Artikelilmiahs

Menampilkan 45.101-45.120 dari 48.758 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4510148472H1A021097PERANCANGAN SISTEM KENDALI DAN KESELAMATAN PADA PRODUCTION
SEPARATOR BERBASIS PLC DAN HMI
Industri minyak dan gas membutuhkan sistem kendali yang andal untuk menjaga efisiensi
dan keselamatan operasi. Pada unit Production Separator, parameter seperti tekanan, level, dan aliran harus
dikendalikan secara akurat, disertai fitur keselamatan seperti alarm dan shutdown otomatis. Tantangan utama
meliputi integrasi perangkat keras, logika kontrol, dan antarmuka pengguna secara optimal. Permasalahan
mencakup bagaimana sistem dapat merespons perubahan variabel proses secara real-time, merancang HMI yang
mudah dipahami operator, serta memastikan sistem keselamatan bekerja sesuai standar dalam berbagai kondisi.
Penelitian ini bertujuan merancang sistem kendali berbasis PLC dan HMI menggunakan software EcoStruxure
Machine Expert dan Vijeo Designer. Proses meliputi perancangan logika kontrol, pembuatan antarmuka HMI
untuk pemantauan real-time, simulasi dan validasi. Validasi dilakukan melalui simulasi dan uji langsung untuk
memastikan semua fungsi berjalan sesuai desain. Pengujian mencakup respon sistem terhadap skenario normal
dan darurat, pengaktifan alarm, pengoperasian valve secara manual dan otomatis, serta visualisasi data pada HMI.
Hasil menunjukkan bahwa perancangan sistem ini mampu merespons dinamika proses dengan baik dan memenuhi
aspek keselamatan operasional.
The oil and gas industry requires reliable control systems to maintain efficiency and safety
of operations. In Production Separator units, parameters such as pressure, level, and flow must be accurately
controlled, along with safety features such as alarms and automatic shutdown. Key challenges included the
optimal integration of hardware, control logic and user interface. Issues include how the system can respond to
changes in process variables in real-time, designing an HMI that is easy for operators to understand, and ensuring
safety systems perform up to standard under various conditions. This research aims to design a PLC-based control
system and HMI using EcoStruxure Machine Expert and Vijeo Designer software. The process includes designing
control logic, creating HMI interface for real-time monitoring, simulation and validation. Validation is done
through simulation and live tests to ensure all functions perform as designed. Tests include system response to
normal and emergency scenarios, alarm activation, manual and automatic valve operation, and data visualization
on the HMI. The results show that this system design is able to respond well to process dynamics and fulfill
operational safety aspects.
4510248853A1D021047Deteksi Bakteri Potensial Remediator Cemaran Timbal Pada Lahan Sawah Irigasi Di Kabupaten BanyumasPenelitian ini mengkaji tentang kontaminasi timbal (Pb) di lahan pertanian dan
eksplorasi potensi bakteri lokal untuk bioremediasi. Praktik pertanian konvensional
dengan penggunaan pupuk dan pestisida sintetik telah mengakibatkan pencemaran logam berat, khususnya Pb yang dapat menimbulkan risiko kesehatan. Penelitian dilakukan di Banyumas, yang berfokus pada tiga desa, yaitu Karangkedawung, Kebasen, dan Pekunden. Sampel tanah diambil dan dianalisis untuk mengetahui kadar Pb dengan konsentrasi masing-masing 19,57 ppm, 23,05 ppm, dan 25,09 ppm. Enam isolat bakteri diidentifikasi memiliki kemampuan resistensi terhadap Pb, dengan kemampuan beragam dalam mengurangi kadar Pb pada media Nutrient Broth (NB). Isolat PKD 5 menunjukkan pengurangan PB tertinggi mencapai 23,29 ppm dengan presentasi pengurangan 91,3%. Temuan ini menyoroti pentingnya pemantauan kontaminasi Pb dalam produk pertanian dan potensi penggunaan bakteri lokal untuk bioremediasi.
This research examines lead (Pb) contamination in agricultural land and explores
the potential of local bacteria for bioremediation. Conventional agricultural practices involving the use of synthetic fertilizers and pesticides have resulted in heavy metal
pollution, particularly Pb, which can pose health risks. The study was conducted in
Banyumas, focusing on three villages: Karangkedawung, Kebasen, and Pekunden. Soil samples were taken and analyzed to determine Pb levels with concentrations of 19.57 ppm, 23.05 ppm, and 25.09 ppm, respectively. Six bacterial isolates were identified with resistance to Pb, demonstrating varying abilities to reduce Pb levels in Nutrient Broth (NB) media. Isolate PKD 5 showed the highest Pb reduction, reaching 23.29 ppm with a reduction percentage of 91.3%. These findings highlight the importance of monitoring Pb contamination in agricultural products and the potential use of local bacteria for bioremediation.
4510348473F1B020071Responsivitas Dinas Kesehatan Dalam Penurunan Angka Stunting di Kabupaten BanyumasTingkat responsivitas suatu negara tercermin dari cara menangani masalah, termasuk masalah stunting. Kasus stunting di Indonesia mengancam masa depan generasi muda sebagai penerus bangsa. Jika stunting tidak segera diatasi, dampaknya dapat menghambat kemajuan negara. Responsivitas aparatur sipil terlihat dari layanan pencegahan stunting bagi ibu hamil dan anak-anak. Ketegasan petugas Dinas Kesehatan dalam menjalankan tugas sesuai aturan sangat penting untuk keberhasilan penanganan stunting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa responsivitas Dinas Kesehatan dalam penurunan angka stunting di Kabupaten Banyumas masih belum optimalThe responsiveness of a country is reflected in how it addresses issues, including stunting. Stunting cases in Indonesia threaten the future of the younger generation as the nation's successors. If stunting is not promptly addressed, its impact could hinder national progress. The responsiveness of civil servants is evident in the provision of stunting prevention services for pregnant women and children. The decisiveness of Health Department officials in performing their duties according to regulations is crucial for the success of stunting management. The method used in this research is a qualitative method with data collection through interviews, observation, and documentation. Research shows that responsiveness of the Health Department in reducing stunting rates in Banyumas Regency is still not optimal.
4510448474J1E019026An Analysis of Speech Acts Used By English Teacher And Students In Teaching Activities At Sman 1 BumiayuFokus dari penelitian ini adalah pengguanaan tindak tutur di dalam kegiatan pengajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur yang digunakan oleh guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris di SMAN 1 Bumiayu, serta bagaimana tindak tutur tersebut diterapkan dan alasan di balik penggunaan jenis tindak tutur tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner. Berikut adalah temuan dari penelitian ini, yang pertama terdapat empat jenis tindak tutur yang digunakan: representatif (61%), direktif (35%), komisif (3%), dan ekspresif (1%). Dalam Yang kedua, guru menggunakan tindak tutur secara sederhana dan langsung untuk memastikan pemahaman siswa serta meminimalkan miskomunikasi, terutama mengingat kemampuan Bahasa Inggris siswa yang beragam. Selain itu, guru juga sering menunjuk siswa tertentu untuk memulai diskusi kelas guna mendorong partisipasi yang lebih luas. Terakhir, penggunaan tindak tutur tertentu dilakukan secara strategis untuk meningkatkan pemahaman siswa, mendorong keterlibatan aktif, dan menciptakan lingkungan belajar yang interaktif.
