodity rich in vitamins and minerals that can benefit the body's health. The melons used in the processing of subgrade melons have characteristics that make them less marketable. Subgrade melons have incomplete nets, smaller fruit, but still have a taste similar to normal melons in general. This study aims to determine the best formula for making melon syrup based on the ratio of melon juice and sucrose, analyze the effect of varying melon juice and sucrose concentrations on the physicochemical and sensory properties of melon syrup, and evaluate the differences between subgrade melon syrup and normal melon syrup. The study was conducted using Design expert v.13 software.

The method used was Simplex lattice design (SLD) using two factors with 10 treatments. The results produced an optimum formula recommended by Design expert v.13, namely 30% melon juice and 45% sucrose. This formula has a desirability value of 0.802 and an average viscosity and Brix of 156 mPa and 43%, respectively. The VIF value is <10, thus having a strong influence on the formula combination. The tested characteristics of pH and total sugar obtained good results for pH 4.7 and total sugar 58%. Also, in the sensory aspect for the acceptance of syrup products with melon subgrade, the results showed good values and were acceptable.
4653349913F2B023009Politisasi Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) pada Pemilu Tahun 2024 di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten PurbalinggaPenelitian ini dilatarbelakangi dari hal-hal yang bersifat empirik yang didapatkan yakni adanya informasi
yang diperoleh mengenai praktik politisasi berbentuk penempelan stiker pada rumah penerima manfaat
PKH dari politikus. Selain itu, adanya informasi mengenai adanya ancaman yang ditujukan kepada
penerima manfaat PKH dari kubu salah satu calon pasangan presiden dan wakil presiden jika tidak
memilih pasangan tersebut pada pemilu 2024 maka bantuan sosialnya akan hilang. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan tentang bentuk, praktik, dan aktor yang berperan
dalam politisasi bantuan sosial PKH pada pemilu tahun 2024. Penelitian ini akan mengungkap serta
mendalami fenomena yang dialami oleh penerima manfaat PKH, maka metodologi yang akan digunakan
adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini berasal dari
data primer dan data sekunder. Peneliti mengambil data primer langsung dari penerima manfaat PKH
dan masyarakat yang tidak memperoleh PKH yang memenuhi kriteria sebagai informan penelitian. Data
sekunder diperoleh oleh peneliti yang berasal dari dokumen atau informasi yang berkaitan dengan
penerima manfaat PKH yang dijadikan informan. Terdapat tiga metode analisis data yaitu pemrosesan
satuan, kategorisasi, dan penafsiran data. Metode validasi data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
triangulasi sumber.Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Kedungjati Kecamatan Bukateja Kabupaten
Purbalingga. Desa Kedungjati berada pada urutan ke-4 teratas jumlah penerima manfaat PKH di
Kecamatan Bukateja. Hal ini membuat para politikus tertarik untuk memanfaatkan kesempatan untuk
kepentingan politik dalam pemilu.Hasil penelitian ini ditemukannya praktik politisasi bantuan sosial PKH
yang berbentuk ancaman jika tidak memilih salah satu pasangan calon presiden dan wakil pada pemilu
tahun 2024 terhadappenerima manfaat PKH. Namun, hal tersebut tidak membuat penerima manfaat
merasa terancam karena sebelumnya sudah disosialisasikanbahwa bantuan sosial PKH merupakan
program unggulan dari pemerintah yang dikeluarkan oleh Kemensos yang berasal dari Data Terpadu
Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang tidak ada kaitannya dengan pemilu tahun 2024.
