Artikelilmiahs
Menampilkan 45.021-45.040 dari 48.758 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 45021 | 48392 | K1A021047 | PENGARUH LAJU ALIR DALAM REAKTOR ELEKTROKOAGULASI DENGAN ELEKTRODA ALUMINIUM TERHADAP PENURUNAN NILAI COD, BOD, DAN TSS LIMBAH CAIR RUMAH PEMOTONGAN AYAM | Usaha Rumah Potong Ayam (RPA) semakin berkembang di Indonesia seiring dengan permintaan masyarakat terhadap daging ayam. Limbah cair dari RPA ini mengandung berbagai senyawa organik yang berasal dari proses pemotongan, pencucian, dan pengolahan ayam. Senyawa – senyawa organik ini menyebabkan limbah cair RPA mengandung nilai COD, BOD, dan TSS tinggi dan dapat mencemari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi laju alir dalam reaktor elektrokimia terhadap penurunan nilai COD, BOD, dan TSS, dan menentukan laju alir terbaik yang dapat menurunkan nilai COD, BOD, dan TSS secara maksimum serta persentase penurunan nilai COD, BOD, dan TSS pada laju alir terbaik. Metode yang digunakan adalah metode elektrokoagulasi kontinyu yang dapat menurunkan nilai COD, BOD, dan TSS tanpa penambahan koagulan kimia tertentu. Percobaan dilakukan dengan variasi laju alir 0,005;0,015;0,025;dan 0,035 L/menit, kuat arus 10 A, voltase 12 V, dan menggunakan elektroda aluminium. Hasil penelitian menunjukkan semakin tinggi laju alir maka semakin rendah persentase penurunan nilai COD, BOD, dan TSS. Laju alir terbaik yaitu sebesar 0,005 L/menit dengan nilai COD, BOD, dan TSS berturut – turut sebesar 150; 187,49; dan 75 mg/L serta persentase penurunan nilai COD, BOD, dan TSS berturut – turut sebesar 80,77; 53,62; dan 90,61%. | The Chicken Slaughterhouse (RPA) business is growing in Indonesia and is in line with the public's demand for chicken meat. Liquid waste from RPA contains various organic compounds from slaughtering, washing, and processing chickens. These organic compounds cause RPA liquid waste to contain high COD, BOD, and TSS values and can pollute the environment. This research aims to determine the effect of variations in flow rate in an electrochemical reactor on reducing COD, BOD, and TSS values and determine the best flow rate that can reduce COD, BOD, and TSS values maximally as well as the percentage reduction in COD, BOD and TSS values at the best flow rate. The method used is a continuous electrocoagulation method, which can reduce COD, BOD, and TSS values without the addition of certain chemical coagulants. Experiments were carried out with varying flow rates of 0.005, 0.015, 0.025, and 0.035 L/minute, current strength of 10 A, voltage of 12 V, and using aluminum electrodes. The research results show that the higher the flow rate, the lower the percentage reduction in COD, BOD, and TSS values. The best flow rate is 0.005 L/minute with COD, BOD, and TSS values of 150, 187.49, and 75 mg/L, and the percentage reduction in COD, BOD, and TSS values , respectively, was 80.77, 53.62, and 90.61%. | |
| 45022 | 48384 | A1C021004 | PENGEMBANGAN MODEL PARTIAL LEAST SQUARE REGRESSION (PLSR) UNTUK MEMPREDIKSI MUTU BIJI KAKAO FERMENTASI MENGGUNAKAN FOURIER TRANFORM INFRARED (FTIR) | Kakao merupakan salah satu komoditas unggulan di sektor perkebunan Indonesia, dengan kontribusi ekspor yang signifikan. Fermentasi merupakan tahap kritis dalam pengolahan biji kakao yang mempengaruhi kualitas cita rasa, aroma, dan fisik biji kakao. Proses fermentasi biji kakao selama tujuh hari menyebabkan perubahan signifikan. Dalam penelitian ini dilakukan penggabungan data FTIR, pH, kadar air, dan tekstur menggunakan Ms. Excel. Menentukan FTIR sebagai variabel X (prediktor) dan variabel lainya sebagai Y (respon). Setelah itu dilakukan cros validation dan Evaluasi kualitas model melalui RMSE dan R², serta analisis Score Plot dan Loading Plot untuk memahami distribusi dan kontribusi data. Koefisien regresi hubungan antara variabel independen (prediktor) dan variabel dependen (respon) dalam suatu model regresi. Proses pengolahan kakao untuk menghasilkan kualitas produk unggul diperlukan beberapa pengujian, di antaranya pengujian fisik dan kimia. Hasil pengujian menunjukkan jika Model Partial Least Square Regression (PLSR) yang dikembangkan berdasarkan data spektra FTIR menunjukkan kinerja prediktif yang baik dalam memprediksi parameter mutu seperti pH, kadar air, dan tekstur biji kakao. Setiap model prediktif menunjukkan nilai koefisien determinasi (R²) yang tinggi dan nilai Root Mean Square Error (RMSE) yang rendah, menandakan akurasi dan presisi yang memadai. Kombinasi antara spektroskopi Fourier Transform Infrared (FTIR) dengan metode PLSR terbukti memiliki potensi besar sebagai alternatif metode analisis mutu fisika dan kimia pada proses fermentasi biji kakao. Dibandingkan dengan metode destruktif konvensional, pendekatan ini memiliki keunggulan dalam efisiensi waktu dan biaya, sekaligus memberikan hasil analisis yang akurat. Oleh karena itu, pendekatan FTIR dengan metode PLSR layak dikembangkan dan diimplementasikan lebih lanjut sebagai bagian dari sistem kendali mutu yang real-time dalam proses fermentasi kakao. | Cocoa is one of the leading commodities in Indonesia's plantation sector, with significant export contributions. Fermentation is a critical stage in cocoa bean processing that affects the flavor, aroma, and physical quality of cocoa beans. The fermentation process of cocoa beans for seven days causes significant changes. In this study, FTIR, pH, moisture content, and texture data were combined using Ms. Excel. Determining FTIR as variable X (predictor) and other variables as Y (response). After that, cross validation and Evaluation of model quality through RMSE and R², as well as Score Plot and Loading Plot analysis to understand the distribution and contribution of data. Regression coefficient is the relationship between the independent variable (predictor) and the dependent variable (response) in a regression model. Cocoa processing to produce superior product quality requires several tests, including physical and chemical tests. The test results show that the Partial Least Square Regression (PLSR) model developed based on FTIR spectra data shows good predictive performance in predicting quality parameters such as pH, moisture content, and texture of cocoa beans. Each predictive model showed high coefficient of determination (R²) values and low Root Mean Square Error (RMSE) values, indicating sufficient accuracy and precision. The combination of Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy with the PLSR method proved to have great potential as an alternative method of analyzing the physical and chemical quality of the cocoa bean fermentation process. Compared to conventional destructive methods, this approach has advantages in time and cost efficiency, while providing accurate analysis results. Therefore, the FTIR approach with the PLSR method deserves to be further developed and implemented as part of a real-time quality control system in the cocoa fermentation process. | |
