Artikelilmiahs

Menampilkan 45.041-45.060 dari 48.758 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4504148410F1F021031PERAN FOX NEWS DALAM PERUBAHAN OPINI PUBLIK 2016-2017 MENGENAI PENGUNDURAN DIRI AMERIKA SERIKAT DARI PERJANJIAN PARISABSTRAK
Penelitian ini membahas peran Fox News dalam membentuk opini publik konservatif di Amerika Serikat pada tahun 2016-2017 terhadap keputusan pengunduran diri dari Perjanjian Paris. Dengan menggunakan pendekatan teori agenda-setting dan metode discourse analysis, penelitian ini menganalisis bagaimana Fox News menyusun narasi, melakukan priming terhadap objek-objek tertentu seperti Trump dan Paris Agreement, serta menerapkan strategi gatekeeping melalui screening dan relative obscurity. Penelitian ini juga mengaitkan liputan media dengan perubahan opini publik yang diukur melalui data survei seperti Chicago Council, ABC News, dan Washington Post, yang menunjukkan penurunan dukungan publik, terutama di kalangan konservatif dan Partai Republik, terhadap partisipasi Amerika Serikat dalam Perjanjian Paris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fox News tidak hanya menyoroti atribut ekonomi dan kedaulatan sebagai pembenaran atas pengunduran diri, tetapi juga berkontribusi dalam memengaruhi persepsi publik konservatif dan mendukung legitimasi kebijakan tersebut. Penelitian ini menggarisbawahi hubungan antara media, opini publik, dan kebijakan luar negeri dalam konteks polarisasi ideologis Amerika Serikat.
This thesis investigates the role of Fox News in shaping conservative public opinion in the United States in 2016-2017 regarding the country’s withdrawal from the Paris Agreement. Applying the agenda-setting theory as an analytical framework and discourse analysis as a research method, this research explores how Fox News constructed its narrative, primed key objects such as Trump and the Paris Agreement, and employed gatekeeping strategies like screening and relative obscurity. The study correlates media discourse with shifts in public opinion using polling data from the Chicago Council, ABC News, and Washington Post, which reveal a significant decrease in Republican support for U.S. participation in the Paris Agreement. The findings suggest that Fox News emphasized economic and sovereignty-related attributes to justify the withdrawal and effectively shaped conservative audience perceptions, thereby supporting elite policy legitimacy. This research highlights the interplay between media, public opinion, and foreign policy in the context of ideological polarization in the United States.
4504248411L1B020048KESESUAIAN PROFIL BUDIDAYA TAMBAK UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SISTEM SEMI INTENSIF DI KABUPATEN JEMBER TERHADAP SNI 7772 : 2013Budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei) telah berkembang pesat di Indonesia, termasuk di Kabupaten Jember yang memiliki potensi besar dalam sektor ini. Informasi tentang pengelolaan budidaya udang vaname di Kabupaten ini diperlukan sebagai dasar pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha budidaya tambak udang vaname semi intensif di Kabupaten Jember serta mengetahui kesesuaian praktik budidaya dengan SNI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan studi pustaka. Sampel penelitian sebanyak 29 orang pembudidaya dipilih dengan teknik purposive sampling. Data primer dan sekunder dianalisis secara deskriptif menggunakan metode skoring untuk menilai kesesuaian budidaya dengan SNI 7772:2013, serta diuji dengan Independent Sample T-Test untuk melihat perbedaan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden kedua kelompok adalah berusia 50–59 tahun dengan pengalaman untuk kelompok Gumukmas yaitu 3–5 tahun, sementara Kelompok Sumbersari memiliki pengalaman < 3 tahun. Berdasarkan kategorisasi yang ditetapkan, Kelompok Gumukmas terbagi menjadi 17% kategori rendah, 72% sedang, dan 11% tinggi. Sementara itu, Kelompok Sumbersari terdiri dari 9% kategori rendah, 82% sedang, dan 9% tinggi. Secara statistik, hanya tahapan produksi dan keseluruhan yang menunjukkan perbedaan signifikan terhadap SNI. Kesimpulannya, praktik budidaya di kedua kelompok sudah cukup baik namun tetap memerlukan peningkatan.
Kata kunci: Budidaya udang vaname, semi intensif, skoring, SNI, Kabupaten Jember
The aquaculture of vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) has experienced notable growth in Indonesia, particularly in Jember Regency, which presents significant potential for further development. To support this progress, understanding the management profile of semi-intensive shrimp farming is essential. This study aims to examine the farming characteristics and assess the conformity of cultivation practices with the Indonesian National Standard (SNI) 7772:2013. The research employed a combination of observation, structured interviews using questionnaires, and literature review. A purposive sampling method was used to select 29 shrimp farmers. Data analysis was conducted descriptively using a scoring method, while the Independent Sample T-Test was applied to identify significant differences between groups. Most respondents were aged 50–59 years. The Gumukmas group had 3–5 years of experience, whereas the Sumbersari group had less than 3 years. Based on the scoring results, 17% of Gumukmas respondents were in the low category, 72% medium, and 11% high. In Sumbersari, 9% were low, 82% medium, and 9% high. Statistically, only the production stage and the overall compliance score showed significant differences. In conclusion, although both groups demonstrated generally adequate practices, further improvements remain necessary.
Keywords: Vannamei shrimp farming, semi-intensive, scoring, SNI, Jember Regency
4504348412E1A020277ANALISIS HUKUM TERHADAP PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA KETERIKATAN PERKAWINAN SAH SEBELUMNYA (STUDI KASUS PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO NOMOR 182/PDT.G/2024/PA. PWT)

ABSTRAK

Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 70 menjelaskan bahwa putusnya perkawinan dapat dimungkinkan karena perkawinan batal demi hukum, Seperti dalam kasus pembatalan perkawinan yang terjadi di wilayah Pengadilan Agama Kota Purwokerto yaitu perkara Nomor 182/PDT.G/2024/PA.PWT karena Tergugat menikah dengan Penggugat, masih terikat perkawinan yang sah oleh karenanya tanpa ijin poligami dan Tergugat telah memalsukan identitas diri dengan mengaku sebagai jejaka. Tujuan penelitian ini yakni mengetahui pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum pembatalan perkawinan dalam putusan Nomor 182/PDT.G/2024/PA.PWT.
Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe penelitian yuridis normatif. Penelitian ini bersifat preskriptif dan data penelitian diambil melalui studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian akan disajikan dalam bentuk deskriptif naratif dan dianalisis dengan metode normative kualitatif
Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan permohonan pembatalan perkawinan yang dilakukan istri terhadap suami dan kemudian membatalkan perkawinan penggugat dan tergugat adalah karena telah terjadi kebohongan dalam hubungan perkawinan antara Tergugat dan Penggugat berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 378, terkait tindak pidana penipuan. Menurut penggugat tergugat berstatus jejaka. Kedua, berdasarkan Pasal 27 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 jo Pasal 72 Akibat hukum dari Putusan Pengadilan Agama Purwokerto Nomor 182/PDT.G/2024/PA.PWT disimpulkan bahwa pembatalan perkawinan berakibat pada beberapa hal yakni terhadap anak dan istri. Terhadap anak, anak tetap menjadi anak yang sah dan diakui, dikarenakan perkawinan orang tuanya dianggap memenuhi syarat hukum sebelum dinyatakan batal, dan anak yang dilahirkan merupakan anak sah sehingga memperoleh hak waris. Kemudian, istri tidak memperoleh hak nafkah dikarenakan perkawinan telah batal dan dan Penggugat serta Tergugat tidak boleh lagi melakukan hubungan suami istri.