The focus of this research is speech acts used in teaching activities. This research aims to analyze the types of speech acts used by the English teacher and students during the teaching activities at SMAN 1 Bumiayu, as well as how these speech acts are implemented and why certain types are frequently employed. This research uses a Descriptive Qualitative Method. The participant of this research are an English teacher and class X.10 students of SMAN 1 Bumiayu in academic year 2023/2024. The data collection methods used are observation, interview, and questionnaire. The findings reveal that, firstly, there are four types of speech acts used: representatives (61%), directives (35%), commissives (3%), and expressives (1%). Secondly, speech acts are implemented by teacher in a simple way and direct manner to ensure students’ comprehension and minimize miscommunication, especially considering the students’ varying levels of English proficiency. Additionally, teachers often involve individual students to initiate class discussions and encourage wider participation. Lastly, the frequent use of certain speech acts is driven by the teacher’s intention to enhance student understanding, stimulate engagement, and create an interactive learning environment.
4510548475L1A021035Analisis Sosial Ekonomi Masyarakat dalam Mendukung Konservasi
Mangrove di Segara Anakan Kabupaten Cilacap
Segara Anakan adalah sebuah laguna yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan mempunyai hutan mangrove dengan luas mencapai 21.500 hektar. Hutan mangrove merupakan ekosistem pesisir yang dipengaruh oleh pasang surut laut, sehingga dapat tumbuh di daerah yang tahan terhadap salinitas, lama penggenangan, dan morfologi pantai. Ekosistem mangrove berperan penting dalam mendukung kehidupan masyarakat. Kondisi sosial ekonomi masyarakat sangat berkaitan dengan konservasi mangrove, sehingga memengaruhi pelestarian mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat dan pengaruhnya terhadap konservasi mangrove serta faktor-faktor yang memengaruhi keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi mangrove di Segara Anakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif dengan observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan kondisi sosial ekonomi masyarakat di Segara Anakan tergolong masih cukup rendah sehingga berpengaruh pada pemahaman dan keterlibatan masyarakat terhadap konservasi mangrove. Keterlibatan masyarakat tergolong cukup aktif yang dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain kondisi sosial ekonomi, kesadaran masyarakat, adanya kerusakan ekosistem mangrove, adanya peraturan serta dukungan dari pemerintah. Sehingga, penting untuk memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat dalam merancang strategi konservasi yang berkelanjutan agar ekosistem mangrove dan keseimbangan ekonomi masyarakat tetap terjaga serta memberikan manfaat bagi masyarakat.Segara Anakan is a lagoon located in the southern part of Java Island and has a mangrove forest with an area of 21,500 hectares. Mangrove forests are coastal ecosystems that are influenced by ocean tides, so they can grow in areas that are resistant to salinity, inundation duration, and coastal morphology. Mangrove ecosystems play an important role in supporting people's lives. The socioeconomic conditions of the community are closely related to mangrove conservation, thus influencing mangrove conservation. This study aims to determine the socio-economic condition of the community and its influence on mangrove conservation and the factors that influence community involvement in mangrove conservation activities in Segara Anakan. The research method used is descriptive qualitative analysis method with observation, questionnaires and interviews. The results showed that the socio-economic conditions of the community in Segara Anakan are still quite low, which affects the understanding and involvement of the community in mangrove conservation. Community involvement is quite active which is influenced by a number of factors including socio-economic conditions, community awareness, the existence of mangrove ecosystem damage, regulations and support from the government. Thus, it is important to understand the socio-economic conditions of the community in designing a sustainable conservation strategy so that the mangrove ecosystem and the economic balance of the community are maintained and provide benefits to the community.
4510648867H1B021024PEMODELAN RUMAH MODULAR DENGAN BUILDING INFORMATION MODELLING (BIM)Pemodelan rumah modular dengan Building Information Modelling (BIM) semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan akan hunian layak di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe rumah modular yang efisien melalui penerapan teknologi BIM untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi konstruksi konvensional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan analisis berbasis data sekunder dari literatur mengenai BIM dan sistem modular. Hasil studi menunjukkan dua prototipe rumah modular menggunakan modular panel system, dengan jumlah panel masing-masing sebanyak 94 panel dan 87 panel. Pemodelan dilakukan menggunakan Autodesk Revit untuk menciptakan representasi digital dari desain rumah modular. Proses pemodelan meliputi pemodelan family panel, pemodelan struktur, arsitektur, dan simulasi perakitan berdasarkan konfigurasi panel yang telah dirancang. Implementasi teknologi BIM terbukti efektif meningkatkan visualisasi desain, simulasi konstruksi, dan integrasi antar elemen desain secara signifikan. Dengan demikian, penerapan BIM dalam desain rumah modular tidak hanya mempercepat proses perancangan dan konstruksi, tetapi juga menghasilkan dokumentasi desain yang lebih terstruktur dan mudah diadaptasi dalam pengembangan di masa mendatang.Modular house modeling using Building Information Modeling (BIM) is becoming increasingly relevant as the need for decent housing in Indonesia grows. This study aims to develop an efficient modular house prototype through the application of BIM technology to address the various challenges faced by conventional construction. The research method used is a descriptive qualitative approach with analysis based on secondary data from literature on BIM and modular systems. The study results show two modular house prototypes using a modular panel system, with 94 panels and 87 panels, respectively. Modeling was performed using Autodesk Revit to create a digital representation of the modular house design. The modeling process included panel family modeling, structural modeling, architectural modeling, and assembly simulation based on the designed panel configuration. The implementation of BIM technology proved effective in significantly improving design visualization, construction simulation, and integration between design elements. Thus, the application of BIM in modular house design not only accelerates the design and construction process but also produces more structured design documentation that is easier to adapt for future development.
