Artikel Ilmiah : I1A021104 a.n. RAMADHAN WISHNU NUR PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMI1A021104
NamamhsRAMADHAN WISHNU NUR PRATAMA
Judul ArtikelAnalisis Faktor Risiko Yang Berpengaruh Terhadap Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Desa Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang banyak menyerang kelompok lanjut usia (lansia). Proses penuaan secara fisiologis menyebabkan perubahan struktur pembuluh darah yang meningkatkan tekanan darah. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2023, Desa Beji di wilayah kerja Puskesmas Kedungbanteng termasuk dalam lima besar jumlah penderita hipertensi tertinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor risiko yang berpengaruh terhadap kejadian hipertensi pada lansia di Desa Beji.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain case-control dengan pendekatan kuantitatif. Sampel sebanyak 124 lansia terdiri dari 62 kasus (hipertensi) dan 62 kontrol (non-hipertensi) yang dipilih secara cosecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner terstandar (FFQ, GPAQ, PSS) serta pengukuran tekanan darah. Analisis data dilakukan dengan uji bivariat (chi-square) dan multivariat (regresi logistik).

Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa riwayat keluarga, pola makan, dan pola konsumsi kafein berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Hasil regresi logistik menunjukkan bahwa pola konsumsi kafein berat (OR = 7,443), pola makan tidak sehat (OR = 3,653), dan riwayat keluarga (OR = 2,951) merupakan faktor risiko dominan.

Kesimpulan: Pola konsumsi kafein, pola makan, dan riwayat keluarga merupakan faktor risiko yang berpengaruh signifikan terhadap hipertensi pada lansia. Diperlukan upaya promosi kesehatan dan edukasi gizi untuk menekan prevalensi hipertensi lansia di pedesaan.


Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Hypertension is a major non-communicable disease (NCD) that frequently affects the elderly population. Physiological aging leads to vascular changes that increase blood pressure. Based on data from the Banyumas District Health Office (2023), Beji Village ranks among the top five in hypertension cases in the Kedungbanteng health center area. This study aims to analyze the risk factors influencing the incidence of hypertension among the elderly in Beji Village.
Methods: This research employed a case-control design with a quantitative approach. A total of 124 elderly participants were selected, consisting of 62 hypertension cases and 62 non-hypertensive controls, using consecutive sampling. Data were collected through interviews using standardized questionnaires (FFQ, GPAQ, PSS) and blood pressure measurements. Data were analyzed using bivariate (chi-square) and multivariate (logistic regression) tests.
Results: Bivariate analysis showed significant associations between family history, dietary patterns, and caffeine consumption with hypertension incidence (p<0.05). Logistic regression revealed that heavy caffeine intake (OR = 7.443), unhealthy diet (OR = 3.653), and family history (OR = 2.951) were dominant risk factors.
Conclusion: Caffeine intake, diet pattern, and family history are significant risk factors for hypertension among the elderly. Health promotion and nutrition education are needed to reduce hypertension prevalence in rural elderly populations.
Kata kunciHipertensi, lansia, konsumsi kafein, pola makan, riwayat keluarga
Pembimbing 1Suratman, S.K.M., M.Kes., Ph.D
Pembimbing 2Saudin Yuniarno, S.K.M., M.Kes.
Pembimbing 3-
Tahun2025
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2025-05-26 09:39:53.751127
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.