Artikelilmiahs

Menampilkan 46.561-46.580 dari 48.726 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4656149948F1D021032ANALISIS FRAMING MODEL ZHONGDANG PAN DAN GERALD
M.KOSICKI PEMBERITAAN POLITIK DINASTI PRESIDEN JOKO
WIDODO MENJELANG PILKADA 2024 DALAM MEDIA MASSA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perbandingan
konstruksi yang dilakukan media massa untuk membentuk isu politik dinasti
Presiden Joko Widodo menjelang Pilkada serentak 2024 serta mengungkap peran
media massa sebagai aktor politik dalam membentuk legitimasi kekuasaan
ditengah potensi penyalahgunaan institusi hukum menjelang momentum politik
besar melalui informasi politik yang dikonstruksi dan diarahkan, khususnya
berkaitan dengan upaya DPR RI menganulir RUU Pilkada dan aksi massa untuk
mengawal Putusan Mahkamah Konstitusi dalam gerakan #KawalPutusanMK. Isu
ini sensitif karena melibatkan perubahan regulasi yang dinilai menguntungkan
keluarga presiden, memicu kritik publik, dan memunculkan gerakan sebagai
bentuk perlawanan sipil. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis
framing model Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki mengkaji berita dari empat
media daring yaitu Tempo.co, Kompas.com, Sindonews, dan Detik.com yang
diterbitkan selama Maret hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukan
bahwa setiap media membingkai isu politik dinasti dengan cara yang berbeda
sesuai dengan orientasi politik dan strategi komunikasinya. Tempo.co
menggunakan narasi kritis dan retorikal moral untuk menyoroti praktik
pelanggengan kekuasaan melalui keluarga presiden. Kompas.com menekankan
perlawanan sipil dan posisi mahasiswa sebagai aktor moral dalam menjaga
demokrasi konstitusional. Sindonews memperlihatkan ambiguitas antara sikap
kritis dan narasi pembelaan terhadap pemerintah. Detik.com menampilkan
simbolisme aksi protes publik tanpa sikap editorial yang tegas. Temuan ini
menunjukan bahwa media bukan sekadar saluran informasi, tetapi juga aktor
dalam komunikasi politik yang membentuk opini publik dan memengaruhi
legitimasi kekuasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian politik
dinasti dan framing media melalui konstruksi wacana untuk membentuk realitas
terkait kekuasaan ditengah krisis kepercayaan publik terhadap institusi hukum.
This study aims to analyze how the mass media compares the construction of political issues surrounding President Joko Widodo's dynasty ahead of the 2024 simultaneous regional elections, as well as to uncover the role of the mass media as a political actor in shaping the legitimacy of power a mid the potential for abuse of legal institutions ahead of a major political moment through constructed and directed political information, particularly in relation to the Indonesian House of Representatives' efforts to annul the Regional Election Bill and mass actions to monitor the of the Constitutional Court in the #KawalPutusanMK movement. This issue is sensitive because it involves regulatory changes deemed to benefit the president's family, triggering public criticism, and sparking movements as forms of civil resistance. Using a qualitative approach with the framing analysis model by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki's framing analysis model, this study examines news articles from four online media outlets Tempo.co, Kompas.com, Sindonews, and Detik.com—published between March and August 2024. The research findings indicate that each media outlet frames the political dynasty issue differently, in line with their political orientation and communication strategies. Tempo.co uses critical and moral rhetoric to highlight the practice of perpetuating power through the president's family. Kompas.com emphasizes civil resistance and the position of students as moral actors in safeguarding constitutional democracy. Sindonews shows ambiguity between a critical stance and a narrative defending the government. Detik.com presents the symbolism of public protests without a clear editorial stance. These findings indicate that the media is not merely a channel of information but also an actor in political communication that shapes public opinion and influences the legitimacy of power. This research contributes to studies on dynastic politics and media framing through discourse construction to shape reality regarding power amid a crisis of public trust in legal institutions.
4656249949A1D021056Perubahan Pola Suhu pada Proses Pengomposan Kotoran Kambing dan Sapi dengan Bioaktivator Komersial dan Alami Penggunaan pupuk sintetik yang berlebihan dan tidak seimbang berdampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, untuk mengurangi dampak tersebut, dibutuhkan alternatif pupuk yang ramah lingkungan seperti kompos berbahan limbah peternakan. Kotoran kambing dan sapi memiliki rasio C/N yang berbeda, yaitu 47,34 dan 27,79, yang memengaruhi proses dekomposisi. Pengomposan secara alami memerlukan waktu lama, sehingga penggunaan bioaktivator menjadi solusi untuk mempercepat proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas bioaktivator EM-4, M-21, dan Bio Decolizea dalam mempertahankan suhu selama proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan kompos tidak mencapai fase termofilik karena ketinggian tumpukan kompos terlalu rendah dan kelembapan kompos tinggi. Meskipun demikian, pengomposan tetap berhasil dan menjadi kompos pada minggu ke-5 pengomposan berdasarkan sifat fisik kompos.The excessive and imbalanced use of synthetic fertilizers negatively impacts the environment. To reduce this impact, we need environmentally friendly fertilizer alternatives, such as compost made from livestock waste. The C/N ratios of goat and cow manure are 47.34 and 27.79, respectively, and these ratios affect the decomposition process. Since natural composting takes a long time, using bioactivators is an effective way to accelerate the process. This study aims to determine the effectiveness of EM-4, M-21, and Bio Decolize as bioactivators in maintaining temperature during the composting process. The results showed that none of the compost treatments reached the thermophilic phase due to the compost pile's low height and high moisture content. However, the composting process was successful, producing compost by the fifth week based on the physical properties of the compost.
4656349950A1D021148Evaluasi Status Sulfur dan C-organik Tanah Pada Hasil Tanaman Padi Di DAS Serayu Tengah Wilayah Kecamatan Karangmoncol Kabupaten PurbalinggaPadi merupakan komoditas utama dan sumber karbohidrat pokok di Indonesia, namun produksi nasional cenderung menurun meskipun permintaan meningkat. Kecamatan Karangmoncol, Kabupaten Purbalingga merupakan wilayah pertanian potensial, namun informasi mengenai status kesuburan tanah, khususnya unsur sulfur dan karbon organik (C-organik), masih terbatas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran sulfur dan C-organik tanah, menganalisis hubungannya dengan hasil padi, serta memberikan rekomendasi pemupukan berdasarkan status kesuburan tanah. Sebanyak 15 sampel tanah diambil pada dua kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm kemudian dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan kandungan sulfur tersedia sangat tinggi yaitu sebesar 312,8 – 852,6 ppm dan C-organik tergolong sedang sebesar 1,91% – 2,86%. Terdapat korelasi positif signifikan antara sulfur dengan hasil padi, sedangkan hubungan C-organik dengan hasil padi belum signifikan secara statistik. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan pemupukan spesifik lokasi dengan penambahan pupuk kompos dan jerami untuk mendukung kesuburan tanah secara berkelanjutan.Rice is a major commodity and a staple carbohydrate source in Indonesia, but national production tends to decline despite increasing demand. Karangmoncol District, Purbalingga Regency, is a potential agricultural area, but information on soil fertility, particularly sulfur and organic carbon (C-organic), remains limited. This study was conducted to determine the distribution of soil sulfur and C-organic content, analyze their relationship to rice yield, and provide fertilizer recommendations based on soil fertility status. A total of 15 soil samples were taken at two depths: 0-25 cm and 25-50 cm, and then analyzed in the laboratory. The results showed very high available sulfur content, at 312.8-852.6 ppm, and moderate organic C content, at 1.91%-2.86%. There was a significant positive correlation between sulfur and rice yield, while the relationship between C-organic content and rice yield was not statistically significant. Based on these results, site-specific fertilization with the addition of compost and rice straw is recommended to support sustainable soil fertility.
