Artikelilmiahs

Menampilkan 46.641-46.660 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4664150042H1E021042EXPERIMENTAL MARKETING PADA INSTAGRAM PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI UNSOED UNTUK MENGETAHUI FAKTOR DAN LEVEL YANG BERPENGARUH MENGGUNAKAN DESAIN FAKTORIAL 2^3Media sosial seperti Instagram telah menjadi platform vital untuk kegiatan promosi, termasuk untuk institusi pendidikan seperti Program Studi Teknik Industri Unsoed. Tantangan utamanya adalah menentukan strategi yang paling efektif di tengah berbagai pilihan faktor promosi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kombinasi faktor hari, biaya, dan jenis konten yang paling efektif untuk meningkatkan jangkauan promosi, serta mengukur pengaruh setiap faktor. Metode yang digunakan adalah Desain Faktorial 2³, dengan tiga faktor: hari (kerja/libur), biaya (Rp 20.000/Rp 30.000), dan jenis konten (gambar/video). Hasil data dianalisis menggunakan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor Hari (X1) dan Biaya (X2), serta interaksi antara keduanya (X1*X2), memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap jangkauan (viewers). Kombinasi paling optimal adalah promosi yang dilakukan pada hari kerja dengan biaya tinggi (Rp 30.000), serta jenis konten video.Social media such as Instagram has become a vital platform for promotional activities, including for educational institutions such as Unsoed's Industrial Engineering Study Program. The main challenge is to determine the most effective strategy amidst a wide selection of promotional factors. This study aims to determine the most effective combination of day, cost, and content type factors to increase promotional reach, as well as measure the influence of each factor. The method used was a 2³ Factorial Design, with three factors: day (work/holiday), cost (Rp 20,000/Rp 30,000), and content type (image/video). The data results were analyzed using ANOVA. The results showed that the factors Day (X1) and Cost (X2), as well as the interaction between the two (X1*X2), had a highly significant influence on reach (viewers). The most optimal combination is a promotion carried out on weekdays with a high cost (IDR 30,000), as well as the type of video content.
4664250043A1D018111Keragaman Morfologi dan Hasil Sembilan Genotipe Tanaman Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz)Indonesia yang beriklim tropis memiliki tanah subur dan kaya sumber daya alam, dimanfaatkan sebagi lahan pertanian. Ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) berasal dari Amerika Selatan dan dibudidayakan sebagai tanaman tahunan di daerah tropis dan subtropis, dengan umbinya sebagai sumber karbohidrat utama (Hedge et al., 2017). Ubi kayu berpotensi medukung diversifikasi pangan karena bernilai ekonomis dan juga sehat, didukung oleh perkembangan teknologi yang menghasilkan berbagai inovasi produk olahan (Hidayat et al., 2021). Penelitian dilaksanakan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas pada Maret hingga April 2025. Penelitian dilakukan pada saat pemanenan berlangsung. Panen dilakukan saat tanaman berumur 200 hari setelah tanam, ditandai dengan daun bawah menguning, batang mengeras, dan umbi membesar. Proses panen dilakukan secara manual menggunakan batu dan tali sebagai alat ungkit. Hasil panen dipisahkan antara tanaman sampel dan tanaman tiap petak. Hasil Penelitian menunjukkan klon tanaman ubi kayu yang diamati memiliki variabel kuantitatif dan kualitatif yang beragam. Berdasarkan variabel kuantitatif pada sembilan genotipe tanaman ubi kayu tinggi tanaman tertinggi yaitu G8 dengan nilai 713,33 cm, jumlah umbi terbanyak yaitu G1 dengan jumlah 10 buah, jumlah bobot umbi terberat yaitu G9 dengan nilai 3977.67 gr, dan diameter batang terlebar yaitu G6 dengan diameter 37,45 cm. Sembilan klon ubi kayu beragam berdasarkan variabel kualitatif morfologi daun, batang, dan umbi. Klon ubi kayu dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok berdasarkan kemiripan. Kelompok pertama yaitu G1 dan G3. Kelompok kedua terdiri dari G4, G8, dan G6. Kelompok ketiga terdiri dari G2, G7, dan G9. Kelompok keempat terdiri dari G5. Indonesia, with its tropical climate, has fertile soils and abundant natural resources, which are utilized as agricultural land. Cassava (Manihot esculenta Crantz), originally from South America is cultivated as a perennial crop in tropical and subtropical regions, with its tuberous roots serving as primary carbohydrate source (Hedge et al., 2017). Cassava holds potential to support food diversification programs due to its economic value and health benefits, further enhanced by technological advancements that continue to produce innovative processed products (Hidayat et al., 2021). The research was conducted in Gandatapa Village, Sumbang Subdistrict, Banyumas Regency, from March to April 2025, coinciding with the cassava harvest period. Harvesting was carried out at 200 days after planting, marked by signs such as yellowing and falling of lower leaves, hardening of stems, and enlargement of tubers. The harvesting process was performed manually using stones and rope as leverage tools. Harvested plants were separated between sample plants and those from each plot. The results showed that the observed cassava clones exhibited diverse quantitative and qualitative variables. Based on quantitative variables among the nine genotypes, the tallest plant was G8 (7`3.33 cm), the highest number of tubers was found in G1 (10 tubers), the heaviest tuber weight was recorded in G9 (3977.67 g), and the thickest stem diameter was found in G6 (37.45 cm). The nine cassava clones also varied in qualitative morphological traits of leaves, stems, and tubers. Based on similarity, the clones were grouped into four clusters: the first cluster included G1 and G3; the second cluster comprised G4, G8, and G6; the third cluster included G2, G7, and G9; and the fourth cluster consisted of G5.
4664350041A1D021196Aplikasi Pupuk Organik Kotoran Sapi Diperkaya Biochar dan Dosis Pupuk
N, P, K Terhadap Jumlah Daun dan Diameter Batang Edamame (Glycine
max L.) di Dataran Rendah
Edamame adalah jenis kacang-kacangan yang sudah banyak dikonsumsi di
Indonesia. Edamame memiliki keunggulan seperti kandungan gizi tinggi, tekstur lembut, rasa manis, dan ukuran yang besar. Tingkat kesuburan tanaman edamame bergantung pada ketersediaan unsur hara dalam tanah yang dapat ditingkatkan melalui kegiatan pemupukan seperti aplikasi pupuk organik kotoran sapi diperkaya biochar dan pupuk N, P, K dosis rendah. Tujuan utama penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk organik kotoran sapi diperkaya biochar dan pupuk N, P, K rendah terhadap jumlah daun dan diameter batang tanaman edamame. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah aplikasi pupuk organik yang terdiri dari kotoran sapi 5 ton ha-1 tanpa biochar, 5 ton ha-1 diperkaya biochar, 10 ton ha-1 tanpa biochar, dan 10 ton ha-1 diperkaya biochar.
Faktor kedua adalah aplikasi pupuk N, P, K yang terdiri dari 50% dari rekomendasi (Urea 25 kg/ha, TSP = 37,5 kg/ha, dan KCL = 50 kg/ha), dan 100% dari rekomendasi (Urea 50 kg/ha, TSP = 75 kg/ha, dan KCL = 100 kg/ha). Data hasil dianalisis dengan ANOVA, dan dilanjutkan uji Duncan’s Multiples Range Test (DMRT) (p ≤ 5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk organik kotoran sapi diperkaya biochar belum mampu meningkatkan jumlah daun, dan diameter batang.
