Artikelilmiahs
Menampilkan 45.361-45.380 dari 48.756 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45361 | 48725 | H1D020009 | IMPLEMENTASI METODE MULTI OBJECTIVE OPTIMIZATION BY RATIO ANALYSIS DENGAN PEMBOBOTAN RANK ORDER CENTROID DALAM MENENTUKAN PERINGKAT KELAYAKAN PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DI DESA PASEBAN | Bantuan langsung tunai merupakan pemberian uang tunai dari pemerintah baik bersyarat maupun tidak bersyarat yang khusus diberikan kepada masyarakat miskin di setiap daerah atau desa. Kelurahan desa Paseban menjadi salah satu daerah yang mempraktikan program tersebut, namun pada penerapannya ada permasalahan yang terjadi seperti belum adanya mekanisme kriteria yang belum jelas untuk masuk kedalam alternatif pilihan dan cara penilaian yang objektif, sehingga dapat menimbulkan kecemburuan sosial bagi masyarakat yang tidak menerima. Oleh karena itu dibutuhkan sistem perankingan secara otomatis untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pada penelitian ini metode Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) digunakan untuk menghitung nilai skor dalam menentukan peringkat penerima bantuan berdasarkan bobot kriteria sistematis dengan pembobotan Rank Order Centroid (ROC) yang diimplementasikan menjadi sebuah aplikasi berbasis web menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework laravel serta DBMS MySQL, Dari data penerima tahun 2024 didapatkan skor akhir tertinggi 0.0943. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ini mampu menghasilkan keputusan yang lebih objektif, transparan, efisien dan mengurangi subjektivitas dalam penentuan penerima bantuan. | Direct Cash Assistance is the provision of cash by the government, either conditionally or unconditionally, specifically intended for impoverished communities in each region or village. The Paseban Village Administrative Office is one of the areas implementing this program. However, in its implementation, several issues have arisen, such as the absence of clear criteria mechanisms for selecting alternatives and the lack of an objective evaluation method, which can lead to social jealousy among residents who do not receive the assistance. Therefore, an automated ranking system is needed to address these issues. In this study, the Multi-Objective Optimization by Ratio Analysis (MOORA) method is used to calculate score values in determining the ranking of recipients based on systematic criterion weighting using the Rank Order Centroid (ROC) method. The system is implemented as a web-based application using the PHP programming language with the Laravel framework and MySQL as the database management system, From the 2024 recipient data, the highest final score was 0.0943. The results of this study indicate that the proposed method is capable of producing decisions that are more objective, transparent, efficient, and able to reduce subjectivity in the selection of aid recipients. | |
| 45362 | 48726 | H1D020078 | PENERAPAN ALGORITMA HASH DAN ASIMETRIS UNTUK PENGAMANAN DOKUMEN DIGITAL | Pemalsuan ijazah masih menjadi permasalahan serius di Indonesia dan kerap dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Salah satu kasusnya adalah dugaan penggunaan ijazah palsu oleh calon Wali Kota Palopo untuk memenuhi persyaratan pencalonan. Kasus ini menunjukkan lemahnya sistem verifikasi dokumen serta perlunya penguatan regulasi, khususnya terhadap ijazah, baik yang telah diterbitkan maupun yang akan dicetak. Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengamanan dokumen digital dengan mengintegrasikan algoritma kriptografi hash dan asimetris. Proses diawali dengan pembacaan data dokumen menggunakan teknologi Optical Character Recognition (OCR). Algoritma MD5 digunakan untuk menghasilkan nilai hash sebagai pendeteksi perubahan data, sedangkan Elgamal berperan dalam mengamankan nilai hash tersebut melalui proses signing. Hasil proses signing kemudian dikonversi menjadi QR-Code yang disisipkan langsung ke dalam dokumen ijazah. Sistem diuji menggunakan tiga data ijazah dengan total 16 skenario pengujian, mencakup perubahan pada isi data, file, dan kombinasi kunci. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi algoritma MD5 dan Elgamal mampu menjaga integritas dokumen secara efektif. QR-Code yang dihasilkan berisi ciphertext dan kunci publik, memungkinkan proses verifikasi tetap berjalan meskipun terjadi perubahan pada kombinasi kunci dalam sistem. | Diploma forgery remains a serious issue in Indonesia and is often exploited for personal purposes. One such case involved allegations of a forged diploma used by a mayoral candidate in Palopo to meet candidacy requirements. This case highlights the weaknesses in current document verification systems and the urgent need to strengthen regulations, particularly concerning diplomas, both previously issued and newly printed ones. This study aims to design a digital document security system by integrating hash and asymmetric cryptographic algorithms. The process begins with reading document data using Optical Character Recognition (OCR) technology. The MD5 algorithm is employed to generate a hash value that serves as an indicator of data alteration, while the Elgamal algorithm is used to secure the hash value through a digital signing process. The resulting signature is then converted into a QR code and embedded directly into the diploma document. The system was tested using three diploma samples across 16 testing scenarios involving changes to document content, file integrity, and key combinations. The results demonstrate that the combination of MD5 and Elgamal algorithms effectively preserves document integrity. The generated QR code contains both ciphertext and a public key, allowing the verification process to proceed even if there are changes to the key combinations within the system. | |
| 45363 | 48731 | E1A021046 | ETIOLOGI KRIMINAL DAN PEMBINAAN NARAPIDANA MUCIKARI DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) PEREMPUAN KELAS IIA SUNGGUMINASA | Perempuan merupakan kelompok rentan yang masih sering dipandang rendah dalam masyarakat, dan prostitusi sebagai kejahatan moral tidak terlepas dari peran mucikari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi keterlibatan perempuan dalam melakukan praktik mucikari yang telah dipidana melalui Putusan Nomor 338/Pid.Sus/2023/PN.Mks dan mengkaji program pembinaan yang diberikan kepada narapidana mucikari di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa. Data diperoleh melalui pendekatan yuridis sosiologis dengan spesifikasi deskriptif-analitis, berdasarkan data primer dari hasil wawancara dan data sekunder dari hasil studi dokumen dan studi kepustakaan. Temuan menunjukkan bahwa pelaku dalam putusan tersebut terlibat dalam praktik mucikari karena faktor ekonomi, lingkungan, dan pergaulan. Faktor ekonomi menjadi faktor dominan, karena dorongan utama pelaku adalah memenuhi kebutuhan hidup. Keterlibatan perempuan dalam praktik mucikari dianalisis menggunakan Teori Asosiasi Differensial dan Teori Strain. Program pembinaan yang diberikan di Lapas Perempuan Kelas IIA Sungguminasa tidak memiliki kekhususan bagi narapidana mucikari, dan lebih menekankan pada pembinaan kepribadian melalui kegiatan keagamaan. Proses pembinaan dianalisis menggunakan Teori Resosialisasi Narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keterlibatan perempuan melakukan praktik mucikari tidak sepenuhnya merupakan pilihan pribadi, melainkan bentuk respons terhadap tekanan ekonomi dan sosial. Ketiadaan program pembinaan yang bersifat khusus mencerminkan belum diterapkannya pendekatan berbasis gender dan kondisi sosial ekonomi dalam pembinaan narapidana mucikari. | Women are a vulnerable group that is still often looked down upon in society, and prostitution as a moral crime is inseparable from the role of pimps. This study aims to determine the factors behind the involvement of women in the practice of pimping who have been convicted through Decision Number 338/Pid.Sus/2023/PN.Mks, and examine the coaching program provided to pimping inmates at Class IIA Sungguminasa Women's Prison. Data were obtained through a sociological juridical approach with descriptive-analytical specifications, based on primary data from interviews and secondary data from document studies and literature studies. The findings show that the perpetrators in the decision were involved in pimping practices due to economic, environmental and social factors. Economic factors are the dominant factor, because the main motivation of the perpetrators is to fulfill their needs. The involvement of women in pimping practices is analyzed using Differential Association Theory and Strain Theory. The coaching program provided at Class IIA Sungguminasa Women's Prison does not have specificity for pimping prisoners, and emphasizes more on personality development through religious activities. The coaching process is analyzed using the Prisoner Resocialization Theory. This research concludes that women's involvement in pimping practices is not entirely a personal choice, but rather a form of response to economic and social pressures. The absence of a special coaching program reflects the lack of implementation of a gender-based approach and socio-economic conditions in coaching pimp prisoners. | |