4510748890D1B023003Pengaruh Fortifikasi Mineral Magnesium dan Sulfur dalam Pakan Terhadap Konsumsi dan Kecernaan Protein Domba LokalPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh fortifikasi mineral magnesium dan magnesium + sulfur dalam pakan terhadap konsumsi dan kecernaan protein domba lokal jantan telah dilaksanakan pada 16 Mei - 13 September 2024. Materi yang digunakan yaitu 18 ekor domba lokal jantan berumur 10-12 bulan dengan rerata bobot badan 24,2 ± 2,2 kg. Pakan basal yang diberikan terdiri dari 25% jerami padi amoniasi (JPA) dan 75% konsentrat berdasarkan 4,5% bahan kering dari bobot badan domba. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental in vivo dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola satu arah. Tiga perlakuan diuji, yaitu P1 = JPA 25% + konsentrat 75%, P2 = P1 + magnesium 0,005%, P3 = P2 + sulfur 0,83%. Masing-masing perlakuan yang diuji diulang sebanyak 6 kali. Variabel yang diukur yaitu konsumsi dan kecernaan protein kasar. Berdasarkan penelitian diperoleh rerata konsumsi protein kasar pada P1 sebesar 120,84 ± 8,7 g/ekor/hari, P2 sebesar 142,47 ± 7,81 g/ekor/hari, dan P3 sebesar 149,44 ± 12,50 g/ekor/hari. Rerata kecernaan protein kasar pada P1 sebesar 72,19% ± 3,19%, P2 sebesar 69,45% ± 1,34% (P2), dan P3 sebesar 66,16 ± 3,39%. Hasil analisis variasi membuktikan bahwa fortifikasi mineral magnesium + sulfur dalam pakan sangat nyata (P<0,01) meningkatkan konsumsi protein kasar dalam pakan domba lokal akan tetapi secara nyata (P<0,05) menurunkan kecernaan protein dalam pakan. Uji lanjut analisis variansi konsumsi dan kecernaan protein kasar menggunakan BNJ mendapatkan pengaruh P3 terhadap P1 sebesar 12,56% dan 0,09%. Disimpulkan bahwa fortifikasi mineral magnesium dan sulfur efektif meningkatkan konsumsi protein dalam pakan domba lokal meskipun menurunkan kecernaan protein yang diduga dipengaruhi oleh mekanisme fisiologi mengenai sensasi lapar dan kenyang pada domba.The research, which was conducted from May 16 to September 13, 2024, aimed to assess the effects of fortifying feed with the magnesium and magnesium + sulfur minerals on protein intake and digestibility of local male sheep. The experiment used 18 local male sheep aged 10–12 months, with an average body weight of 24.2 ± 2.2 kg. The basal diet consisted of 25% ammoniated rice straw (ARS) and 75% concentrate, formulated based on 4.5% dry matter of the sheep’s body weight. The research method used was an in vivo experiment with a Completely Randomized Design (CRD) in a one-way pattern. Three treatments were tested: P1 = 25% ARS + 75% concentrate, P2 = P1 + 0.005% magnesium, and P3 = P2 + 0.83% sulfur, each treatment was replicated six times. The measured variables were protein intake and digestibility. The average crude protein intake was 120.84 ± 8.7 g/head/day for P1, 142.47 ± 7.81 g/head/day for P2, and 149.44 ± 12.50 g/head/day for P3. The average crude protein digestibility was 72.19% ± 3.19% for P1, 69.45% ± 1.34% for P2, and 66.16% ± 3.39% for P3. Analysis of variance showed that the fortification of magnesium + sulfur minerals in the diet highly significant (P<0.01) in increasing crude protein intake in local sheep, while it significantly (P<0.05) decreased protein digestibility. Further analysis of variance on crude protein intake and digestibility using the Tukey Honest Significant Difference (HSD) test revealed that P3 had an effect on P1 of 12.56% for intake and 0.09% for digestibility. In conclusion, the fortifying feed with the magnesium and magnesium + sulfur minerals is effective in increasing protein intake of the local male sheep, although it decreases protein digestibility. This decrease is presumed to be influenced by physiological mechanisms related to hunger and satiety sensation in sheep.
4510848477A1D021099EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN Lecanicillium saksenae DAN FREKUENSI APLIKASINYA DALAM MENGENDALIKAN HAMA WALANG SANGIT (Leptocorisa oratorius) PADA TANAMAN PADITanaman padi (Oryza sativa) merupakan tanaman pangan penting dan menjadi bahan pangan pokok mayarakat Indonesia. Produksi Gabah Kering Giling (GKG) Indonesia sebesar 53,63 juta ton di Tahun 2023. Angka tersebut terjadi penurunan dari Tahun 2022 dapat memproduksi sebesar 54,74 juta ton GKG. Serangan walang sangit dapat menyebabkan gabah padi menjadi hampa dan menurunkan kualitas gabah hingga 50%. Penggunaan jamur entomopatogen Lecanicillium saksenae dapat membunuh walang sangit dengan hasil kematian sebesar 100% dalam interval waktu 72 jam. Kelemahan agen hayati belum dapat mengatasi 100% permasalahan serangan yang OPT, sehingga dikembangkan turunan metabolit primer yaitu metabolit sekunder sebagai alternatif pengendalian hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi, frekuensi, dan interaksinya dari jamur entomopatogen L. saksenae terhadap intensitas kerusakan, populasi walang sangit, dan musuh alami. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktorial dilakukan sebanyak 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi metabolit sekunder jamur entomopatogen L. saksenae dapat menurunkan intensitas kerusakan sebesar 27,66% dan populasi walang sangit sebesar 54,05% pada konsentrasi 20%. Perlakuan frekuensi aplikasi 1 minggu sekali dapat menurunkan intensitas kerusakan tanaman padi sebesar 5,79%. Frekuensi aplikasi tidak dapat menekan populasi walang sangit. Tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan konsentrasi dan frekuensi aplikasi terhadap intensitas kerusakan, populasi walang sangit, maupun populasi musuh alami.Rice (Oryza sativa) is an important food crop and the staple food of the Indonesian people. Indonesia's milled dry grain (MDG) production is 53.63 million tons in 2023. This figure has decreased from 2022, which produced 54.74 million tons of MDG. The attack of walang sangit can cause rice grain to become hollow and reduce grain quality by up to 50%. The use of the entomopathogenic fungus Lecanicillium saksenae can kill the mantis with 100% mortality in a 72-hour interval. The weakness of biological agents has not been able to overcome 100% of the problem of pest attacks, so a derivative of primary metabolites was developed, namely secondary metabolites as an alternative to pest control. This study aims to determine the effect of concentration, frequency, and their interaction of the entomopathogenic fungus L. saksenae on the intensity of damage, walang sangit population, and natural enemies. This study used a Randomized Group Design (RAK) with 2 factorials conducted as many as 3 replicates. The results showed that the treatment of secondary metabolite concentration of entomopathogenic fungus L. saksenae could reduce the intensity of damage by 27.66% and the locust population by 54.05% at a concentration of 20%. The treatment of application frequency once a week can reduce the intensity of damage to rice plants by 5.79%. The frequency of application cannot suppress the locust population. There was no significant interaction between the concentration treatment and the frequency of application on the intensity of damage, the locust population, or the population of natural enemies.