Edamame is a type of legume that is widely consumed in Indonesia. Edamame has advantages such as high nutritional content, soft texture, sweet taste, and large size. The fertility level of edamame plants depends on the availability of nutrients in the soil which can be increased through fertilization activities such as the application of organic fertilizer enriched with biochar and low doses of N, P, K fertilizer. The main objective of this study was to determine the effect of the application of organic fertilizer enriched with biochar and low doses of N, P, K fertilizer on the number of leaves and stem diameter of edamame plants. The design used was a factorial randomized block design (RBD) with 2 treatment factors. The first factor was the application of organic fertilizer consisting of 5
tons ha-1 of cow manure without biochar, 5 tons ha-1 enriched with biochar, 10 tons ha-1 without biochar, and 10 tons ha-1 enriched with biochar. The second factor was the application of N, P, and K fertilizers consisting of 50% of the recommendation (Urea 25 kg/ha, TSP = 37.5 kg/ha, and KCL = 50 kg/ha), and 100% of the recommendation (Urea 50 kg/ha, TSP = 75 kg/ha, and KCL = 100 kg/ha). The resulting data were analyzed using ANOVA, followed by Duncan's Multiples Range Test (DMRT) (p ≤ 5%). The results showed that the application of organic cow dung fertilizer enriched with biochar was not able to increase the number of leaves and stem diameter.
4664450026J1A021057Translation Strategies and Accuracy of News Articles on the Cabinet Secretariat of the Republic of Indonesia WebsitePenelitian ini membahas tentang strategi penerjemahan kata, frasa, dan kalusa dari kalimat dan ungkapan pada artikel berita Sekretariat Kabinet Republik Indonesia website. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kategori strategi penerjemahan, dan kualitas terjemahan, khususnya keakuratan terjemahan pada artikel berita Sekretariat Kabinet Republik Indonesia website. Analisis strategi penerjemahan didasarkan pada teori Bielsa & Bassnet (2009) dan penilaian kualitas terjemahan oleh Nababan, dkk. (2012). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada empat kategori strategi teridentifikasi: Change in the order of paragraph (31,11%), Elimination of unnecessary paragraph (28,89%), Addition of important background information (24,44%), Summarizing information (15,56%). Penilaian kualitas menunjukkan bahwa sebagian besar terjemahan (62,22%) dianggap akurat, 28,89% kurang akurat karena ada sebagian detail informasi yang hilang atau penambahan kata, dan hanya 8,89% yang tidak akurat karena terlalu banyak meringkas informasi sehingga makna tidak tersampaikan dengan baik. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa meskipun sebagian terjemahan akurat, perbaikan diperlukan untuk meningkatkan kejelasan makna dan informasi berita dalam bahasa target.

Kata kunci: Strategi Terjemahan, Keakuratan, Artikel Berita, Sekretariat Kabinet Republik Indonesia.
This study discusses translation strategies for words, phrases, and clauses in sentences and expressions in news articles on the website of the Secretariat of the Cabinet of the Republic of Indonesia. The purpose of this study is to identify categories of translation strategies and translation quality, particularly the accuracy of translations in news articles on the website of the Secretariat of the Cabinet of the Republic of Indonesia. The analysis of translation strategies is based on the theory of Bielsa & Bassnet (2009) and the assessment of translation quality by Nababan et al. (2012). This study uses a descriptive qualitative method. The results of the study show that four categories of strategies were identified: Change in the order of paragraphs (31.11%), Elimination of unnecessary paragraphs (28.89%), Addition of important background information (24.44%), and Summarizing information (15.56%). The quality assessment shows that most translations (62.22%) are considered accurate, 28.89% are less accurate due to missing details or added words, and only 8.89% are inaccurate due to excessive summarization, resulting in unclear meaning. Overall, this study highlights that while some translations are accurate, improvements are needed to enhance the clarity of meaning and news information in the target language.

Keywords: Translation Strategies, Accuracy, News Article, Cabinet Secretariat of the Republic of Indonesia.
4664550046H1A021058Analisa Performa Optimizer Algoritma Pembelajaran Mesin dalam Prediksi Iradiasi Matahari Berdasarkan Luas Penerangan (Lux) di Atap Gedung Jakarta SelatanEnergi surya merupakan salah satu sumber energi terbarukan yang memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan dalam memenuhi kebutuhan energi secara berkelanjutan. Pemanfaatan energi surya yang optimal memerlukan prediksi iradiasi matahari yang akurat, khususnya untuk mengoptimalkan kinerja sistem photovoltaic (PV). Penelitian ini bertujuan membangun model prediksi iradiasi matahari berdasarkan data pengukuran lux harian menggunakan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM), serta menganalisis secara sistematis performa tiga optimizer—Adam, RMSprop, dan SGD—dalam proses pelatihan model.
Dataset penelitian diperoleh dari pengukuran lux di atap sebuah gedung di Jakarta Selatan selama satu tahun (Maret 2023 – Februari 2024) pada sudut pengukuran 75 derajat. Data mentah dikonversi dari lux ke iradiasi (W/m²), kemudian dinormalisasi dan disegmentasi menjadi format deret waktu agar dapat diproses oleh arsitektur Stacked LSTM. Evaluasi performa model dilakukan menggunakan metrik MAE, RMSE, dan MAPE.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan kinerja yang signifikan di antara ketiga optimizer. Pada data uji, model yang dilatih dengan SGD secara tak terduga menghasilkan error kuantitatif terendah. Namun, analisis kualitatif mengungkapkan bahwa prediksi model ini cenderung datar dan gagal menangkap volatilitas data (underfitting). Sebaliknya, model yang dilatih dengan optimizer Adam (η=0.001,β_1=0.5,β_2=0.85) terbukti paling unggul secara kualitatif dalam meniru fluktuasi dinamis dari data aktual. Berdasarkan kombinasi antara performa kuantitatif yang kompetitif dan kemampuan generalisasi kualitatif yang unggul, optimizer Adam dipilih sebagai konfigurasi terbaik.
Solar energy is a renewable resource with substantial potential to meet energy demands sustainably. Achieving optimal utilization requires accurate solar irradiance prediction, particularly to enhance the performance of photovoltaic (PV) systems. This study develops a solar irradiance prediction model using daily lux measurement data and the Long Short-Term Memory (LSTM) algorithm, while systematically comparing the performance of three optimizers—Adam, RMSprop, and SGD—during model training.
The dataset was obtained from lux measurements recorded on the rooftop of a building in South Jakarta over a one-year period (March 2023–February 2024) at a 75° measurement angle. Raw data were converted from lux to irradiance (W/m²), normalized, and segmented into a time-series format suitable for processing by a Stacked LSTM architecture. Model performance was evaluated using the MAE, RMSE, and MAPE metrics.
The results revealed notable performance differences among the three optimizers. On the test set, the SGD-trained model unexpectedly achieved the lowest quantitative error; however, qualitative analysis showed its predictions were overly flat and failed to capture data variability (underfitting). In contrast, the Adam-trained model (η = 0.001, β₁ = 0.5, β₂ = 0.85) delivered superior qualitative performance, effectively replicating the dynamic fluctuations of the actual data. Considering both competitive quantitative accuracy and superior qualitative generalization, Adam was selected as the optimal configuration.