| 45023 | 48393 | C1L021021 | PENGARUH KEJENUHAN, PENGGUNAAN GADGET, DAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA KELAS XI EKONOMI SMA NEGERI 3 PURWOKERTO | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang dilakukan pada siswa kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh kejenuhan belajar, penggunaan gadget, dan lingkungan belajar di sekolah, terhadap konsentrasi belajar pada mata pelajaran ekonomi siswa kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto. Kejenuhan belajar, penggunaan gadget, dan lingkungan belajar yang kurang mendukung, dianggap sebagai faktor utama yang memengaruhi daya konsentrasi siswa dalam mengikuti pembelajaran di kelas.Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Purwokerto tahun ajaran 2024/2025 yang mendapatkan mata pelajaran ekonomi dengan jumlah 252 siswa. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 155 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kejenuhan belajar memberikan pengaruh negatif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar siswa, (2) penggunaan gadget berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar, dan (3) lingkungan belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap konsentrasi belajar. Temuan ini menunjukkan bahwa konsentrasi siswa dipengaruhi oleh adanya faktor internal maupun eksternal. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengelolaan kejenuhan, penggunaan gadget yang bijak, dan penciptaan lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan konsentrasi siswa. Siswa perlu mengatur waktu belajar, beristirahat saat lelah, dan memilih metode belajar yang sesuai. Guru diharapkan menghadirkan pembelajaran variatif dan interaktif, serta membimbing penggunaan gadget hanya untuk tujuan belajar. Sekolah perlu menyediakan fasilitas pendukung, mengatur regulasi gadget, dan menciptakan suasana belajar yang nyaman serta menyenangkan agar konsentrasi siswa tetap terjaga. | This study is a quantitative research conducted on 11th-grade students of SMA Negeri 3 Purwokerto, aiming to analyze the influence of learning boredom, gadget use, and the school learning environment on students' concentration in Economics subjects. Learning boredom, excessive gadget use, and an unsupportive learning environment are considered the main factors affecting students' ability to concentrate during classroom learning. The population in this study consisted of all 11th-grade students of SMA Negeri 3 Purwokerto in the 2024/2025 academic year who took Economics, totaling 252 students. The sample size was 155 students, selected using proportionate random sampling. The results showed that (1) learning boredom had a negative and significant effect on students’ learning concentration, (2) gadget use also had a negative and significant effect on concentration, and (3) the learning environment had a positive and significant effect on concentration. These findings indicate that students’ concentration is influenced by both internal and external factors. The implications of this research emphasize the importance of managing learning boredom, using gadgets wisely, and creating a conducive learning environment to improve students’ concentration. Students need to manage their study time properly, take breaks when feeling fatigued, and adopt learning methods that suit their styles. Teachers are expected to implement varied and interactive teaching methods and guide students to use gadgets only for educational purposes. Schools should provide adequate facilities, regulate gadget use, and foster a comfortable and engaging classroom environment to help maintain student concentration. | |
| 45024 | 48446 | C1C021043 | Menelusuri Perkembangan Riset Pajak Karbon: Analisis Bibliometrik atas Tren Publikasi Global | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren publikasi pajak karbon dan mengetahui arah penelitian pajak karbon di masa mendatang terhadap literatur pajak karbon tahun terbit 2010-2024 menggunakan metode bibliometrik. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, berupa artikel penelitian pajak karbon yang bersumber dari basis data Scopus. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan terdapat 2.406 artikel yang memenuhi kriteria pemilihan sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis bibliometrik, yang melibatkan elemen co-occurrence dan co-authorship. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan, tren publikasi penelitian pajak karbon mengalami peningkatan, walaupun pada beberapa tahun mengalami sedikit penurunan. Selain itu, hasil analisis co-occurrence menunjukkan bahwa kata kunci “carbon tax” dan “climate policy” memiliki frekuensi kemunculan tertinggi dan Ottmar Edenhofer menjadi penulis dengan tingkat kolaborasi dan produktivitas tertinggi dalam penelitian pajak karbon. Kesimpulan penelitian ini adalah di masa mendatang, pengembangan kajian pajak karbon tidak hanya fokus pada aspek teknis kebijakannya, tetapi juga pada pendekatan interdisipliner dan bersifat responsif terhadap konteks sosial. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa arah riset pajak karbon di masa mendatang saling keterkaitan dengan instrumen fiskal dan dinamika kebijakan iklim, energi terbarukan, serta keberlanjutan jangka panjang | This study aims to identify trends in carbon tax publications and determine the direction of future carbon tax research on carbon tax literature published in 2010-2024 using bibliometric methods. The type of data used in this research is secondary data, in the form of carbon tax research articles sourced from the Scopus database. The sample selection in this study used purposive sampling method and there were 2,406 articles that met the sample selection criteria. The data analysis technique used is bibliometric analysis, which involves co-occurrence and co-authorship elements. The results of this study show that overall, the trend of carbon tax research publications has increased, although in some years it has decreased slightly. In addition, the co-occurrence analysis shows that the keywords “carbon tax” and “climate policy” have the highest frequency of occurrence and Ottmar Edenhofer is the author with the highest level of collaboration and productivity in carbon tax research. This study shows that the direction of carbon tax research in the future, the development of carbon tax studies should not only focus on the technical aspects of the policy, but also on an interdisciplinary approach and be responsive to the social context. In addition, this study shows that the future direction of carbon tax research is interconnected with fiscal instruments and the dynamics of climate policy, renewable energy, and long-term sustainability | |
| 45025 | 48394 | K1A021056 | Pengaruh Laju Alir terhadap Penurunan Kadar Amonia dan Nitrat Limbah Cair Rumah Pemotongan Ayam Menggunakan Metode Elektrokoagulasi Kontinu dengan Elektroda Aluminium | Limbah cair Rumah Pemotongan Ayam (RPA) memiliki kandungan zat organik yang tinggi, sehingga menyebabkan limbah mudah mengalami pembusukan yang menghasilkan amonia dan nitrat. Metode elektrokoagulasi kontinu merupakan metode yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut karena metode ini menggunakan medan listrik dalam air sehingga lebih cepat mereduksi kandungan koloid terkecil dibandingkan metode koagulasi konvensional, selain itu metode ini memiliki proses yang praktis dimana influent dan effluent mengalir secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju alir terbaik beserta persentase penurunan kadar amonia dan nitrat secara maksimum pada proses elektrokoagulasi kontinu limbah cair RPA menggunakan elektroda aluminium. Variasi laju alir yang digunakan yaitu 0,035; 0,025; 0,015; dan 0,005 L/menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin kecil laju alir yang digunakan, maka semakin besar persentase penurunan kadar amonia dan nitrat. Persentase penurunan kadar amonia pada laju alir terbaik, yaitu laju alir 0,005 L/menit adalah 98,34% pada reaktor pertama dan 99,23% pada reaktor kedua, sedangkan persentase penurunan kadar nitrat pada laju alir terbaik, yaitu laju alir 0,005 L/menit adalah 98,27% pada reaktor pertama dan 99,14% pada reaktor kedua. | The liquid waste of the Chicken Slaughterhouse (RPA) has a high content of organic substances, causing the waste to easily decompose which produces ammonia and nitrate. The continuous electrocoagulation method is the right method to overcome this problem because this method uses an electric field in water so that it is faster to reduce the smallest colloidal content than the conventional coagulation method, besides this method has a practical process where the influent and effluent flow continuously. This study aims to determine the best flow rate and the maximum percentage of reduction in ammonia and nitrate levels in the continuous electrocoagulation process of RPA liquid waste using aluminum electrodes. The variation of the flow rate used was 0.035; 0,025; 0,015; and 0.005 L/min. The results of the study showed that the smaller the flow rate used, the greater the percentage of decrease in ammonia and nitrate levels. The percentage of ammonia content reduction at the best flow rate, i.e. 0.005 L/min flow rate is 98.34% in the first reactor and 99.23% in the second reactor, while the percentage of reduction in nitrate content at the best flow rate, i.e. 0.005 L/min flow rate is 98.27% in the first reactor and 99.14% in the second reactor. | |