ABSTRACT

Based on the Compilation of Islamic Law (KHI) Article 70 explains that the dissolution of a marriage can be possible because the marriage is null and void, such as in the case of the annulment of a marriage that occurred in the Purwokerto City Religious Court, namely case Number 182 / PDT.G / 2024 / PA.PWT because the Defendant was married to the Plaintiff, was still bound by a valid marriage therefore without permission for polygamy and the Defendant had falsified his identity by claiming to be a bachelor. The purpose of this study is to determine the judge's legal considerations and the legal consequences of the annulment of marriage in decision Number 182 / PDT.G / 2024 / PA.PWT.
The type of research used in this study is the normative juridical research type. This research is prescriptive and the research data is taken through library research. The results of the study will be presented in the form of descriptive narrative and analyzed using normative qualitative methods.
From the results of the study, it was concluded that the judge's legal considerations in granting the wife's application for annulment of marriage against her husband and then annulling the plaintiff and defendant's marriage were because there had been a lie in the marital relationship between the Defendant and the Plaintiff based on Article 378 of the Criminal Code (KUHP), related to the crime of fraud. According to the plaintiff, the defendant is a bachelor. Second, based on Article 27 of Law Number 1 of 1974 in conjunction with Article 72 of the Legal Consequences of the Purwokerto Religious Court Decision Number 182/PDT.G/2024/PA.PWT, it was concluded that the annulment of marriage had several consequences, namely for the children and wife. For the child, the child remains a legitimate and recognized child, because the marriage of his parents is considered to meet the legal requirements before being declared annulled, and the child who is born is a legitimate child so that he obtains inheritance rights. Then, the wife does not receive the right to maintenance because the marriage has been annulled and the Plaintiff and Defendant are no longer allowed to have husband and wife relations
4504448414F1A021103PENGARUH AJAKAN BOIKOT PRODUK PRO-ISRAEL DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU KONSUMSI MAHASISWAPenelitian ini menjelaskan pengaruh ajakan boikot produk diduga terafiliasi Israel di media sosial terhadap perilaku mahasiswa dalam mengonsumsi produk restoran cepat saji. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif berupa survei kuesioner terhadap mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 253 mahasiswa Hubungan Internasional Angkatan 2020 – 2023. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate stratified random sampling, dengan menerapkan Rumus Slovin pada tingkat kesalahan 5% atau taraf signifikansi 0,05. Jumlah sampel pada penelitian ini ditemukan sebanyak 155 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi berada pada angka 0,000 < 0,05 dan nilai thitung > ttabel (14,010 > 1,976). Nilai R Square (R2) pada penelitian ini sebesar 0,562. Hal ini memiliki pengertian bahwa ajakan boikot di media sosial (variabel X) memberikan pengaruh sebesar 56,2% ke perilaku konsumsi mahasiswa (variabel Y). Besar persentase sisanya, yaitu 43,8% dijelaskan oleh variabel lain dan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Adapun hasil penelitian dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 menunjukkan H1 diterima. Hal ini menandakan bahwa ajakan boikot produk terafiliasi Israel di media sosial memberikan pengaruh pada keputusan mahasiswa untuk mengurangi konsumsi dari produk restoran cepat saji yang terafiliasi Israel, bahkan terdapat beberapa mahasiswa yang berhenti mengonsumsi produk tersebut.This study explains the effect of social media calls to boycott products allegedly affiliated with Israel on students' consumption of fast-food restaurant products. This research uses quantitative research methods in the form of a questionnaire survey among International Relations students at Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The population in this study consisted of 253 International Relations students from the class of 2020 – 2023. The sampling technique used was proportionate stratified random sampling using the Slovin Formula with an error rate of 5% or significance level of 0.05. Thus, the number of samples in this study was 155 students. This study uses data analysis of validity and reliability tests, analysis of classical assumption tests, and simple linear regression analysis tests, with the additional use of cross tabulation tests as further data support. The results showed that the significance value was at 0.000 < 0.05 and the tcount > ttable value (14.010 > 1.976). The R Square value in this study is 0.562. This means that the boycott call on social media (variable X) has an influence of 56.2% on students' consumption behavior (variable Y). The remaining percentage, 43.8%, is explained by other variables and influenced by other factors outside this study. The research results with a significance value of 0.000 show that H1 is accepted. This indicated that social media calls to boycott Israeli-affiliated products influenced students' decisions to reduce the consumption of Israeli-affiliated fast-food restaurant products, and some students even stopped consuming these products.
4504548419F1F021030“Proses Sekuritisasi Isu Deforestasi di Hutan Hujan Amazon Brazil pada
Kepemimpinan Luiz Inácio Lula da Silva (2023-2024)
Pada tahun 2019-2022 deforestasi Hutan Hujan Amazon meningkat dengan pesat dan untuk pertama kalinya angka deforestasi mencapai lebih dari 10.000 km²/tahun sejak tahun 2009 yang disebabkan oleh kebijakan pemerintahan Bolsonaro yang mendukung eksplorasi Hutan Hujan Amazon untuk meningkatkan ekonomi negara, hal tersebut menyebabkan pemerintah Brazil mendapatkan kritik dari nasional dan internasional. Sebagai penerus, Lula da Silva yang menjabat menjadi presiden selanjutnya membuat kebijakan yang berusaha untuk melindungi lingkungan, mengurangi angka deforestasi, dan melindungi hak masyarakat adat. Pemerintahan era Lula telah mengeluarkan berbagai kebijakan dan program untuk mengatur deforestasi, hukuman terhadap pelaku deforestasi ilegal, dan berkelanjutan regulasi untuk mendorong agribisnis. Oleh karena itu, penulis ingin menganalisis kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintahan Lula sebagai tindakan sekuritisasi dan pidato sebagai speech act untuk mengkonstruksi isu deforestasi Hutan Hujan Amazon sebagai sebuah isu keamanan.From 2019 to 2022, deforestation in the Amazon Rainforest increased rapidly,
surpassing 10,000 km² per year for the first time since 2009. This surge was driven
by the Bolsonaro administration's policies that promoted Amazon Rainforest
exploration to boost the country's economy, sparking criticism both nationally and
internationally. As his successor, Lula da Silva, the current President of Brazil, has
implemented policies aimed at protecting the environment, reducing deforestation
rates, and safeguarding indigenous rights. Lula's government introduced policies
and programs to regulate deforestation, impose punishments on perpetrators of
illegal deforestation, and establish regulations to promote sustainable
agribusiness. Therefore, the writer aims to analyze Lula's government policies as
acts of securitization and to examine government speeches as speech acts that
construct the Amazon Rainforest as a security issue.