4656449951L1C021063Pendugaan Cadangan Karbon Pada Ekosistem Mangrove di Kutawaru CilacapKonsentasi CO2 yang meningkat menjadi salah satu pemicu utama perubahan iklim global. Salah satu solusi menurunkan konsentrasi CO2 adalah dengan penyerapan karbon oleh ekosistem mangrove yang memiliki kemampuan penyimpanan karbon jangka panjang, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik perairan dan vegetasi mangrove, cadangan karbon biomassa dan sedimen, serta hubungan antara kualitas perairan dan vegetasi terhadap simpanan karbon di ekosistem mangrove Kutawaru, Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling sebanyak 3 stasiun pengamatan. Analisis karbon organik menggunakan metode Walkley and Black. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa ditemukan delapan jenis mangrove di ekosistem mangrove Kutawaru diantaranya Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Avicennia alba, Aegiceras corniculatum, Ceriops tagal, Ceriops decandra dan Bruguiera gymnorrhiza. Cadangan karbon sedimen berkisar antara 386,94 hingga 432,36 ton C/ha, lebih tinggi dibandingkan dengan karbon biomassa yang berkisar antara 272,5 hingga 341,5 ton C/ha. Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa karbon sedimen memiliki hubungan sangat kuat dengan parameter perairan seperti suhu (r=0,999), DO (r=0,986), dan pH (r=0,956). Sementara itu, karbon biomassa berkorelasi kuat salinitas (r=0,984) dan pH (r=0,828 ). Namun keduanya berkorelasi sangat kuat dengan kerapatan mangrove. The increasing concentration of CO2 is one of the main triggers of global climate change. One solution to reduce CO2 concentration is through carbon absorption by mangrove ecosystems that have long-term carbon storage capabilities, thus playing an important role in climate change mitigation. This study aims to determine the characteristics of mangrove waters and vegetation, biomass and sediment carbon stocks, and the relationship between water quality and vegetation to carbon storage in the Kutawaru mangrove ecosystem, Cilacap. The research method used is a survey method with sampling using purposive sampling at 3 observation stations. Organic carbon analysis used the Walkley and Black method. Data analysis used is quantitative descriptive analysis. The results show that eight mangrove species were found in the Kutawaru mangrove ecosystem including Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Sonneratia alba, Avicennia alba, Aegiceras corniculatum, Ceriops tagal, Ceriops decandra and Bruguiera gymnorrhiza. Sediment carbon reserves ranged from 386.94 to 432.36 tons C/ha, higher than biomass carbon which ranged from 272.5 to 341.5 tons C/ha. Pearson correlation test showed that sediment carbon had a very strong relationship with water parameters such as temperature (r=0.999), DO (r=0.986), and pH (r=0.956). Meanwhile, biomass carbon was strongly correlated with salinity (r=0.984) and pH (r=0.828). However, both were very strongly correlated with mangrove density.
4656549952A1C021014PENGARUH JENIS MULSA ORGANIK TERHADAP PEMADATAN TANAH PADA KEDALAMAN 0 – 50 CM (12 BULAN SETELAH PERLINTASAN TRAKTOR RODA DUA)Penggunaan traktor roda dua pada lahan juga dapat menimbulkan pemadatan tanah yang terdampak negatif terhadap sifat fisik tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis mulsa organik terhadap pemadatan tanah pada kedalaman 0 – 50 cm saat 12 bulan setelah perlintasan traktor roda dua, serta menganalisis hubungan antar sifat fisik tanah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan dengan 4 taraf perlakuan, yaitu: tanpa mulsa organik (M0), mulsa jerami padi (Mj), mulsa sekam padi (Ms), dan mulsa serasah daun bambu (Md) dan 5 kedalaman tanah (0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40, dan 40 – 50 cm).
Hasil menunjukkan bahwa pemberian mulsa organik, terutama mulsa jerami padi, menurunkan dry bulk density dan meningkatkan porositas, kadar air, serta konduktivitas hidrolik jenuh. Semakin dalam tanah, pemadatan semakin berkurang. Analisis statistik menunjukkan hubungan linier antar variabel fisik tanah. Hasil 12 bulan dry bulk density lebih tinggi, sementara porositas, kadar air dan konduktivitas hidrolik jenuh lebih rendah dibandingkan 6 dan 0 bulan pengamatan.
The use of two-wheel tractors on agricultural land can also cause soil compaction, which negatively affects soil physical properties. This study aimed to investigate the effect of different types of organic mulch on soil compaction at a depth of 0 –50 cm, twelve months after two-wheel tractor traffic, as well as to analyze the relationships among soil physical properties. The research employed a Completely Randomized Design with four treatment levels: no organic mulch (M0), rice straw mulch (Mj), rice husk mulch (Ms), and bamboo leaf litter mulch (Md), and five soil depths (0 –10, 10 –20, 20 –30, 30 –40, and 40 –50 cm).
The results showed that the application of organic mulch, especially rice straw mulch, decreased dry bulk density and increased porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity. Soil compaction decreased with increasing soil depth. Statistical analysis revealed linear relationships among soil physical variables. After twelve months of observation, dry bulk density was higher, whereas porosity, moisture content, and saturated hydraulic conductivity were lower compared to the six- and zero-month observations.