4664650047J0A022050Developing Promotional Flayers for PRO 1 Programs at RRI PurwokertoLaporan proyek akhir ini disusun berdasarkan kegiatan magang yang dilaksanakan selama tiga bulan di RRI Purwokerto. Tujuan utama dari kegiatan magang ini adalah untuk membuat template flyer digital untuk program-program di Pro 1 RRI agar memudahkan masyarakat mengetahui program acara yang akan datang. Dalam pelaksanaannya, digunakan tiga metode, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati isi dari flyer, wawancara dilakukan untuk menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan prosedur pembuatan flyer serta meminta elemen tambahan seperti logo lembaga RRI. Dokumentasi dilakukan untuk mengambil gambar dan rekaman yang dibutuhkan dalam proses pembuatan flyer. Proses pembuatan flyer terdiri dari beberapa tahapan, yaitu pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain kurangnya pengetahuan tentang dunia jurnalistik dan rasa malu saat harus mengajukan pertanyaan langsung kepada narasumber. Kendala-kendala ini diatasi dengan membaca artikel berita, berdiskusi dengan pembimbing, dan berlatih menulis berita di lapangan. Praktik magang di RRI Purwokerto memberikan pengalaman berharga dalam membuat flyer digital untuk mempromosikan program Pro 1. Melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, proses pembuatan flyer dari perencanaan hingga desain berhasil diselesaikan. Meskipun terdapat beberapa tantangan seperti kurangnya pengetahuan jurnalistik, hambatan tersebut dapat diatasi melalui berbagai cara alternatif.This final project report was prepared based on a job training carried out for three months at RRI Purwokerto. The main objective of this job training was to create digital flyer templates for programs in Pro 1 RRI to make it easier for people to find out about upcoming event programs. In carrying out the practice, three methods are used, namely observation, interview, and documentation. The observation was used to observe the content of the flyers and the interviews were conducted to ask questions related to the procedure of making flyers and to request additional elements such as the logo of the RRI institution. The documentation was done to take pictures and recordings needed in making the flyers. The flyer creation process had several stages, such as pre-production, production, and post-production. Some problems are faced, such as not having enough knowledge about journalism and feeling shy to ask questions directly to the resource persons. These problems are solved by reading news articles, discussing with a mentor, and practicing writing news in the field. The practice at RRI Purwokerto gave valuable experience in creating digital flyers to promote Pro1 programs. By doing observation, interviews, and documentation, the process of making flyers from planning to design are completed. Although there were some challenges, such as a lack of knowledge in journalism, I was able to overcome them through alternative methods.
4664750048L1C021087ANALISIS TIMBAL (Pb) PADA SEDIMEN MANGROVE DAN
DAMPAKNYA TERHADAP KOMUNITAS GASTROPODA DI
KAWASAN EDUKASI MANGROVE DEMANG GEDI,
PURWOREJO
Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keanekaragaman
hayati, termasuk komunitas makrozoobentos seperti gastropoda. Namun,
aktivitas manusia di wilayah pesisir dapat menyebabkan pencemaran logam
berat, salah satunya timbal (Pb), yang berdampak pada struktur komunitas
organisme tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Pb
pada sedimen serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap struktur komunitas
gastropoda di Kawasan Edukasi Mangrove Demang Gedi, Purworejo.
Pengambilan sampel dilakukan di enam stasiun menggunakan core sampler
untuk sedimen dan kuadrat 1×1 meter untuk gastropoda. Analisis Pb dilakukan
dengan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), sedangkan struktur
komunitas dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman (H’), keseragaman
(E), dominansi (D), dan kelimpahan. Kandungan Pb pada sedimen berkisar 0,98–
18,04 mg/kg, dengan rata-rata 10,86 mg/kg, masih di bawah baku mutu CCME
(35 mg/kg). Sebanyak 8 spesies dan 3 famili gastropoda ditemukan, didominasi
oleh Faunus ater (98,38%). Nilai H’ rendah (0–0,4294) dan dominansi D tinggi
hingga 1,0. Regresi linear menunjukkan Pb hanya memengaruhi 24,7% variasi
kelimpahan dan tidak terlalu berpengaruh.
Mangrove ecosystems play an important role in maintaining biodiversity, including
macrozoobenthos communities such as gastropods. However, human activities in coastal
areas can cause heavy metal pollution, one of which is lead (Pb), which impacts the
community structure of these organisms. This study aims to analyze Pb content in
sediments and evaluate its effect on the community structure of gastropods in the
Demang Gedi Mangrove Education Area, Purworejo. Sampling was conducted at six
stations using core samplers for sediments and 1x1 meter quadrats for gastropods. Pb
analysis was carried out using Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), while
community structure was analyzed using diversity (H’), evenness (E), dominance (D),
and abundance indices. Pb content in sediments ranged from 0.98–18.04 mg/kg, with an
average of 10.86 mg/kg, still below the CCME quality standard (35 mg/kg). A total of 8
species and 3 families of gastropods were found, dominated by Faunus ater (98.38%). The
H’ value was low (0–0.4294) and the D dominance was high up to 1.0. Linear regression
showed that Pb only affected 24.7% of the abundance variation and had little effect.
4664850052K1B021021ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA DI PROVINSI BANTEN MENGGUNAKAN REGRESI ROBUST ESTIMASI-SPengangguran merupakan salah satu permasalahan struktural yang mencerminkan adanya ketidakseimbangan antara penawaran dan permintaan tenaga kerja. Provinsi Banten, yang dikenal sebagai salah satu pusat industri manufaktur nasional, menghadapi persoalan pengangguran yang cukup serius. Pada tahun 2023, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Banten tercatat sebesar 8,52%, jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional yang hanya 5,32%. Analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi TPT sering terkendala oleh keberadaan data pencilan yang dapat mengganggu akurasi hasil regresi klasik. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan pendekatan regresi robust dengan metode estimasi-S dengan fungsi pembobot Tukey bisquare untuk mengurangi pengaruh pencilan. Variabel yang dianalisis meliputi indeks pembangunan manusia (IPM), jumlah penduduk (JP), upah minimum kabupaten/kota (UMK), tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK), angka melek huruf (AMH), dan produk domestik regional bruto (PDRB). Hasil analisis menunjukkan adanya dua data pencilan, dan model yang diperoleh mampu menjelaskan variasi TPT dengan baik. Nilai adjusted R-squared sebesar 91,36% menunjukkan bahwa seluruh variabel prediktor dalam model memiliki pengaruh signifikan terhadap TPT di Provinsi Banten selama periode 2020 hingga 2023.Unemployment is one of the structural problems that reflects an imbalance between the supply and demand for labor. Banten Province, known as one of the national centers of the manufacturing industry, faces a serious unemployment issue. In 2023, the open unemployment rate (OUR) in Banten Province was recorded at 8.52%, significantly higher than the national average of only 5.32%. Efforts to analyze the factors influencing the OUR are often hindered by the presence of outlier data, which can distort the accuracy of classical regression results. Therefore, this study employs a robust regression approach using the S-estimation method with the Tukey bisquare weighting function to minimize the influence of outliers. The variables analyzed include the Human Development Index (HDI), population size, regional minimum wage (RMW), labor force participation rate (LFPR), literacy rate, and gross regional domestic product (GRDP). The analysis results reveal the presence of two outliers, and the resulting model demonstrates a strong explanatory power. The adjusted R-squared value of 91.36% indicates that all predictor variables in the model have a significant influence on the open unemployment rate in Banten Province during the period from 2020 to 2023.
4664950053B1A021015Kemampuan Isolat Bakteri Asal Tanah Pasir Besi dalam Menghasilkan Polihidroksibutirat (PHB) dengan Sumber Karbon BerbedaBioplastik poli-β-hidroksibutirat (PHB) yang disintesis bakteri secara intraseluler dalam kondisi stres
lingkungan dengan sumber karbon berlebih dan nutrisi lain dalam jumlah yang terbatas dapat digunakan
sebagai alternatif plastik sintetis. Material ini memiliki tingkat biodegradasi yang tinggi dengan karakteristik
menyerupai plastik petrokimia. Bakteri penghasil PHB dapat diisolasi dari lingkungan ekstrem seperti tanah
pasir besi yang memiliki kadar besi tinggi, kandungan bahan organik rendah, pH rendah, dan suhu tinggi.