4504648408A1A021032Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Nanas Kaleng Indonesia di Pasar InternasionalNanas kaleng adalah salah satu produk hortikultura unggulan Indonesia yang termasuk ke dalam komoditas ekspor utama Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor nanas kaleng terbesar di dunia bersama dengan Filipina dan Thailand. Namun, nanas kaleng Indonesia menghadapi tantangan yaitu persaingan yang ketat antar eksportir nanas kaleng dan menurunnya permintaan nanas kaleng dunia. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari tahun 2004 hingga 2023 yang bersumber dari lembaga resmi antara lain BPS, UN Comtrade, World Bank, Bank Indonesia, dan sebagainya. Regresi data panel merupakan metode yang digunakan untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi ekspor nanas kaleng Indonesia. Faktor yang mempengaruhi volume ekspor nanas kaleng Indonesia secara signifikan meliputi jarak ekonomi, populasi, dan nilai tukar rupiah terhadap dolar.Canned pineapple is one of Indonesia’s leading horticultural products that is included in Indonesia’s main export commodities. Indonesia is one of the largest canned pineapple exporting countries in the world along with the Philippines and Thailand. However, Indonesia’s canned pineapple faced many challenges, namely intense competition among canned pineapple exporters and declining world demand for canned pineapple. This study aims to analyse factors that affect the volume of Indonesian canned pineapple exports. This study uses secondary data from 2004 to 2023 sourced from official institutions including BPS, UN Comtrade, World Bank, Bank Indonesia, and so on. Panel data regression are the methods used to analyse Indonesia’s canned pineapple export. Factors that significantly affect Indonesia’s canned pineapple export volume include economic distance, population destination countries, and rupiah to dollar exchange rate.
4504748418A1A021062Efisiensi Teknis Usahatani Padi Pada Masyarakat Adat Bonokeling Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang Kabupaten BanyumasPadi merupakan komoditas pangan utama di Indonesia, karena mayoritas masyarakat Indonesia memiliki makanan pokok berupa nasi. Desa Pekuncen merupakan salah satu desa di Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani padi. Desa Pekuncen memiliki kelompok masyarakat adat Bonokeling yang masih memegang tradisi secara umum dalam kegiatan usahataninya. Tradisi tersebut dapat dilihat pada saat penentuan waktu tanam atau pranata mangsa. Permasalahan utama pada usahatani padi masyarakat Adat Bonokeling yaitu hasil produksi padi yang mengalami penurunan, karena panjangnya musim kemarau, munculnya hama dan penyakit yang menyebabkan kegagalan panen. Fenomena tersebut dapat menyebabkan produktivitas padi mengalami penurunan, sehingga dapat ditingkatkan melalui upaya efisiensi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui karakteristik usahatani padi yang ada pada masyarakat adat Bonokeling, 2) mengetahui faktor yang memengaruhi produksi usahatani padi pada masyarakat adat Bonokeling, 3) mengetahui tingkat efisiensi teknis usahatani padi pada masyarakat adat Bonokeling, 4) mengetahui faktor yang memengaruhi inefisiensi teknis usahatani padi pada masyarakat adat Bonokeling di Desa Pekuncen.
Penelitian dilaksanakan pada Masyarakat Adat Bonokeling, tepatnya di Desa Pekuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menggunakan metode studi kasus. Waktu pelaksanaan penelitian yaitu bulan Februari 2025 sampai bulan Maret 2025. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan cara observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi dan studi pustaka untuk mendukung hasil penelitian. Petani yang menjadi responden penelitian ini yaitu petani yang masuk dalam Kelompok Tani Karangsari, yang mayoritas petani masih menerapkan tradisi dalam usahataninya, terutama penggunaan pranata mangsa. Data yang telah diperoleh akan diuji asumsi klasik, dan pengujian hipotesis, kemudian diolah menggunakan software frontier 4.1. Variabel yang diamati berupa luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska, pestisida, TKDK, TKLK, serta jumlah anggota keluarga, umur petani, pengalaman berusahatani padi, pendidikan formal petani, frekuensi penyuluhan, dan penggunaan pranata mangsa.
Hasil penelitian menunjukan sebanyak 89,13 persen petani masih menggunakan pranata mangsa dalam penanggalan untuk menam padi pada masyarakat Bonokeling. Faktor produksi yang memiliki pengaruh nyata dalam penelitian ini yaitu luas lahan, jumlah benih, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk phonska, dan TKLK, sedangkan jumlah pestisida dan TKDK tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Nilai rata-rata efisiensi teknis petani pada penelitian ini sebesar 0.71503490 atau 71,5% yang dapat dikategorikan baik, dan petani dikatakan sudah mencapai efisiensi secara teknis. Faktor yang memiliki pengaruh terhadap inefisiensi teknis pada penelitian ini yaitu umur petani dan penggunaan pranata mangsa, sedangkan jumlah anggota keluarga, pengalaman petani, pendidikan petani dan keikutsertaan dalam penyuluhan tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat inefisiensi teknis usahatani padi secara nyata.
Rice is the main food commodity in Indonesia, because the majority of Indonesian people have rice as their staple food. Pekuncen Village is one of the villages in Jatilawang District, Banyumas Regency, where the majority of the population works as rice farmers. Pekuncen Village has a group of Bonokeling indigenous people who still hold traditions in general in their farming activities. This tradition can be seen when determining the planting time or pranata mangsa. The main problem in the rice farming of the Bonokeling Indigenous People is the decline in rice production, due to the long dry season, the emergence of pests and diseases that cause crop failure. This phenomenon can cause rice productivity to decline, so that it can be increased through efficiency efforts. This study aims to 1) determine the characteristics of rice farming in the Bonokeling indigenous people, 2) determine the factors that influence rice farming production in the Bonokeling indigenous people, 3) determine the level of technical efficiency of rice farming in the Bonokeling indigenous people, 4) determine the factors that influence the technical inefficiency of rice farming in the Bonokeling indigenous people in Pekuncen Village.
The research was conducted in the Bonokeling Indigenous Community, precisely in Pekuncen Village, Jatilawang District, Banyumas Regency, Central Java using a case study method. The research implementation time was February 2025 to March 2025. The sampling technique for this research used purposive sampling. The research was conducted by means of observation, interviews, questionnaires, documentation and literature studies to support the research results. The farmers who were respondents in this research were farmers who were members of the Karangsari Farmers Group, the majority of whom still apply traditions in their farming, especially the use of pranata mangsa. The data that has been obtained will be tested for classical assumptions, and hypothesis testing, then processed using frontier 4.1 software. The variables observed were land area, seeds, urea fertilizer, phonska fertilizer, pesticides, TKDK, TKLK, as well as the number of family members, farmer age, rice farming experience, formal farmer education, frequency of extension, and use of pranata mangsa.
The results of the study showed that 89.13 percent of farmers still use pranata mangsa in the calendar for planting rice in the Bonokeling community. Production factors that have a significant influence in this study are land area, number of seeds, amount of urea fertilizer, amount of phonska fertilizer, and TKLK, while the amount of pesticide and TKDK do not have a significant influence. The average value of technical efficiency of farmers in this study was 0.71503490 or 71.5% which can be categorized as good, and farmers are said to have achieved technical efficiency. Factors that have an influence on technical inefficiency in this study are the age of farmers and the use of pranata mangsa, while the number of family members, farmer experience, farmer education and participation in extension do not have a significant influence on the level of technical inefficiency of rice farming.