4656649751H1A021066ANALISIS PENGARUH CODE SPLITTING TERHADAP WAKTU MUAT AWAL HALAMAN WEB MENGGUNAKAN REACTJS DAN VUEJSWaktu muat awal halaman adalah elemen krusial dalam pengembangan aplikasi web, khususnya di bagian front end, penurunan kecepatan sekecil 100 ms secara signifikan dapat menurunkan kemampuan web dalam mempertahankan pengguna dan mencapai targetnya (tingkat retensi dan konversi). Di sisi lain, penggunaan kerangka kerja modern seperti ReactJS dan VueJS dapat menghasilkan ukuran bundle JavaScript yang relatif besar dan berdampak negatif pada waktu muat awal. Teknik code splitting hadir sebagai solusi untuk memecah bundle menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan dimuat sesuai kebutuhan. Penelitian ini menganalisis dampak dua teknik code splitting, yaitu dynamic import (dengan strategi route-based code splitting dan component-based code splitting) dan chunk split (dengan strategi ukuran maksimal chunk) terhadap waktu muat awal halaman pada aplikasi FindSoed. Pengujian dilakukan pada aplikasi tersebut yang dibangun dengan kombinasi kerangka kerja ReactJS dan VueJS dalam mode CSR dan SSR menggunakan bundler Rsbuild dan Vite. Kinerja diukur menggunakan perangkat lunak Lighthouse berdasarkan metrik FCP, LCP, TBT, dan SI. Untuk membandingkan efektivitas strategi secara keseluruhan, diterapkan sebuah sistem skoring yang menghitung jumlah total keunggulan pada setiap metrik di seluruh kombinasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi route-based code splitting pada teknik dynamic import secara konsisten menjadi yang paling unggul, mengurangi ukuran JavaScript awal secara dratis (selisih hingga 400 kB) dan meningkatkan semua metrik kinerja. Sebaliknya, variasi pada strategi chunk split tidak menunjukkan pola keunggulan yang konsisten dan perbedaan ukuran JavaScript awal yang sangat kecil (selisih di bawah 1 kB), sehingga membuat hasil pengujian dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti latensi jaringan. Initial page load time is a crucial element in front-end web application development, where a speed decrease of as little as 100 ms can significantly lower the web's ability to retain users and achieve its targets (user retention and conversion rates). On the other hand, the use of modern frameworks such as ReactJS and VueJS produces relatively large JavaScript bundle sizes, which negatively impact initial load times. The code splitting technique emerges as a solution to break down the bundle into smaller parts that are loaded on demand. This research analyzes the impact of two code splitting techniques, dynamic import (with route-based and component-based strategies) and chunk split (with maximal chunk size strategies) on the initial page load time of the FindSoed application. The tests were conducted on that application built with a combination of the ReactJS and VueJS frameworks in both CSR and SSR modes, using Rsbuild and Vite bundlers. Web Performance was measured using Lighthouse software based on FCP, LCP, TBT, and SI metrics. To compare the overall effectiveness of the strategies, a scoring system was implemented that calculates the total number of wins for each metric across all test combinations. The research results show that the route-based code splitting strategy for dynamic import technique is consistently superior, reducing the initial JavaScript size drastically(with differences up to 400 kB) and improving all performance metrics. Conversely, variations in chunk split strategy did not show a consistent winning pattern and the very small differences in initial JavaScript size (with differences under 1 kB), which made the test results susceptible to other factors such as network latency.
4656749953L1C021019Analisis Kandungan Nitrat dan Fosfat Secara Vertikal pada Sedimen di Ekosistem Mangrove Kandang Panjang Kota PekalonganKawasan mangrove Kandang Panjang yang keberadaannya berdekatan dengan kegiatan antropogenik di pesisir Pekalongan berpotensi menerima masukan bahan pencemar baik organik maupun anorganik. Nutrien seperti nitrat dan fosfat dapat menjadi bahan pencemar jika masuk dengan konsentrasi tinggi, sehingga memengaruhi kondisi biotik dan abiotik di kawasan mangrove Kandang Panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi vertikal kandungan nitrat dan fosfat serta menganalisis keterkaitannya dengan DO pore water dan bahan organik sedimen. Penelitian dilakukan di tiga stasiun pengamatan dan tiga kedalaman, yaitu 0–10 cm, 10–20 cm, dan 20–30 cm, menggunakan metode survei. Pengambilan sampel sedimen menggunakan core sampler dan air pori dengan pore water profiler dengan metode random sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi nitrat pada kedalaman 0–10 cm berkisar 1,84–2,95 mg.kg⁻¹, 10–20 cm sebesar 1,91–3,15 mg.kg⁻¹, dan 20–30 cm sebesar 0,92–2,66 mg.kg⁻¹. Fosfat pada kedalaman 0–10 cm berkisar 27,23–37,74 mg.kg⁻¹, 10–20 cm sebesar 36,49–48,50 mg.kg⁻¹, dan 20–30 cm sebesar 30,77–37,67 mg.kg⁻¹. Konsentrasi nitrat terakumulasi tinggi pada lapisan permukaan, sedangkan fosfat tertinggi berada di lapisan tengah. DO pore water berkisar antara 1,20–2,30 mg.L⁻¹. Bahan organik berkisar antara 6,23 – 8,73%. Hasil analisis Pearson menunjukkan adanya korelasi negatif cukup kuat antara DO dan nitrat (r = -0,618), serta korelasi positif kuat antara fosfat dan pH sedimen (r = 0,512). Proses nitrifikasi, denitrifikasi, desorpsi, serta kandungan bahan organik menjadi distribusi utama nutrien dalam sedimen mangrove Kandang Panjang, PekalonganThe Kandang Panjang mangrove area, located close to anthropogenic activities on the coast of Pekalongan, has the potential to receive inputs of both organic and inorganic pollutants. Nutrients such as nitrate and phosphate can become pollutants if they enter at high concentrations, thus affecting biotic and abiotic conditions in the Kandang Panjang mangrove area. This study aims to determine the vertical distribution of nitrate and phosphate content and analyze their relationship with pore water DO and sediment organic matter. The study was conducted at three observation stations and three depths, namely 0–10 cm, 10–20 cm, and 20–30 cm, using a survey method. Sediment samples were taken using a core sampler and pore water samples with a pore water profiler using a random sampling method. Data analysis was performed using the Pearson correlation test. The results showed that nitrate concentrations at a depth of 0–10 cm ranged from 1.84–2.95 mg.kg⁻¹, 10–20 cm at 1.91–3.15 mg.kg⁻¹, and 20–30 cm at 0.92–2.66 mg.kg⁻¹. Phosphate at a depth of 0–10 cm ranged from 27.23–37.74 mg.kg⁻¹, 10–20 cm at 36.49–48.50 mg.kg⁻¹, and 20–30 cm at 30.77–37.67 mg.kg⁻¹. Nitrate concentrations accumulated high in the surface layer, while the highest phosphate was in the middle layer. Pore water DO ranged from 1.20–2.30 mg.L⁻¹. Organic matter ranged from 6.23–8.73%. Pearson's analysis results showed a fairly strong negative correlation between DO and nitrate (r = -0.618), as well as a strong positive correlation between phosphate and sediment pH (r = 0.512). The processes of nitrification, denitrification, desorption, and organic matter content are the main distribution of nutrients in the mangrove sediments of Kandang Panjang, Pekalongan