4510948478A1D021101EFEKTIVITAS METABOLIT SEKUNDER JAMUR ENTOMOPATOGEN Lecanicillium saksenae DALAM MENGENDALIKAN HAMA WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens) PADA TANAMAN PADITanaman padi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia. Namun pada tahun 2023 terjadi penurunan luas panen sebesar 2,45% akibat berbagai faktor, salah satunya serangan hama wereng batang cokelat (WBC). Pengendalian WBC umumnya dilakukan dengan pestisida kimia, namun penggunaan berlebih dapat merusak lingkungan. Alternatifnya, agen hayati seperti metabolit sekunder jamur entomopatogen Lecanicillium saksenae terbukti efektif dalam uji laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh konsentrasi dan frekuensi aplikasi metabolit sekunder L. saksenae terhadap intensitas kerusakan, populasi WBC, dan musuh alami. Penelitian ini dilaksanakan di lahan sawah Desa Kediri, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed, dari Juli hingga Desember 2024 menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi metabolit sekunder JE L. saksenae yang terdiri dari kontrol, 10%, 20%, 30%, metabolit sekunder JE L. saksenae, dan Pestisida kimiawi berbahan aktif Nitenpyram. Faktor kedua yaitu frekuensi aplikasi yang terdiri dari aplikasi seminggu sekali dan aplikasi 2 minggu sekali. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Berdasarkan hasil penelitian, metabolit sekunder terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kerusakan tanaman padi serta mematikan WBC. Konsentrasi optimal yang memberikan hasil terbaik adalah 20%, sedangkan frekuensi aplikasi yang paling efisien adalah aplikasi seminggu sekali. Namun demikian, interaksi antara konsentrasi dan frekuensi aplikasi tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variabel-variabel yang diamati.Rice (Oryza sativa L.) is the primary staple food commodity in Indonesia. However, in 2023, a 2.45% decrease in harvested area was recorded, attributable to various factors, one of which was the infestation of brown planthopper (Nilaparvata lugens Stål). Control of this pest is generally carried out using chemical pesticides; however, excessive use poses environmental risks. As an alternative, biological agents such as secondary metabolites derived from the entomopathogenic fungus Lecanicillium saksenae have demonstrated effectiveness under laboratory conditions. This study aimed to evaluate the effects of different concentrations and application frequencies of L. saksenae secondary metabolites on damage intensity, brown planthopper population, and populations of natural enemies. The research was conducted from July to December 2024 in rice fields located in Kediri Village, Karanglewas District, Banyumas Regency, as well as at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. A factorial randomized complete block design (RCBD) was employed, comprising two factors. The first factor was the concentration of L. saksenae secondary metabolites, consisting of control, 10%, 20%, and 30%, along with a chemical pesticide containing the active ingredient nitenpyram. The second factor was the application frequency, which included weekly and biweekly applications. Each treatment was replicated three times. The results demonstrated that secondary metabolites were effective in reducing rice crop damage and in controlling brown planthopper populations. The optimal concentration was found to be 20%, while weekly application proved to be the most efficient frequency. However, the interaction between concentration and application frequency did not have a statistically significant effect on the observed variables.
4511048479B1A021035KEANEKARAGAMAN KULTIVAR LADA (Piper nigrum L.) DI KECAMATAN KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGALada (Piper nigrum L.) merupakan tanaman rempah yang memiliki peran di dalam meningkatkan peronomian Indonesia. Kabupaten Purbalingga dapat menghasilkan 300 ton lada kering per tahun. Kecamatan Kejobong merupakan salah satu sentra produksi lada di Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan hubungan kemiripan kultivar lada berdasarkan karakter morfologi. Hasi penelitian di Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga diperoleh 6 kultivar lada yaitu kultivar ‘Natar’, ‘India Srilangka’, ‘Ciinten’, ‘Bengkayang’, ‘Nyelungkup’, dan ‘Pepper Thekken’. Kultivar yang memiliki hubungan kemiripan terdekat adalah kultivar ‘Natar’ dengan ‘Pepper Thekken’ yang memiliki indeks disimilaritas 0,324. Sedangkan kultivar yang memiliki hubungan kemiripan terjauh adalah kultivar ‘Nyelungkup’ dengan ‘India Srilangka’ yang memiliki indeks disimilaritas 2,122.
Kata kunci: keanekaragaman, Kejobong, kemiripan, kultivar lada
Pepper (Piper nigrum L.) is a spice crop that has a role in improving the Indonesian economy. Purbalingga Regency can produce 300 tons of dried pepper per year. Kejobong District is one of the centers of pepper production in Purbalingga Regency. The study was conducted with the aim of knowing the diversity and similarity relationship of pepper cultivars based on morphological characters. The results of research in Kejobong District, Purbalingga Regency obtained 6 pepper cultivars namely cultivars ‘Natar’, ‘India Srilangka’, ‘Ciinten’, ‘Bengkayang’, ‘Nyelungkup’, and ‘Pepper Thekken’. The cultivar that has the closest similarity relationship is cultivar ‘Natar’ with ‘Pepper Thekken’ which has a dissimilarity index of 0,324. While the cultivar that has the farthest similarity relationship is the cultivar ‘Nyelungkup’ with ‘India Srilangka’ which has a dissimilarity index of 2,122.

Key Words: diversity, Kejobong, pepper cultivar, similarity
4511148480J1A021010Shaping emotion through exaggeration: types of hyperbole in Billie Eilish's album Hit Me Hard and SoftStudi ini meneliti jenis-jenis ekspresi hiperbolik yang terdapat dalam album Hit Me Hard and Soft (2024) milik Billie Eilish, dengan menggunakan klasifikasi hiperbola dari Claridge (2011). Ekspresi-ekspresi tersebut dikelompokkan ke dalam tujuh kategori: kata tunggal, frasa, klausa, angka, perbandingan, pengulangan, dan peran bentuk superlatif. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi dan menganalisis 88 ekspresi hiperbolik dalam lirik-lirik lagu di album tersebut. Hasil analisis menunjukkan bahwa jenis hiperbola yang paling sering digunakan adalah bentuk klausal (45,45%), diikuti oleh pengulangan (21,59%) dan frasa (13,64%). Sebaliknya, hiperbola numerik (3,41%), bentuk superlatif (2,27%), dan kata tunggal (4,55%) muncul lebih jarang. Temuan ini menunjukkan adanya kecenderungan kuat dalam penggunaan bentuk-bentuk hiperbola yang lebih kompleks dan emosional dalam penulisan lagu Billie Eilish, kemungkinan besar untuk memperkuat kedalaman emosi dan makna lirik. Studi ini memberikan wawasan tentang fungsi stilistika dan semantik dari hiperbola dalam musik modern, serta menekankan relevansinya dalam kajian linguistik kontemporer.This study investigates the types of hyperbolic expressions found in Billie Eilish’s 2024 album Hit Me Hard and Soft, using Claridge’s (2011) classification of hyperbole. The expressions are categorized into seven types: single word, phrasal, clausal, numerical, comparison, repetition, and the role of superlative. Through a descriptive qualitative approach, the study identifies and analyzes 88 hyperbolic expressions across the album’s lyrics. The analysis shows that clausal hyperbole is the most frequently used type (45.45%), followed by repetition (21.59%) and phrasal hyperbole (13.64%). In contrast, numerical hyperbole (3.41%), the role of superlative (2.27%), and single word hyperbole (4.55%) appear less frequently. These findings indicate a strong preference for more complex and emotionally charged forms of exaggeration in Billie Eilish’s songwriting, likely aimed at enhancing emotional resonance and lyrical depth. The study offers insights into the stylistic and semantic functions of hyperbole in modern music, highlighting its relevance in contemporary linguistic analysis.