4504848420J1D021016EUFEMISME DAN DISFEMISME DALAM SURAT KABAR HARIAN RADAR BANYUMAS EDISI BULAN SEPTEMBER 2024Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif tentang kajian semantik, khususnya mengenai eufemisme dan disfemisme terhadap surat kabar harian yang terdapat menggunakan ungkapan halus dan kasar atau tabu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk penggunaan eufemisme dan disfemisme di surat kabar harian. Sumber data dalam penelitian ini adalah surat kabar harian Radar Banyumas edisi Bulan September 2024. Objek penelitian ini adalah berupa kata dan frasa yang mengandung eufemisme dan disfemisme. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik dasar simak, Simak Bebas Libat Cakap (SLBC), dan teknik catat. Pada tahap analisis data menggunakan metode Agih dengan teknik lanjutan melalui teknik ganti. Validitas data pada penelitian ini menggunakan teori Sutarman (2017), Allan dan Burridge (1991) dan Chaer (2007). Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan bahwa penggunaan eufemisme lebih banyak daripada penggunaan disfemisme. Berdasarkan simpulan tersebut, peneliti menyarankan bahwa menyampaikan suatu informasi kepada khalayak umum hindari tulisan-tulisan atau ungkapan yang dapat mengaburkan dan tidak terus terang demi maksud-maksud tertentu.This study is a descriptive qualitative research on semantic studies, especially on euphemisms and dysphemisms in daily newspapers that use subtle and coarse expressions or taboos. This research aims to describe the form of euphemism and dysphemism usage in daily newspapers. The data source in this research is Radar Banyumas daily newspaper in September 2024 edition. The object of this research is in the form of words and phrases containing euphemisms and dysphemisms. The data collection technique of this research uses the basic technique of listening, Simak Bebas Libat Cakap (SLBC), and note-taking technique. In the data analysis stage, the Agih method is used through the replace technique. The data validity in this study uses the theory of Sutarman (2017) and Allan and Burridge (1991). Based on the results of data analysis, it shows that the use of euphemism is more than the use of dysphemism. Based on these conclusions, the researcher suggests that conveying information to the general public avoid writings or expressions that can obscure and not be straightforward for certain purposes.


4504948423B1B021036ANALYSIS OF SECONDARY METABOLITE PROFILES OF
Cyanthilium cinereum (L.) H. Rob EXTRACTS WITH
DIFFERENT DRYING METHODS
Penggunaan tanaman obat telah menjadi bagian integral dari peradaban manusia.
Di antaranya, Cyanthilium cinereum adalah tanaman obat serbaguna yang dikenal karena itu
kandungan metabolit sekunder yang kaya, seperti alkaloid, flavonoid, dan polifenol.
Senyawa-senyawa ini berkontribusi secara signifikan terhadap aktivitas farmakologisnya, C.
cinereum adalah tanaman obat yang kaya akan metabolit sekunder seperti polifenol,
flavonoid, dan alkaloid, yang berkontribusi pada sifat anti-inflamasi, anti-diabetes,
dan sifat antioksidan. Penelitian ini menyelidiki efek dari pengeringan yang berbeda
metode pengeringan oven, pengeringan matahari, dan pengeringan angin pada metabolit sekunder
kandungan metabolit sekunder pada daun C. cinereum.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga
perlakuan dan enam kali ulangan, analisis kualitatif dan kuantitatif dilakukan
dilakukan melalui spektrofotometri UV-Vis. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah berbagai metode pengeringan yang digunakan untuk mengolah ekstrak C. cinereum.
Variabel terikatnya adalah konsentrasi senyawa dalam larutan
kimia metabolit sekunder yang dihasilkan dari setiap jenis pelarut, daun
morfologi daun, berat kering, dan rendemen ekstrak daun C. cinereum. Analisis statistik
menggunakan ANOVA pada taraf kesalahan 5% dan 1% dan DMRT pada taraf kesalahan 5%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengeringan mempengaruhi kandungan metabolit sekunder.
metabolit sekunder, pengeringan angin mempertahankan kandungan polifenol tertinggi dengan nilai 25,75
± 16,71 mg GAE/L, sedangkan pengeringan dengan sinar matahari menghasilkan flavonoid tertinggi.
The use of medicinal plants has been an integral part of human civilization.
Among these, Cyanthilium cinereum is a versatile medicinal plant known for it’s
rich secondary metabolite content, such as alkaloids, flavonoids, and polyphenols.
These compounds contribute significantly to it’s pharmacological activities, C.
cinereum is a medicinal plant rich in secondary metabolites like polyphenols,
flavonoids, and alkaloids, which contribute to its anti-inflammatory, anti-diabetic,
and antioxidant properties. This study investigates the effect of different drying
methods oven drying, sun drying, and wind drying on the secondary metabolite
content in C. cinereum leaves.
This Research using a Completely Randomized Design (CRD) with three
treatments and sixs replications, qualitative and quantitative analyses were
conducted through UV-Vis spectrophotometry. The independent variable in this
study is that various drying methods are used to process the extract of C. cinereum.
The dependent variable was the concentration of compounds in a solution of
secondary metabolite chemicals produced from each type of solvent, leaf
morphology, dry weight, and yield in C. cinereum leaf extracts. Statistical analysis
used ANOVA at a 5% and 1% error level and DMRT at a 5% error level.
The results showed that the drying method affects the content of secondary
metabolites, wind drying preserved the highest polyphenol content with value 25.75
± 16.71 mg GAE/L, while sun drying yield the highest flavonoid with value 152.65
± 43.21 mg QE/L and alkaloid with value 126.02 ± 41.10 mg QNE/L levels. Oven
drying was the least effective. Therefore, sun drying is considered the most optimal
for flavonoid and alkaloid preservation, while wind drying is best for polyphenols.
4505048425F1A021071Strategi Kepemimpinan Perempuan dalam Menghadapi Toxic Masculinity pada
Mahasiswa: Studi Literatur di Fisip Unsoed
Perempuan yang memiliki kemampuan yang sama dengan laki-laki untuk menjadi pemimpin memiliki
karakteristik khas dalam menjalankan proses kepemimpinannya. Salah satu lembaga yang dipimpin oleh
perempuan adalah FISIP Unsoed. Pemimpin perempuan di FISIP Unsoed telah menghadapi berbagai masalah,
termasuk fenomena toxic masculinity. Pemimpin perempuan di FISIP Unsoed perlu memikirkan strategi yang
efektif dalam menghadapi masalah ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap strategi yang
optimal bagi pemimpin perempuan di FISIP Unsoed dalam menghadapi toxic masculinity. Penelitian ini akan
menggunakan metode studi literatur atau studi kepustakaan. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan
wawasan terhadap pentingnya strategi kepemimpinan berbasis gender dalam menciptakan lingkungan yang
inklusif dan responsif terhadap isu gender.