| 45364 | 48727 | F1C018038 | STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN EVENT ORGANIZER HITBOX DALAM MEMPERTAHANKAN KEBERLANGSUNGAN USAHA | Hitbox merupakan salah satu event organizer yang berada di Purwokerto dan berdiri sejak 2021. Hitbox dapat terus melaksanakan kegiatan pemasaran untuk melangsungkan keberlangsungan usahanya karena adanya pelanggan yang terpuaskan dan percaya kepada pelayanan yang diberikan oleh event organizer tersebut. Berbagai strategi komunikasi pemasaran dilakukan untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan dan melakukan berbagai macam acara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Hitbox untuk mempertahankan keberlangsungan usahanya. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah Integrated Marketing Communication. Hasil dari penelitian menemukan bahwa Hitbox, sebuah event organizer, berhasil mempertahankan keberlangsungan usahanya selama bertahun-tahun. Adanya kepercayaan dari pelanggan terbukti dari jumlah portofolio acara yang sudah pernah diselenggarakan dengan bantuan Hitbox yang mencapai puluhan bahkan ratusan acara jumlahnya. Hitbox terus menerus meningkatkan kualitas sumber daya yang dimiliki dan juga kebaruan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. | Hitbox is an event organizer located in Purwokerto and was established in 2021. Hitbox can continue to carry out marketing activities to maintain the sustainability of its business because there are satisfied customers who trust the services provided by the event organizer. Various marketing communication strategies are carried out to get more customers and hold various events. This study aims to determine the marketing communication strategy carried out by Hitbox to maintain the sustainability of its business. This study uses a constructivism paradigm with a qualitative descriptive method. The theory used is Integrated Marketing Communication. The results of the study found that Hitbox, an event organizer, has succeeded in maintaining the sustainability of its business for years. The trust of customers is evident from the number of event portfolios that have been held with the help of Hitbox, which reaches tens or even hundreds of events. Hitbox continues to improve the quality of its resources and also the novelty of technology that is adjusted to market needs. | |
| 45365 | 48728 | C1C021046 | Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, Governance (ESG) Terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Variabel Mediasi | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan Environmental, Social, Governance (ESG) terhadap nilai perusahaan dengan profitabilitas sebagai variabel mediasi. Populasi yang digunakan pada penelitian ini adalah perusahaan sektor energi yang terdaftar di papan pencatatan utama Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2023. Sampel penelitian ini dipilih dengan metode purposive sampling yang telah ditentukan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Structural Equation Modeling-Partial Least Square menggunakan program SmartPLS. Hasil penelitian inni menunjukkan bahwa pengungkapan ESG berpengaruh poisitif terhadap profitabilitas, tetapi tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Sementara itu, profitabilitas tidak berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan dan tidak memiliki peran mediasi antara pengungkapan ESG dan nilai perusahaan | This study aims to examine the influence of Environmental, Social, Governance (ESG) disclosure on company value with profitability as a mediating variable. The population used in this study is energy sector companies listed on the main listing board of the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2020-2023 period. The sample of this study was selected using a predetermined purposive sampling method. The analysis method used in this study is Structural Equation Modeling-Partial Least Square using the Smart PLS program. The results of this study show that ESG disclosure has a positive effect on profitability, but does not have a positive effect on company value. Meanwhile, profitability does not have a positive effect on company value, and it does not have a mediating role between ESG disclosure and company value. | |
| 45366 | 48729 | C1B021070 | Dampak Good Corporate Governance dan Pengungkapan ESG terhadap Profitabilitas Perusahaan dengan Struktur Modal sebagai Variabel Moderasi: Studi Empiris pada Perusahaan Energi dan Pertambangan Periode 2019–2023 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Good Corporate Governance (GCG) dan pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) terhadap profitabilitas perusahaan, dengan struktur modal sebagai variabel moderasi. Penelitian ini difokuskan pada perusahaan sektor energi dan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019–2023. Dengan menggunakan regresi data panel dan analisis moderasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa komisaris independen, kepemilikan manajerial, dan komite audit tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas perusahaan. Indeks ESG berpengaruh positif terhadap profitabilitas, begitu pula dengan rasio utang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio/DER). Namun, DER tidak memoderasi hubungan antara GCG dan ESG dengan profitabilitas. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun GCG tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas, struktur utang yang optimal dan pelaporan ESG dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan. | This study aims to analyze the effect of Good Corporate Governance (GCG) and Environmental, Social, and Governance (ESG) disclosure on the profitability of companies, moderated by capital structure. The study focuses on energy and mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2019-2023. Using panel data regression and moderation analysis, the study finds that independent commissioners, managerial ownership, and audit committee do not significantly affect company profitability. ESG index positively affects profitability, as does the Debt to Equity Ratio (DER). However, DER does not moderate the relationship between GCG and ESG with profitability. These results indicate that while GCG does not significantly impact profitability, optimal debt structure and ESG reporting enhance profitability. | |
| 45367 | 48730 | K1C021070 | Analisis Kurva Percentage Depth Dose dan Profil Dosis Lapangan Asimetri Energi Foton Pesawat LINAC di MRCCC Siloam Jakarta | Permasalahan dalam penelitian ini adalah pentingnya evaluasi karakteristik berkas radiasi pada pesawat LINAC, khususnya terkait distribusi dosis pada lapangan simetris dan asimetris untuk menjamin efektivitas serta keamanan terapi kanker. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kurva Percentage Depth Dose (PDD) dan profil dosis menggunakan energi foton 6 MV dan 10 MV pada pesawat LINAC di MRCCC Siloam Jakarta. Metode yang digunakan adalah eksperimen melalui dosimetri absolut dan relatif. Pengukuran dilakukan menggunakan water phantom dan ionization chamber, pada variasi lapangan 10x10 cm2(simetri), 5x10 cm2 dan 15x10 cm2 (asimetri), serta pada kedalaman Dmax, 5 cm dan 10 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurva PDD dari kedua energi menunjukkan pola eksponensial yang serupa, dosis meningkat hingga Dmax kemudian menurun. Profil dosis pada lapangan 10 x 10 cm2 menunjukkan distribusi dosis yang homogen, dengan nilai flatness dan symmetry dalam batas toleransi ICRU. Sementara itu, lapangan asimetri menunjukkan penurunan homogenitas akibat efek hamburan dan pelebaran penumbra serta penyimpangan nilai flatness dan symmetry. Kesimpulannya, energi foton dan bentuk lapangan penyinaran berpengaruh signifikan terhadap karakteristik PDD dan profil dosis. Disarankan agar penggunaan lapangan asimetri diperhitungkan secara cermat dalam perencanaan terapi, serta dilakukan kalibrasi dan pemantauan kualitas berkas secara berkala untuk memastikan akurasi penyampaian dosis. | The main issue addressed in this study is the importance of evaluating radiation beam characteristics from LINAC machines, particularly in symmetric and asymmetric fields to ensure effective and safe cancer treatment. This research aims to analyze the Percentage Depth Dose (PDD) curves and dose profiles using 6 MV and 10 MV photon energies on a LINAC at MRCCC Siloam Jakarta. An experimental method was applied using both absolute and relative dosimetry, conducted with a water phantom and an ionization chamber. Field sizes included 10x10 cm2 (symmetric), 5x10 cm2 and 15x10 cm2 (asymmetric), measured at depths of Dmax, 5 cm and 10 cm. The results show that both photon energies exhibit similar exponential PDD patterns, increasing to Dmax and decreasing afterward. The 10x10 cm2 field demonstrated homogeneous dose distribution, with flatness and symmetry values within ICRU tolerance. In contrast, asymmetric fields showed reduced homogeneity due to scattering effects and penumbra widening, with deviations in flatness and symmetry. In conclusion, photon energy and field shape significantly influence PDD and dose profile characteristics. It is recommended that asymmetric fields be carefully considered in treatment planning, and that regular calibration and beam quality monitoring be conducted to ensure accurate dose delivery. | |