Produksi PHB oleh bakteri bergantung pada sumber karbon berlebih sebagai nutrisi esensial untuk membentuk
granula PHB. Eksplorasi terkait kemampuan isolat bakteri asal tanah pasir besi dalam menghasilkan PHB
dengan sumber karbon yang berbeda belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk
mengetahui kemampuan isolat bakteri asal tanah pasir besi dalam menghasilkan PHB, mengetahui isolat bakteri
asal tanah pasir besi terbaik yang mampu mengakumulasikan PHB tertinggi, dan mengetahui jenis sumber
karbon terbaik bagi isolat bakteri terpilih dalam mengakumulasi PHB tertinggi. Penelitian ini dilakukan dengan
metode survei dan eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Data hasil penelitian survei
dianalisis secara deskriptif dan data eksperimental dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan
tingkat kepercayaan 95%, dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan tingkat
kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak tiga dari empat belas isolat bakteri asal tanah
pasir besi yaitu isolat PS2Y2, PS2P1, dan CS2C8 mampu menghasilkan PHB. Analisis secara kuantitatif
menunjukkan akumulasi PHB tertinggi dihasilkan oleh isolat PS2Y2 sebesar 11,633 ± 3,267% dari berat kering
sel. Akumulasi PHB isolat PS2Y2 menggunakan sumber karbon yang berbeda menunjukkan akumulasi
tertinggi pada penggunaan glukosa sebagai sumber karbon yaitu sebesar 8,956 ± 1,520% dari berat kering sel
Poly-β-hydroxybutyrate (PHB) bioplastics synthesized intracellularly by bacteria under environmental stress
conditions with excess carbon sources and limited other nutrients can be used as an alternative to synthetic
plastics. This material has a high biodegradability rate with characteristics similar to petrochemical plastics.
PHB-producing bacteria can be isolated from extreme environments such as iron sand soil, which has high iron
content, low organic matter content, low pH, and high temperature. PHB production by bacteria depends on an
excess of carbon sources as essential nutrients for forming PHB granules. Exploration related to the ability of
bacterial isolates from iron sand soil to produce PHB with different carbon sources have not been widely carried
out. The aims of this study is to determine the ability of bacterial isolates from iron sand soil to produce PHB,
to determine the best bacterial isolates from iron sand soil capable of accumulating the highest amount of PHB,
and to determine the best type of carbon source for selected bacterial isolates to accumulate the highest amount
of PHB. This research was conducted with survey and experimental methods using a complete randomized
design (CRD). Survey data were analyzed descriptively and experimental data were analyzed using analysis of
variance (ANOVA) with a confidence level of 95%, followed by the Duncan’s Multiple Range Test (DMRT)
with a confidence level of 95%. The results showed that three bacterial isolates from iron sand soil, viz. isolates
PS2Y2, PS2P1, and CS2C8, were capable of producing PHB. Quantitative analysis revealed that the highest
PHB accumulation was produced by isolate PS2Y2, measuring to 11.633 ± 3.267% of CDW. PHB accumulation
in isolate PS2Y2 using different carbon sources showed the highest accumulation when glucose was used as
the carbon source, measuring to 8.956 ± 1.520% of CDW
4665050050B1A021128Kajian Mikroplastik pada Udang Peci Penaeus merguiensis (De Mann, 1888) di Perairan Mangrove Segara Anakan Cilacap, Jawa TengahPerubahan pola konsumsi masyarakat menyebabkan peningkatan limbah plastik yang mencemari lingkungan. Plastik yang terdegradasi lebih kecil akan menjadi mikroplastik yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan baik biota laut maupun hutan mangrove. Segara Anakan sebagai hutan mangrove terluas di Jawa telah mengalami kerusakan oleh limbah yang membahayakan kehidupan organisme terutama udang peci atau Penaeus merguiensis. Mikroplastik yang kecil menyebabkan udang kesulitan membedakan makanan sehingga meningkatkan risiko kanker, iritasi dan kerusakan sistem reproduksi apabila dikonsumsi manusia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan karakteristik, kelimpahan, dan jenis polimer mikroplastik pada udang peci (Penaeus merguiensis), sedimen dan air di perairan mangrove Segara Anakan Cilacap, Jawa Tengah.
Penelitian menggunakan metode survei yang dilakukan di perairan mangrove Segara Anakan Cilacap, Jawa Tengah. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan September - Desember 2024 menggunakan teknik purposive sampling dengan mempertimbangkan keterwakilan area berdasarkan kondisi lingkungan perairan mangrove. Penentuan pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada empat titik sampling. Pengambilan sampel udang diperoleh dari nelayan tanpa mempertimbangkan pembagian stasiun. Mikroskop dan uji FT-IR (Fourier Transform Infrared) digunakan untuk mengukur karakteristik, kelimpahan dan jenis polimer mikroplastik pada udang, sedimen, dan air. Kelimpahan mikroplastik kemudian dihitung dalam satuan partikel/gram berat sampel. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif komparatif dengan uji Kruskal-Wallis untuk membandingkan kelimpahan mikroplastik pada sedimen, air, pencernaan dan daging udang peci. Sedangkan Mann-Whitney digunakan untuk menganalisis perbandingan yang lebih spesifik pada setiap dua media.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe mikroplastik yang paling banyak pada air adalah fiber (47%), pada sedimen adalah fragmen (39%), sedangkan pada saluran pencernaan dan daging Penaeus merguiensis masing-masing didominasi oleh fiber sebesar 38% dan 40%. Warna mikroplastik yang paling banyak adalah hitam, dengan persentase tertinggi pada sedimen sebesar 43%, air sebesar 31%, pencernaan 37%, dan daging 40%. Ukuran mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada sedimen, pencernaan, dan daging adalah 0,1–0,5 mm, sedangkan pada air ukuran paling banyak adalah 2–5 mm. Jenis polimer yang paling banyak pada sedimen dan air adalah polypropylene dengan persentase masing-masing 34% dan 31%, sedangkan pada saluran pencernaan paling banyak ditemukan oleh polyethylene (36%) dan pada daging oleh polypropylene (40%). Kelimpahan rata-rata mikroplastik yang ditemukan di sedimen, air, pencernaan, dan daging Penaeus merguiensis sebesar 0,29 partikel/g, 1,18 partikel/L, 8,64 partikel/g, dan 5,6 partikel/g secara berurutan. Kelimpahan mikroplastik pada sedimen, air, saluran pencernaan, daging P. merguiensis berbeda. P. merguiensis berpotensi sebagai indikator bioakumulasi mikroplastik di ekosistem mangrove, dengan risiko biomagnifikasi yang dapat mengganggu keseimbangan rantai makanan dan ekosistem.
Changes in people's consumption patterns have led to an increase in plastic waste that pollutes the environment. Smaller degraded plastic will become microplastics that can disrupt the balance of aquatic ecosystems, both marine biota and mangrove forests. Segara Anakan, the largest mangrove forest in Java, has been damaged by waste that endangers the lives of organisms, especially the peci shrimp (Penaeus merguiensis). Tiny microplastics make it difficult for shrimp to distinguish between food and non-food items, increasing the risk of cancer, irritation, and damage to the reproductive system if consumed by humans. This study aims to determine and compare the characteristics, abundance, and types of microplastic polymers in the peci shrimp (Penaeus merguiensis), sediment, and water in the mangrove waters of Segara Anakan, Cilacap, Central Java.
