Artikel Ilmiah : F1A021108 a.n. RATNA KUSTIARINI

Kembali Update Delete

NIMF1A021108
NamamhsRATNA KUSTIARINI
Judul ArtikelPendidikan dalam Perspektif Orang Miskin pada Film Stip dan Pensil (2017)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Isu kemiskinan dan pendidikan sering diangkat dalam film-film yang membahas mengenai permasalahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan perspektif orang miskin terhadap pendidikan dalam film Stip dan Pensil (2017). Film Stip dan Pensil (2017) disutradarai oleh Ardy Octaviand dan menceritakan upaya anak-anak SMA yang berusaha membantu pendidikan anak-anak jalanan di perkampungan kumuh. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan pada tiga tingkat. Pertama, denotatif yang melihat makna tanda dengan apa adanya dan bersifat eksplisit. Kedua, konotatif yaitu tanda akan dimaknai secara lebih mendalam sehingga memunculkan makna yang bersifat tidak pasti. Ketiga, mitos yang terbentuk melalui hubungan makna tanda konotatif dengan hal-hal yang dianggap benar dalam masyarakat. Artikel ini menganalisis tiga scene dari 15 scene yang sesuai dengan tema penelitian. Scene dipilih berdasarkan fokus penelitian yaitu tentang perspektif orang miskin terhadap pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif orang miskin terhadap pendidikan yang tergambar dalam film ini yaitu memperlihatkan pandangan yang kurang mengutamakan pendidikan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini didasarkan pada kondisi aspek ekonomi orang miskin yang menjadikan uang sebagai patokan dalam melakukan segala hal, aspek sosial budaya yaitu kebiasaan belajar yang tidak dianggap penting, dan aspek struktural yaitu lingkungan pemukiman yang tidak mendukung akses pendidikan. Penelitian ini merekomendasikan kajian lebih lanjut tentang peran pendidikan dalam mengubah cara pandang orang miskin terhadap pentingnya pendidikan itu sendiri.
Abtrak (Bhs. Inggris)Issues of poverty and education are frequently portrayed in films that raises social problems. This research aims to explain the perspective of poor towards education as depicted in the film “Stip dan Pensil (2017)”. The film “Stip dan Pensil (2017)”, directed by Ardy Octaviand, portrays the efforts of high school students who strives to support the education of street children living in urban slum areas. The method used is qualitative with Roland Barthes semiotic analysis. The analysis was conducted on three levels. First, the denotative level, which interprets the meaning of signs as they are and in an explicit manner. Second, the connotative level, where signs are interpreted more deeply, resulting more subjective meanings and open to interpretation. Third, the myth level, which emerges from the relationship between connotative meanings and socially constructed beliefs or ideologies. This article analyze three selected scenes out of fifteen that were examined. The selected scenes were chosen based on the research focus, which centers on perspective of poor towards education. The research result shows that the perspective of the poor toward education, as depicted in the film, reflects a tendency to place less priority on education in daily life. This perception is influenced by several factors such economic conditions where money becomes the primary measure for all activities, socio-cultural aspects in which learning habits are not considered important, and structural aspects where living environments don’t support educational access. This research recommends further studies to analyze how education can play a transformative role in shifting the perspective of marginalized community towards the value of education.
Kata kuncikemiskinan, pendidikan, perspektif
Pembimbing 1Dr. Mintarti, M.Si.
Pembimbing 2Drs. F.X. Wardiyono, M.Si.
Pembimbing 3Niken Paramarti Dasuki, S.Sos., M.Si.
Tahun2025
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2025-08-19 09:15:01.596762
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.