Artikelilmiahs

Menampilkan 45.381-45.400 dari 48.755 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4538148744C1C021064Pengaruh Norma Subjektif, Motivasi Ekonomi, dan Pertimbangan Pasar Kerja Terhadap Minat Mahasiswa Berkarir Sebagai Auditor Pemerintah (Studi Pada Mahasiswa S-1 Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman)Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh norma subjektif, motivasi ekonomi, dan pertimbangan pasar kerja terhadap minat mahasiswa berkarir sebagai auditor pemerintah pada mahasiswa S-1 Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow dan Theory of Planned Behavior sebagai dasar penyusunan hipotesis dan kerangka berpikir. Jenis data penelitian adalah data primer yang dihimpun langsung dari sampel penelitian dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa S-1 Akuntansi Universitas Jenderal Soedirman dengan metode penarikan sampel menggunakan purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sehingga didapatkan jumlah penarikan sampel penelitian sebanyak 137 responden. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi, uji parsial (t-test) dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa norma subjektif memiliki pengaruh positif terhadap minat mahasiswa berkarir sebagai auditor pemerintah, motivasi ekonomi tidak memiliki pengaruh terhadap minat mahasiswa berkarir sebagai auditor pemerintah, dan pertimbangan pasar kerja memiliki pengaruh positif terhadap minat mahasiswa berkarir sebagai auditor pemerintah.This research aims to examine and analyze the influence of subjective norms, economic motivation, and job market considerations p the interest of undergraduate accounting students at Jenderal Soedirman University in pursuing a career as a government auditor. The research framework and hypothesis in this research are based on Maslow’s Hierarchy of Needs Theory and Planned Behavior Theory. Primary data used in this research were obtained from research respondents through a survey method. The population in this study consisted of all active undergraduate accounting students at Jenderal Soedirman University. The sampling method used purposive sampling based on predetermined criteria, which resulted in a total of 137 respondents. The data analysis technique used are data quality testing, classical assumption testing, multiple linear regression analysis, coefficient of determination testing, partial testing (t-test), and F-test. The results of the research showed that subjective norms have a positive influence on students’ interest in pursuing a career as a government auditor, economic motivation does not influence students’ interest in pursuing a career as a government auditor, and consideration of the job market has a positive influence on students’ interest in pursuing a career as a government auditor.
4538248745D1A021190TOTAL PADATAN DAN RENDEMEN SOSIS FERMENTASI DAGING AYAM DENGAN PENAMBAHAN PERSENTASE DADIH SUSU SAPI YANG BERBEDAPenelitian dengan judul “Total Padatan dan Rendemen Sosis Fermentasi Daging Ayam dengan Penambahan Persentase Dadih Susu Sapi yang Berbeda” dilaksanakan tanggal 10-28 Februari 2025 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan dadih dengan persentase yang berbeda terhadap total padatan dan rendemen sosis fermentasi. Materi penelitian yang digunakan berupa seperangkat alat pembuatan sosis dan dadih, timbangan, cawan porselin, dan oven. Bahan yang digunakan yaitu 4 liter susu sapi yang berasal dari Experimental Farm Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, 6 kg daging ayam fillet, tepung tapioka, garam, bawang putih bubuk, merica, paprika bubuk, cabai bubuk, gula halus, bumbu sosis, es batu, minyak, starter yogourmet (Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus thermophilus, Lactobacillus acidophilus) dan susu skim. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan memberikan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga menghasilkan 20 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan yaitu penambahan dadih sebagai sumber bakteri asam laktat sebanyak 5% (P1), 7,5% (P2), 10% (P3), 12,5% (P4), dan 15% (P5). Data hasil penelitian dianalisis dengan analisis variansi (ANAVA) dan di uji lanjut ortogonal polinomial. Hasil analisis menunjukkan penambahan dadih susu sapi pada sosis fermentasi daging ayam dengan persentase 5-15% menghasilkan total padatan sosis fermentasi sebesar 34,63 - 38,81% dan rendemen sosis fermentasi sebesar 85,84 - 89,87 %. Faktor yang memengaruhi total padatan sosis fermentasi yaitu pH, suhu, oksigen, jenis starter dan bahan tambahan. Faktor yang memengaruhi rendemen sosis fermentasi diantaranya yaitu jenis daging, lemak pada daging, bahan tambahan, lama fermentasi, jenis starter yang diberikan, stuffing, dan proses pemasakan.
The research with the title “Total Solids and Yield of Fermented Chicken Sausage with the Addition of Different Percentages of Dadih” was conducted on February 10-28, 2025 at the Animal Product Technology Laboratory, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted with the aim to determine the effect of dadih addition with different percentages on total solids and yield of fermented sausage. The research materials used were a set of sausage and dadih making tools, scales, porcelain cups, and oven. The materials used were 4 liters of cow's milk from the Experimental Farm of the Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, 6 kg of chicken fillet, tapioca flour, salt, garlic powder, pepper, paprika powder, chili powder, powdered sugar, sausage seasoning, ice cubes, oil, yogourmet starter (Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus thermophilus, Lactobacillus acidophilus) and skim milk. The research method used an experimental method with a completely randomized design (CRD). The research was conducted by giving 5 treatments and 4 replicates resulting in 20 experimental units. The treatments given were the addition of dadih as a source of lactic acid bacteria as much as 5% (P1), 7.5% (P2), 10% (P3), 12.5% (P4), and 15% (P5). The data were analyzed by analysis of variance (ANOVA) and further tested by orthogonal polynomial. The results showed the addition of dadih to fermented chicken meat sausage with a percentage of 5-15% resulted in total solids of fermented sausage of 34.63 - 38.81% and fermented sausage yield of 85.84 - 89.87%. Factors that influence the total solids of fermented sausage are pH, temperature, oxygen, type of starter and additional ingredients. Factors affecting the yield of fermented sausage include the type of meat, fat in the meat, additional ingredients, length of fermentation, type of starter given, stuffing, and cooking process.
4538348746I1A021095Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas KedungbantengLatar Belakang: Indonesia menempati peringkat kelima terbesar di dunia dengan jumlah penderita DM 10.3 juta pada tahun 2017. Data epidemiologi menunjukkan bahwa lebih banyak kasus terjadi di wilayah perkotaan dibanding wilayah perdesaan. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor risiko kejadian DM Tipe 2.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan kasus kontrol. Kelompok kasus yaitu penderita DM tipe 2, sedangkan kelompok kontrol yaitu bukan penderita DM tipe 2. Kelompok kasus sebanyak 39 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kelompok kontrol sebanyak 78 responden yang dipilih menggunakan fixed disease sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Tahap analisis data meliputi univariat, bivariat menggunakan perhitungan Odds Ratio (OR), dan multivariat menggunakan uji regresi logistik.
Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukan bahwa ada hubungan signifikan antara riwayat keluarga dan pola makan dengan kejadian DM Tipe 2 (p-value: 0,017, p-value: 0,032 pada α; 0,05). Usia, IMT, kebiasaan merokok, dan latihan fisik tidak ada hubungan dengan kejadian DM Tipe 2 (p-value: 0,552, p-value: 0,307, p-value: 0,097, p-value: 0,234). Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa riwayat keluarga merupakan faktor paling berpengaruh terhadap kejadian DM Tipe 2 (p-value: 0,033 pada α: 0,05), riwayat keluarga berisiko 2,612 kali mengalami DM Tipe 2.