Women who have the same ability as men to become leaders have distinctive characteristics in carrying out their
leadership process. One of the institutions led by women is FISIP Unsoed. Women leaders in FISIP Unsoed have
faced various problems, including the phenomenon of toxic masculinity. Women leaders in FISIP Unsoed need to
think about effective strategies in dealing with this problem. Therefore, this study aims to reveal the optimal
strategy for female leaders at FISIP Unsoed in dealing with toxic masculinity. This research will use the literature
study method or literature study. This research contributes to providing insight into the importance of gender, based leadership strategies in creating an environment that is inclusive and responsive to gender issues
4505148421J1E018010An Analysis of Moral Values in Narrative Texts of a Textbook “Pathway To English” Used by Grade 12 Students of Senior High SchoolNilai moral merupakan aspek penting dalam pembelajaran untuk membentuk siswa menjadi individu yang baik. Salah satu cara untuk membentuk nilai moral adalah melalui teks naratif. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis nilai-nilai moral yang terdapat dalam teks naratif pada buku “Pathway to English” untuk mata pelajaran peminatan Bahasa Inggris kelas 12, dan (2) menentukan nilai moral yang paling dominan berdasarkan teori nilai moral dari Michele Borba. Penelitian ini menggunakan langkah analisis konten dari Cohen, Manion, dan Morrison (2007), serta menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih dua teks naratif terpanjang: “The Withes” karya Road Dahl dan “Busy Raindrops”. Pemilihan teks ini bertujuan untuk memilih konten yang lebih kaya, alur yang lebih panjang, karakter yang berkembang, konflik, serta resolusi, yang merupakan elemen penting dalam pembelajaran moral (Krippendorff, 2018; Neuendorf, 2017). Hasil analisis menunjukan bahwa dari tujuh nilai moral Borba, teks “The Withes” karya Roald Dahl mengandung nilai moral kebaikan. Sedangkan pada teks “Busy Raindrops” nilai moral yang ditemukan adalah keadilan, rasa hormat, kebaikan, empati, dan pengendalian diri. Dengan demikian, dari kedua teks tersebut ditemukan lima jenis nilai moral: pengendalian diri, keadilan, rasa hormat, kenaikan, dan empati. Dari kelima jenis nilai moral tersebut, nilai moral kebaikan merupakan yang paling dominan dengan persentase kemunculan sebesar 50%. Sedangkan nilai moral keadilan, rasa hormat, pengendalian diri, dan empati masing-masing memiliki persentase kemunculan 12,5%. Di sisi lain, nilai moral seperti hati nurani dan toleransi tidak ditemukan dalam kedua teks tersebut.Moral values are an important aspect of students learning to make them a good individual. One of the ways to teach moral values is by reading narrative text. This study aimed to; (1) analyze the moral values contained in the narrative texts of the “Pathway to English” for grade 12 students, and (2) determining the most dominant moral value based on Michele Borba’s framework. This research employed qualitative content analysis steps suggested by Cohen, Manion, and Morrison (2007), and used a purposive sampling technique to select the two longest narrative texts: “The Withes by Roald Dahl” and “Busy Raindrops”. The selection of these text was based on the assumption that longer texts provide richer content, have longer narrative with more developed character, conflicts, and resolution, which are key elements in conveying moral lessons (Krippendorff, 2018; Neuendorf, 2017). The result of the analysis show that of the seven Borba’s moral values in the text “The Withes by Roald Dahl”, was kindness, and in the text “Busy Raindrops”, the moral values found were fairness, respect, kindness, empathy, and self-control. Therefore, from these two texts, there were five types of moral values found: self-control, fairness, respect, kindness, and empathy. From these five types of moral values, kindness is the most dominant moral value with 50% occurrences, while the other moral values such as fairness, respect, self-control, and empathy have 12.5% occurrences for each of them. On the other side, the rest of moral values based on Borba’s framework, such as conscience, and tolerance were not found in the texts. These findings conclude that the moral values in the two narrative texts emphasize kindness. The texts promoting the importance of caring for others and treat them in a just way. However, the absence of certain moral values indicates the need for other texts or materials to supplement the balance of moral education.
4505248422L1B021036Lama Pemuasaan Terhadap Kinerja Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus)Pemuasaan merupakan salah satu strategi pembatasan asupan pakan dalam jangka waktu tertentu dan dapat meningkatkan kecepatan pertumbuhan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama pemuasaan yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan benih ikan Nila (Oreochromis niloticus). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 variasi perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu ikan tidak dipuasakan (P0); ikan yang dipuasakan 1 hari diberi pakan 1 hari (P1); ikan yang dipuasakan 4 hari diberi pakan 1 hari (P2). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemuasaan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan panjang, pertumbuhan berat, laju pertumbuhan spesifik, efisiensi pemanfaatan pakan dan sintasan. Ikan Nila yang dipuasakan mampu mencapai pertumbuhan kompensatori parsial dan memiliki nilai efisiensi pakan yang lebih tinggi dibanding ikan yang tidak dipuasakan. Namun, sintasan ikan yang dipuasakan lebih rendah daripada ikan yang tidak dipuasakan. Kualitas air meliputi suhu rata-rata pagi 26,41°C dan sore hari 27,96°C, pH rata-rata 6 dan oksigen terlarut rata-rata 6,43 mg/L. Kualitas air dalam penelitian ini memenuhi kriteria standar untuk mendukung pertumbuhan dan sintasan ikan Nila secara optimal.Satisfaction is one of the strategies to limit feed intake for a period of time and can increase the rate of growth of fish. This study aims to determine the effect of different grazing periods on growth and survival of tilapia (Oreochromis niloticus) fry. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 3 treatment variations and 4 replications. The treatments used were fish that were not satiated (P0); fish that were satiated for 1 day with 1 day of food (P1); fish that were satiated for 4 days with 1 day of food (P2). The results showed that satisfaction had a significant effect on length growth, weight growth, specific growth rate, feed utilization efficiency and survival. Satisfied tilapia were able to achieve partial compensatory growth and had a higher feed efficiency value than non-satisfied fish. However, the survival rate of the fed fish was lower than that of the unfed fish. Water quality included an average morning temperature of 26.41°C and an average afternoon temperature of 27.96°C, an average pH of 6, and an average dissolved oxygen of 6.43 mg/L. Water quality in this study met standard criteria to support optimal growth and survival of tilapia.
4505348424B1B021035Analysis of Secondary Metabolites Emilia sonchifolia (L.) DC. Leaves with Different Solvent Polarity Using Qualitative and Quantitative Methods.
Emilia sonchifolia (L.) DC. atau Tempuh Wiyang dianggap sebagai tanaman liar, namun tanaman ini ternyata memiliki banyak manfaat dan perlu diteliti lebih lanjut. Kandungan metabolit sekunder yang terdapat pada E.sonchifolia dapat digunakan untuk berbagai macam pengobatan. Untuk mendapatkan kandungan metabolit sekunder dapat dilakukan melalui proses ekstraksi dengan menggunakan metode maserasi, ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses ekstraksi diantaranya adalah konsentrasi pelarut yang digunakan.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik morfologi daun E. sonchifolia, mengetahui kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun E. sonchifolia berdasarkan perbedaan kepolaran pelarut dan mengetahui konsentrasi pelarut yang paling efektif terhadap kandungan metabolit sekunder ekstrak daun E. sonchifolia. Penelitian dilakukan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman dengan menggunakan metode pengambilan sampel komposit dan metode eksperimental untuk uji metabolit sekunder. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan kepolaran pelarut yang diulang sebanyak enam kali. Polaritas pelarut terdiri dari konsentrasi aquadest, etanol 70%, dan etanol 96%, dengan total 18 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi karakteristik morfologi, uji kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik morfologi daun E. sonchifolia yang terdiri dari warna, bentuk, ukuran, tepi, dan pangkal daun. Uji kualitatif yaitu ada tidaknya kandungan metabolit sekunder flavonoid, polifenol, dan alkaloid. Uji kuantitatif adalah jumlah total flavonoid, polifenol, dan alkaloid. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah konsentrasi pelarut yang digunakan untuk ekstraksi. Variabel terikat terdiri dari kandungan metabolit sekunder dan karakteristik morfologi daun E. sonchifolia. Karakteristik morfologi daun dan data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf kesalahan 5%. Analisis lebih lanjut menggunakan DMRT 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa morfologi daun E. sonchifolia sangat bervariasi. Bentuk daun terdiri dari deltoid, linear, sagittate, dan kombinasi linear dan lobed. Tepi daun terdiri dari bergelombang dan menjari. Pangkal daun terdiri dari acute dan auriculate. Kisaran panjangnya sekitar 7 - 7,5 cm sedangkan lebarnya sekitar 1,5 - 3,3 cm. Ekstrak daun E. sonchifolia mengandung flavonoid, polifenol, dan alkaloid. Konsentrasi pelarut yang berbeda mempengaruhi kandungan metabolit sekunder pada ekstrak daun E. sonchifolia, dan pelarut yang paling efektif digunakan untuk mengekstrak daun E. sonchifolia adalah pelarut etanol 70%, dengan kandungan total tertinggi pada flavonoid 177,78 mg QE/L dan polifenol 42,29 mg GAE/L. Sedangkan alkaloid memiliki kandungan tertinggi pada pelarut aquadest dengan 128,72 mg QNE/L.