| 45026 | 48395 | K1C021080 | Simulasi Perhitungan Tebal Shielding pada Ruang Alat Teleterapi Cobalt-60 Kombinasi Timbal (Pb) dan Beton Menggunakan Program PHITS | Pesawat Radioterapi Cobalt-60 (Co-60) merupakan salah satu perangkat yang digunakan dalam terapi kanker dengan memanfaatkan sumber radiasi Co-60. Co-60 memancarkan radiasi elektromagnetik sinar gamma. Radiasi gamma dapat berdampak negatif jika mengenai jaringan normal manusia sebagai pemicu pertumbuhan sel kanker. Oleh karena itu, diperlukan perhitungan ketebalan shielding yang efektif guna melindungi petugas radiasi, pasien, dan masyarakat dari paparan radiasi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan ruang radioterapi dan sumber radiasi Co-60 serta menentukan ketebalan minimum shielding kombinasi beton timbal beton yang efektif dalam memproteksi radiasi gamma menggunakan program PHITS (Particle and Heavy Ion Transport Code System). Penelitian dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama adalah pemodelan ruang radioterapi dan karakterisasi spektrum sumber radiasi Co-60. Tahap kedua adalah melakukan simulasi dengan berbagai variasi ketebalan shielding yang efektif untuk memproteksi radiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang radioterapi Co-60 dengan ukuran ruang tindakan 6,5 × 6 × 3 m dan ruang jalan masuk 6,5 × 2,5 × 3 m dapat divisualisasikan dalam bentuk dua dan tiga dimensi. Sumber radiasi gamma dimodelkan dengan program PHITS menghasilkan energi utama sebesar 1,17 MeV dan 1,33 MeV. Berdasarkan variasi ketebalan shielding kombinasi beton timbal beton pada sudut 0º dan 90º, diperoleh ketebalan minimum efektif untuk memproteksi radiasi primer sebesar 140,5 cm dan 150,4 cm dan radiasi sekunder sebesar 100,9 cm. Ketebalan tersebut sudah mampu mereduksi radiasi gamma dan menghasilkan laju dosis sebesar 0 sehingga sudah memenuhi batas aman yang ditetapkan BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) sebesar lebih rendah dari 20 mSv/tahun atau 2,283 μSv/jam. | Cobalt-60 (C0-60) Radiotherapy Aircraft is one of the devices used in cancer therapy by utilizing Co-60 radiation source. Co-60 emits gamma-ray electromagnetic radiation, Gamma radiation can have a negative impact if it hits normal human tissue as a trigger for cancer cell growth. Therefore, it is necessary to calculate the effective shielding thickness to protect radiation officers, patients, and the public from radiation exposure. This study aims to model the radiotherapy room and Co-60 radiation source and determine the minimum thickness of the shielding combination of lead concrete that is effective in protecting gamma radiation using the PHITS (Particle and Heavy Ion Transport Code System) program. The research was conducted in two stages, the first stage was modeling the radiotherapy room and characterizing the spectrum of Co-60 radiation sources. The second stage is to perform simulations with various variations of shielding thickness that are effective to protect radiation. The results showed that the Co-60 radiotherapy room with the size of 6.5 × 6 × 3 m action room and 6.5 × 2.5 × 3 m entrance room can be visualized in two and three dimensions. The gamma radiation source modeled with the PHITS program produced main energies of 1.17 MeV and 1.33 MeV. Based on the variation of shielding thickness of lead concrete combination at 0º and 90º angles, the minimum effective thickness to protect primary radiation is 140.5 cm and 150.4 cm and secondary radiation is 100.9 cm. The thickness has been able to reduce gamma radiation and produce a dose rate of 0 so that it has met the safe limit set by BAPETEN (Nuclear Energy Regulatory Agency) of lower than 20 mSv / year or 2.283 μSv / hour. | |
| 45027 | 48397 | L1A021060 | ANALISIS YIELD PER RECRUITMENT IKAN TEMBANG (Sardinella fimbriata, Valenciennes, 1847) YANG DIDARATKAN DI TPI PPN PEKALONGAN | Ikan tembang merupakan ikan jenis pelagis kecil yang hidup di perairan pantai serta memiliki sifat berkelompok di suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi stok ikan tembang (Sardinella fimbriata, Valenciennes, 1847) melalui analisis yield per recruitment berdasarkan indikator parameter populasi ikan tembang (Sardinella fimbriata, Valenciennes, 1847) (laju pertumbuhan, laju mortalitas, dan tingkat eksploitasi) yang didaratkan di TPI Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan. Pengambilan sampel ikan dilakukan dengan membeli ikan di TPI PPN Pekalongan secara random sampling dari bulan Juni-Oktober 2024. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai Y/R secara keseluruhan yaitu 0,03 gram/recruitment dengan nilai E saat ini dan maksimum sebesar 0,38 dan 0,94, ikan tembang betina sebesar 0,02 gram/recruitment dengan nilai E saat ini dan maksimum sebesar 0,29 dan 0,94, serta ikan tembang jantan sebesar 0,04 gram/recruitment dengan nilai E saat ini dan maksimum sebesar 0,49 dan 0,89 sehingga diindikasikan bahwa ikan tembang belum melebihi batas maksimum (under exploited). Kata kunci : Ikan tembang; kondisi stok; parameter populasi; yield per recruitment. | Tembang fish is a small pelagic fish that lives in coastal waters and has a grouping nature in an area. This study aims to determine the stock condition of tembang fish (Sardinella fimbriata, Valenciennes, 1847) through yield per recruitment analysis based on parameter indicators of tembang fish (Sardinella fimbriata, Valenciennes, 1847) (growth rate, mortality rate, and exploitation level) landed at TPI Nusantara Fisheries Port, Pekalongan, Central Java. Fish sampling was conducted by purchasing fish at TPI TPI Nusantara Fisheries Port, Pekalongan by random sampling from June-October 2024. The results of this study indicate that the female & male Y/R is 0,03 grams/recruitment with current and maximum E values of 0,38 and 0,94, female tembang fish Y/R is 0,02 grams/recruitment with current and maximum E values of 0,29 and 0,94, and male tembang fish Y/R is 0,04 grams/recruitment with current and maximum E values of 0,49 and 0,89 so that it is indicated that the tembang fish have not exceeded the maximum limit (under exploited). Key words : Population parameters; stock condition; tembang fish; yield per recruitment. | |
| 45028 | 48398 | B1A019073 | Pertumbuhan Sel Spirulina sp. Pada Kultur Skala Laboratorium dengan Jenis Pupuk Berbeda | Budidaya mikroalga, khususnya Spirulina sp., memerlukan nutrisi yang cukup dan seimbang untuk pertumbuhan optimal. Karena mahalnya pupuk jenis PA, diperlukan alternatif pupuk yang lebih ekonomis dan mudah diperoleh, seperti Growmore, KW21, POC, dan ekoenzim. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai jenis pupuk terhadap jumlah sel dan biomassa Spirulina sp. pada kultur skala laboratorium dan menentukan pupuk yang paling efektif untuk pertumbuhannya. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biologi Akuatik Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman selama 3 bulan mulai dari bulan Mei 2024 sampai bulan September 2024. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah penggunaan jenis pupuk yang berbeda yaitu Miquel Allen (kontrol), KW21, Growmore, POC dan ekoenzim. Variabel terikatnya adalah pertumbuhan Spirulina sp.. Parameter utamanya jumlah sel dan biomassa dan parameter pendukungnya adalah pH, suhu, dan intensitas cahaya. Data jumlah sel Spirulina sp. dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99% untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis pupuk terhadap jumlah sel dan biomassa Spirulina sp. Analisis data dilanjut dengan uji Least Significance Different (LSD) dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian diperoleh jumlah sel tertinggi pada perlakuan penambahan pupuk KW21 yaitu sebesar 120700,6 unit/mL, kemudian diikuti berturut turut pada penambahan pupuk POC sebesar 84777,07 unit/mL, pada penambahan ekoenzim sebesar 65923,57 unit/mL, pada penambahan pupuk Miquel Allen (kontrol) sebesar 59936,31 unit/mL dan terendah pada penambahan pupuk growmore sebesar 41910,83 unit/mL. Biomassa Spirulina sp. tertinggi yang dihasilkan yaitu dengan penggunaan pupuk KW21 sebesar 2,65 g/L, tertinggi kedua yaitu dengan penggunaan pupuk POC sebesar 2,21 g/L, ketiga yaitu dengan penggunaan ekoenzim sebesar 2,18 g/L, keempat kontrol sebesar 2,15 g/L dan terendah adalah dengan growmore sebesar 0,96 g/L. Pemberian jenis pupuk yang berbeda berpengaruh terhadap pertumbuhan Spirulina sp. selama 8 hari kultur (p<0,05) pada kultur skala laboratorium. Pupuk yang paling efektif untuk pertumbuhan Spirulina sp. adalah pupuk KW21 dengan jumlah sel 120.000 unit/mL dan biomassa tertinggi sebesar 2,65 g/L pada kultur skala laboratorium. | The cultivation of microalgae, particularly Spirulina sp., required sufficient and balanced nutrients for optimal growth. Due to the high cost of PA-type fertilizers, more economical and easily accessible alternatives are needed, such as Growmore, KW21, POC, and eco-enzyme. This study aims to determine the effect of different types of fertilizers on the cell count and biomass of Spirulina sp. in laboratory-scale cultures and to identify the most effective fertilizer for its growth. The research was conducted at the Aquatic Biology Laboratory, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, over a period of three months from May 2024 to September 2024. This was an experimental study using a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications. The independent variable in this study was the use of different types of fertilizers: Miquel Allen (control), KW21, Growmore, POC, and eco-enzyme. The dependent variable was the growth of Spirulina sp. The main parameters were cell count and biomass, while the supporting parameters included pH, temperature, and light intensity. The Spirulina sp. cell count data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) at 95% and 99% data analysis was followed by a Least Significant Difference (LSD) test at a 95% confidence level. . The results showed that the highest cell count was obtained with the addition of KW21 fertilizer, at 120.000 units/mL, followed by POC fertilizer at 84.777 units/mL, eco-enzyme at 65.923 units/mL, Miquel Allen (control) at 59.936 units/mL, and the lowest with Growmore at 41.910 units/mL.The highest biomass of Spirulina sp. was also achieved with KW21 fertilizer at 2,65 g/L, followed by POC at 2,21 g/L, eco-enzyme at 2,18 g/L, the control at 2,15 g/L, and the lowest with Growmore at 0,96 g/L. The application of different types of fertilizers significantly affected the growth of Spirulina sp. over an 8-day culture period (p<0,05) in laboratory-scale cultures. The most effective fertilizer for the growth of Spirulina sp. was KW21, with a cell count of 120.000 units/mL and the highest biomass of 2,65 g/L in laboratory-scale cultures. | |
| 45029 | 48492 | J1D021001 | TAKTIK BAHASA SINDIRAN POLITIK DI SOMASI COMMUNITY PADA KANAL YOUTUBE DEDDY CORBUZIER | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis taktik, majas sindiran, serta fungsi bahasa yang digunakan dalam sindiran politik oleh para komika Somasi Community di kanal YouTube Deddy Corbuzier. Metode yang digunakan adalah dekriptif kualitatif dengan pendekatan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taktik yang dominan digunakan meliputi daya tarik inspirasional, persuasi rasional, tekanan, dan mengucapkan katakata manis. Dari segi gaya bahasa, majas sindiran yang paling sering muncul adalah sinisme, diikuti oleh ironi dan satire. Adapun fungsi bahasa yang ditemukan adalah fungsi imajinatif dan fungsi personal. Fungsi imajinatif tercermin dalam bentuk humor kreatif terhadap realitas politik yang absurd, sedangkan fungsi personal menunjukkan keterlibatan emosional komika terhadap isu-isu politik yang diangkat. Temuan ini menunjukkan bahwa sindiran politik dalam Somasi Community tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media kritik sosial yang tajam dan reflektif terhadap fenomena politik seperti korupsi, pencitraan, dan ambisi kekuasaan. | This study aims to identify and analyze the tactics, figures of speech, and language functions used in political satire by the comedians of Somasi Community on Deddy Corbuzier’s YouTube channel. The research employed a qualitative evaluative method with a discourse analysis approach. The results indicate that the most dominant tactics used include inspirational appeal, rational persuasion, pressure, and the use of sweet words. In terms of figurative language, the most frequently used types of satire are cynicism, followed by irony and satire. The language functions identified are imaginative and personal. The imaginative function is reflected in humorous and creative portrayals of absurd political realities, while the personal function shows the comedians’ emotional involvement in the political issues discussed. These findings demonstrate that political satire in Somasi Community serves not only as entertainment but also as a sharp and reflective medium of social criticism, especially concerning issues such as corruption, political imagebuilding, and power ambition. | |
| 45030 | 48399 | A1D021161 | Karakter Pertumbuhan Tanaman Padi di Lahan Sawah Tercemar Logam Berat Pb & Cd dengan Aplikasi Pupuk Organik dan Biochar | Penanaman padi yang intensif dengan penggunaan pupuk dan pestisida sintetik secara terus menerus dapat meningkatkan ketersediaan logam berat di dalam tanah akibatnya dapat mengganggu kesuburan tanah dan menurunkan produksi padi. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya remediasi untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh aplikasi biochar dan pupuk organik terhadap karakter pertumbuhan tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pesawahan, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas yang merupakan daerah tercemar logam berat Pb dan Cd, serta Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman pada bulan Mei hingga Oktober 2024. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah biochar (2, 4, 6 t/ha) dan faktor kedua adalah pupuk organik (2.5, 5, 10 t/ha). Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, jumlah anakan, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F pada taraf kepercayaan 95% dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi biochar dan pupuk organik dosis rendah mampu memberikan hasil pertumbuhan yang serupa dengan aplikasi dosis tinggi. | Intensive rice cultivation with continuous use of synthetic fertilizers and pesticides can increase the availability of heavy metals in the soil, which can disrupt soil fertility and reduce rice production. Therefore, remediation efforts are needed to overcome this problem. This study was conducted to determine the effect of biochar and organic fertilizer applications on the growth characteristics of rice plants. This study was conducted in Pesawahan Village, Rawalo District, Banyumas Regency, which is an area polluted by heavy metals Pb and Cd, and the Laboratory of the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University from May to October 2024. The design used was a Factorial Randomized Block Design (RAK) consisting of two factors. The first factor is biochar (2, 4, 6 t/ha) and the second factor is organic fertilizer (2.5, 5, 10 t/ha). The variables observed were plant height, number of leaves, leaf area, number of tillers, dry weight of the crown and dry weight of the roots. The data obtained were analyzed using the F test at a 95% confidence level and if significantly different continued with the Duncan Multiple Range Test (DMRT) with a 95% confidence level. The results showed that the application of biochar and low-dose organic fertilizers was able to provide similar growth results to high-dose applications. | |