Kesimpulan: Riwayat keluarga berpengaruh terhadap kejadian DM Tipe 2. Saran bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga menderita DM untuk periksa kadar gula darah secara berkala serta mengatur pola makan dan latihan fisik secara teratur untuk mencegah kejadian DM tipe 2.
Kata kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, faktor risiko DM, riwayat keluarga, pola makan.

Background : Indonesia ranks fifth in the world with 10.3 million people suffering from diabetes in 2017. Epidemiological data show that more cases occur in urban areas compared to rural areas. This is due to a lack of knowledge among respondents regarding the risk factors for diabetes, resulting in poor dietary habits and inadequate physical activity. The purpose of this study is to identify the risk factors for type 2 diabetes.
Method : This study employed a quantitative design with a case-control approach. The case group consisted of patients with type 2 diabetes, while the control group consisted of non-patients with type 2 diabetes. The case group comprised 39 respondents selected using purposive sampling technique. The control group comprised 78 respondents selected using fixed disease sampling. The research instrument used was a questionnaire. The data analysis stages included univariate, bivariate analysis using Odds Ratio (OR) calculation, and multivariate analysis using logistic regression test.
Result : The bivariate analysis results showed a significant relationship between family history and dietary habits with the incidence of type 2 diabetes (p-value: 0.017, p-value: 0.032 at α: 0.05). Age, BMI, smoking habits, and physical activity were not associated with the incidence of type 2 diabetes (p-value: 0.552, p-value: 0.307, p-value: 0.097, p-value: 0.234). The multivariate analysis results showed that family history was the most influential factor on the incidence of type 2 diabetes (p-value: 0.033 at α: 0.05), with individuals having a family history being 2.612 times more likely to develop type 2 diabetes.
Conclusion : Family history influences the incidence of type 2 diabetes. It is recommended that individuals with a family history of diabetes regularly check their blood sugar levels to prevent the development of type 2 diabetes.
Keywords : Risk Factors, Incidence of Type 2 Diabetes Mellitus
4538448747C2A021012PENGARUH VARIABEL EKONOMI TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2021 – 2024Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel ekonomi terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel terhadap 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah selama periode 2021–2024. Variabel dependen yang diteliti adalah ketimpangan pendapatan yang diukur dengan Gini Ratio, sementara variabel independen terdiri dari pendapatan per kapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Data yang digunakan bersumber dari Badan Pusat Statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan per kapita berpengaruh positif signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Semakin tinggi pendapatan per kapita suatu daerah, ketimpangan cenderung meningkat, yang konsisten dengan hipotesis Kuznets. Di sisi lain, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tidak berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah. Pendapatan per kapita, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) bersama-sama mempengaruhi ketimpangan pendapatan di Jawa Tengah.
Implikasi penelitian yang sejalan dengan hasil ini adalah merancang kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga pada pemerataan pendapatan. Hal ini termasuk meningkatkan serapan tenaga kerja untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebagai langkah untuk menekan ketimpangan, serta menerapkan kebijakan upah minimum yang lebih kontekstual dan merata sesuai dengan struktur ekonomi lokal.
This study analyzes the impact of economic variables on income inequality in Central Java. Using a quantitative approach, it employs panel data regression analysis of 35 districts and cities in Central Java from 2021 to 2024. The dependent variable is income inequality, measured by the Gini Ratio, while the independent variables include income per capita, the Open Unemployment Rate (TPT), and the District/City Minimum Wage (UMK). The data is sourced from the Central Bureau of Statistics.
The results indicate that per capita income has a significant positive effect on income inequality in Central Java. As per capita income in a region increases, income inequality also tends to rise, aligning with the Kuznets hypothesis. Conversely, the Open Unemployment Rate (TPT) and the District/Municipal Minimum Wage (UMK) do not significantly affect income inequality in the region. Together, per capita income, the open unemployment rate, and the minimum wage influence income inequality in Central Java.
The implication of this research is to design policies that are both growth-oriented and income-equitable. This includes increasing labor absorption to reduce the Open Unemployment Rate as a means of reducing inequality, as well as implementing a more contextual and equitable minimum wage policy that aligns with the structure of the local economy.
4538548748E1A020213Analisis Yuridis Terhadap Perbuatan Melawan Hukum Dalam Eksekusi Objek Jaminan Fidusia (Studi Putusan Nomor 163/Pdt.G.S/2023/PN Plg)Penelitian ini menganalisis perbuatan melawan hukum dalam eksekusi objek jaminan fidusia berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Palembang Nomor 163/Pdt.G.S/2023/PN Plg. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifikasikan kriteria perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh kreditur terhadap debitur serta pertimbangan hakim dalam mengabulkan besaran ganti kerugian akibat perbuatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Data bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, dengan menggunakan metode analisis normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa Hakim belum secara jelas mempertimbangkan kriterium perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh tergugat. Penulis berpendapat bahwa perbuatan Tergugat memenuhi kriterium melanggar hak subyektif orang lain berupa melakukan eksekusi jaminan fidusia secara paksa di jalan raya dan bertentangan dengan kewajiban hukum sendiri yaitu melanggar ketentuan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 tentang Eksekusi Jaminan Fidusia. Majelis hakim juga belum secara jelas mempertimbangkan syarat-syarat mengajukan tuntutan ganti rugi sesuai Pasal 1365 KUHPerdata, dimana Penggugat mengklaim kerugian materiil berupa ditariknya kendaraan yang menjadi objek jaminan fidusia dan kerugian sebesar Rp. 101.700.000.- (seratus satu juta tujuh ratus ribu rupiah) serta pembayaran angsuran yang tertunggak selama 5 bulan ditambah denda keterlambatan sebesar Rp. 22.569.000.- (dua puluh dua juta lima ratus enam puluh sembilan ribu rupiah), sehingga muncul hubungan kausal antara kerugian penggugat dengan tindakan tergugat. Majelis hakim juga belum menjelaskan mengenai tuntutan uang paksa (dwangsom) yang tidak dikabulkan.
This research analyzes unlawful acts in the execution of fiduciary collateral objects based on the Decision of the Palembang District Court Number 163/Pdt.G.S/2023/PN Plg. The study aims to examine the judge's legal considerations in qualifying the criteria for unlawful acts committed by the creditor against the debtor, as well as the judge's considerations in granting the amount of compensation resulting from such acts. This research uses a normative juridical method with a statutory approach, conceptual approach, and case approach, with a prescriptive analytical research specification. The data used is secondary data. Data collection was conducted through literature study, using qualitative normative analysis.
Based on the research findings and discussion, it can be concluded that the judge has not clearly considered the criteria of the unlawful act committed by the defendant. The author is of the opinion that the defendant’s actions meet the criterion of violating another person’s subjective rights by forcibly executing the fiduciary collateral on a public road and contradicting their own legal obligations, namely violating the Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019 concerning Fiduciary Collateral Execution. The panel of judges also did not clearly consider the requirements for filing a compensation claim in accordance with Article 1365 of the Indonesian Civil Code, in which the plaintiff claimed material losses due to the repossession of the vehicle that was the object of the fiduciary collateral and damages amounting to IDR 101,700,000 (one hundred one million seven hundred thousand rupiahs), as well as overdue installment payments for five months plus a late payment penalty of IDR 22,569,000 (twenty-two million five hundred sixty-nine thousand rupiahs), thereby establishing a causal relationship between the plaintiff’s losses and the defendant’s actions. The panel of judges also did not provide an explanation regarding the claim for coercive money (dwangsom) which was not granted.