| 45368 | 48732 | C1H021006 | The Effect of Work Motivation, Work Discipline and Work Environment on Employee Performance Through Employee Engagement at BPR Bank Kebumen (Perseroda) | Penelitian ini menginvestigasi pengaruh motivasi kerja, disiplin kerja, dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan, dengan employee engagement sebagai variabel mediasi di BPR Bank Kebumen (Perseroda). Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang didistribusikan kepada 68 karyawan tetap dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan lingkungan kerja secara signifikan mempengaruhi kinerja karyawan, sedangkan motivasi kerja tidak memiliki dampak langsung. Ketiga variabel independen secara positif mempengaruhi keterlibatan karyawan. Lebih lanjut, employee engagement memediasi hubungan antara motivasi kerja dan lingkungan kerja dengan kinerja karyawan, tetapi tidak memediasi hubungan antara disiplin kerja dengan kinerja. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia dan menawarkan panduan praktis bagi bank-bank daerah untuk meningkatkan kinerja karyawan dengan menumbuhkan engagement. | This study investigates the influence of work motivation, work discipline, and work environment on employee performance, with employee engagement serving as a mediating variable at BPR Bank Kebumen (Perseroda). Utilizing a quantitative approach, data were collected through a structured questionnaire distributed to 68 permanent employees and analyzed using Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) via SmartPLS 4. Results indicate that work discipline and work environment significantly affect employee performance, while work motivation does not have a direct impact. All three independent variables positively influence employee engagement. Furthermore, employee engagement mediates the relationship between work motivation and work environment with employee performance, but not between work discipline and performance. This study contributes to human resource management literature and offers practical guidance for regional banks to enhance employee performance by fostering engagement. | |
| 45369 | 48733 | E1A021112 | Perlindungan Hukum Bagi Tertanggung Dalam Asuransi Jiwa Terhadap Pelanggaran Prinsip The Utmost Good Faith Oleh Perusahaan Asuransi (Studi Putusan Nomor 823/Pdt.G/2023/PN Mdn) | Prinsip the utmost good faith seringkali dilanggar oleh perusahaan asuransi atau Tertanggung dalam asuransi jiwa sehingga mengakibatkan pembatalan asuransi jiwa secara sepihak. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi Tertanggung dalam asuransi jiwa yang berhadapan dengan perusahaan asuransi yang melanggar prinsip the utmost good faith dan akibat hukum bagi perusahaan asuransi yang melanggar prinsip the utmost good faith. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan menggunakan tipe pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Penelitian dispesifikasikan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder. Data diperoleh dengan metode kepustakaan, disajikan secara naratif, dan dianalisis dengan metode analisis kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi Tertanggung dalam asuransi jiwa yang berhadapan dengan perusahaan asuransi yang melanggar prinsip the utmost good faith dalam Putusan Nomor 823/Pdt.G/2023/PN Mdn adalah pemberian keadilan bagi Tertanggung dalam perjanjian asuransi jiwa yang terdiri dari pemenuhan unsur negosiasi, keseimbangan, dan proporsionalitas. Akibat hukum yang timbul bagi perusahaan asuransi yang melanggar prinsip the utmost good faith dalam Putusan Nomor 823/Pdt.G/2023/PN Mdn adalah perusahaan asuransi harus memenuhi unsur interessen dengan cara menyerahkan uang pertanggungan sebesar Rp80.000.000,00 kepada Tertanggung. | The principle of utmost good faith is often violated by the insurance company or the assured in life insurance, leading to unilateral cancellation of life insurance. The research aims to find out the legal protection for the assured in life insurance dealing with the insurance company that violate the principle of the utmost good faith and the legal consequences for the insurance company that violate the principle of the utmost good faith. The research method used is the normative legal method utilizing legislative, conceptual, and case approaches. The research is specified as descriptive-analytical. The data source used is secondary data. Data is obtained through literature review, presented narratively, and analyzed using qualitative analysis methods. The research results and discussion show that legal protection for the assured in life insurance facing the insurance company that violates the principle of utmost good faith in Decision Number 823/Pdt.G/2023/PN Mdn is the provision of justice for the assured in the life insurance agreement that consists of fulfilling the elements of negotiation, balance, and proportionality. The legal consequences for the insurance company that violates the principle of utmost good faith in Decision Number 823/Pdt.G/2023/PN Mdn are that the insurance company must fulfill the element of interessen by paying an insurance benefit of IDR 80,000,000.00 to the assured. | |
| 45370 | 48734 | H1D021091 | IMPLEMENTASI ALGORITMA MULTIPLE LINEAR REGRESSION UNTUK STANDARDISASI PENENTUAN HARGA JASA PADA BISNIS JAHIT | Permasalahan utama dalam bisnis jahit adalah kesulitan dalam menentukan standardisasi harga yang akurat, yang dapat mempengaruhi efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model prediksi harga jasa dan estimasi waktu pengerjaan menggunakan algoritma Regresi Linier Berganda, yang diimplementasikan dalam aplikasi berbasis web dengan Streamlit. Variabel masukan yang digunakan meliputi model pakaian, jenis bahan, dan ornamen tambahan, sementara waktu pengerjaan dan harga jasa menjadi keluaran yang diprediksi. Evaluasi menunjukkan bahwa Regresi Linier Berganda menghasilkan nilai R² sebesar 0,7917 dan RMSE sebesar 3,6937 pada estimasi waktu pengerjaan, serta R² sebesar 0,9208 dan RMSE sebesar 58.194,23 pada prediksi harga jasa. Aplikasi yang dikembangkan memungkinkan pengguna untuk memasukkan data melalui antarmuka interaktif dan memperoleh hasil prediksi secara cepat dan praktis. Penelitian ini memberikan solusi yang dapat membantu pelaku usaha jahit dalam menetapkan harga jasa dan estimasi waktu pengerjaan secara lebih akurat dan efisien. | A major challenge in the tailoring business is the difficulty of establishing accurate pricing standards, which can impact operational efficiency. This study aims to develop a predictive model for service pricing and completion time estimation using the Multiple Linear Regression algorithm, implemented in a web-based application through the Streamlit framework. The input variables consist of garment model, fabric type, and additional ornaments, while the outputs to be predicted are completion time and service price. Evaluation results show that the model achieved an R² value of 0.7917 and an RMSE of 3.6937 for time estimation, and an R² of 0.9208 with an RMSE of 58,194.23 for price prediction. The developed application enables users to enter data through an interactive interface and receive predictions quickly and conveniently. This study offers a practical solution for tailoring business owners to determine service pricing and time estimates with greater accuracy and efficiency. | |