| 45031 | 48402 | A1A021060 | Analisis Rantai Nilai dan Strategi Pemasaran Lemon california di PT Semesta Agro Indonesia | PT Semesta Agro Indonesia merupakan perusahaan agrikultur yang berfokus pada budidaya buah tropika dan tanaman hias, salah satunya lemon california. Hasil produksi lemon california mengalami penurunan pada bulan Juni-September 2024 yang menyebabkan tidak terpenuhinya permintaan lemon. Selain itu, penyaluran informasi pemasaran masih menjadi permasalahan di PT Semesta Agro Indonesia, karena permintaan tersebut diluar jadwal produksi lemon california. Penelitian ini bertujuan untuk 1) memetakan rantai nilai lemon california di PT Semesta Agro Indonesia, 2) mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi pemasaran lemon california di PT Semesta Agro Indonesia. 3) menentukan alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan pada usaha lemon california di PT Semesta Agro Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian dilaksanakan di PT Semesta Agro Indonesia pada bulan Januari 2025. Rancangan pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pelaku dalam penelitian ini melibatkan 19 key informan. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis pemetaan rantai nilai, analisis IFAS dan EFAS, matriks IE, serta analisis matriks SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses inti rantai nilai lemon california di PT Semesta Agro Indonesia meliputi penyediaan input/sarana produksi, penanaman dan pemeliharaan, pemanenan, pemasaran, dan konsumsi. Berdasarkan analisis SWOT didapatkan posisi perusahaan berada pada sel IV (grow and built). Alternatif strategi pemasaran yang dapat diterapkan, yaitu mengembangkan lemon california organik dengan memperluas kemitraan dengan petani lokal serta mengoptimalkan SOP pemasaran dan layanan yang baik agar penyaluran informasi lebih efektif dan efisien. | PT Semesta Agro Indonesia is an agricultural company that focuses on the cultivation of tropical fruits and ornamental plants, one of which is the california lemon. California lemon production decreased in June-September 2024, which led to unmet demand for lemons. In addition, the distribution of marketing information is still a problem at PT Semesta Agro Indonesia, because the demand is outside the california lemon production schedule. This study aims to 1) map the value chain of california lemons at PT Semesta Agro Indonesia, 2) identify internal and external factors that are strengths, weaknesses, opportunities, and threats for the marketing of california lemons at PT Semesta Agro Indonesia. 3) determine alternative marketing strategies that can be applied to the California lemon business at PT Semesta Agro Indonesia. The research method used in this study is a case study. The research will be carried out at PT Semesta Agro Indonesia in January 2025. The sampling design uses purposive sampling. The perpetrators in this study involved 19 key informants. The data analysis methods used were value chain mapping analysis, IFAS and EFAS analysis, IE matrix, and SWOT matrix analysis. The results of the study show that the core process of the california lemon value chain at PT Semesta Agro Indonesia includes the provision of inputs/production facilities, planting and maintenance, harvesting, marketing, and consumption. Based on the SWOT analysis, the company's position is in cell IV (grow and built). An alternative marketing strategy that can be applied is to develop organic California lemons by expanding partnerships with local farmers and optimizing marketing SOPs and good services so that information distribution is more effective and efficient. | |
| 45032 | 48403 | B1A021113 | STUDI TENTANG KETAHANAN PUTATIVE MUTANT TEBU cv. NXI 1-3 TERHADAP STRES OSMOTIK DENGAN PEG SECARA IN VITRO | Tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan tanaman bernilai ekonomi tinggi dan merupakan sumber gula terbesar. Pertanaman tebu saat ini bergeser ke area yang rentan mengalami defisit air. Oleh karena itu diperlukan kultivar tebu yang toleran terhadap kekeringan. Induksi variasi somaklonal dan teknik kultur in vitro dapat ditawarkan untuk menghasilkan kultivar tebu yang toleran terhadap kekeringan. Beberapa putative mutant hasil induksi variasi somaklonal dengan radiasi sinar gamma Co60 pada kultivar tebu NXI 1-3 telah dihasilkan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh pemberian beberapa konsentrasi PEG pada pertumbuhan beberapa klon tebu NXI 1-3; 2) Menentukan klon tebu yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman PEG dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan Rancangan Petak Terpisah. Sebagai petak utama adalah klon putative mutant tebu NXI 1-3 (11.201 dan 11.401) dan wild type (11.00). Sebagai anak petak adalah konsentrasi PEG dengan 6 taraf, yaitu 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; 25%. Setiap kombinasi perlakuan diulang 3 kali, sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah klon tebu dan konsentrasi PEG. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan klon tebu dengan parameter yang diukur yaitu persentase eksplan hidup, jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analysis of Variance (ANOVA) pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian beberapa konsentrasi PEG berpengaruh terhadap pertumbuhan tunas, daun, dan akar tebu NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Putative mutant tebu NXI 1-3 memiliki toleransi yang lebih baik terhadap stres osmotik dengan penambahan PEG dalam kultur in vitro. | Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is one of the most economically valuable crops and the largest source of sugar. Sugarcane cultivation is currently shifting to areas that are prone to water deficits. Therefore, drought-tolerant sugarcane cultivars are required. The induction of somaclonal variation and in vitro culture techniques can be offered to produce drought-tolerant sugarcane cultivars. Several putative sugarcane mutants resulted from somaclonal variation induction using Co60 gamma irradiation of NXI 1-3sugarcane cultivars had been produced. This research has been conducted with the aim of: 1) Knowing the effect several PEG concentrations on the growth of several NXI 1-3 sugarcane clones; 2) Determining sugarcane clon which has better tolerance toward PEG stress in in vitro culture. This research has been conducted experimentally on a Split Plot Design. The main plot consisted of sugarcane NXI 1-3 putative mutant clones of (11.201 and 11.401) and wild type (11.00). The sub-plot comprised of 6 PEG concentrations: 0%; 5%; 10%; 15%; 20%; and 25%. Each treatment combination was repeated 3 times, resulted in 54 experimental units. The independent variables tested were sugarcane clones and PEG concentrations. The dependent variable observed was the growth of sugarcane clones with the parameters measured including the percentage of living explant, number of shoots, leaves, and roots. The data obtained were analyzed using an Analysis of Variance (ANOVA) at 95% and 99% confidence levels, followed by Duncan's multiple range test at 95% confidence level. The results showed that the provision of several concentrations of PEG affected the growth of shoots, leaves, and roots of sugarcane NXI 1-3 in in vitro culture. Putative mutant sugarcane NXI 1-3 has better tolerance to osmotik stress with the addition of PEG in in vitro culture. | |