4538648750E1A021164GUGATAN GANTI KERUGIAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM TERHADAP PENGUASAAN HAK ATAS TANAH (Studi Putusan Nomor 54/Pdt.G/2023/PN Sel)
Penelitian ini dilatarbelakangi karena adanya perbuatan Para Tergugat yang tanpa hak memasuki dan menguasai tanah milik Penggugat tanpa izin. Perbuatan tersebut mengakibatkan Penggugat mengalami kerugian materiil dan immateriil. Penilitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukum Para Tergugat dan pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan gugatan ganti kerugian yang diajukan Penggugat. Metode pendekatan yang digunakan adalah Yuridis normatif serta spesifikasi penelitian preskriptif analisis dengan data sekunder. Pengumpulan data menggunakan metode kepustakaan, disajikan dalam bentuk teks naratif yang sistematis, logis dan rasional dalam bentuk uraian, dan analisis data normatif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Hakim menyatakan perbuatan Para Terggugat sebagai perbuatan melawan hukum. Namun, Majelis Hakim tidak mengkualifisir kriteria perbuatan melawan hukumnya. Penulis berpendapat bahwa perkara ini memenuhi kriteria melanggar hak orang lain yaitu hak kebendaan berupa sebidang tanah dan bertentangan dengan kewajiban hukum si pelaku berdasarkan Pasal 2 Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 51 Tahun 1960 Tentang Larangan Pemakaian Tanah Tanpa Izin Yang Berhak Atau Kuasanya. Selanjutnya mengenai gugatan ganti kerugian berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata Majelis Hakim hanya mengabulkan gugatan ganti kerugian dalam bentuk natura yaitu mengembalikan obyek sengketa kepada Penggugat dan membongkar seluruh bangunan yang berada di atas tanah Penggugat, sedangkan tuntutan ganti kerugian dalam bentuk uang baik kerugian materiil sebesar Rp. 2.000.000.000 dan immateriil sebesar Rp. 5.000.000.000 tidak dikabulkan karena tidak pernah dirincikan secara jelas dalam persidangan.This research is motivated by the actions of the Defendants who entered and controlled the Plaintiff's land without permission without permission. The actions resulted in the Plaintiff experiencing material and immaterial losses. This study aims to analyze the judge's legal considerations in qualifying the analysis of the Defendants' unlawful acts and the judge's legal considerations in granting the Plaintiff's claim for compensation. The approach method used is normative juridical and prescriptive analysis research specifications with secondary data. Data collection using library methods, presented in the form of systematic, logical and rational narrative texts in the form of descriptions, and qualitative normative data analysis. The results of the study indicate that the Panel of Judges stated that the Defendants' actions were unlawful. However, the Panel of Judges did not qualify the criteria for unlawful acts. The author is of the opinion that this case meets the criteria for violating the rights of others, namely property rights in the form of a plot of land and is contrary to the perpetrator's legal obligations based on Article 2 of the Government Regulation in Lieu of Law Number 51 of 1960 concerning the Prohibition of Land Use Without Permission from the Authorized Person or His Attorney. Furthermore, regarding the claim for compensation based on Article 1365 of the Civil Code, the Panel of Judges only granted the claim for compensation in kind, namely returning the protected object to the Plaintiff and dismantling all buildings on the Plaintiff's land, while the claim for compensation in the form of money, both material losses of Rp. 5,000,000,000 and immaterial losses of Rp. 2,000,000,000, was not granted because it was never clearly detailed in the conference
4538748751C1A021005Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi di Provinsi Daerah Istimewa YogyakartaInvestasi merupakan komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Meskipun realisasi investasi di Indonesia mengalami peningkatan signifikan selama periode 2018-2023, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) justru mencatat Tingkat investasi terendah di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suku bunga, upah minimum kabupaten/kota (UMK), jumlah penduduk, dan jumlah kunjungan wisatawan terhadap investasi di Provinsi DIY. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM), mengguanakan data sekunder dari lima kabupaten/kota di DIY selama periode 2018-2023. Hasil analisis menunjukan bahwa suku bunga, UMK, dan jumlah kunjungan wisatawan berpengaruh negative dan signifikan terhadap investasi. Sementara itu, jumlah penduduk tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa factor biaya dan risiko menjadi penghambat utama dalam peningkatan investasi di DIY. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang tepat untuk mengendalikan biaya operasional dan mengoptimalkan potensi local guna menciptakan iklim investasi yang lebih menarik di wilayah tersebut.

Investment is an important component in driving economic growth, creating jobs, and improving public welfare. Although investment realization in Indonesia increased significantly during the 2018-2023 period, the Special Region of Yogyakarta (DIY) recorded the lowest investment level on the island of Java. This study aims to analyze the effect of interest rates, regional minimum wages (UMK), population size, and the number of tourist visit on investment in the DIY Province. The method used in panel data regression with the Random Effect Model (REM) approach, using secondary data from the five districts/cities in DIY for the period 2018-2023. The analysis result show that interest rates, UMK, and the number of tourist visits have a negative and significant impact. These finding indicate that coset and risk factors are the main barriers to increasing investment in DIY. Therefore, appropriate policies are needed to control operational costs and optimize local potiential in order to create a more attractive investment climate in the region.
4538848752A1A020078TINGKAT PARTISIPASI ANGGOTA KOPERASI MINA SATYA PANEMBANGAN DI DESA PANEMBANGAN KECAMATAN CILONGOK KABUPATEN BANYUMASKoperasi Mina Satya Panembangan di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, didirikan pada tahun 2022 untuk mengembangkan sektor perikanan dan pertanian berbasis konsep minapadi (Smart Fisheries Village). Meski memiliki potensi besar dengan dukungan sumber daya alam dan program pemerintah, koperasi ini menghadapi masalah partisipasi anggota yang rendah. Dari 72 anggota, hanya 17 yang aktif menggunakan layanan pinjaman dari koperasi. Penurunan partisipasi ini mengancam keberlanjutan koperasi, padahal perannya vital bagi ekonomi desa yang berbasis pertanian dan perikanan. Untuk itu diperlukan adanya penelitian tentang tingkat partisipasi dari anggota Koperasi Mina Satya Panembangan. Tujuan dari penelitian ini, untuk mengetahui 1) Karakteristik anggota Koperasi Mina Satya Panembangan, 2) Tingkat partisipasi dari anggota Koperasi Mina Satya Panembangan, 3) Korelasi antar tingkat partisipasi dengan mutu manajemen, pelayanan koperasi, kinerja pengurus, motivasi anggota, sikap anggota dan loyalitas anggota.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah survei. Rancangan penentuan responden menggunakan teknik sensus sebanyak 72 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan cara wawancara dan kuesioner atau angket. Data yang diperoleh, diuji menggunakan analisis tangga partisipasi Arnstein (1969) dan uji korelasi rank spearman.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa karakteristik dari responden mayoritas berjenis kelamin laki-laki, tergolong dalam kategori pra lanjut usia, pendidikan pada tingkat sekolah dasar, pengalaman berkoperasi yang relatif rendah, banyak yang tidak memiliki lahan karena bekerja sebagai buruh tani. Hasil perhitungan tingkat partisipasi dari anggota koperasi berada pada tangga terapi yang termasuk dalam tingkat “tanpa partisipasi”, pada tingkat tersebut tidak termasuk dalam arti partisipasi yang sesungguhnya. Dalam uji korelasi rank spearman semua pengujian memiliki hubungan positif kecuali hubungan kinerja pengurus terhadap tingkat partisipasi dan hubungan loyalitas anggota terhadap tingkat partisipasi. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini agar pengurus dapat membangun divisi khusus untuk unit simpan pinjam koperasi primer, menambah pengurus koperasi, dan mengadakan program pendampingan bagi anggota koperasi. Temuan penelitian diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan partisipasi dan mendukung keberlanjutan koperasi sebagai penggerak ekonomi lokal.