4511248481H1A021082ANALISIS SUSUT UMUR TRANSFORMATOR PLTA TULIS AKIBAT POLA PEMBEBANAN DAN SUHU LINGKUNGAN
Transformator merupakan komponen penting di PLTA. Keanadalan transformator perlu dijaga agar umur pakainya panjang. Susut umur transformator dapat disebabkan oleh pola pembebanan dan suhu lingkungan. Menurut standar IEC 354, transformator memiliki umur 20 – 30 tahun jika beroperasi secara kontinu pada beban penuh dan suhu lingkunan 20°C. Namun suhu di Indonesia dapat mencapai 30°C dan transformator di PLTA tidak beroperasi pada beban penuh secara kontinu. Pola pembebanan di PLTA Tulis bergantung pada ketersedian energi primer yang berada di DAM sehingga pola pembebanannya bersifat fluktuatif. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semakin besar persentase pembebaban dan semakin tinggi suhu lingkungan akan mengakibatkan laju susut umur yang besar. Hasil penelitian ini juga menemukan bahwa transformator unit 1 mengalami susut umur sebesar 0,017 p.u dan transformator unit 2 mengalami susut umur sebesar 0,016 p.u. Berdasarkan nilai susut umur tersebut prediksi sisa umur pakai transformator unit 1 adalah 7,49 tahun dan transformator unit 2 adalah 7,52 tahunThe transformer is an essential component in hydropower plants (PLTA). The reliability of the transformer needs to be maintained to ensure a long service life. Transformer aging can be caused by load patterns and ambient temperature. According to IEC 354 standards, a transformer has a lifespan of 20–30 years if it operates continuously at full load and at an ambient temperature of 20°C. However, temperatures in Indonesia can reach up to 30°C, and transformers in hydropower plants do not operate continuously at full load. The loading pattern at the Tulis Hydropower Plant depends on the availability of primary energy at the dam, making the loading pattern fluctuate. The results of this study show that the higher the load percentage and the higher the ambient temperature, the greater the rate of transformer aging. The study also found that transformer unit 1 experienced an aging loss of 0.017 p.u, while transformer unit 2 experienced an aging loss of 0.016 p.u. Based on these aging loss values, the predicted remaining service life of transformer unit 1 is 7,49 years, and that of transformer unit 2 is 7,52 years.
4511348482G1A021098KARAKTERISTIK PASIEN ADENOKARSINOMA PARU DENGAN EGFR POSITIF DI RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO
PERIODE 2023-2024
Latar Belakang: Kanker paru adalah penyakit mematikan yang disebabkan oleh keganasan dalam jaringan paru-paru dan berpotensi mengancam nyawa manusia. Pemeriksaan EGFR menjadi salah satu biomarker utama yang digunakan dalam pemeriksaan kanker paru.
Tujuan: untuk mengetahui karakteristik pasien adenokarsinoma paru dengan hasil EGFR positif di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto
Metode: penelitian ini mengunakan metode deskriptif observasional dan dilakukan dengan pendekatan cross-sectional study. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder berupa catatan medik pasien adenokarsinoma paru di RSUD Prof. Dr. Margono Sokearjo tahun 2023-2024. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan total sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dengan bantuan aplikasi SPSS.
Hasil : hasil penelitian mengemukakan bahwa distribusi pasien adenokarsinoma paru dengan mutasi EGFR positif berdasarkan usia paling tinggi terdapat pada kelompok usia 40-60 tahun sebanyak 157 kasus (52,7%), lalu berdasarkan jenis kelamin mayoritas penderita adalah laki laki sebanyak 163 kasus (54,7%), kemudian berdasarkan lokasi tumor paling banyak ditemukan pada lobus superior paru dextra sebanyak 49 pasien (16,4%) dan berdasarkan jenis mutasi EGFR paling banyak ditemukan pada 19 delesi ekson 19 sebanyak 51 pasien (17,1%).
Kesimpulan: Pasien adenokarsinoma paru dengan EGFR positif paling sering ditemukan pada laki laki dengan kelompok usia terbanyak antara 40 hingga 60 tahun. Lokasi tumor yang paling sering dijumpai pada lobus superior paru dextra dan jenis mutasi EGFR yang dominan ditemukan pada 19 delesi ekson 19.
Bacground: Lung cancer is a deadly disease caused by malignancy in the lung tissue and is potentially life-threatening. EGFR examination is one of the main biomarkers used in the examination of lung cancer.
Objective: To determine the characteristics of lung adenocarcinoma patients with positive EGFR results at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital.
Methods: This study used descriptive observational method and was conducted with cross-sectional study approach. The data used in this study were secondary data in the form of medical records of lung adenocarcinoma patients at Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto Hospital in 2023-2024. The sampling technique in this study used total sampling. Data analysis in this study used univariate analysis with the help of SPSS application.
Results: Based on the results of the study, it was found that the distribution of lung adenocarcinoma patients with positive EGFR mutations based on age was highest in the 40-60 year age group as many as 157 cases (52.7%), then based on gender the majority of patients were male as many as 163 cases (54.7%), then based on tumor location most were found in the lobe of the right lung as many as 49 patients (16,4.9%) and based on the type of EGFR mutation most were found in 19 deletions of exon 19 as many as 51 patients (17,1%).
Conclusion: Lung adenocarcinoma patients with EGFR positive are most often found in men with the largest age group between 40 and 60 years. The location of the tumor is most often found in the lobe of the right lung and the type of EGFR mutation is predominantly found in 19 deletions of exon 19.
4511448476H1A021057ANALISIS DROP VOLTAGE DENGAN METODE LOAD FLOW PADA INSTALASI LISTRIK HUB
SINDANGJAYA DI PT.LASTANA EXPRESS (LAZADA LOGISTIK)
Gangguan listrik bahkan dalam waktu singkat dapat menimbulkan disrupsi massif pada berbagai sektor
kehidupan. Karena itu, ketersediaan listrik yang stabil dan handal menjadi kunci utama untuk memastikan kelancaran
berbagai aspek kehidupan. Pada Hub Sindangjaya sempat Terjadinya Drop Voltage maka diperlukan adanya Analisis
Drop Voltage pada Hub tersebut dengan solusi kajian berupa pemasangan kapsaitor bank.Salah satu solusi yang umum
digunakan adalah pemasangan kapasitor bank. Kapasitor bank berfungsi untuk me Penelitian “Analisis Drop Voltage
Intslasi Listrik Dengan Metode Load Flow Pada Hub Sindangjaya di PT.Lastana Express (LAZADA LOGISTIK)”.
Penelitian tersebut bertujuan menganalisis drop voltage yang terjadi serta solusi kajian pemasangan kapasitor
bank.nyediakan energi reaktif yang diperlukan oleh beban induktif, seperti motor dan transformator.
Electrical disturbances, even for a short duration, can cause massive disruptions across various sectors of life.
Therefore, the availability of stable and reliable electricity is crucial to ensure the smooth functioning of various aspects of
life. At the Sindangjaya Hub, there was an occurrence of voltage drop, which necessitates an analysis of the voltage drop
at that hub, with a proposed solution involving the installation of capacitor banks. One common solution is the installation
of capacitor banks, which serve to provide the reactive power needed by inductive loads, such as motors and transformers
4511548483H1A021081RANCANG BANGUN MPPT SYNCHRONOUS BUCK CONVERTER DENGAN METODE
FUZZY LOGIC BERBASIS ESP32 PADA PHOTOVOLTAIC 1KW
Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem MPPT berbasis buck
converter dengan fuzzy logic menggunakan ESP32 untuk meningkatkan efisiensi konversi energi dari
photovoltaic. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi akurasi sensor tegangan dan arus sebelum dan setelah
kalibrasi, serta efektivitas algoritma fuzzy dalam mempertahankan titik daya maksimum. Hasil menunjukkan
bahwa sistem MPPT berbasis fuzzy logic mampu meningkatkan efisiensi pengisian daya, dengan akurasi
sensor tegangan meningkat dari 89.8% menjadi 99.61% dan sensor arus dari 16% menjadi 99.07% setelah
kalibrasi. Pengujian konverter buck menunjukkan efisiensi optimal dalam rentang duty cycle 20% – 80%,
dengan tingkat efisiensi tinggi pada duty cycle 60%. Implementasi MPPT memungkinkan sistem photovoltaic
beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, memastikan pengisian baterai berjalan stabil dan optimal, serta
meningkatkan pemanfaatan energi surya secara efisien dan berkelanjutan.