Emilia sonchifolia (L.) DC. or Tempuh Wiyang is considered a wild plant, but this plant turns out to have many benefits and needs further research. The secondary metabolite content contained in E.sonchifolia can be used for a variety of treatments. To obtain secondary metabolite content can be done through the extraction process by using the maceration method, there are several factors that affect the extraction process including the concentration of the solvent used.
This study aims to describe the morphological characteristics of E. sonchifolia leaves, to determine the content of secondary metabolites in E. sonchifolia leaf extract based on the difference in solvent polarity and to determine the most effective solvent concentration for the content of secondary metabolites of E. sonchifolia leaf extract. The research conducted at the Plant Physiology Laboratory, Faculty of Biology, Universitas Jenderal Soedirman using composite sampling and experimental methods for secondary metabolite tests. This study conducted using a Completely Randomized Design (CRD), with solvent polarity treatment repeated six times. The solvent polarity consisted of a concentration of aquadest, 70% ethanol, and 96% ethanol, for a total of 18 experimental units. The parameters observed were from morphological characteristics, qualitative, and quantitative tests. The morphological characteristics of E. sonchifolia leaves which consist of color, shape, size, edges, and leaf base. Qualitative tests are the presence or absence of secondary metabolites of flavonoids, polyphenols, and alkaloids. Quantitative tests were the total of flavonoids, polyphenols, and alkaloids. The independent variable in this study is the concentration of solvent used for extraction. The dependent variable consist of the content of secondary metabolites and morphological characteristics of E. sonchifolia leaves. The leaf morphology characteristics and qualitative data was analyzed descriptively, while quantitative data was analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) with an error of 5%. The further analysis is DMRT 5%.
The result showed that the leaf morphology of E. sonchifolia is highly variable. Leaf shape consists of deltoid, linear, sagittate, and a combination of linear and lobed. Leaf edges consist of undulate and sinuate. Leaf base consists of acute and auriculate. The length range is about 7 – 7.5 cm while the width is about 1.5 – 3.3 cm. E. sonchifolia leaf extract contains flavonoids, polyphenols, and alkaloids. Different solvent concentrations affect the secondary metabolites content in E. sonchifolia leaf extracts, and the most effective solvent used to extract E. sonchifolia leaves was 70% ethanol solvent, with the highest total content in flavonoids 177.78 mg QE/L and polyphenols 42.29 mg GAE/L. While alkaloids have the highest content in aquadest solvent with 128.72 mg QNE/L.
4505448350F1A021041DOMINASI PEREMPUAN DALAM PACARAN (STUDI DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN) Penelitian ini membahas fenomena dominasi perempuan terhadap laki-laki dalam
hubungan pacaran di kalangan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Fenomena ini
menarik karena bertentangan dengan konsep patriarki yang lazim di masyarakat, dimana
laki-laki umumnya dianggap sebagai pihak yang mendominasi perempuan. Namun, hasil
penelitian menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus, perempuan justru mendominasi
laki-laki dalam hubungan pacaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif
dengan metode fenomenologi yang digunakan untuk mencari tahu pengalaman laki-laki
yang mengalami pengalaman didominasi dalam pacaran. Informan utama adalah
mahasiswa laki-laki yang pernah mengalami dominasi dari pasangannya, sementara
informan pendukung merupakan teman terdekat informan utama. Data dikumpulkan
melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan
Huberman dengan cara reduksi data, penyajian data, dan panarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa dominasi perempuan tidak terjadi pada awal pacaran,
tetapi terjadi di pertengahan masa pacaran. Dipengaruhi perbedaan usia, kepribadian dan
sifat pasangan, latar belakang sosial-ekonomi, dan lingkungan pertemanan perempuan
yang toxic. Bentuk dominasi yang dialami laki-laki meliputi kontrol atas pengambilan
keputusan, waktu, hubungan sosial, keuangan, dan gaya hidup. Temuan penelitian
menemukan bahwa mahasiswa yang mengalami dominasi cenderung bertahan karena
takut kehilangan pasangan, meskipun pada akhirnya memilih mengakhiri hubungan.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa ketimpangan kekuasaan dan ketergantungan menjadi
sumber dari dominasi dalam hubungan pacaran.
This study examines the phenomenon of female dominance over male partners in dating
relationships among students at Jenderal Soedirman University. This phenomenon is
particularly noteworthy as it contradicts the patriarchal norms commonly found in society,
where men are generally perceived as the dominant party in relationships. However, the
findings reveal that in certain cases, women actually dominate men within the context of
dating. The research employs a qualitative approach using a phenomenological method to
explore the lived experiences of male students who have been subjected to dominance by their partners. The primary informants are male students who have experienced such dominance, while the supporting informants are their closest friends. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using Miles and Huberman’s interactive model, which involves data reduction, data display, and conclusion drawing.The results indicate that female dominance does not emerge at the beginning of the relationship but tends to develop during the middle phase. This is influenced by factors such as age dif erences, personality traits, socioeconomic background, and the presence of toxic female peer environments. The forms of dominance experienced by male participants include control over decision-making, time management, social relationships, finances, and lifestyle.The findings also reveal that male students who experience dominance tend to stay in the relationship due to fear of losingtheir partner, although they eventually decide to end the relationship. This study concludes that power imbalances and emotional dependency are the main sources of dominance in dating relationships.
4505548426F1F021057Analisis Fenomena Deepfake porn pada K-pop Idol di Korea Selatan sebagai Transnational Organized Crime pada Tahun 2022-2024Fenomena Deepfake porn yang menargetkan idola K-pop wanita di Korea Selatan sebagai bentuk kejahatan transnasional terorganisir. Konten-konten porno yang dihasilkan sebagian besar diproduksi di Korea Selatan, penyebarannya meluas secara global melalui platform digital seperti Telegram dan situs-situs ilegal. Fenomena ini juga telah menjadi alat pemerasan (sextortion) dan komoditas ilegal yang diperjualbelikan melalui sistem keanggotaan tertutup dan pembayaran anonim. Hal ini menunjukkan bahwa kejahatan berbasis teknologi seperti Deepfake porn tidak lagi bersifat lokal, melainkan merupakan bentuk baru dari ancaman global yang kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam memahami bagaimana Deepfake porn dapat dikatakan sebagai kejahatan transnasional yang terorganisir (TOC). Sedangkan teknik pengumpulan data dihimpun dari data sekunder yang diolah dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan dan situs yang dianalisis secara kualitatif.The phenomenon of Deepfake pornography targeting female K-pop idols in South Korea has emerged as a form of transnational organized crime. Most of the pornographic content is produced in South Korea, but its distribution has expanded globally through digital platforms such as Telegram and illegal websites. This phenomenon has also become a tool for extortion (sextortion) and an illicit commodity traded through closed membership systems and anonymous payment methods. This indicates that technology-based crimes like Deepfake pornography are no longer local in nature but represent a new and complex form of global threat. This research employs a descriptive method to examine how Deepfake pornography can be classified as a transnational organized crime (TOC). The data used in this study were collected through secondary sources, including books, journals, reports, and websites, and were analyzed qualitatively to gain a comprehensive understanding of the phenomenon from the perspective of international crime and digital security.