The Mina Satya Panembangan Cooperative, established in 2022 in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency, aims to develop integrated rice-fish farming (Smart Fisheries Village). Despite significant natural resource endowments and government program support, the cooperative faces challenges with low member participation. Only 17 of its 72 members actively utilize its loan services, threatening institutional sustainability despite its vital role in the village's agriculture and fisheries-based economy. Consequently, research on member participation levels at this cooperative is imperative. This study has three objectives: 1) Identify socioeconomic characteristics of members; 2)Assess participation levels using Arnstein's (1969) ladder of participation; 3) Analyze correlations between participation and six variables: management quality, cooperative services, board performance, member motivation, member attitudes, and member loyalty.
The research employs a survey methodology with a census approach encompassing all 72 members. Primary and secondary data were collected through structured interviews and questionnaires. Analytical methods included Arnstein's participation ladder and Spearman's rank correlation.
Key findings indicate respondents are predominantly male, pre-elderly farm laborers with elementary education, limited cooperative experience, and no land ownership. Participation levels reside at Arnstein's therapy rung categorized as “non-participation” where involvement is tokenistic rather than substantive. Spearman's correlation analysis reveals positive relationships for all variables except board performance and member loyalty, which show statistically insignificant correlations with participation. Recommendations include: establishing a dedicated primary savings-loan division, expanding the board of directors, and implementing member mentorship programs. These findings provide critical evaluation material for enhancing participation and securing the cooperative's role in driving local economic resilience.
4538948753K1C021034IDENTIFKASI PENYEBAB GEMPA BUMI SELATAN GUNUNGKIDUL TAHUN 2024Penelitian ini mengidentifikasi penyebab gempa bumi di Selatan Gunungkidul tahun 2024 dengan relokasi hiposenter melalui metode double difference menggunakan perangkat lunak hypoDD. Data yang digunakan adalah parameter dan waktu tiba gelombang bodi gempa bumi di selatang Gunungkidul sepanjang tahun 2024. Terdapat sebanyak 2093 data yang kemudian akan difokuskan pada rentetan gempa bumi M5,5 tahun 2024. Jumlah stasiun yang digunakan sebanyak 131 data stasiun yang mencatat gempa. Model kecepatan yang digunakan adalah gelombang model Ak135. Jumlah gempa bumi yang berhasil direlokasi sebanyak 2080 data, terdapat 13 data gempa tidak terelokasi karena tidak sesuai dengan syarat batas yang ditentukan. Hasil relokasi menunjukkan kualitas posisi hiposenter yang lebih akurat. Dilihat banyaknya residual waktu perjalanan setelah relokasi yang banyak mendekati nol. Sebaran hiposenter gempa setelah relokasi membentuk 4 kelompok gempa dan distribusi hiposenter semakin tampak jelas. Berdasarkan analisis distribusi hiposenter dan kriteria tektonik, gempa bumi M5,5 terjadi pada kedalaman 22 km dan kemungkinan akibat aktivitas sesar di bawah laut.This study identifies the criteria for causing earthquakes in South Gunungkidul in 2024 by relocating hypocenters through the double difference method using hypoDD software. The data used are the parameters and arrival time of the wave of earthquake bodies south of Gunungkidul throughout 2024. 2093 data will then be focused on the M5.5 earthquake series in 2024. The number of stations used is 131 data stations that recorded earthquakes. The speed model used is the wave model Ak135. The number of earthquakes that were successfully relocated was 2080 data, 13 earthquake data were not located because they did not comply with the specified boundary requirements. The relocation results showed a more accurate quality of the hypocenter position. It is seen that there is a lot of residual travel time after relocation that is closer to zero. The distribution of earthquake hypocenter after relocation formed 4 earthquake groups and the distribution of hypocenter was increasingly apparent. Based on the analysis of the hypocenter distribution and tectonic criteria, the M5.5 earthquake occurred at a depth of 22 km and was likely due to undersea fault activity.
4539048754A1D021018Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik Cair Dan N,P,K Terhadap Pertumbuhan, Hasil Jagung (Zea Mays.) Dan Ketersediaan Unsur Hara N,P,K Pada Tanah Humults Jagung (Zea mays L.) merupakan tanaman semusim yang termasuk pada family rumput - rumputan (graminae) yang memiliki banyak manfaat salah satunya yaitu bahan pangan. Tanaman jagung dapat ditanam pada tanah Humults karena jagung memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap tanah. Namun, kondisi tanah Humults yang memiliki unsur hara yang tefiksasi oleh mineral menjadikan tanaman jagung menjadi sulit mendapatkan unsur hara. Humults memiliki kandungan hara makro yang rendah terutama pada K, Mg, serta Ca. Kandungan hara makro yang rendah ini sesuai dengan analisis tanah awal yang membuktikan bahwa kandungan hara yang rendah diakibatkan oleh pH yang masam. Salah satu upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah yaitu dengan dilakukan kombinasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N,P,K. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh berbagai kombinasi pupuk organik cair dan pupuk N,P,K terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. 2) Mengetahui pengaruh berbagai kombinasi pupuk organik cair dan pupuk N,P,K terhadap hara makro N,P,K tanah Humults. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 kali ulangan. Penelitian dilakukan pada petak lahan dengan ukuran 2,5x 10 meter sebanyak 27 petak. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian kombinasi pupuk organik cair dan pupuk N,P,K mampu meningkatkan beberapa sifat kimia tanah, pertumbuhan, serta hasil tanaman jagung. Pemberian kombinasi perlakuan berpengaruh nyata pada C/N Rasio, KTK, dan N total. Pemberian kombinasi perlakuan berpengaruh nyata pada tinggi tanaman dan jumlah daun.Corn (Zea mays L.) is an annual plant that belongs to the grass family (Gramineae) and has many benefits, one of which is as a food source. Corn can be cultivated on Humults soils because it has a high adaptability to different soil types. However, Humults soils often have nutrients that are fixed by minerals, making it difficult for corn plants to absorb essential nutrients. Humults are characterized by low macro-nutrient content, especially potassium (K), magnesium (Mg), and calcium (Ca). This low macro-nutrient content is consistent with initial soil analyses, which show that the poor nutrient levels are caused by acidic pH. One effort to improve soil fertility is through the application of a combination of Liquid Organic Fertilizer and NPK fertilizer. This study aims to 1) Examine the effect of various combinations of LOF and N,P,K fertilizer on corn growth and yield. 2) Investigate the effect of various combinations of LOF and N,P,K fertilizer on N,P,K macro-nutrients in Humults soil. This research was conducted using a non-factorial Randomized Block Design (RBD) with 9 treatments and 3 replications. The experiment was carried out on plots measuring 2.5 × 10 meters, with a total of 27 plots. The results of this study showed that the application of a combination of liquid organic fertilizer and NPK fertilizer improved several chemical properties of the soil, as well as the growth and yield of corn. The combined treatments had a significant effect on the C/N ratio, cation exchange capacity (CEC), and total nitrogen content. The combination treatments also significantly affected plant height and the number of leaves.