4656849955H1A021027Analisis Perbandingan Penggunaan PV Module Monocrystalline dan Polycrystalline dalam Aspek Keteknisan dan Keekonomisan pada Simulasi Perancangan Sistem PLTS Off-Grid dengan Perangkat Lunak PVsystPembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan solusi energi terbarukan yang memanfaatkan energi matahari melalui modul photovoltaic (PV). Provinsi Riau yang berada di garis khatulistiwa, memiliki potensi radiasi matahari tinggi berkisar 4,5 - 5,5 kWh/m² per hari, menjadikannya lokasi yang ideal untuk pengembangan PLTS. Penelitian ini mengambil studi kasus di Desa Sungai Bela, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau sebuah wilayah 3T yang sebelumnya hanya menikmati listrik selama 12 jam per hari dari genset diesel berbiaya tinggi, yaitu Rp750.000/bulan. Perkiraan setelah intervensi PLN, biaya menurun signifikan menjadi Rp250.000/bulan untuk listrik 24 jam. Penelitian yang dilaksanakan merupakan penggambaran perencanaan performa teknis dan keekonomisan dua jenis modul PV monocrystalline dan polycrystalline yang dirancang dalam sistem PLTS off-grid menggunakan perangkat lunak PVsyst. Simulasi mencakup perbandingan beban listrik saat ini dan beban listrik perkiraan dengan mempertimbangkan kondisi iklim tropis, suhu tinggi, dan kelembapan yang mendominasi wilayah tersebut. Hasil simulasi ditinjau dari aspek efisiensi energi, output daya, serta biaya investasi melalui parameter Net Present Cost (NPC).Solar Power Plants (PLTS) are a renewable energy solution that utilizes solar energy through photovoltaic (PV) modules. The Riau Province which are on the equator, have the potential for high solar radiation ranging from 4.5 - 5.5 kWh/m² per day, making them ideal locations for PLTS development. This research takes a case study in Sungai Bela Village, Kuala Indragiri District, Indragiri Hilir Regency, Riau Province, a 3T area which previously only enjoyed electricity for 12 hours per day from a high-cost diesel generator, namely IDR 750,000/month. It is estimated that after PLN's intervention, costs will decrease significantly to IDR 250,000/month for 24 hour electricity. The research carried out is a description of the technical and economic performance planning of two types of monocrystalline and polycrystalline PV modules designed in an off-grid PLTS system using PVsyst software. The simulation includes a comparison of the current electricity load and the estimated electricity load taking into account the tropical climate conditions, high temperatures and humidity that dominate the region. The simulation results are reviewed from the aspects of energy efficiency, power output, and investment costs through the Net Present Cost (NPC) parameters.
4656949954L1B021080Pengaruh Pemberian Bakteri Kandidat Probiotik Terhadap Respon Imun Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Terhadap Infeksi Bakteri PatogenProduksi udang saat ini sangat menguntungkan dan memiliki peluang besar untuk industri perikanan. Namun, ada kendala yang selalu dihadapi oleh petani udang yaitu tentang serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Vibrio spp. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberian bakteri kandidat probiotik Bacillus sp., Enterococcus sp., Weissella sp., dan probiotik konsorsium terhadap respon imun udang vannamei (Litopenaeus vannamei) yang diinfeksi oleh bakteri patogen Vibrio parahaemolyticus. Parameter imun nonspesifik yang diamati meliputi Total Haemocyte Count (THC), Aktivitas Fagositosis (AF), dan Aktivitas Enzim Phenoloxidase (PO). Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari enam perlakuan dan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan bakteri Weissella sp. (P3) memberikan respons imun terbaik dengan peningkatan signifikan pada nilai THC (3,85±0,41 × 10⁶ sel/mL pada H+3), AF (7,79±0,53% pada H+5), dan PO (0,412±0,353 pada H+5). Kualitas air selama pemeliharaan tetap dalam batas optimal menurut SNI 01-7246-2006, sehingga tidak mempengaruhi hasil. Dengan demikian, bakteri Weissella sp. terbukti paling efektif sebagai kandidat probiotik dalam meningkatkan sistem imun nonspesifik udang vannamei terhadap infeksi V. parahaemolyticusShrimp production is currently very profitable and has great potential for the fisheries industry. However, there are obstacles that shrimp farmers always face, namely disease attacks caused by Vibrio spp. bacteria. This study aims to evaluate the effectiveness of administering probiotic candidate bacteria Bacillus sp., Enterococcus sp., Weissella sp., and consortium probiotics on the immune response of white shrimp (Litopenaeus vannamei) infected by the pathogenic bacteria Vibrio parahaemolyticus. Nonspecific immune parameters observed include Total Haemocyte Count (THC), Phagocytic Activity (AF), and Phenoloxidase Enzyme Activity (PO). The study was conducted experimentally with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of six treatments and three replications. The results showed that treatment with Weissella sp. bacteria. (P3) provided the best immune response with significant increases in THC (3.85±0.41 × 10⁶ cells/mL on D+3), AF (7.79±0.53% on D+5), and PO (0.412±0.353 on D+5). Water quality during cultivation remained within optimal limits according to SNI 01-7246-2006, thus not affecting the results. Thus, Weissella sp. bacteria proved to be the most effective probiotic candidate in enhancing the nonspecific immune system of white shrimp against V. parahaemolyticus infection.
4657049956A1C021071Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Tingkat Pemadatan Tanah Pada Kedalaman 0 - 50 cm (12 Setelah Perlintasan Traktor Roda 4)Pemadatan tanah akibat perlintasan traktor roda 4 menjadi masalah serius pada lahan
pertanian intensif karena menurunkan porositas, konduktivitas hidrolik jenuh, dan kadar air
tanah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh dosis pupuk kandang sapi terhadap
pemadatan tanah pada kedalaman 0–50 cm saat 12 bulan setelah perlintasan, serta mempelajari
hubungan antar sifat fisik tanah. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan
empat dosis pupuk kandang sapi (0, 15, 20, dan 25 ton/ha) pada lima kedalaman tanah (0 – 10,
10 – 20, 20 – 30, 30 – 40 dan 40 – 50 cm), dan total 100 sampel.
Hasil menunjukkan pemberian pupuk kandang sapi menurunkan dry bulk density dan
meningkatkan porositas, konduktivitas hidrolik jenuh, serta kadar air tanah. Dosis 25 ton/ha paling
efektif mengurangi pemadatan. Dry bulk density berhubungan negatif dengan konduktivitas
hidrolik jenuh (R² = 0,4118), sedangkan porositas dan kadar air berhubungan positif. Data 12 bulan
menunjukkan pemadatan lebih tinggi dibandingkan 0 dan 6 bulan pengamatan.
Soil compaction caused by four-wheel tractor traffic is a major issue in intensive farming,
reducing porosity, saturated hydraulic conductivity, and soil water content. This study aimed to
evaluate the effect of cattle manure doses on soil compaction at depths of 0–50 cm, 12 months
after tractor traffic, and to analyze the relationships among soil physical properties. The
experiment used a Completely Randomized Design with four manure doses (0, 15, 20, and 25
t/ha) across five soil depths (0 – 10, 10 – 20, 20 – 30, 30 – 40 dan 40 – 50 cm), and totaling 100
samples.
