Home
Login.
Artikelilmiahs
48690
Update
NUGROHO DWI HATMONO
NIM
Judul Artikel
ANALISIS SEBARAN BAHAYA BANJIR BERBASIS MODEL HIDRAULIK 2d DI SUNGAI CITARUM PADA KECAMATAN BALEENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran bahaya banjir di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, yang merupakan wilayah rawan banjir akibat meluapnya Sungai Citarum. Dengan menggunakan pemodelan hidraulik dua dimensi (2D) berbasis perangkat lunak HEC-RAS dan sistem informasi geografis (SIG), penelitian ini menyajikan pemetaan genangan banjir berdasarkan simulasi untuk berbagai periode ulang. Metodologi mencakup analisis hidrologi menggunakan data hujan dan debit historis, serta pemodelan hidraulik untuk menggambarkan kedalaman, kecepatan, dan luas genangan banjir. Data topografi diperoleh dari DEM Nasional dan hasil survei Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas dan luasan genangan meningkat secara signifikan seiring dengan meningkatnya periode ulang, dengan sebaran genangan tertinggi pada wilayah pemukiman padat penduduk. Berdasarkan hasil klasifikasi tingkat bahaya dari BNPB dan FEMA, sebagian besar wilayah Baleendah berada pada kategori bahaya sedang hingga tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan penanggulangan dan mitigasi risiko banjir yang lebih efektif oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze flood hazard distribution in Baleendah Subdistrict, Bandung Regency, an area highly vulnerable to flooding caused by the overflow of the Citarum River. Utilizing a two-dimensional (2D) hydraulic modeling approach through HEC-RAS software and Geographic Information Systems (GIS), the research develops flood inundation maps based on simulations across various return periods. The methodology involves hydrological analysis using historical rainfall and discharge data, followed by hydraulic modeling to determine flood depth, velocity, and extent. Topographic data were sourced from the national DEM and survey results by the Citarum River Basin Authority. The findings indicate that both flood intensity and inundated area significantly increase with longer return periods, with the most severe inundation observed in densely populated residential zones. Based on hazard classification criteria from BNPB and FEMA, most of Baleendah falls under medium to high flood risk categories. These results are expected to serve as a foundation for more effective flood mitigation and disaster management planning by local governments and relevant stakeholders.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save