Artikel Ilmiah : B1B020009 a.n. ANGGER FIRJATULLAH
| NIM | B1B020009 |
|---|---|
| Namamhs | ANGGER FIRJATULLAH |
| Judul Artikel | MOLECULAR DETECTION AND EPIDEMIOLOGICAL OF ENTEROVIRUS IN CHILDREN WITH ACUTE RESPIRATORY INFECTION (ARI) IN THE BATUR DISTRICT, BANJARNEGARA REGENCY |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Di seluruh dunia, dan terutama di negara-negara dengan pendapatan per kapita yang rendah, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menempati peringkat tinggi di antara penyebab utama penyakit dan kematian anak-anak. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada anak-anak paling sering disebabkan oleh enterovirus, yang meliputi Human Rhinovirus (HRV) dan EV-D68. Tujuan dari penelitian ini ada dua: pertama, untuk mengidentifikasi anak-anak di Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara yang telah terjangkit Enterovirus (EV) menggunakan reaksi berantai polimerase waktu nyata (RT-PCR); dan kedua, untuk memeriksa faktor risiko epidemiologis untuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Penelitian ini juga bertujuan untuk menentukan frekuensi ISPA dan bagaimana korelasinya dengan tingkat keparahan gejala pernapasan. Dengan pendekatan metode RT-PCR, penelitian ini mengaitkan prevalensi EV dalam sampel usap nasofaring dari anak-anak dengan ISPA dengan tingkat keparahan gejala pernapasan mereka. Di Kabupaten Batur, Kabupaten Banjarnegara, peneliti mencari tanda-tanda Enterovirus pada usapan nasofaring yang diambil dari anak-anak dengan diagnosis ISPA menggunakan teknik RT-PCR yang mengacu pada reaksi berantai polimerase transkripsi balik. Selain memeriksa variabel risiko epidemiologi yang berkontribusi terhadap ISPA, kami mengevaluasi prevalensi virus dan hubungannya dengan intensitas gejala pernapasan. Penelitian menemukan bahwa RT-PCR merupakan cara yang sangat akurat untuk mendeteksi EV pada sampel usapan nasofaring klinis; Namun, frekuensi EV di Kabupaten Batur rendah, dengan hanya 6 dari 50 sampel (atau 12%) yang benar-benar menunjukkan hasil positif. Variabel utama yang memengaruhi kejadian ISPA pada anak-anak adalah imunisasi yang tidak memadai dan bahaya lingkungan, termasuk perokok pasif dan polusi udara. Anak-anak yang berada di sekitar perokok pasif atau yang tinggal di daerah dengan riwayat infeksi pernapasan parah lebih mungkin jatuh sakit. Pentingnya mengendalikan faktor lingkungan dan memastikan anak-anak divaksinasi terhadap infeksi pernapasan akut yang parah ditekankan oleh hasil ini. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Worldwide, and especially in countries with lower per capita income, acute respiratory infections (ARI) rank high among children's leading causes of illness and mortality. Acute respiratory infections (ARIs) in children are most often caused by enteroviruses, which include Human Rhinoviruses (HRV) and EV-D68. The purpose of this study is twofold: first, to identify children in Batur District, Banjarnegara Regency who have contracted Enterovirus (EV) using real-time polymerase chain reaction (RT-PCR); and second, to examine epidemiological risk factors for Acute Respiratory Tract Infection (ARI). The study also aims to determine the frequency of ARI and how it correlates with the severity of respiratory symptoms. The RT-PCR method approach, this study associated the prevalence of EV in nasopharyngeal swab samples from children with ARI with the severity of their respiratory symptoms. In Batur District, Banjarnegara Regency, researchers looked for signs of Enterovirus in nasopharyngeal swabs taken from children with an ARI diagnosis using the The RT-PCR technique refers to the reverse transcription-polymerase chain reaction. In addition to examining epidemiological risk variables that contribute to ARI, we evaluated the viral prevalence and its association with the intensity of respiratory symptoms. The research found that RT-PCR was a very accurate way to detect EV in clinical nasopharyngeal swab samples; However, the frequency of EV in Batur Regency was low, with only 6 out of 50 samples (or 12%) actually testing positive. The primary variables impacting the incidence of ARI in children are inadequate immunization and environmental hazards, including secondhand smoking and polluted air. Children who are around secondhand smoke or who reside in areas with a history of severe respiratory infections are more likely to become sick. The importance of controlling environmental factors and making sure children are vaccinated against severe acute respiratory infections is emphasized by these results. |
| Kata kunci | Acute Respiratory Infection, children, epidemiology factor, Enterovirus, RT-PCR. |
| Pembimbing 1 | Dr. Daniel Joko Wahyono, M.Biomed. |
| Pembimbing 2 | Agustiningsih, M.Biomed.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 45 |
| Tgl. Entri | 2025-02-10 11:08:17.095068 |