This research is based on empirical matters obtained, namely information obtained regarding the
practice of politicization in the form of attaching stickers to the houses of PKH beneficiaries from
politicians. In addition, there is information regarding threats directed at PKH beneficiaries from the
camp of one of the presidential and vice presidential candidates that if they do not vote for the pair in the
2024 election, their social assistance will be lost. This study aims to describe and explain the forms,
practices, and actors involved in the politicization of PKH social assistance in the 2024 election. This
study will reveal and explore the phenomena experienced by PKH beneficiaries, so the methodology used
is a descriptive qualitative research method. Data collection methods in this study are in-depth
interviews, observations, and documentation studies. The data sources for this study come from primary
and secondary data. Researchers take primary data directly from PKH beneficiaries and people who do
not receive PKH who meet the criteria as research informants. Secondary data is obtained by researchers
from documents or information related to PKH beneficiaries who are used as informants. There are three
methods of data analysis, namely unit processing, categorization, and data interpretation. The data
validation method used in this study is source triangulation. The location of this research was conducted
in Kedungjati Village, Bukateja District, Purbalingga Regency. Kedungjati Village is ranked 4th in the
number of PKH beneficiaries in Bukateja District. This makes politicians interested in taking advantage of
the opportunity for political interests in the election. The results of this study found the practice of
politicizing PKH social assistance in the form of threats if they did not choose one of the presidential and
vice presidential candidates in the 2024 election against PKH beneficiaries. However, this did not make
beneficiaries feel threatened because it had previously been socialized that PKH social assistance was a
flagship program from the government issued by the Ministry of Social Affairs which came from the Data
Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) which had nothing to do with the 2024 election.
4653449914L1B020031Efektivitas Protein Skimmer terhadap Kondisi Kualitas Air dan Pertumbuhan pada Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannameiPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Skimmer Ian terhadap kualitas air dan produktivitas Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) pada sistem budidaya intensif. Skimmer Ian merupakan teknologi protein skimmer yang berfungsi mengangkat material organik terlarut dan tersuspensi dari kolom air, sehingga diharapkan dapat menciptakan lingkungan budidaya yang lebih stabil. Penelitian ini dilakukan dengan metode komparatif antara tambak yang menggunakan Skimmer Ian dan tambak yang tidak menggunakan. Parameter yang diamati meliputi kualitas air (suhu, pH, nitrit, amonium, fosfat, TOM) serta performa produksi udang (Average Body Weight/ABW, Feed Conversion Ratio/FCR, dan Survival Rate/SR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Skimmer Ian berpengaruh positif terhadap menjaga stabilitas kualitas air dibandingkan tambak tanpa skimmer. Selain itu, tambak dengan Skimmer Ian memiliki performa produksi yang lebih baik, ditandai dengan bobot akhir udang yang lebih tinggi, FCR yang lebih efisien, dan tingkat kelangsungan hidup yang lebih tinggi. Secara keseluruhan, Skimmer Ian terbukti efektif dalam mendukung budidaya Udang Vannamei dengan meningkatkan kualitas lingkungan dan hasil produksi.This study aims to evaluate the effectiveness of Skimmer Ian in enchancing water quality and the productivity of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) in an intensive aquaculture system. Skimmer Ian is a protein skimmer technology that remove dissolved and suspended organic materials, helping to maintain a stable cultivation environment. The research was conducted using a comparative method between ponds equipped with Skimmer Ian and those without. Observed parameters included water quality (temperature, pH, nitrite, ammonia, phosphate) and shrimp production performance (Average Body Weight/ABW, Feed Conversion Ratio/FCR, and Survival Rate/SR). The results showed that the use of Skimmer Ian positively affected the stability of water quality, with lower concentrations of nitrite and ammonia and smaller fluctuations in temperature and pH compared to ponds without skimmers. Furthermore, ponds with Skimmer Ian demonstrated better production performance, indicated by higher final body weight, more efficient FCR, and a higher survival rate. Overall, Skimmer Ian proved to be effective in supporting vannamei shrimp cultivation by enhancing environmental quality and production outcomes.
