Artikel Ilmiah : H1B018087 a.n. NUGROHO DWI HATMONO

Kembali Update Delete

NIMH1B018087
NamamhsNUGROHO DWI HATMONO
Judul ArtikelANALISIS SEBARAN BAHAYA BANJIR BERBASIS
MODEL HIDRAULIK 2d DI SUNGAI CITARUM PADA KECAMATAN
BALEENDAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran bahaya banjir di Kecamatan Baleendah, Kabupaten
Bandung, yang merupakan wilayah rawan banjir akibat meluapnya Sungai Citarum. Dengan menggunakan pemodelan
hidraulik dua dimensi (2D) berbasis perangkat lunak HEC-RAS dan sistem informasi geografis (SIG), penelitian ini
menyajikan pemetaan genangan banjir berdasarkan simulasi untuk berbagai periode ulang. Metodologi mencakup
analisis hidrologi menggunakan data hujan dan debit historis, serta pemodelan hidraulik untuk menggambarkan
kedalaman, kecepatan, dan luas genangan banjir. Data topografi diperoleh dari DEM Nasional dan hasil survei Balai
Besar Wilayah Sungai Citarum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas dan luasan genangan meningkat secara
signifikan seiring dengan meningkatnya periode ulang, dengan sebaran genangan tertinggi pada wilayah pemukiman
padat penduduk. Berdasarkan hasil klasifikasi tingkat bahaya dari BNPB dan FEMA, sebagian besar wilayah Baleendah
berada pada kategori bahaya sedang hingga tinggi. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi perencanaan
penanggulangan dan mitigasi risiko banjir yang lebih efektif oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)This study aims to analyze flood hazard distribution in Baleendah Subdistrict, Bandung Regency, an area
highly vulnerable to flooding caused by the overflow of the Citarum River. Utilizing a two-dimensional (2D) hydraulic
modeling approach through HEC-RAS software and Geographic Information Systems (GIS), the research develops flood
inundation maps based on simulations across various return periods. The methodology involves hydrological analysis
using historical rainfall and discharge data, followed by hydraulic modeling to determine flood depth, velocity, and
extent. Topographic data were sourced from the national DEM and survey results by the Citarum River Basin Authority.
The findings indicate that both flood intensity and inundated area significantly increase with longer return periods, with
the most severe inundation observed in densely populated residential zones. Based on hazard classification criteria from
BNPB and FEMA, most of Baleendah falls under medium to high flood risk categories. These results are expected to
serve as a foundation for more effective flood mitigation and disaster management planning by local governments and
relevant stakeholders.
Kata kunci banjir, pemodelan hidraulik 2D, HEC-RAS, SIG, Sungai Citarum, peta bahaya banjir, mitigasi risiko
Pembimbing 1Ir. Sanidhya Nika Purnomo, S. T., M. T., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Eng. Purwanto Bekti Santoso, S. T., M. T.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2025-05-26 09:20:47.351506
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.