This study used a survey method conducted in the mangrove waters of Segara Anakan Cilacap, Central Java. Sample collection was carried out from September to December 2024 using purposive sampling techniques, considering the representation of areas based on the environmental conditions of the mangrove waters. Sampling of water and sediment was conducted at four sampling points. Shrimp samples were obtained from local fishermen without considering station distribution. Shrimp samples were obtained from fishermen without considering the division of stations. Microscopes and FT-IR (Fourier Transform Infrared) tests were used to measure the characteristics, abundance and types of microplastic polymers in shrimp, sediment, and water. The abundance of microplastics was then calculated in units of particles/gram of sample weight. The data analysis used was descriptive comparative with the Kruskal-Wallis test to compare the abundance of microplastics in sediment, water, digestion and shrimp meat. Mann-Whitney was used to analyze a more specific comparison of each of the two objects.
The results showed that the most common type of microplastic in water was fiber (47%), in sediment was fragment (39%), while the gastrointestinal tract and flesh of Penaeus merguiensis were dominated by fiber at 38% and 40%, respectively. The most prevalent microplastic color was black, with the highest percentages found in sediment (43%), water (31%), gastrointestinal tract (37%), and flesh (40%). The most common microplastic size found in sediment, gastrointestinal tract, and flesh was 0.1–0.5 mm, whereas in water, the most common size was 2–5 mm. The most abundant polymer type in sediment and water was polypropylene, with respective percentages of 34% and 31%, while the gastrointestinal tract was dominated by polyethylene (36%) and the flesh by polypropylene (40%). The average abundance of microplastics found in sediment, water, gastrointestinal tract, and flesh of Penaeus merguiensis was 0,29 particles/gram, 1,18 particles/L, 8,64 particles/gram, and 5,6 particles/gram, respectively. Microplastic abundance varied between sediment, water, gastrointestinal tract, and flesh of P. merguiensis. P. merguiensis has potential as a bioindicator of microplastic bioaccumulation in mangrove ecosystems, with the risk of biomagnification that may disrupt the food chain and ecosystem balance.
4665149936F1D021041Analisis Framing Pemberitaan Debat Pilpres 2024 Pada Asumsi.co dan Republika.co.id: Kajian Afiliatif dan Konstruksi Realitas MediaPenelitian ini menganalisis framing pemberitaan debat Pilpres 2024 di dua media, asumsi.co dan republika.co.id, yang memiliki afiliasi politik. Asumsi.co dipimpin oleh Pangeran Siahaan, yang juga merupakan Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, sementara republika.co.id berada di bawah naungan PT Mahaka Media Tbk, yang terkait dengan Erick Thohir, bagian dari Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran. Menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman, hasil penelitian menunjukkan bahwa asumsi.co lebih menekankan citra positif pasangan Ganjar-Mahfud, dengan fokus pada penguasaan materi debat, sementara republika.co.id lebih variatif, menonjolkan aspek personalitas dan gestur fisik, dengan perhatian lebih kepada Prabowo dan Gibran, serta kritis terhadap Anies terkait etika politik.This study analyzes the framing of the 2024 Presidential Election debate coverage in two media outlets, asumsi.co and republika.co.id, both with political affiliations. Asumsi.co, led by Pangeran Siahaan, also serves as the spokesperson for the Ganjar-Mahfud National Winning Team (TPN), while republika.co.id is owned by PT Mahaka Media Tbk, affiliated with Erick Thohir, a key member of the Prabowo-Gibran National Campaign Team (TKN). Using Robert N. Entman's, the results show that asumsi.co emphasizes the positive image of the Ganjar-Mahfud pair, highlighting their strong debate performance and mastery of the material, while republika.co.id offers more varied coverage, focusing on the candidates' personalities, physical gestures, and rhetoric, with a primary focus on Prabowo and Gibran, and criticism of Anies regarding political ethics.
4665250051A1A020054Analisis Kepuasan Pengunjung pada Agrowisata Svarga Mina Padi di Desa Panembangan Kecamatan Cilongok Kabupaten BanyumasAgrowisata svarga mina padi adalah objek wisata yang mengutamakan aspek pertanian dan perikanan dengan daya tarik wisata berupa keindahan alam. Permasalahan yang terjadi yaitu persaingan antar objek wisata, terdapat keluhan dari pengunjung terkait fasilitas yang disediakan, dan pengelola Agrowisata Svarga Mina Padi Panembangan belum mengetahui tingkat kepuasan pengunjung. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui karakteristik pengunjung Agrowisata Mina Padi di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, (2) Menganalisis tingkat kepuasan pengunjung Agrowisata Mina Padi di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, (3) Menganalisis atribut – atribut yang perlu ditingkatkan dan dipertahankan oleh Agrowisata Svarga Mina Padi di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Agrowisata Svarga Mina Padi Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas dengan total responden sebanyak 100 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, Customer Satisfaction Index (CSI), dan Importance Performance Analysis (IPA).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Karakteristik pengunjung Agrowisata Svarga Mina Padi Panembangan sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berusia 26-35 tahun, berasal dari dalam kota, memiliki pendidikan terakhir SMA, memiliki pekerjaan Ibu Rumah Tangga, dengan tingkat pendapatan <Rp1.000.000. Pengunjung yang datang sebagian besar ingin rekreasi di Agrowisata Svarga Mina Padi Panembangan dengan frekuensi berkunjung >3 kali bersama dengan keluarga dan mendapatkan informasi mengenai agrowisata dari teman atau keluarga. (2) Tingkat kepuasan pengunjung Agrowisata Svarga Mina Padi memperoleh nilai sebesar 77,50 persen yang artinya pengunjung merasa puas. (3) Atribut yang perlu ditingkatkan yaitu akses jalan, area parkir, jaminan keselamatan, keamanan lokasi, penyampaian informasi, fasilitas, tampilan fasilitas, dan kebersihan agrowisata. Sedangkan atribut yang perlu dipertahankan yaitu harga kegiatan wisata, pelayanan sama, pengetahuan pegawai, informasi sesuai keadaan, kemudahan dihubungi, kesiapan pegawai, sikap pegawai, menghadapi keluhan, dan area mina padi.
Svarga Mina Padi Agrotourism is a tourist destination that prioritizes agricultural and fisheries aspects, combined with the appeal of natural. The problems that occur are competition between tourist destinations, there are complaints from visitors regarding the facilities provided, and the management of Svarga Mina Padi Agroturism does not yet know the level of tourist satisfaction. This study was purpose to (1) Determine the characteristics of tourist to Mina Padi Agrotourism in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency, (2) Analyze the level of visitor satisfaction of Mina Padi Agrotourism in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency, (3) Analyze the attributes that need to be improved and maintained by Svarga Mina Padi Agrotourism in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency.
The research method used is the case study method. This research was conducted at Svarga Mina Padi Agrotourism, Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency with a total of 100 respondents. The data analysis used was descriptive analysis, Customer Satisfaction Index (CSI), and Importance Performance Analysis (IPA).
The results of this study showed that (1) The characteristics of tourist to the Svarga Mina Padi Panembangan Agrotourism are mostly female, aged 26-35 years, live in urban areas, have completed high school education, work as housewives, and have income of less than Rp1,000,000. Most of the tourist come for recreation purposes, visit more than three times, are accompanied by family, and receive information about the agrotourism sit through friends or family. (2) The level of tourism to the Svarga Mina Padi Agrotourism obtained a value of 77.50 percent, which means that tourisms feel satisfied. (3) Attributes that need improvement include road access, parking areas, safety assurance, site security, information dissemination, facilities, the appearance of facility, and cleanliness. Meanwhile, the attributes that should be maintained are the price of tourism activities, consistency of service, staff knowledge, accuracy of information, ease of communication, responsiveness, staff attitudes, complaint handling, and the mina padi farming area.