4539148755A1D021089Kualitas Gabah Dan Mutu Beras Galur Padi Green Super Rice (GSR) Unsoed
Pada Budidaya Aerob dan Anaerob
Perubahan iklim seperti perubahan suhu, curah hujan yang bervariasi, kekeringan,
dan berkurangnya sumber air berdampak pada kestabilan produksi padi. Sistem budidaya
aerob mampu berpotensi untuk menangani masalah kekurangan air dan perubahan iklim
yang terjadi. Green Super Rice (GSR) merupakan genotipe padi yang digunakan untuk
budidaya tanaman padi pada lahan suboptimal. Penelitian ini menggunakan Rancangan
Acak Kelompok (RAKL) factorial yang terdiri dari 2 faktor. Perlakuan genotipe padi
menggunakan 3 genotipe padi, yaitu VI= Green Super Rice (GSR) Unsoed, V2=Inpari
32, dan V3=Ciherang. Perlakuan kondisi tanah sistem budidaya dibagi menjadi 3 kondisi,
yaitu K1=kondisi air tanah tergeneng (anaerob 1), K2=kondisi air tanah optimum/macak
macak (anaerob 2), dan K3=kondisi air tanah kapasitas lapang (aerob). Variabel
penelitian yang diamati dan diukur adalah warna gabah, persentase gabah isi, bobot 1.000
butir gabah, panjang gabah, lebar gabah, panjang beras, lebar beras, bentuk beras,
rendemen beras giling, butir kepala, butir patah, butir menir, dan butir mengapur. Hasil
penelitian genotipe padi dan kondisi air tanah berpengaruh nyata terhadap kualitas gabah
dan mutu beras terhadap budidaya aerob dan anaerob. Genotipe padi galur GSR Unsoed
memiliki perbedaan warna gabah dibandingkan varietas pembanding Inpari-32 dan
Ciherang. Galur GSR Unsoed menunjukkan hasil kualitas gabah dan mutu beras terbaik
dibandingkan varietas Inpari-32 dan Ciherang. Respon GSR Unsoed pada ketiga kondisi
air memiliki perbedaan yang stabil, sehingga menunjukkan dapat beradaptasi pada
lingkungan optimal maupun suboptimal, sedangkan varietas pembanding Inpari-32 dan
Ciherang mengalami penurunan pada kondisi kapasitas lapang (aerob).
Climate change such as temperature changes, varying rainfall, drought, and
reduced water sources have an impact on the stability of rice production. Aerobic
cultivation systems have the potential to address the problems of water shortages and
climate change. Green Super Rice (GSR) is a rice genotype used for rice cultivation on
suboptimal land. This study used a factorial Randomized Block Design (RAKL) consisting
of 2 factors. The treatment of rice genotypes used 3 rice genotypes, namely VI = Green
1
Super Rice (GSR) Unsoed, V2 = Inpari-32, and V3 = Ciherang. The treatment of soil
conditions of the cultivation system is divided into 3 conditions, namely K1 = stagnant
groundwater conditions (anaerobic 1), K2 = optimum groundwater conditions / macak
macak (anaerobic 2), and K3 = field capacity groundwater conditions (aerobic). The
observed and measured research variables were grain color, percentage of filled grain,
weight of 1,000 grains of grain, grain length, grain width, rice length, rice width, rice
shape, milled rice yield, head grains, broken grains, grits, and chalky grains. The results
of the study showed that rice genotypes and groundwater conditions significantly affected
grain quality and rice quality for aerobic and anaerobic cultivation. The GSR Unsoed
line of rice genotypes had different grain colors compared to the comparison varieties
Inpari-32 and Ciherang. The GSR Unsoed line showed the best grain quality and rice
quality compared to the Inpari-32 and Ciherang varieties. The response of GSR Unsoed
to the three water conditions had stable differences, thus indicating that it could adapt to
both optimal and suboptimal environments, while the comparison varieties Inpari-32 and
Ciherang experienced a decrease in field capacity conditions (aerobic).
4539248766E1A021110IMPLEMENTASI RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI ALTERNATIF PENYELESAIAN PERKARA PIDANA KEKERASAN TERHADAP ORANG ATAU BARANG (Studi Kasus Di Kejaksaan Negeri Subang)Korban dalam suatu tindak pidana seringkali terabaikan hak-haknya dan tidak
menjadi oritentasi utama dalam sistem peradilan pidana, keadaan yang
berkesinambungan ini kemudian memunculkan konsep restorative justice.
Restorative justice merupakan alternatif penyelesaian perkara pidana yang
menyertakan korban, pelaku, serta perwakilan masyarakat dengan menekankan
pada pemulihan kembali seperti sebelum teRJadinya tindak pidana. Penelitian ini
ditujukan dalam rangka memahami proses perumusan kesepakatan dalam
restorative justice perkara kekerasan terhadap orang atau barang di Kejaksaan
Negeri Subang dan mendeskripsikan peran serta masyarakat dalam perumusan
tersebut. Jenis penelitian yang digunakan merupakan socio legal research dengan
spesifikasi penelitian deskriptif analitis, data dihimpun dari wawancara, telaah
dokumen, dan telaah referensi. Penelitian ini menemukan bahwa proses
kesepakatan memberikan kesempatan yang sama bagi Korban, Pelaku, dan
Perwakilan Masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya dalam rangka berdamai.
Proses ini, secara berurutan dimulai dari memberikan kesempatan kepada korban
untuk menjelaskan permintaan perbaikan keadaan, tanggapan Pelaku terhadap
permintaan tersebut, dan tanggapan Perwakilan Masyarakat terhadap kesepakatan.
Peran serta Perwakilan Masyarakat juga termasuk memantau pelaksanaan
kesepakatan yang dilakukan oleh Pelaku terhadap Korban. Terkait hal tersebut perlu
adanya pelatihan bagi Jaksa Penuntut Umum untuk memfasilitasi mediasi dan
merumuskan kriteria dari Perwakilan Masyarakat.
Victims of crime are often neglected and not given priority in the criminal justice
system. This ongoing situation has given rise to the concept of restorative justice.
Restorative justice is an alternative method of resolving criminal cases that involves
victims, perpetrators, and community representatives, with an emphasis on
restoration to the state prior to the crime. This study aims to understand the process
of reaching agreements in restorative justice cases involving violence against
persons or property at the Subang District Attorney's Office and to describe the role
of the community in the formulation of such agreements. The type of research used
is socio-legal research with a descriptive-analytical research specification. Data
was collected from interviews, document reviews, and reference reviews. This study
found that the agreement process provides equal opportunities for victims,
perpetrators, and community representatives to express their opinions in order to
reach a settlement. This process begins with giving victims the opportunity to
explain their requests for redress, followed by the perpetrator's response to those
requests, and finally the community representative's response to the agreement. The
role of Community Representatives also includes monitoring the implementation of
the agreement by the Perpetrator towards the Victim. In this regard, there is a need
for training for Public Prosecutors to facilitate mediation and formulate criteria
for Community Representatives.
