Artikel Ilmiah : H1A021047 a.n. FERDINAN PRAYOGA

Kembali Update Delete

NIMH1A021047
NamamhsFERDINAN PRAYOGA
Judul ArtikelIMPLEMENTASI DAN ANALISIS SENSOR SUHU DAN KELEMBABAN BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) UNTUK MENUNJANG AUDIT ENERGI PADA GEDUNG X
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penggunaan energi berlebihan di gedung-gedung bertingkat di Indonesia memicu masalah
lingkungan dan biaya listrik tinggi, terutama karena sumber energinya masih berasal dari bahan bakar fosil yang
meningkatkan risiko krisis energi. Untuk mengatasi hal ini, audit energi diperlukan guna menganalisis dan
mengoptimalkan konsumsi energi, khususnya pada sistem pendingin ruangan yang menggunakan energi hingga 60%
dari keseluruhan penggunaan listrik. Penelitian ini menerapkan sensor suhu dan kelembaban berbasis Internet of
Things (IoT) untuk mendukung audit energi dengan mempermudah pemantauan dan analisis suhu pendingin ruangan,
serta mengidentifikasi peluang penghematan energi. Pengujian Quality of Service (QoS) dilakukan pada transmisi data
sensor menggunakan standar ITU-T G.1010, dengan parameter packet loss, delay, dan jitter. Pada penelitian ini dari
hasil pengujian dan analisis didapatkan bahwa sistem pendingin ruangan AC Sentral membutuhkan waktu 120 menit
untuk menurunkan suhu ruangan hingga pada kondisi yang nyaman. Dengan memundurkan waktu ON sistem
pendingin 30 menit dan memajukan waktu OFF sistem pendingin 30 menit dapat mengurangi biaya listrik hingga
Rp15.137.403. Nilai QOS yang didapatkan yaitu Delay untuk jarak 5M yaitu 0,34158s, jarak 10 0,4591s, jarak 15
1,081s. Parameter Jitter dengan jarak 5M 0,293794s, jarak 10m 0,481756s, dan jarak 15m 0,909632s. Dan parameter
Packet Loss pada jarak 5m 0%, jarak 10m 0,003%. Jarak 15m 0,033%. Dari hasil ini didapatkan jarak ideal terjauh untuk penempatan perangkat IoT kurang dari 15 m agar mendapat nilai delay dan packet loss yang baik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Excessive energy use in high-rise buildings in Indonesia has led to environmental issues and high
electricity costs, particularly because energy sources are still derived from fossil fuels, which increase the risk of an
energy crisis. To address this, energy audits are needed to analyze and optimize energy consumption, especially in
air conditioning systems, which account for up to 60% of total electricity usage. This study implements Internet of
Things (IoT)-based temperature and humidity sensors to support energy audits by facilitating monitoring and analysis
of air conditioning temperatures and identifying energy-saving opportunities. Quality of Service (QoS) testing is
conducted on the sensor data transmission using the ITU-T G.1010 standard, with parameters for packet loss, delay,
and jitter. The results of this study show that the central air conditioning system requires 120 minutes to bring the
room temperature to a comfortable level. By delaying the system's ON time by 30 minutes and advancing the OFF
time by 30 minutes, electricity costs can be reduced by Rp15,137,403. The QoS values obtained are: Delay at 5 meters
is 0.34158s, at 10 meters is 0.4591s, and at 15 meters is 1.081s. The Jitter values at 5m are 0.293794s, at 10m are
0.481756s, and at 15m are 0.909632s. The Packet Loss at 5m is 0%, at 10m is 0.003%, and at 15m is 0.033%. Based on these results, the ideal maximum distance for IoT device placement is less than 15 meters to achieve optimal delay and packet loss values.
Kata kunciAudit Energi, IoT, QoS
Pembimbing 1Hesti Susilawati, S.T., M.T.
Pembimbing 2Norma Amalia, S.T., M.Eng.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2025-05-26 15:58:33.097023
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.