4665350054F1D021016Analisis Faktor Politik Dalam Implementasi Kebijakan Penyelenggaraan Mal Pelayananan Publik di Kabupaten BanyumasMal Pelayanan Publik (MPP) merupakan bagian dari reformasi birokrasi di Indonesia yang bertujuan menyederhanakan layanan publik melalui integrasi berbagai instansi dalam satu tempat. Pelaksanaan Mal Pelayanan Publik tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan administratif, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi politik lokal. Di Kabupaten Banyumas, kebijakan penyelenggaraan Mal Pelayanan Publik mencerminkan hubungan antara visi kepala daerah, dinamika birokrasi, dan kepentingan politik di lingkungan pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor politik terhadap implementasi kebijakan Mal Pelayanan Publik di Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik observasi, dokumentasi dan wawancara mendalam terhadap informan kunci yang dipilih secara purposive, yaitu sekretariat, staf Mal Pelayanan Publik, dan mitra instansi vertikal.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan politik kepala daerah mempercepat proses pembentukan Mal Pelayanan Publik, namun pada saat yang sama muncul tantangan serius berupa fragmentasi kebijakan, resistensi dari beberapa Organisasi Perangkat Daerah, serta tarik-menarik kewenangan antar instansi. Selain itu, kepentingan politik lokal juga mempengaruhi struktur koordinasi dan pengambilan keputusan, sehingga menghambat integrasi penuh layanan. Implikasi dari temuan ini menunjukkan perlunya penguatan koordinasi antar dinas, kepemimpinan yang kolaboratif, serta mekanisme pengawasan yang transparan dan partisipatif. Upaya reformasi birokrasi melalui Mal Pelayanan Publik hanya akan berhasil jika didukung oleh stabilitas politik yang sehat dan kesadaran kolektif akan pentingnya pelayanan publik yang berorientasi pada warga.The Public Service Mall (MPP) is part of Indonesia's bureaucratic reform aimed at simplifying public services through the integration of various agencies in one location. The implementation of the Public Service Mall is not only determined by technical and administrative aspects but is also greatly influenced by local political conditions. In Banyumas Regency, the policy for implementing the Public Service Mall reflects the relationship between the vision of the local government leader, bureaucratic dynamics, and political interests within the local government. This study aims to analyze the influence of political factors on the implementation of the Public Service Mall policy in Banyumas Regency. The method used is qualitative, employing observation, documentation, and in-depth interviews with key informants selected purposively, namely the secretariat, Public Service Mall staff, and vertical agency partners. The results of the study indicate that the political support of the local government head accelerates the process of establishing the Public Service Mall, but at the same time, serious challenges arise in the form of policy fragmentation, resistance from some Regional Apparatus Organizations, and power struggles between agencies. Additionally, local political interests also influence the coordination structure and decision-making process, thereby hindering the full integration of services. The implications of these findings highlight the need for strengthened inter-agency coordination, collaborative leadership, and transparent oversight mechanisms.
4665450056K1B021048INCREASING ANNUITY DAN DECREASING ANNUITY PADA ANUITAS DENGAN RAGAM PEMBAYARAN
DERET ARITMATIKA
Anuitas merupakan serangkaian pembayaran berkala dengan jumlah yang sama pada setiap periode tertentu. Dalam perkembangannya, terdapat anuitas dengan pembayaran yang berubah secara sistematis antarperiode. Jenis ini dikenal sebagai increasing annuity (pembayaran meningkat setiap periode) dan decreasing annuity (pembayaran menurun setiap periode). Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai sekarang (present value) dan nilai akhir (future value) dari kedua jenis anuitas tersebut pada tingkat bunga efektif tetap, baik untuk annuity-immediate (pembayaran di akhir periode) maupun annuity-due (pembayaran di awal periode). Perhitungan dilakukan menggunakan model deret aritmatika untuk merepresentasikan perubahan pembayaran dengan selisih nominal tetap antarperiode. Metode yang digunakan meliputi studi literatur sebagai dasar pengembangan model matematis dan simulasi contoh perhitungan menggunakan Microsoft Excel untuk menghasilkan grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan laju pertumbuhan pembayaran meningkatkan nilai akhir, sedangkan nilai sekarang dipengaruhi oleh keseimbangan antara laju pertumbuhan pembayaran dan efek diskonto. Hasil ini dapat menjadi acuan dalam merancang variasi pembayaran anuitas agar sesuai dengan kebutuhan finansial yang diinginkan, baik pada saat ini maupun di masa depan.An annuity is a series of periodic payments with the same amount in each period. In its development, there are annuities with payments that change systematically between periods. This type is known as an increasing annuity (payments increase in each period) and a decreasing annuity (payments decrease in each period). This study aims to analyze the present value and future value of both types of annuities at a fixed effective interest rate, for both annuity-immediate (payments at the end of the period) and annuity-due (payments at the beginning of the period). The calculations employ an arithmetic series model to represent changes in payments with a constant nominal difference between periods. The methods used include a literature review as the basis for developing the mathematical model and numerical simulations of example calculations using Microsoft Excel to produce graphical representations. These results can serve as a reference in designing variations of annuity payments to suit the desired financial needs, both at present and in the future.
4665550062H1B021005Analisis Perilaku Struktur Bangunan Baja Beraturan dan Tidak Beraturan Horizontal Menggunakan Metode Linear Time HistoryIndonesia berada di jalur cincin api pasifik dan di pertemuan empat lempeng utama yaitu Lempeng Eurasia, Lempeng Indo-Australia, Lempeng Pasifik, dan Lempeng Laut Filipina. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara yang rawan akan bencana gempa bumi. Jika gempa terjadi akan menyebabkan korban jiwa, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Salah satu upaya dalam mitigasi bencana gempa bumi adalah perencanaan bangunan tahan gempa. Terkadang bangunan didesain dengan bentuk yang tidak beraturan yang tentunya akan berpengaruh pada perilaku struktur bangunan tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku struktur bangunan baja beraturan dan tidak beraturan horizontal dengan sistem ganda menggunakan metode linear time history. Hasil dari penelitian ini yaitu gaya geser dasar terkecil terjadi pada bangunan beraturan dan nilai terbesar terjadi pada bangunan tidak beraturan model C. Nilai perpindahan menunjukkan bahwa bangunan beraturan memiliki nilai terkecil dan nilai terbesar terjadi pada bangunan tidak beraturan model C. Seluruh nilai simpangan antartingkat memenuhi syarat batas simpangan antartingkat izin. Simpangan antartingkat akibat ketiga gempa menunjukkan nilai terkecil pada bangunan beraturan. Sementara nilai simpangan antartingkat yang terbesar akibat gempa Coalinga dan Chili terjadi pada bangunan tidak beraturan model C serta akibat gempa Kushiro terjadi pada bangunan tidak beraturan model B.Indonesia is located on the Pacific Ring of Fire, where four major tectonic plates meet, the Eurasian, Indo-Australian, Pacific, and Philippine Sea plates. This condition makes Indonesia highly susceptible to earthquake activity. Earthquakes can cause loss of life, property damage, and psychological trauma. One of the ways to mitigate earthquake disasters is the design of earthquake-resistant buildings. Buildings are sometimes designed with irregular configurations, which can influence the structural behavior of the building. This research aims to determine the structural behavior of regular and horizontally irregular steel buildings with a dual system using linear time history method. The results of this study show that the smallest base shear occurs in the regular building, while the largest base shear occurs in the horizontally irregular building C. The displacement values indicate that the regular building had the smallest value and the irregular building C had the largest value. All story drift values met the allowable limit. The story drift from all three earthquakes showed the smallest values in the regular building. The largest story drift due to the Coalinga and Chile earthquakes occurred in the irregular building C, while the largest occurred due to the Kushiro earthquake in the irregular building B.