| 45371 | 48735 | F1A021011 | Perilaku Mahasiswa yang Peduli Lingkungan di Purwokerto | Penggunaan plastik yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari berdampak negatif pada lingkungan, termasuk lingkungan kampus. Mahasiswa cenderung mengonsumsi makanan dan minuman dengan kemasan sekali pakai, yang memperburuk masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perilaku ramah lingkungan yang dilakukan oleh mahasiswa dan latar belakang yang mempengaruhi mahasiswa dalam berperilaku ramah lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh melalui wawancara langsung dengan informan dan kajian pustaka. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan sebanyak 3 informan dipilih berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memahami perilaku ramah lingkungan yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Pemahaman ini tercermin dalam berbagai aktivitas yang mereka lakukan, seperti keterlibatan dalam program penghijauan, bergabung dengan organisasi lingkungan, dan mengadopsi kebiasaan hemat air dan energi. Beberapa mahasiswa menilai bahwa lingkungan sekitar mereka (teman, keluarga dan komunitas), memberi pengaruh bagi diri mereka. Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan sosial mereka memberikan pengaruh yang signifikan sehingga mendorong mahasiswa untuk berperilaku ramah lingkungan. Meskipun demikian, sebagian besar informan mahasiswa juga menyatakan bahwa komitmen adalah masalah utama. Banyak mahasiswa yang merasa perlunya fasilitas pendukung untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perilaku ramah lingkungan. Hasil ini menunjukkan bahwa untuk mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan, diperlukan lebih banyak fasilitas pendukung di lingkungan kampus. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk membuat kebijakan lingkungan di kampus. | The high use of plastic in everyday life has a negative impact on the environment, including the campus environment. Students tend to consume food and beverages with disposable packaging, which exacerbates the problem. This research was conducted to find out the environmentally friendly behavior carried out by students and the background that influences students in behaving environmentally friendly. This research uses descriptive qualitative research methods. Data sources were obtained through direct interviews with informants and literature review. The technique of determining informants using purposive sampling and as many as 3 informants were selected based on predetermined criteria. The results showed that the majority of students understand environmentally friendly behavior that aims to preserve the environment. This understanding is reflected in the various activities they do, such as involvement in greening programs, joining environmental organizations, and adopting water and energy saving habits. Some students considered that their surrounding environment (friends, family and community) influenced them. This shows that their social environment provides a significant influence that encourages students to behave in an environmentally friendly manner. However, most student informants also stated that commitment is the main issue. Many students felt the need for supporting facilities to raise awareness about the importance of environmentally friendly behavior. These results suggest that to encourage more environmentally friendly behavior, more supporting facilities are needed on campus. The results of this study can be used to make environmental policies on campus. | |
| 45372 | 48736 | E1A021096 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM DALAM JUAL BELI RUMAH DAN TANAH (Studi Putusan Pengadilan Negeri Blambangan Umpu Nomor 24/Pdt.G/2023 PN.Bbu) | Tanah sering menjadi objek sengketa, terutama dalam kasus jual beli tanpa alas hak yang merugikan pemilik sah, seperti dalam Putusan Nomor 24/Pdt.G/2023/PN.Bbu terkait jual beli tanah dan bangunan tanpa izin pemilik sah. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konsep. Data sekunder dianalisis secara preskriptif melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara normatif kualitatif serta disajikan dalam teks naratif. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaturan jual beli rumah dan tanah dalam hukum positif Indonesia serta penerapan unsur perbuatan melawan hukum berdasarkan KUH Perdata. Hasil menunjukkan bahwa jual beli pada umumnya diatur dalam Pasal 1457 KUH Perdata dengan memperhatikan Pasal 1320 KUH Perdata mengenai syarat sah perjanjian. Mengenai jual beli hak atas tanah dan rumah diatur dalam UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang UUPA dan PP Nomor 24 Tahun 1997 yang mensyaratkan peralihan hak milik dilakukan di hadapan PPAT sebagai pejabat berwenang dan mengenai rumah yang ada diatasnya sekaligus disepakati dihadapan PPAT. Majelis Hakim mengabulkan gugatan ganti rugi sesuai Pasal 1365 KUH Perdata karena perbuatan melawan hukum yakni melanggar hak subjektif orang lain yakni jual beli tanpa izin dari Pemilik (Penggugat) yang mengakibatkan Penggugat tidak dapat menempati rumahnya, adanya kesalahan yaitu dengan sengaja menjual rumah dan tanah Penggugat padahal hanya boleh menempati saja, adanya kerugian berupa Penggugat tidak dapat menempati rumahnya, dan bahwa kerugian tersebut merupakan akibat dari perbuatan Tergugat melakukan Jual Beli tanpa izin Penggugat. Dengan demikian, gugatan ganti kerugian yang dikabulkan adalah hanya untuk meninggalkan obyek sengketa. | Land is often the object of disputes, especially in cases of buying and selling without legal title that harms the legal owner, such as in Decision Number 24/Pdt.G/2023/PN.Bbu related to the sale and purchase of land and buildings without the permission of the legal owner. This research uses a normative juridical method with a case, legislative, and conceptual approach. Secondary data is analyzed prescriptively through literature study and analyzed normatively qualitatively and presented in narrative text. The purpose of this study is to determine the regulation of the sale and purchase of houses and land in Indonesian positive law and the application of the elements of unlawful acts based on the Civil Code. The results show that buying and selling is generally regulated in Article 1457 of the Civil Code with due regard to Article 1320 of the Civil Code regarding the legal requirements of the agreement. Regarding the sale and purchase of land and house rights, it is regulated in Law Number 5 of 1960 concerning UUPA and PP Number 24 of 1997 which requires the transfer of property rights to be carried out in the presence of a PPAT as an authorized official and regarding the house above it is also agreed upon in front of a PPAT. The Panel of Judges granted the claim for compensation in accordance with Article 1365 of the Civil Code because of the tortious act of violating the subjective rights of others, namely the sale and purchase without the permission of the Owner (Plaintiff) which resulted in the Plaintiff not being able to occupy his house, the existence of fault, namely deliberately selling the Plaintiff's house and land when it was only allowed to occupy it, the existence of a loss in the form of the Plaintiff not being able to occupy his house, and that the loss was the result of the Defendant's act of selling without the Plaintiff's permission. Thus, the compensation claim that was granted was only for leaving the disputed object. | |
| 45373 | 48737 | C1I021022 | The Effect Of Board Size, Board Independence Commissioner, Board Gender Diversity, And Leverage On Financial Performance | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh board size, board independence commissioner, board gender diversity, dan leverage terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2023. Kinerja keuangan diproksikan menggunakan Return on Asset (ROA). Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penerapan prinsip Good Corporate Governance dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan, khususnya pada sektor perbankan yang memiliki peran sentral dalam sistem perekonomian. Penelitian ini didasarkan pada teori agensi dan teori ketergantungan sumber daya (resource dependence theory), serta memperkuat relevansi prinsip tata kelola perusahaan terhadap peningkatan kinerja. Berdasarkan teori agensi, konflik antara manajemen (agen) dan pemilik (principal) dapat diminimalkan dengan struktur dewan yang efektif, independen, dan beragam. Penelitian ini mengembangkan hipotesis yang menguji pengaruh keempat variabel terhadap ROA. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi data panel untuk menganalisis data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan dan keuangan perusahaan. Sampel terdiri dari 94 perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria purposive sampling, yaitu perusahaan yang secara konsisten melaporkan data keuangan selama tahun 2022-2023 serta memiliki informasi yang lengkap mengenai variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat variabel independen, yaitu board size, board independence commissioner, board gender diversity, dan leverage, tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan. Dengan demikian, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh dari masing-masing variabel terhadap ROA ditolak. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberadaan struktur tata kelola dan karakteristik keuangan seperti leverage belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan dalam konteks perbankan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan struktur dewan yang beragam dan independen belum mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan profitabilitas perusahaan dalam konteks industri perbankan selama periode 2022– 2023. Implikasi praktis dari hasil ini menunjukkan bahwa perusahaan tidak cukup hanya memiliki struktur formal tata kelola, tetapi perlu memastikan bahwa fungsi dan peran dewan dijalankan secara efektif dan substantif. Manajemen dan regulator diharapkan dapat meninjau kembali implementasi praktik GCG yang bersifat formalitas dan mendorong peningkatan kualitas pelaksanaannya secara nyata. Penelitian ini juga membuka peluang untuk peneliti selanjutnya seperti kualitas manajemen, budaya organisasi, dan kondisi makroekonomi yang mungkin lebih berpengaruh terhadap kinerja keuangan. | This study aims to analyze the effect of board size, board independence commissioner, board gender diversity, and leverage on the financial performance of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2022- 2023. Financial performance is proxied using Return on Asset (ROA). This research is motivated by the importance of applying the principles of Good Corporate Governance in improving the efficiency and effectiveness of companies, especially in the banking sector which has a central role in the economic system. This research is based on agency theory and resource dependence theory, and strengthens the relevance of corporate governance principles to performance improvement. Based on agency theory, conflicts between management (agent) and owners (principal) can be minimized with an effective, independent and diverse board structure. This study develops hypotheses that test the influence of the four variables on ROA. This study uses a quantitative method with a panel data regression approach to analyze secondary data obtained from the company's annual and financial reports. The sample consists of 47 banking companies that meet purposive sampling criteria, namely companies that consistently report financial data during 2022 and 2023 and have complete information on the variables studied. The results showed that the four independent variables, namely board size, board independence commissioner, board gender diversity, and leverage, has no effect on the financial performance of banking companies. Thus, the hypothesis stating the influence of each variable on ROA is rejected. This finding indicates that the existence of governance structures and financial characteristics such as leverage has not been able to make a real contribution to increasing corporate profitability in the banking context. This study concludes that the existence of a diverse and independent board structure has not been able to make a real contribution to increasing corporate profitability in the context of the banking industry during the period 2022-2023. The practical implications of these results indicate that it is not enough for companies to have a formal governance structure, but it is necessary to ensure that the functions and roles of the board are carried out effectively and substantively. Management and regulators are expected to review the implementation of GCG practices that are formalities and encourage real improvement in the quality of implementation. This study also opens up opportunities for future researchers such as management quality, organizational culture, and macroeconomic conditions that may have more influence on financial performance. | |
| 45374 | 48738 | C1I021004 | The Effect Of Capital Expenditure, Firm Size, Growth Opportunity, And Leverage On Cash Holding | Penelitian ini berjudul "Pengaruh Belanja Modal, Ukuran Perusahaan, Peluang Pertumbuhan, Leverage, dan Profitabilitas terhadap Cash Holding." Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis secara empiris pengaruh variabel-variabel keuangan terhadap kebijakan penahanan kas (cash holding) perusahaan. Variabel yang dianalisis meliputi: (1) belanja modal (capital expenditure), (2) ukuran perusahaan (firm size), (3) peluang pertumbuhan (growth opportunity), (4) leverage, serta (5) profitabilitas sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi data panel. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia (www.idx.co.id) dan situs web perusahaan terkait. Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2022 hingga 2023, dengan total populasi sebanyak 851 perusahaan. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria tertentu, sehingga diperoleh total observasi sebanyak 244 data perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan Fixed Effect Model (FEM) dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Pemilihan model FEM didasarkan pada hasil uji Chow dan Hausman, yang menunjukkan bahwa model ini paling tepat dalam menangkap karakteristik data panel. Model FEM dipilih karena mampu mengakomodasi perbedaan individual antar perusahaan yang tidak dapat diamati secara langsung. Untuk menghindari distorsi data, dilakukan pula uji outlier serta pengendalian variabel dengan memasukkan profitabilitas sebagai variabel kontrol. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) belanja modal tidak berpengaruh signifikan terhadap cash holding, (2) ukuran perusahaan berpengaruh negatif signifikan terhadap cash holding, (3) peluang pertumbuhan berpengaruh positif signifikan terhadap cash holding, (4) leverage berpengaruh negatif signifikan terhadap cash holding, dan (5) variabel kontrol profitabilitas turut memengaruhi hubungan antara leverage terhadap cash holding, namun tidak memengaruhi hubungan antara variabel independen lainnya. Secara teoritis, penelitian ini didukung oleh trade-off theory yang menyatakan bahwa perusahaan perlu menyeimbangkan antara manfaat dan biaya dari memegang kas. Teori ini menyatakan bahwa perusahaan akan menyimpan kas dalam jumlah optimal untuk mengantisipasi ketidakpastian arus kas dan memenuhi kebutuhan transaksi, investasi, serta cadangan (precautionary motive). Namun, menyimpan kas dalam jumlah besar juga mengandung biaya peluang karena kas yang tidak diinvestasikan tidak memberikan imbal hasil yang optimal. Oleh karena itu, dalam menetapkan kebijakan cash holding, perusahaan harus mempertimbangkan struktur modal, prospek pertumbuhan, dan tingkat profitabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan berukuran besar cenderung memiliki akses yang lebih luas terhadap pendanaan eksternal dan memiliki arus kas yang lebih stabil, sehingga tidak perlu menyimpan kas dalam jumlah besar. Hal ini sejalan dengan trade-off theory yang menyebutkan bahwa perusahaan besar memiliki risiko likuiditas yang lebih rendah, sehingga kebutuhan akan cadangan kas menjadi lebih kecil. Sebaliknya, perusahaan dengan peluang pertumbuhan tinggi cenderung menyimpan kas lebih banyak sebagai antisipasi terhadap kebutuhan investasi di masa depan. Semakin besar prospek pertumbuhan, semakin besar pula kecenderungan perusahaan untuk menghindari risiko kehilangan peluang investasi karena keterbatasan likuiditas. Leverage yang tinggi ditemukan berpengaruh negatif terhadap cash holding. Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi cenderung menggunakan arus kas untuk membayar kewajiban bunga dan pokok utang, serta mengandalkan utang sebagai sumber pendanaan sehingga tidak perlu menyimpan kas dalam jumlah besar. Di sisi lain, capital expenditure tidak ditemukan berpengaruh signifikan terhadap cash holding, yang menunjukkan bahwa belanja modal bukanlah faktor utama dalam penentuan kebijakan kas perusahaan. Perusahaan lebih cenderung menggunakan pendanaan eksternal seperti pinjaman atau obligasi untuk membiayai belanja modal, guna menjaga kestabilan kas internal. Penggunaan variabel kontrol profitabilitas memberikan nilai tambah dalam model, karena diketahui bahwa pengaruh leverage terhadap cash holding berubah setelah profitabilitas dikendalikan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan yang lebih menguntungkan memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih tinggi dalam mengelola kas dan utangnya, serta mampu menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi dan kemampuan pelunasan kewajiban. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dalam literatur keuangan dengan memberikan bukti empiris terkait faktor-faktor yang memengaruhi kebijakan cash holding di Indonesia. Penelitian ini juga memperkuat relevansi model FEM dalam mengolah data panel, serta menekankan pentingnya mempertimbangkan variabel kontrol seperti profitabilitas dalam analisis keuangan perusahaan. Temuan-temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajemen perusahaan, investor, dan akademisi dalam merumuskan strategi pengelolaan kas yang efektif dan efisien. | This study is titled “The Influence of Capital Expenditure, Firm Size, Growth Opportunity, Leverage, and Profitability on Cash Holding.” The primary objective of this research is to empirically analyze the impact of key financial variables on corporate cash holding policies. The variables examined include: (1) capital expenditure, (2) firm size, (3) growth opportunity, (4) leverage, and (5) profitability, which serves as a control variable. This research adopts a quantitative approach using panel data regression analysis. The data utilized are secondary data sourced from the official website of the Indonesia Stock Exchange (www.idx.co.id) and the respective corporate websites. The population of the study comprises all companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2023 period, totaling 851 firms. The sample was selected using a purposive sampling method based on specific criteria, resulting in a final dataset of 244 firm-year observations. The data were analyzed using the Fixed Effect Model (FEM) with the assistance of EViews 12 software. The selection of FEM was supported by the results of the Chow and Hausman tests, which indicated that this model was the most appropriate for capturing the characteristics of the panel data. FEM was chosen due to its ability to account for unobservable individual effects across firms. To ensure the validity of the data, outlier testing was performed, and profitability was included as a control variable to enhance the robustness of the estimation model. The findings reveal that: (1) capital expenditure has no significant effect on cash holding, (2) firm size has a significant negative effect on cash holding, (3) growth opportunity has a significant positive effect on cash holding, (4) leverage has a significant negative effect on cash holding, and (5) the control variable, profitability, significantly affects the relationship between leverage and cash holding, but does not influence the relationships between the other independent variables and cash holding. Theoretically, this study is underpinned by the Trade-Off Theory, which posits that firms balance the benefits and costs associated with holding cash. According to this theory, firms aim to maintain an optimal level of cash to address cash flow uncertainty and to meet transaction, investment, and precautionary needs. However, excessive cash holdings incur opportunity costs, as idle cash may not yield optimal returns. Therefore, in determining cash holding policies, firms must consider their capital structure, growth prospects, and level of profitability. The results demonstrate that larger firms tend to have broader access to external financing and more stable cash flows, reducing the need to hold large cash reserves. This aligns with the Trade-Off Theory, which suggests that firms with lower liquidity risk—such as large firms—require lower precautionary cash holdings. Conversely, firms with high growth opportunities are more likely to retain substantial cash reserves to support future investments. The greater the growth prospects, the stronger the firm's tendency to avoid the risk of missing investment opportunities due to liquidity constraints. High leverage is found to have a negative effect on cash holding. Firms with substantial debt levels tend to allocate their cash flow toward interest and principal repayments and rely more on debt financing, thereby reducing the need to hold large cash balances. On the other hand, capital expenditure is not found to significantly influence cash holding, suggesting that capital investment is not a primary determinant in cash retention policies. Instead, firms tend to finance capital expenditure through external sources such as bank loans or bond issuance, in order to maintain internal cash stability. The inclusion of profitability as a control variable adds value to the model, as it alters the relationship between leverage and cash holding when controlled. This indicates that more profitable firms possess greater financial flexibility in managing both their cash and debt obligations, enabling them to balance investment needs with debt servicing capabilities. In conclusion, this study contributes to the financial literature by providing empirical evidence on the determinants of corporate cash holding in Indonesia. It reinforces the relevance of using the Fixed Effect Model for panel data analysis and highlights the importance of incorporating control variables such as profitability in corporate financial research. The findings are expected to serve as a valuable reference for corporate managers, investors, and academics in formulating effective and efficient cash management strategies. | |
| 45375 | 48765 | L1B021008 | PROFIL DARAH IKAN NILA NIRWANA (Oreochromis niloticus) DIPELIHARA PADA KOLAM SISTEM AKUAPONIK DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh padat tebar yang berbeda terhadap profil darah ikan Nila Nirwana (Oreochromis niloticus) dalam sistem akuaponik. Parameter profil darah yang diamati meliputi total eritrosit, hemoglobin, hematokrit, dan glukosa darah. Penelitian dilakukan selama 40 hari dengan dua perlakuan padat tebar, yaitu 30 ekor/m³ dan 50 ekor/m³ dengan rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padat tebar berpengaruh signifikan terhadap kadar eritrosit, hemoglobin, dan hematokrit, dimana nilai pada padat tebar 30 ekor/m³ lebih tinggi dibandingkan padat tebar 50 ekor/m³.Total eritrosit padat tebar (30 ekor/m3); 1,76 ± 0,41×106 sel/mm3 (50 ekor/m3); 1,3545 ± 0,28×106 sel/mm3, hematokrit sebesar 24,9 ± 2,2 % (30 ekor/m3); 22,14 ± 2,9% (50 ekor/m3), haemoglobin sebesar 7,56 ± 0,78 g/dL (30 ekor/m3); 6,75 ± 0,84 g/dL (50 ekor/m3). Kadar glukosa darah juga menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan. Peningkatan pada padat tebar yang lebih tinggi, yang mengindikasikan adanya stres. Glukosa darah padat tebar (30 ekor/m3) 124,4 ± 47,1 mg/dL; 161,2 ± 56,3 mg/dL (50 ekor/m3). Seluruh parameter darah masih berada dalam kisaran normal, namun padat tebar yang lebih rendah memberikan kondisi darah yang lebih stabil. Oleh karena itu, padat tebar yang sesuai diperlukan untuk mendukung kesehatan ikan dan keberhasilan budidaya dalam sistem akuaponik. | This study aimed to determine the effect of different stocking densities on the blood profile of Nirwana tilapia (Oreochromis niloticus) in an aquaponic system. The observed blood profile parameters included total erythrocytes, hemoglobin, hematocrit, and blood glucose. The research was conducted over 40 days using two stocking density treatments: 30 fish/m³ and 50 fish/m³, with an experimental research design. The results showed that stocking density had a significant effect on erythrocyte, hemoglobin, and hematocrit levels, with the 30 fish/m³ treatment showing higher values than the 50 fish/m³ treatment. Total erythrocytes were 1.76 ± 0.41 ×10⁶ cells/mm³ (30 fish/m³) and 1.3545 ± 0.28 ×10⁶ cells/mm³ (50 fish/m³); hematocrit was 24.9 ± 2.2% (30 fish/m³) and 22.14 ± 2.9% (50 fish/m³); and hemoglobin was 7.56 ± 0.78 g/dL (30 fish/m³) and 6.75 ± 0.84 g/dL (50 fish/m³). Blood glucose levels showed no significant difference, although a higher stocking density indicated increased stress, with glucose levels of 124.4 ± 47.1 mg/dL (30 fish/m³) and 161.2 ± 56.3 mg/dL (50 fish/m³). All blood parameters remained within the normal range; however, lower stocking density resulted in more stable blood conditions. Therefore, appropriate stocking density is essential to support fish health and the success of aquaponic cultivation. | |