Results showed that cattle manure application reduced dry bulk density and increased
porosity, saturated hydraulic conductivity, and soil water content. The 25 t/ha dose was the most
effective in reducing compaction. Dry bulk density was negatively correlated with saturated
hydraulic conductivity (R² = 0.4118), while porosity and water content showed positive
correlations. After 12 months, soil compaction was higher compared to 0 and 6 months.
4657149957J1D021037PERMASALAHAN DEVELOPMENT LANGUAGE DISORDER (DLD) PADA ANAK TINGKAT SEKOLAH DASAR DI PANTI ASUHAN HARAPAN MULIA: ANALISIS PSIKOLINGUISTIK-NARATIFPenelitian ini menganalisis struktur naratif lisan anak-anak sekolah dasar di Panti Asuhan Harapan Mulia berdasarkan tema emosi positif dan negatif, serta mengidentifikasi karakteristik linguistik yang berkaitan dengan gejala Developmental Language Disorder (DLD). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlambatan perkembangan keterampilan bahasa anak-anak di panti tersebut. Metode yang digunakan adalah psikologi kualitatif deskriptif dengan pendekatan Grounded Theory. Data berupa narasi lisan berdasarkan pengalaman pribadi anak yang dikumpulkan melalui metode simak dan teknik sadap. Analisis dilakukan dengan pendekatan psikologi diskursif melalui teknik pembacaan, pengodean, dan analisis. Hasil menunjukkan bahwa narasi bertema emosi positif dan negatif mengandung ciri-ciri DLD, seperti keterbatasan sintaksis, minimnya kosakata, dan kesulitan mengintegrasikan ide, sehingga memperkuat indikasi adanya gangguan perkembangan bahasa pada subjek penelitian.This study analyzes the oral narrative structures of elementary school children at Harapan Mulia Orphanage based on positive and negative emotion themes, as well as identifies linguistic characteristics associated with symptoms of Developmental Language Disorder (DLD). The research is motivated by the delayed development of language skills among the children in the orphanage. The method used is descriptive qualitative psychology with a Grounded Theory approach. The data consist of oral narratives based on the children’s personal experiences, collected through the observation method and tapping technique. The analysis was conducted using a discursive psychology approach through reading, coding, and analysis techniques. The results show that narratives with positive and negative emotion themes contain features of DLD, such as limited syntax, a lack of vocabulary, and difficulty integrating ideas, thereby reinforcing the indication of language development disorders in the research subjects.
4657249959A1C021061 PENGARUH KEMIRINGAN TALANG PADA HIDROPONIK SISTEM NUTRIENT FILM TECHNIQUE (NFT) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADA TIGA VARIETAS KUBIS (Brassica oleracea L.) DI DATARAN RENDAHKubis (Brassica oleracea L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat. Tanaman ini umumnya dibudidayakan di dataran tinggi karena membutuhkan suhu antara 15-20°C untuk tumbuh optimal. Namun, jarak distribusi dan alih fungsi lahan serta meningkatnya permintaan kubis karena pertumbuhan populasi mendorong upaya diversifikasi lokasi tanam, termasuk di dataran rendah. Sistem budidaya hidroponik, khususnya hidroponik dalam greenhouse, menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan efisiensi lahan dan produktivitas secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemiringan talang NFT terhadap pertumbuhan dan hasil kubis di dataran rendah, serta mengetahui respons pertumbuhan dan hasil tiga varietas kubis (KK Cross, Sumgreen, dan Summer Autumn) terhadap pengaruh kemiringan talang pada hidroponik sistem NFT. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu kemiringan talang (4%, 7%, dan 10%) dan varietas kubis (KK Cross, Sumgreen, dan Summer Autumn), dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem NFT dengan kemiringan 7% dan varietas Sumgreen terbukti paling adaptif di lingkungan dataran rendah tropis, serta berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai sistem produksi kubis yang efisien dan berkelanjutan.Cabbage (Brassica oleracea L.) is a leafy vegetable of high economic value and is widely consumed by the public. This crop is generally cultivated in highland areas because it requires temperatures between 15–20°C for optimal growth. However, distribution distances, land-use conversion, and increasing cabbage demand due to population growth have encouraged efforts to diversify planting locations, including into lowland areas. Hydroponic cultivation systems, particularly those implemented in greenhouses, offer an alternative solution to improve land-use efficiency and sustainable productivity. This study aimed to determine the effect of NFT channel slope on the growth and yield of cabbage in lowland conditions and to evaluate the growth response and yield of three cabbage varieties (KK Cross, Sumgreen, and Summer Autumn) to different channel slopes in the NFT hydroponic system. The experiment was arranged in a Completely Randomized Design (CRD) with two factors: channel slope (4%, 7%, and 10%) and cabbage variety (KK Cross, Sumgreen, and Summer Autumn), with three replications. The results showed that the NFT system with a 7% channel slope and the Sumgreen variety proved to be the most adaptive under tropical lowland conditions and has strong potential for further development as an efficient and sustainable cabbage production system.
Keywords: Nutrient Film Technique, Cabbage, Channel Slope
4657349960A1H023006Pengaruh Penggunaan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dan Mineral Wollastonite Terhadap Sifat Kimia Tanah Entisol Pantai, Serapan Nitrogen (N), dan Hasil Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)Produksi pakcoy di Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan, tetapi pada tahun 2023 produksi pakcoy di Indonesia mengalami penurunan yang salah satunya dapat disebabkan karena terbatasnya lahan pertanian di Indonesia. Tanah jenis Entisol pantai menjadi salah satu tanah yang dapat digunakan sebagai areal persawahan maupun untuk budidaya tanaman sayuran. Namun, tanah Entisol pantai ini memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Oleh sebab itu, perlu dilakukan adanya penambahan bahan pembenah tanah yang dapat membantu meningkatkan sifat kimia tanah Entisol pantai. Pemberian FABA dan wollastonite dalam penelitian ini diharapkan dapat membantu memperbaiki sifat kimia tanah Entisol pantai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi wollastonite dapat meningkatkan nilai KTK tanah dengan dosis terbaik pada perlakuan W3 (1,94 ton/ha) sebesar 19,73 cmol(+)kg-1 dan menurunkan nilai DHL tanah di 2 MST dengan dosis terbaik pada perlakuan W3 (1,94 ton/ha) dengan nilai 654,17 μS/cm. Sementara itu, aplikasi FABA dapat meningkatkan nilai DHL tanah di 2 MST dengan dosis terbaik pada perlakuan F3 (2,51 ton/ha) dengan 895,50 μS/cm.Pakcoy production in Indonesia has been increasing every year, but in 2023, pakcoy production in Indonesia experienced a decline, one of the reasons being the limited amount of agricultural land in Indonesia. Coastal Entisol soil is one type of soil that can be used as rice fields or for vegetable cultivation. However, coastal Entisol soil has a high salt content, However, coastal Entisol soil has a high salt content, which can hinder plant growth. Therefore, it is necessary to add soil conditioners that can help improve the chemical properties of coastal Entisol soil. The application of FABA and wollastonite in this study is expected to help improve the chemical properties of coastal Entisol soil. The results of this study indicate that the application of wollastonite can increase the CEC value of the soil with the optimal dose at treatment W3 (1.94 tons/ha) by 19.73 cmol(+)/kg-1 and reduce the EC value of the soil at 2 WAP with the optimal dose at treatment W3 (1.94 tons/ha) with a value of 654.17 μS/cm. Meanwhile, the application of FABA increased the soil EC value at 2 WAP with the optimal dose in treatment F3 (2.51 tons/ha) at 895.50 μS/cm.