| 45033 | 48400 | F1A021069 | Etika Akademik di Era Artificial Intelligence: Studi Penggunaan Chat GPT untuk Menyelesaikan Tugas-Tugas Akademik Oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman | Penelitian ini membahas bagaimana mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman menggunakan Chat GPT dalam penyelesaian tugas-tugas akademik serta implikasinya terhadap etika akademik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya penggunaan kecerdasan buatan, khususnya Chat GPT, yang mempengaruhi pola belajar dan proses penyelesaian tugas mahasiswa. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Chat GPT didorong oleh efisiensi waktu, keterbatasan akses kepada dosen, dan tekanan akademik. Mahasiswa memanfaatkan Chat GPT sebagai alat bantu dalam mencari ide, merancang struktur tugas, hingga menyusun draf skripsi. Meski begitu, sebagian besar tetap melakukan penyuntingan ulang agar terhindar dari plagiarisme. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan Chat GPT tanpa pemahaman kritis dapat menimbulkan penyimpangan etika akademik. Berdasarkan teori anomi Robert K. Merton, penyimpangan tersebut muncul akibat tekanan sistem akademik yang menuntut hasil tanpa mempertimbangkan kemampuan individu. Oleh karena itu, diperlukan pedoman etika akademik yang jelas dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan di lingkungan pendidikan tinggi. | This research investigates how students at the Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University, utilize Chat GPT to complete academic tasks and how this affects academic ethics. It is driven by the rising use of artificial intelligence—particularly Chat GPT—which is reshaping students’ learning patterns and assignment completion strategies. Employing a descriptive qualitative approach, data was gathered through in-depth interviews, observations, and documentation. The findings indicate that the use of Chat GPT is motivated by time efficiency, limited access to academic supervisors, and academic pressure. Students use Chat GPT to generate ideas, draft task structures, and develop thesis outlines. However, most students still revise the output to avoid plagiarism. The study reveals that uncritical use of Chat GPT can lead to academic ethical violations. Based on Robert K. Merton’s theory of anomie, such deviations arise from systemic pressures that emphasize academic success while overlooking individual capacities. Thus, there is an urgent need for clear academic ethical guidelines in the use of artificial intelligence within higher education. | |
| 45034 | 48401 | E1A019354 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA KORUPSI DALAM PENGADAAN BARANG DAN PENGGELAPAN IURAN BPJS KARYAWAN PDAM (Studi Kasus Putusan Nomor 968 K/Pidsus/2023/MA) | Tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan penggelapan iuran BPJS Karyawan di PDAM Kabupaten Banjarnegara merupakan isu yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum pidana terhadap pelaku tindak pidana korupsi serta pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana berdasarkan Putusan Nomor 968 K/Pid.Sus/2023/MA. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan preskriptif analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa, Slamet Riyanto, terbukti melakukan penggelapan dana iuran BPJS dan penyalahgunaan anggaran pengadaan barang, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp126.675.968,00. Meskipun terdakwa didakwa berdasarkan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999, penulis berpendapat bahwa penerapan hukum seharusnya merujuk pada Pasal 2 ayat (1) UU yang sama. Pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana dinilai tidak tepat, karena tidak mencerminkan kesesuaian antara perbuatan dan sanksi yang dijatuhkan. Penelitian ini merekomendasikan agar hakim lebih cermat dalam mempertimbangkan unsur-unsur tindak pidana dan memberikan sanksi yang lebih objektif. | Corruption in the procurement of goods and embezzlement of BPJS Employee contributions at PDAM Banjarnegara Regency is an complex issue. This study aims to analyze the application of criminal law to perpetrators of corruption and the judge's legal considerations in imposing criminal penalties based on Decision Number 968 K/Pid.Sus/2023/MA. The research method used is normative juridical with an analytical prescriptive approach. The results of the study indicate that the defendant, Slamet Riyanto, was proven to have embezzled BPJS contribution funds and misused the procurement budget, which resulted in a state financial loss of Rp126,675,968.00. Although the defendant was charged under Article 3 of Law No. 31 of 1999, the author is of the opinion that the application of the law should refer to Article 2 paragraph (1) of the same law. The judge's considerations in imposing criminal penalties are considered inappropriate, because they do not reflect the appropriateness between the actions and the sanctions imposed. This study recommends that judges be more careful in considering the elements of a crime and provide more objective sanctions. | |
| 45035 | 48404 | K1A021053 | OPTIMASI SINTESIS METIL ESTER DARI MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.) DAN APLIKASINYA SEBAGAI SURFAKTAN SEDIAAN PRODUK NANOMICELLAR WATER | Penggunaan surfaktan sintesis memiliki dampak negatif terhadap lingkungan dan manusia, seperti eutrofikasi dan iritasi kulit. Permasalahan ini dapat diatasi melalui biosurfaktan seperti Metil Ester Sulfonat (MES) yang disintesis dari minyak biji ketapang. Suhu dan waktu reaksi adalah dua faktor penting yang perlu diperhatikan selama transesterifikasi untuk menghasilkan metil ester sebelum proses sulfonasi. Optimasi transesterifikasi dilakukan pada variasi suhu 60, 70, dan 80 ⁰C selama 5, 6, dan 7 jam. Hasil penelitian menunjukkan waktu dan suhu optimum reaksi transesterifikasi adalah 5 jam, suhu 60 ⁰C, rendemen 73,84%. Surfaktan MES diaplikasikan sebagai agen pembersih pada micellar water dengan variasi kadar MES 0,5%; 1%; dan 1,5% serta variasi kadar ekstrak ekstrak kulit batang ketapang sebagai zat aktif, yaitu 1%, 3%, dan 5%. Micellar water dengan karakteristik terbaik dimodifikasi menjadi nanopartikel dengan cara di-stirrer selama 8 jam, kecepatan pengadukan 500 rpm (MN1) dan 1000 rpm (MN2). Hasilnya dikarakterisasi sifat fisik dan ukuran partikelnya menggunakan PSA, serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang ketapang memiliki sifat antioksidan kuat dengan AAI 6,0863. Hasil analisis PSA memberikan sebaran ukuran partikel <500 nm untuk MN1 sebesar 16,94% dan ukuran partikel <500 nm WN2 sebesar 28,91%. Produk micellar water memiliki perbedaan aktivitas antioksidan sebelum dan sesudah dimodifikasi menjadi nanopartikel yang ditinjau dari nilai AAI, yaitu MF4 0,2064; MN1 0,2627; MN2 0,2850. Aktivitas antioksidan ketiganya tergolong ke dalam antioksidan sedang. | The consumption of synthetic surfactants has negative impacts on the environment and humans, such as eutrophication and skin irritation. These problems can be overcome through biosurfactants such as Methyl Ester Sulfonate (MES) synthesized from ketapang seed oil. Temperature and reaction time are two crucial factors that need to be considered during transesterification to produce methyl esters before sulfonation process. Transesterification optimization was carried out at temperature variations of 60, 70, and 80 ⁰C for 5, 6, and 7 hours. The results showed the optimum time and temperature of transesterification reaction was 5 hours, temperature 60 ⁰C, yield 73.84%. MES surfactant was applied as a cleaning agent in micellar water with variation of MES content of 0.5%; 1%; and 1.5% and variation of ketapang bark extract content as an active substance, which are 1%, 3%, and 5%. Micellar water with the best characteristics was modified into nanoparticles by stirring for 8 hours, stirring speed of 500 rpm (MN1) and 1000 rpm (MN2). The physical properties and particle size were characterized using PSA, and antioxidant activity was tested using DPPH method. The test results showed that ketapang bark extract has strong antioxidant properties with an AAI of 6.0863. The results of PSA analysis gave a particle size distribution <500 nm for MN1 by 16.94% and particle size <500 nm for WN2 by 28.91%. Micellar water products have differences in antioxidant activity before and after being modified into nanoparticles in terms of AAI values, namely MF4 0.2064; MN1 0.2627; MN2 0.2850. The antioxidant activity of all three is classified as moderate antioxidant. | |