| 45376 | 48739 | G1B021011 | Hubungan Bauran Pemasaran Pelayanan Mobil Dental Dengan Minat Kunjungan Ulang Pasien Rumah Sakit Gigi Dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman | RSGMP mengalami permasalahan mengenai angka kunjungan pasien pada beberapa tahun terakhir sehingga diimplementasikan layanan mobil dental. Evaluasi terhadap pemasaran menggunakan pelayanan mobil dental diperlukan untuk mengetahui seberapa efektif layanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pasien. Salah satu upaya strategi yang dilakukan ialah menggunakan konsep bauran pemasaran yang terdiri dari 7 komponen meliputi product, price, place, promotion, people, process, dan physical evidence. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan bauran pemasaran pelayanan mobil dental dengan minat kunjungan ulang pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. Metode penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yang diambil berjumlah 52 orang dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner bauran pemasaran pelayanan mobil dental, kuesioner minat kunjungan ulang yang didistribusikan kepada responden. Data dianalisis dengan analisis Univariat, dan Bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan bauran pemasaran faktor product (p=0,016), dan promotion (p=0,010). Dan tidak terdapat hubungan signifikan bauran pemasaran faktor price (p=0,245), place (p=0,221), people (p=0,110), process (p=0,129), dan physical evidence (p=0,481) dengan minat kunjungan ulang pasien Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman. Saran penelitian ini diharapkan bagi pihak RSGMP Unsoed untuk meningkatkan dan mengoptimalkan faktor price, place, people, process, dan physical evidence sehingga dapat meningkatkan minat kunjungan ulang pasien | RSGMP has been facing problems regarding patient visit numbers in recent years, leading to the implementation of mobile dental services. Evaluation of the marketing using mobile dental services is necessary to determine how effective the service is in meeting the needs and expectations of patients. One of the strategic efforts made is to use the marketing mix concept, which consists of 7 components: product, price, place, promotion, people, process, and physical evidence. This study aims to understand the correlation between the marketing mix of mobile dental services with patient revisit interest at Educational Dental Hospital of Jenderal Soedirman University. The research method used is observational analytical with a cross-sectional approach. The sample taken for this study consists of 52 individuals using total sampling technique. This research instrument uses a questionnaire on the marketing mix of dental cars, a questionnaire on interest in repeat visits distributed to respondents. Data were analyzed using Univariate and Bivariate analysis with Fisher’s Exact Test. The results of this study indicate that there is a significant relationship between the marketing mix factors of product (p=0.016) and promotion (p=0.010). However, there is no significant relationship between the marketing mix factors of price (p=0.245), place (p=0.221), people (p=0.110), process (p=0.129), and physical evidence (p=0.481) with patient revisit interest at Educational Dental Hospital of Jenderal Soedirman University. This research recommends that RSGMP Unsoed improve and optimize the factors of price, place, people, process, and physical evidence in order to increase the interest of patients to visit again. | |
| 45377 | 48740 | G1B021010 | Hubungan Kualitas Pelayanan Mobil Dental dengan Citra Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Universitas Jenderal Soedirman | Latar Belakang. Penurunan jumlah kunjungan pasien, penurunan tingkat kepuasan layanan rumah sakit, serta rendahnya pemanfaatan layanan oleh civitas akademik UNSOED menunjukkan adanya permasalahan citra yang dihadapi RSGMP UNSOED di mata masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan untuk membangun citra baik rumah sakit adalah dengan meluncurkan mobil dental yang berfungsi sebagai representasi RSGMP UNSOED di luar lingkungan rumah sakit. Kunci dalam membentuk citra yang baik terletak pada kualitas pelayanan yang diberikan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan mobil dental dengan citra RSGMP UNSOED. Metode. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional dan teknik total sampling. Sampel penelitian terdiri dari 53 responden yang merupakan pasien mobil dental periode Juli–Agustus 2024. Kualitas pelayanan mobil dental diukur berdasarkan lima dimensi SERVQUAL yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Citra RSGMP UNSOED diukur menggunakan tiga indikator yaitu kekuatan merek, kesukaan merek, dan keunikan merek. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square, fisher’s exact test, dan regresi multinomial. Hasil. Analisis penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh dimensi kualitas pelayanan memiliki hubungan dengan citra RSGMP UNSOED, dengan p-value tangible (0,004), reliability (0,000), assurance (0,002), responsiveness (0,002), dan empathy (0,000) dengan empathy sebagai faktor yang paling dominan. Simpulan. Simpulan dari penelitian ini adalah adalah terdapat hubungan antara kualitas pelayanan mobil dental pada seluruh dimensi SERVQUAL dengan citra RSGMP UNSOED. Diharapkan RSGMP UNSOED dapat terus meningkatkan kualitas layanan mobil dental untuk mempertahankan dan memperkuat citra positif di masyarakat | Background. A decline in patient visits, reduced satisfaction with hospital services, and the limited use of services by the UNSOED academic community highlight ongoing challenges in shaping the public image of RSGMP UNSOED. In response, the hospital has introduced a mobile dental unit, an innovative outreach initiative that serves both as an extension of its services and a representation of its commitment beyond the hospital walls. At the heart of building a positive image is the quality of service delivered, which ultimately defines how the hospital is perceived by the public. Methods. A quantitative study with a cross-sectional design and total sampling technique was conducted on 53 respondents who received services from the mobile dental unit between July and August 2024. Service quality was measured using the five SERVQUAL dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. Brand image was assessed using indicators of brand strength, brand favorability, and brand uniqueness. Data were collected through validated questionnaires and analyzed using chi-square tests, Fisher’s exact test, and multinomial regression. Results. All service quality dimensions showed significant correlations with brand image, with p-values of tangibles (0.004), reliability (0.000), assurance (0.002), responsiveness (0.002), and empathy (0.000). Empathy emerged as the most influential factor. Conclusion. There is a significant correlation between the quality of mobile dental and the brand image of RSGMP UNSOED. Improving the quality of this service can help strengthen the hospital’s public image. | |
| 45378 | 48741 | E1A021154 | TINJAUAN YURIDIS PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS TERDAPATNYA ITIKAD TIDAK BAIK DALAM PERJANJIAN BISNIS SEMBAKO DAN PAKAIAN (Studi Putusan Nomor 214/Pdt.G/2023/PN Blb) | Perjanjian kerja sama bisnis merupakan kontrak kesepakatan juga sebagai instrumen hukum yang fundamental dalam dunia usaha, di mana para pihak saling mengikatkan dirinya untuk mencapai tujuan bersama. Pada praktiknya pelaksanaan kerja sama bisnis tidak selalu berjalan mulus dikarenakan tak jarang tiap kepentingan para pihak saling berbenturan satu sama lain sebab terdapatnya itikad tidak baik yang dapat menimbulkan pertikaian dan pelanggaran hak. Salah satu contoh kasus perbuatan melawan hukumnya ada dalam Putusan Nomor 214/Pdt.G/2023/PN Blb. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam menetapkan perbuatan Tergugat sebagai perbuatan melawan hukum dan menganalisis pertimbangan hukum Hakim dalam mengabulkan tuntutan ganti rugi karena perbuatan melawan hukum. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan spesifikasi preskriptif, pendekatan undang-undang, kasus, dan konseptual. Data yang digunakan bersumber dari data sekunder yang dilakukan dengan studi kepustakaan, lalu dianalisis secara normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa syarat-syarat dalam ketentuan Pasal 1365 KUH Perdata telah terpenuhi, yakni adanya perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan hak subjektif orang lain berupa hak kekayaan yakni pengembalian modal dan keuntungan yang seharusnya didapat, dan bertentangan dengan kepatutan dalam memperhatikan kepentingan diri dan harta orang lain dalam pergulan hidup. adanya kesalahan, adanya kerugian, dan adanya hubungan kausal antara perbuatan dengan kerugian. Bentuk ganti rugi dalam perkara ini adalah ganti rugi kompensasi, Majelis Hakim hanya mengabulkan tuntutan ganti rugi yang bisa dibuktikan yakni materiil dengan memberlakukan bunga moratoir sebesar 6%. Namun dalam perkara perbuatan melawan hukum tidak dapat diberlakukan bunga moratoir tersebut sehingga seharusnya persentase yang digunakan adalah 5% sebagai keuntungan yang seharusnya didapatkan. | Business cooperation agreement is a contract agreement as well as a fundamental legal instrument in the business world, where the parties bind themselves to each other to achieve common goals. In practice, the implementation of business cooperation does not always run smoothly because it is not uncommon for the interests of the parties to clash with each other because there is bad faith that can lead to disputes and violations of rights. One example of a case of tort is in Decision Number 214/Pdt.G/2023/PN Blb. This research aims to analyze the Judge's legal considerations in determining the Defendant's actions as unlawful acts and analyze the Judge's legal considerations in granting compensation claims due to unlawful acts. This research uses normative juridical methods with prescriptive specifications, statutory, case, and conceptual approaches. The data used is sourced from secondary data conducted by literature study, then analyzed normatively qualitatively. The results showed that the requirements in the provisions of Article 1365 of the Civil Code have been fulfilled, namely the existence of unlawful acts that are contrary to the subjective rights of others in the form of property rights, namely the return of capital and profits that should be obtained, and contrary to propriety in paying attention to the interests of themselves and the property of others in the struggle for life. the existence of fault, the existence of losses, and the existence of a causal relationship between the act and the loss. The form of compensation in this case is compensatory damages, the Panel of Judges only granted the claim for compensation that could be proven, namely material by imposing moratoir interest of 6%. However, in the case of unlawful acts, the moratoir interest cannot be applied so that the percentage used should be 5% as the profit that should be obtained. | |
| 45379 | 48742 | C1B019057 | PENGARUH KARAKTERISTIK LIVE STREAMING SHOPPING TERHADAP IMPULSIVE BUYING DENGAN CONSUMER TRUST DAN FLOW EXPERIENCE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI PADA PENGGUNA E-COMMERCE SHOPEE LIVE FASHION) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Karakteristik Live Streaming Shopping Terhadap Impulsive Buying Dengan Consumer Trust Dan Flow Experience Sebagai Variabel Mediasi Pada Pengguna E-Commerce Shopee Live Fashion. Populasi pada penelitian ini adalah generasi Z pengguna e-commerce shopee yang berdomisili di Purwokerto dan pernah melakukan pembelian secara tidak terencana dalam live streaming shopping. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Sampel pada penelitian ini sebanyak 232 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian yang dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Modeling (SEM) diolah dengan software SmartPLS 4 menunjukkan bahwa: (1) streamers’ attractiveness dan streamers’ professionalism berpengaruh positif terhadap consumer trust. (2) interactivity dan entertainment berpengaruh positif terhadap flow experience. (3) consumer trust dan flow experience berpengaruh positif terhadap impulsive buying. (4) streamers’ attractiveness, streamers’ professionalism, entertainment berpengaruh positif terhadap impulsive buying. (5) interactivity tidak berpengaruh positif terhadap impulsive buying. (6) consumer trust memediasi secara parsial hubungan antara streamer attractiveness dan streamers’ professionalism terhadap impulsive buying. (7) flow experience memediasi secara parsial hubungan antara interactivity dan entertainment terhadap impulsive buying. | This study aims to determine the effect of Live Streaming Shopping Characteristics on Impulsive Buying with Consumer Trust and Flow Experience as Mediating Variables on Shopee Live Fashion E-Commerce Users. The population in this study is generation Z who are shopee e-commerce users domiciled in Purwokerto and have made unplanned purchases in live streaming shopping. The data collection technique used in this study is a questionnaire. The sample in this study was 232 respondents who were taken using the purposive sampling method. The results of the study conducted using Structural Equation Modeling (SEM) analysis processed with SmartPLS 4 software show that: (1) streamers' attractiveness and streamers' professionalism have a positive effect on consumer trust. (2) interactivity and entertainment have a positive effect on flow experience. (3) consumer trust and flow experience have a positive effect on impulsive buying. (4) streamers' attractiveness, streamers' professionalism, entertainment have a positive effect on impulsive buying. (5) interactivity does not have a positive effect on impulsive buying. (6) Consumer trust partially mediates the relationship between streamer attractiveness and streamers’ professionalism on impulsive buying. (7) Flow experience partially mediates the relationship between interactivity and entertainment on impulsive buying. | |
| 45380 | 48743 | I1A018091 | Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Wilayah Kerja Puskesmas Tata Karya Kotabumi Lampung Utara Tahun 2024 | Abstrak FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TATA KARYA KOTABUMI LAMPUNG UTARA TAHUN 2024 Andri Bangsawan¹, Setiyowati Rahardjo², Aisyah Apriliciciliana Aryani² Latar Belakang: Berdasarkan Laporan Dinas Kesehatan Lampung Utara pada tahun 2023 dari seluruh puskesmas kejadian DBD mencapai 298 kasus. Data yang tercatat pada tahun 2023 kasus DBD yang tertinggi di wilayah kerja Dinas Kesehatan Lampung Utara yaitu Puskesmas Tata Karya dengan angka kejadian laki-laki 20 jiwa (anak anak dan dewasa) perempuan 25 jiwa (anak anak dewasa) dan mencatat keseluruhan 45 jiwa, selanjutnya di wilayah kerja Puskesmas Bukit Kemuning dengan angka kejadian laki-laki 18 jiwa perempuan 16 jiwa dan mencatat keseluruhan 34 jiwa dan wilayah kerja Puskesmas Ogan Lima mencatat keseluruhan 31 jiwa dengan kejadian demam berdarah (Dinkes Lampung Utara, 2023). Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain case control, Sampel berjumlah 90 responden dengan pembagian 1 banding 1 dengan jumlah kasus 45 orang dan jumlah kontrol 45 orang. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tempat perkembangbiakan nyamuk dengan kejadian demam berdarah dengue (p-value = 0,00) dan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan kejadian demam berdarah dengue (p-value = 0,189) serta tidak terdapat hubungan antara perilaku dengan kejadian demam berdarah dengue (p-value = 0,673). Kesimpulan: Kejadian demam berdarah dengue dipengaruhi oleh tempat perkembangbiakan nyamuk dan tidak dipengaruhi oleh pengetahuan, dan perilaku. Kata Kunci: demam berdarah dengue, pengetahuan, Aedes agypti, perilaku, tempat perkembangbiakan nyamuk Mahasisawa Jurusan Kesehatan Masyarakat Fikes Universitas Jenderal Soedirman Jurusan Kesehatan Masyarakat Fikes Universitas Jenderal Soedirman | Abstract FACTORS RELATED TO THE INCIDENCE OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER (DHF) IN THE WORK AREA OF TATA KARYA COMMUNITY HEALTH CENTER, KOTABUMI, LAMPUNG UTARA IN 2024 Andri Bangsawan¹, Setiyowati Rahardjo², Aisyah Apriliciciliana Aryani² Background: Based on the Report of the North Lampung Health Service in 2023, from all health centers, the incidence of DHF reached 298 cases. The data recorded in 2023, the highest DHF cases in the North Lampung Health Service work area were the Tata Karya Health Center with an incidence of 20 men (children and adults) and 25 women (children and adults) and recorded a total of 45 people, then in the Bukit Kemuning Health Center work area with an incidence of 18 men and 16 women and recorded a total of 34 people and the Ogan Lima Health Center work area recorded a total of 31 people with dengue fever (North Lampung Health Service, 2023). Methodology: This study used a case control design. The sample consisted of 90 respondents with a 1 to 1 division with 45 cases and 45 controls. Research Results: The results of the study showed that there was a significant relationship between mosquito breeding sites and the incidence of dengue fever (p-value = 0.00), there was no relationship between knowledge and the incidence of dengue fever (p-value = 0.189) and there was no relationship between behavior and the incidence of dengue fever (p-value = 0.673). Conclusion: The incidence of dengue fever is influenced by mosquito breeding sites and is not influenced by knowledge, and behavior. Keywords: dengue fever, knowledge, Aedes agypti, behavior, mosquito breeding sites. Student of Department of Public Health, faculty of health sciences, Jenderal Sudirman University Lecturer of Department of Public Health, faculty of health sciences, Jenderal Sudirman University |