4653549916L1B021094Kelimpahan Dan Distribusi Fitoplankton Pada Tambak Budidaya
Intensif Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei) Di Nusawungu,
Cilacap, Jawa Tengah
Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan komoditas unggulan yang banyak dibudidayakan secara
intensif di Indonesia. Salah satu komponen penting dalam sistem budidaya intensif adalah fitoplankton, yang
berperan sebagai produsen primer dan bioindikator kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
kelimpahan dan distribusi fitoplankton pada tambak intensif di Desa Nusawungu, Cilacap. Sampel diambil dari
tiga kolam (B1, B6, B10) menggunakan metode observasi lapangan. Identifikasi dilakukan secara mikroskopis
menggunakan haemocytometer, dan analisis kelimpahan dihitung dalam satuan sel/ml. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebanyak 33 genus dari enam divisi berhasil diidentifikasi, dengan dominansi Chlorophyta
(Chlorella/Nannochloropsis) sebesar 65%. Kelimpahan tertinggi tercatat sebesar 1,25 × 10⁶ sel/ml, dengan indeks
keragaman tertinggi di kolam B1 (H′ = 1,49), keseragaman terendah di B10 (E = 0,39), dan dominansi tertinggi di
B10 (C = 0,53). Puncak kelimpahan terjadi pada 14 Januari 2025, berkorelasi dengan pemberian probiotik dan
kondisi lingkungan optimal.. Hasil ini menegaskan pentingnya monitoring komunitas fitoplankton untuk menjaga
stabilitas ekosistem dan mencegah blooming
Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) is a leading aquaculture commodity intensively cultivated in
Indonesia. One of the key components in intensive farming systems is phytoplankton, which functions as a
primary producer and a bioindicator of water quality. This study aimed to determine the abundance and
distribution of phytoplankton in intensive shrimp ponds located in Nusawungu Village, Cilacap. Samples
were collected from three ponds (B1, B6, B10) using field observation methods. Phytoplankton identification
was conducted microscopically using a haemocytometer, and abundance was calculated in cells/ml. The
results revealed 33 genera from six divisions, with Chlorophyta (Chlorella/Nannochloropsis) dominating at
65%. The highest abundance recorded was 1.25 × 10⁶ cells/ml, with the highest diversity index found in pond
B1 (H′ = 1.49), the lowest evenness in pond B10 (E = 0.39), and the highest dominance in pond B10 (C =
0.53). The peak abundance occurred on January 14, 2025, correlating with probiotic application and optimal
environmental conditions. These findings highlight the importance of phytoplankton community monitoring
to maintain ecosystem stability and prevent harmful blooms
4653649917F1F018035Soft Power Tiongkok: HoYoFEST Sebagai Media Diplomasi di IndonesiaSebagai negara besar di Kawasan Asia Timur yang berbatasan langsung dengan Kawasan Asia Tenggara, Tiongkok memiliki kepentingan untuk menjalin hubungan yang baik dengan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Berkenaan dengan persep-persepsi negative yang dimiliki publik Indonesia terhadap Tiongkok dan budaya Tionghoa secara keseluruhan, salah satu strategi Tiongkok untuk mensiasatinya adalah dengan melakukan pendekatan diplomasi publik melalui soft power dan penggunaan budaya populer. Penelitian ini membahas tentang bagaimana HoYoFEST, acara tahunan dari perusahaan gim besar Tiongkok MiHoYo menjadi salah satu media diplomasi Tiongkok di Indonesia menggunakan sudut pandang new public diplomacy.As a big nation bordering on the southeast asia region, China has a national interest to maintain good relations with its neighbours, including Indonesia. In regards to the negative perceptions toward China and its culture among Indonesian public, China has sought to combat the growing misunderstanding by utilizing its soft pwer and pop culture in the framework of public diplomacy. This research will look into how HoYoFEST, a yearly event held in Indonesia by one of China’s gaming giant MiHoYo, as a public diplomacy media using the concepts of new public diplomacy.