This research focuses on the design and implementation of a Maximum Power Point Tracking
(MPPT) system utilizing a buck converter and fuzzy logic-based control with an ESP32 microcontroller to
enhance photovoltaic energy conversion efficiency. The study examines the accuracy of voltage and current
sensors before and after calibration, as well as the effectiveness of the fuzzy algorithm in dynamically
maintaining the maximum power point. The experimental results indicate that the MPPT system integrated
with fuzzy logic significantly improves energy conversion efficiency, with voltage sensor accuracy increasing
from 89.8% to 99.61% and current sensor accuracy improving from 16% to 99.07% post-calibration.
Performance evaluation of the buck converter demonstrates optimal efficiency within a duty cycle range of
20% to 80%, achieving a peak efficiency at a 60% duty cycle. The application of MPPT enables the
photovoltaic system to adapt to environmental variations, ensuring stable and efficient battery charging while
optimizing solar energy utilization in a sustainable manner.
4511648485F1A021076DINAMIKA PERAN GANDA DAN PROBLEM KEHARMONISAN RUMAH TANGGA PADA BURUH PABRIK PEREMPUAN DI PT SEJAHTERA JAYA ABADIPenelitian ini mengkaji dinamika peran ganda dan problem keharmonisan rumah tangga pada buruh pabrik perempuan di PT Sejahtera Jaya Abadi, Banyumas, dalam konteks kerja industrial yang eksploitatif dan budaya domestik yang patriarkal. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif pasif, dan dokumentasi terhadap sebelas informan yang dipilih secara purposif, terdiri dari buruh perempuan, pasangan, anak, dan staf HRD. Temuan menunjukkan bahwa beban kerja yang panjang (12 jam/hari), sistem kerja bergilir, serta minimnya pembagian kerja domestik yang setara menyebabkan konflik peran berbasis waktu dan tekanan yang berdampak pada disrupsi komunikasi keluarga, penurunan kualitas pengasuhan, dan ketegangan dalam interaksi keluarga. Meski demikian, strategi koping seperti manajemen waktu, negosiasi peran dengan pasangan, dan dukungan sosial keluarga berperan dalam mempertahankan stabilitas rumah tangga. Studi ini menegaskan bahwa peran ganda buruh perempuan dibentuk oleh struktur kerja yang timpang dan relasi gender yang tidak setara, sehingga diperlukan reformasi kebijakan ketenagakerjaan yang responsif gender serta perubahan norma domestik menuju pola relasi yang lebih adil.This study examines the dynamics of dual roles and household harmony problems among female factory workers at PT Sejahtera Jaya Abadi, Banyumas, within the context of exploitative industrial labor and patriarchal domestic culture. Employing a qualitative approach with a phenomenological design, data were collected through in-depth interviews, passive participant observation, and documentation involving eleven purposively selected informants, including female workers, their spouses, children, and HRD staff. The findings reveal that long working hours (12 hours/day), shift systems, and unequal distribution of domestic responsibilities contribute to time-based and strain-based role conflicts, resulting in disrupted family communication, diminished parenting quality, and psychosocial tension. Nevertheless, coping strategies such as time management, role negotiation with spouses, and social support from family play a significant role in maintaining household stability. This study concludes that the dual roles of female factory workers are shaped by unequal labor structures and gendered power relations, highlighting the urgency for gender-responsive labor policies and cultural shifts toward more equitable domestic partnerships.
4511748486F2C023004Manajemen Komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara dalam Rehabilitasi ODGJ Berbasis KeluargaAbstrak
Permasalahan kesehatan jiwa termasuk salah satu masalah besar bagi kesehatan. Berdasarkan data profil Kesehatan tahun 2023, jumlah penderita gangguan jiwa di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 2.697 orang. Penyembuhan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) sebagian besar berada di rumah. Oleh karena itu, faktor kesiapan keluarga menjadi faktor utama kesembuhan ODGJ. Pada pelaksanaan penanganan ODGJ khususnya dalam rehabilitasi berbasis keluarga belum ada koordinasi antara Dinsos dan Dinkes.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kendala komunikasi dalam pelaksanaan rehabilitasi ODGJ berbasis keluarga, menganalisis bentuk komunikasi yang selama ini dilakukan oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial kepada keluarga ODGJ dan menganalisis manajemen komunikasi dinas sosial, dinas Kesehatan dan keluarga ODGJ dalam penanganan rehabilitasi sosial berbasis keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, Focus Group Discussion (FGD) serta obeservasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 8 orang yang terdiri dari 4 orang keluarga ODGJ, 1 orang dari Dinas Kesehatan, 1 orang dari Dinas Sosial, 1 orang petugas Kesehatan jiwa dan 1 orang Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala komunikasi dalam pelaksanaan rehabilitasi berbasis keluarga terletak pada kurangnya pemahaman dan kesiapan komunikasi keluarga dalam merawat ODGJ, yang menyebabkan kurang efektifnya pelaksanaan rehabilitasi di rumah. Pola komunikasi yang bersifat satu arah, minimnya umpan balik serta belum adanya sistem komunikasi yang terintegrasi antara pemerintah dan keluarga yang dapat menghambat alur informasi dan penanganan yang komprehensif. Selain itu, berdasarkan pendekatan Planning and Management Method dari Cutlip, Center, dan Broom, Manajemen komunikasi Pemerintah Daerah Kabupaten Banjarnegara dalam pelaksanaan rehabilitasi sosial berbasis keluarga belum berjalan optimal. Meskipun masing-masing dinas telah melaksanakan tugas sesuai fungsi sektoralnya, komunikasi antar OPD masih bersifat insidental dan belum terstruktur dengan baik.

Kata Kunci : Pemerintah Daerah, Rehabilitasi ODGJ, Manajemen Komunikasi
Abstract
Mental health issues are among the major challenges in public health. Based on the 2023 Health Profile data, there are 2,697 individuals with mental disorders in Banjarnegara Regency. The recovery process for most individuals with mental disorders takes place at home, making family readiness a crucial factor in the success of rehabilitation. However, in the implementation of family-based rehabilitation, coordination between the Social Services Office and the Health Office has not yet been established.
This study aims to analyze communication barriers in the implementation of family-based rehabilitation for individuals with mental disorders, examine the forms of communication carried out by the Health Office and the Social Services Office to families, and analyze the communication management among the Social Services Office, Health Office, and families in handling family-based social rehabilitation. The research employs a qualitative approach with a case study method. Data were collected through interviews, Focus Group Discussions (FGD), and observations. Informants in this study consisted of eight individuals, including four family members, one official from the Health Office, one official from the Social Services Office, one mental health officer, and one Social Worker.