| 45036 | 48405 | A1A020006 | ANALISIS POLA KEMITRAAN PT. SOCFIN INDONESIA (SOCFINDO) DAN KELAYAKAN USAHATANI KELAPA SAWIT PETANI MITRA DI KEBUN SEI LIPUT KABUPATEN ACEH TAMIANG | Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu jenis tanaman perkebunan yang penyebarannya sangat banyak di Indonesia, terutama di Pulau Sumatera. Salah satu perusahaan perkebunan Sumatera Utara yang menjadikan kelapa sawit sebagai komoditas utamanya adalah PT. Socfin Indonesia (Socfindo). PT. Socfin Indonesia memiliki beberapa program kerja, salah satunya ialah menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga pertanian di berbagai daerah operasinya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui bagaimana pola kemitraan yang diterapkan antara PT. Socfin Indonesia dengan petani mitra Koperasi SAMUDA, 2) Mengetahui kelayakan usahatani kelapa sawit yang dilaksanakan petani mitra anggota Koperasi SAMUDA dengan PT. Socfin Indonesia. Penelitian dilaksanakan di PT. Socfin Indonesia (Socfindo) Kebun Sei Liput Kabupaten Aceh Tamiang yang bermitra dengan Koperasi SAMUDA. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu, pola kemitraan, usia petani, pendidikan formal petani, pengalaman berusahatani, luas lahan, jumlah tanggungan keluarga, jenis kelamin, biaya, pendapatan petani, penerimaan petani dan kelayakan usahatani dengan satuan perhitungan 1 kali musim panen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola kemitraan yang dijalankan antara PT. Socfin Indonesia dengan petani mitra anggota Koperasi SAMUDA adalah pola kemitraan inti plasma, dengan PT. Socfin Indonesia berperan sebagai inti dan petani mitra berperan sebagai plasma. Kelayakan Usahatani petani kelapa sawit Kebun Sei Liput Kabupaten Aceh Tamiang terhitung layak, dilihat melalui perhitungan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio) yang ditemukan lebih besar dari 1. Berdasarkan hasil penelitian maka R/C ratio diketahui dengan cara pembagian antara penerimaan dengan biaya total. Berdasarkan hasil penelitian maka R/C ratio yang diperoleh sebesar 5,10, artinya setiap pengeluaran biaya Rp. 1,00 maka petani mendapat penerimaan Rp. 5,10. Nilai R/C yang semakin besar akan memberikan keuntungan yang semakin besar juga kepada petani dalam melaksanakan usahataninya (Ratnawati et al., 2019). | Oil palm (Elaeis guineensis) is one type of plantation crop that is very widespread in Indonesia, especially on the island of Sumatra. One of the North Sumatra plantation companies that makes oil palm as its main commodity is PT Socfin Indonesia (Socfindo). PT Socfin Indonesia has several work programs, one of which is to establish partnerships with agricultural institutions in various areas of its operations. This research aims to 1) Know how the partnership pattern is applied between PT Socfin Indonesia and partner farmers of SAMUDA Cooperative, 2) Knowing the feasibility of oil palm farming carried out by partner farmers who are members of the SAMUDA Cooperative with PT Socfin Indonesia. The research was conducted at PT Socfin Indonesia (Socfindo) Sei Liput Plantation, Aceh Tamiang Regency in partnership with the SAMUDA Cooperative. The research was conducted from April 2024 - June 2024. A preliminary survey was conducted to seek information from related companies, cooperatives and oil palm farmers. The sampling technique used was simple random sampling. The variables used in this study are partnership patterns, age of farmers, formal education of farmers, farming experience, land area, number of family dependents, gender, costs, farmer income, farmer income and farm feasibility with a calculation unit of 1 harvest season. The results showed that the partnership pattern carried out between PT Socfin Indonesia and partner farmers who are members of the SAMUDA Cooperative is a core smallholder partnership pattern, with PT Socfin Indonesia acting as the core estate and partner farmers acting as smallholders. The feasibility of oil palm farms in Sei Liput Plantation, Aceh Tamiang Regency is considered feasible, seen through the calculation of the Revenue Cost Ratio (R / C Ratio) which is found to be greater than 1. Based on the results of the study, the R / C ratio is known by dividing between revenue and total costs. Based on the results of the study, the R / C ratio obtained was 5.097, meaning that every Rp. 1.00 cost expenditure, the farmer received Rp. 5.097. The greater R / C value will provide greater benefits to farmers in carrying out their farms (Ratnawati et al., 2019). | |
| 45037 | 48407 | B1A021125 | Uji Ketahanan Putative Mutant Tebu cv. NXI 1-3 Terhadap Stres Garam Secara In Vitro | Dalam upaya meningkatkan produksi gula nasional, saat ini dilakukan program ekstensifikasi ke arah pemanfaatan lahan marginal termasuk lahan salin. Indonesia merupakan negara yang memiliki luas lahan salin sekitar 440.300 ha. Tebu adalah tanaman glikofit dengan nilai ambang salinitas sekitar 1,7 dS m-1. Tebu kultivar NXI 1-3 merupakan kultivar tebu unggul dengan daya tahan kepras tinggi, memiliki kemampuan adaptasi lingkungan yang baik, dan memiliki produktivitas yang tinggi. Radiasi sinar gamma Co60 pada Tebu kultivar NXI 1-3 diharapkan dapat menghasilkan tebu yang memiliki ketahanan terhadap cekaman garam. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk 1) Mengetahui pengaruh cekaman garam pada pertumbuhan putative mutant dan wild type tebu kultivar NXI 1-3 dalam kultur in vitro; 2) Menentukan klon yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman garam dalam kultur in vitro. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan rancangan petak terpisah. Sebagai petak utama adalah putative mutant tebu kultivar NXI 1-3 (11.201 dan 11.401) dan wild type (11.000). Sebagai anak petak adalah konsentrasi NaCl yang terdiri dari enam taraf, yaitu 0 mM; 50 mM; 100 mM; 150 mM; 200 mM; dan 250 mM. Setiap kombinasi perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 54 unit percobaan. Variabel bebas yang dicobakan adalah klon tebu kultivar NXI 1-3 dan konsentrasi NaCl. Variabel terikat yang diamati adalah pertumbuhan klon tebu kultivar NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Parameter yang diamati meliputi persentase eksplan yang hidup, jumlah tunas, jumlah daun, dan jumlah akar. Data yang diperoleh dianalisis dengan analysis of variance (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5% dan 1%, dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cekaman garam berpengaruh terhadap pertumbuhan putative mutant dan wild type tebu kultivar NXI 1-3 dalam kultur in vitro. Putative mutant tebu NXI 1-3 klon 11.201 memiliki ketahanan lebih baik terhadap cekaman garam dalam kultur in vitro. | With a view to increase national sugar production, an extensification program is currently underway towards marginal soil utilisation including saline soil. Indonesia is a country which has a saline land area of about 440,300 ha. Sugarcane is a glycophytic plant with a salinity threshold of around 1.7 dS m-1. Sugarcane cultivars NXI 1-3 are superior sugarcane cultivars with high cutting resistance, good environmental adaptability, and high productivity. Co60 gamma irradiation on Sugarcane cultivars NXI 1-3 is expected to produce new sugarcane which has tolerance towards salt stress. This research has been conducted with a view to 1) study the effect of salt stress on the growth of putative mutant and wild-type sugarcane cultivars NXI 1-3 in in vitro culture; and 2) determine the clone that have better tolerance towards salt stress in in vitro culture. This research has been conducted experimentally with a split-plot design. The main plot consisted of putative mutant (11.201 and 11.401) and wild type (11.000) of sugarcane cultivars NXI 1-3. The sub-plot comprised of 6 NaCl concentrations: 0 mM; 50 mM; 100 mM; 150 mM; 200 mM; and 250 mM. Each treatment combination was replicated 3 times, which resulted in 54 experimental units. The independent variables tried were sugarcane cultivars NXI 1-3 clones and NaCl concentrations. The dependent variable observed was the growth of sugarcane cultivar NXI 1-3 clones. The parameters measured including the percentage of living explants, number of shoots, leaves, and roots. The data obtained were analyzed using an analysis of variance (ANOVA) at 5% and 1% significance levels and followed with Duncan's multiple range test at 95% confidence level. The results showed salt stress affected the growth of putative mutant and wild type of sugarcane cultivars NXI 1-3 in in vitro culture. Putative mutant sugarcane NXI 1-3 cultivar 11.201 has better tolerance towards salt stress in in vitro culture. | |