4665650055I1A018034FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI KELURAHAN KARANGWANGKAL KECAMATAN PURWOKERTO UTARASalah satu tahap perubahan yang terjadi pada remaja adalah perkembangan intelegensia yang menyebabkan remaja cenderung ingin mengetahui hal-hal baru. Masalah yang kemudian muncul antara lain kehamilan tidak diinginkan, tindakan aborsi, dan penularan infeksi menular seksual. Fenomena perilaku seksual pada remaja tentu dapat terjadi akibat beberapa faktor yang memengaruhi kejadian tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi perilaku seksual remaja. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Lameshow sebanyak 96 orang remaja di Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner daring yang dibagikan melalui google form dengan analisis data menggunakan uji Chi-Square dan regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual remaja adalah pengetahuan, sikap, pengalaman berpacaran, paparan media, peran orang tua, dan pengaruh teman sebaya (p<0.05). Faktor yang memengaruhi perilaku seksual remaja adalah sikap (OR=11,233) dan peran orang tua (OR=5,701). Disimpulkan bahwa orang tua perlu melakukan pendampingan termasuk memberikan pendidikan kesehatan reproduksi agar remaja mampu memiliki pengetahuan dan sikap tentang perilaku seksual yang benar dan bertanggung jawab.One of the developmental stages that occur during adolescence is the growth of intelligence, which leads adolescents to have a tendency to explore new things. Emerging issues include unwanted pregnancies, abortion, and the transmission of sexually transmitted infections. The phenomenon of adolescent sexual behavior can be attributed to several influencing factors. This study aims to identify the factors influencing adolescent sexual behavior. This study uses a quantitative research design with a cross-sectional approach. The sampling technique used the Lameshow formula, involving 96 adolescents in Karangwangkal Sub-District, North Purwokerto District. The instrument used was an online questionnaire distributed via Google Forms, with data analysis conducted using Chi-Square test and logistic regression. The factors significantly associated with adolescent sexual behavior were knowledge, attitude, dating experience, media exposure, parental roles, and peer influence (p<0.05). The factors influencing adolescent sexual behavior are attitude (OR=11.233) and parental role (OR=5.701). In conclusion, parents should provide guidance, including reproductive health education, to help adolescents develop knowledge and attitudes toward proper and responsible sexual behavior.
4665750058H1A018036PERBANDINGAN KUALITAS HASIL CETAK NOTA STRUK BELANJA MENGGUNAKAN METODE OPTICAL CHARACTER RECOGNITION (OCR) PADA CAPSTONE PROJECT KANTONGINOptical Character Recognition (OCR) merupakan teknologi yang digunakan untuk
mengekstraksi teks dari gambar atau dokumen yang telah dipindai. Tantangan utama dalam penerapan teknologiini adalah kemampuan untuk membaca teks dari berbagaikualitas cetakan, terutama pada nota. Penelitian ini, yang merupakan bagian dari Capstone Project Kantongin, bertujuan untuk membandingkan beberapa metode OCR berdasarkan parameter akurasi, waktu
pemrosesan, dan pengaruh kualitas cetakan terhadap hasil pengenalan teks. Tesseract OCR dipilih sebagai metode utama dalam penelitian ini.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas cetakan memiliki pengaruh signifikan terhadap kinerja OCR. Cetakan dengan kualitas rendah meningkatkan Character Error Rate (CER) dan waktu pemrosesan, yang berdampak pada efektivitas penggunaan teknologi OCR dalam situasi nyata. Temuan ini memberikan wawasan penting mengenai aplikasi OCR dalam konteks dunia nyata dengan berbagai kualitas cetakan yang bervariasi.
This research, titled "Comparison of OCR Methods in Reading Note Text with Various
Printing Qualities on the Kantongin Capstone Project," evaluates different Optical Character
Recognition (OCR) methods based on their accuracy and efficiency when reading printed notes of varying quality. OCR technology converts scanned documents, PDFs, or images into editable data; however, the quality of the printed material can significantly affect the performance of the
OCR system.The study compares multiple OCR methods, focusing on parameters such as recognition accuracy, processing time, and the ability to handle different printing conditions, including clarity and resolution, using Tesseract OCR as the primary tool.findings of this research provide valuable insights into the strengths of each method and offer practical recommendations
for real-world applications, particularly in the domain of digital receipt processing.
4665850059A1F021067Karakteristik Kimia dan Sensori Cookies Bersubstitusi Tepung Ubi Jalar Ungu dengan Penambahan Bubuk Kayu Manis sebagai Sumber AntioksidanPaparan radikal bebas akibat polusi udara, radiasi, merokok, dan pemanasan makanan dapat memicu stres oksidatif yang berperan dalam penuaan dan penyakit degeneratif. Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan konsumsi pangan kaya antioksidan, salah satunya ubi jalar ungu sebagai sumber antosianin dan kayu manis yang mengandung flavonoid, sinamaldehid, serta eugenol. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh substitusi tepung ubi jalar ungu dan penambahan bubuk kayu manis terhadap karakteristik kimia dan sensori cookies, serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu substitusi tepung ubi jalar ungu (50%, 75%, 100%) dan penambahan bubuk kayu manis (0%, 2,5%, 5%), masing-masing dengan tiga ulangan. Parameter kimia yang diamati meliputi kadar air, serat kasar, dan aktivitas antioksidan (% inhibisi), sedangkan uji sensori mencakup warna, aroma, rasa, tekstur, dan kesukaan keseluruhan. Sampel terbaik dianalisis proksimat dan aktivitas antioksidan (IC50) kemudian dibandingkan dengan SNI 01-2973-2022. Hasil penelitian menunjukkan substitusi ubi jalar ungu berpengaruh nyata terhadap kadar air, serat kasar, dan aktivitas antioksidan, sedangkan interaksi dengan kayu manis meningkatkan aktivitas antioksidan dan serat kasar. Penambahan kayu manis meningkatkan aktivitas antioksidan cookies. Perlakuan terbaik diperoleh pada substitusi tepung ubi jalar ungu 100% dan penambahan kayu manis 2,5% dengan kadar air 4,46%, abu 1,78%, lemak 37,20%, protein 3,98%, karbohidrat 52,58%, serta aktivitas antioksidan 44,97 ppm (sangat kuat), dan disukai panelis pada tingkat agak suka.Free radical exposure from air pollution, radiation, smoking, and high-temperature food processing can trigger oxidative stress, contributing to aging and degenerative diseases. Antioxidant-rich foods such as purple sweet potato, a source of anthocyanins, and cinnamon, containing flavonoids, cinnamaldehyde, and eugenol, may reduce oxidative stress. This study aimed to evaluate the effect of purple sweet potato flour substitution and cinnamon powder addition on the chemical and sensory characteristics of cookies, as well as to determine the best formulation. A Completely Randomized Design (CRD) was applied with two factors: purple sweet potato flour substitution (50%, 75%, 100%) and cinnamon powder addition (0%, 2.5%, 5%), each with three replications. Chemical parameters analyzed included moisture content, crude fiber, and antioxidant activity (% inhibition), while sensory attributes assessed were color, aroma, taste, texture, and overall acceptability. The best treatment was further analyzed for proximate composition and antioxidant activity (IC50) and compared to SNI 01-2973-2022. Results showed that purple sweet potato flour significantly affected moisture, crude fiber, and antioxidant activity, while its interaction with cinnamon increased antioxidant activity and crude fiber. Higher cinnamon concentration enhanced antioxidant activity. The best formulation was obtained with 100% purple sweet potato flour and 2.5% cinnamon powder, with moisture content 4.46%, ash 1.78%, fat 37.20%, protein 3.98%, carbohydrate 52.58%, antioxidant activity 44.97 ppm (very strong), and moderately liked by panelists.The experimental design used was a Completely Randomized Design (RAL) with three replications. The factors studied were the substitution of purple sweet potato flour (T) at concentrations of 50% (T1), 75% (T2), and 100% (T3), and the addition of cinnamon powder (K) at concentrations of 0% (K1), 2.5% (K2), and 5% (K3). Observations included chemical analyses such as moisture content, crude fiber content, and antioxidant activity (% inhibition). In addition, sensory variables were observed, including color, aroma, taste, texture, and overall acceptability. The best treatment sample, determined using the effectiveness index, was further analyzed for proximate composition (moisture, total protein, fat, ash, carbohydrate) and antioxidant activity (IC50), and compared to SNI 01-2973-2022.