4657449961A1H023002Pengaruh Aplikasi Mineral Wollastonite dan Fly Ash Bottom Ash (FABA) Terhadap Serapan K Pada Tanaman Melon (Cucumis Melo L.) dan Sifat Kimia Tanah EntisolPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh aplikasi pembenah tanah berupa FABA dan mineral wollastonite terhadap bobot tanaman melon (2) Mengetahui pengaruh penggunaan mineral wollastonite dan FABA terhadap beberapa sifat kimia tanah Entisol (3) Mengetahui pengaruh penggunaan mineral wollastonite dan FABA terhadap Serapan K pada tanaman melon. Penelitian ini dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, selama 9 bulan yaitu dari bulan September 2024 – Juni 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu mineral wollastonite (W) terdiri atas 4 dosis dan faktor kedua yaitu FABA (F) terdiri atas 4 dosis, sehingga terdapat 16 perlakuan dengan perlakuan dilakukan 3 kali ulangan sehingga terdapat 48 unit percobaan. Hasil penelitian ini menunjukkan aplikasi FABA mampu meningkatkan pH KCl pada 6 MST dengan dosis terbaik pada perlakuan F3 (600 g/polybag setara 171,42 ton/ha) serta K-total tanah dengan dosis optimum 578,5 g/polybag setara 165,18 ton/ha. Aplikasi mineral wollastonite juga meningkatkan pH KCl pada 6 MST, 8 MST, serta P-tersedia tanah. Dosis terbaik mineral wollastonite untuk peningkatan pH KCl pada 6 MST diperoleh pada perlakuan W3 (600 g/polybag setara 171,42 ton/ha), sedangkan untuk pH KCl pada 8 MST, dosis terbaik adalah W2 (400 g/polybag atau setara 114,29 ton/ha). Adapun dosis optimum peningkatan P-tersedia yaitu W2 (245 g/polybag setara 70 ton/ha). Pemberian mineral wollastonite mampu meningkatkan serapan K pada tanaman melon dengan perlakuan terbaik pada W3 yaitu 600 g/polybag setara 171,42 ton/ha. This research was conducted with the aim of: (1) Knowing the effect of soil conditioner application in the form of FABA and wollastonite minerals on melon plant weight (2) Knowing the effect of using wollastonite minerals and FABA on several chemical properties of Entisol soil (3) Knowing the effect of using wollastonite minerals and FABA on K absorption in melon plants. This research was conducted at the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto, for 9 months, namely from September 2024 - June 2025. The design used was a factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of 2 factors. The first factor is wollastonite minerals (W) consisting of 4 doses and the second factor is FABA (F) consisting of 4 doses, so there are 16 treatments with 3 replications so there are 48 experimental units. The results of this study showed that FABA application was able to increase KCl pH at 6 WAP with the best dose in the F3 treatment (600 g/polybag equivalent to 171.42 tons/ha) and soil K-total with an optimum dose of 578.5 g/polybag equivalent to 165.18 tons/ha. The application of wollastonite minerals also increased KCl pH at 6 WAP, 8 WAP, and soil available P. The best dose of wollastonite minerals for increasing KCl pH at 6 WAP was obtained in the W3 treatment (600 g/polybag equivalent to 171.42 tons/ha), while for KCl pH at 8 WAP, the best dose was W2 (400 g/polybag or equivalent to 114.29 tons/ha). The optimum dose for increasing available P was W2 (245 g/polybag equivalent to 70 tons/ha). The provision of wollastonite minerals can increase K absorption in melon plants with the best treatment at W3, namely 600 g/polybag equivalent to 171.42 tons/ha.
4657549962F1C021022Analisis Strategi Marketing Public Relations PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam Mempertahankan Top of Mind Transportation di PurwokertoIndustri transportasi saat ini berkembang secara dinamis dan semakin kompetitif, mendorong setiap moda transportasi untuk terus berinovasi dan bersaing guna menjadi pilihan utama masyarakat. PT KAI Daop 5 Purwokerto, yang telah memperoleh kepercayaan publik sebagai top of mind transportation di wilayah Purwokerto, dituntut untuk mempertahankan posisinya di tengah persaingan yang semakin ketat. Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Marketing Public Relations (MPR) yang diterapkan oleh PT KAI Daop 5 Purwokerto dalam mempertahankan top of mind transportation di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dalam penelitian ini dipilih menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan untuk menguji validitas data digunakan metode triangulasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT KAI Daop 5 Purwokerto menerapkan strategi Marketing Public Relations berdasarkan konsep Three Ways Strategy, yakni push, pull, dan pass. Strategi push diwujudkan melalui press release harian dan pendekatan langsung seperti canvassing. Strategi pull mencakup pengelolaan konten Instagram, kolaborasi dengan kreator digital serta akun lokal populer, dan kerja sama dengan hotel, restoran, dan destinasi wisata. Sementara itu, strategi pass dijalankan melalui program Sapa Pelanggan dan Edutrain. Seluruh strategi dirancang dengan mempertimbangkan aspek hasil survei pasar, penyesuaian harga, kebaruan informasi, volume distribusi berita, serta evaluasi okupansi dan kepuasan pelanggan. Analisis SWOT mengungkapkan kekuatan PT KAI terletak pada keunggulan produk layanan dan konsistensi dalam penyampaian informasi. Namun, terdapat kelemahan berupa keterbatasan sumber daya manusia dan minimnya digital engagement. Peluang datang dari tren yang sedang diminati, kolaborasi dengan railfans, musim puncak, dan partisipasi dalam event lokal. Di sisi lain, perusahaan juga menghadapi ancaman dari tingginya ekspektasi masyarakat serta persaingan dengan moda transportasi lain seperti bus premium.
The transportation industry is currently evolving dynamically and becoming increasingly competitive, urging every transportation mode to continuously innovate and compete to become the public’s preferred choice. PT KAI Daop 5 Purwokerto, which has gained public trust as the top of mind transportation in the Purwokerto region, is expected to maintain this position amid tightening competition. In response, this study aims to analyze the Marketing Public Relations (MPR) strategies implemented by PT KAI Daop 5 Purwokerto in maintaining its top of mind status in Purwokerto. This research employs a qualitative method with a descriptive-analytical approach. Data collection techniques include in-depth interviews, observations, and document studies. Informants were selected using purposive sampling, and data validity was tested through triangulation.