4505648429J1A021023DEPICTION OF NATURAL EXPLOITATION IN HIAASEN’S SCAT (2009): A STUDY OF ECOCRITICISMPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efek dari deforestasi dan pengeboran minyak ilegal terhadap lingkungan. Penelitian ini menggunakan teori ekokritik untuk menganalisis efek dari eksploitasi. Data-data yang dibutuhkan dalam studi ini diambil dari narasi dan dialog di dalam novel karya Carl Hiasan yang berjudul Scat (2009). Lebih lanjut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa deforestasi menyebabkan perusakan habitat dan berakibat pada menurunnya populasi Florida Panther. Selanjutnya, perkembangan perkotaan juga menyebabkan munculnya invasive species dan membuat timbulnya persaingan makanan. Lalu, pengeboran minyak juga menyebabkan konflik manusia dan hewan dan pencemaran. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa deforestasi akibat perkembangan kota merupakan ancaman terbesar bagi hewan yang terancam punah seperti Florida Panther. Selain itu, pengeboran minyak dapat mengancam keasrian Florida Everglades dan berpotensi mencemari cadangan air bagi penduduk Florida. Oleh karena itu, perencanaan perkembangan kota perlu dilakukan secara matang dengan memperhatikan efek terhadap alam. Lebih lanjut, untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, pembaca dapat beralih menggunakan transportasi umum dan menggunakan sumber energi alternatif seperti tenaga surya. This research aims to examine the effects of deforestation and illegal oil drilling on the Environment. In this research, the theory of ecocriticism is applied to assist with the analysis of the exploitation effects. The data for this research were taken from the narration, dialogue, or places in the novel Scat (2009) by Carl Hiaasen. Moreover, the qualitative method is applied to this research. This research discovered that deforestation is one of the determining factors behind the Florida Panther’s population decline. Deforestation caused habitat loss for the Panther. Moreover, urban development also introduced some invasive species, which leads to food competition. Additionally, the presence of illegal drilling tightened the human-nature conflict, and it also causes contamination of soil and water. Therefore, the study concluded that deforestation induced by urban development is the biggest threat to the Florida environment, particularly for endangered animals like the Florida Panther. Accordingly, oil drilling puts the pristine state of the Florida Everglades at risk. It potentially contaminated the water storage for Floridians. Therefore, this research advised that urban development shall be executed with deeper consideration of its effect on nature. Additionally, to reduce fossil fuel usage, it is recommended to use public transportation and switch to more environmentally-friendly energy sources; for instance, solar panels.
4505748430A1D021114Formula Biopestisida Bacillus subtilis NPA6 untuk Pengendalian Penyakit Moler Bawang MerahPenyakit Moler adalah penyakit tanaman bawang merah yang dapat mengurangi hasil hingga 50%. Penyakit ini disebabkan oleh jamur patogen Fusarium oxysporum f. sp. Cepae. Tumbuhan dengan gejala penyakit moler ditunjukkan oleh perubahan warna daun menjadi hijau pucat, layu, dan memutar, serta membusuk umbi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengembangkan formula cair dan padat biopestisida B. subtilis NPA6 dan 2) mengetahui kemampuan formula cair dan padat biopestisida B. subtilis NPA6 untuk mengendalikan penyakit moler bawang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di Desa Linggasari, Distrik Kembaran, Kabupaten Banyumas dengan ketinggian 117 meter di atas permukaan laut dari Mei hingga Agustus 2024. Tahap awal, tahapan penelitian ini adalah persiapan alat dan bahan, penanaman, membuat cairan dan cairan dan solid. Studi ini menggunakan desain kelompok acak (RAK) dengan 4 perawatan: P0 (kontrol), P1 (rumus cair), P2 (formula padat), dan P3 (fungisida). Setiap pengobatan diulangi 6 kali, jadi ada 24 plot pengobatan. Variabel yang diamati termasuk periode inkubasi, kejadian penyakit, intensitas penyakit, tingkat infeksi, AUDPC, dan efektivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula padat biopestisida B. subtilis NPA6 paling efektif dalam mengendalikan penyakit Moler dengan efektivitas 34,02%, sedangkan efektivitas formula cairan adalah 30,83%.Moler disease is a disease of shallot plants that can reduce yields by up to 50%. This disease is caused by the pathogenic fungus Fusarium oxysporum f. sp. cepae. Plants with symptoms of moler disease are indicated by changes in leaf color to pale green, wilting, and twisting, as well as rotting of the bulbs. This research aims to 1) Develop liquid and solid formulas of biopesticide B. subtilis NPA6 and 2) Knowing the ability of liquid and solid formulas of biopesticide B. subtilis NPA6 to control onion moler disease. The research was conducted at the Plant Protection Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University and in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency with an altitude of 117 meters above sea level from May to August 2024. The initial stages of this research were preparation of tools and materials, planting, making liquid and solid formulas, application, observation, and data analysis. The study used a Randomized Group Design (RAK) with 4 treatments: P0 (control), P1 (liquid formula), P2 (solid formula), and P3 (fungicide). Each treatment was repeated 6 times, so there were 24 treatment plots. Variables observed included incubation period, disease incidence, disease intensity, infection rate, AUDPC, and effectiveness. The results showed that the solid formula of biopesticide B. subtilis NPA6 was most effective in controlling moler disease with an effectiveness of 34.02%, while the effectiveness of the liquid formula was 30.83%.
4505848427F1F021019Analisis Kebijakan Kesetaraan Gender Berdasarkan CEDAW di Korea Selatan Pada Masa Kepemimpinan Yoon Suk Yeol Tahun 2022-2024
Kesetaraan Gender merupakan permasalahan struktural yang terjadi di Korea Selatan, dengan kemajuan ekonomi dan teknologi ternyata tidak menjamin bahwa permasalahan terkait kesetaraan gender di Korea Selatan dapat dihapuskan. Korea Selatan telah meratifikasi CEDAW sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan serta memenuhi hak hak perempuan dalam segala aspek kehidupan, baik dalam aspek politik, ekonomi maupun pendidikan. Namun, pada penerapannya, Korea Selatan mengalami hambatan dalam mengimplementasikan CEDAW di bawah pemerintahan Yoon Suk Yeol dengan berbagai kebijakan yang Yoon ambil semasa menjabat yaitu 2022-2024. Penelitian ini menganalisis melalui Feminisme Institusionalis dengan menggunakan teknik pengumpulan data melalui data sekunder dengan memahami melalui berbagai sumber, seperti buku, jurnal dan laporan maupun situs yang dianalisis secara kualitatif.