4653749919A1C021007KARAKTERISTIK BIOPELET NON-KARBONISASI TONGKOL JAGUNG MENGGUNAKAN OIL COATING MICROPARTICLE BERBASIS MINYAK
JELANTAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan oil coating microparticle berbasis minyak jelantah terhadap karakteristik biopelet non-karbonisasi tongkol jagung, serta membandingkan kinerja biopelet dengan perlakuan oil coating microparticle terhadap biopelet tanpa perlakuan pencelupan. Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Sistem Termal dan Energi Terbarukan, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan empat taraf perlakuan waktu pencelupan: T0 tanpa coating), T1 (10 detik), T2 (30 detik), dan T3 (50 detik). Variabel yang diamati meliputi laju pembakaran, kadar air, volatile matter, shatter index, kadar abu, densitas, dan nilai kalor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan oil coating microparticle mampu meningkatkan beberapa parameter kualitas biopelet. Setiap perlakuan memiliki keunggulan masing-masing pada parameter tertentu, di mana ST0 unggul pada laju pembakaran, kadar air dan kadar abu, ST1 menghasilkan nilai kalor dan shatter index terbaik, ST2 memiliki volatile matter tertinggi, ST3 menunjukkan densitas tertinggi.
This study aims to determine the effect of used cooking oil-based microparticle oil
coating treatment on the characteristics of non-carbonized corn cob biopellets, as well as compare the performance of biopellets with microparticle oil coating treatment on biopellets without dyeing treatment. The research was conducted at the Thermal Systems Engineering and Renewable Energy Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The method used is a Complete Random Design with four levels of dyeing time treatment: T0
(without coating), T1 (10 seconds), T2 (30 seconds), and T3 (50 seconds). The observed variables included combustion rate, moisture content, volatile matter, shatter index, ash content, density, and calorific value. The results of the study show that the treatment of oil coating microparticles is able to improve several biopellet quality parameters. Each treatment has its own advantages on specific parameters, where ST0 excels in combustion rate, moisture content and ash content, ST1 produces the best calorific value and shatter index, ST2 has the highest volatile matter, ST3 shows the highest density.
4653849920C1H018041THE INFLUENCE OF EMOTIONAL CONNECTION AND MESSAGE CREDIBILITY ON STORYTELLING IN RAMADHAN ADVERTISING ON BRAND AWARENESS AND PURCHASE INTENTION: A STUDY OF SYRUP MARJAN Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh emotional connection dan perceived message credibility dalam iklan storytelling bertema Ramadhan terhadap brand awareness dan purchase intention, dengan objek studi pada produk Syrup Marjan. Penelitian ini menyoroti bagaimana narasi yang menyentuh secara emosional serta pesan iklan yang dianggap kredibel selama bulan suci Ramadhan dapat memengaruhi respons konsumen.Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan pengumpulan data melalui survei terhadap 118 responden yang telah melihat iklan Ramadhan dari Syrup Marjan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 29 untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional connection berpengaruh signifikan terhadap brand awareness dan purchase intention. Sementara itu, perceived message credibility berpengaruh signifikan terhadap brand awareness, namun tidak berpengaruh secara langsung terhadap purchase intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa keterlibatan emosional melalui storytelling memainkan peran yang lebih dominan dalam memengaruhi perilaku konsumen pada kampanye iklan selama bulan Ramadhan.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman strategi periklanan berbasis emosi dan kredibilitas dalam konteks pemasaran musiman, serta menawarkan implikasi praktis bagi pemasar dalam meningkatkan keterikatan konsumen terhadap merek dan mendorong keputusan pembelian selama momentum keagamaan.This study aims to examine the influence of emotional connection and perceived message credibility in Ramadhan-themed storytelling advertisements on brand awareness and purchase intention, using Syrup Marjan as the case study. The research highlights how emotionally engaging narratives and credible advertising messages during the holy month can affect consumer responses.A quantitative approach was employed, with data collected from 118 respondents who had seen Syrup Marjan’s Ramadhan advertisement. The data were analyzed using multiple regression analysis with SPSS 29 software to assess the relationships between the variables.The findings reveal that emotional connection has a significant effect on both brand awareness and purchase intention. In contrast, perceived message credibility significantly influences brand awareness but does not directly affect purchase intentions. These results indicate that emotional engagement in storytelling plays a more dominant role in influencing consumer behavior during Ramadhan advertising campaigns.This research contributes to the understanding of emotional and credibilitybased advertising strategies in seasonal marketing contexts and provides practical implications for marketers aiming to enhance brand engagement and drive purchase decisions during religious festivities.
