Artikel Ilmiah : E1A021177 a.n. RAIHAN DIVO UTAMA

Kembali Update Delete

NIME1A021177
NamamhsRAIHAN DIVO UTAMA
Judul ArtikelTANGGUNG JAWAB HUKUM TENAGA GIZI SEBAGAI TENAGA KESEHATAN DALAM PELAYANAN KESEHATAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sinkronisasi pengaturan dan bentuk-bentuk
tanggung jawab hukum tenaga gizi sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan
kesehatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan metode
pendekatan perundang-undangan, pendekatan analitis, dan pendekatan konsep.
Spesifikasi penelitian ini adalah inventarisasi perundang-undangan, sinkronisasi
hukum, dan penemuan hukum in concreto. Data yang digunakan adalah data sekunder
yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Metode analisis yang digunakan adalah
normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan tanggung jawab
hukum tenaga gizi sebagai tenaga kesehatan dalam pelayanan kesehatan telah
menunjukkan adanya sinkronisasi vertikal. Artinya, peraturan dengan derajat lebih
rendah tidak bertentangan dengan peraturan yang derajatnya lebih tinggi dan peraturan
yang lebih tinggi derajatnya menjadi dasar dibentuknya peraturan yang derajatnya
lebih rendah. Selain itu peraturan yang sederajat tidak saling bertentangan dan dapat
saling melengkapi. Bentuk tanggung jawab hukum tenaga gizi sebagai tenaga
kesehatan dalam pelayanan kesehatan meliputi: tanggung jawab hukum pidana
berdasarkan Pasal 308 ayat (1) dan Pasal 440 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023
tentang Kesehatan; tanggung jawab hukum perdata berdasarkan Pasal 308 ayat (2)
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan; dan tanggung jawab
hukum administratif berdasarkan Pasal 283, Pasal 306 dan Pasal 313 Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Pasal 736 Peraturan Pemerintah Nomor 28
Tahun 2024 tentang tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun
2023 tentang Kesehatan, serta Pasal 24 Peraturan Menteri Kesehatan Republik
Indonesia Nomor 26 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pekerjaan dan Praktik
Tenaga Gizi.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to examine the synchronization of regulations and the forms of legal
liability of nutritionists as health professionals in healthcare services. The research
employs a normative juridical approach with statutory, analytical, and conceptual
methods. The research specification includes the inventory of legislation, legal
synchronization, and in concreto legal discovery. The data used are secondary data
obtained through literature study. The analysis method applied is normative qualitative
analysis. The findings indicate that the regulation of legal liability of nutritionists as
health
professionals
in
healthcare services demonstrates both vertical
synchronization. This means that lower-level regulations do not conflict with higher
level regulations, and higher-level regulations serve as the basis for the formation of
lower-level regulations. Furthermore, regulations of equal hierarchy do not contradict
each other and can be mutually complementary. The forms of legal liability of
nutritionists as health professionals in healthcare services include: criminal liability
under Article 308 paragraph (1) and Article 440 of Law Number 17 of 2023 on Health;
civil liability under Article 308 paragraph (2) of Law Number 17 of 2023 on Health;
and administrative liability under Article 283, Article 306, and Article 313 of Law
Number 17 of 2023 on Health, Article 736 of Government Regulation Number 28 of
2024 on the Implementation of Law Number 17 of 2023 on Health, as well as Article
24 of Minister of Health Regulation Number 26 of 2013 on the Implementation of the
Work and Practice of Nutritionists.
Kata kunciTenaga Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, Tanggung Jawab, Tenaga Gizi
Pembimbing 1Nayla Alawiya, S. H., M. H.
Pembimbing 2Enny Dwi Cahyani, S. H., M. H.
Pembimbing 3Alef Musyahadah Rahmah, S. H., M. H.
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-08-19 10:32:11.741263
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.