Home
Login.
Artikelilmiahs
50013
Update
AMALDA PUTRI SEPFRININGRUM
NIM
Judul Artikel
Stabilitas Hasil Padi pada Tiga Ketinggian Tempat Berbeda
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Padi (Oryza sativa L.) merupakan komoditas pertanian utama dan menjadi sumber bahan makanan pokok di Indonesia. Program pemuliaan tanaman bertujuan untuk meningkatkan hasil panen secara kuantitas maupun kualitas. Interaksi antara varietas dan lingkungan menyebabkan tanaman memiliki respon yang beragam terhadap lingkungan yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lokasi terhadap stabilitas hasil padi, mengetahui pengaruh interaksi varietas dan lokasi terhadap pertumbuhan dan hasil padi, mengetahui nilai parameter genetik, serta mengetahui varietas yang stabil dan unggul pada tiga ketinggian tempat berbeda. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah dataran rendah (Desa Tanggeran, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen), lahan sawah dataran menengah (Lahan blok Sariaji, Kelurahan Kramatan, Kecamatan Wonosobo), lahan sawah dataran tinggi (Desa Gununglangit, Kecamatan Kalibening). Rancangan lingkungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai KKF lebih tinggi dibandingkan nilai KKG yang ditunjukkan pada sebagian karakter yang diamati. Karakter dengan nilai heritabilitas, KKG, dan kemajuan genetik tinggi dapat dijadikan kriteria seleksi karena memiliki sifat yang mudah diturunkan ke generasi selanjutnya. Interaksi varietas dan lokasi ditunjukkan oleh tinggi tanaman, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 butir, bobot gabah kering panen, dan bobot gabah kering giling. Hasil analisis stabilitas menurut Finlay & Wilkinson (1963) menunjukkan bahwa varietas Ciherang dan M70D memiliki koefisien regresi kurang dari 1 yang berarti varietas tersebut dapat beradaptasi di lokasi Kebumen dan Banjarnegara. Sementara, varietas Rojolele memiliki koefisien regresi lebih dari 1 yang berarti varietas tersebut spesifik lokasi dan cocok ditanam di lokasi Wonosobo.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Rice (Oryza sativa L.) is a major agricultural commodity and primary food source in Indonesia. Plant breeding programs aim to improve crop yields in terms of both quantity and quality. Interactions between varieties and the environment cause plants to respond differently to different environments. This study aims to determine the effect of location on rice yield stability, to determine the effect of variety and location interactions on rice growth and yield, to determine genetic parameter values, and to identify stable and superior varieties at three different elevations. The study was conducted in lowland rice fields (Tangeran Village, Sruweng Subdistrict, Kebumen Regency), midland rice fields (Sariaji Block, Kramatan Village, Wonosobo Subdistrict), and highland rice fields (Gununglangit Village, Kalibening Subdistrict). The experimental design used in this study was a factorial Randomized Block Design (RBD) with three replications. The results showed that the KKF values were higher than the KKG values for some of the observed traits. Characteristics with high heritability, KKG, and genetic progress values can be used as selection criteria because they have traits that are easily passed on to the next generation. Variety and location interactions were indicated by plant height, percentage of filled grains per panicle, weight of 1,000 grains, weight of harvested dry grains, and weight of milled dry grains. The results of stability analysis according to Finlay & Wilkinson (1963) show that the Ciherang and M70D varieties have regression coefficients of less than 1, which means that these varieties can adapt to the Kebumen and Banjarnegara locations. Meanwhile, the Rojolele variety has a regression coefficient of more than 1, which means that this variety is location-specific and suitable for planting in the Wonosobo location.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save