Artikel Ilmiah : I1D021022 a.n. PIKA SADEWANDANI

Kembali Update Delete

NIMI1D021022
NamamhsPIKA SADEWANDANI
Judul ArtikelHubungan Asupan Magnesium, Kalsium, Kebiasaan Olahraga, Tingkat Stres dengan Dismenore Primer pada Siswi SMAN 3 Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)Latar Belakang: Remaja seringkali merasa nyeri pada perut bagian bawah ketika menstruasi, disebut dismenore primer. Prevalensi dismenore menurut WHO yaitu sebesar 90%. Adapun faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya dismenore primer yaitu asupan magnesium, kalsium, kebiasaan olahraga, dan tingkat stres. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara asupan magnesium, kalsium, kebiasaan olahraga, dan tingkat stres dengan dismenore primer.
Metodologi: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling yang didapatkan 87 responden. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 21-25 Oktober 2024. Data kejadian dismenore diperoleh menggunakan Walidd Score. Data asupan magnesium dan kalsium menggunakan SQ-FFQ. Data kebiasaan olahraga menggunakan kuesioner Baecke dan data tingkat stres menggunakan kuesioner PSS-10. Data dianalisis menggunakan uji Rank Spearman correlation.
Hasil Penelitian: Sebanyak 72,4% responden mengalami dismenore berat. Responden dengan asupan magnesium kurang sebanyak 74,7%, asupan kalsium kurang sebanyak 85%, kebiasaan olahraga tidak teratur sebanyak 88,5%, dan tingkat stres sedang/berat sebanyak 83,9%. Terdapat hubungan pada variabel asupan kalsium dan tingkat stres (p<0,05). Tidak ada hubungan antara asupan magnesium dan kebiasaan olahraga (p>0,05).
Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan kalsium dan tingkat stres dengan dismenore primer. Tidak ada hubungan antara asupan magnesium dan kebiasaan olahraga dengan dismenore primer.
Abtrak (Bhs. Inggris)Background: Adolescents often experience pain in the lower abdomen during menstruation, known as primary dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea according to WHO is as high as 90%. Factors that can influence the occurrence of primary dysmenorrhea include magnesium intake, calcium intake, exercise habits, and stress levels. Therefore, this study aims to determine the relationship between magnesium intake, calcium intake, exercise habits, and stress levels with primary dysmenorrhea.
Methodology: This study uses a cross-sectional approach with sampling taken using total sampling which resulted in 87 respondents. The study was conducted from October 21 to 25, 2024. Data on the incidence of dysmenorrhea was obtained using the Walidd Score. Data on magnesium and calcium intake was assessed using the SQ-FFQ. Data on exercise habits was collected using the Baecke questionnaire, and stress levels were assessed using the PSS-10 questionnaire. Data were analyzed using the Spearman Rank correlation test.
Results: A total of 72.4% of respondents experienced severe dysmenorrhea. Respondents with low magnesium intake accounted for 74.7%, those with low calcium intake for 85%, irregular exercise habits for 88.5%, and those with moderate/severe stress for 83.9%. There was a relationship between calcium intake and stress levels (p<0.05). There was no relationship between magnesium intake and exercise habits (p>0.05).
Conclusion: There is an association between calcium intake and stress level with primary dysmenorrhea. There is no association between calcium intake and stress level with primary dysmenorrhea.
Kata kunciasupan kalsium, asupan magnesium, dismenore primer, kebiasaan olahraga, tingkat stres
Pembimbing 1Atikah Proverawati, S.K.M., M.P.H
Pembimbing 2Katri Andini Surijati, S.Si.T., M.Gizi
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2025-05-26 10:41:28.107747
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.