4539348756K1B021082PERBANDINGAN FUZZY TIME SERIES MARKOV CHAIN DAN FUZZY TIME SERIES CHENG DALAM MERAMALKAN NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKANilai kurs merupakan salah satu faktor yang memengaruhi dinamika perdagangan internasional. Fluktuasi pada kurs Rupiah terhadap Dolar Amerika memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia, sehingga penting untuk melakukan peramalan nilai tukar tersebut. Salah satu metode peramalan adalah Fuzzy Time Series (FTS) yang memiliki berbagai model, di antaranya FTS Markov Chain dan FTS Cheng. Penelitian ini membandingkan kedua metode tersebut dalam meramalkan data kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika 2 Januari 2019 hingga 31 Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAPE FTS Markov Chain sebesar 0,26%, sedangkan pada FTS Cheng 0,17%. Dengan demikian, FTS Cheng lebih akurat dalam melakukan peramalan. Nilai ramalan kurs tengah Rupiah terhadap Dolar Amerika untuk 2 Januari 2025 menggunakan FTS Cheng adalah Rp.16160,67.The exchange rate is one of the factors that influence the dynamics of international trade. Fluctuations in the Rupiah exchange rate against the US Dollar have a significant impact on the economy in Indonesia, so it is important to forecast the exchange rate. One of the forecasting methods is Fuzzy Time Series (FTS) which has various models, including Markov Chain FTS and Cheng FTS. This study compares the two methods in forecasting the middle exchange rate data of the Rupiah against the US Dollar from January 2, 2019 to December 31, 2024. The results show that the MAPE of FTS Markov Chain is 0.26%, while that of FTS Cheng is 0.17%. Thus, Cheng's FTS is more accurate in forecasting. The forecast value of the middle rate of the Rupiah against the US Dollar for January 2, 2025 using Cheng's FTS is Rp.16160.67.
4539448757C1L021024PENGARUH LITERASI KEUANGAN, GAYA HIDUP, DAN LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF DI KALANGAN MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan, gaya hidup, dan lingkungan teman sebaya terhadap perilaku konsumtif mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dengan sampel sebanyak 224 mahasiswa angkatan 2021 yang diambil menggunakan teknik simple random sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif, (2) gaya hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif, dan (3) lingkungan teman sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku konsumtif. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) literasi keuangan akan lebih berdampak apabila mahasiswa memiliki motivasi untuk menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, (2) mahasiswa perlu mampu membedakan kebutuhan dan keinginan dalam konsumsi, dan (3) mahasiswa perlu membentuk batas pribadi agar tidak mudah terpengaruh tekanan sosial.
This study is a descriptive quantitative study that aims to determine the influence of financial literacy, lifestyle, and peer environment on the consumptive behavior of students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University. The population in this study was all students at the Faculty of Economics and Business, Jenderal Soedirman University, with a sample of 224 students from the 2021 cohort, selected using simple random sampling.
The results of the study indicate that: (1) financial literacy does not significantly influence consumer behavior, (2) lifestyle has a positive and significant influence on consumer behavior, and (3) peer environment has a positive and significant influence on consumer behavior. The implications of this study are: (1) financial literacy will have a greater impact if students have the motivation to apply their knowledge in daily life, (2) students need to be able to distinguish between needs and wants in consumption, and (3) students need to establish personal boundaries to avoid being easily influenced by social pressure.
4539548758F1C018041RESEPSI PEREMPUAN GENERASI-Z TERHADAP KETIDAKADILAN GENDER PADA VIDEO YOUTUBE “MENGUAK SISI LAIN MENTORING POLIGAMI BERBAYAR”Isu ketidakadilan gender merupakan salah satu isu yang menjadi perbincangan penting dunia. Di era digital saat ini isu ketidakadilan gender semakin banyak dibahas dalam ruang media sosial seperti Youtube. Video Youtube berjudul Menguak Sisi Lain Mentoring Poligami Berbayar sebagai media edukasi terkait isu gender yang bermaksud menonjolkan pesan ketidakadilan gender dalam mentoring poligami dan praktik poligami versi Kiai Hafidin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan dan pemaknaan perempuan Generasi-Z terhadap pesan ketidakadilan gender pada video Youtube tersebut. Teori resepsi dari Stuart Hall digunakan sebagai alat untuk menganalisis pemaknaan khalayak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan focus group discussions (FGD) serta wawancara. Hasil penelitian menunjukan dari lima informan semuanya berada pada kelompok negotiated reading. Beberapa hal yang menjadi latar belakang resepsi informan antara lain pendidikan, kebiasaan konsumsi media digital, serta pengalaman pribadi terhadap poligami. Hasil penelitian menunjukan khalayak sebagai sesuatu yang aktif dalam menerima dan memaknai pesanThe issue of gender inequality is a crucial global discussion. In the current digital era, gender inequality is increasingly debated across social media platforms like YouTube. The YouTube video titled "Uncovering Another Side of Paid Polygamy Mentoring" serves as an educational medium concerning gender issues, aiming to highlight the message of gender inequality within polygamy mentoring and Kiai Hafidin's version of polygamy practices. This research aims to analyze Generation Z women's reception and interpretation of the gender inequality message in the aforementioned YouTube video. Stuart Hall's reception theory is employed as a tool to analyze audience interpretation. This study utilizes a descriptive qualitative method, with data collection conducted through focus group discussions (FGDs) and interviews. The findings indicate that all five informants are in the negotiated reading group. Several factors influencing the informants' reception include their education, digital media consumption habits, and personal experiences with polygamy. The research demonstrates that the audience is active in receiving and interpreting messages.