The results show that communication barriers in implementing family-based rehabilitation are primarily due to the lack of understanding and communication readiness of families in providing care, resulting in less effective rehabilitation at home. One-way communication patterns, minimal feedback, and the absence of an integrated communication system between the government and families hinder the flow of information and comprehensive handling. Furthermore, based on the Planning and Management Method approach by Cutlip, Center, and Broom, communication management by the Regional Government of Banjarnegara Regency in implementing family-based social rehabilitation has not been optimal. Although each agency has carried out its duties according to its sectoral functions, inter-agency communication (among local government organizations) remains incidental and lacks structured coordination.

Keywords: Local Government, Rehabilitation of People with Mental Disorders, Communication Management
4511848870C1C019102PENGARUH LOAN TO DEPOSITO RATIO, NON-PERFORMING LOAN,
CAPITAL ADEQUACY RATIO TERHADAP NET INTEREST MARGIN DAN
RETURN ON ASSETS
(Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan Digital yang Terdaftar
di Bursa Efek Indonesia)
Penelitian ini berjudul "Pengaruh Loan to Deposit Ratio, Non-Performing
Loan, dan Capital Adequacy Ratio terhadap Net Interest Margin dan Return on
Assets (Studi Empiris pada Perusahaan Perbankan Digital yang Terdaftar di Bursa
Efek Indonesia)" bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi
kinerja keuangan bank digital di Indonesia. Dalam konteks perbankan yang
semakin kompetitif, profitabilitas menjadi indikator penting yang mencerminkan
kesehatan dan kinerja lembaga keuangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei untuk mengumpulkan data dari 16 perusahaan
perbankan digital yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2019
hingga 2023.
Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya profitabilitas dalam
menilai kinerja bank, yang dapat diukur melalui beberapa indikator, di antaranya
adalah Return on Assets (ROA) dan Net Interest Margin (NIM). ROA mengukur
seberapa efisien bank dalam menghasilkan keuntungan dari aset yang dimilikinya,
sedangkan NIM menunjukkan seberapa baik bank dalam mengelola portofolio
kredit dan pendanaannya untuk mendapatkan keuntungan dari perbedaan suku
bunga. Dalam penelitian ini, Loan to Deposit Ratio (LDR), Non-Performing Loan
(NPL), dan Capital Adequacy Ratio (CAR) dipilih sebagai variabel independen
yang diduga memengaruhi kinerja keuangan bank digital.
Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pengumpulan data
sekunder dari laporan keuangan tahunan bank digital yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia. Sampel penelitian terdiri dari 16 perusahaan yang dipilih menggunakan
metode purposive sampling, dengan kriteria tertentu yang relevan untuk penelitian
ini. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel
untuk mendapatkan hasil yang valid dan dapat diandalkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Loan to Deposit Ratio berpengaruh
positif signifikan terhadap Net Interest Margin dan Return on Assets. Temuan ini
menunjukkan bahwa pengelolaan LDR yang optimal dapat meningkatkan
pendapatan bunga dan profitabilitas bank. Hal ini sejalan dengan teori Resource
Based View (RBV), yang menyatakan bahwa pengelolaan sumber daya yang baik
dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi bank. Dengan demikian, bank yang
mampu mengelola LDR dengan baik akan dapat meningkatkan kinerja
keuangannya.
Sebaliknya, Non-Performing Loan menunjukkan pengaruh positif tetapi
tidak signifikan terhadap Net Interest Margin, sementara berpengaruh negatif
signifikan terhadap Return on Assets. Temuan ini mengindikasikan bahwa
meskipun bank memiliki mekanisme manajemen risiko yang baik, pengelolaan
risiko kredit tetap perlu diperkuat untuk menjaga kinerja keuangan. Tingginya tingkat NPL dapat mengindikasikan adanya masalah dalam pengelolaan kredit,
yang pada gilirannya dapat menurunkan profitabilitas bank.
Di sisi lain, Capital Adequacy Ratio menunjukkan pengaruh positif tetapi
tidak signifikan terhadap Net Interest Margin dan Return on Assets. Hal ini
menekankan perlunya efisiensi dalam penggunaan modal, menghindari
overkapitalisasi, dan memastikan bahwa modal digunakan untuk aktivitas yang
menghasilkan pendapatan lebih tinggi. Penelitian ini memberikan wawasan bagi
manajemen bank digital untuk merumuskan kebijakan yang lebih baik dalam
pengelolaan likuiditas, risiko kredit, dan modal, guna meningkatkan kinerja
keuangan di pasar yang kompetitif.
Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa bank digital perlu fokus
pada strategi penyaluran kredit yang efektif untuk memaksimalkan pendapatan
bunga. Selain itu, pengelolaan risiko kredit yang baik dan penggunaan modal yang
efisien sangat penting untuk meningkatkan profitabilitas. Penelitian ini juga
mengidentifikasi keterbatasan dalam pengaruh variabel yang diteliti, yang dapat
disebabkan oleh karakteristik outlier dalam data dan kondisi ekonomi yang
dipengaruhi oleh pandemi COVID-19.
Secara keseluruhan, penelitian ini memberikan kontribusi signifikan
terhadap pemahaman tentang faktor-faktor yang memengaruhi kinerja keuangan
bank digital di Indonesia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi referensi
bagi penelitian selanjutnya dan memberikan panduan bagi manajemen bank dalam
mengambil keputusan strategis untuk meningkatkan kinerja keuangan mereka.
Penelitian mendatang disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang dapat
memengaruhi kinerja bank, serta memperluas cakupan penelitian untuk mencakup
sektor perbankan lainnya. Penelitian juga dapat memasukkan variabel dummy
pandemi untuk melihat apakah pandemi secara signifikan memengaruhi hasil
penelitian.
Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya memberikan gambaran yang
jelas tentang pengaruh LDR, NPL, dan CAR terhadap NIM dan ROA, tetapi juga
menyoroti pentingnya pengelolaan risiko dan penggunaan modal yang efisien
dalam meningkatkan kinerja keuangan bank digital. Melalui analisis yang
mendalam dan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini, diharapkan
bank digital dapat merumuskan strategi yang lebih efektif untuk menghadapi
tantangan di pasar yang semakin kompetitif. Penelitian ini juga membuka peluang
untuk penelitian lebih lanjut yang dapat memperkaya literatur di bidang manajemen keuangan dan perbankan digital, serta memberikan kontribusi bagi pengembangan praktik terbaik dalam industri perbankan.
This study entitled "The Effect of Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, and Capital Adequacy Ratio on Net Interest Margin and Return on Assets (Empirical Study on Digital Banking Companies Listed on the Indonesia Stock Exchange)" aims to analyze the factors that influence the financial performance of digital banks in Indonesia. In the context of increasingly competitive banking, profitability is an important indicator that reflects the health and performance of financial institutions. This study uses a quantitative approach with a survey method to collect data from 16 digital banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2019 to 2023.
The background of this study is based on the importance of profitability in assessing bank performance, which can be measured through several indicators, including Return on Assets (ROA) and Net Interest Margin (NIM). ROA measures how efficient a bank is in generating profits from its assets, while NIM shows how well a bank manages its credit and funding portfolio to profit from interest rate differences. In this study, Loan to Deposit Ratio (LDR), Non-Performing Loan (NPL), and Capital Adequacy Ratio (CAR) were selected as independent variables that are suspected of influencing the financial performance of digital banks.