The results reveal that PT KAI Daop 5 Purwokerto adopts the Marketing Public Relations strategy based on the Three Ways Strategy concept: push, pull, and pass. The push strategy is implemented through daily press releases and direct approaches such as canvassing. The pull strategy includes Instagram content management, collaborations with digital creators and popular local accounts, and partnerships with hotels, restaurants, and tourist destinations. Meanwhile, the pass strategy is carried out through programs such as “Sapa Pelanggan” and “Edutrain.” These strategies are developed by considering some aspects: market survey results, price adjustments, information novelty, distribution volume, and evaluation of occupancy and customer satisfaction. The SWOT analysis highlights the company's strengths in service excellence and consistent information dissemination. However, it also identifies weaknesses such as limited human resources and low digital engagement. Opportunities arise from current trends, collaboration with railfans, peak travel seasons, and participation in local events. On the other hand, the company faces threats from high public expectations and intense competition from other transportation modes such as premium buses.
4657649966A1H023013Pengaruh Pupuk NSZeo-SR Terhadap Sifat Kimia Tanah dan Karakteristik Fisiologi Padi Pada Tanah Entisol Pesisir Adipala CilacapPadi merupakan komoditas pangan utama bagi masyarakat Indonesia tetapi produksi padi nasional belum optimal akibat menyusutnya lahan pertanian dan menurunnya kesuburan tanah. Permasalahan ini diperparah oleh intensifikasi lahan tanpa pengelolaan yang tepat yang menyebabkan degradasi unsur hara esensial, seperti Nitrogen, Fosfor, dan Kalium. Pemanfaatan tanah Entisol pesisir sebagai lahan alternatif perlu didukung dengan inovasi pemupukan yang efisien, salah satunya melalui penggunaan pupuk berbasis zeolit, seperti NSZeo-SR yang dapat meningkatkan efisiensi penyerapan hara, memperbaiki sifat kimia tanah, dan mendukung keberlanjutan pertanian. Pupuk NSZeo-SR merupakan pupuk yang di dalam nya mengandung unsur hara Nitrogen (N), Sulfur (S) dan Zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk NSZeo-SR terhadap sifat kimia tanah dan karakteristik fisiologi padi, serta menentukan dosis pupuk NSZeo-SR terbaik untuk memperoleh produktivitas padi yang tinggi.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri atas 12 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 36 petak percobaan. Variabel yang diamati, meliputi P total, P tersedia, K total, K tersedia, tinggi tanaman, jumlah malai per rumpun, jumlah gabah per malai, serapan K, dan serapan P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi pupuk NSZeo-SR tidak memberikan pengaruh terhadap sifat kimia tanah tetapi dapat meningkatkan tinggi tanaman dengan dosis pupuk NSZeo-SR terbaik adalah 426,66 gram/petak setara dengan 800 kg/ha.
Kata kunci: Padi, kesuburan tanah, Entisol, NSZeo-SR
Rice is a primary food commodity for the Indonesian people, but national rice production are suboptimal due to shrinking agricultural land and declining soil fertility. This problem is exacerbated by land intensification without proper management, which leads to the degradation of essential nutrients, such as nitrogen, phosphorus, and potassium. One such strategy is the application of zeolite-based fertilizers, such as NSZeo-SR, which have the potential to enhance nutrient uptake efficiency, improve soil chemical properties, and support sustainable agriculture. NSZeo-SR is a slow-release fertilizer enriched with nitrogen (N), sulfur (S), and natural zeolite. This study aims to evaluate the effects of varying NSZeo-SR fertilizer dosages on soil chemical properties and the physiological characteristics of rice, as well as to determine the optimal dosage to maximize rice productivity.
This study used a randomized block design (RBD) consisting of 12 treatments with three replications, resulting in 36 experimental plots. The observed variables included total P, available P, total K, available K, plant height, number of panicles per hill, number of grains per panicle, K uptake, and P uptake. The results showed that the application of NSZeo-SR fertilizer did not affect soil chemical properties but could increase plant height with the best NSZeo-SR fertilizer dose being 426.66 grams/plot equivalent to 800 kg/ha.
4657749967A1D021166Pengaruh Suhu terhadap Pengomposan Kotoran Sapi dan Kambing Berbasis
Fermentor EM4, Eco-Enzyme, serta Bio Decolizea
Kotoran sapi dan kambing dapat diproses menjadi pupuk organik melalui pengomposan atau fermentasi. Proses ini memerlukan bantuan fermentor yang berfungsi untuk mempercepat pemecahan bahan organik dalam kotoran ternak. Fermentor yang dapat digunakan adalah EM4, eco-enzyme, dan Bio Decolizea. Kompos dinyatakan berhasil saat parameter yang ditetapkan telah sesuai. Suhu merupakan salah satu parameter yang perlu diperhatikan dalam proses pengomposan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas kompos kotoran sapi dan kambing menggunakan fermentor alami (eco-enzyme dan Bio Decolizea), serta fermentor komersial (EM4). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor yaitu jenis kotoran ternak (K1= kotoran sapi, K2 = kotoran kambing) dan jenis fermentor (F1= EM4, F2 = eco-enzyme, F3= Bio Decolizea). Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam dan uji lanjut berganda Duncan’s. Hasil penelitian menunjukkan pembuatan kompos kotoran sapi dan kambing dinyatakan berhasil pada suhu minggu ke-4. Cow and goat manure can be processed into organic fertilizer through composting
or fermentation. This process requires the assistance of a fermentor that functions to
accelerate the breakdown of organic materials in livestock manure. Fermentors that can
be used are EM4, eco-enzyme, and Bio Decolizea. Compost is declared successful when
the set parameters are met. Temperature is one parameter that needs to be considered in
the composting process. This study aims to determine the quality of cow and goat manure
compost using natural fermenters (eco-enzyme and Bio Decolizea), as well as a
commercial fermenter (EM4). The design used was a Randomized Block Design (RBD)
with two factors: the type of livestock manure (K1 = cow manure, K2 = goat manure) and
the type of fermenter (F1 = EM4, F2 = eco-enzyme, F3 = Bio Decolizea). Data were
analyzed using analysis of variance and followed by DMRT. The results of the study
showed that the production of cow and goat manure compost was declared successful at
week 4.