The results showed that purple sweet potato flour substitution had a significant effect on antioxidant activity, crude fiber content, and moisture content in the cookies. The interaction between the two treatments significantly affected antioxidant activity and crude fiber content. Increasing the amount of cinnamon powder added resulted in increased antioxidant activity. The best treatment based on chemical and sensory characteristics was the substitution of 100% purple sweet potato flour with the addition of 2.5% cinnamon powder, which produced cookies with 4.46% moisture, 1.78% ash, 37.20% fat, 3.98% total protein, 52.58% carbohydrate, antioxidant activity of 44.97 ppm (very strong), purplish-brown color (3.4), moderately strong aroma (3.3), slightly sweet taste (3.2), crumbly texture (3.7), and moderately liked by panelists (3.1).
4665950061H1B021045Analisis Perilaku Struktur Bangunan Beton Bertulang Beraturan dan Tidak Beraturan Horizontal Menggunakan Metode Linear Time HistorySecara geologis, wilayah Indonesia terletak antara tiga lempeng tektonik yaitu lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik. Akibatnya, beberapa daerah di Indonesia rentan terhadap bencana gempa bumi. Disamping itu, saat ini banyak bangunan bertingkat didesain dengan ketidakberaturan horizontal sebagai pemenuhan fungsi bangunan, estetika, ataupun keterbatasan lahan. Adanya ketidakberaturan horizontal berpengaruh terhadap kemampuan struktur dalam menahan beban gempa. Penelitian ini melakukan analisis pada bangunan beton bertulang 7 lantai (satu model beraturan dan tiga model tidak beraturan horizontal) untuk melihat perbedaan perilaku struktur meliputi base shear, displacement, dan drift struktur akibat gempa. Metode analisis yang digunakan yaitu metode linear time history dengan data gempa El Centro, Kushiro, dan Chili menggunakan software ETABS v.21.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur beraturan cenderung mempunyai nilai base shear, displacement, dan drift yang lebih kecil dibandingkan dengan struktur tidak beraturan. Nilai base shear, displacement, dan drift terbesar yaitu model tidak beraturan C, dengan nilai berturut-turut 8410,2 kN (+4,44% dari struktur beraturan); 64,444 mm (akibat gempa Kushiro); dan 60,527 mm (akibat gempa Kushiro).From a geological perspective, Indonesia is located between three tectonic plates: the Eurasian Plate, the Indo-Australian Plate, and the Pacific Plate. As a result, several regions in Indonesia are vulnerable to earthquake disasters. In addition, many multi-story buildings are currently designed with horizontal irregularities due to functional requirements, aesthetic considerations, or land constrains. These horizontal irregularities affect the structural performance in resisting seismic loads.This study analyzes seven-story reinforced concrete building (one regular model and three horizontally irregular models) to investigate the differences in structural behavior, including base shear, displacement, and drift. The analysis method used is linear time history using earthquake records from El Centro, Kushiro, and Chile. The calculation procces uses ETABS v.21.2.0 software. The results indicate that the regular structure generally shows lower values of base shear, displacement, and drift compared to the irregular structures. The highest values of base shear, displacement, and drift were observed in the irregular model C, with respective values of 8,410.2 kN (+4.44% compared to the regular structure); 64,444 mm (due to the Kushiro earthquake); and 60,527 mm (due to the Kushiro earthquake).
4666050060A1F021041Pengaruh Substitusi Tepung Ubi Jalar Kuning dan Penambahan Bubuk Daun Pegagan Sebagai Sumber Antioksidan Terhadap Sifat Kimia dan Sensori CookiesPerubahan pola hidup modern yang ditandai dengan meningkatnya konsumsi makanan cepat saji dan paparan polusi udara berkontribusi terhadap akumulasi radikal bebas pemicu stres oksidatif yang berperan dalam timbulnya penyakit degeneratif. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan asupan antioksidan, salah satunya dengan pengembangan cookies berbasis tepung ubi jalar kuning dan bubuk daun pegagan (Centella asiatica). Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi tepung ubi jalar kuning dan penambahan bubuk daun pegagan terhadap sifat kimia dan sensoris cookies, serta menentukan perlakuan terbaik. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu substitusi tepung ubi jalar kuning (25%, 50%, 75%) dan penambahan bubuk daun pegagan (0%, 3,5%, 7%) dengan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar serat kasar, aktivitas antioksidan, uji sensoris, analisis proksimat, serta aktivitas antioksidan (IC₅₀) dibandingkan dengan SNI 01-2973-2022. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung ubi jalar kuning berpengaruh nyata terhadap kadar air, serat kasar, dan aktivitas antioksidan, dengan interaksi signifikan bersama bubuk daun pegagan terhadap peningkatan serat kasar dan aktivitas antioksidan. Perlakuan terbaik diperoleh pada substitusi tepung ubi jalar kuning 75% dengan penambahan bubuk daun pegagan 3,5%, menghasilkan kadar air 3,24%, abu 2,99%, lemak 31,80%, protein 4,35%, karbohidrat 57,62%, serta aktivitas antioksidan 75,14 ppm (kategori kuat). Secara sensoris, cookies memiliki warna cokelat, aroma agak khas, rasa agak pahit, tekstur agak remah, namun tingkat kesukaan relatif rendah.

Lifestyle changes in modern society, characterized by increased fast-food consumption and high exposure to air pollution, contribute to the accumulation of free radicals that trigger oxidative stress and play a role in the development of degenerative diseases. Preventive efforts can be carried out by increasing antioxidant intake, one of which is through the development of cookies made from yellow sweet potato flour and gotu kola (Centella asiatica) powder. This study aimed to evaluate the effect of yellow sweet potato flour substitution and gotu kola powder addition on the chemical and sensory properties of cookies, as well as to determine the best treatment. A Completely Randomized Design (CRD) was used with two factors: yellow sweet potato flour substitution (25%, 50%, 75%) and gotu kola powder addition (0%, 3.5%, 7%) with three replications. Parameters observed included moisture content, crude fiber, antioxidant activity, sensory evaluation, proximate analysis, and antioxidant activity (IC₅₀), compared to SNI 01-2973-2022 standards. The results showed that yellow sweet potato flour substitution significantly affected moisture, crude fiber, and antioxidant activity, with significant interaction with gotu kola powder in increasing crude fiber and antioxidant activity. The best treatment was obtained with 75% yellow sweet potato flour substitution and 3.5% gotu kola powder addition, producing 3.24% moisture, 2.99% ash, 31.80% fat, 4.35% protein, 57.62% carbohydrates, and 75.14 ppm antioxidant activity (strong category). Sensory evaluation indicated brown color, slightly distinctive aroma, slightly bitter taste, slightly crumbly texture, and relatively low overall acceptance.