4539648759C1B021019PENGARUH PENGALAMAN MEREK DAN KREDIBILITAS MEREK TERHADAP LOYALITAS MEREK YANG DIMEDIASI OLEH SELF-BRAND CONNECTION PADA COFFEE AT HOME PURWOKERTOPenelitian ini termasuk penelitian asosiatif kausal dengan judul “Pengaruh Pengalaman Merek dan Kredibilitas Merek yang Dimediasi oleh Self-brand Connection terhadap Loyalitas Merek pada Coffee At Home Purwokerto.” Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh pengalaman merek dan kredibilitas merek dengan mediasi self-brand connection terhadap loyalitas merek pada Coffee At Home Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Coffee At Home Purwokerto. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dengan cara penyebaran kuesioner dan memperoleh 147 responden. Data dianalisis menggunakan Varianve-Based Partial Least Square (SEM-PLS) dan diolah dengan software SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pengalaman merek berpengaruh positif terhadap self-brand connection. (2) kredibilitas merek berpengaruh positif terhadap self-brand connection. (3) self-brand connection berpengaruh positif terhadap loyalitas merek. (4) pengalaman merek tidak berpengaruh terhadap loyalitas merek. (5) kredibilitas merek berpengaruh terhadap loyalitas merek. (6) self-brand connection tidak memediasi pengaruh antara pengalaman merek terhadap loyalitas merek. (7) self-brand connection tidak memediasi pengaruh antara kredibilitas merek terhadap loyalitas merek. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya mengembangkan model loyalitas merek dengan mempertimbangkan variabel mediasi lain seperti kepuasan merek atau emotional value. Secara praktis, kredibilitas merek terbukti menjadi kunci utama dalam membangun loyalitas merek, sehingga Coffee At Home perlu menjaga reputasi merek dan kualitas menu secara konsisten. Di sisi lain, pendekatan yang lebih personal seperti program loyalitas berbasis pengalaman dapat membantu memperkuat hubungan emosional antara konsumen dengan merek.This research is a causal associative research with the title “The Effect of Brand Experience and Brand Credibility Mediated by Self-brand Connection on Brand Loyalty at Coffee At Home Purwokerto.” The purpose of this study is to analyze the influence of brand experience and brand credibility with self-brand connection mediation on brand loyalty at Coffee At Home Purwokerto. The population in this study were consumers of Coffee At Home Purwokerto. Sampling in this study using nonprobability sampling method with purposive sampling technique. Data collection techniques by distributing questionnaires and obtaining 147 respondents. The data were analyzed using Varianve-Based Partial Least Square (PLS-SEM) and processed with SmartPLS 4 software: (1) brand experience has a positive effect on self-brand connection. (2) brand credibility has a positive effect on self-brand connection. (3) self-brand connection has a positive effect on brand loyalty. (4) brand experience has no effect on brand loyalty. (5) brand credibility affects brand loyalty. (6) self-brand connection does not mediate the effect between brand experience and brand loyalty. (7) self-brand connection does not mediate the effect between brand credibility on brand loyalty. The implications of this study indicate the importance of developing brand loyalty models that take into account other mediating variables such as brand satisfaction or emotional value. In practical terms, brand credibility has proven to be the key to building brand loyalty, so Coffee At Home needs to maintain its brand reputation and menu quality consistently. On the other hand, a more personalized approach, such as an experience-based loyalty program, can help strengthen the emotional connection between consumers and the brand.
4539748769C1L021017PENGARUH PENDIDIKAN PENGELLAAN KEUANGAN, PENGGUNAAN FINTECH BERBASIS E-WALLET DAN LOCUS OF CONTROL TERHADAP LITERASI KEUANGAN SISWA SMA NEGERI 1 KUTASARIPenelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei. Penellitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Kutasari karena rendanya literasi keuangan pada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kutasari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan pengelolaan keuangan, penggunaan fintech berbasis e-wallet dan locus of control terhadap literasi keuangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kutasari. Populasi penelitian ini berjumlah 245 siswa dengan sampel berjumlah 72 yang dipilih melalui tenik purposive sampling dan analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui SPSS yang berupa uji instrumen penelitian, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa 1) pendidikan pengelolaan keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan siswa, 2) penggunaan fintech berbasis e-wallet berpengaruh positif dan signifikan terahadap literasi keuangan siswa, 3) locus of control berpengaruh positif dan signifikan terhadap literasi keuangan siswa, 4) pendidikan pengelolaan keuangan, penggunaan fintech berbasis e-wallet dan locus of control berpengaruh secara bersama-sama dan signifikan terhadap literasi keuangan siswa.
Implikasi penelitian ini yang dapat dilakukan adalah membuat program seminar edukasi keuangan berbasis keluarga. Kemudian memanfaatkan e-wallet sebagai media pembelajaran dalam mata pelajaran ekonomi khusunya materi literasi keuangan dan menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam fintech seperti OJK. Serta memberikan motivasi kepada siswa agar membentuk mindset positif akan pentingnya literasi keuangan serta kolaborasi seluruh pihak baik sekolah, orang tua maupun siswa sehingga dapat meningkatkan wawasan mengenai literasi keuangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Kutasari.
Kata kunci: literasi keuangan, pendidikan pengelolaan keuangan, penggunaan fintech berbasis e-wallet, locus of control
This research is a quantitative study using survey methods. This research was conducted at SMA Negeri 1 Kutasari due to the low financial literacy among eleventh-grade students of SMA Negeri 1 Kutasari. This study aims to analyze the influence of financial management education, the use of e-wallet based fintech, and locus of control on the financial literacy of eleventh-grade students of SMA Negeri 1 Kutasari. The population of this research consists of 245 students, with a sample of 72 selected using purposive sampling technique, and data analysis was conducted using multiple linear regression through SPSS, which included instrument testing, classical assumption testing, and hypothesis testing. The results of this study indicate that 1) financial management education has a positive and significant effect on students' financial literacy, 2) the use of e-wallet based fintech has a positive and significant effect on students' financial literacy, 3) locus of control has a positive and significant effect on literacy. 4) Education on financial management, the use of e-wallet based fintech, and locus of control have a joint and significant effect on students' financial literacy.
The implications of this research that can be implemented are to create a family-based financial education seminar program. Then utilize e-wallets as a learning medium in economics subjects, especially in financial literacy material, and present competent speakers in fintech such as OJK. Additionally, it aims to motivate students to develop a positive mindset about the importance of financial literacy and collaboration among all parties, including schools, parents, and students, to enhance the awareness of financial literacy among eleventh-grade students of SMA Negeri 1 Kutasari.
Keywords: financial literacy, financial management education, use of e-wallet based fintech, locus of control.
4539848761H1B021059STUDI PENGARUH DTM 25EC SEBAGAI PENGAWET TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT GESER BAMBU TALI (Gigantochloa apus)Bambu tali (Gigantochloa apus) merupakan salah satu jenis bambu yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi ringan karena ketersediaannya yang melimpah dan sifat mekaniknya yang cukup baik. Namun, bambu memiliki kelemahan utama yaitu rentan terhadap serangan organisme perusak seperti jamur dan serangga, yang dapat menurunkan kekuatan mekaniknya. Sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan keawetan dan masa pakai bambu guna menambah kualitas penggunaan dan harga jualnya. Salah satu upaya yang dilakukan yaitu melalui proses pengawetan. Proses pengawetan dapat menggunakan zat pengawet. Sebagai zat pengawet yang khusus berfokus pada kayu dan bambu, deltametrin merupakan salah satu jenis insektisida yang cukup mudah ditemui di Indonesia saat ini dan cukup efektif digunakan baik untuk pertanian maupun pengendalian hama.
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kuat tekan dan kuat geser bambu tali sebelum dan setelah proses pengawetan menggunakan larutan deltametrin (DTM 25EC), serta menganalisis pengaruh sifat fisis terhadap performa mekaniknya. Metode penelitian ini meliputi eksperimen perlakuan pengawetan bambu dengan konsentrasi. Sampel bambu diawetkan melalui metode perendaman selama 14 hari dengan larutan DTM 25EC pada konsentrasi DTM 25EC : air yaitu 1:250, kemudian diuji sifat fisisnya yang meliputi kadar air dan kerapatan, serta sifat mekanik berupa kuat tekan dan kuat geser sesuai dengan standar pengujian mekanik ISO 22157-2-2004.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan pada bambu yang tidak diawetkan dan bambu yang diawetkan menggunakan DTM 25EC selama dua minggu mengalami peningkatan berkisar antara 8,78% - 19,03%. Rata-rata persentase kenaikan kuat tekan bambu dengan pengawetan mencapai 10,19% untuk bambu tanpa nodia dan 15,74% untuk bambu dengan nodia. Dari hasil yang didapatkan juga diketahui bahwa peningkatan kekuatan geser bambu tali pada daerah dengan nodia lebih besar daripada daerah tanpa nodia. Kekuatan geser pada daerah tanpa nodia meningkat sebesar 59% sedangkan pada daerah dengan nodia meningkat sebesar 88%. Kuat tekan dan kuat geser bambu dengan kadar air memiliki hubungan berbanding terbalik, dimana apabila kadar air rendah maka kuat tekannya cenderung tinggi, serta berbanding lurus dengan kerapatan dimana apabila kerapatannya tinggi maka kuat tekan juga cenderung akan tinggi.