4657849968A1D021198Kadar Klorofil Tanaman Padi di Lahan Sawah Tercemar Logam Berat Pb & Cd dengan Aplikasi Biochar dan Pupuk OrganikPenggunaan biochar dan pupuk organik dapat menjadi upaya untuk meningkatkan produksi pertanian serta meningkatkan kualitas tanah sawah dan mengurangi risiko pencemaran logam berat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar dan pupuk organik terhadap kadar klorofil tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas yang merupakan daerah yang terkontaminasi logam berat Pb dan Cd, Laboratorium Fakultas Pertanian, serta Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Mei hingga Oktober 2024. Rancangan percobaan yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah biochar (2, 4, 6 t/ha) dan faktor kedua adalah pupuk organik (2.5, 5, 10 t/ha). Variabel yang diamati yaitu kadar klorofil. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar klorofil tanaman padi pada perlakuan biochar dan pupuk organik dengan dosis rendah sudah mencukupi kebutuhan tanaman, sehingga penambahan dosis lebih lanjut tidak diperlukan.The use of biochar and organic fertilizer can be an effort to increase agricultural production, improve the quality of rice fields, and reduce the risk of heavy metal contamination. This study was conducted to investigate the effects of biochar and organic fertilizer application on chlorophyll content in rice plants. The research was carried out in Pesawahan Village, Rawalo Subdistrict, Banyumas District an area contaminated with heavy metals Pb and Cd at the Agriculture Faculty Laboratory and the Research Laboratory of Jenderal Soedirman University from May to October 2024. The experimental design used was a factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors. The first factor was biochar (2, 4, 6 t/ha), and the second factor was organic fertilizer (2.5, 5, 10 t/ha). The observed variable was chlorophyll content. The data obtained were analyzed using an F-test at a 95% confidence level, and if significant differences were found, the analysis was continued with Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at a 95% confidence level. The results of the study showed that the chlorophyll content of rice plants under biochar and organic fertilizer treatments at low doses was sufficient to meet the plants’ needs, so further dose increases were not necessary.
4657949969A1D021159Pengaruh Bioaktivator Alami terhadap Suhu dalam Proses Pengomposan Kotoran Sapi dan KambingPupuk merupakan komponen yang mengandung berbagai unsur hara untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Pemupukan mengggunakan pupuk organik menjadi langkah strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan, serta menjadi solusi dalam mengurangi biaya produksi petani. Ketersediaan bahan baku untuk pembuatan pupuk organik seperti kotoran ternak yang sangat
melimpah, peluang untuk memproduksi pupuk organik sangat terbuka luas. Kotoran
ternak sebelum diaplikasikan ke tanaman perlu melalui proses pengomposan terlebih dahulu. Untuk mempercepat proses pengomposan, bantuan mikroorganisme dibutuhkan
yang terkandung di dalam larutan bioaktivator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh bioaktivator alami dari kotoran sapi, kotoran kambing, dan tongkol jagung dalam mempertahankan suhu proses pengomposan kotoran sapi dan kambing. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dua faktor. Faktor pertama K1 = Kotoran sapi; K2 = Kotoran Kambing, serta faktor kedua B1 = Bioaktivator Tongkol
Jagung (BTJ); B2 = Bioaktivator Kotoran Kambing (BKK); B3 = Bioaktivator Kotoran Sapi (BKS). Kedua faktor dikombinasikan menjadi 6 perlakuan dan 3 ulangan. Analisis data dilakukan menggunakan Analisis Sidik Ragam pada taraf kepercayaan 95%. Apabila antarperlakuan terdapat hasil yang berbeda nyata, maka akan dilakukan uji dengan uji
Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf kepercayaan 95%. Variabel yang diamati adalah suhu saat proses pengomposan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu kompos selama proses pengomposan kotoran sapi dan kotoran kambing dengan
bioaktivator alami dari tongkol jagung, kotoran sapi, dan kotoran kambing tergolong tidak stabil dan suhu maksimum yang dicapai kompos masih belum mencapai fase termofilik pengomposan.
Fertilizer is a component that contains various nutrients for plant growth and development. Fertilization using organic fertilizer is a strategic step in supporting
sustainable and environmentally friendly agriculture, as well as a solution to reduce farmers' production costs. The availability of raw materials for the production of organic fertilizer, such as livestock manure, which is very abundant, means that the opportunity to produce organic fertilizer is wide open. Livestock manure must undergo composting
before being applied to plants. To accelerate the composting process, microorganisms contained in bioactivator solutions are required. This study aims to determine the effect of natural bioactivators from cow manure, goat manure, and corn cobs in maintaining the temperature of the composting process for cow and goat manure. The study was conducted using a two-factor Randomized Block Design (RBD). The first factor was K1 = Cattle Manure; K2 = Goat Manure, and the second factor was B1 = Corn Cob Bioactivator (BTJ); B2 = Goat Manure Bioactivator (BKK); B3 = Cattle Manure Bioactivator (BKS). The two factors were combined into 6 treatments and 3 replications. Data analysis was performed using Analysis of Variance at a 95% confidence level. If there were significant differences between treatments, Duncan's Multiple Range Test
(DMRT) was performed at a 95% confidence level. The variable observed was the temperature during the composting process. The results of the study indicate that the compost temperature during the composting process of cow manure and goat manure
with natural bioactivators from corn cobs, cow manure, and goat manure is unstable, and the maximum temperature reached by the compost has not yet reached the thermophilic phase of composting.
4658049970L1A021092KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN LONGLINE YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA CILACAP

Longline adalah salah satu jenis alat tangkap yang banyak beroperasi di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Cilacap. Penelitian ini berjudul “Komposisi Hasil Tangkapan Longline Yang Didaratkan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap”. Tujuan penelitian ini mengetahui komposisi hasil tangkapan longline serta menganalisis proporsi hasil tangkapan utama dan sampingan longline dalam upaya penangkapan yang didaratkan di PPS Cilacap. Metode pengambilan data dilakukan dengan survey dan wawancara responden. Penelitian ini dilakukan di PPS Cilacap pada Desember dan Mei 2025. Hasil tangkapan yang dominan didapatkan oleh alat tangkap longline yaitu albakor (Thunnus alalunga), cakalang (Katsuwonus pelamis), cumi karet (Sthenoteuthis oualaniensis), cumi-cumi (Loligo spp), gindara (Ruvettus pretiosus), ikan pedang (Xiphias gladius), layur (Lepturacanthus savala), lemadang (Coryphaena hippurus), madidihang (Thunnus albacares), tuna mata besar (Thunnus obesus). Proporsi hasil tangkapan utama longline sebesar 91% dan tangkapan sampingan 9%. Selektivitas longline yang dioperasikan di PPS Cilacap tergolong tinggi, namun tangkapan sampingan yang diperoleh masih terdapat spesies yang tergolong kritis. Longline is one of the types of fishing gear that is widely used at the Cilacap Ocean Fishing Port (PPS). This study is titled “Composition of Longline Catch Landed at the Cilacap Ocean Fishing Port.” The objective of this study is to determine the composition of longline catch and analyze the proportion of primary and secondary longline catch in fishing operations landed at the PPS Cilacap. Data collection methods included surveys and interviews with respondents. The study was conducted at PPS Cilacap in December and May 2025. The dominant catch obtained by the longline fishing gear were albacore (Thunnus alalunga), skipjack tuna (Katsuwonus pelamis), rubber squid (Sthenoteuthis oualaniensis), squid (Loligo spp), gindara (Ruvettus pretiosus), swordfish (Xiphias gladius), layur (Lepturacanthus savala), lemadang (Coryphaena hippurus), madidihang (Thunnus albacares), and bigeye tuna (Thunnus obesus). The proportion of main longline catches is 91% and bycatch is 9%. The selectivity of longlines operated in the Cilacap PPS is relatively high, but the bycatch still includes species that are classified as critical.