4653949769J1A021042THE WAYS AUTISTIC PEOPLE FIND LOVE IN O’CLEARY’S LOVE ON THE SPECTRUM (2019)This research examines how individuals with the autism spectrum experience love, as depicted in the Australian documentary series Love on the Spectrum (2019). Drawing on Dr. Koegel’s theories of priming, teaching listening, and exploiting strengths, and Freud’s psychoanalytic concepts of the id, ego, and superego, the study examines the social and development of four characters: Michael, Kelvin, Andrew, and Maddi. The findings reveal that Dr. Koegel strategies effectively help individuals with autism spectrum disorder (ASD) navigate social interactions and build romantic relationships. Priming prepares them for social situations, teaching listening enhances conversational skills, and exploiting strengths allows them to connect with others effectively. Freud’s theory further explains their innate desires (id), emotional regulation (ego), and moral awareness (superego) in their pursuit of love. The study concludes that individuals with ASD, with proper support and guidance, can form meaningful romantic relationships, emphasizing that love is universal and accessible to all. Recommendations for future research include exploring the series through psychological, sociological, and cultural lenses to deepen understanding of autism and relationships.Penelitian ini meneliti bagaimana individu dengan spektrum autisme mengalami cinta, seperti yang digambarkan dalam serial dokumenter Australia, Love on the Spectrum (2019). Menggunakan teori Dr. Koegel tentang priming, teaching listening, dan exploiting strength dan konsep psikoanalisis Freud tentang id, ego, dan superego, penelitian ini menganalisis perkembangan sosial dan perkembangan empat karakter: Michael, Kelvin, Andrew, dan Maddi. Temuan ini mengungkapkan bahwa strategi Dr. Koegel secara efektif membantu individu dengan gangguan spektrum autisme (ASD) menavigasi interaksi sosial dan membangun hubungan romantis. Priming mempersiapkan mereka untuk menghadapi situasi sosial, teaching listening meningkatkan keterampilan berbicara, dan exploiting strengths memungkinkan mereka untuk terhubung dengan orang lain secara efektif. Teori Freud lebih lanjut menjelaskan keinginan bawaan (id), pengaturan emosi (ego), dan kesadaran moral (superego) dalam mengejar cinta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa individu dengan ASD,
4654049946A1D021167Pengaruh Metode Pengomposan dan Jenis Bioaktivator Terhadap Suhu Pengomposan Kotoran KambingPenggunaan pupuk kimia secara berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah dan merusak lingkungan. Kompos dari kotoran kambing berpotensi menjadi alternatif pupuk organik karena mengandung unsur hara yang tinggi, mampu memperbaiki sifat tanah, dan mendukung pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengomposan aerob dan anaerob dengan berbagai bioaktivator alami terhadap kualitas kompos. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua metode pengomposan (aerob dan anaerob) dan empat jenis bioaktivator (kotoran kambing, kotoran sapi, eco-enzym, dan EM4. Hasil menunjukkan bahwa suhu kompos pada semua perlakuan tidak mencapai fase termofilik dengan kisaran 30–31°C, diduga karena volume tumpukan bahan baku yang rendah. Metode anaerob dengan bioaktivator kotoran kambing dan eco-enzym menghasilkan suhu tertinggi pada minggu ke-4. Excessive use of chemical fertilizers can reduce soil quality and damage the environment. Goat manure compost has the potential to be an alternative to organic fertilizers because it contains high levels of nutrients, can improve soil properties, and supports plant growth. This study aims to determine the effect of aerobic and anaerobic composting methods with various natural bioactivators on compost quality. The study was conducted using a factorial randomized block design with two composting methods (aerobic and anaerobic) and four types of bioactivators (goat manure, cow manure, eco-enzyme, and EM4). The results showed that the compost temperature in all treatments did not reach the thermophilic phase, ranging from 30–31°C, likely due to the low volume of raw material piles. The anaerobic method using goat manure and eco-enzyme bioactivators produced the highest temperature in the fourth week.