The research method used is a survey with secondary data collection from the annual financial reports of digital banks listed on the Indonesia Stock Exchange. The research sample consisted of 16 companies selected using the purposive sampling method, with certain criteria relevant to this study. The data collected was then analyzed using Microsoft Excel to obtain valid and reliable results.
The results of the study indicate that Loan to Deposit Ratio has a significant positive effect on Net Interest Margin and Return on Assets. This finding indicates that optimal LDR management can increase interest income and bank profitability. This is in line with the Resource-Based View (RBV) theory, which states that good resource management can provide a competitive advantage for banks. Thus, banks that are able to manage LDR well will be able to improve their financial performance.
On the other hand, Non-Performing Loans show a positive but insignificant effect on Net Interest Margin, while having a significant negative effect on Return on Assets. This finding indicates that although banks have good risk management mechanisms, credit risk management still needs to be strengthened to maintain financial performance. High levels of NPLs may indicate problems in credit management, which in turn may reduce bank profitability.
On the other hand, Capital Adequacy Ratio shows a positive but insignificant effect on Net Interest Margin and Return on Assets. This emphasizes the need for efficiency in capital use, avoiding overcapitalization, and ensuring that capital is used for activities that generate higher income. This study provides insights for digital bank management to formulate better policies in managing liquidity, credit risk, and capital, in order to improve financial performance in a competitive market.
The implications of this study indicate that digital banks need to focus on effective credit distribution strategies to maximize interest income. In addition, good credit risk management and efficient use of capital are essential to increase profitability. This study also identifies limitations in the influence of the variables studied, which may be caused by outlier characteristics in the data and economic conditions affected by the COVID-19 pandemic.
Overall, this study provides a significant contribution to the understanding of the factors that influence the financial performance of digital banks in Indonesia. It is hoped that the results of this study can be a reference for further research and provide guidance for bank management in making strategic decisions to improve their financial performance. Future research is advised to explore other variables that can affect bank performance, as well as expand the scope of the study to cover other banking sectors. The study can also include a pandemic dummy variable to see if the pandemic significantly affects the results of the study.
Thus, this study not only provides a clear picture of the influence of LDR, NPL, and CAR on NIM and ROA, but also highlights the importance of risk management and efficient use of capital in improving the financial performance of digital banks. Through in-depth analysis and better understanding of these factors, it is hoped that digital banks can formulate more effective strategies to face challenges in an increasingly competitive market. This study also opens up opportunities for further research that can enrich the literature in the field of financial management and digital banking, as well as contribute to the development of best practices in the banking industry.
4511948487F1A019004FANATISME BERAGAMA (STUDI SEMIOTIKA DALAM FILM MIDNIGHT MASS KARYA MIKE FLANAGAN 2021) Artikel ini membahas representasi fanatisme beragama dalam film Midnight Mass karya Mike Flanagan (2021). Fenomena fanatisme beragama kerap diangkat dalam film sebagai salah satu isu realitas sosial yang terjadi di masyarakat. Film merupakan media massa populer yang dapat memengaruhi masyarakat melalui pengangkatan isu-isu moral, politik, dan sosial, serta mampu memicu diskusi dan memperluas perspektif publik. Film Midnight Mass menggambarkan permasalahan kompleks terkait fanatisme beragama, sekaligus menyoroti pentingnya kesadaran dalam menghadapi isu-isu sosial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Terdapat enam potongan adegan dipilih sebagai bahan penelitian. Adegan-adegan tersebut dianalisis menggunakan teori semiotika Roland Barthes melalui tiga unsur, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keenam potongan adegan tersebut merepresentasikan berbagai bentuk fanatisme beragama, yang meliputi: (1) fanatisme beragama yang ditunjukkan melalui sikap intoleran Bev terhadap kelompok minoritas; (2) representasi figur karismatik seperti Monsinyur Pruitt yang diposisikan sebagai otoritas agama tak terbantahkan serta dianggap sebagai bagian dari rencana Tuhan; (3) justifikasi terhadap tindakan ekstrem atas nama agama; (4) kepatuhan mutlak yang bersifat dogmatis; (5) keterlibatan dalam praktik keagamaan yang ekstrem; dan (6) pengagungan keyakinan pribadi yang memicu pertentangan dengan nilai-nilai moral.This article discusses the representation of religious fanaticism in the film Midnight Mass by Mike Flanagan (2021). The phenomenon of religious fanaticism is often depicted in films as one of the social reality issues occurring in society. Film is a popular mass media that can influence society by raising moral, political, and social issues, as well as sparking discussions and broadening public perspectives. The film Midnight Mass depicts complex issues related to religious fanaticism, while also highlighting the importance of awareness in addressing these social issues. This research uses a descriptive qualitative method with a semiotic analysis approach by Roland Barthes. There are six scene excerpts selected as the research material. The scenes were analyzed using Roland Barthes' semiotic theory through three elements: denotation, connotation, and myth. The research results show that the six scene excerpts represent various forms of religious fanaticism, which include: (1) religious fanaticism demonstrated through Bev's intolerant attitude towards minority groups; (2) the representation of charismatic figures like Monsignor Pruitt, positioned as an unquestionable religious authority and considered part of God's plan; (3) justification of extreme actions in the name of religion; (4) absolute, dogmatic obedience; (5) involvement in extreme religious practices; and (6) the veneration of personal beliefs that provoke conflicts with moral values.
4512048488K1B018004Analisis Konjoin untuk Mengidentifikasi Preferensi Konsumen dalam Keputusan Pembelian Bouqet di PurwokertoBouquet menjadi simbol perayaan di kalangan mahasiswa, khususnya saat wisuda atau sidang skripsi. Fenomena ini mendorong tumbuhnya bisnis bouquet, termasuk di kalangan mahasiswa sebagai produsen. Penelitian ini bertujuan menganalisis
preferensi konsumen dalam keputusan pembelian bouquet di Purwokerto menggunakan analisis konjoin. Survei dilakukan terhadap 100 mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang pernah membeli bouquet, Atribut yang digunakan berjumlah 7 yaitu atribut produk, harga, tempat, promosi, pelayanan, proses pemesanan, dan sarana fisik. Hasil menunjukkan bahwa konsumen paling menyukai custom bouquet, toko yang dekat, harga Rp15.000 – Rp50.000, promosi
potongan harga, pelayanan ramah, pemesanan offline, dan etalase menarik. Atribut harga menjadi faktor paling berpengaruh. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan wawasan yang berguna bagi pelaku usaha di industri bouqet dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif.
Bouquets have become a symbol of celebration among students, especially during
graduation or thesis defense. This phenomenon has encouraged the growth of
bouquet businesses, including among students as producers. This study aims to
analyze consumer preferences in bouquet purchasing decisions in Purwokerto
using conjoint analysis. A survey was conducted on 100 students of Jenderal
Soedirman University who had purchased bouquets. The attributes used were 7,
namely product attributes, price, place, promotion, service, ordering process, and
physical facilities. The results show that consumers like custom bouquets the most,
nearby stores, prices of Rp15,000 – Rp50,000, discount promotions, friendly
service, offline ordering, and attractive display cases. The price attribute is the most
influential factor. This study is expected to provide useful insights for business
actors in the bouquet industry in designing more effective marketing strategies.