Tali Bamboo (Gigantochloa apus) is one of the bamboo species widely utilized as a lightweight construction material due to its abundant availability and fairly good mechanical properties. However, bamboo has a major drawback—its vulnerability to destructive organisms such as fungi and insects, which can reduce its mechanical strength. Therefore, efforts are needed to improve the durability and service life of bamboo to enhance its usage quality and market value. One such effort is through the preservation process. Preservation can be carried out using preservatives. As a preservative specifically focused on wood and bamboo, deltamethrin is a type of insecticide that is relatively easy to obtain in Indonesia and is quite effective for both agricultural and pest control purposes.
This study aims to compare the compressive strength and shear strength of tali bamboo before and after the preservation process using deltamethrin solution (DTM 25EC), and to analyze the effect of physical properties on its mechanical performance. The research method involves an experimental preservation treatment of bamboo using varying concentrations. Bamboo samples were preserved through a soaking method for 14 days in a DTM 25EC solution with a concentration ratio of DTM 25EC to water of 1:250. The physical properties—namely moisture content and density—were then tested, along with mechanical properties in the form of compressive and shear strength according to ISO 22157-2-2004 standards.
The results showed that the compressive strength of untreated bamboo and bamboo treated with DTM 25EC for two weeks increased by approximately 8.78% to 19.03%. The average increase in compressive strength due to preservation reached 10.19% for internode bamboo and 15.74% for node bamboo. The results also indicated that the increase in shear strength of tali bamboo was greater in the node region than in the internode region. Shear strength in the internode region increased by 59%, while in the node region it increased by 88%. Compressive and shear strength of bamboo showed an inverse relationship with moisture content, meaning that lower moisture content generally resulted in higher compressive strength. Conversely, it showed a direct relationship with density, where higher density tended to yield higher compressive strength.
4539948762H1B021065STUDI PENGARUH DTM 25EC SEBAGAI BAHAN PENGAWET
TERHADAP KUAT TEKAN DAN KUAT GESER
BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh DTM 25EC sebagai bahan pengawet terhadap kuat tekan dan kuat geser bambu petung (Dendrocalamus asper). Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan menguji kadar air, kerapatan, kuat tekan, dan kuat geser pada bambu petung yang diawetkan. Pengawetan menggunakan DTM 25EC dengan perbandingan 1:250 terhadap pelarut air. Pengawetan dilakukan dengan metode perendaman selama 14 hari. Penelitian ini mengacu pada ISO 22157:2004 untuk pengujian sifat fisis dan mekanik bambu. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan kuat tekan rata-rata sebesar 5,78% pada bagian tanpa nodia dan 2,77% pada bagian dengan nodia. Sementara itu, peningkatan kuat geser rata-rata mencapai 89,47% pada bagian tanpa nodia dan 59,96% pada bagian dengan nodia.This study aims to investigate the effect of DTM 25EC as a preservative on the compressive strength and shear strength of petung bamboo (Dendrocalamus asper). The research was conducted experimentally in the laboratory by testing the moisture content, density, compressive strength, and shear strength of treated petung bamboo. Bamboo preservation was conducted using a DTM 25EC solution with a ratio of 1:250. The preservation process employed the soaking method over a period of 14 days. This study adheres to the ISO 22157:2004 standard for the testing of the physical and mechanical properties of bamboo. The results showed an average increase in compressive strength of 5,78% (without nodes) and 2,77% (with nodes), while the average increase in shear strength reached 89,47% (without nodes) and 59,96% (with nodes).
4540048763C2A021008ANALISIS DISPARITAS KERJA SAMA BARLINGMASCAKEB TAHUN 2012 – 2024Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis disparitas kerja sama Barlingmascakeb tahun 2012-2024 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data yang digunakan yaitu data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik. Teknik analisis data yang digunakan untuk mengikur disparitas pendapatan yaitu dengan indeks Williamson, sedangkan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi, Tingkat Pengangguran Terbuka, Upah Minimum Kabupaten, dan tenaga kerja industri terhadap disparitas pendapatan di Kawasan Barlingmascakeb di Kawasan Barlingmascakeb tahun 2012 – 2024 dilakukan dengan regresi data panel. Untuk menghasilkan hasil penelitian yang aktual dan komprehensif dilakukan pengujian estimasi model, pengujian asumsi klasik, dan pengujian hipotesis statistik.
Hasil penelitian menunjukkan Disparitas pendapatan di Kawasan Barlingmascakeb dari tahun 2012 hingga tahun 2024 tergolong ketimpangan tinggi. Pertumbuhan Ekonomi dan Upah Minimum Kabupaten (UMK) berpengaruh negatif signifikan terhadap disparitas pendapatan di Kawasan Barlingmascakeb, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka dan tenaga kerja industri tidak berpengaruh signifikan terhadap disparitas pendapatan di Kawasan Barlingmascakeb. Implikasi dalam penelitian ini adalah pentingnya kebijakan pemerintah yang mampu merangsang pertumbuhan ekonomi seperti alokasi investasi, khususnya di sektor industri sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan berdampak pada penurunan ketimpangan pembangunan dan program – program yang dapat meningkatkan pemerataan ekonomi di wilayah Barlingmascakeb. Selain itu, penetapan upah minimum perlu diperhatikan secara berkala karena perubahan struktur ekonomi dan fenomena ekonomi yang terjadi dalam kurun waktu tertentu.
This study aims to analyze the disparity of Barlingmascakeb cooperation in 2012-2024 using a quantitative approach. The data used is secondary data derived from the Central Bureau of Statistics. The data analysis technique used to measure income disparity is the Williamson index, while to analyze the effect of economic growth, open unemployment rate, district minimum wage, and industrial labor on income disparity in the Barlingmascakeb region in 2012-2024 is done with panel data regression. To produce actual and comprehensive research results, model estimation testing, classical assumption testing, and statistical hypothesis testing were carried out.
The results showed that income disparity in the Barlingmascakeb Region from 2012 to 2024 was classified as high inequality. Economic Growth and District Minimum Wage (UMK) have a significant negative effect on income disparity in the Barlingmascakeb Region, while the Open Unemployment Rate and industrial labor have no significant effect on income disparity in the Barlingmascakeb Region. The implication of this study is the importance of government policies that are able to stimulate economic growth such as investment allocation, especially in the industrial sector so as to increase economic growth, and have an impact on reducing development inequality and programs that can improve economic equity in the Barlingmascakeb region. In addition, the determination of the minimum wage needs to be considered periodically due to changes in the economic structure and economic phenomena that occur within a certain period of time.