| 45038 | 48406 | E1A021052 | ANALISIS YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA SECARA BERSAMA-SAMA MEMBERI KESEMPATAN BERMAIN JUDI KEPADA UMUM (Studi Putusan Nomor : 106/Pid.B/2023/PN Pwt) | Ditengah kemajuan teknologi dan akses yang semakin mudah ke perjudian, tantangan untuk mengatasi dan mengendalikan dampak sosialnya kian meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dan akibat hukum dalam menerapkan tujuan pemidanaan pada Putusan Nomor : 106/Pid.B/2023/PN Pwt. Jenis penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif dengan metode pendekatan kasus, perundang-undangan, dan konseptual, dengan spesifikasi penelitian secara preskriptif-analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder (dengan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier), dengan metode pengumpulan data melalui studi kepustakaan. Penyajian data menggunakan deksriptif teks naratif, dengan metode analisis data yang diterapkan meliputi analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor : 106/Pid.B/2023/PN Pwt tidak mengabulkan dakwaan primair karena tidak terpenuhinya unsur “menjadikannya sebagai pencaharian”, dengan melihat konsep yang ada dan dikaitkan dengan fakta yang ada di persidangan maka sebenarnya tindakan para Terdakwa dapat diklasifikasikan bahwa menjadikan perjudian sebagai bentuk mata pencaharian. Serta Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara 10 bulan dan menolak dakwaan primair dapat berimplikasi pada tujuan pemidanaan dalam Pasal 51 KUHP, yaitu mencegah dilakukannya tindak pidana dengan menegakkan norma hukum demi perlindungan dan pengayoman masyarakat. | Amidst techonological advences and increasingly easy to gambling, the challenge of overcoming and contolling its social impacts is increasing. This study aims to determine and analyze the judge’s legal considerations and legal consequences in implementing the objectives of punishment in Decision Number : 106/Pid.B/2023/PN Pwt. The type of research used is normative juridical with a case approach method, legislation, and conceptual, with prescriptibe-analytical research specifications. The data sources used are secondary data (with primary, secondary, and tertiary legal materials), with data collection methods through literature studies. Data presentation uses descriptive narrative text, with the data analysis methods applied including qualitative analysis. The results of the study show that the judge’s legal considerations in Decision Number : 106/Pid.B/2023/PN Pwt did not grant the primary charge because the element of “making it a livelihood” was not fulfilled, by looking at the exisiting concept and classified as making gambling a form of livelihood. And the Panel of Judges sentenced 10 month in prison and rejected the primary charge, which can have implicationts for the purpose of criminalization of Article 51 of the Criminal Code, namely preventing criminal acts by enforcing legal norms for the protection and ptoection of society. | |
| 45039 | 48409 | L1C021039 | ESTIMASI POTENSI OCEAN THERMAL ENERGY CONVERSION (OTEC) DI LAUT BANDA | OTEC merupakan salah satu salah satu teknologi terbarukan ramah lingkungan yang memanfaatkkan siklus perbedaan suhu air laut di permukaan dengan suhu kedalaman tertentu untuk dikonversi menjadi energi listrik. Pengkajian lokasi potensial sebagai sumber pengembangan energi baru di Indonesia dapat dilakukan dengan memanfaatkan data model sebagai langkah awal untuk menentukan lokasi perairan yang memiliki potensi besar dalam pengembangan OTEC. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mengidentifikasi potensi OTEC di Laut Banda. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode observasi melalui tahapan pengumpulan data, pengolahan data, dan analisis data. Hasil uji validitas data model yang divalidasi menggunakan data Argo memiliki nilai MAPE 2,81% dengan nilai determinan R² = 0,9945 yang menunjukkan akurasi sangat tinggi. Sebaran potensi OTEC di Laut Banda berkisar 60–76 MW, dengan kedalaman minimum yang bervariasi antar‑musim. Stasiun 2 menjadi lokasi paling optimal untuk instalasi OTEC karena kedalaman yang memadai di setiap musim, daya bersih yang tinggi, serta jaraknya yang relatif dekat dengan pantai. | OTEC is an environmentally friendly renewable energy technology that utilizes the temperature difference cycle between surface and water at certain depths to be converted into electrical energy. Assessment of potential locations as sources for new energy development in Indonesia can be done using model data as an initial step to determine marine areas with high potential for OTEC development. Therefore, this study aimed to identify the potential of OTEC in the Banda Sea. The research was conducted using an observational method through stages of data collection, data processing, and data analysis. The validity of the model data obtained through validation using Argo data yielded a MAPE value of 2.81% with a determination value of R² = 0.9945, indicating very high accuracy. The distribution of OTEC potential in the Banda Sea ranges from 60–76 MW, with a minimum depth that varies between seasons. Station 2 was identified as the most optimal location for OTEC installation due to adequate depth in all seasons, high net power, and relatively close to shore. | |
| 45040 | 48265 | K1C021007 | PEMETAAN GROUND ACCELERATION DI WILAYAH PURWOREJO MENGGUNAKAN METODE PROBABILISTIC SEISMIC HAZARD ANALYSIS | Pulau Jawa bagian selatan berhadapan langsung dengan zona subduksi yang dapat meningkatkan kerentanan wilayah terhadap bahaya seismik. Salah satunya Kabupaten Purworejo yang letaknya di selatan Pulau Jawa dan memiliki formasi aluvial lunak sehingga rentan terhadap bahaya seismik. Tujuan dilakukan penelitian yaitu memetakan nilai Peak Ground Acceleration (PGA), Spectral Acceleration (SA) pada periode pendek T = 0,2 s dan periode panjang T = 1 s pada probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun di batuan dasar dan permukaan sebagai upaya mitigasi. Untuk mendapatkan nilai PGA, metode yang digunakan yaitu Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) menggunakan software R-CRISIS. Data katalog gempa diperoleh dari United States Geological Survey (USGS) pada tahun 1900-2024 dengan nilai magnitudo minimum M ≥ 5,0 dan kedalaman ≤ 300 km. Pada hasil penelitian, nilai PGA Wilayah Purworejo di batuan dasar berkisar 0,37 – 0,43 g, 0,79 – 1,0 g untuk SA pada saat T = 0,2 s, dan 0,55 – 0,63 g untuk SA pada saat T = 1 s. Nilai PGA di permukaan yaitu 0,37 – 0,45, 0,81 – 1,0 g untuk SA pada saat T = 0,2 s, dan 0,55 – 0,73 g untuk SA pada saat T = 1 s. Pada penelitian ini juga memetakan nilai amplifikasi yaitu berkisar 1,0 – 1,03 untuk PGA, 1,0 – 1,09 untuk SA pada saat T = 0,2 s, dan 1,0 – 1,17 untuk SA pada saat T = 1 s. Wilayah Purworejo bagian selatan menunjukkan nilai yang relatif tinggi diantaranya Kecamatan Purwodadi dan Ngombol sehingga rentan terhadap bahaya gempa bumi. | Purworejo Regency is located in the southern part of Java Island, directly facing the megathrust zone and having soft alluvial formations, making it vulnerable to seismic hazards. This study aims to map the Peak Ground Acceleration (PGA) values and amplification at a 2% exceedance probability in 50 years on bedrock and surface as a mitigation effort. The method used is Probabilistic Seismic Hazard Analysis (PSHA) using the R-CRISIS software. The earthquake catalog data were obtained from the United States Geological Survey (USGS) for the years 1900-2024 with a minimum magnitude value of M ≥ 5.0 and a depth of ≤ 300 km. The research results show that the PGA value in the Purworejo region on the bedrock ranges from 0.37 to 0.43 g, with the PGA pattern increasing from north to south. To obtain the surface PGA value, the Vs30 value of the research area is needed and is influenced by the geological conditions of the research area. The surface PGA values range from 0.37 to 0.45 g and the amplification values range from 1.0 to 1.03. The Purworejo region, which has relatively high PGA values, namely the Purwodadi and Ngombol sub-districts, is therefore vulnerable to earthquake hazards |