Gender equality remains a structural issue in South Korea. Despite significant progress in economic and technological sectors, the problem of gender inequality persists. South Korea ratified the Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) as a commitment to improve women's welfare and to guarantee their rights in all areas of life—politics, economy, and education. However, in practice, the implementation of CEDAW has encountered several obstacles, especially under the leadership of President Yoon Suk Yeol during his term from 2022 to 2024. This study analyzes the issue using the lens of Institutional Feminism. The research relies on secondary data collected from books, journals, reports, and websites, which are then analyzed qualitatively.
4505948432E1A020217Kajian Yuridis Peralihan Hak Atas Tanah Melalui Hibah Tanah ke Keluarga
(Studi Putusan Nomor 21/Pid.B/2021/PN Kdl)




Hibah merupakan salah satu bentuk peralihan hak atas tanah. Setiap orang dapat menerima hibah. Jadi semua orang dapat memiliki hak atas tanah melalui hibah. Hibah ialah bentuk peralihan yang dilakukan secara sukarela dari satu pihak pemberi hibah kepada penerima hibah yang dilakukan pada saat masih hidup. Hibah diatur dalam sistem hukum nasional, baik dalam Hukum Positif maupun dalam hukum Islam. Dalam Putusan Nomor 21/Pid.B/2021/PN Kdl, tergugat telah membuat surat palsu atau memalsukan surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau pembebasan hutang atau yang diperuntukkan sebagai bukti daripada sesuatu hal dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain memakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu, jika pemakaian tersebut dapat menimbulkan kerugian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses hibah sudah sesuai dengan undang-undang dan pertimbangan hakim terhadap kasus Putusan Nomor 21/Pid.B/2021/PN Kdl. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif, yaitu pendekatan yuridis terkait pemalsuan tanda tangan pada dokumen hibah dengan undang-undang yang mengatur dalam pemalsuan tersebut.
Berdasarkan ketentuan hukum positif di Indonesia, perbuatan pemalsuan surat diatur dalam Pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).jika pemakaian surat itu dapat menimbulkan kerugian. Ketentuan ini menjadi dasar hukum bagi hakim dalam memutus perkara pemalsuan surat dalam dokumen hibah, seperti yang terjadi dalam Putusan Nomor 21/Pid.B/2021/PN Kdl.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa hakim dalam putusannya menyatakan tergugat terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Pemalsuan surat. Dan menjatuhkan pidana penjara selama 1 tahun kepada tergugat.
Grant is one form of transfer of land rights. Any person can receive a grant. So everyone can have land rights through grants. Grant is a form of transfer that is carried out voluntarily from one party granting the grant to the grantee which is carried out while still alive. Grants are regulated in the national legal system, both in Positive Law and in Islamic law. In Decision Number 21/Pid.B/2021/PN Kdl, the defendant had made a false letter or falsified a letter that could give rise to a right, obligation or release of debt or which was intended as evidence of something with the intention of using or ordering others to use the letter as if the contents were true and not falsified, if such use could cause harm.
This research aims to find out whether the grant process is in accordance with the law and the judge's consideration of Case No. 21/Pid.B/2021/PN Kdl. This research uses a normative juridical approach, namely a juridical approach related to forgery of signatures on grant documents with laws governing such forgery.
Based on the provisions of positive law in Indonesia, the act of forging a letter is regulated in Article 263 of the Criminal Code (KUHP) if the use of the letter can cause harm. This provision is the legal basis for judges in deciding cases of forgery of letters in grant documents, as happened in Decision Number 21/Pid.B/2021/PN Kdl.
Based on the results of the research and discussion, it can be concluded that the judge in his decision stated that the defendant was legally and convincingly proven guilty of committing the crime of forgery of letters. And imposed a prison sentence of 1 year on the defendant.
4506048434A1A020089Analisis Efisiensi Teknis Pada Usahatani Jagung Di Kecamatan Sumbang Kabupaten BanyumasTingkat kebutuhan terhadap jagung di Indonesia terbilang tinggi, mengingat perannya yang strategis sebagai bahan pangan, pakan ternak, benih, dan bahan baku industri. Kecamatan sumbang merupakan sentra produksi jagung di Kabupaten Banyumas yang memiliki tingkat produktivitas lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional. Pengalokasian input produksi yang optimal dapat menghasilkan produktivitas yang maksimal pula, serta dapat meningkatkan keuntungan bagi petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah petani jagung di Kecamatan Sumbang sudah efisien secara teknis serta mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat inefisiensi teknis pada usahatani jagung. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Sumbang sebagai sentra produksi jagung di Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2024 dengan menggunakan metode probability sampling dengan teknik simple random sampling sebanyak 57 responden petani jagung. Penelitian dilakukan di 3 desa di Kecamatan Sumbang, yaitu Desa Kebanggan, Desa Silado, dan Desa Karanggintung dengan pertimbangan ketiga desa tersebut merupakan desa dengan tingkat produksi jagung tertinggi. Metode analisis data yang digunakan adalah fungsi produksi stochastic frontier Cobb-douglass menggunakan FRONTIER 4.1 untuk mengetahui tingkat efisiensi teknis petani dan faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung. Rata-rata tingkat efisiensi yang dimiliki petani jagung dilokasi penelitian sebesar 0,85 yang menandakan petani sudah efisien secara teknis. Faktor produksi yang berpengaruh terhadap produksi jagung yaitu luas lahan, benih, pupuk NPK, pestisida, dan tenaga kerja. Penelitian ini memberikan hasil bahwa input produksi yang memiliki pengaruh nyata terhadap produksi jagung yaitu luas lahan, benih, pupuk NPK, pestisida, dan tenaga kerja. Optimalisasi masih dapat dilakukan terutama melalui peningkatan penggunaan benih, pestisida, dan tenaga kerja. Faktor- faktor yang dapat mempengaruhi tingkat inefisiensi teknis pada penelitian ini yaitu umur dan pendidikan formal. The demand for maize in Indonesia is considerably high due to its strategic role as a food source, animal feed, seed material, and industrial raw material. Sumbang District is one of the maize production centers in Banyumas Regency, with a productivity level that exceeds the national average. Optimal allocation of production inputs can lead to maximum productivity and increased profitability for farmers. This study aims to determine whether maize farmers in Sumbang District are technically efficient and to identify the factors influencing technical inefficiency in maize farming. The research location was purposively selected in Sumbang District as a major maize producing area in Banyumas Regency. The study was conducted from August to October 2024 using a probability sampling method with simple random sampling, involving 57 respondent maize farmers. The research was carried out in three villages in Sumbang District Kebanggan, Silado, and Karanggintung selected based on their high levels of maize production. The data were analyzed using the stochastic frontier production function with a Cobb-Douglas specification, employing FRONTIER 4.1 software to assess the level of technical efficiency and the influence of production factors on maize output. The average technical efficiency among maize farmers in the study area was 0.85, indicating that they are already operating efficiently. The production factors significantly affecting maize output were land area, seed, NPK fertilizer, pesticides, and labor. The study found that land area, seed, NPK fertilizer, pesticides, and labor had a statistically significant impact on maize production. There is still room for optimization, particularly through increased use of seed, pesticides, and labor. The factors found to influence the level of technical inefficiency in this study were age and formal education.