Home
Login.
Artikelilmiahs
48502
Update
THABITA AYESHA ARDI
NIM
Judul Artikel
Hubungan Tingkat Stres dan Perilaku Makan dengan Premenstrual Syndrome (PMS) pada Siswi SMA Negeri 4 Purwokerto
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) merupakan gangguan yang ditandai gejala emosional, fisik, dan perilaku. Prevalensi PMS di Indonesia mencapai 85%, dari jumlah tersebut sekitar 60-70% terjadi pada remaja, dengan 60-75% mengalami gejala sedang hingga berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dan perilaku makan dengan PMS pada siswi SMA Negeri 4 Purwokerto. Metodologi: Desain penelitian cross sectional, yang dilakukan di SMA Negeri 4 Purwokerto dengan jumlah sampel 87 siswi, yang diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi kuesioner karakteristik responden, Depresssion Anxiety Stres Scale 21 (DASS-21), Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ), dan Premenstrual Assesment Form (SPAF). Data pada penelitian bivariat dianalisis dengan uji korelasi Spearmen. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres yang normal (59,8%), perilaku external eating (52,9%), dan seluruh responden mengalami PMS, dengan sebagian besar pada tingkat sedang (41,4%). Hasil penelitian uji Spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat stres (p=0,001 dan r=0,359), serta perilaku emotional eating (p=0,007 dan r=0,286) dengan PMS. Tidak terdapat hubungan antara perilaku restrained eating (p=0,429) dan external eating (p=0,427) dengan kejadian PMS. Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat stres dan perilaku emotional eating dengan PMS. Namun, tidak terdapat hubungan antara perilaku restrained eating dan external eating dengan PMS. Kata kunci : emotional eating, external eating, premenstrual syndrome, restrained eating, tingkat stres
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Premenstrual Syndrome (PMS) is a disorder characterized by emotional, physical, and behavioral symptoms. The prevalence of PMS in Indonesia reaches 85%, with approximately 60–70% occurring among adolescents, and 60–75% have moderate to severe symptoms. This study aimed to determine the correlation between stress levels and eating behavior with PMS among female students at SMA Negeri 4 Purwokerto. Methodology: This study used a cross-sectional design and was conducted at SMA Negeri 4 Purwokerto with a total sample of 87 female students, selected using simple random sampling. The research instruments included a respondent characteristics questionnaire, the Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS-21), the Dutch Eating Behaviour Questionnaire (DEBQ), and Premenstrual Assessment Form (SPAF). Correlation analysis was performed using the Spearman correlation test. Research Results: The results showed that most of respondents experienced normal stress levels (59,8%), demonstrated external eating behavior (52,9%), and all respondents experienced PMS, and most of them (41,4%) had moderate symptomsThe Spearman correlation test showed a significant correlation between stress levels (p=0,001, r=0,359) and emotional eating behavior (p=0,007, r=0,286) with PMS. There was no correlation between restrained eating behavior (p=0,429) and external eating behavior (p=0,427) and PMS. Conclusion: Stress levels and emotional eating behaviors are correlated with PMS. But, there is no correlated between restrained eating and external eating behavior with PMS. Keywords: emotional eating, external eating, premenstrual syndrome, restrained eating, stress levels
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save